Disclaimer : Ichiei Ishibumi
Aku hanya memiliki OC disini
FESTIVAL YANG TERLIHAT NORMAL
''Apa yang kau lakukan, Ayu?'' tanya Dion dengan penasaran melihat adik sahabatnya itu.
''Aku menemukan kotak ini di kamar mu, bang Dion'' kata Ayu yang terlihat menyerahkan kotak itu kepada Dion
Dion kaget melihat kalau Ayu melakukan sesuatu kepada kotak itu dan terlihat kalau kotak itu berantakan dan terlihat sesuatu yang copot dari kotak itu. Dion kemudian dengan cepat mengambil kotak itu dari Ayu
''Apa yang kau lakukan? Kenapa kotak nya bisa begini?'' tanya Dion dengan panik dan terlihat memeriksa kotak itu.
Ayu terlihat cemberut mendengar Dion marah kepada nya, dia kemudian melihat ke arah kotak itu lagi.
''Kotak itu memiliki aura magnet yang kuat'' kata Ayu
Dion terlihat kaget apa yang di katakan oleh Ayu
''Apa maksudmu?'' tanya Dion
''Kotak itu memiliki tarikan magnet dan sebuah serkuit listrik'' kata Ayu terlihat mencoba untuk menjelaskan
Dia tidak terlalu handal dalam fisika tapi Dion cukup handal dalam pelajaran Tec. Dion kemudian melihat ke arah kotak itu lagi dan terlihat kalau ada sesuatu dengan kotak itu.
''Bang Dion, bisakah aku melihat kotak itu?'' pinta Ayu
Dion melihat Ayu dan kemudian memberikan kotak itu, Ayu melihat kotak itu dan terlihat memegang nya sambil menyelidiki nya. Ayu melihat ada serkuit lisrik dan seperti ada magnet tentang besi yang terbuat dari kotak itu. Ayu kemudian terlihat mengambil sebuah magnet kecil dan kemudian mengarahkan nya ke arah kotak itu
Terlihat besi itu menempel dengan cukup keras sehingga membuat Dion kaget melihatnya. Ayu tersenyum melihat besi itu yang memiliki energi listrik kecil dan magnet.
''Hmmm besi yang menarik'' kata Ayu dengan tersenyum
''Memangnya besi apa itu?'' tanya Dion
''Aku tidak tahu tapi sepertinya ini akan sangat berguna'' kata Ayu.
Dion terlihat heran, Ayu kemudian mengangkat kotak itu ke langit
''Benda ini bisa kita gunakan'' kata Ayu
Dion hanya terlihat bingung mendengarnya, dia sama sekali tidak mengerti dengan fisika namun sepertinya yang di katakan oleh Ayu adalah sesuatu yang baik. Ayu kemudian turun dari kasur Dion dan kemudian terlihat pergi
''Aku akan menyimpan kotak ini'' kata Ayu
''Oh baiklah, kau boleh menyimpan nya'' kata Dion mengizinkan
''Terima kasih bang Dion'' kata Ayu yang kemudian terlihat membawa kotak itu dan kemudian pergi ke kamar nya
Dion hanya merasa tidak masalah kalau Ayu menyimpan kotak itu, dia kemudian merasa mengantuk dan kemudian tidur di kasurnya dengan sangat cepat. Dion terlihat mendengkur cukup keras sama dengan Ari.
Ari terlihat di bawah bersama yang lain nya, dia sedang bersama ayah nya menonton tv. Tak lama kemudian datanglah Rani bersama yang lain nya yang selesai berbelanja. Rani melihat Rias dan yang lain nya sudah pulang hanya tersenyum
''Ah kalian sudah pulang'' kata Rani dengan senang
''Akhirnya, aku bisa makan'' kata Ari dengan rasa senang sekali.
Rani hanya mendesah melihat kalau Ari dan yang lain nya terlihat sudah kelaparan sekarang, dia kemudian berjalan melewati mereka dan kemudian menuju ke dapur untuk segera memasak makan malam. Rani kemudian menyadari kalau tidak ada Dion dan Ayu
''Kemana Ayu dan Dion?'' tanya Rani
''Oh mereka, Dion mengatakan kalau dia akan langsung tidur saja sedangkan Ayu sepertinya ada di kamarnya dan tidur juga'' kata Ari
Rani hanya mengangguk mengerti. Dia kemudian bersiap-siap untuk memasak makanan untuk mereka, setelah memesakan selesai mereka pun memakan makanan itu, tak ada masalah apa pun saat mereka makan, Ari dan Dion terlihat sedang membicarakan festival itu dan terlihat kalau Ardi hanya duduk santai tidak memikirkan sekali festival itu karena dia sudah tahu apa yang akan dia lakukan di festival.
''Baiklah, pasti kita akan menang'' kata Ari dengan wajah semangat
''Apa maksud mu Ari? Apakah kau berpikir kalau akan ada tim di festival olahraga itu?'' tanya Ardi dengan gaya masih santai
''Apa maksudmu, Ardi?'' tanya Dion
''Ya, kita mungkin akan bertarung di festival nanti'' kata Ardi
''Oh kalau itu tidak masalah'' kata Ari
''Ya benar, kita kan teman. Teman tidak akan melukai teman nya sendiri'' kata Dion dengan wajah naif nya itu
Ardi hanya tersenyum mendengar perkataan dari kedua sahabat nya itu, Ardi kemudian berdiri dan kemudian menuju ke kamar nya untuk tidur. Rias hanya melihat Ardi yang terlihat masih memiliki sifat dingin
''Oh ya, selamat malam semua nya'' kata Ardi mengucapkan selamat malam
Rias kaget mendengar Ardi mengatakan selamat malam, Rias tersenyum melihat kalau Ardi sepertinya sudah merasa baik dengan yang lain nya termasuk dia walaupun itu hanya sedikit.
''Baiklah, sepertinya kita akan tidur juga'' kata Alice
''Selamat malam semua nya'' kata Alika memberitahu
Para gadis-gadis kemudian menuju ke kamar mereka dan tak lama Andi juga merasa mengantuk dan kemudian menuju ke kamarnya. Tinggalah Ari dan Deathly sekarang
''Kau akan tidur di kamar wanita'' kata Ari memberitahu
''Kenapa? Aku ingin tidur dengan tuan'' kata Deathly
''Tidak, aku mau tidur sendiri dan pasti kau tidak akan bisa tidur karena suara dengkuran ku'' kata Ari memberitahu
Deathly kemudian mengerti. Mereka kemudian menuju ke kamar mereka masing-masing.
PAGINYA DI SEKOLAH KOUH
Terlihat sekarang Rias dan yang lain nya sudah sampai di sekolah. Mereka melihat kalau sekolah sudah selesai di renovasi untuk melakukan festival, mereka melihat kalau para murid-murid mempersiapkan tempat dan alat-alat olahraga.
''Wah mereka sepertinya sudah bersiap-siap'' kata Ari melihat mereka semua
''Festival nya akan segera di laksanakan siang nanti''
Kemudian datanglah Sona dan bersama peeragenya, Rias yang melihat Sona hanya tersenyum dengan lembut. Sona melihat ketiga laki-laki di kelompok ini. Sona tersenyum melihat mereka sepertinya sudah bersiap-siap untuk melakukan pertandingan
''Nona ketua''
Terlihat kalau Ardi memanggil Sona, Rias dan Sona kaget mendengarnya.
''Ya ada apa?'' tanya Sona
''Aku ingin bertanya, pertandingan apa saja yang akan kami lakukan nanti?'' tanya Ardi
''Ya seperti yang kalian tahu, melakukan olahraga sepertinya biasa nya'' kata Sona
Ardi mengangguk mengerti namun sepertinya dia harus mengontrol kekuatan nya karena mungkin dengan satu pukulan dia bisa melukai seseorang dengan cukup parah. Ardi kemudian melihat ke arah Ari berpikir apakah dia membawa sarung tangannya
''Sepertinya dia tidak membawa sarung tangan nya'' pikir Ardi tersenyum melihat kalau Ari sepertinya ingin bermain bersih
Namun Ardi melihat di kantung belakang Ari ada sarung tangan nya yang sepertinya di di sembunyikan dengan plastik. Ardi terlihat sweatdrop melihat Ari ternyata membawa sarung tangan nya.
''Ternyata dia membawa sarung tangan nya, dasar si licik ini'' pikir Ardi dengan kesal melihat Ari
Ari kemudian hanya tersenyum dengan lembut melihat Ardi yang sepertinya mengatahui kalau dia memabawa sarung tangan nya.
''Jangan tersenyum polos seperti itu, keparat'' kata Ardi dengan kesal
SKIP TIME
Terlihat sekarang festival olahraga akan segera di lakukan, Ari dan para peserta lain nya terlihat bersiap-siap. Rias dan peeragenya melihat mereka dari bangunan club mereka dan terlihat bersama Sona dan para peerage nya.
''Hmm ini akan sangat menyenangkan'' kata Sona dengan tersenyum
''Ya, jadi bagaimana Sona. Apakah kau berpikir kalau Dion atau Ari atau Ardi yang akan menang?'' tanya Rias.
Sona terlihat memikirkan ini dengan baik-baik
''Seperti yang kau lihat kalau Ardi memiliki kekuatan fisik yang lebih kuat dari manusia karena dia Half Devil namun aku tahu kalau Ari adalah orang yang licik, dia pasti membawa sarung tangan nya karena sudah mengetahui Ardi, dan Dion aku tidak terlalu berharap dengan nya karena sepertinya dia tidak bisa membawa pedang nya'' kata Sona memberi opini nya.
Rias terlihat mengangguk dengan Sona, Rias juga berpikir seperti itu karena Ardi adalah orang yang memiliki keuntungan yang lebih banyak disini dari pada Ari dan Dion namun Koneko juga ikut bersama Issei, Koneko memiliki fisik yang kuat sebagai Yokai dan Issei adalah Iblis, pasti dia memiliki fisik yang kuat.
Mereka melihat kalau sepertinya pertandingan pertama adalah lomba lari, para peserta kemudian terlihat bersiap-siap dengan begitu serius, Ari dan Dion merasa kalau sepertinya mereka tidak akan bisa mengalahkan Ardi, Koneko maupun Issei karena mereka sudah tahu kenapa. Tak lama kemudian terdengar suara tembakan
''Wah anjay!'' teriak Ari kaget karena mendengar suara pistol.
''Mulai!'' teriak wasit
Semua peserta lain terlihat sudah berlari kecuali Ari yang terlihat selesai kaget karena tembakan pistol tadi. Ari yang melihat nya kemudian dengan cepat berlari untuk mengejar mereka. Ardi terlihat ada di urutan pertama karena kecepatan yang sangat cepat dan Koneko di belakangnya, Issei terlihat mencoba untuk menyusul mereka akan tetapi terlihat kalau dia tidak bisa.
Semua orang terlihat kaget melihat kecepatan mereka yang begitu cepat, Dion terlihat di urutan yang agak belakang sedangkan Ari terlihat yang paling belakang karena dia adalah orang yang paling malas untuk berolahraga karena sering bermain game saja. Akhirnya pertandingan ini di menangkan oleh Ardi di urutan pertama dan Koneko di urutan kedua
''Kau tidak buruk juga'' kata Ardi melihat Koneko
''Terima kasih senpai'' kata Koneko berterima kasih
''Apa yang kau lakukan tadi?'' tanya wasit kepada Ari
''Ente mengagetkanku, kenapa tidak pakai peluit saja'' kata Ari dengan kesal
''Oh itu, peluit ku tiba-tiba rusak terkena kopi, saat aku mau minum kopi aku tidak tahu kalau peluitku tadi masih ada di mulutku sehingga peluit itu terkena air kopi dan kemudian rusak'' kata wasit itu dengan tersenyum polos
Ari hanya terbengong mendengar penjelasan wasit itu yang begitu tidak masuk akal. Ari kemudian melihat di papan skor kalau Ardi yang pertama yang mendapatkan nilai yang paling tinggi, semua siswi terlihat berteriak melihat ke arah Ardi yang terlihat sekarang hanya mengacuhkan mereka semua.
''Baiklah, pertandingan berikut nya adalah lempar lembing'' kata seseorang dengan menggunakan microphone.
Semua murid terlihat heran sekarang karena sepertinya akan ada pengomentar, terlihat kalau ada seorang pria yang terlihat berkulit coklat, berambut pendek dan terlihat tinggi dari para murid lain nya
''Oh Aku belum memperkenalkan diri ya, perkenalkan aku Aria Darma Siregar'' kata orang itu memperkenalkan dirinya
Rias dan Sona dan para peerage mereka terlihat heran dengan logat itu, mereka mengerti dengan bahasa nya akan tetapi kalau dengan logat nya mereka merasa unik.
Ari, Dion dan Ardi kemudian merasa mengenal logat itu, mereka kemudian melihat ke arah pengomentar dan kemudian Ari berjalan menuju ke orang itu. Pengomentar itu terlihat heran melihat Ari menuju ke arah nya
''Hmmm ada apa?'' tanya orang itu.
''Hmm apakah kau orang Indonesia?'' tanya Ari dengan penasaran
Orang itu terlihat tersenyum
''Anda benar, saya berasal dari Indonesia tepat nya Medan'' kata Aria dengan logat nya itu.
''Oh sudah kuduga dari logat bahasa mu itu'' kata Ari dengan tersenyum senang karena memiliki teman sesama negeri di sekolah ini. Ardi dan Dion kemudian menuju ke arah Ari dan Aria. Ari melihat ke belakang melihat mereka
''Woy Dion, Ardi. Ada orang Indonesia dari Medan juga'' kata Ari memperkenalkan dirinya kepada Ardi dan Dion
Ardi dan Dion terlihat senang mendengarnya, mereka kemudian melihat ke arah Aria
''Oh perkenalkan nama ku Gidion Sinuraya, aku orang Karo'' kata Dion memperkenalkan dirinya
''Aku Ardi Ansyah'' kata Ardi memperkenalkan dirinya
''Dan aku Ari Anja Sembiring, aku juga orang Karo'' kata Ari juga memperkenalkan dirinya
Aria terlihat hanya mengangguk-angguk saja mengerti, dia merasa senang karena dia ternyata tidak sendirian di sekolah ini. Ari dan kedua sahabatnya terlihat bertanya-tanya dengan orang di depan mereka dan bagaimana dia bisa sekolah disini.
''Hey bagaimana kau bersekolah disini?'' tanya Ari dengan penasaran.
''Oh kalau itu aku bisa jelaskan kenapa aku bisa bersekolah disini karena-''
''Hey, apakah pertandingan nya tidak di lanjutkan, masih banyak pertandingan lain lagi ini'' kata salah satu murid.
''Oh aku minta maaf, Ayo kita lanjutkan pertandingan nya lagi?'' tanya Aria dengan logat nya itu.
''Oh tentu saja'' kata Ari
Ari, Dion dan Ardi kemudian menuju ke tempat lempar lembing. Aria melihat mereka dan kemudian berkomentar.
''Baiklah, kita akan mulai pertandingan berikutnya. Pertandingan lempar lembing, siapakah yang akan menang dalam pertandingan ini'' kata Aria dengan penasaran
Ardi terlihat pemanasan, dia melihat kalau Koneko yang pertama melempar dan terlihat kalau lemparan nya cukup jauh juga. Kemudian para murid lain nya melempar dan terlihat tidak bisa mengalahkan jauh nya lemparan Koneko.
''Baiklah, peserta berikutnya. Ardi Ansyah'' kata Aria
Ardi kemudian mengambil satu lembing dan kemudian terlihat fokus, dia tidak mau terlalu kuat melempar itu karena semua orang pasti akan kaget. Ardi kemudian melempar lembing itu dengan cukup kuat dan terlihat hampir berhasil mengalahkan lemparan dari Koneko
''Itu tidak buruk juga'' kata Ardi merasa kalau itu tidak masalah.
Koneko melihat Ardi dan berpikir kalau dia sepertinya sedang menahan dirinya karena jika tidak, maka mungkin dia bisa melempar nya dengan cukup kuat.
Dion kemudian melempar dan kemudian terlihat memiliki jarak yang sama dengan para murid rata-rata lain nya dan sekarang terlihat giliran Ari. Terlihat Ari tertawa dengan jahat dengan wajah licik nya itu. Rias, Sona, Ardi, Dion dan peerage Rias dan Sona terlihat kaget melihat kalau ternyata Ari sedang memakai sarung tangan nya
''Si licik itu, dia akan menggunakan sarung tangan nya'' kata Sona dengan kesal melihat Ari.
Rias hanya tersenyum melihat Ari yang begitu pintar dalam mencari kesempatan. Sekarang terlihat Ari sedang bersiap-siap untuk melempar, dengan lemparan sekuat tenaga dan kekuatan sarung tangan nya, Ari berhasil melempar galah itu dengan sangat jauh sekali hingga lewat dari lingkungan sekolah. Semua orang terlihat kaget melihat lemparan Ari tadi
''Dia benar-benar tidak membatasinya'' pikir Ardi dengan sweatdrop melihat Ari sekarang terlihat hanya bersiul dengan santai.
''Apa pula itu, macam mana dia bisa melempar nya sejauh itu?'' tanya sang pengomentar Aria.
Ari kemudian terlihat kalau dia sekarang yang memimpin skor. Rias hanya menahan tawa melihat Ari, Alice mendesah pasrah dan terlihat Sona juga mendesah namun tersenyum karena sepertinya Ari bukanlah orang yang jujur dan baik hati(apakah itu bisa di banggakan :V)
Ari mendapatkan nilai tertinggi sekarang karena lemparan nya itu. Ardi kemudian terlihat kesal sekarang, Dion terlihat tidak tahu bagaimana cara untuk mengalahkan mereka berdua.
Pertandingan pun di lanjutkan dengan cukup meriah, sudah banyak olahraga yang mereka lalui dan terlihat kalau Ardi sekarang yang memimpin pertandingan ini.
''Baiklah kalian semua, ini saatnya lah kita akan memulai pertandingan akhir yaitu bermain sepak bola'' kata Aria
Semua murid terlihat berteriak dengan meriah sekali mendengarnya, Rias dan yang lain nya terlihat sekarang ada di tempat bangunan khusus untuk melihat pertandingan ini.
''Di pertandingan ini, kalian akan membuat dua tim saja, orang juara pertama dan juara kedua di skor adalah orang yang menjadi penentuan di pertandingan ini. Mari kita lihat siapa kedua orang ini'' kata Aria yang kemudian terlihat membuka sebuah papan skor nya
''Wah, juara pertama adalah Ardi Ansyah dari Indonesia'' teriak Aria
''Kyaaaaa! Ardi-kun!''
''Berjuanglah!''
''Kami akan selalu mendukungmu!"
Terdengar suara teriakan para wanita, Ardi hanya membiarkan mereka semua dia sama sekali tidak peduli dengan teriakan itu.
''Juara kedua adalah Koneko Toujou''
Semua murid laki-laki penyuka anak kecil kemudian terlihat bersorak dengan gembira karena maskot di sekolah mereka ternyata akan bisa menjuarai festival ini. Ari dan Dion terlihat lemas sekarang karena mereka sama sekali tidak berhasil
''Kita tidak berhasil'' kata Ari dengan lemas
''Aku tahu itu, lo kok bisa kalah. Padahal kau kan memakai sarung tangan itu'' kata Dion melihat tangan Ari
''Entahlah, tapi ya sudahlah. Aku tidak terlalu memikirkan nya'' kata Ari dengan santai.
Dion tersenyum melihat sahabatnya itu yang langsung mengatakan ya sudahlah walaupun tadi dia sudah berusaha dengan begitu keras. Sona tersenyum melihat mereka berdua memakai wajah memelas mereka berdua
''Sudah kuduga, mereka tidak akan bisa menang'' kata Sona
''Oh aku ingin sekali melihat Dion menang'' kata Akeno dengan nada menggoda melihat Tsubaki
Tsubaki terlihat memerah pipi nya mendengar perkataan dari Akeno tadi. Para peerage lain nya terlihat heran melihat Tsubaki seperti itu.
''Kenapa denganmu Tsubaki-senpai?'' tanya Saji
''A-Aku tidak apa-apa'' kata Tsubaki dengan gagap.
Saji dan para peerage Sona lain nya hanya heran melihat sifatnya itu. Mereka kemudian melihat ke arah pertandingan tadi
''Namun jangan bersedih untuk para peserta lain. Kalian masih bisa menang jika kalian memiliki tim yang akan menang'' kata Aria
Semua peserta kemudian terlihat bingung mendengar perkataan dari Aria tadi.
''Masih belum mengerti juga, dasar kalian ini. Permainan sepak bola tidak mungkin bisa di mainkan dua orang, harus ada pemain lain nya. Jadi para peserta lain nya boleh bergabung dengan tim mana mereka akan gabung, apakah tim Ardi atau tim Koneko'' kata Aria memperjelas.
Semua peserta terlihat heran mendengar perkataan dari Aria tadi, mereka sepertinya masih tidak mengerti.
''Masih belum mengerti? Alamak! Siapa pun yang ada di tim yang menang, maka dia akan menang!'' teriak Aria dengan kesal
Semua peserta kemudian terlihat beremangat sekali lagi termasuk Ari dan Dion yang terlihat mengangkat tangan nya ke atas seperti mendapatkan kemerdekaan mereka. Sona terlihat kaget mendengarnya, dia sama sekali tidak tahu akan ada peraturan seperti ini.
''Aku tidak tahu kalau ada pertarungan seperti ini'' kata Sona dengan kaget
''Wah sepertinya dugaan mu akan salah, Sona'' kata Rias dengan tersenyum santai
''Cih, aku berharap kalau mereka tidak akan setim dengan Hybrid itu'' kata Sona dengan kesal melihat Dion. Dion adalah orang yang sama seperti Issei yaitu mesum dan dia adalah ketua osis di sekolah nya, sudah sepantasnya dia memberi pekajaran kepada orang yang melanggar peraturan di sekolah ini dan orang mesum adalah salah satu pelanggaran
Rias hanya tersenyum melihat Sona kesal, dia kemudian melihat ke arah pertandingan lagi. Rias berpikir kalau Ari dan Dion akan menang, dia melihat ke arah Ardi dan kemudian berpikir kalau dia akan menuju ke Undeworld karena ada tugas di sana
''Aku berpikir apakah Ardi akan mau mampir ke rumah ku'' kata Rias dengan pelan sehingga tidak terdengar oleh orang lain nya di tempat itu.
Ari dan Dion terlihat ingin sekali setim dengan Ardi akan tetapi terlihat kalau Ardi di kelilingi oleh para murid lainya karena mereka tahu kalau Ardi adalah orang hebat dan akan menang. Ari dan Dion terlihat kesal sekarang
''Baiklah, mereka benar-benar membuatku muak'' kata Ari kesal melihat mereka semua
Ari kemudian menyadari kalau ada seseorang yang menarik belakang baju nya, dia kemudian berbalik dan melihat kalau ada Koneko di sana. Ari heran melihat Koneko memanggil nya
''Ada apa dek Koneko?'' tanya Ari dengan penasaran
''Apakah kau mau setim dengan ku?'' pinta Koneko
Ari kemudian terlihat kaget mendengarnya, dia semasa kecil tidak ada yang mau setim dengan nya karena dia sejak kecil di cap sebagai anak yang tidak terlalu berguna dalam olahraga. Tubuh nya yang kecil membuatnya tidak bisa tampil dengan para murid tinggi lain nya, Ari hanya bisa melihat mereka bertanding dan dia hanya bisa melihat mereka dari jauh.
''Baiklah, aku akan setim dengan mu'' kata Ari dengan tersenyum bangga
Koneko kemudian terlihat senang sekali mendengarnya, Ari yang melihat Koneko senang hanya bisa tersenyum dan berpikir apakah dia melakukan sesuatu yang benar.
''Oh iya, Dion juga ing-''
''Woy Ri, aku gabung dengan Ardi''
Terlihat sekarang kalau Dion malah bergabung dengan Ardi. Ari kaget karena dia tiba-tiba saja sudah bergabung setim dengan nya.
''Apa? Cepat amat lo lontong!'' teriak Ari dengan kesal melihat Dion
Dion terlihat hanya senyum saja. Tim Ardi sepertinya sudah penuh dan tidak ada yang bisa bergabung lagi, peserta yang tersisa kemudian memutuskan untuk bergabung dengan tim Koneko, Issei terlihat bergabung dengan tim Koneko.
Ari dan bersama tim nya kemudian terlihat berunding untuk menentukan formasi nanti
''Baiklah, siapa yang akan menjadi kiper?'' tanya Ari
''Hmmmmmm'' terlihat kalau mereka semua sedang memikirkan siapa yang menjadi kiper
Ari terbengong melihat mereka semua karena dia tahu kalau mereka semua tidak ada yang mau menjadi kiper. Ari mendesah pasrah dan kemudian berdiri
''Baiklah, aku yang akan menjadi kipernya'' kata Ari dengan mengalah
Para tim nya terlihat senang mendengarnya, Ari kemudian terlihat menuju ke salah satu bangku dan mengambil sesuatu
''Lagian aku cukup handal dalam posisi ini'' kata Ari yang terlihat memakai sarung tangan nya.
Koneko terlihat tersenyum melihat Ari memakai sarung tangan nya. Mereka kemudian bersiap-siap untuk segera bertanding
''Baiklah, semua nya sudah bersiap-siap'' kata Aria dengan semangat.
Ari terlihat sedang fokus sekarang, dia berpikir kalau tendangan Ardi pasti menggunakan kekuatan fisik setengah Iblis nya itu. Ari kemudian sudah merasa kalau dia sudah menjadi seorang kiper terbaik di dunia.
''Baiklah, pertandingan dimulai'' kata Aria yang sekarang terlihat menjadi seorang wasit sambil membawa microphone nya.
Ardi kemudian menggiring bola nya dengan santai ke depan dan melewati semua lawan-lawan yang ada di depan nya, semua orang kaget melihat kecepatan Ardi tadi. Ardi kemudian melihat kalau ada Koneko yang akan menyerangnya akan tetapi terlihat Ardi melompat dengan cukup tinggi.
''Kenapa dia melompat dengan tinggi seperti itu? Semua orang pasti akan kaget'' kata Sona dengan kesal
''Tenanglah Sona, lihatlah'' kata Rias
Sona kemudian melihat ke arah penonton dan heran melihat kalau mereka hanya tenang dan terlihat malah senang melihat kehebatan Ardi itu. Sona hanya mendesah melihatnya tidak menyangka kalau para murid di sekolah ini sama sekali tidak mencurigai apa pun. Ari melihat ke arah Ari yang sepertinya sedang bersiap-siap untuk menangkap bola yang akan dia tendang.
Ardi kemudian menendang bola dengan sangat keras sekali, bola itu kemudian terlihat maju ke depan dengan sangat cepat. Ardi tersenyum karena dia sedikit menggunakan kekuatan penghancurnya di bola itu, Rias yang menyadari nya hanya memegang jidat karena Ardi sepertinya ingin membunuh Ari. Ari yang melihat bola itu terlihat hanya tersenyum saja dan kemudian menangkap bola itu dengan kedua tangan nya dan berhasil
''Sudah kuduga kalau dia menggunakan sarung tangan nya, ini pasti akan sangat sulit'' kata Ardi tersenyum melihat Ari
''Jangan terlalu meremehkanku, saus tartar'' kata Ari dengan semangat
Ari kemudian melompat bola itu dengan sangat kuat sekali hingga ke tempat musuh, Koneko terlihat sudah ada di depan dan kemudian mengambil bola itu dan menggiringnya ke depan.
''Jaga posisi kalian!'' teriak Dion
Dion kemudian menuju ke Koneko untuk merebut bola akan tetapi terlihat kalau Koneko benar-benar sangat lincah sekali. Koneko melihat gawang musuh dan kemudian menendang bola dengan sangat keras. Kiper itu terlihat kaget melihat tendangan Koneko yang begitu kuat sekali dan tidak berhasil menangkap nya, Koneko pun berhasil mendapatkan skor dari pertandingan ini.
''Mantap!'' teriak Ari melihat Koneko berhasil menggolkan gawang lawan.
Koneko hanya tersenyum melihat dia berhasil mendapatkan nilai untuk tim nya. Ardi tersenyum melihat Koneko yang sepertinya begitu bersemangat sekali untuk memenangkan pertandingan ini.
''Gol untuk tim Koneko, hmmm apakah tim Ardi akan membalas?'' kata Aria dengan memberi komentar
Pertandingan pun di lanjutkan sekarang, terlihat sekarang Ardi yang membawa bola sekarang dan terlihat di membaginya ke belakang tempat Dion berada, dua orang ini terlihat maju bersama.
''Woy tuan mesum, cepat rebut bola nya'' kata Ari memerintah Issei
''Jangan panggil aku itu, tapi baiklah'' kata Issei
Issei kemudian terlihat mencoba untuk merebut bola itu dari Dion akan tetapi seperti yang di duga kalau Dion mengirim bola itu kepada Ardi, Ardi sekarang terlihat sendirian dan melihat ke arah Ari. Ardi tersenyum dan kemudian menendang bola nya, bola itu kemudian maju dengan sangat cepat ke depan. Ari tersenyum berpikir kalau dia akan berhasil menangkap bola itu, dia kemudian mencoba menggapai bola itu akan tetapi terlihat kalau bola itu tiba-tiba saja berbelok
''Wah dia memasukan sihir ke dalam bola itu dan kemudian mengendalikan nya, aku tidak tahu kalau Ardi memiliki kepintaran'' kata Sona memuji Ardi kali ini.
Bola pun masuk ke gawang Ari, Ari terlihat terkejut dengan mulut nya yang maju ke depan karena kaget. Ari terjatuh dengan wajah duluan di tanah
''Sial, dia menggunakan sihirnya'' kata Ari dengan kesal karena kena tipu oleh Ardi
Ardi hanya tersenyum melihat kalau dia berhasil, semua murid wanita terlihat bersorak melihat Ardi berhasil mendapatkan skor.
''Woah, 1 untuk tim Ardi. Ternyata dia berhasil menjebol perawa-maksudku gawang Koneko'' kata Aria yang sepertinya hampir salah mengatakan sesuatu.
Rias, Sona dan para peeragenya terlihat terbengong melihat ke arah Aria, mereka mengerti apa yang akan di katakan oleh Aria nanti.
''Sepertinya kita memiliki satu murid suka bermulut kotor juga sama seperti Ari'' kata Sona dengan kesal karena sepertinya sekolah ini akan bertambah repot.
Pertandingan pun di lanjutkan, ternyata terlihat kalau skor terlihat tetap tanpa ada yang tambah dari kedua tim masing-masing hingga di menit-menit terakhir terlihat kalau Ardi menggiring bola ke depan dengan percaya diri. Ardi melihat Ari yang sudah bersiap-siap untuk menangkap bola yang akan Ardi tendang.
Ardi kemudian menendang bola itu, Ari yang melihat bola itu lurus ke arah nya hanya tersenyum dan terlihat bersiap-siap untuk menangkapnya akan tetapi terlihat kalau bola itu malah naik ke atas
''Sial'' kata Ari yang baru menyadari kalau badan nya pendek
Bola pun masuk ke dalam gawang dengan dari atas Ari. Ari hanya terbengong melihat Ardi
''Baiklah, satu skor lagi untuk tim Ardi!'' kata Aria
Aria kemudian melihat ke arah jam tangan dan menyadari kalau waktu bermain sudah habis, Aria kemudian meniuapkan peluit nya dengan sangat keras sekali.
''Waktu sudah habis, pemenangnya adalah tim Ardi'' kata Aria
Semua orang terlihat bersorak karena sepertinya tim Ardi yang memengangkan pertandingan ini. Ari terlihat hanya duduk di gawang nya sambil melihat mereka terlihat bersorak untuk kemengan mereka. Koneko terlihat menuju ke arah Ari dan kemudian duduk di samping nya
''Maaf senpai, aku tidak terlalu berguna. Aku tidak terlalu tahu bagaimana cara bermain bola'' kata Koneko meminta maaf
Ari hanya tersenyum mendengarnya dan kemudian melihat ke arah Koneko
''Tidak apa-apa, aku juga tidak terlalu pandai dalam melakukan olahraga bola seperti ini. Aku merasa kalau menang kalah itu belakangan dan aku hanya berpikir kalau setim dengan mu ternyata tidak buruk juga, terima kasih dek Koneko'' kata Ari dengan tersenyum melihat Koneko
Koneko terlihat kaget mendengar perkataan dari Ari tadi yang begitu menyentuh untuknya, dia kemudian tersenyum melihat Ari dan melihat ke arah Ardi dan Dion yang terlihat merayakan kemenangan mereka
''Baiklah, ini adalah hadiah nya yaitu beberapa uang'' kata Aria
''Sial, itu ternyata uang'' cemberut Ari
Koneko terlihat heran melihat Ari sekarang, apakah Ari sekarang menyesal kalah dan melupakan kata-kata nya tadi namun Koneko melihat kalau Ari tersenyum sambil mengatakan sial tadi.
''Aku tidak terlalu membutuhkan uang itu, berikan saja kepada tim ku'' kata Ardi
Semua orang kaget mendengar perkataan dari Ardi tadi
''Ardi-san, kau benar-benar sangat baik'' kata salah satu tim Ardi
Semua orang terlihat salut melihat Ardi memberikan uang kemenangan nya kepada tim nya, Ardi terlihat mengambil sedikit uang itu dan kemudian menuju ke arah Ari
''Ini uang jajan, jangan boros lagi'' kata Ardi memberikan uang itu kepada Ari
Ari terlihat cemberut melihat Ardi
''Sial aku di rendahkan oleh sahabatku sendiri'' kata Ari yang terlihat cemberut akan tetapi dia terlihat mengambil uang pemberian Ardi
Ardi hanya tersenyum melihat Ari menerima hadiah uang nya itu. Rias tersenyum melihat mereka sedangkan Sona terlihat mendesah pasrah karena sepertinya ramalan nya salah berpikir kalau Dion akan kalah.
''Bersiap-siapkah Tsubaki-san'' kata Akeno menggoda Tsubaki
Tsubaki terlihat hanya merona pipi nya mengingat janji ketua nya kepada Dion.
''Maaf Tsubaki, seharusnya aku tidak berjanji macam-macam'' kata Sona terlihat merasa bersalah
''Tidak apa-apa ketua, aku mengerti'' kata Tsubaki dengan tersenyum
''Rias, kau tidak lupa kan kalau kita memiliki urusan di Underworld nanti'' kata Sona
''Aku mengerti Sona'' kata Rias
''Dan apakah kau ingin mengajak Ardi?'' tanya Sona
''Ya dan tidak hanya itu saja, aku juga akan mengajak Ari dan Dion'' kata Rias
''Apa! Kau tidak boleh membawa mereka'' kata Sona
''Ini permintaan kakak ku, dia mengatakan untuk mengajak Ari dan Dion juga'' Rias
Sona terlihat mengerti, dia tidak menyangka kalau salah satu Maou ingin membawa Manusia ke Underworld
''Baiklah, sampai jumpa di Undeworld'' kata Sona yang kemudian berdiri
Sona bersama peeragenya kemudian keluar dari ruangan Rias. Rias terlihat hanya tersenyum saja. Alice dan Alika dari tadi terlihat tidak mengatakan apa-apa, mereka hanya tersenyum melihat hubungan Ari bersama sahabatnya itu
SKIPTIME
''Jadi bang Ardi dan Dion menang? Sudah kuduga'' kata Ayu dengan percaya diri
Ari terlihat hanya cemberut saja sambil memakan makanan milik nya, Andi terlihat sudah tidur duluan jadi tinggalah para generasi muda yang makan sekarang.
Rias terlihat ingin mengatakan sesuatu, dia melihat Ari sekarang sedang berkelahi kecil dengan Ayu. Ari terlihat menjitak kepada adik nya itu dan Ayu terlihat membalas Ari dengan memukul nya dengan menggunakan wajan yang ada di dekat nya
''Hmm teman-teman'' panggil Rias
Semua orang kemudian terlihat melihat ke arah Rias
''Ada apa Rias?'' tanya Ari dengan penasaran
''Bersiapkanlah pakaian kalian'' kata Rias
''Persiapkan? Kenapa?'' tanya Dion
Ardi terlihat melihat ke arah Rias yang sepertinya akan memberitahu kalau mereka akan melakukan perjalanan lagi.
''Kita akan pergi ke Underworld'' kata Rias
Semua orang kecuali Alice dan Alika terlihat kaget mendengarnya. Rani dan Luna terlihat kaget dan penasaran kenapa Rias mengajak mereka untuk menuju ke tempat Iblis, Ardi juga terlihat kaget karena sepertinya dia akan bertemu dengan ibu nya yang telah meninggalkan nya
''Hmm Underworld itu apa?'' tanya Ari dengan penasaran dan polos
Semua orang kemudian melihat ke arah Ari dengan cemberut
BERSAMBUNG
Akhir bab
Aku menambah satu orang Indonesia lagi, kenapa? Karena aku berpikir kalau empat orang lebih baik dan dia akan memiliki Sacred Gear asli tidak seperti Ari yang dapetan :V Kalian boleh menyarankan Sacred Gear apa yang akan dia miliki
Akhirnya mereka akan menuju ke Undeworld di bab berikutnya dan pasti kalian sudah tahu siapa yang akan mereka lawan nanti dan akan ada kejuatan di Undeworld nanti
Membalas Review Guest. Mempower up Ari dengan mengubah sampah menjadi pohon? Itu cukup menarik, Author akan memikirkan itu :)
Terima kasih yang sudah baca dan Review
Jangan pula untuk tinggalkan Review
Salam Author
