Author POV

Hari ini adalah hari pertunangan Baekhyun dan Kris. Sungguh ini membuat Baekhyun sedih dan keempat sahabatnya merasa khawatir dengan nasib hubungan ChanBaek. Selesai acara pertunangan, Baekhyun mengajak Kris menjauh dari para tamu yang hadir.

"Oppa.." Baekhyun mulai angkat bicara dengan ragu.

"Aku tahu kau ingin protes pertunangan ini bukan?--"

"Kau tahu Baek? Seharusnya dari awal kau menolak perjodohan ini. Jika saja kau menolak, mungkin aku tidak begitu memiliki perasaan lebih padamu."

"A-apa maksud oppa?"

"Sejujurnya, aku mencintaimu Baek. Aku mulai menyukaimu saat kita pertama berkenalan. Dan semakin kita dekat, perasaanku semakin lebih dari suka. Ini mungkin gila karena aku mencintai seseorang yang sudah dimiliki orang lain. Aku sulit melarang perasaanku untuk tidak mencintaimu Baek."

Baekhyun tertegun dengan semua ungkapan Kris yang berhasil membuat nafasnya tercekat. Mata sipit itu menerawang kedalam mata tajam milik Kris yang menggenggam kedua telapak tangannya.

'Aku merasa diriku begitu kejam! Aku menutupi pertunangan ini dari Chanyeol, dan aku sudah membuat harapan palsu untuk perasaan Kris.' Batin Baekhyun.

"O-oppa...Jangan salahkan dirimu yang mencintai seseorang. Perasaan kita tidak bisa dilarang atau dipaksa. Kau bebas menyukai atau mencintai seseorang, dan aku pun tidak bisa melarang itu. Maafkan aku karena aku sudah menoreh luka di hatimu.--"

"Tapi--kau tidak bisa bersamaku oppa! Kau tidak bisa memaksaku untuk bersamamu. Karena aku sudah dimiliki sepenuhnya oleh kekasihku."

"Dia sudah menanam benih yang tumbuh di rahimku..."

"M-mwo? K-kau hamil?"

"Ne! Saat aku sakit, sebenarnya itu adalah tanda kehamilanku. Jadi, aku tidak ingin kau yang menikahiku. Aku ingin kekasihku yang menanggung semua ini."

"Kau jangan salah faham padanya! Karena kami melakukannya atas ke mauanku. Aku yang memintanya sebelum dia pergi ke jepang."

"Apakah orang tuamu tidak mengetahui ini?"

"Aku akan katakan ini secepatnya. Aku tidak perduli mereka marah besar padaku. Ku harap mereka mau menuruti permintaanku. Bukankah selama ini aku tidak pernah menolak permintaan mereka? Jadi untuk kali ini aku ingin mereka yang menerima permintaanku."

"Tapi seminggu lagi pernikahan akan dilaksanakan Baek! Kau mau orang tuamu malu di hadapan orang banyak?"

"Aku tidak masalah jika harus bertanggung jawab dengan calon bayimu, aku bisa menjadi ayah darinya."

"Andwae! Ini adalah kesalahan kami, kau tidak bisa masuk dalam dosa kami oppa!"

"Jebal, bantu aku! Aku ingin mempertahankan calon anak kami ini. Jika aku harus keluar dari rumah, aku tidak masalah. Aku akan tinggal di apartement kekasihku, seorang diri."

'Sepertinya aku tidak bisa menggantikan posisi orang itu di hati Baekhyun! Ini cukup menyakitkan bagiku. Tapi apa yang bisa ku lakukan?' Batin Kris.

Byun Baekhyun POV

"Eoh? Tidak biasanya kau makan tengah malam seperti ini..." Timpal eomma saat mendapati aku yang selesai makan di dapur.

"Aku lapar!" Kekehku.

"Sepertinya jika eomma lihat, kau sedikit gemuk dan berisi." Pikir eomma.

'Haruskah aku katakan sekarang?'

"Apakah appa sudah tidur?" Tanyaku.

"Sudah! Wae?"

"Aku ingin bicara sesuatu pada eomma~"

"Katakanlah.."

"Eummm...eomma, aku--aku tidak bisa menikah dengan Kris!"

"Mwo? Wae? Bukankah kalian sudah sangat dekat dan hubungan kalian sangat baik jika eomma lihat."

"Kami memang dekat! Tapi aku menganggapnya sebagai oppa tidak lebih. Dia pun baik."

"Apa yang membuatmu menolaknya?"

"Karena seseorang disana!"

"Mwo? Jadi kau sudah memiliki kekasih sebelum Kris?"

"Sebenarnya aku sudah cukup lama mempunyai kekasih, tapi dia melarangku untuk menceritakan status kami pada eomma juga appa."

"Dia ingin berhadapan di depan kalian ketika sukses dengan pekerjaannya."

"Lalu dimana dia sekarang?"

"Dia bekerja di jepang! Namja itu kuliah karena mendapat beasiswa dari perusahaan sana. Dan dia sudah menanda tangani kontrak untuk bekerja sebagai arsitektur disana."

"Bagaimana jika dia berselingkuh disana?"

"Aku yakin dan percaya padanya! Karena aku--aku sedang hamil calon anak kami."

"MWO? Kau hamil?"

"Jeongmal mianhae. Jangan salah faham padanya. Aku yang memintanya untuk ini. Aku benar-benar mencintainya. Aku tidak ingin pisah darinya."

"Apa kau gila? Kau dengan seenaknya membiarkan dia melakukan itu padamu! Bagaimana jika dia lari dari tanggung jawabnya? Kau hanya akan mempermalukan keluargamu Baek!"

"Jebal, mengertilah keinginanku! Aku tidak pernah menolak semua permintaan kalian. Jadi tolong terima permintaanku ini. Permintaan hanya satu dalam seumur hidupku pada kalian."

"Kau tahu? Jika appa mengetahui ini semua, dia pasti akan marah besar padamu!"

"Jebal, hentikan pernikahannya!" Mohonku berlutut di hadapan eomma.

"Kami tidak bisa! Pernikahan akan dilaksanakan seminggu lagi Baek! Dan kami sudah mempersiapkan semuanya. Tolong jangan mempermalukan keluarga kita."

"Tapi di rahimku sudah tumbuh janin, aku tidak ingin Kris yang menanggung kesalahanku. Jebal..."

"Eomma sudah mengantuk! Sebaiknya kau pun tidur." Balas eomma segera pergi meninggalkanku yang masih berlutut dengan sedikit terisak.

'Yeolli, Bisakah kau pulang sekarang juga?'

TBC~