1

2

3

~START~

#Back To Konoha

Kurenai tersenyum,dia memang mengharapkan apa yang dikatakan Kakashi begitu juga dengan Asuma dan Guren. "Ya begitulah"balas Kurenai tidak bisa berkata apa-apa lagi,karena dia sudah lelah dengan pertarungan yang menegangkan seharian ini.

Naruto berjalan dengan pelan,pedang shikyou yang digenggamnya dengan erat kini telah kembali ke fuuin penyimpanan pemuda akage tersebut. "Kai"Kekai yang melindungi tempat itu kini telah menghilang,membuat tempat yang tadinya terisolasi dari dunia luar kini telah terbuka.

Pemuda akage itu berjalan dengan santainya melewati para Jounin elite Konoha untuk sampai ketempat Guren, "Kau..apa kau tidak apa-apa?"tanya Naruto dengan suara baritonnya yang khas dan membuat sekumpulan gadis histeris karenanya.

Guren yang ditanya seperti itu hanya bergumam tidak jelas,karena dia hanya mendengar suara Naruto,tetapi tidak dengan pertanyaannya. "Guren..Guren?.."ucap pemuda itu berkali-kali untuk menyadarkan gadis itu dari khayalan indahnya.

"Eh,ada apa Naruto-kun?"tanya gadis itu dengan polosnya,membuat sang Uchiha muda menahan kekesalannya,yah kesal.Sebenarnya dia tidak tahu apa itu arti dari kata kesal,sedih,ataupun marah,tetapi entah kenapa dia bertanya pada dirinya sendiri apakah ini rasa kesal,sedih,dan senang.Itu yang dipikirannya sekarang,setelah dia melewati beberapa tahun disini,yah saat disini entah kenapa menurut dia emosi yang selama ini terkurung didalam dirinya perlahan keluar dengan sendirinya,membuat dia menjadi manusia sejati.

"Hm,kau membuatku..."ucap Naruto menggantungkan perkataannya lalu melirik kearah para Jounin elite Konoha,dan itu membuat Guren jauh lebih kesal.

"Lanjutkan perkataanmu Naruto-kun!!"teriak Guren,tetapi teriakan gadis itu bagaikan angin lalu baginya dan dia tidak perduli.

Naruto memandang datar para Jounin elite Konoha yang sepertinya sudah tidak dapat bertarung kembali, "Apa kalian baik-baik saja"tanya pemuda itu.

Kakashi tersenyum kecil,dia sepertinya bangga mempunyai anak murid yang jauh lebih hebat darinya,pemuda itu sudah jauh lebih hebat darinya dan melampaui masa-masanya dahulu, "Yah,kami baik-baik saja dan Naruto..."pria itu menyipitkan matanya, "Apa tujuanmu sekarang dan nanti?"tanya pria itu dengan nada serius,membuat suasana menjadi hening dan tegang.

Naruto menatap tajam Kakashi,dia sepertinya bingung dengan alur pertanyaan pria itu, "Kau pasti mempunyai tujuan bukan,saat kau pergi dari desa ini dan jika kami boleh tahu,apa tujuanmu sekarang dan nanti"jawab Kakashi dia membalas tatapan muridnya itu.

Naruto membalikan badannya memperlihatkan lambang Uzumaki di jubah hitam yang sudah tidak berbentuk kembali akibat dari pertarungan Naruto dengan kedua missing-nin tadi, "Tujuanku..."Naruto melirik Kakashi dengan mangekyou abadinya, "Membalaskan dendamku ini,hanya itu,dan melanjutkan apa yang sudah seharusnya aku lakukan dari dulu,kau hanya perlu tahu itu Hatake Kakashi,begitu juga dengan kalian"lanjut pemuda itu lalu membantu Guren untuk berdiri,karena sepertinya dia mengalami pergoncangan chakra yang cukup besar akibat dari pertarungan Naruto dan dua anggota dari Akatsuki.

"Apa maksudmu kami hanya perlu tahu sebatas itu saja? Bukankah kami ini Ninja elite dari Konoha yang kedudukan kami bahkan setara dengan pemimpin council,jadi bukankah kami memiliki hak untuk mengetahui apa yang akan kamu lakukan"ucap Asuma yang sepertinya dia tidak suka dengan keangkuhan Uchiha muda tersebut,begitu juga dengan Kakashi dan Kurenai.

Naruto mendengus,dia sepertinya tidak peduli dengan kedudukan dan apa itu yang dinamakan jabatan,karena yang paling dia anggap sebagai perintah dan hak mutlak yang harus dia patuhi hanyalah Hokage sementara yang lainnya,dia sama sekali tidak peduli. "Aku sama sekali tidak peduli dengan apa itu hak dan apa itu kedudukanmu di desa ini dan jangan tanyakan aku kenapa aku sama sekali tidak peduli,karena pada dasarnya aku tidak pernah berhutang penjelasan apapun kepada kalian..."pemuda itu memapah Guren dengan pelan,membuat wajah gadis itu merah padam,karena untuk pertama kalinya dia diperlakukan seperti ini oleh Naruto.

"Untuk sekarang aku akan kembali ke Konoha,karena ada beberapa Informasi yang harus kusampaikan langsung kepadanya"ucap pemuda akage itu lalu melesat cepat kebeberapa batang pohon yang berada disekitarnya,begitu juga dengan ketiga Ninja elite tersebut,mereka sepertinya penasaran dan ingin mengetahui Informasi apa yang ingin disampaikan oleh pemuda akage tersebut.

Kakashi menatap tajam punggung Naruto,dia benar-benar tidak mengetahui tentang muridnya itu,yah pria berambut perak itu masih menganggapnya sebagai muridnya. "Kakashi.."gumam Kurenai yang sepertinya dia merasa iba dengan temannya itu,yah baru pertama kali ini dia melihat pancaran mata yang menyiratkan kesedihan dimata pria itu,karena pada dasarnya pria itu memiliki pancaran mata yang penuh dengan gairah,semangat,dan kebahagiaan,tetapi kini pancaran mata pria itu mulai pudar.

"Hatake Kakashi"ucap Asuma,membuat Kakashi menoleh kepadanya, "Ada apa?"tanya pria itu dengan nada yang serius.

Asuma melirik kearah Naruto,dia masih mencurigai pemuda itu,entah kenapa dia ingin sekali menangkap dan menginterogasinya,karena ada beberapa hal yang begitu mengganjal dari pemuda itu,tetapi dia juga tahu bahwa kesempatan untuk berhasil menangkapnya hanyalah beberapa persen saja terlebih lagi dia sekarang dalam keadaan yang tidak menguntungkan.

"Jangan lengah,kita harus mengawasinya sampai ketempat Hokage,aku sama sekali tidak mempercayainya,walaupun Yondaime Hokage sekalipun mempercayainya tetapi aku tidak dan begitu juga denganmu.Kau berusaha untuk mempercayainya,karena kau menganggap bahwa pemuda itu masihlah muridmu,tetapi jangan seperti Sandaime Hokage,Kakashi,karena terlalu mempercayai muridnya..."ucapan Asuma dipotong oleh Kakashi, "Aku tahu antara mempercayai dan terbodohi Asuma,jangan khawatirkan aku,karena aku lebih berpengalaman darimu"ucapnya dengan mata yang menajam dan menunjukan keseriusan.

"Hm,yah bagus kalau begitu.Meskipun Konoha dan beberapa desa besar lainnya tidak mencatumkan namanya dalam Bingo Book,tetapi bukan seenaknya dia bisa memasuki kawasan desa dengan mudah,karena pada dasarnya kita tidak tahu jelas apa tujuannya kedesa ini"ucap Kurenai memperjelas situasi dan diberi anggukan paham oleh Kakashi dan Asuma.

At Place to Naruto

Naruto menyeringai lalu melirik kearah Guren yang dalam gendongannya dengan gaya bridal style dan itu tentu saja membuat wajahnya lebih merah padam lagi, 'Kenapa dengan gadis ini,sejak tadi dia sama sekali tidak bersuara,apa separah itukah pergoncangan chakranya hingga dia tidak bisa bersuara sama sekali?'batin pemuda itu,tetapi sepertinya dia sama sekali tidak memusingkan keadaan Guren,karena prioritas utamanya adalah Yondaime Hokage.

Dia melirik kearah tiga Konoha-nin yang berada dibelakangnya itu,sepertinya dia sedang diawasi secara terang-terangan oleh mereka dan itu membuat ruang geraknya seperti dibatasi dan dia tidak suka dengan itu. "Ne,lebih baik aku mempersingkat waktuku daripada harus berlama-lama disini bersama dengan mereka"gumam Naruto dan dia lebih mempererat pegangan tangannya ditubuh Guren dan itu membuat debaran jantung gadis itu lebih kencang daripada biasanya.

"ITEN SURU"satu gerakan langkah kaki pemuda itu membuatnya menghilang seperti ditelan bumi,membuat ketiga Jounin elite itu terkejut,karena kemampuannya mirip sekali dengan kemampuan Hiraishin milik Yondaime Hokage.

"Dimana dia,Kakashi?"tanya Asuma yang kesal,karena target yang dia awasi tiba-tiba saja menghilang dari pandangannya.

Pria berambut perak itu sama sekali tidak merasakan aliran chakra yang berbekas ditempat pemuda itu berpijak selama kurang dari satu detik,karena jika dia memiliki Hiraishin seperti Yondaime Hokage maka dia akan meninggalkan jejak chakranya pada saat dia berpijak ditempatnya dahulu,walaupun jejak chakranya itu sangat kecil dan tipis,akan tetapi dia sama sekali tidak meninggalkan jejak chakranya disini,ditempat ini.'Ini sama sekali bukan Hiraishin,dia memiliki jutsu teleportnya sendiri,tapi apa itu?'batin Kakashi yang frustasi.

"Apakah dia memiliki Hiraishin?"ucap Kurenai,membuat pria berambut perak itu melirik malas kepada perempuan itu,karena bisa-bisanya dia memiliki hipotesis seperti itu.

"Itu bukanlah jutsu shunsin milik Yondaime Hokage,Kurenai.Karena,jika dia memiliki jutsu itu pasti aku akan mengajukan hipotesis yang sama denganmu,tetapi ini tidak sama dengan jutsu teleportasi itu"bantah Kakashi dengan tegas.

"Jadi,dia memiliki Jutsu yang mirip dengan Yondaime Hokage,begitukah maksudmu?"tanya Asuma memastikan.

Mata Kakashi menajam kearah Asuma, "Tidak mirip!! Bahkan tidak sama sekali!! Karena pada dasarnya jutsu itu memiliki suatu rumus dan kalkulasi perpindahan dimensi yang rumit,tetapi aku mengetahui perbedaannya dan itu susah untuk dijelaskan kepada kalian.."pria itu merasakan beberapa chakra yang sedang menuju kemari dengan pergerakan yang cukup cepat.

"Sepertinya ada yang sedang menuju kemari"ucap Kurenai.

Asuma mendesah pelan, "Yah,sepertinya"balas pria itu.

Terdengarlah beberapa bunyi batang dan ranting pohon di telinga mereka dan itu membuat ketiga Jounin elite itu memasang sikap waspada,karena mereka tidak mengetahui siapa yang akan menuju kemari menghampiri mereka.Muncullah tiga orang remaja dengan memakai hitai atei Konoha,mereka menatap heran kearah Kakashi dan yang lainnya,karena kenapa tiga Jounin elite tersebut berada disini dengan baju yang sudah kotor dan usam tersebut,apa mereka habis bertarung dengan musuh konoha,mungkin itulah yang berada dipikiran mereka.

Kakashi melirik kearah tiga remaja tersebut. "Kenapa kalian berada disini dan kau..."pria itu menatap tajam kepada salah satu remaja tersebut yang memiliki warna rambut kuning cerah,kedua mata remaja tersebut berwarna jingga cerah dengan pupil mata berpola seperti mata katak.

"Jadi,kau sudah menyelesaikan pelatihanmu ya di Gunung Myouboku?".

Remaja tersebut tersenyum simpul,dia bangga karena dia dapat menyelesaikan pelatihannya dengan cepat melebihi gurunya. "Tentu saja Kakashi-sensei,aku ini lebih hebat dari Jiraiya no gama sannin tersebut"jawabnya dengan bangga.

Kakashi tersenyum tipis lalu melirik kearah gadis berambut raven panjang dengan mata merah berpola shuriken terbalik, "Kau juga telah berhasil menyelesaikan pelatihanmu?"tanya pria itu dengan nada rendah.

Gadis itu melirik bosan kearah pria itu,karena untuk apa dia menanyakan sesuatu yang pasti dia sendiri tahu akan jawabannya dan itu menurutnya buang-buang waktu jika dia meladeni pertanyaan ambigu tersebut. "Hm.Begitulah"jawabnya dengan menyarungkan long sword dipinggangnya,lalu melirik kearah pemuda berambut kuning cerah tersebut.

"Sebaiknya kita pergi dari sini Menma,karena sepertinya masalah disini sudah diselesaikan oleh orang-orang yang sudah berpengalaman"ucap gadis tersebut dengan nada datar.

Remaja yang satunya yaitu yang berambut hitam dengan kulit putih pucat tersenyum simpul, "Ne,sepertinya si Uchiha-hime yang jutek ini sedang tidak mood?"tanya pemuda itu dengan nada yang mengejek.

Satsuki menatap tajam pemuda itu dengan mata Mangekyounya,yah kekuatan mata yang sama dengan mata Madara,dia mendapatkan mata itu pasti ada pengorbanan yang harus dibayar dengan setimpal. "Sai,jika kau masih berbicara seperti itu lagi,maka akan kupastikan kau akan menerima ganjaran dari perkataanmu itu"Mangekyounya menatap tajam kearah pemuda itu dan sepertinya gadis itu bersungguh-sungguh dengan perkataannya terbukti dengan sejumlah chakra yang dia keluarkan sebagai intimidasi terhadap pemuda tersebut.

Kakashi melirik kearah Satsuki,'Gadis itu,dia dapat mengeluarkan chakra yang sebanyak ini hanya untuk mengintimidasi seseorang.Sebenarnya Tsunade-sama mengajarkan apa saja sehingga dia mampu mengeluarkan chakra hingga ketitik seperti ini,pelatihannya pasti ekstrime sekali'batin Kakashi.

Terciptalah aliran chakra berwarna jingga yang keluar dari dalam tubuh pemuda berambut kuning cerah tersebut,sehingga mampu menghentikan chakra intens yang dikeluarkan gadis berklan Uchiha tersebut, "Hentikan itu Satsuki! Kau sungguh kekanak-kanakan sekali.Mengeluarkan chakra yang kau simpan baik-baik didalam segel Byakugo,hanya untuk mengintimidasi rekanmu sendiri"ucap pemuda itu dengan bijak,dia menghentikan aliran chakra jingga yang sempat dia keluarkan untuk beberapa saat lalu melirik kearah Sai yang sepertinya dia shock dengan kekuatan yang diperlihatkan gadis itu hanya untuk mengintimidasinya.

'Cih,kekuatan gadis Uchiha itu bertambah kuat saja...'batin pemuda itu melirik kearah Satsuki dengan mata yang dia sipitkan,'Begitu juga dengan Namikaze Menma,dia sepertinya hampir dapat menguasai chakra Kyuubi dengan lebih efisien setelah mendapatkan pelatihan langsung oleh adik angkat Raikage yang merupakan salah satu Jinchuriki dan sudah dapat menyempurnakan mode sennin bahkan jauh lebih cepat dan sempurna dibandingkan dengan Jiraiya no Gama Sannin'lanjutnya lalu menghela nafas panjang,'Aku harus melaporkan ini kepada Danzo-sama,mungkin ini akan merubah rencana awal yang sudah dipersiapkan'lanjut pemuda itu didalam batinnya,dia mengeluarkan buku dari kantong ninjanya,entah apa yang dia tulis dengan buku itu.

Menma melirik kearah Sai, "Apa yang akan kau tulis dengan buku itu Sai?".Pemuda berambut hitam itu tersenyum simpul, "Aku menulis jika seorang gadis tidak suka dikatakan dengan kata-kata yang kasar dan harus diperlakukan dengan lembut,mungkin itu yang akan kutulis"jawabnya lalu menulis dengan cepat.

Menma membuka mulutnya lebar-lebar begitu juga dengan Asuma dan Kakashi,mereka benar-benar tidak dapat menebak pemuda yang direkomendasikan oleh salah satu Tetua desa Konoha yaitu Danzo,yah dia merekomendasikan pemuda itu karena salah satu anggota team 7 yaitu Haruno Sakura terbunuh oleh anggota Akatsuki bernama Deidara dan dia juga yang membuat adik Satsuki terbunuh saat mencoba menyelamatkannya dari bom beruntun yang dikeluarkan pria berambut panjang tersebut.

Menma menatap Kakashi dengan serius, "Sensei sebenarnya apa yang terjadi?"tanya pemuda itu membuat pria itu menghela nafas panjang,dia sepertinya sangat susah sekali untuk menjelaskan semuanya,tapi dia harus menjelaskannya dengan terperinci,karena kalau tidak mungkin dia sudah tidak berhak lagi dipanggil Sensei oleh mereka.

SKIP TIME

DEG

Mata Satsuki melebar dengan iris berpola shuriken keatas dengan lingkaran yang menyambung satu dengan yang lain,tangan gadis itu mengepal kuat,air mata mengalir dengan derasnya.Dia rasanya ingin merutuki kelemahannya,karena kenapa dia tidak tahu bahwa saudara satu-satunya itu berada disini dan kenapa...dia merasa begitu lemah sampai mendengar namanya saja membuat ia menggigil ketakutan dan kenapa bukan dia yang membunuhnya,kenapa harus orang lain.

'Kami-sama,kenapa kau membuatku begitu lemah dan kenapa hati ini begitu tidak kuat...Naruto-kun,kenapa harus kau yang membunuhnya..seharusnya aku dan bukan kau'batinnya berkecambuk membuat kepalan tangannya semakin diperkuat.

Mata Menma menajam,jika dia mendengar sesuatu hal tentang adik angkatnya itu, "Apa dia berada disini,di Konoha?"tanya pemuda itu dengan nada yang tegas dan seperti memerintah,mungkin darah seorang pemimpin mengalir didalam tubuhnya.

"Dia berada di Konoha dan sepertinya dia sekarang berada di Kantor Hokage"jawab Kakashi dengan singkat.

DEG

Mata Menma dan Satsuki membulat,karena sepertinya mereka akan bertemu dengan seseorang yang sudah mereka cari selama tiga tahun terakhir tersebut.

'Naruto-kun...akhirnya kau pulang'batin Satsuki,dia perlahan melepas kepalan tangannya lalu melesat kembali ke Konoha.

'Otouto,cih kau membuat Anikimu ini kesal saja'batin Menma diiringi dengan senyuman khasnya lalu berbalik menuju Konoha.

'Heh,jadi dia sudah kembali.Sungguh mengejutkan,sepertinya informasi ini juga dapat mempengaruhi rencana awal yang sudah dipersiapkan,ne jadi apa Danzo-sama suka dengan ketiga informasi ini'batin Sai lalu menyeringai kecil,kemudian melesat cepat kearah mereka berdua.

Kurenai menatap punggung Kakashi, "Kakashi..."panggilnya membuat pria itu menoleh kepada perempuan tersebut, "Aku tahu,mereka itu masih muda dan penuh akan semangat api,biarkan mereka mencari tahu sendiri...daun yang telah gugur pasti akan tumbuh kembali dengan daun yang jauh lebih hijau dan kuat dari daun yang telah gugur tersebut,bukankan begitu Asuma"ucapnya dengan senyuman khasnya.

Asuma tersenyum kecil, "Yah,begitulah biarkan mereka tahu apa itu yang dinamakan ninja dan apa itu yang dinamakan teman,desa,dan klan,karena itu semua akan mempengaruhi struktur dan pemerintahan Konoha dikemudian hari".

At Place to Naruto

Muncullah pemuda akage tersebut dikantor Hokage,membuat beberapa tatapan mata membelak,karena terkejut atas kedatangan pemuda yang membuat dunia ninja gempar karenanya.

Jiraiya dengan cepat merangkai segel tangan lalu menghentakannya kelantai dengan cepat kemudian muncullah katak raksasa yang lidah panjangnya melilit tubuh Naruto dengan erat,sementara Tsunade berada dibelakang Jiraiya untuk melindungi Minato.Yondaime Hokage itu menatap tajam Naruto dibalik tubuh Tsunade.

Dia tersenyum hangat,karena mengetahui bahwa anak angkatnya itu tumbuh dan berkembang dengan baik.Pemuda akage itu berubah menjadi sekumpulan kelelawar lalu mata dari salah satu kelelawar itu menatap tajam Jiraiya.

'Itu Mangekyou Itachi...bagaimana mungkin dia memilikinya,kecuali'matanya melebar,karena dia sudah tidak berada didunia nyata melainkan didunia ilusi mangekyou yang sekarang menjadi milik Naruto.Sannin tersebut dibuat babak belur didalam dunia ilusi pemuda akage itu,membuatnya didunia nyata tidak dapat menggerakan seluruh anggota geraknya bahkan untuk menggerakan bola matanya dia sudah tidak bisa.

"Jiraiya!! Apa kau baik-baik saja!?"teriak Tsunade lalu segera menghampirinya,tetapi sebelum dia melangkahkan kakinya muncullah aksara fuuin yang menyelimuti tubuhnya membuat perempuan itu sama sekali tidak bisa menggerakan seluruh anggota tubuhnya.

'Sial,gaki itu memiliki kemampuan yang sangat hebat diusianya yang masih terbilang muda'batin salah satu sannin tersebut.

Perlahan-lahan lidah katak yang melilitnya terlepas dari tubuhnya lalu membuat katak itu kembali lagi ketempat asalnya,Naruto berjalan santai kearah Minato dengan Guren yang masih dalam gendongannya,membuat Minato sedikit tertarik dengan gadis yang digendong anak bungsunya itu.

Naruto melirik kearah Tsunade, "Bisakah kau menyembuhkan gadis ini,jika bisa maka aku akan melepaskanmu dari kekangan fuuin tersebut"Tsunade melirik kearah Minato untuk menemukan jawaban,Yondaime mengangguk menyetujui permintaan Naruto.

"Huh,jika saja Minato-kun tidak menyetujuinya maka aku tidak akan menolong gadis ini gaki,jadi jangan macam-macam dengan Yondaime Hokage"ucap Tsunade dengan nada mengancam.

Naruto melirik kearah Tsunade, "Aku tidak akan pernah melukai orang yang aku hormati dan aku segani didunia ini,jika aku berani melanggar perkataanku saat ini maka kau boleh memenggal kepalaku sekarang juga"balasnya dengan nada datar tapi penuh akan kepastian,membuat salah satu sannin itu tertarik dengan pemuda tersebut.

"Jawabanmu cukup meyakinkan,sekarang lepaskan kekangan fuuin ini"ucap Tsunade dan seketika itu juga seluruh kekangan fuuin yang menyelimuti tubuhnya perlahan-lahan mulai menghilang.

Minato melirik kearah Naruto,sepertinya dia harus berbicara kepadanya dengan intens,tetapi sebelum itu sepertinya dia harus membebaskan Senseinya terlebih dahulu dari Genjutsu anak bungsunya itu. "Bisakah kau membebaskan Jiraiya..Naruto"ucapnya dengan nada tegas dan berwibawa kepada putra bungsunya itu.

Naruto menggerakan bibirnya dengan pelan, "KAI" lalu terbebaslah Jiraiya dari dunia ilusi pemuda akage itu.Pria berambut kuning cerah melirik kearah Senseinya,sepertinya pria tua itu tidak apa-apa,kemudian menatap tajam pemuda yang berdiri angkuh dihadapannya ini.

"Sekarang lakukan tugasmu sebagai medic-nin"ucap Naruto menaruh tubuh Guren disamping Tsunade dengan nada angkuh dan terkesan memerintah,membuat perempuan itu menggemelatukan giginya.

"Kau,nada bicaramu membuatku menahan diri agar tidak memukulmu hingga seluruh tubuhmu hancur gaki"balasnya dengan sarktis.Dia mengalirkan chakra hijau keseluruh tubuh gadis itu lalu perlahan seluruh anggota tubuhnya dapat bergerak kembali,gadis itu melirik pelan kearah Naruto.

"Naruto-kun..."gumamnya,pemuda itu melirik singkat kearahnya lalu beralih ke Minato.

Jiraiya berjalan pelan kearah Minato lalu menyenderkan tubuhnya di dinding yang berada didekatnya itu lalu menatap tajam Naruto. "Mangekyou yang berada disalah satu mata kelelawarmu,apakah Mangekyou itu kau ambil paksa dari salah satu Mangekyou Itachi?!"tanya Jiraiya dengan pandangan yang tak lepas dari pemuda itu.

Naruto mendengus pelan lalu melirik kearah Jiraiya,seringai tercipta dibibirnya, "Kau sudah mendapatkan jawaban yang kau mau lalu kenapa kau bertanya lagi kepadaku,bukankah itu bodoh namanya"balasnya dengan nada yang meremehkan membuat sang Gama Sannin menggeram marah,begitu juga dengan Tsunade.Dia sama sekali tidak suka dengan keangkuhan pemuda itu.

"Jika kau mendapatkan Mangekyou itu,berarti kau pernah bertarung dengannya?"tanya Minato,pemuda itu tertawa kecil dan itu membuatnya bingung,yah dia bingung dan heran,karena dia sama sekali tidak bisa menebak apa yang dipikirkan anak bungsunya itu.Dia sangat susah sekali di tebak,berbeda sekali dengan anak sulungnya.

"Yeah,aku bertarung dengannya bahkan dengan rekannya yang bernama Hoshikage Kisame dan tebak dimana aku bertarung dengan kedua Missing-nin itu?..."Naruto menyeringai melihat raut wajah mereka yang menunjukan ketidaktahuannya, "Disini...Di Konoha dan sebenarnya aku juga membunuh mereka berdua"jawabnya dengan nada yang tenang.

"Di Konoha...jika kau bertarung di Konoha seharusnya pihak pertahanan kekai desa dapat mengetahuinya,tetapi mengapa pihak pertahan kekai itu tidak mengetahuinya,bukankah ini aneh?"ucap Tsunade,membuat Minato dan Jiraiya berpikir keras.

"Ada pengkhianat di Konoha yang merupakan salah satu petinggi dan tetua desa ini...aku tidak tahu pasti siapa dia dan apa tujuannya bekerja sama dengan Organisasi teroris tersebut,tetapi yang harus kalian lakukan adalah tetap waspada dan selalu bersiap"ucap pemuda akage itu,membuat Minato terkesan,karena dia dapat menyimpulkan dengan cepat bahkan dia yakin kesimpulannya itu 99% tepat dan satu persennya lagi adalah kesalahan.

"Naruto,aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepadamu dan jawab beberapa pertanyaanku ini dengan jujur"Minato menuntup matanya untuk beberapa saat lalu membuka kembali matanya dan menatap tajam anak bungsunya itu,sementara Naruto menatap tenang Minato,dia sepertinya tidak merasa terintimidasi oleh chakra yang dikeluarkan pria itu.

"Tentu,lagi pula aku kesini juga untuk berbicara langsung denganmu"balasnya dengan tenang dan itu membuat Minato tertarik, "Kau memang mau berbicara apa denganku Naruto?"tanyanya,dia disini harus menjadi pemimpin desa yang bijaksana dan tegas bukan lagi sebagai seorang Ayah,maka dari itu dia harus menutupi kebahagiaannya ketika bertemu dengan anaknya yang tidak dia ketahui keberadaannya selama beberapa tahun.

"Ini tentang Akatsuki..."mata Naruto menajam,lalu melirik kearah Minato. "Sebenarnya aku keluar desa,karena untuk menjalankan kewajibanku sebagai seorang Taichou dikesatuan Anbu khusus Hokage.."perkataan pemuda itu disela oleh Jiraiya.

"Apa itu tentang membunuh seluruh anggota Akatsuki,akan tetapi bukankah kau sudah berpinda..."Naruto menatap tajam Jiraiya dengan Mangekyou abadinya membuat pria tua itu menghentikan perkataannya,lalu melirik kearah Guren yang sepertinya sudah bisa menggerakan seluruh anggota badannya.

"Guren,keluarlah dari sini,karena pembicaraan ini menyangkut rahasia desa"ucap Naruto dengan nada memerintah.

"Tetapi,Naruto-kun..."perkataan gadis itu terhenti oleh Naruto, "Bukankah sudah kubilang kau keluar saja dari sini,karena pembicaraan ini merupakan rahasia desa dan jika kau mendengarnya maka saat itu kau akan merasakan..."mangekyou Naruto berputar cepat membuat gadis itu tersentak,leher Guren merasakan suatu benda tajam yang tipis dan dingin.Dia melirik kebelakang,matanya melebar,karena dia melihat Naruto yang mengarahkan pedang kelehernya dan itu seperti Dejavu bagi gadis itu, "Apa yang dinamakan ujung kematian"lanjutnya ditelinga Guren,membuat gadis itu tidak bisa menggerakan seluruh anggota geraknya,karena terlalu shock dengan ancaman pemuda yang baru ditemuinya itu.

"Naruto!!!.."teriak Minato,dia sama sekali tidak habis pikir dengan anaknya ini,karena dia dengan gampangnya mengarahkan pedang keleher rekannya sendiri,'Kau yang sekarang sama sekali tidak bisa kukontrol Naruto,apakah kau berusaha untuk memberontak dengan dirimu yang lain,karena terlalu seringnya kau dikontrol oleh orang lain bahkan untuk sesuatu yang pada dasarnya kau tidak mau lakukan,tetapi kau dipaksa untuk melakukannya'batin pria itu menatap nanar pemuda akage tersebut.

"Nak,kau keluarlah dahulu..setelah semua selesai,aku akan segera memanggilmu kemari"ucap Minato dengan nada ramah,membuat Guren yang tadinya shock,sekarang dia sudah bisa mengendalikan dirinya kembali.

"Ha'i"ucapnya lalu segera keluar dari tempat itu dengan langkah kaki yang pelan dan tertatih-tatih,karena dia baru saja sembuh dari sakitnya.

Tsunade menatap nanar kepergian gadis itu lalu beralih ke Naruto dengan pandangan tajam, "Apa!?"tanya pemuda itu,karena dia merasa ditatap oleh perempuan yang bergelar salah satu Sannin tersebut.

"Kau bahkan sama sekali tidak merasa bersalah,setelah apa yang kau lakukan kepada gadis itu"jawab Tsunade dengan sinis.

Naruto tertawa kecil,merasa berarti perasaan bukan,'Perasaan...sungguh lucu,apa yang mereka harapkan dari perasaan itu,bukankah itu mempengaruhi misi yang harus dijalani..dan..bukankah perasaan itu menyakitkan'batin pemuda itu,karena dia mengingat kembali disaat dia dengan mudahnya menebas teman pertamanya, "Uchiha Tsuki"gumamnya pelan hingga tak terdengar ditelinga mereka.

Pemuda akage itu menatap tajam Tsunade, "Pada dasarnya aku tidak mengerti apa itu perasaan..."perkataan Naruto terpotong oleh wanita itu.

"Apa kau bercanda,kau tidak mengetahui apa itu perasaan..."Tsunade menatap sinis Naruto,dia memang sejak awal tidak mengetahui asal usul bocah itu yang dia ketahui tentangnya adalah bahwa dia merupakan anak angkat dari Minato yang cukup berbakat,tetapi sayangnya anak itu terlalu angkuh akan kekuatannya dan itu membuatnya tidak suka dengannya.

"Jika,kau tidak memilikinya maka kau tidak lebih dari senjata shinobi yang tak memiliki perasaan,emosi,dan hati"balasnya kembali membuat Minato naik pitam, "Tsunade!!!..."teriaknya marah membuat wanita itu terkejut,begitu juga dengan Jiraiya.

"Jika,kau membelanya maka kau tak pantas disebut sebagai Hokage Minato!!"balas Tsunade,membuat Minato menggeram kesal, "Aku lebih baik dijuluki sebagai pemimpin negara yang bodoh daripada aku dijuluki Orangtua yang bodoh,kecamkan itu baik-baik dipikiranmu"balasnya lalu melirik kearah Naruto.

"Lanjutkan ceritamu Naruto-kun"ucap Minato dengan nada ramah.

Naruto mendengus kesal,karena melihat pertengkaran orang dewasa yang menurutnya seperti anak kecil, "Jika,kau ingin mengetahui tujuanku maka aku akan memberitahunya...satu-satunya tujuanku sekarang ini hanyalah menghabisi seluruh anggota Akatsuki tanpa terkecuali dan selama tiga tahun belakangan ini aku memang pergi dari desa ini melatih diriku untuk mempersiapkan segalanya menghadapi mereka.Aku melatih diriku di dimensi fuuin yang aku ciptakan..."pemuda itu menghilangakan pedang shikyou miliknya lalu menormalkan matanya hingga menampilkan iris mata hijau toska yang menenangkan.

"Pantas saja kau tidak ketemu saat kita mencarimu hingga keperbatasan bahkan keseluruh penjuru shinobi"ucap Jiraiya yang kesal,karena dia yang disuruh mencari anak itu oleh Minato.

"Apakah itu tujuanmu sekarang ini Naruto?"tanya Minato memastikan,pemuda itu melirik singkat lalu beralih menatap jendela yang diluarnya terbentang langit luas di Konoha yang berwarna biru cerah.

"Ya,mungkin itu untuk sekarang ini,karena pada dasarnya aku tidak tahu tujuanku yang sebenarnya,tujuanku yang sekarang merupakan misi yang dahulu kujalani dengan kata lain tujuanku itu hanyalah lanjutan dari misi yang sempat terhenti untuk beberapa tahun"jawabnya lalu mendongakan kepalanya untuk menatap langsung kearah pria berambut kuning cerah itu.

"Otou-san..."ucap pemuda itu dengan suara pelan,membuat Minato tersentak,karena suara itu...dia yakin suara itu bukanlah suara dengan nada datar yang selama ini dia dengar,melainkan suara lembut..bahkan dia yakin sekali ini adalah panggilan seorang anak kepada ayahnya.

Minato tersenyum hangat, "Ada apa Naruto-kun?"tanya pria itu dengan anda ramah.

"Aku ingin tinggal disini selama beberapa hari,karena perbekalan sudah habis sejak beberapa hari lalu...apakah boleh?"tanya pemuda itu dengan nada datar,membuat Minato tertawa kecil, "Tentu saja boleh Naruto-kun,Okaa-san dan Menma-kun pasti senang bertemu denganmu,karena mereka sangat merindukanmu"jawab Minato,membuat Naruto menyeringai kecil.

"Souka,kalau begitu kutitip Guren,karena aku mau berjalan-jalan sendiri untuk melihat desa ini"pemuda itu menghilang dari tempatnya berpijak meninggalkan kepulan asap kecil diruangan tersebut,'Jadi,gadis itu namanya Guren yah.Hm nama yang indah'batin Minato.

Jiraiya menatap keluar jendela, "Dia menyembunyikan sesuatu dari kita lagi Minato"ucapnya,membuat pria berambut kuning itu melirik kearah Senseinya.

"Aku tahu itu,sama seperti tiga tahun lalu,dia memang suka sekali dengan namanya rahasia,tetapi kuharap rahasia yang dia sembunyikan dari kita bukanlah sesuatu hal yang buruk terhadap desa ini"balasnya pelan.

"Sepertinya ada rahasia yang kalian sembunyikan dariku juga?"tanya Tsunade membuat mereka berdua tertawa kecil.

"Aku akan memberitahumu hime,tapi tidak sekarang"jawab Jiraiya membuat Tsunade mendengus kecil, "Yah,baiklah"balasnya pelan membuat pria tua itu tertawa kecil.

"Masuklah nak!!"teriak Minato,membuat gadis yang menunggu di luar itu masuk kedalam,karena mendapat perintah dari sang Yondaime.

Guren melihat ruangan tersebut dan satu hal yang dia cari adalah keberadaan pemuda itu, "Dimana Naruto-kun?"tanya gadis itu membuat sang Yondaime tersenyum kecut.

"Dia ingin berkeliling desa Konoha,tetapi karena sepertinya kau masih dalam proses penyembuhan dia meninggalkanmu disini..."Guren menyela perkataan Minato, "Dan berkeliling desa sendiri?"tanya gadis itu dan mendapatkan anggukan dari Yondaime Hokage.

Tsunade melirik kearah Guren, "Kau..apakah kau tidak merasa takut dengannya,setelah apa yang dia lakukan kepadamu?"tanya wanita tersebut lalu dijawab oleh Guren dengan gelengan kepalanya bertanda tidak, "Kenapa?"perempuan itu sungguh penasaran dengan gadis ini,apakah gadis itu sangat menyukai pemuda bar-bar seperti Naruto.

"Aku tidak tahu,karena pada dasarnya hati ini yang bergerak untuk selalu mencintainya bukan pikiranku atau yang lainnya"jawab gadis itu dengan kesungguhan hatinya,membuat Tsunade terpukau,karena rasa cinta gadis itu sungguh besar kepada Naruto.

"Kau membuatku heran sekaligus kagum,aku akan mengobatimu gadis kecil..ayo kita kerumah sakit Konoha"Tsunade menuntun Guren ke Rumah Saki Konoha tempat wanita itu bekerja,sementara Minato menatap punggung gadis itu dengan tatapan teduhnya,dia sungguh tidak percaya bahwa ada seorang gadis yang begitu mencintai Naruto walaupun pemuda itu menyakitinya,sungguh beruntung anak itu.

"Gadis itu menarik,jika aku jadi Naruto mungkin aku akan memperlakukannya dengan baik"ucap Jiraiya dan dibalas anggukan oleh Minato.

Jiraiya memainkan tangannya lalu muncullah sebuah gulungan ninja yang berada dalam genggamannya, "Aku akan pergi keluar desa untuk beberapa hari,sampaikan salamku kepada Tsunade dan Menma"ucapnya membuat Minato tersentak,karena Senseinya itu baru pertama kali ini pergi keluar desa setelah sekian lama dan jika dia pergi keluar desa pasti ada beberapa alasan untuk itu semua.

"Ada apa Sensei?"tanya Minato dengan nada tegas.

"Sesuatu hal yang di luar dugaanku"jawab pria tua tersebut.

Pandangan Minato menajam, "Semuanya terdapat disini,digulungan ini dan ada satu ramalan baru lagi deri Tetua Pemimpin Sage Katak" membuat Yondaime terkejut,diapun mengambil gulungan tersebut. "Kau...jangan bilang kalau kau..."ucapan pria berambut kuning cerah itu dipotong oleh Jiraiya.

"Tekad apiku lebih besar daripada rasa takutku Minato"Jiraiya tersenyum kecil lalu menghilang dalam kepulan asap putih.

Kedua anak yang dilahirkan berdasarkan dua unsur yang berbeda

Memiliki takdir dan harapan dari leluhurnya

Anak dengan mata yang memiliki kekuatan melebihi dewa

Dan anak yang memiliki tubuh melebihi dewa

Matahari dan bulan

Air dan Api

Cahaya dan Kegelapan

Ying dan Yang

"Ramalan apa ini,kata-kata dalam ramalan ini sama sekali tidak kumengerti"gumamnya lalu melanjutkan membaca ramalan tersebut.

Mata anak itu bagaikan lambang dari kehancuran dunia

Riak air yang melingkar diseluruh penjuru mata

Bagaikan rotasi kehidupan yang terus berputar

'Apakah ini ditujukan untuk Naruto-kun'batin Minato bergejolak.

Sedangkan anak yang satunya lagi melambang kekuatan tubuh yang membawa kedamaian

Tubuh yang mengakar kuat hingga keujung bumi

Dengan kekuatan alam yang tidak terbatas dan menyatukan semua hati hanya dengan tekad

'Ini...apakah ini ditujukan untuk Menma'batinnya,sepertinya dia sudah tahu maksud dari ramalan ini.

Minato menutup gulungan tersebut,karena dia masih memproses informasi yang baru saja masuk kedalam otaknya, "Cih,ramalan ini belum tentu benar,suatu dianggap ramalan hanyalah praduga semata dan lagi bukti dari suatu ramalan ini belum cukup kuat untuk membuktikan semuanya"ucapnya.

Pria itu membuka gulungan tersebut kembali untuk membaca lanjutan dari ramalan yang belum dia baca hingga tuntas.

Dua anak berbeda unsur tersebut bersatu untuk menghancurkan iblis kehancuran dunia

Bersama mengurung iblis tersebut dengan segel yang terdapat dimasing-masing telapak tangannya

Menjadi pahlawan yang akan selalu dikenang di seluruh penjuru dunia

"Ini seperti dongeng daripada ramalan"gumam Minato dengan senyuman kecil terlukis dibibirnya lalu menutup gulungan tersebut,kemudian menatap langit biru di Konoha.

"Jiraiya-sensei berhati-hatilah"ucap Minato lalu melirik keufuk timur desa Konoha.

At Place Naruto

Mata pemuda akage itu menajam melihat matahari terbenam di desa Konoha,'Jika,benar ada pengkhianat di desa ini maka satu-satunya yang harus kucurigai adalah Danzo'batinnya berkecambuk memikirkan pengkhianat Konoha yang beraninya bekerja sama dengan Organisasi terkutuk seperti Akatsuki.

Naruto berhenti disalah satu tower listrik di Konoha lalu memandang tajam keempat kepala patung Hokage yang berada di tebing tertinggi di desa itu. "Memikirkan dia saja membuatku muak,jika benar dia ingin melakukan hal itu..."mata hijau toskanya berubah menjadi mata semerah darah dengan pola-pola shuriken terbalik dan menyatu dengan lingkaran hitam disekitar iris matanya.

"Maka aku akan langsung memenggal kepalanya"lanjut pemuda tersebut lalu melirik kearah barat daya desa tersebut, "Sepertinya aku kenal chakra ini,hm mereka sudah berkembang hingga sejauh ini ya"seringai tercipta dibibirnya.

At Place to Menma

Mata sage Menma bergerak cepat menyusuri rumah-rumah penduduk,dia sekarang sedang mencari chakra adik angkatnya itu dengan bantuan mode senninnya,langkah kakinya bergerak cepat ketika dia sudah menemukan bagian dari chakra adiknya itu,'Chakra ini,tidak salah lagi..ini chakra Naruto'batinnya.

"Menma!! Apa kau menemukannya?"tanya Satsuki.

Pemuda berambut kuning cerah itu melirik kearah gadis berambut raven panjang tak berkuncir tersebut, "Ya,sedikit lagi kita dapat menemukannya.Jadi,bergeraklah lebih cepat"kecepatan pemuda itu jauh lebih cepat dari yang sebelumnya membuat Satsuki hampir tidak bisa mengimbangi kecepatan rekannya itu.

Sai hanya memperhatikan kedua rekannya itu,dia tidak ingin membuka suaranya untuk masalah adik Menma tersebut,karena jika membuka suara dan tidak sengaja berkata kasar tentang pemuda akage itu maka bukanlah Menma yang memukulinya melainkan Satsuki yang akan langsung menebas lehernya dengan pedangnya itu.'Kejadian itu cukuplah satu kali dan kedua kalinya tidak akan pernah lagi'batin pemuda berkulit putih pucat tersebut.

Menma memberhentikan langkah kakinya,membuat Satsuki menyerngit bingung begitu juga dengan Sai.Pemuda berpakaian cerah itu mendongakan kepalanya keatas,menatap tajam seseorang yang berdiri angkuh dipuncak tower tersebut,dengan cahaya matahari menyilaukan,sehingga wajahnya menjadi tampak sedikit tidak jelas.

~Bersambung

See you Reader

Thanks utk Fav ama Follow cerita ane ini ya

dan utk reader yg cuman baca doang wkkw

Thanks semuanya ya

dan utk reader yang mereview dan kasih saran pokoknya terimakasih utk semuanya