Disclaimer : YuGiOh!! Milik Om Kazuki Takahashi.
Warning : chapter garing, beberapa kata kotor yang tidak tersensor karena suatu alasan, beberapa character yang agak OOC, Gaje dan Language
-------Chapter 25-------
Broken Gift
"AYO!!!! TIUP LILINNYA LEBIH KENCANG!!! LEBIH KENCANG LAGI!!!
"bbwwoossshhh...."
"KURANG KENCANG!!!!"
"BBWWOOOSSSHHHH!!!!!"
"LEBIH KENCANG LAGI GEBLEK!!!!"
"BBWWWOOOOSSSHHH!!!!! O....OHOK!!!! OHOK!!!!"
"OUCH!!! LE...LEHERKU!!!"
"AAARRRGGHHH!!!! TENGGOROK!!!! TENGGOROK!!! TENGGOROKANKU JEBOL, DODOL!!!!"
"KKHHHKK!!!! UKKKHHH!!!! OHOK!!! OHHHOOOOOKKKK!!! AARRGGGHHH!!!!"
Beberapa pasukan peniup lilin yang terdiri dari Yugi dkk kini telah mengalami masa-masa yang sulit dalam menaklukkan benteng lilin yang berdiri dengan kokohnya di hamparan kue tart. Dengan segenap perjuangan yang mengharuskan mereka untuk mengorbankan 'tenggorokan' untuk dipertaruhkan dalam peperangan ini, mereka semua terus berusaha untuk membuat kobaran api dalam setiap ujung lilin menjadi padam. Hal itu tentu saja sangat tidak mudah. Satu persatu para prajurit perang tersebut mulai berguguran.
"ukh!! O...ohok!!! ohok!! B...brengsek!!! aku sudah tidak kuat lagi keparat!!! OHOK!!!!" Bakura mulai tersungkur di lantai dan memegangi lehernya. Ia gugur terlebih dahulu di medan perang. Tak lama kemudian, beberapa orang lainnya juga mulai berguguran.
"uurrgghh!!! Te...tenggorokanku sakit!!!" keluh Shizuka yang saat ini terlihat pucat. Honda, Anzu, Yami, Ryou dan Malik juga sudah tidak kuat lagi meniupnya. Bahkan mantan perakit bom macam Marik saat ini juga sudah mulai mengeliat-geliat secara tidak jelas di atas lantai sambil menjulurkan lidah(?)nya. Kini yang tersisa adalah grup fantastic four(?) yang beranggotakan Yugi, Jou, Kaiba dan tentu saja Pegasus.
"uhuk!! Uhuk!! Jo...Jou...ma...maaf a...aku sudah tidak kuat lagi.....ukh...." Yugi terlihat semakin pucat. ia mulai duduk di atas kursi dan memegangi gerahamnya. Bahkan Kaiba juga terlihat sedang terbatuk dari tadi. Para bodyguardnya yang dipimpin Isono juga telah tepar(?) di atas lantai.
"i...ini gawat!! Saat ini lilin yang berhasil kita padamkan hanya 6 tingkat saja!!! Masih tinggal 13 tingkat lagi!!! Ayo teman-teman!!! Yang semangat!!!" Jou terlihat mengepalkan tangannya erat-erat. Semua hanya bisa sweatdrop melihat semangat Jou.
"Ka...Katsuya......aku tahu ba...bahwa kau adalah pejuang(?) lilin ta....tapi kami su...sudah tidak kuat lagi puppy......13 tingkat i...itu sama artinya dengan 247 lilin lagi....." Kaiba terlihat menahan rasa nyeri di tenggorokannya. Jou mulai sewot mendengar hal itu.
"247 lilin lagi?!! Aku tak mau tahu akan hal itu Seto!!! ini adalah tanggung jawabmu!! Kau yang memesan kue dengan design gila seperti ini!!! sekarang kita harus bisa memadamkan semua lilinnya!!! Sekarang cepat bangun dan bantu aku memadamkan lilinnya!!" dengan cepat Jou mencengkram lengan kekasihnya dan kembali menggeret Kaiba ke depan meja. Di sana juga terlihat Pegasus yang memadamkan lilin dengan sangat amat terlalu super duper double triple increadible unbearable dan unforgettable lebay.
"Fuh.....susah sekali memadamkan lilin ini Joey Boy......aku bahkan masih belum bisa memadamkan satu lilin pun....aku memang orang yang terlalu lembut......." semua hanya bisa sweatdrop mendengar perkataan Pegasus. Satu jam telah berlalu, pemilik wisma Sennen itu memang masih belum bisa memadamkan satu pun api di sebatang lilin. Hal itu membuat yang lainnya pasrah dan membiarkan Pegasus berbuat semaunya.
"sial!! Kalau kita tidak segera memadamkan semua lilinnya, lama-lama lilinnya bisa meleleh!!! Apa yang harus kita lakukan?" keluh Jou seraya menyangga kepalanya. Kaiba hanya bisa menunduk karena merasa bersalah. Tak lama kemudian, Yami mulai angkat bicara.
"sebaiknya kita padamkan dengan bantuan mesin seperti.......kipas angin?"
"tak ada kipas angin di wisma ini. yang ada hanyalah AC" sahut Ryou sarkastik seraya melipat kedua tangannya. Nada kasar terlihat jelas dalam perkataannya. Hal itu membuat Yami menatap tajam ke arah pria programmer itu. Yugi yang menyadari adanya tension di antara keduanya mulai mencoba mencairkan suasana.
"umm.....mungkin kita bisa mencari alat pengganti kipas angin. Bagaimana jika kita memakai buku atau kertas untuk mengibas-ngibaskan apinya?" semua mulai terbelalak mendengar hal itu. yang dikatakan Yugi ada benarnya juga. kenapa mereka tidak menyadari cara itu dari awal? Apakah mereka terlalu buta dengan semangat lilin(?)
"ide briliant Yug!!! Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi?!!" Jou langsung mengguncangkan bahu kawan kecilnya itu. Yugi mulai menggaruk-garuk kepalanya.
"se...sebenarnya aku ingin mengusulkan hal itu tapi tadi saat meniup lilin, kau terlihat bersemangat Jou. Aku tak ingin menghancurkan kesenanganmu....." Jou hanya bisa sweatdrop mendengar perkataan polos Yugi. Bagaimana bisa meniup lilin hingga tenggorokan hampir hancur dikatakan sebuah.......kesenangan? Jou hanya bisa menghela nafasnya dengan hal itu.
"Uhh.....se...sebaiknya kita segera memadamkan lilinnya secepat mungkin dengan mengibaskannya....."
Selang beberapa menit berlalu, api di setiap lilin berhasil di padamkan. Semua mulai menghela nafas dengan lega. Satu pelajaran yang bisa mereka dapatkan. Jangan pernah menyuruh Kaiba untuk memesan kue ulang tahun lagi.
"a...aku menyesal menyuruhmu memesan kue ulang tahun Seto......untung saja Yugi saat ini masih berumur 19 tahun!! Bagaimana jika ia berumur 80 tahun sekarang?!! Pasti kue pesanannya akan menjadi lebih mengerikan daripada saat ini....." keluh Jou. Kaiba hanya bisa sweatdrop dengan hal itu.
"maafkan aku puppy......" Kaiba mulai meminta maaf dengan serius. Jou hanya bisa pasrah dengan hal itu. sejenius apapun kekasihnya itu, ternyata Kaiba juga mempunyai sisi 'polos' dalam hal memberikan sesuatu. Jou hanya bisa memaklumi hal itu. gaya hidup kekasihnya itu merupakan gaya hidup yang cukup elit. Standart sederhana menurut pandangan Kaiba tentu saja berbeda dengan Jou. Ia harus dapat menerima akan hal itu.
"baiklah. Lupakan saja hal itu Seto. aku bisa mengerti pandanganmu......sekarang sebaiknya kita lanjutkan saja acara selanjutnya" Jou mulai mengedipkan matanya diam-diam pada Kaiba. Kaiba mulai menganggukkan kepala tanda mengerti. Ia dan kekasihnya itu sudah menyusun sebuah rencana dalam pesta ini. terutama sebuah rencana untuk membuat Yami bisa bersama dengan Yugi.
"baiklah, sebaiknya sekarang kita........memberikan hadiah kado kita masing-masing pada Yugi" jelas Kaiba. Hal itu membuat berbagai macam respon mulai bermunculan. Ada yang girang seperti Honda, Anzu dan Shizuka. Ada yang menampakkan ekspresi tidak jelas macam Pegasus. Bahkan ada yang masih tetap menggeliat di lantai seperti Marik.
"penyerahan.....hadiah?" memikirkan hal itu sudah membuat Yami gugup setengah mati. Ia tak hanya sekedar menyerahkan hadiah pada Yugi tapi ia juga harus mengungkapkan perasaannya pada orang yang sudah ia cintai sejak dulu itu. Ia diam-diam mulai menatap Yugi. Di sana Yugi terlihat tersenyum dan berbicara pada Jou.
"sudah saatnya kau harus menyerahkan millenium puzzle itu pada Yugi" jelas Bakura singkat. Ia sudah berdiri di samping roommatenya itu. Yami mulai mengeluarkan hadiahnya. Sebuah millenium puzzle yang saat ini sudah terbungkus rapi dengan kertas kado berwarna merah darah. Ia hanya bisa terdiam seraya menatap Millenium Puzzle di tangannya itu.
'apa yang harus kukatakan pada Aibou nanti? Apakah ia mau membalas perasaanku padanya? Aku akan hancur jika ia tak menerimaku.......Aibou adalah cahaya hidupku......' batin Yami. ia lalu mulai mendekap hadiahnya dan kembali menatap Yugi dari kejahuan dengan lembut. Ia sungguh teramat sangat mencintai Yugi. Bakura mulai terdiam melihat roommatenya itu. ia sendiri juga sedang menyimpan sebuah kepanikan di dalam dirinya.
'brengsek!! A...aku harus bagaimana?!! Yami mungkin bisa percaya diri dengan hadiah yang akan ia berikan pada si culun itu. sebonggol emas berbentuk pyramid itu bisa membuat semua orang puas. Sedangkan hadiahku? Brengsek!!! Ke...kenapa aku bisa mengado si culun itu dengan kaos kaki!!?? Ada apa dengan pikiranku?!! Shit!!!' Bakura seakan-akan ingin menyayat wajahnya sendiri. Ia tak menyangka bahwa hadiah yang ia pilih merupakan nasib dari 'Harga diri'nya sendiri. Seharusnya ia bisa memilih sebuah kado yang lebih elit dari hanya sekedar sebuah........kaos kaki yang bermotif.........Badut.
"mungkin sebaiknya aku mengado dia dengan.........Tong sampah....." keluh Bakura. Di saat ia akan memberikan kadonya yang super duper tidak jelas itu pada Yugi, Kaiba mulai kembali angkat bicara.
"sebaiknya saat kita memberikan hadiah kita pada Yugi, mungkin Yugi bisa langsung membukanya....."
"A..APA?!!" Bakura mulai terbelalak mendengar hal itu. kini harga dirinya terancam hancur karena hadiah kaos kakinya itu harus di perlihatkan Yugi di hadapan yang lainnya. Dengan cepat ia mulai protes.
"TUNGGU DULU KAIBA!!! BUAT APA CULUN MEMBUKA SEMUA HADIAH KITA SECARA LANGSUNG?!!! BUKANKAH LEBIH BAIK IA MEMBUKANYA DI SAAT SENDIRI?!!" mendengar hal itu, Jou mulai menepuk jidatnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya sedangkan Kaiba mulai melotot ke arah Bakura.
"Bakura, bisa kita bicara sebentar.......'berdua'?" desis Kaiba dingin. Aura gelap sepertinya terasa dari dalam diri Kaiba. Hal itu membuat semua yang melihat Kaiba menjadi sweatdrop.
"a...apa?" belum sempat Bakura bereaksi lebih jauh lagi, Kaiba sudah menggeret pria punk itu menuju pojokan. Hal itu membuat semua orang yang berada di ruangan hanya bisa mengernyutkan dahi mereka.
"dengar Bakura......aku sudah menyusun sebuah rencana agar sepupuku bisa menyatakan perasaannya pada Yugi jadi sebaiknya kau jangan sampai mengacaukan semuanya. Mengerti kau?" Kaiba mulai berbisik dengan geram. Bakura mulai sewot dengan hal itu.
"tapi mengapa harus menggunakan cara seperti ini?!! memperlihatkan hadiah di hadapan yang lainnya!!! Hal itu privasi brengsek!!!"
"privasi? Kenapa? Memangnya kau memberi Yugi hadiah apa hah?!!" tanya Kaiba curiga. Bakura mulai menggaruk-garuk kepalanya.
"uhh....itu....Ah!! sudahlah!!! Terserah!!! jalankan saja rencanamu itu!! Aku tak mau ikut campur!!!" dengan itu Bakura mulai kembali berjalan ke dalam ruangan seraya melipat kedua tangannya. Sepertinya ia tak bisa menyelamatkan harga dirinya dari kehancuran. Kaiba kembali berkata dengan pasrah.
"baiklah sebaiknya sekarang kita serahkan hadiah kita pada Yugi...." semua mulai mengeluarkan kado mereka masing-masing. Yami hanya bisa harap-harap cemas menunggu gilirannya tiba untuk menyerahkan hadiahnya pada kembarannya itu.
"wah terima kasih atas hadiah Bukunya Shizuka-chan!! Aku senang sekali!!" Yugi terlihat gembira saat ia menerima hadiah beberapa buku pelajaran untuk mata kuliahnya dari adik perempuan Jounouchi itu. Ia lalu juga mulai menerima hadiah beberapa film DVD baru dari Anzu, dan sebuah kandang hamster(?) dari Honda.
"te...terima kasih atas kandang........hamsternya Honda" Yugi hanya bisa memaksakan diri untuk tersenyum dan menyembunyikan sweatdropnya. Semua juga hanya bisa sweatdrop melihat hadiah Honda.
"hehe....sama-sama Yugi. Tadinya aku ingin memberimu kandang ular tapi sepertinya kau tidak terlalu suka memelihara ular. Jadi ya.....kuberikan kandang hamster ini. semoga bermanfaat" Honda terlihat sangat antusias dan merasa 'Percaya Diri' dengan hadiahnya. Yugi hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan perasaan ill feel.
'se...sepertinya Honda berbakat menjadi pengurus kebun binatang......' batin Yugi merinding.
Tak lama kemudian, Jou mulai memberikan sebuah hadiah sepatu pada Yugi dan Kaiba memberikan Yugi sebuah laptop. Sebuah laptop terbaru keluaran jepang yang berkisar sekitar ehem.......30 juta.
"aku harap laptop itu bisa berguna untukmu Yugi....." Kaiba terlihat sangat santai menyerahkan hadiah yang 'menurutnya' sangat amat super duper double triple increadible unbearable dan unforgettable 'Sederhana' itu. Yugi hanya bisa menerimanya dengan perasaan canggung. Ia tidak terbiasa menerima hadiah yang begitu mewah dari seseorang.
"terima kasih banyak Kaiba-kun!! Aku sungguh sangat senang dengan hadiah ini!!" Yugi mulai tersenyum dengan manis dan mulai membungkuk. Kaiba hanya bisa menganggukkan kepala. Ia tak keberatan sama sekali memberi hadiah yang mahal pada Yugi karena Kaiba yakin bahwa kelak, Yugi akan menjadi bagian dari keluarganya jika memang Yugi menikah dengan Atem nantinya. dan Kaiba akan melakukan apa saja agar sepupunya itu bisa bersama dengan Yugi.
'lagipula, hadiahku tak seberapa jika dibanding dengan millenium puzzle yang akan diberikan sepupuku padamu.....' batin Kaiba. Tak lama kemudian Marik dan Malik mulai datang menghampiri Yugi.
"hmm.....Yugi-kun, karena hadiah dari kami masih membutuhkan beberapa persiapan sebaiknya biar sekarang giliran........Bakura dulu yang menyerahkan hadiahnya padamu" Bakura langsung melotot saat mendengar perkataan Malik. Ia hampir saja menjatuhkan kado yang berada di tangannya.
"A...APA?!! KE...KENAPA HARUS AKU?!!" Bakura mulai pucat setengah mati. Kini hadiah 'kaos kaki badutnya' terancam terekspose di muka umum. Semua mata kini tertuju pada Bakura.
"memangnya kenapa Bakura? Apa ada.....'masalah'?" Sarkastik Kaiba seraya menatap tajam ke arah Bakura. Keringat dingin mulai bercucuran di kening Bakura.
"uhh.....kenapa tidak yang lainnya saja hah?!! aku lebih senang menjadi yang paling akhir. Save the best for the last......." semua mulai sweatdrop mendengar hal itu. Bakura hanya bisa mengepalkan tangannya dan menyesali perkataannya sendiri.
'brengsek!!! Aku sungguh tolol!! Jika aku memilih giliran terakhir, maka perhatian semua orang akan semakin fokus padaku!!! Sial!!!' Bakura mulai meremas kadonya dan mulai memasukkannya ke dalam saku.
"ayo, sekarang giliran siapa?" perkataan Shizuka membuat Yami semakin gugup. Kini orang yang belum menyerahkan hadiahnya adalah dirinya dan juga Ryou. Keheningan terjadi sejenak. Tak ada yang melangkah maju ke arah Yugi maupun membuka suara. Suasana seketika itu menjadi tegang.
'ba...bagaimana ini? a...apa yang harus kukatakan pada Aibou nanti? A...apa aku harus mengungkapkan perasaanku di depan semua orang? Sungguh keterlaluan kau Set!!' batin Yami geram seraya menatap ke arah sepupunya yang sedari tadi terlihat tersenyum ke arahnya dan berbisik pada Jou. Tak lama kemudian saat keheningan masih saja terus terjadi, sebuah sumber suara baru mulai terdengar dengan jelas.
"sebaiknya kau duluan yang menyerahkan hadiahmu, Yami........aku yakin pasti ada sesuatu yang ingin kau sampaikan pada Yugi-kun......" mendengar hal itu Yami mulai menatap tajam ke arah Ryou. Ryou terlihat tersenyum ke arahnya. Ia tersenyum dengan sinis seperti iblis. Ada sesuatu dibalik perkataannya itu.
'apa yang akan ia rencanakan? Mengapa ia membiarkan aku mengungkapkan perasaanku pada Aibou? Sebenarnya apa tujuan Ryou?' Yami mulai memiliki firasat buruk. Ia masih terus menatap tajam ke arah kembaran roommatenya itu. bahkan Bakura juga terlihat waspada. Ia kenal betul dengan watak 'adik'nya itu. ia lalu mulai berjalan menghampiri Yami dan berbisik singkat di telinga roommatenya itu.
"berhati-hatilah Yami........Ryou merencanakan sesuatu" Yami mulai mengangguk mendengar hal itu.
"ya, aku tahu itu....." Yami terlihat sangat serius. Ia lalu mulai menatap ke arah Yugi. Yugi mulai tersenyum dengan lembut ke arahnya. Yami mulai berdebar-debar melihat hal itu.
'Aibou manis sekali.......jika Aibou benar-benar menjadi kekasihku, aku akan bisa melihat senyum manis itu setiap hari.....' batin Yami senang. Ia tak sabar menunggu masa-masa itu. masa dimana ia bisa bersama dengan Yugi dan bisa selalu mendekap kembaran kecilnya itu dengan sangat erat. Dengan perlahan-lahan, ia mulai berjalan ke arah Yugi dan memberikan hadiahnya pada kembarannya itu.
"bukalah Aibou......aku harap hadiahku bisa berkenan dihatimu" wajah Yugi mulai bersemu merah mendengar hal itu. hadiah dari kembaran punknya itu kini sudah berada di tangannya. Ia mulai tersenyum menatap Yami. Yami juga membalas senyum manis Aibounya itu. pandangan mereka satu sama lain sudah terlihat berbeda. Sudah terlihat jelas bahwa mereka saling jatuh cinta satu sama lain. Jou mulai mengepalkan tangannya dan mulai gugup. Inilah saat yang ditunggu-tunggu. Saat-saat dimana sahabat baiknya akan dapat bersatu dengan sepupu dari kekasihnya. Kaiba mulai menepuk bahu kekasihnya dengan lembut.
"heh, tak sabaran Katsuya?" Jou hanya merengut mendengar hal itu.
"tentu saja!! Ini adalah saat-saat penentuan Seto!! Yugi harus bisa bersatu dengan Yami!! harus!!" Jou terlihat antusias. Di sisi lain, Ryou mulai terlihat serius.
'sial!! Sebentar lagi, Yugi-kun akan membuka hadiah itu!! di saat begini, kemana dia?!! Harusnya dia beraksi sekarang!!!' batin Ryou kesal. Ia mulai menggigit bibir bawahnya. Ia mencoba menenangkan dirinya. Ia yakin bahwa perhitungan dari seluruh rencananya tak akan meleset. Yugi mulai membuka bungkus kado di tangannya itu secara perlahan-lahan. Rasa gugup mulai menyelimuti Yami. Moment-moment itu menjadi semakin bertambah tegang. Keheningan dalam ruangan itu semakin bertambah intensitasnya. Yang terdengar hanyalah suara kertas kado yang dirobek secara perlahan-lahan.
Krek!! Sret!!
di saat hampir saja Millenium Puzzle di tangan Yugi terlihat, sebuah interupsi yang tidak terduga datang menyongsong moment itu.
"KYAAA!!!! TUNGGU!!! JANGAN DI BUKA DULU, YUGI BOY!!" Suara menggelegar dari orang yang sangat amat di benci oleh seluruh penghuni wisma Sennen mulai terdengar di seluruh ruangan. Prosesi pembukaan hadiah itu harus mengalami interupsi.
"YUGI BOY!!! BAGAIMANA KAU BISA MELUPAKAN AKU?!!! AKU JUGA INGIN MEMPERLIHATKAN HADIAH SPESIALKU PADAMU!!!" Pegasus mulai meloncat-loncat dengan tidak jelas. Jou mulai geram dengan hal itu.
"Brengsek!!! Banci sialan itu mengganggu saja!!! Kenapa dia bisa lolos dari WC sih!!!" Jou benar-benar panas dan ingin segera menghajar Pegasus gila-gilaan. Kaiba mencoba menahan kekasihnya itu dan menenangkannya. Di sisi lain Ryou mulai tersenyum. rencananya sungguh berjalan dengan lancar.
"sepertinya kau harus bersabar Yami. sebaiknya kita memberi kesempatan pada Pemilik kos untuk menunjukkan hadiahnya pada Yugi-kun. tenang saja, setelah giliran Pegasus-san, kau bisa menggunakan giliranku........aku akan mengalah untukmu......" mendengar hal itu Yami hanya bisa menggeram. Ia tahu bahwa hal ini juga termasuk rencana Ryou. Kembaran roommatenya itu benar-benar sangat licik.
"terima kasih atas kesediaannya untuk menyerahkan giliranmu padaku Ryou........aku sungguh sangat menghargainya......" desis Yami sarkastik. Ryou kembali tersenyum sinis dengan hal itu. Yugi mulai tak nyaman dengan situasi panas di antara housematenya itu. ia lalu mulai meletakkan hadiah kembarannya ke atas meja.
"ba...baiklah, a...apa hadiah yang akan kau berikan padaku, Pegasus-san?" Yugi mulai bertanya dengan sangat canggung. Pegasus mulai tertawa dengan sangat mengerikan.
"hadiahku adalah........sebuah tarian adat istiadatku yang terbentuk oleh penggabungan seksi antara tarian ballet dan Hotnya gerakan fitness. Kupersembahkan ini untukmu Yugi boy......fuhuhuhu!!!" semua hanya bisa sweatdrop dengan hal itu. mereka hanya ingin 'menyingkirkan' Pegasus secepatnya sebelum wisma ini dipenuhi dengan tsunami muntah.
Tak lama kemudian, Pegasus mulai berjalan menuju ke sebuah lemari yang letaknya berada dipojokan dan mulai mengeluarkan sesuatu. Ia ternyata membawa sebuah botol yang berisi suatu cairan dan lalu ia segera berdiri tepat di tengah-tengah ruangan. Semua mulai menautkan alisnya menatap Pegasus.
"lihatlah ini Yugi boy......lihatlah ungkapan perasaanku ini padamu!!!"
"huh?" Yugi mulai mengernyitkan keningnya mendengar hal itu. tak lama kemudian Pegasus terlihat meminum cairan yang berada di dalam botol itu. seketika itu semuanya mulai terbelalak saat mengetahui cairan apa yang sudah di teguk oleh Pegasus.
"ba...bau ini.....bu...bukannya ini bau......Minyak tanah?!!" Anzu mulai berspekulasi. Semua yang mendengar pernyataan Anzu hanya bisa menganga seraya menatap Pegasus. Satu pertanyaan yang ada di kepala mereka. Untuk apa Pegasus menenggak.......minyak tanah?
Tak lama kemudian, pemilik wisma Sennen itu mulai menyalakan korek api dan setelah api terlihat membara di ujung korek, Pegasus mulai memasukkan korek itu ke dalam mulutnya. Semua mulai terbelalak saat Pegasus ternyata mulai........
BBWWWOOOOOOOOOSSSSHH!!!!!
"HOLY MOTHER OF HETALIA(?) DI...DIA MENYEMBURKAN API!!!" Honda benar-benar shock. Pegasus terus saja menyemburkan api bak knalpot sepeda motor yang mengepulkan asapnya. Seketika itu ruangan menjadi panas. Bahkan semua orang yang melihat Pegasus mulai mundur dan menjaga jarak dari pemilik kos sinting itu. tak lama kemudian, Pegasus mulai mengangkat barbel pinknya dan mulai berputar dan bergaya seperti angsa(?) ia terus berputar-putar dan kembali menyemburkan api. Semua orang yang melihat kejadian mengerikan itu hampir saja terserang penyakit jantung dan komplikasi(?)
"di...dia benar-benar tidak waras!!! Kita harus segera menghentikan dedemit itu Malik sayang sebelum ia melakukan pertunjukan Debus(?)!!" ujar Marik. Malik mulai menganggukkan kepala dan segera keluar dari ruangan itu.
Yugi masih dilanda shock. Kaiba, Jou, Yami dan yang lainnya mencoba untuk berkumpul di satu sudut ruangan yang jaraknya paling jauh dengan Pegasus.
"OOOUUWWWOOO!!!! YUGI BOY!!!! AAAARRRGGHHH!!!! SELAMAT ULANG TAHUN!!! BWWOOOSSSHH!!!! AAUUHH!!! DURUDUM!!! JEDAR!!! JEDAR!! AKH!! GGRROOAAARRR!!!!!" Suara nyanyian dengan lyric gaje itu terus menggema dari mulut Pegasus. Semua mulai menutup telinga masing-masing. Mereka yakin jika mereka tidak menutup telinga maka system pendengaran mereka pasti akan langsung terkena gangguan dan telinga mereka akan mengeluarkan darah.
"SI...SIAL!!! KENAPA JADI BEGINI?!! SEMUANYA KACAU!!! KACAU!!!" Jou mulai kesal. Ia benar-benar jengkel karena pesta ulang tahun sahabat baiknya menjadi kacau seperti ini. ia lalu mulai menepuk bahu Yugi. Raut wajah bersalah mulai terlihat di paras tampan pria berambut pirang itu.
"maafkan aku Yug......pesta ini kacau....." Yugi mulai menggelengkan kepala mendengar hal itu. ia mulai melayangkan senyumnya pada kawan pirangnya itu.
"tidak masalah Jou. Ini bukan kesalahanmu......" Jou mulai tersenyum dengan hal itu. di sisi lain Yami mulai melihat sekelilingnya. Ia benar-benar merasakan firasat buruk.
'di ruangan ini terdapat aku, Aibou, Jou, Seto, Shizuka, teman Aibou si Honda dan Anzu juga masih ada. Isono juga ada, dan yang tidak ada adalah Marik, Malik lalu.........' seketika itu Yami mulai terbelalak shock. Dengan cepat ia mulai menoleh ke arah meja untuk tempat meletakkan hadiah dan Yami hampir terkena serangan jantung saat ia mengetahui sebuah realitas baru yang menggemparkan.
'Mi....Millenium Puzzle........lenyap?!!'
-------Lorong Wisma Sennen-------
Di saat yang sama terlihat seseorang yang sedang mencengkram suatu benda di tangannya. Benda itu terlihat berkilau walaupun di tengah gelapnya lorong. Sebuah senyum dingin mulai tersimpul di bibir figur itu.
"haha.....rencanaku benar-benar sukses......benar-benar sukses. Sekali benda ini hancur, kemenangan berada di tanganku dan Yugi-kun akan menjadi milikku selamanya...." Ryou mulai tersenyum seperti iblis. Ia mulai merobek kertas kado yang membungkus Millenium Puzzle dan mulai mencengkram puzzle itu erat-erat.
"tak akan ada yang bisa menghalangiku....."
"oh ya? Apa benar seperti itu?"
Ryou benar-benar terkejut mendengar sumber suara itu. dengan cepat ia mulai mengarahkan pandangannya ke sosok figur yang saat ini berjalan mendekat ke arahnya.
"Bakura......"
"hah!! kau benar-benar jenius adikku.......membuat situasi berjalan seperti rencanamu dan mencari sebuah cela yang bisa kau jadikan peluang. Aku kagum padamu......" nada sarkastik terdengar dengan jelas dari perkataan Bakura. Ryou mulai menatap tajam ke arah kembarannya itu.
"kau terlambat. Akulah yang akan menjadi pemenang dalam permainan ini......"
"Apa maksudmu?!!" belum sempat Bakura merespon lebih lanjut, Ryou mulai mengangkat Puzzle itu tinggi-tinggi. Bakura mulai shock saat ia mulai mengetahui tujuan Ryou yang sebenarnya.
"ka...kau tidak benar-benar akan menghancurkan puzzle itu kan, Ryou......?" Bakura terlihat pucat. Ryou mulai tersenyum bagaikan iblis melihat hal itu.
"hahaha!! Kau pikir aku tidak mampu berbuat rendah seperti ini? kau salah Bakura.......aku sudah berubah. Aku bukanlah pengecut seperti dulu lagi. Aku bisa berbuat semauku sekarang......termasuk perbuatan licik seperti ini!!!"
"Tu...Tunggu!!! jangan lakukan ini Ryou!!! HENTIKAN!!!"
CTAAARR!!!!!
dengan gerakan cepat, Ryou mulai membanting Millenium Puzzle ke lantai dengan sangat keras. Bakura terbelalak dengan apa yang baru saja dilakukan oleh kembarannya. Saat ini setengah dari bagian Millenium Puzzle telah pecah. Kepingan puzzle itu mulai berceceran di atas lantai. Bakura mulai emosi melihat hal itu. ia mulai menatap kembarannya itu dengan tatapan pembunuh.
"KAU BENAR-BENAR LICIK!!!" Ryou hanya bisa tertawa mendengar hal itu. ia terus tertawa penuh kemenangan. Ia mulai melipat kedua tangannya dan menatap tajam ke arah Bakura.
"tak ada yang bisa menghalangiku mendapatkan Yugi. Akan kuhancurkan semua yang berani menghalangi jalanku. Termasuk kau kakak.......aku senang menghancurkanmu........aku sangat senang sekali........"
"kau benar-benar keparat Ryou!!! Lihatlah, suatu hari nanti, akan kuhancurkan hidupmu!!! Kau akan menerima ganjaran karena telah mengacaukan takdir orang lain!!! Ingatlah itu!!!" Bakura mendesis emosi. Lagi-lagi Ryou hanya bisa tersenyum seperti iblis mendengar hal itu. tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki seseorang yang berlari memasuki lorong.
"PUZZLEKU!!!"
Yami terlihat shock saat ia melihat millenium puzzle peninggalan ibunya hancur dan berceceran di atas lantai. Ia lalu mulai memungut dan menggenggam kepingan yang tercecer itu dengan sangat erat. Tubuhnya mulai gemetar. dengan perasaan emosi ia langsung menatap tajam ke arah Ryou.
"KAU APAKAN HADIAH UNTUK AIBOU?!!! KAU APAKAN HAH?!! MENGAPA KAU MENGHANCURKANNYA!!! MENGAPA?!! KA...KAU BENAR-BENAR BRENGSEK!!!!" Yami mulai geram dan langsung mencengkram kerah kemeja Pria albino itu dengan penuh kekuatan. Yami benar-benar sangat marah. Ia tak menyangka bahwa Ryou bisa selicik ini. Ryou mulai menunduk dan tertawa dengan hal itu. tak lama kemudian ia mulai menatap Yami dengan pandangan sinis.
"inilah akibatnya jika kau berani menghalangi jalanku untuk mendapatkan Yugi. kau akan hancur Yami.......kau akan hancur......hahahahaha!!!" Ryou benar-benar tertawa dengan nada menghina. Yami mulai meremas kerah kemeja pria berambut putih itu dan dengan cepat, ia mulai menarik tubuh pria albino itu dan menjatuhkannya ke atas lantai.
DDUUAAKK!!!!
Tanpa basa basi lagi, Yami mulai melayangkan kepalan tangannya untuk memukul kepala pria itu dan meninju wajahnya dengan amat keras. Hal itu membuat Ryou semakin terpental ke bawah dengan aliran darah yang mulai mengucur dari mulutnya.
"TEGANYA KAU!!! TEGANYA KAU MENGHANCURKAN MILLENIUM PUZZLE!!! HADIAH ITU SUDAH MATI-MATIAN AKU SUSUN UNTUK AIBOU!!! DAN KAU DENGAN MUDAHNYA MENGHANCURKAN PUZZLEKU BEGITU SAJA!!! KAU BENAR-BENAR BAJINGAN!!!! KEPARAT!!!!" Yami semakin bertambah emosi. Ryou mulai mencoba bangun perlahan-lahan dan mulai mengusap darah yang keluar dari mulutnya. Ia lalu mulai menatap ke arah Yami dan kembali tersenyum seperti iblis.
"sampai kapanpun kau tak akan bisa mendapatkan Yugi, Yami......Yugi sudah menjadi milikku sejak dulu. Ia adalah orang yang sangat berharga bagiku. Tak akan kubiarkan Yugi jatuh ke tangan orang sepertimu. Kau sudah kalah Yami........kau sudah kalah......" Ryou kembali tertawa. Ia benar-benar seperti orang yang sudah kehilangan akal sehatnya. Yami mulai mengepalkan tangannya erat-erat. Tubuhnya mulai gemetar. Ia kembali menatap tajam ke arah Ryou dan dengan cepat ia kembali meninju wajah pria albino itu sekali lagi. Pukulan itu begitu keras dan menyakitkan. Ryou mulai mengerang kesakitan dan mulai mundur beberapa langkah. Di saat Yami hendak kembali menghajarnya, Bakura mulai mendekap roommatenya itu dan mencoba menenangkannya.
"TENANGKAN DIRIMU YAMI!!!"
"LEPASKAN AKU BAKURA !!!! AKAN KUHAJAR BEDEBAH INI!!! AKAN KUBUNUH DIA!!!!" Yami semakin kehilangan kendali. Emosi pria punk itu mulai tidak stabil. Ryou hanya bisa terdiam dan kembali mengusap pipinya yang terkena pukulan dari Yami. Bakura masih terus mendekap tubuh Yami dan mulai menatap tajam ke arah Ryou.
"jika kau tidak ingin mati sebaiknya segera pergi dari sini...." ancaman dingin Bakura benar-benar sangat serius. Ryou yang tak ingin mengambil resiko itu dengan cepat segera berjalan pergi meninggalkan lorong. Yami masih mencoba berontak dari cengkraman Bakura. Amarah masih terus meluap-luap dari dalam dirinya.
"JANGAN LARI KAU PENGECUT!!! LEPASKAN AKU BAKURA!!!! LEPASKAN!!!"
"TENANGLAH YAMI!!! JANGAN BIARKAN EMOSI MEMBUATMU MELAKUKAN TINDAKAN BODOH!!!! AKU BERSUMPAH IA AKAN MENERIMA GANJARAN!!! AKU BERANI BERSUMPAH AKAN HAL ITU!!! IA TAK AKAN BISA LARI DARI KEHANCURAN YAMI!!! IA AKAN MENDAPAT BALASANNYA!!!" dengan itu Bakura mulai melepas cengkramannya dari roommatenya itu. seketika itu Yami mulai menunduk dan berlutut.
"AAARRGGHH!!!"
Yami mulai menjerit dan kembali mengepalkan tangannya dengan sangat erat. ia langsung meninju lantai dengan amat keras. Tubuhnya mulai gemetar. Tetesan air mata mulai jatuh dan mendarat di atas lantai. Bakura mulai terkejut melihat hal itu.
"Ya...Yami...."
"teganya ia melakukan hal ini padaku.......aku sudah susah payah memasangnya Kura.......a..aku begitu mencintai Aibou!! Apakah ini cara ia merebut Aibou dariku? Dengan cara rendah seperti ini?!!"
Walaupun tak ada suara tangis namun air mata terus mengalir dari kedua mata merah Yami. Bakura mulai tidak tega melihat keadaan sahabat baiknya itu. kerja keras roommatenya itu harus dibalas dengan perbuatan rendah seperti ini. ia mulai mengepalkan tangannya erat-erat. Ia sendiri juga tak menyangka bahwa adiknya itu bisa melakukan perbuatan licik seperti ini. amarah dan rasa dendam mulai muncul dari dalam hati Bakura. Ia mulai mengalihkan pandangannya ke samping.
"tenanglah Yami......aku bersumpah bahwa ia akan menerima ganjaran dari semua perbuatan jahatnya padamu. Aku bersumpah akan hal itu......" Yami hanya bisa terdiam dengan hal itu. ia mulai mengusap air mata yang mengalir dari kedua mata merahnya dan mulai memungut semua kepingan Millenium Puzzle yang tercecer di atas lantai. Bakura mulai terkejut melihat hal itu.
"Ya...Yami!!! a..apa yang akan kau lakukan?!!"
"aku akan memasangnya kembali......"
"APA?!!!" Bakura mulai shock mendengar hal itu. roommatenya itu berusaha melakukan hal yang tidak mungkin.
"kau ingin memasangnya lagi sekarang?!! Hal itu mustahil Yami!!! kau tak akan bisa menyelesaikannya tepat waktu!!! Kau harus mengungkapkan perasaanmu pada kembaranmu itu sekarang juga!!!" Bakura terlihat bersikeras dan mulai mengguncangkan bahu roommatenya itu. Yami hanya bisa membuang muka dan tetap mencoba memasang Millenium puzzle milik ibunya itu.
"puzzle ini sudah ditakdirkan untuk menjadi milik Aibou. Aku harus bisa menyelesaikannya dan memberikan ini padanya Bakura!!!"
"tapi kau tak akan bisa menyelesaikannya tepat waktu Yami!!! Ryou akan memanfaatkan kesempatan ini!!! kau akan terjebak dalam perangkapnya!!! Ia sengaja menghancurkan Puzzlemu agar kau tak bisa mengungkapkan perasaanmu terhadap Yugi!!! Kau akan terlambat Yami!!!" Yami hanya terdiam dan menunduk dengan hal itu. yang dikatakan oleh Bakura memang ada benarnya juga. Yami tahu akan hal itu. namun ia yakin jika ia tidak menjalankan roda takdirnya, ia tak akan pernah bisa bersatu dengan Yugi.
"aku akan tetap menyelesaikan puzzle ini Kura.......ini sudah menjadi bagian dari takdirku. Aku yakin jika aku tidak memberikan puzzle ini pada Aibou, aku tak akan pernah bisa bersatu dengannya meskipun aku sudah mengungkapkan perasaanku padanya. Puzzle ini sengaja ditinggalkan ibuku padaku agar aku bisa mengikat Aibouku.....dan aku tak akan bisa lari dari takdir puzzle ini......aku percaya pada puzzle ini sampai akhir......" dengan itu Yami mulai mencoba memasang puzzlenya. Bakura hanya bisa pasrah dengan hal itu. ia yakin apapun yang ia katakan untuk meyakinkan roommatenya itu, sahabat baiknya itu akan tetap bersikeras untuk menyelesaikan Millenium Puzzle.
'Yami tak akan bisa tepat waktu menyelesaikan Puzzle itu saat ini juga. Ryou benar-benar licik!! Aku bersumpah ia akan menerima balasannya Yami......walaupun ia sudah berhasil mendapatkan Yugi tapi, hukum karma akan datang padanya......aku bersumpah akan hal itu.....' Batin Bakura kesal. Ia lalu mulai bersandar di dinding seraya melipat kedua tangannya dan mengawasi roommatenya yang saat ini sedang terduduk dan memasang Puzzle dengan serius. Di tengah-tengah moment itu, seseorang mulai tertawa dengan penuh kemenangan. Ia terus tertawa dan tersenyum bagaikan iblis dari balik kegelapan.
"kau akan terlambat Yami........teruslah berusaha memasang puzzle itu hingga waktumu habis.......Sebentar lagi, hidupmu akan hancur sepenuhnya dan sudah dapat kupastikan bahwa Yugi-kun........akan menjadi milikku......."
To Be Continued.......
Ryou sudah menjalankan rencana liciknya. Yakni menghancurkan Millenium Puzzle. Di tengah-tengah keadaan genting itu, Yami memutuskan untuk memasang Millenium Puzzle hingga selesai. Namun apa yang akan terjadi selanjutnya? Rencana licik apalagi yang akan dilakukan oleh Ryou? Lalu bagaimana dengan kelanjutan pesta yang semakin kacau balau ini? Saksikan di chapter berikutnya.
Author : gomen!! Lagi-lagi event intinya terpotong karena keterbatasan halaman. Saya yakin pasti sudah banyak yang bisa menebak bahwa millenium puzzle akan hancur, tapi tenang saja. Kejutan tak terduga akan datang di chapter-chapter berikutnya. More torment will come!!! XDD (langsung di sambit kolor) Semoga chapter ini tidak terlalu mengecewakan para reader sekalian!! XDD (di sembur) terima kasih untuk semua yang telah me-review fic ini!!! ^__^
To Vichan91312 : ehehe!! Honda ama Jou emang gaje gila Vichan!! XDD Ryou semakin lama semakin menyebalkan. Dia masih akan melakukan perbuatan yang lebih jahat lagi daripada ini. semoga chapter ini bisa memuaskan anda. Arigato ne Vichan!! XDD
To Dika The Winged Kuriboh : hehe, jarak Rumah Honda ama Wisma Sennen sebenarnya jauh. Tapi Honda ngebut tuh!! Namanya aja udah Honda alias merk sepeda motor XDD (langsung diserodok Honda) ehehe, mau lihat kostum the matrixnya Yami? ada di foto profil FB saya yang sekarang lho Kurii chan!! XDD kalo yang Yugi, saya nggak ada gambarnya DX, hmm pertumpahan darah? Tenang, yang ada cuman pertumpahan air mata(?) eh? Tapi Ryou tadi kan dijotos Yami n keluar darah? hehe, arigato buat reviewnya Kurii chan!! Ganbatte!! XDD
To Sora Tsubameki : halo Sora san!! XDD senang melihat anda kembali. Udah jangan pake Hiatus!!! Bakar aja Hiatusnya!!! DX
Hiatus : -_- maksud loe?
Author : ehehe, memang enak tuh punya pacar sekaya Kaiba. Semua barang yang dibeliin jadi pada lebay dan serba mahal n mewah XDD ahaha, Shizuka tentunya masih belum setuju ama hubungan Kaiba n Jou tapi dia jaga imej di ultahnya Yugi. Kan serem kalo Psyconya tiba-tiba kumat di tengah-tengah pesta ultah? Hehe, untuk Peggy, ah!! Tak perlu diberi belas kasihan deh!! Tuh banci emang sarap!! (dijotos Peggy) hehe, sekali lagi Arigato ne Sora-san!! Jangan kalah ama Hiatus(?) ganbatte selalu!!! ^__^/
To coolkid4869 : ahaha!! Si Honda emang melihara sapi. Bahkan dia mungkin melihara binatang-binatang yang lain di rumahnya. Yugi aja ampe dikasih kandang hamster!! Sungguh calon pengurus kebun binatang yang baik!! XDD (disambit Honda) untuk Kaiba, tuh orang emang minta di getok. Sekarang aja ngasih hadiah laptop 30 juta ke Yugi XDD (dibantai) hehe, arigato buat reviewnya Coolkid san!! ^_^
To Ryuu No Kami : eheh gimana si Ryou, Ryuu kun? Apakah masih belum cukup kotor(?) (langsung diinjek Ryou) tenang, dia akan melakukan perbuatan yang super duper double triple increadible unbearable dan unforgettable 'Jahat' di chapter depan!! (langsung digiles) untuk masa lalu Kura dan Ryou sepertinya masih lama Ryuu-kun. Gomen!! DX (langsung dilempar gentong ama Ryuu-kun) ini fic bener-bener masih jauh dari kata tamat!! Huwaah!! Apa saya yang bikin cerita terlalu lebay ya? DX (langsung dilempar pabrik(?)) btw, makasih banyak buat reviewnya Ryuu-kun!! Arigato ne!! XDD
To Shara Serenia : ahaha!! XDD saya sebenarnya juga gatel(?) pengen bikin scene raepnya Yami X Yugi Shara-san XD, tapi sayangnya fic ini sudah memasuki plot!! Huwaah!! DX (langsung digepruk) ahahaha!! Kura lagi kebingungan nyembunyiin kaos kakinya. Save the best for the last XD (Dibantai Bakura) untuk Bakura tralala sepertinya tidak muncul!! Gomen!! DX (langsung di jotos) wah!! Flame yang di tabung Shara-san udah berbunga loh!! XDD (langsung di lempar flame) hehe, sekali lagi arigato ne Shara san!!! XDD
To Nonohana Kizure : saya jawab listnya!! XDD : ehehe, anak sapinya Honda? Gimana kalo dinamain 'Pegasus' atau 'Peggy' aja XDD (digorok Peggy) ya Kura emang ngado kaos kaki. Dia ampe bingung sendiri di chapter ini XDD (langsung dicekik pake kaos kaki ama Bakura) tampang Yugi saat dikasih kaos kaki? Mungkin ada di chapter depan XDD hehe, kalo mau lihat gambar Kaiba ama Yami versi The Matrix, ada di foto profil Facebook saya yang sekarang. Cari aja, username saya Rossy Arisato, hehe, jangan lupa kalo Nonohana-san punya account FB, saya di Add sekalian. Hehe XDD haha!! Si Kaiba emang sinting!! Untung Yugi masih belum umur 80 tahun, haha bisa-bisa kuenya jadi 80 tingkat tuh!! XDD (dibantai Kaiba) si Peggy sudah menunjukkan kebolehannya dalam menari disini XDD sekali lagi arigato buat reviewnya Nonohana san!! XDD
To Aihara Zala : haha!! Emang kasihan Yugi. Ultah malah apes XDD (langsung digiles Yugi) Yami emang sekseh!! XDD kalo mau lihat fotonya, ada di foto profil Facebook saya XDD aih!! Kue segitu banyaknya kayaknya lebih enak buat ngerajam Pegasus!! XDD (langsung dilempar sandal ama Peggy) arigato buat reviewnya Aihara san!! XDD
To De-chan_aiShiro : hehe, mimpi Bakura akan diterjemahkan oleh Bakura sendiri di chapter kedepannya nanti jadi tetap stay tune De-chan!! ^^ hmm....Ryou masih akan melakukan hal-hal kejam lainnya. Ini masih belum ada apa-apanya! (langsung dijotos Ryou) hehe, Yami datang dengan kuda? Seperti di negeri dongeng!! Keren tuh!! XDD om Peggy sudah beraksi di chapter ini ampe nyeburin api segala XDD (di jitak Pegasus) ahaha!! Sekali lagi arigato ne De-chan!! XDD saya akan selalu menunggu review anda. Oh ya!! Kirim salam elus lagi buat Jun pyu_pyu!! XDD arigato ne!! ^_^
To ArcXora : ahaha!! Yugi ultah!! Yuu-chan!! Kau sudah di beri hadiah ama Xora san dkk!! ^__^
Yugi : Arigato Gozaimasu!! Hadiahnya keren-keren!! ^__^/
Author : ehehe, banyak yang penasaran ama busananya Yami yang versi The Matrix, kalo Xora san mau lihat, ada di foto profil facebook saya yang sekarang!! ^__^ username saya Rossy Arisato. Jangan lupa di komen dan di Add ya Xora san!! XDD (langsung di sambit) wokeh, arigato buat reviewnya!!! XDD
To Uchiha 'Haruhi' Gaje : ahaha!! Saya waktu Sma dulu juga lagi gila-gilanya ma fanfic!! XDD selalu baca diem-diem di bawah kolong meja pas tengah-tengah jam pelajaran. Saya juga sering ngabisin pulsa gara-gara nunggu update-tan fic!! Anda tidak sendiri Haruhi-san!! Saya juga seperti anda waktu itu!! XDD (langsung ditampol) kalo pengen lihat baju The Matrixnya Yami, ada di foto profil Facebook saya yang sekarang. Username saya Rossy Arisato, hehe sekalian di add dan di komen ya XDD (langsung digergaji) sekali lagi arigato buat reviewnya Haruhi san!! XDD
To KitsuNeko : ehehe!! Om Pegasus alias Pega alias Peggy udah beraksi di chapter ini. semoga dapat menghibur Neko san XDD (langsung disembur api ama Pegasus) ahah, kekejaman Ryou di chapter ini masih belum ada apa-apanya. Di chapter depan akan terjadi pertempuran dan tetes menetes air mata gila-gilaan!! Jadi jangan khawatir Neko san!! XDD hehe, sekali lagi arigato ne Neko san!! XDD
To Kuzu here Kuzu There : halo!! Selamat datang di fic saya XDD hehe, Yami ama Yugi kalo interaksi emang lucu banget XDD di chapter ini juga udah ada Jou x Kaiba. Mudah-mudahan bisa menghibur. Sekali lagi arigato ne Kuzu-san!! XDD
To Bm, Lisa, Devil xXx, Y x Y dan Pembaca yang lain : arigato!!! Terima kasih!! XDD
Yugi : Stop!!! Sebelum meninggalkan fic ini, jangan lupa review kembali. Pertanyaan, saran, kritik yang membangun akan sangat di terima dengan senang hati oleh Author ^____^
Yami : -_- untuk flame akan digunakan untuk merajam Ryou gila-gilaan
Ryou : (sweatdrop)
Author : hehe, sampai jumpa di chapter selanjutnya!! Ja Ne!! ^_^
