Sweet Moonlight
Disclaimer : Inuyasha belongs to Rumiko Takahashi. But Sesshy is Mine ekkeke~
Rombongan Inuyasha sedang sibuk melawan Bankotsu dan Ginkotsu yang secara tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Sango melancarkan serangannya dengan Hiraikotsu miliknya untuk menebas kepala Ginkotsu dan Inuyasha menyerang Bankotsu dengan Tessaiga miliknya. Kagome merasakan ada sesuatu yang bersembunyi di balik pohon dan ia melihat Renkotsu siap melancarkan serangan ke arah Sesshomaru dengan senjata yang berada di tangannya. Kagome langsung mengambil tindakan dengan memanggil Sesshomaru dan berdiri di depannya. Sesshomaru terkejut dengan apa yang telah dilihatnya. Kagome terluka, ia tertusuk pedang di bagian bahu kanannya dan Kagomenya telah mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkannya.
"Kagome." Sesshomaru menahan tubuh Kagome agar tidak jatuh dan mendekapnya.
"Sesshomaru." Kagome menatap mata emas milik Sesshomaru dengan sisa kekuatannya. Inuyasha melihat Kagome terkulai lemah langsung berlari menghampirinya.
"Tetaplah di sini." Kagome menggenggam lengan haori milik Sesshomaru dan ia terkulai menutup mata.
Sesshomaru sangat terpukul melihat Kagome terluka. Dengan kesedihan dan kemarahannya yang luar biasa ia menghampiri Renkotsu untuk mengakhiri hidupnya. Matanya berubah menjadi merah dan tanda magenta di kedua pipinya berubah menjadi lebih tajam dari sebelumnya. Sesshomaru melempar Renkotsu jauh beberapa meter dan berakhir di sebuah pohon besar, dengan cepat Sesshomaru menebasnya berulang kali dengan Tokijin miliknya. Tidak puas dengan itu, Sesshomaru mengangkat tubuh lemah Renkotsu dan mencekiknya dengan kuat sambil mengeluarkan racunnya yang mematikan dari kuku tajamnya. Siluman rendahan itu pun tewas di tangannya.
"Sesshomaru…" Kagome bergumam dan perlahan membuka matanya dengan tubuhnya yang lemah.
Sesshomaru mendengar Kagome memanggil namanya segera datang untuk menghampirinya. Matanya sudah kembali normal dan langsung memeluk tubuhnya dengan erat. Ia langsung membawa Kagome yang lemah menuju Western Palace untuk mengobati lukanya. Setelah ia sampai dan mengobati Kagome yang terluka, ia menemani Kagome hingga ia tertidur. Setelah memastikan Kagome aman dan sudah tertidur pulas, maka ia memutuskan untuk pergi membalaskan dendamnya kepada pimpinan Shicinintai karena telah membuat Kagomenya terluka. Ia harus memastikan bahwa Bankotsu akan membayar semua yang telah ia perbuat.
"Sesshomaru yang malang. Majulah! Akan kutebas lehermu." Bankotsu berbicara santai di hadapan sang Daiyoukai yang terlihat menahan emosinya.
"Ternyata kau benar-benar ingin mati." Sesshomaru geram dan matanya berubah menjadi merah dengan emosi yang menjalar di sekujur tubuhnya. Secepat kilat ia menghampiri Bankotsu dan menebasnya. Tidak pikir panjang Sesshomaru menyerangnya secara brutal dan tidak membiarkan Bankotsu memiliki kesempatan untuk menyerangnya. Dengan cepat tebasan Tokijin berhasil menjatuhkan Bankotsu hingga ia tersungkur di tanah dengan tubuhnya yang penuh darah. Dengan tatapannya yang mengerikan, Sesshomaru memicingkan pupil matanya dan berhasil mengakhiri hidup Bankotsu dengan tangannya.
"Apa kau baik-baik saja?" Sesshomaru melihat Kagome telah membuka mata dan membantunya untuk bangun.
"Aku baik-baik saja." Kagome menyandarkan kepalanya yang masih terasa berat di dada Sesshomaru.
"Cepatlah sembuh." Sesshomaru berkata sambil mencium kening Kagome.
"Sesshomaru, aku memiliki tiga permintaan. Maukah kau mengabulkannya?" Kagome merasa beruntung melihat Sesshomaru selalu berada di sisinya.
Permintaan pertama Kagome adalah makan malam bersama Sesshomaru. Mereka makan bersama dalam diam dan saling memandang satu sama lain. Sesshomaru melihat tangan Kagome gemetar dan menahan rasanya sakitnya. Sumpit yang berada di tangan Kagome terlepas dan Sesshomaru melihat darah menetes dari pundaknya.
"Kembalilah ke kamar dan istirahatlah." Sesshomaru khawatir akan kondisi Kagome yang semakin memburuk karena melihat lukanya belum menutup sempurna.
"Aku ingin tinggal lebih lama lagi." Kagome berkata sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.
"Aku ingin jalan-jalan denganmu malam ini." Kagome mengatakan permintaan keduanya untuk berdua dengan Sesshomaru. Ia tahu bahwa waktunya sudah tidak lama lagi dan ingin menghabiskan waktunya bersama dengan pria yang ia cintai.
Sesshomaru menggendong Kagome dan mengajaknya keluar dari Western Palace untuk merasakan udara segar. Mereka berdua duduk di bawah sinar rembulan dan Kagome bersandar di bahu Sesshomaru dengan menatap langit malam yang sangat indah.
"Apakah kau ingat saat pertama kali Sesshomaru ini mengatakan bahwa ia ingin menjadikanmu sebagai pasangannya?" Sesshomaru memecah kesunyian malam itu dengan bertanya kepada wanita yang berada di sampingnya.
"Tentu saja." Kagome terkejut mendengar pertanyaan Sesshomaru dan mengulang memori itu di kepalanya.
"Kau sangat berarti bagi Sesshomaru ini, dan Sesshomaru ini ingin menjadikanmu sebagai pengantinku." Sesshomaru menggenggam tangan Kagome dan menatapnya.
"Sesshomaru, aku tidak ingin menjadi kenangan yang menyedihkan. Aku ingin menjadi kenangan yang membahagiakan untukmu dan aku juga tidak ingin menjadi air matamu. Lebih baik aku menjadi senyumanmu dan aku berharap kau selalu bahagia. Itulah permintaanku yang ketiga." Kagome menatap mata Sesshomaru dan menyentuh wajah Sesshomaru dengan kedua tangannya.
"Kita akan bertemu lagi. Sesshomaru ini akan menunggumu." Sesshomaru menggenggam tangan Kagome lebih erat dari sebelumnya dan merasakan dinginnya tangan sang miko.
"Aku mencintaimu." Kagome mengangguk. Sesshomaru mencium Kagome dengan tulus dan merasakan dadanya sangat sesak. Beberapa saat mereka berciuman, tangan Kagome tiba-tiba terlepas dari genggaman Sesshomaru dan kepalanya terkulai lemas di bahunya.
"Kagome…" Sesshomaru memanggilnya, namun tidak ada suara keluar dari bibir kekasihnya. Sesshomaru pun meneteskan kristal bening keluar dari kedua matanya dan memeluk kekasihnya dengan harapan Kagome akan segera memanggil namanya. Harapannya sia-sia, Kagomenya telah pergi meninggalkannya. Kagome tidak ingin Tenseiga menghidupkan kembali dirinya karena ia tahu takdir lah yang akan memisahkan mereka. Seshomaru tidak tinggal diam dan ia bangkit berdiri berusaha mengembalikan Kagome kesisinya, namun harapannya sirna ketika tidak ada tanda-tanda Tenseiga dapat menghidupkan kembali Kagomenya.
'Ketika kita bertemu lagi, saat itu Sesshomaru ini akan mengenalimu lebih dulu. Ketika kita bertemu lagi, saat itu Sesshomaru ini akan mencintaimu lebih dulu.'
'Dan seperti suara napasnya yang berhenti, saat itu pula waktuku terhenti.'
I am so sorry Sesshy and please don't be sad bc I always here *grin* I'll try to make the ending better than this. Are you still curious minna? Still with me ^.^
