REMAKE fanfiction from The Half Blood Vampire - karya TaniaMs

Cast : Shim Changmin, Cho Kyuhyun, and others

Warning : GS, Typo(s)

a/n: Fanfic ini merupakan karya milik TaniaMs. Saya hanya meREMAKE dan sedikit merubah tempat, nama serta mengurangi atau menambah kata seperlunya untuk keperluan cerita.

.

.

.

Kyuhyun turun dengan Min Hyun di gendongannya, sedangkan Hyun Min ada digendongan Changmin. Ruang makan saat sudah sepi. Mengingat sudah jam 9 pagi, dan semua orang tentunya sudah sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Dia pun mendudukkan Min Hyun di bangku khusus bayi, begitupun Changmin. Haru dan Soeul sudah kembali tertidur. Memangnya apa yang bisa diharapkannya dari bayi yang baru berusia satu bulan?

"Aku akan buatkan sarapan mereka." ujar Kyuhyun sebelum melenggang ke dapur.

"Aku ingin pancake." seru Changmin saat tubuh Kyuhyun sudah sepenuhnya berada didapur.

"Tidak mau!" seru Kyuhyun. "Di meja ada sandwich,kan?!"

"Kyu.."

"Okay! kau menang!" sambar Kyuhyun kesal. Dia sudah tidak bisa berkutik jika sudah menggunakan nada mengintimidasi seperti itu. Mendengar suara namja itu saja sudah membuatnya takut sendiri. Tidak peduli jika mereka sudah lama menikah.

Ketika mereka sedang sarapan, tiba-tiba saja pintu depan rumah mereka terbuka dengan kasar. Tak lama kemudian, Heechul muncul dengan keranjang piknik di pelukannya. Changmin menatap hyungnya itu datar. Tapi, Kyuhyun tahu kalau namja disampingnya ini tengah menahan kesal karena sarapannya terganggu.

"Samchon!" Min Hyun berseru dengan suaranya yang masih tidak begitu jelas, membuat makanan yang ada di dalam mulutnya menyembur keluar, dan mengotori bajunya sendiri.

Heechul tersenyum. "Hai yeoja kecil!" Dia beralih menatap Changmin. "Piknik?"

Changmin menghela nafas panjang. "Tidak bisakah kau mengajakku dengan cara yang lebih beradab?"

Heechul tertawa. "Beradab seperti apa yang kau harapkan? Setahuku, Vampire sepertimu tidak peduli adab."

Changmin mendesis. "Hyung..."

Heechul semakin tertawa. "30 menit lagi. Kita berangkat. Okay?" Dan dengan santainya dia langsung meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan Changmin yang emosinya sudah sampai di ubun-ubun.

Kyuhyun melirik Changmin, sambil menyuapi Hyun Min dan Min Hyun bergantian. Namja itu sudah tidak melanjutkan sarapannya, padahal pancakenya masih tersisa tidak berani ambil suara, sebelum namja itu sendiri yang bicara duluan. Dari pada dia mendapat 'sarapan' tambahan dari Changmin lebih baik di diam.

"Kau setuju?" tanya Changmin akhirnya. Menatap Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat bahu. "Terserah. Tapi yang pasti kita akan kerepotan."

"Kau...Apa kau yakin tidak akan kelelahan?" Changmin kembali berkata saat melihat Kyuhyun menatapnya dengan pandangan menggoda. "Tidak usah berlebihan. Aku hanya memikirkan Haru dan Soeul. Kalau kau sakit, mereka akan mendapat ASI dari siapa?"

Kyuhyun mendengus mendengar alasan Changmin. "Hyo nona kan sedang hamil. Aku rasa dia sudah bisa menyusui." (emang bisa? #entahlah)

Semenjak kejadian di hutan dulu, daya tahan tubuhnya mulai melemah. Dia tidak bisa kelelahan. Jika itu terjadi, dia langsung jatuh sakit. Dia sendiri juga tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi.

Changmin berdehem. "Aku akan panaskan mobil. Gantilah baju mereka. Kalau kau akan turun membawa anak-anak, panggil saja aku."

Sepuluh menit kemudian, Hyun Min dan Min Hyun sudah tampak menawan dengan pakaian mereka. Min Hyun sendiri mulai rewel ingin di lepas, dibiarkan berjalan. Dan dia membiarkannya. Anak yeojanya itu berjalan pelan kesana kemari, sedangkan Hyun Min duduk tenang di pinggir tempat tidur, bersamanya.

"Sudah siap?" Changmin masuk kekamar bersama Heechul. Kakak iparnya itu langsung mengejar Min Hyun yang sedikit berlari menjauhi pamannya itu.

Heechul berhasil menangkap Min Hyun kemudian tertawa saat anak kecil itu memberontak ingin lepas. Min Hyun menggumamkan kalimat seperti minta dilepaskan.

"Haru dan Soeul?" Tanya Changmin mengabaikan Heechul yang terus menggoda anak yeojanya.

Kyuhyun melirik kedua putrinya yang sedang tidur di tengah tempat tidur. "mereka tidur. Bagaimana?"

"Biar aku dan Hyoyeon yang menjaga mereka. Hyun Min dan Min Hyun." Sahut Heechul.

"bukannya kita akan piknik?" tanya Kyuhyun tak mengerti.

Heechul menatapnya dan Changmin penuh maaf. "Hyoyeon merasa perutnya sakit. Kami takut, jika kami pergi, dia akan melahirkan sebelum waktunya."

"Ya sudah. Berarti tidak jadikan?"

"kenapa tidak jadi? Kalian berdua saja yang pergi."

Kyuhyun melirik Changmin dengan sudut matanya. Menunggu reaksi namja itu. Mereka memang sudah lama tidak keluar berdua. Tapi, apa itu penting? Selama hubungan mereka masih baik-baik saja, pergi keluar bersama bukanlah hal yang penting.

"baiklah. Ayo!" ujarnya santai.

Kyuhyun menatap punggung Changmin yang telah hilang ditelan pintu. Dia menatap Heechul meminta kepastian. Mungkin saja dia salah dengar. Harusnya Changmin menolak usul Heechul, dan memilih tidur seharian dirumah.

Pintu kamar kembali terbuka. "Apalagi yang kau tunggu?" tanya Changmin.

Kyuhyun buru-buru mengambil tasnya. Dan segera keluar dari kamar sebelum namja itu berubah pikiran.

"Aku tahu ini rencanamu." Ujar Changmin.

Heechul menyeringai. "Bukankah ideku dan Hyoyeon sangat berlian?"

Changmin mendengus. "baiklah. Aku pergi dulu. Jaga mereka."

oOoOoOoOoOoOoOo

"Kita akan kemana?" Tanya Kyuhyun.

Mereka sudah melewati jalan ini untuk yang kedua kalinya, dan Changmin sepertinya cuek-cuek saja.

Changmin mengangkat bahu. "aku tidak tahu. Kau ingin kemana?"

"Mall?"

Changmin tertawa. Mengejek. "Kita akan piknik. Dan Mall ada dalam pikiranmu? Ya Ampun!"

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. "ke taman saja."

Changmin langsung membelokkan mobilnya ke dalam arena taman bermain. Membuat Kyuhyun nyaris berteriak membentak namja itu. Siapa sebelumnya yang mengatakan kalau mereka akan piknik?

"aku!" sahut Changmin. "dan aku berubah pikiran."

Setelah mendapakan posisi parkir yang pas, Changmin menghentikan mobilnya. "ayo!"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, dan keluar dari mobil.

Mereka berjalan beriringan, menatap berbagai permainan yang mereka lewati tanpa berminat untuk mencobanya. Jadi untuk apa mereka kesini?

"Sudah lama kita tidak berjalan berdua seperti ini."

Kyuhyun mengerjapkan matanya. Merasa pendengarannya terganggu. "kau bilang apa?"

"aku tahu kau mendengarnya." Sahut Changmin. Dia melirik anak berusia lima tahun yang baru saja lewat disampingnya. Anak itu membawa gula kapas. "Kau ingin gula kapas?" tanya pada Kyuhyun yang masih saja cemberut.

Mata yeoja itu berbinar. "gula kapas?"

"aku akan membelikanmu, kalau kau tidak bersikap menyebalkan seperti sekarang. Tingkah persis seperti balita."

Kyuhyun mengangguk semangat dan langsung menggandeng lengan Changmin. "aku akan bersikap manis. Jadi belikan aku sekarang."

Changmin menggelengkan kepalanya tak habis pikir.

Mereka duduk di salah satu bangku yang berada di pinggir jalan setapak. Kyuhyun menikmati gula kapas yang dibelikan Changmin, sedangkan Changmin memilih memandangi orang-orang disekitarnya. Banyak diantara mereka yang membawa anak. Harusnya tadi dia membawa Hyun Min dan Min Hyun.

"Sekarang aku haus." Ujar Kyuhyun, menatap Changmin. Memohon.

"Astaga! Kau ini..." Changmin tak dapat melanjutkan ucapannya lagi. Otaknya benar-benar kosong melihat tingkah yeoja yang berstatus istrinya ini.

30 menit kemudian mereka sudah duduk dibawah salah satu pohon di taman terbesar di Seoul. Sepuluh menit yang lalu Changmin memutuskan keluar dari taman bermain dan membawanya ke taman ini. Benar-benra cocok untuk berpiknik.

"menurutmu, apa sekarang Soeul dan Haru sudah bangun?" tanya Kyuhyun saat melihat Changmin mulai merebahkan tubuhnya, dan tanpa berkata apa-apa meletakkan kepalanya di paha Kyuhyun. Membuat yeoja itu tersentak kaget.

"aku tidak memikirkan mereka sekarang." Ujar Changmin jujur.

Kyuhyun menjambak rambut Changmin pelan. "kau ini! Memangnya apa yang kau pikirkan, hah?"

Changmin menatap Kyuhyun tepat dimanik mata yeoja itu. "kau."

Kyuhyun menatap Changmin tak berkedip. Bahkan mulutnya terbuka karena terlalu kaget dengan jawaban namja itu. Beberapa detik kemudian dia memaksakan dirinya tertawa. "Rayuanmu lucu sekali! Ya ampun!"

Changmin merengut dan menarik rambut Kyuhyun yang tergerai. Membuat yeoja itu meringis.

"kau kasar!"

Changmin memperbaiki posisi kepalanya, dan memejamkan matanya perlahan. Posisi sekarang membuatnya mengantuk.

"Changmin! Kau tidak boleh tidur!" Kyuhyun mengguncang bahu Changmin. "kalau kau tidur, aku bagaimana?"

"kau menatap wajahku saja." Ujar Changmin santai, kembali membuka matanya. "bukankah dulu itu kebiasaanmu? Menatapku saat sedang tidur?"

Kyuhyun mencibir. "kalau itu bukan keinginan anak-anakmu, aku juga tak ingin melakukannya." Ujarnya membela diri.

Changmin mendengus. "Anggap saja aku percaya pada ucapanmu." Dan dia kembali memejamkan matanya.

Detik-detik berlalu dalam kesunyian. Kyuhyun memilih menyandarkan punggung ke pohon dibelakangnya dan ikut memejamkan mata. Changmin bangkit perlahan dan mendapati Kyuhyun sudah tertidur. Dia tersenyum kecil, lalu ikut menyandarkan punggungnya pada pohon. Dengan perlahan, dia menurunkan tubuh Kyuhyun, membaringkan yeoja itu dan meletakkan kepalanya di pahanya.

Changmin dengan leluasa menatap wajah Kyuhyun yang tengah tertidur. Bersyukur pada Tuhan karena telah mengirim yeoja ini padanya. Sosok yang dianggapnya sebagai hadiah dari Tuhan. Bagaimana pun keadaanya, apapun yang nanti akan terjadi, dia tidak akan melepaskan yeoja ini. Untuk dirinya sendiri, dan untuk keempat anaknya.

Dia menundukkan kepalanya perlahan dan mencium bibir yeoja itu. Beberapa detik kemudian dia melepas ciumannya, tak ingin yeoja itu terbangun.

"Saranghae."

.

.

END