Summary : Len, Rin, dan Miku mendapat surat aneh dari si Otaku Kepsek. Namun, disaat mereka membuka surat itu... semuanya menjadi gelap.
"Mondaiji Gakuen"
#25 - Special : The Devil of Void...
Disclaimer : Vocaloid dan beberapa produk sejenis bukanlah milikku. Dan karena itulah proses update menjadi lambat. Kalau saja ada Miku di sampingku...
.
.
.
Hey aku boleh bermimpi kan? Ya kan? Ya?
...
*crying on the spot*
Warning : Typo... OOC... EYD sedang melakukan perjalanan ke puncak gunung. Meaning that they are out of my head. *sigh*
Sebelumnya di Mondaiji Gakuen...
"Hanya itu kah? Ku kira kau akan menjadi lawan yang bisa membuatku terhibur ternyata aku salah. Kau sangat lemah." Rinto mulai berbicara.
"Di-diam kau!"
Lui berusaha menghentikan momentum serangan Rinto, tapi hanya berhasil setelah 50 meter jauhnya. Rinto mengangkat tangan kanannya ke atas, bersiap untuk mengakhiri Lui saat itu juga. Tapi karena Rinto terlalu fokus dengan Lui, dia tidak memperhatikan ada kilatan putih yang mendekatinya dengan cepat.
!
"Ugh!" Rinto terdorong ke atas oleh serangan kilat putih itu, yang kemudian berubah menjadi Len-Vocairy dengan kaki kanan yang terangkat.
Len-Vocairy tidak membuang sedetik pun untuk menyerang Rinto dengan cepat. Sebuah petir putih menyala di tangan kanan Len-Vocairy membentuk seperti ujung tombak.
"Um, otaku Kepsek. Kau bilang hanya teknik Nova saja yang bisa melawan Void, tapi kenapa si kembaran Len itu bisa menghancurkan pertahanan Rinto yang bertipe Void?" tanya Miki-Mondaiji Bingung, yang diikuti oleh beberapa anggukan dari lainnya.
"*sigh* Dengan kata lain, Len-Vocairy bisa menyatukan elemen cahaya yang 'tertidur' di dalam tubuhnya dengan elemen petir miliknya. Menghasilkan daya rusak yang cukup kuat untuk menembus pertahanan Rinto." Jelas Yuki-Mondaiji lagi. Ketiga temannya mulai mengangguk paham.
"Ring!"
"Akhirnya! Setelah sekian lama menunggu, akhirnya impianku akan terwujud!" Seru Ring bahagia.
"Dengan ini tamatlah kalian."
"Akumashīkai (Devil Void Release)!"
~SWOOOOSSSHHHHHHH~
-0o0-
Dengan Lui, Len-Vocairy, dkk...
Sebuah bola kegelapan dengan sedikit warna merah menutupi tubuh Ring. Sebelum akhirnya meledak dan melepaskan energi negatif yang sangat pekat ke segala arah. Lui yang sudah menduga akan pelepasan energi negatif itu, langsung membuat perisai cahaya dengan kedua tangannya yang dijulurkan ke depan.
"Hikaridō : Hikari no Jōheki (Light Technique : Shield of Purification Light)!"
Gelombang energi negatif menghancurkan perisai Lui dan menghempaskan mereka sejauh 50 meter. Begitu mereka berhasil menyeimbangkan diri mereka di atas langit, Ring sudah ada di depan mereka dengan energi yang terkompres di tangan kanannya, yang diarahkan ke arah mereka.
'Cepat sekali!'
"Akumashīdō : Akuma no Hakaiho (Devil Void Technique : Devil's Destructive Cannon)!" Ucap Ring sambil melepaskan energi yang terkumpul di tangan kanannya tersebut.
Melihat serangan yang tidak mungkin untuk dihindari tersebut, Miki-Mondaiji menggunakan cermin ajaibnya untuk menyerap dan mengembalikan serangan Ring. Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Miki-Mondaiji. Namun serangan Ring dengan mudahnya menghancurkan cermin ajaibnya, dan melaju lurus ke arah Miki-Mondaiji yang kaget.
'Kenapa? Seharusnya cerminku bisa menahan serangan Ring?!'
Secara teori memang benar. Karena teknik cermin ajaib Miki-Mondaiji adalah SATU-SATUNYA teknik yang mampu untuk menyerap dan mengembalikan semua serangan. Baik itu serangan biasa, serangan tipe Nova, maupun serangan tipe Void. Melihat tekniknya tidak bekerja pada serangan dari Ring membuatnya kaget.
Teknik milik Miki-Mondaiji kelihatannya memang mudah dan cukup sederhana. Namun dibalik itu, teknik tersebut merupakan teknik yang sangat sulit. Teknik ini membutuhkan konsentrasi yang luar biasa dan kekuatan kontrol yang sangat sempurna. Selain itu, keadaan fisik dan psikis Miki-Mondaiji juga menentukan keberhasilan teknik tersebut.
Pertama, Miki-Mondaiji menggunakan kekuatan espernya untuk membentuk sebuah cermin. Pada tahap ini, Miki-Mondaiji harus bisa mengukur volume serangan lawan secepat mungkin. Kalau tidak, cermin ajaibnya tidak akan berfungsi dengan sempurna. Kalau terlalu kecil, serangan lawan akan menembus cermin ajaibnya. Kalau terlalu besar, energi yang dikeluarkan akan terbuang percuma, dan malah akan membahayakan Miki-Mondaiji. Jadi, Miki-Mondaiji harus secermat mungkin dalam mengamati serangan lawan hanya dalam satu detik, atau bahkan sepersekian detik saja.
Kedua, setelah cermin terbentuk, Miki-Mondaiji harus bisa menentukan waktu yang tepat untuk memberi efek 'menyerap' atau 'mengembalikan' serangan lawan. Ini adalah tahap yang sangat beresiko, karena kalau meleset satu detik saja akibatnya bisa fatal, tergantung dari jenis, tipe, dan kekuatan serangan lawan.
Ketiga adalah memberi cermin ajaibnya dua efek di atas. Miki-Mondaiji harus menggunakan teknik teleport-dimensi, sebuah teknik teleportasi yang sangat sulit. Daripada memindahkan sesuatu dari titik A ke titik B, Miki-Mondaiji harus bisa memindahkan sesuatu dari titik A ke titik AB. Dengan kata lain, Miki-Mondaiji memindahkan sesuatu tersebut ke sebuah poket dimensi diantara ruang dan waktu.
Untuk teknik 'menyerap', Miki-Mondaiji harus menggunakan teleport-dimensi berulang-ulang tiap detik sampai serangan lawan telah berakhir. Itulah mengapa Miki-Mondaiji akan cepat lelah. Jika lawan bisa menggunakan serangan yang lebih lama, bisa dipastikan cermin ajaib Miki-Mondaiji akan hancur.
Untuk teknik 'mengembalikan', Miki-Mondaiji harus bisa mengambil kembali serangan lawan yang telah di teleport-dimensi ke titik AB dan kembali ke titik A yang selanjutnya akan mengarah kembali ke lawannya. Untuk teknik ini, Miki-Mondaiji hanya perlu menggunakan teleport-dimensi satu kali saja. Karena serangan lawan yang terkumpul di poket dimensi akan terkumpul menjadi satu titik. Ini membuat serangan lawan yang 'dikembalikan' oleh Miki-Mondaiji terlihat lebih cepat dan kuat.
Melihat teknik cermin ajaibnya dihancurkan dengan mudahnya sungguh membuat Miki-Mondaiji kaget hingga dia lupa untuk melarikan diri dari serangan Ring mengarah ke tubuhnya.
Well... Miki-Mondaiji tidak melarikan diri karena ternyata dia mengambil sebuah buku catatan miliknya dan menulis sesuatu.
Note to self : cari tau kenapa cermin ajaibku tidak bisa menahan serangan Ring.
Kemudian melihat ke depan dan menyadari kalau serangan Ring sudah satu meter di depan wajahnya.
Dengan cepat Miki-Mondaiji kembali menuliskan sesuatu di catatannya.
Note to self : cari tau setelah menghindari serangan Ring!
Kemudian Miki-Mondaiji menutup buku catatannya dan memasukkannya di saku baju seragamnya sebelum akhirnya menghindari serangan Ring hanya dengan jarak 1 milimeter saja.
Dan semua kejadian panjang di atas hanya berlangsung selama 3 detik.
Sangat WOW bukan?
Kecepatan berpikir para Esper memang luar biasa cepat... setidaknya jika dalam peperangan atau situasi yang sangat darurat. Kalau di dalam kelas, ya... pikiran mereka menjadi luar biasa lambat.
Bukti?
Tanya si 'Ice Freak' a.k.a. Shion Kaito.
"Hachinnnn!" Kaito-Mondaiji tiba-tiba bersin entah kenapa. Dan karena keberuntungan atau apa, disaat Kaito-Mondaiji bersin, Ring telah bersiap untuk menonjok wajah baka makhluk berambut biru itu. Namun bukannya berhasil, Ring malah mendapat ingus BEKU tepat di wajahnya.
"Um, gomen?" ucap Kaito-Mondaiji sambil menahan tawa.
"Kau..." Wajah Ring perlahan berwarna merah dan mengeluarkan asap yang kemudian mencairkan ingus beku Kaito-Mondaiji . Entah karena rasa malu atau marah yang membuat wajahnya merah dan berasap. Dan tentu saja Kaito-Mondaiji tidak tau dan tidak mau tahu melainkan es krim(?).
Dan dengan santainya Kaito-Mondaiji menjawab, "Ja~ (dibaca: ya~)?" dengan nada panjang dalam bahasa Swedish/Norwegian yang berarti Ya, Yes, Hai', Enggeh, dan terkadang 'Hmm'.
"Kieru (Leyaplah)!" seru Ring yang ternyata marah kepada makhluk biru di depannya sambil menyerang Kaito-Mondaiji dengan serangan yang sama.
"UWAAHHH!" Dan dengan amazing-nya, Kaito-Mondaiji bisa menghindari serangan Ring dari jarak 0 meter tersebut.
Sungguh amazing...
"Diam di tempat agar aku bisa merobek mulutmu!" seru Ring marah sambil tetap mengejar Kaito-Mondaiji.
"UWAAHHH!" Sedangkan Kaito-Mondaiji berusaha keras untuk menghindari tangan-tangan berbahaya milik Ring yang berusaha menarik wajahnya.
"Begitu aku menangkapmu, aku akan merobek mulutmu! Menjahitnya! Merobeknya lagi! Lalu menjahitnya dan merobek mulutmu lagi!" seru Ring yang semakin ganas pergerakan tangannya dalam mengejar mangsanya.
"UWAAHHH!" Wajah Kaito-Mondaiji menjadi pucat dan semakin pucat hingga seluruh tubuhnya menjadi pucat mendengar ancaman Ring.
"Dan setelah itu aku akan menjahitnya lagi dan merobeknya lagi sampai kau—"
"UWAAAAAAAAHHHHHHHH!" Belum selesai Ring membacakan ancamannya, Kaito-Mondaiji sudah terbang dengan sangat cepat. Meninggalkan jejak tiga lingkaran awan beku setelahnya.
"KEMBALI KAU!" Ring dengan semangat devil kemudian mengejar Kaito-Mondaiji sampai sosok mereka berdua hanya seperti dua buah titik biru dan hitam di ujung langit.
Para alien, 4 sekawan, dan Lui hanya berkedip melihat aksi sang devil mengejar manusia es krim.
"Sepertinya..." Yuki-Mondaiji memecahkan keheningan. Setetes keringat mengalir di belakang kepalanya, yang umumnya disebut sweatdrop. "Kita harus merubah rencana."
"Apa maksudmu?" tanya Rin-Mondaiji.
"Miki,..." Yuki-Mondaiji menoleh ke arah Miki-Mondaiji. "Kau menyadari sesuatu, ya kan?"
"Um,..." Miki-Mondaiji mengangguk. "Sepertinya, kekuatan Ring lebih kuat dari sebelumnya." Lanjutnya.
"Lalu?" Yuki-Mondaiji tersenyum penuh arti.
"*sigh* Teknik cerminku tidak bisa menahan teknik Devil Void miliknya. Dengan kata lain, teknik Nova milik kita pun tidak akan ada apa-apanya." Lanjut Miki-Mondaiji.
"Itu benar. Oleh karena itu, aku punya rencana cadangan." Ucap Yuki-Mondaiji.
"Oh? Rencana apa?"
"Rencana MSKKKSS OMGOMGIII-A." Jawab Yuki-Mondaiji sambil mengangguk.
"Apa'an?" tanya Len-Mondaiji heran.
"Menyatukan Semua Kekuatan Kita Ke Sebuah Subyek." Jawab Yuki-Mondaiji mantap.
"Dan OMGOMGIII-A nya?" tanya kembaran Len-Mondaiji yang bernama Len-Vocairy.
"OMGOMGIII-A adalah kalimat yang akan kau teriakkan setelah ini Len-Voc." Jawab Yuki-Mondaiji dengan senyum gaje. Dan entah kenapa Len-Mondaiji merasa sedikit kasian dengan kembarannya tersebut.
'Huh?' batin Len-Voc heran.
"Minna! Transfer energi kalian ke arah Len-Voc! Sekarang!" seru Yuki-Mondaiji sambil menekuk kedua tangannya ke depan dada dengan kedua telapak tangan yang saling berhadapan. Yang lainnya juga mengikuti gerakan yang sama, kecuali Len-Vocairy.
*Zyuuu~*
Secara perlahan energi PSI terkumpul di antara telapak tangan Yuki-Mondaiji dan yang lainnya. Semakin lama semakin besar hingga seukuran bola basket. Kemudian dengan teriakan kompak, mereka mentransfer kekuatan mereka kepada Len-Vocairy.
"Haa!" Secara bersamaan, mereka menembakkan energi yang sudah terkompres di antara telapak tangan mereka tersebut ke arah Len-Vocairy.
*Blast!*
"Oh My God! OMG! Ittai! Ittai! It-Akkhhhhhhhhhh!" Teriakan Len-Vocairy tenggelam dalam lautan energi PSI yang membanjirinya.
"Ya kan? Sudah ku duga kau akan berteriak seperti itu." Ucap Yuki-Mondaiji sambil tertawa. Yang lainnya terlihat menahan rasa iba akibat melihat Len-Vocairy yang terlihat kesakitan. Hei, jika tubuhmu tiba-tiba mendapat pasokan energi yang sangat besar dalam waktu yang singkat, tubuhmu pasti akan seperti terbakar. Untuk lebih mudahnya, bayangkan kabel listrik yang ada di pusat PLN. Ambil sebuah kabel langsung dari generatornya, lalu genggam bagian kawat penghantar yang terbuka. Karena listrik termasuk dalam kategori energi, tubuhmu pasti akan terasa seperti terbakar akibat mendapat pasokan energi besar dalam waktu yang singkat.
Hehe, jangan dicoba untuk pembuktian ya...
Sementara Len-Vocairy berteriak kesakitan secara gaje, Kaito-Mondaiji berusaha keras untuk menghindari Ring yang marah seperti devil (Huh? Ironi...) yang terus mengejarnya. Berkali-kali Kaito-Mondaiji harus menghindari serangan mematikan Ring, terlebih kedua tangannya yang terlihat berbahaya menurut Kaito-Mondaiji.
"—dan ku cabik, dan ku robek, lalu ku jahit, kemudian ku sobek-sobek lagi agar kau—"
Oh, dan jangan lupa teriakan-teriakan 'cinta' dari Ring kepada Kaito-Mondaiji yang semakin lama semakin pucat wajahnya.
'I'm too young for this *mbeek*!' Kaito-Mondaiji mengutuk dalam hati.
"CUKUP!" Ring berteriak keras. "Akumashīdō : Hishī : Akuma no Sekai (Devil Void Technique : Secret Void : World of Devil)!" seru Ring yang telah kehilangan kesabaran. Ring merentangkan kedua tangannya ke samping lalu menepuk kedua telapak tangannya dengan SANGAT keras hingga suara tepukannya terdengar hingga radius 10 kilometer.
Tujuh gelombang kegelapan yang berasal dari tepukan Ring menyebar ke segala arah hingga mencapai radius yang sama dengan suara tepukannya tadi. Seiringan dengan memancarnya tujuh gelombang kegelapan tersebut, area di sekitarnya terlihat berubah warna menjadi merah, abu-abu, dan hitam. Sedangkan warna lainnya seperti telah tercampur dengan warna merah atau hitam. Bahkan matahari sudah berubah warna menjadi hitam dengan lingkaran merah di bagian luar.
"A-apa ini?!" seru Kaito-Mondaiji kaget dengan keadaan sekitarnya yang telah berubah seperti di film-film zombie yang pernah dia tonton.
"Akumashīdō : Aku no Yari (Devil Void Technique : Evil's Spear)!" Sebuah tombak Devil Void melesat ke arah Kaito-Mondaiji yang masih kaget dengan keadaan di sekitarnya. Begitu tersadar, Kaito-Mondaiji hanya bisa membelalakkan kedua matanya.
*BOOOM!*
-0o0-
Beberapa saat sebelumnya...
"Akkhhh... hah... ha..." Setelah merasa kesakitan berjam-jam meskipun sebenarnya hanya 10 menit saja, Len-Vocairy akhirnya bisa mengendalikan jumlah energi yang ada di dalam tubuhnya. Meski begitu, masih terdapat beberapa kilatan-kilatan energi yang memancar dari tubuh Len-Vocairy, tanda kalau dia masih belum bisa mengendalikan semua energi tersebut.
Secara teori, hal ini akan membutuhkan proses berjam-jam. Tapi karena ini adalah cerita fiksi, dan karena aku tidak mau menulis puluhan paragrap yang hanya berisi dengan kalimat "AAAAAAA" saja secara terus-menerus sampai Len-Vocairy bisa mengontrol energinya, dan membuat para pembaca bosan dan menunjukkan ekspresi 'What the *mbeek*?', maka ku putuskan untuk menyingkat prosesnya.
Namun secara praktik, hal ini mungkin bisa terjadi. Mengingat Len-Vocairy sudah bertarung selama berjam-jam dengan pasukan kerajaan Kasai, kemudian dengan sendirian bertarung dengan Rinto yang menguasai teknik Void. Otomatis energi di dalam tubuhnya terkuras habis. Dan berdasarkan hukum... um... aku lupa namanya, yang bunyinya "Energi yang diterima sama dengan Energi yang dilepaskan", maka Len-Vocairy mampu untuk menerima dan mengontrol energi yang diterimanya tersebut, meskipun perbandingannya 10:2...
"Hah..." Len-Vocairy mengangkat kepalanya yang dari tadi tertunduk. Memperlihatkan dua buah iris yang bercahaya biru metal dengan warna putih menyebar dibagian tepi irisnya. Rambutnya juga terlihat lebih liar dan panjang. Sementara luka di bahunya terlihat sembuh total.
Merasakan kekuatan yang luar biasa di tubuhnya, Len-Vocairy menggenggam kedua tangannya lalu menyilangkannya di depan dadanya. Aura berwarna putih, biru, dan dan hijau memancar di sekeliling tubuhnya. Lalu dengan sekali gerakan, Len-Vocairy menghilang dari tempatnya semula.
-0o0-
Dengan Kaito-Mondaiji dan Ring Suzune...
"Akumashīdō : Aku no Yari (Devil Void Technique : Evil's Spear)!" Sebuah tombak Devil Void melesat ke arah Kaito-Mondaiji yang masih kaget dengan keadaan di sekitarnya. Begitu tersadar, Kaito-Mondaiji hanya bisa membelalakkan kedua matanya.
*BOOOM!*
Asap hitam pekat menyelimuti tubuh Kaito-Mondaiji. Ring mengeluarkan senyum sinis melihat targetnya sudah musnah tak tersisa. Karena teknik Devil Void sepuluh kali lebih berbahaya daripada teknik Void. Jadi, meskipun Kaito-Mondaiji mampu untuk berubah menjadi Nova, dia tidak akan bisa menahan serangannya tersebut.
Namun, betapa terkejutnya Ring ketika mengetahui kalau tubuh Kaito-Mondaiji tidak tergores sedikit pun. Tapi tak lama kemudian, kedua matanya menatap tajam ke arah seorang cowok di depan Kaito-Mondaiji yang rupanya melindingi makhluk berambut biru tesebut.
"Len Kagamine. Senang sekali kau bisa bergabung di sini." Ucap Ring dengan senyum liciknya.
Len-Vocairy tidak langsung menjawab Ring, melainkan menoleh ke arah Kaito-Mondaiji. "Kaito-Mon, sebaiknya kau menjauh karena ini akan sedikit berbahaya." Ucapnya tenang.
"Kau terlambat." Adalah jawaban Kaito-Mondaiji singkat. Len-Vocairy hanya cengir-cengir gaje.
"Bro..." Ucap Kaito-Mondaiji sambil menepuk Len-Vocairy di bahu kanannya, sambil mentransfer sisa energi esper miliknya. "Akan ku traktir kau es krim mumbo jumbo rasa tornado dengan toping zumbo jika menang." Lanjutnya yang dibalas dengan sebuah senyuman oleh Len-Vocairy, sebelum akhirnya terbang menuju para alien dkk.
"Tak 'kan ku biarkan kau lari!" Ring berusaha mengejar Kaito-Mondaiji namun sebuah percikan petir di depannya membuatnya berhenti. Beberapa saat kemudian, area di sebelah kirinya hancur berantakan akibat serangan petir dari Len-Vocairy. Ring menoleh kaget karena dia tak merasakan serangan tersebut sebelum beberapa detik mengenai wajahnya.
"Oh, lawanmu adalah aku, Ring Suzune." Ucap Len-Vocairy dengan tatapan serius. Kedua mata yang bercahaya serta rambutnya yang seperti tertiup angin menambah keseriusannya. Tangan kanannya masih terjulur kedepan setelah melakukan serangan tadi.
"Heh, kau pikir dengan level kekuatan seperti itu kau bisa mengalahkanku? Hahaha! Jangan mimpi! Kalau para pasukan kalian tidak mampu mengalahkanku, mana mungkin kau bisa mengalahkanku sendiri!" Ring menatap Len-Vocairy dengan senyum liciknya, karena dia yakin kalau saat ini tidak ada seorang pun yang mampu menandingi kekuatannya. Meskipun bocah di depannya memiliki kekuatan yang luar biasa, jika dibandingkan dengan miliknya, Len-Vocairy masih jauh dibawahnya.
(Play music : Fairy Tail – Dragonslayer theme)
"Oh ya? Kalau begitu..." Ucap Len-Vocairy sambil mengangkat tangan kanannya. Jari telunjuk dan jari tengah disatukan ke atas, sementara jari kelingking, jari manis, dan ibu jari ditekuk ke dalam. Kemudian tangan kanan ditekuk dan lengan disejajarkan dengan dada sehingga telapak tangan menghadap ke dalam. Membentuk simbol huruf "F".
!
"...!" Ring merasa kaget dengan tekanan psiessure (1) yang tiba-tiba membanjiri area tersebut. Kalau dia boleh jujur, tekanannya sama dengan waktu dia mencapai kekuatan Devil Voidnya. Dengan kata lain, Len-Vocairy entah bagaimana caranya mampu melipat gandakan kekuatannya dalam waktu singkat.
Yang sebenarnya dilakukan Len-Vocairy adalah menggabungkan semua kekuatan di dalam tubuhnya menjadi satu. Ditambah energi Eco-plasma yang ikut terserap ke dalam tubuh Len-Vocairy membuat energi di tubuhnya menjadi lebih banyak dan lebih kuat. Aura putih, biru, dan hijau semakin terpancar jelas di sekeliling tubuhnya.
"Ini adalah kekuatan yang diberikan oleh teman-temanku. Aku tidak sendiri. Aku bisa mendengar mereka. Aku bisa merasakan semangat mereka lewat kekuatan yang mereka berikan kepadaku! Aku tidak sendiri! Karena SENDIRI MEMBOSANKAN BERSAMA MENGGEMPARKAN!" Len-Vocairy kemudian berteriak sambil mengayunkan tangan kanannya ke bawah. "TENSEIKAI (ANGEL NOVA RELEASE)!"
Ledakan pilar energi berwarna putih, biru, dan hijau mengiringi teriakan Len-Vocairy yang membuat area di sekitar mereka sejauh 10 kilometer kembali normal. Tidak hanya itu, setiap prajurit baik kawan maupun lawan juga merasakan efek di tubuh mereka. Bagi prajurit lawan, mereka seakan terkena serangan listrik yang cukup kuat hingga menyebabkan beberapa diantara mereka pingsan. Namun bagi prajurit kawan, mereka merasa kalau energi mereka telah terisi kembali secara instan.
Pilar cahaya mulai meredup, menampakkan sosok Len-Vocairy yang sekarang memakai haori berwarna putih dengan garis biru di sekitar lengan, dada, dan pinggang. Bagian dalam haori tersebut berwarna hijau tua dengan garis putih di beberapa bagian. Di bagian punggung terdapat sebuah simbol sebuah lingkaran berwarna hijau. Di dalam lingkaran hijau tersebut terdapat dua buah sayap yang terbentang berwarna biru dan sebuah petir berwarna putih berada di antara kedua sayap tersebut.
"A-apa?!" Ring terkejut dengan perubahan Len-Vocairy di depannya. Karena sekarang, Ring bisa merasakan kalau kekuatan mereka berdua sama kuat.
Sementara para prajurit hanya bisa jawdrop masal, tak terkecuali para Komandan dari kerajaan Kagamine dan Tenkai, yang melihat perubahan Len-Vocairy tersebut. Perlahan, mereka merasa kalau kemenangan sudah di depan mata dan merupakan sesuatu yang bukan mimpi lagi.
"Ikuzo!" Len-Vocairy menghilang dari tempatnya. Sedetik kemudian, dia sudah berada di atas kepala Ring dengan kaki kanan yang diayunkan ke bawah, dengan tujuan menendang kepala Ring dengan tumit kakinya.
!
Ring hanya sempat untuk mengangkat kedua tangannya ke atas untuk menahan serangan Len-Vocairy, karena dia tidak punya waktu untuk menghindari serangan tiba-tiba tersebut.
*Doom!*
Suara ledakan Mach 3 (2) mengiringi Ring yang melesat kebawah. Namun sebelum dia menghantam tanah, dengan cepat Ring merubah posisi tubuhnya sehingga sekarang dia sejajar denga tanah sebelum akhirnya terbang lagi ke atas langit. Kalau saja dia terlambat sedetik saja, Ring pasti akan mendapat luka yang cukup parah. Kalau bukan akibat jatuh dari ketinggian 500 meter di atas tanah, pasti karena serangan petir putih dari Len-Vocairy yang dengan segera menghancurkan area tersebut.
'Kecepatannya meningkat, serangannya juga lebih kuat. Kemungkinan pertahannnya juga bertambah kuat.' Ring mengambil jarak aman sambil mengamati Len-Vocairy.
Sementara Len-Vocairy sendiri sedang sibuk dengan pikirannya juga. 'Kereeeeeen!' Tangan kanannya terangkat ke depan dan menggenggam erat. 'Dengan kekuatan ini, aku akan mengalahkan Ring!'
(Music : off)
Lalu dengan ledakan Mach 3 lainnya, Len-Vocairy melesat ke arah Ring yang menatapnya tajam. Sebuah pukulan berlapis petir putih diarahkan ke wajah Ring, yang dengan mudahnya dihindari. Len-Vocairy melanjutkan serangan super cepat dengan kedua tangannya, namun Ring tampaknya tak kesulitan menghindari setiap serangannya.
'Serangannya mungkin cepat, tapi dia kurang strategi.' Batin Ring sambil menghindari setiap serangan Len-Vocairy.
Melihat serangannya tak mengenai lawan sedikit pun, Len-Vocairy menggunakan kaki kirinya untuk menyapu dari kiri. Ring yang melihatnya langsung melesat ke kanan untuk menghindari kaki kiri Len-Vocairy yang berbalut petir putih. Mengambil jarak 10 meter dari lawannya, Ring menyeringai terhadap Len-Vocairy.
"Heh, untuk orang yang beromong besar, kau masih tidak ada apa-apanya." Ucap Ring masih degan seringainya. Namun, ekspresianya berubah waspada ketika melihat Len-Vocairy yang juga menyeringai.
*Crip* *Crip*
Kalau bukan karena energi petir yang dirasakannya, Ring pasti akan mengira kalau bunyi di samping telinga kanannya hanyalah sebuah burung yang hinggap di bahunya.
*BLAAR!*
"Khu...!" Ring hanya punya waktu sepersekian detik sebelum bom itu meledak. Meskipun Ring berhasil lolos, namun haori hitam miliknya sedikit rusak di bagian kanan. Di bahu kanannya juga telihat sedikit berwarna merah. Ring menatap tajam ke arah Len-Vocairy yang tersenyum kemenangan.
"Permainan selesai di sini." Ring mengumpulkan energinya di tangan kanan, lalu melemparnya ke atas langit. Sejenak tak terjadi apa-apa, namun dengan cepat langit berubah menjadi gelap. Bintang-bintang yang biasanya bersinar putih, kini menjadi merah. Lalu dengan gerakan tangan, Ring menghujani Len-Vocairy dengan bintang kegepalan.
"Akumashīdō : Hyakuhachi no Mahoshi (Devil Void Technique : 108's Devil Stars)!"
Dengan cepat Len-Vocairy mulai dihujani oleh 108 bintang kegelapan. Len-Vocairy menghindari dengan cepat namun dengan jumlah serangan sebanyak itu, Len-Vocairy merasa seperti sebuah bantal guling yang dihujani ratusan jarum akupuntur.
Kalau jarum terapi sih enak, Tapi kalau jarum berapi... sakit bro...
"Akh!" Puluhan serangan dengan sukses mendarat di tubuhnya. Dilanjutkan dengan puluhan serangan yang lainnya.
*Boom!*
Ring menyeringai kembali melihat targetnya tak berdaya dengan serangan area-efek miliknya. Serangan tadi akan mengakibatkan efek paralisis yang kuat. Meskipun hanya terkena satu serangan saja. Itu sebabnya Len-Vocairy terlihat diam saja saat terkena serangan kedua... ketiga... keseratus delapan dengan mata tertutup.
Namun seringaian Ring tak bertahan lama ketika melihat targetnya masih hidup. Ditambah sekarang terdapat bola transparan berwarna hijau yang mengelilingi tubuh Len-Vocairy. Tak hanya itu, luka-luka yang disebabkan serangannya tadi perlahan mulai menutup dan sembuh dengan sendirinya. Ring berasumsi kalau itu adalah bentuk pertahanan Len-Vocairy.
Merasakan sesuatu yang aneh terjadi dengan tubuhnya, Len-Vocairy membuka kedua matanya. Alangkah terkejutnya dia melihat sebuah bola hijau transparan menyelimutinya dari ujung rambut, sampai ujung kaki. Len-Vocairy juga merasakan kalau luka-luka yang diperolehnya dari serangan Ring tadi mulai menutup dan sembuh dengan cepat. Setelah keadaan tubuhnya kembali pulih, bola hijau transparan tersebut mulai menghilang.
'Dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri dengan bola hijau aneh itu.' Ring mengamati Len-Vocairy yang sekarang bebas luka meskipun seragam dan haori-nya berlubang di beberapa tempat. 'Tapi, dengan kekuatan penyembuhan itu, pasti memerlukan banyak energi.'
"Giliranku untuk menyerang." Len-Vocairy merentangkan kedua tangannya. "Tenseidō : Seisen Kyōgeki (Angel Nova Technique : Holy Flash Shattering Strike)!" Lalu mendorong kedua tangannya ke depan dengan kedua telapak tangan yang terbuka dan menghadap ke arah Ring.
Sebuah bola putih dengan diameter 2 meter terbentuk di depan Len-Vocairy sebelum akhirnya menembakkan puluhan serangan yang mirip tombak energi berwarna putih ke arah Ring yang tengah siap membalas serangan lawannya.
"Akumashīdō : Seikesudan Rendan (Devil Void Technique : Holy Eraser Bullet Barrage)!" Dari kedua tangan Ring yang terjulur ke depan, puluhan bola-bola hitam melesat ke setiap tombak energi milik serangan Len-Vocairy.
*Boom!* *Blaar!*
Kedua serangan saling menghancurkan. Tombak energi milik Len-Vocairy akan dihancurkan oleh bola hitam milik Ring, begitu pula sebaliknya. Karena kedua serangan sama kuat, maka keduanya saling menghancurkan satu sama lain. Begitu serangan telah mereda, tak satu pun dari serangan mereka yang melukai keduanya.
"Heh, sepertinya kau tak hanya beromong kosong. Ku kira hanya para Pasukan Elit kerajaan Tenkai yang memiliki kekuatan seperti itu, tapi ternyata aku salah." Ucap Ring sambil meningkatkan kekuatannya sedikit demi sedikit.
"Kekuatan ini bukanlah milikku. Mereka memberiku kekuatan ini karana mereka yakin kalau aku bisa-Iie... Karena aku akan mengalahkanmu!" Len-Vocairy membalas ucapan Ring sambil meningkatkan energinya juga.
Atmosfer di sekitar mereka berdua mulai terdistorsi akibat tekanan psiessure yang di keluarkan oleh Ring dan Len-Vocairy yang berusaha mendominasi satu sama lain.
-0o0-
Dengan para alien dkk...
Dari kejauhan terlihat kalau Ring dan Len-Vocairy sedang beradu kekuatan. Awan di sekitar mereka mulai menyingkir membentuk lingkaran di sekitar mereka seolah tahu kalau badai akan datang.
"Apa kau yakin, Otaku Kepsek?" tanya Miku-Mondaiji khawatir.
"Hmm?" Yang ditanya hanya menoleh heran.
"Maksudku, apa kau yakin dengan memberikan kekuatan kita kepada Len-Voc dan membiarkannya bertarung sendirian melawan Ring?" tanya Miku-Mondaiji lagi. Yang lainnya mengangguk juga, setuju dengan Miku-Mondaiji. Karena mereka sudah menganggap kalau Len -Vocairy adalah bagian dari grup (aneh) mereka.
"Ya." Jawab Yuki-Mondaiji singkat.
"..." Miku-Mondaiji terlihat bingung sebentar lalu menghela napas dan mengangguk paham. Kalau Yuki-Mondaiji sudah yakin akan suatu hal, akan sulit untuk diubah pikirannya.
"Kau punya rencana lain, ya kan?" Lui Hibiki, sang peri cahaya ikut berpendapat. Dari interaksinya dengan para alien, dia dapat menyimpulkan kalau otak/pemimpin strategi dari grup (aneh) mereka adalah cowok berbeda warna mata tersebut. Selain dari sikap dan cara berbicaranya, ada aura unik yang dipancarkan, yang hanya terdapat pada komandan-komandan bagian strategi perang, dari tubuhnya.
"..." Yuki-Mondaiji hanya tersenyum.
"Itu... atau kau hanya merasa malas untuk bertarung dengan Ring." Potong Len-Mondaiji dengan tatapan datar.
"..." Senyuman Yuki-Mondaiji bertambah lebar, yang membuat para alien sweatdrop.
Mereka hanya berharap kalau Len-Vocairy bisa mengalahkan Ring Suzune tanpa efek samping.
T~B~C
"Next Chapter : Salvation..."
.
A/N
Kekuatan baru telah aktif. Disaat Ring berpikir kalau kemenangan ada di pihaknya, datang Len-Vocairy untuk menghancurkan harapannya. Kini dua kekuatan tersebut saling bertarung untuk menentukan siapa yang terkuat, dan siapa yang akan dikalahkan. Mampukah Len-Vocairy mengalahkan Ring? Atau malah Ring yang akan mendominasi kekuatan Len-Vocairy? Apakah yang sebenarnya direncanakan oleh si Otaku Kepsek di balik layar laptop?
(1) Psiessure - Tekanan energi PSI/ESP yang bisa dihasilkan oleh para Esper dengan cara memusatkan energi mereka di sekitar tubuh mereka lalu melepaskannya dalam sekejap ke segala arah atau pun ke tempat yang dikehendakinya. Mirip seperti KI (Killer Intent) namun tidak memiliki aura membunuh. Biasanya cara ini dilakukan untuk membuat musuh kaget dan membatasi pergerakan musuh. Semakin tinggi level seorang Esper, semakin kuat pula Psiessure yang bisa dihasilkan. 100% ide gaje! :D
(2) Mach 3 – Setara dengan 1020.87 m/s (Mach 1 = 340.29 m/s).
Ahahehe... aku kembali setelah 3 bulan menghilang. Aku punya alasannya...
.
.
.
Kalian percaya kalau aku pergi ke planet Zycronoid (dibaca: Zaikronoid) dan bertemu dengan Hycronoid (dibaca : Haikronoid, sejenis manusia setengah robot) di sana?
...
*sigh* Tenang, aku tidak ada rencana buat discontinue fic ini, meskipun update-nya lama.
###A little logic...###
Review + login = dijawab lewat PM.
Review + Anon/Guest = dijawab di sini.
To Little Girl 02
Ah, aku rasa ceritaku bukan yang terbaik, tapi thanks buat review-nya. :)
Arigatō!
To Silent Reader
Ah, kalau gitu jangan terkena sinar matahari biar gak lumutan. :D
Q : apa habis Vocairy Arc akan jadi battle antara kelas X-F sama X-G?
A : Ah, mungkin. :)
Arigatō!
To Yuka-shuu and Raira
Ah, hai Yuka-shuu and Raira-san.
Q : Kira-kira, gimana ya rasanya sekolah di Mondaiji Gakuen?
A : Ah, rasanya sekolah di MG,... sejuta warna. :)
Q : Kira-kira di sini ada sekolah kayak gitu gak,ya?
A : Ah, mungkin di tahun 2071... :D
Q : Battle Royal Made itu permainan,ya?
A : Ah, permainan yang bukan permainan. Maksudnya? BRM bukan hanya sekedar permainan, tapi juga sebagai sarana pelampiasan emosi (bagi para murid gaje, aneh, frustasi, putus cinta, cinta ditolak, krisis uang, narsis, dll., dkk.), dan ajang pencarian bakat (bagi para murid kelas X, para guru/staf yang baru saja terdaftar di MG, dan para makhluk tak kasat mata lainnya). Dengan kata lain, BRM adalah sebuah wadah untuk menampung, membentuk, dan mengasah/melatih para penghuni MG agar menjadi makhluk yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Len : *plok* *plok* *plok*
Arigatō!
To Raira Michaelis
Ah, salam kenal juga Raira Michaelis-san.
Q : Battle Royal Mode itu kok mirip 'pertarungan' yang ada di Baka and Tets Summon The Beast? Atau cuma perasaan Raira aja ya?
A : Ah, ya. Meskipun agak berbeda. Kalau di Baka Test, Summon-nya yang bertarung, kalau di MG, orangnya yang bertarung.
Arigatō!
To Kagawita Hitachi
Q : Apa kerajaan Kagamine akan menang?
A : Ah, tunggu di chapter depan.
Ah, iya. Hahaha. Suara kambing terkadang memang unik 'tuk didengarkan. Apalagi jika saat santai. :)
Ah, aku tidak terlalu mengerti dengan gaya bahasa. Nilai BIN-ku aja paling sedikit...
Sebenarnya aku meniru gaya bahasa ini dari fanfic-fanfic favoritku. Menurutku itu keren, lucu, dan mudah dimengerti.
Kalau gelombang suara, sebenarnya itu mudah untuk dipelajari. Hanya saja sedikit sulit untuk dimengerti, jadi jangan kecewa karena aku juga masih belajar. Fight On! :)
Seperti sebuah film atau anime, ada scene yang seru/menarik, ada juga scene yang bisa membuat kita ingin menangis, tertawa, mengomel gaje, blushing gaje, ada scene yang membuat kita tegang, ada juga scene yang bisa membuat kita bosan, marah, atau bahkan tidak suka. Sama halnya dengan fanfic ini. Kalau semua scene/chapter isinya seru-seru terus, atau bahagia-bertabur-bunga dan penuh dengan 'pelangi', aku yakin kalau para reader akan cepat bosan.
Tapi itu semua tergantung dengan anda sendiri. :)
Arigatō!
To Nurul Fadhillah
Ah, aku tidak sehebat itu kok. Masih banyak Author yang lebih hebat dariku. :)
Tapi terima kasih, karena dengan review yang positif bisa membuatku lebih semangat 'tuk melanjutkan fanfic ini.
Arigatō!
Omake : The (Un)lucky Man...
Disaat pertarungan antara kerajaan Kagamine-Tenkai melawan kerajaan Kasai, seorang prajurit dengan semangat yang lebih dari biasanya berusaha menyerang lawan dengan pedangnya. Entah apa alasannya, prajurit dari kerajaan Kagamine ini sangat bersemangat untuk mengalahkan pasukan lawan sebanyak mungkin. Namun semangatnya tidak membuahkan hasil. Pasalnya, tiap kali dia akan melakukan serangan ke pasukan lawan, dia selalu saja didahului oleh prajurit lainnya. Dan itu membuatnya kesal.
'Pokoknya, kali ini harus bisa!' Batin prajurit itu dengan semangat baru.
Karena terlalu fokus mengamati peperangan dan mencari musuh yang mungkin bisa dikalahkan dengan mudahnya, prajurit tersebut tidak melihat musuh yang datang dari belakangnya.
*Zleb!*
"Oi, ngelamun aja lu. Butuh AQOE?" tanya salah seorang prajurit Kagamine yang telah menyelamatkan temannya tersebut dari tusukan pedang dari pasukan lawan.
"Apa'an sih, gue lagi konsen nih!" Jawab prajurit itu lalu terbang ke tempat lain.
'Kali ini pasti bisa!' Batinnya ketika melihat seorang prajurit kerajaan Kasai yang terpisah dari kelompoknya. Lalu dengan teriakan "Kena kau!", prajurit tersebut melesat dengan cepat.
Namun sepertinya hari ini bukanlah hari keberuntungannya. Karena beberapa saat sebelum pedangnya mampu menebas prajurit lawan tersebut, sebuah pilar es menjulang tinggi ke langit, dan menjebak prajurit Kasai itu di dalamnya. Prajurit tersebut hanya bisa jawdrop.
'Gagal lagi?!' Teriaknya dalam hati. Frustasi karena sebenarnya dia BELUM mengalahkan satu pun prajurit lawan.
Merasa marah, kesal, dan kecewa, dia pun berteriak "MBEEEEEEEEEEEK~*!", sambil merentangkan kedua tangannya ke samping.
Dan entah karena keberuntungan atau apa, aksinya tersebut sukses membuat dua prajurit kerajaan Kasai yang menyelinap di belakangnya mendapat pukulan keras dari kedua sikunya. Yang otomatis membuat kedua prajurit lawan tersebut pingsan seketika.
'Kali ini harus bisa!' Namun sepertinya prajurit tersebut tidak menyadari kalau dia telah selamat dari serangan lawan dan mengalahkan dua lawan sekaligus dengan Instant K.O. lalu terbang ke tempat lain untuk mencari musuh baru.
What a(n) (Un)lucky Man...
Like it? R&R!
-0o0-
Nova... link off.
