Waiting for Eunhae, D-275 (Hyukjae), D-277 (Donghae)
Title : Bloom
A.I : AU, Fantasy-ish, DiabetesInducingFluff, K
.
.
'Bloom'
.
.
Author's POV
Pada jaman yunani kuno, terdapat seorang dewi bunga bernama Khloris. Awalnya sang dewi menciptakan bunga dari perasaan kesedihan, dan duka. Maka terciptalah bunga Hyacinthus, dan juga bunga Crocus. Akan tetapi meski dalam kesedihan, orang-orang menemukan keindahan dalam bunga-bunga yang diciptakan. Manusia memujanya atas seorang dewi yang menciptakan sesuatu yang indah, yang dapat memberikan suka cita dan kesenangan. Festival-festival diciptakan untuk dewi Khloris, mengharumkan namanya.
Dengan suka cita dan pujaan, Khloris pun mengubah namanya menjadi Flora, dewi yang tidak lagi bersedih dan menciptakan lebih banyak bunga yang menggambarkan kebahagiaan.
Untuk menunjukkan rasa terimakasihnya pada umat manusia, dewi Flora menciptakan sebuah berkat baru yang begitu istimewa. Berkat mulia yang spesial, dan akan membawa lebih banyak kebahagiaan bagi umat manusia.
Kini, setiap manusia memiliki benih bunga yang tumbuh diatas kepalanya. Namun benih tersebut tidaklah terlihat, bunga yang akan tumbuh juga tidaklah terlihat. Hanya satu orang yang bisa melihat bunga tersebut, dan itu bukanlah diri mereka sendiri.
Soulmate, atau belahan jiwa.
Bunga di atas kepala seseorang hanya dapat dilihat oleh soulmate miliknya. Pada awalnya, bibit bunga akan terus 'tertidur'. Bibit tersebut barulah akan tumbuh ketika mereka bertemu dengan soulmatenya, dan itulah kisah bagaimana sepasang insan akan dipertemukan. Setiap bunga memiliki artinya masing-masing, dan berkembang dan tumbuhnya bunga tersebut akan menunjukkan perasaan yang sedang dirasakan orang yang bersangkutan.
Di usia dua puluh tahun, Donghae belum menemukan soulmatenya.
Namun ia percaya ia akan menemukannya, dan ia tidak sabar hingga hari itu tiba. Hidup di keluarga yang harmonis, Donghae selalu merasa bahagia melihat kedua orang tuanya. Ia kerap melihat mereka saling memandang kearah atas kepala satu sama lain, dan bertukar tatapan penuh cinta. Ia tidak dapat melihat apa-apa, tentunya, tapi ekspresi bahagia keduanya sangatlah indah. Ia tidak sabar untuk merasakan perasaan tersebut bersama soulmatenya.
Ia tidak tau hal tersebut ternyata datang lebih cepat dari perkiraannya.
.
.
.
Pasalnya, kehadiran berkat untuk mengetahui siapa soulmate kita tidak menjadi sebuah aturan yang pasti. Itu tidak mencegah orang untuk berhubungan sebelumnya, karena perasaan cinta tidaklah sesuatu yang tidak bisa muncul. Hal tersebut terbukti karena Donghae merupakan seseorang yang cukup populer selama hidupnya. Di sekolah, maupun di kampus sekarang, ia cukup banyak mendapat pengakuan cinta. Akan tetapi ia selalu menolaknya, karena ia tak menemukan satupun bunga yang bisa ia lihat. Ia merasa bahwa tidak ada artinya jika ia berhubungan dengan seseorang, namun akhirnya akan terpisah juga.
Ia sudah terlalu terbiasa, tidak melihat bunga diatas kepala seseorang, maka dari itu ia sungguh terkejut dan tak tau harus berbuat apa ketika akhirnya bunga tersebut terlihat.
"M-maaf!"
"T-tidak apa, aku juga sedang tidak melihat."
Donghae bangkit berdiri dengan terburu-buru, ia tidak sengaja menabrak seseorang saat hendak memasuki sebuah café tadi, membuat keduanya terjatuh diatas salju lembut musim dingin. Orang tersebut juga perlahan bangkit berdiri, menepuk-nepuk sisi tubuhnya yang sedikit kotor karena ia terjatuh di bawah Donghae tadi.
Donghae merasa malu, posisi jatuh mereka sangatlah tidak menguntungkan bagi namja yang ia tabrak. Ingin meminta maaf lebih, ia mengangkat wajahnya untuk menatap sang namja, akan tetapi matanya membelalak saat ia melihat sesuatu yang berbeda.
Diatas kepala sang namja, diantara helaian rambut hitam yang halus, terlihat sesuatu seperti kuncup sebuah bunga yang seolah mengintip keluar.
Namja tersebut akhirnya juga menatap kearahnya, dan terdapat ekspresi terkejut yang serupa di wajahnya, tatapannya terhenti di atas kepala Donghae.
Soulmate.
"A-a, i-itu," Donghae hanya bisa menggumam dengan terbata.
Gumamannya menyita perhatian namja itu. Dan Donghae melihat bagaimana sang namja memperhatikannya dengan seksama, kali ini helaian rambutnya, wajahnya yang memerah dibalik scarf tebal yang ia gunakan.
Wajahnya semakin memerah saat ia melihat kuncup bunga diantara helaian rambut sang namja perlahan mekar, menunjukkan sebuah bunga camellia putih yang mungil, amat kontras dengan rambut hitamnya. Tau bahwa artinya sang namja itu, soulmatenya, tengah memperhatikannya, Donghae tanpa sadar akhirnya meneliti soulmatenya itu juga.
Dibawah rambut hitam itu, terdapat wajah dengan kulit putih mulus, lebih putih dari kulitnya yang cenderung bernada madu. Mata yang berkelopak satu itu masih menatap kearahnya dengan rasa takjub. Hidung mancung, bibir tebal yang begitu kissable. Terakhir, garis rahang yang begitu tajam dan tegas, seolah bisa memotong sesuatu. Singkatnya,
Ia sungguh tampan.
Kali ini wajah sang namja yang memerah, dan sebuah magnolia merah muda yang kecil berkembang di samping bunga camellia putih sebelumnya. Itu hanya semakin membuat Donghae merasa gugup, dan ia berharap bunga di kepalanya tidak menunjukkan sesuatu yang terlalu memalukan, seperti coral rose atau sejenisnya.
"Maaf, permisi."
Sebuah suara menyentakkan keduanya. Mereka dengan cepat bergerak minggir saat seseorang menatap mereka dengan ekspresi yang cukup kesal. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sedari tadi mereka berdiri di depan pintu café, menghalangi jalannya orang masuk ataupun keluar. Soulmatenya, Donghae berpikir bersamaan dengan degup jantungnya yang mengeras, meminta maaf singkat sebelum mempersilahkan orang tersebut masuk.
"U, uhm, kau mau masuk?" sang namja kemudian berujar kepadanya dengan tatapan malu.
"I-iya," balas Donghae tak kalah canggung.
"Maukah kau d-duduk denganku?" undangnya. "Aku ingin mengenalmu, maksudku, karena kita, uh," ia tidak melanjutkan kata-katanya, hanya menggunakan gestur tubuh pada daerah kepala mereka.
Donghae semakin tersipu, namun mengangguk. "A-aku mau."
Ia dihadiahi dengan seulas senyuman lebar yang menunjukkan sebuah gummy smile yang begitu menawan. Dan entah bagaimana namun ia merasakan sebuah bunga lagi tumbuh di kepalanya.
Donghae tidak dapat melihatnya, namun ia cukup yakin itu adalah sebuah tulip kuning.
.
.
.
Pergi ke café ini merupakan sesuatu yang biasa bagi Hyukjae. Itu merupakan bagian dari rutinitas harinya. Pagi hari, ia akan ke kampus untuk kelas pagi. Meski ia merasa malas, Hyukjae selalu mengambil kelas pagi karena ia tau ia pasti akan lebih malas pergi di siang harinya. Memang logikanya sedikit tidak masuk akal, namun itu bekerja untuknya. Lalu ia akan kelaparan selama kelas karena tidak sempat sarapan (salahkan dirinya yang tak mampu bangun lebih pagi dari jam enam tiga puluh), dan membuatnya segera keluar setelah kelas dibubarkan. Setelah itu ia akan segera menuju café langganannya, memesan beberapa roti dan secangkir kopi hangat (atau terkadang strawberry frappe, tergantung moodnya), makan, sebelum pulang kembali ke apartemennya.
Karena itulah ia sama sekali tidak menyangka akan ada yang berbeda hari ini. Harinya berlangsung normal, paling tidak sampai ia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang namja yang begitu menggemaskan, yang memiliki tunas yang kemudian berbunga di puncak kepalanya, yang artinya namja itu merupakan soulmatenya.
Dan sekarang disinilah ia, duduk di sudut café bersama sang soulmate yang tengah menyesap minumannya dari sebuah mug. Kedua telapak tangan mungilnya melingkari mug tersebut dengan malu-malu. Ia masih memakai syal biru tuanya, lain dengan Hyukjae yang sudah melepas syal merah miliknya dan meletakkannya di atas tasnya. Bersamaan dengan itu, jas musim dinginnya, menyisakannya dengan turtle neck berwarna putih.
"Boleh aku tau namamu?" setelah segelas kopi, Hyukjae telah merasa lebih tenang, tak lagi terlalu terkejut hingga membuatnya tak bisa berkata-kata. Didalam ruangan café yang hangat itu, ia merasa cukup percaya diri sekarang.
"D-Donghae, Lee Donghae," bisik namja itu dengan pipi yang masih berwarna kemerahan. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Hyukjae dengan ragu-ragu. Hyukjae tersenyum melihat tiga bunga magnolia merah muda yang kini menderet di sisi rambutnya. Tatapannya seolah bertanya, kau?
"Donghae," bisik Hyukjae, menyukai bagaimana nama itu mengalun dari mulutnya sendiri. "Namaku Lee Hyukjae. Orang memanggilku Hyukjae, atau Eunhyuk. Kau boleh menggunakan yang manapun kau mau," ujarnya tersenyum.
"Hyukkie," Donghae berbisik, dan Hyukjae merasa hatinya menghangat melihat bersamaan dengan bisikan tersebut, sebuah bunga zinnia berwarna magenta mengembang di rambut brunette Donghae.
"Mm, aku suka itu," Hyukjae tidak sadar, tapi suaranya terdengar begitu lembut. "Kalau begitu bolehkah aku memanggilmu Hae?"
Lagi-lagi mata Donghae membelalak, dan bunga magnolia merah muda keempat berkembang di samping bunga zinnia. Ia mengangguk, sebelum tersenyum begitu manisnya. Kali ini Hyukjae yang bertanya-tanya sudah berapa banyak bunga yang berkembang diatas kepalanya sendiri, karena perasaannya terasa begitu penuh sekarang.
"Senang berkenalan denganmu, soulmate," senyumnya.
"Mm... Senang berkenalan juga, s-soulmate."
.
.
.
.
White Camellia : You're adorable
Pink Magnolia : Shyness
Coral Rose : Desire
Yellow Tulip : There's sunshine in your smile
Magenta Zinnia : Lasting affection
Lol don't this just make you go; awwwwwwwwwwww, because I did, when I write it. And I kinda feel like puking rainbows too XD
Ini merupakan sebuah drabble yang terlahir(?) berkat ide dari sahabatku tercinta Rena/Jaerimmie yang kalian mungkin ingat. Dia terkadang ngeksis(?) di fic ku sebelumnya. Semua ide AU ini dari dia, jadi berterimakasihlah ke dia kkkk. Its utterly adorable and I LOVE FLOWERS I can't really resist. Although I might or might not turn this into something too cheesy.
By the way cerita ini bakal ada lanjutannya nanti. Expect that one to be even cheesier than this one XD
Maaf update hari ini agak telat! Aku ada sedikit kerjaan pagi ini jadi baru bisa nulis siang orz
Anyway, bales review dulu,,
yuukinatsu : aaaa I'm sorryyy hehehehehehehehehe(?). ur welcome! Ah aku malah gatau kalo han zigao ada filmnya? Baguskah? Jadi tertarik *_*
hara97 : awas jangan sampe diliat orang kalo lagi senyum" sendiri kkkk
Elpeu : /pukpuk XD. Tenang, jomblo juga bisa bahagia kok! Kkk
eunhaeboo : kkkkk harusnya kita tuker tempat sampa Kyuhyun ya! Iya tragis aku sedih ;_;
shemdoch : gomawooooo :D
eunhaehyuk44 : hehehe gomawo! Yamato sama takeru itu adek kaka beneran jangan di ship tar incest kkkk. tapi emang mereka cute banget. Kalau family aku juga suka taichi sama hikari, taichi protektif bgt sm adek cewekny itu lucu banget aku jadi pengen punya koko ;_; . kalau romance, aku ship takeru x hikari. Dan meski gak gimana juga, tapi di adventure tri movie yang baru ini banyak banget taichi x yamato momentny aku jadi mulai terhasut wkwkwkwkwkwkkwkw
.
Next drabble, kira-kira bunga apa yang bakal kupake ya hmmm… hehe.
Ngomong-ngomong sekarang ku post jam 15.50. Besok berarti kemungkinan besar ga ada di just in karena akan ku post sebelum jam segini ~.~
