-beberapa hari kemudian, Bandara-

"Berhati-hatilah." Ucap Seungri saat CL akan menaiki pesawatnya.

"Aku tau.. Aku bisa menjaga diriku oppa." Ucap CL memberikan pelukan ringan untuk kekasihnya itu.

"Hah.. Aku sendirian.." ucap Seungri menghela nafasnya berat mengingat ternyata Daesung yang dikiranya akan bisa menemaninya ternyata ada schedul keluar kota untuk promosi album, sedang Taeyang akan sibuk juga dengan schedul project lagunya.

"Seungri.. Hyung akan sangat merindukanmu." Ucap GD memeluk Seungri erat dan tidak mau melepaskanya kalau saja Dara tidak mengetok kepala pria itu.

"Kami akan tingalkan kalian agar dapat berpamitan." Ucap Bom mendorong kekasihnya serta pasangan G-Daragon memasuki lorong menuju pesawat yang akan membawa mereka ke L.A.

"Aku akan sering menghubungi oppa.. Tenanglah.. Aku akan segera mengunjungimu begitu kami selesai." Hibur CL.

"Hah.. Baiklah.. Ingat berhati-hatilah." Ucap Seungri lagi.

"Iya oppa.." ucap CL gemes pada Seungri, memberikan pria itu pelukan erat.

"Baiklah.. Aku harus pergi, pesawat akan segera berangkat." Ucap CL begitu mendengar pengumuman bandara.

"Ya.. Jaga kesehatanmu. Lalu.. Ini.. Agar kamu dapat mengingatku terus." Ucap Seungri memberikan jaket yang ia pakai pada CL. Memasangkannya dengan rapi pada gadis itu membuat para fans dan peliput berita yang melihatnya menjerit-jerit iri.

"Terimakasih oppa." Ucap CL detik berikutnya merekapun saling menautkan bibir yang semakin membuat orang disana menggila.

"Sebaiknya kamu segera naik ke pesawat." Ucap Seungri yang wajahnya sudah memerah tidak kalah dengan CL.

"Un~ Bye bye." Ucap CL melepaskan topinya, memasangkannya kekepala Seungri dan berlalu pergi sambil melemparkan senyumnya.

"Hah.. Kembali bekerja." Ucap Seungri begitu tidak melihat CL lagi diujung lorong yang menandakan gadis itu sudah masuk kepesawat.

-sementara itu di pesawat-

"Unni.. Kau sedang apa?" tanya Minzy yang memperhatikan CL tengah sibuk dengan sebuah buku dan beberapa lembar foto.

"Mengisi buku harianku." Ucap CL tetap berkonsentrasi dengan foto-foto yang berserakan di meja pesawat itu.

"Kapan unni mengambil foto ini?" tanya Minzy mengambil foto Seungri yang difoto dari belakang oleh CL.

"Hummm.. Saat dia menyapa fansnya." Jawab CL melihat foto itu sekilas.

"Daebak.. Lihat betapa tebalnya buku ini." Ucap Minzy baru menyadari betapa tebal buku yang selalu diisi CL itu dengan kenangan-kenangan perjalanan hidupnya. Dari saat dia masih di dalam kandungan ibunya hingga saat ini. Memang buku ini merupakan buku diary bayi sewaktu CL ada di dalam rahim ibunya.

"Lihat.. Apa kau percaya ini Seungri oppa?" tanya CL antusias menunjukkan foto Seungri sewaktu kecil begitu ia selesai menempelkan semua foto yang ia ambil tadi.

"L.. L.. Lucunya!" ucap Minzy kagum dengan foto itu. Foto Seungri saat masih bayi dengan piyama putih dan celana hitam serta topi berbentuk wajah panda.

"Hahaha.."

"Tidak heran kalau sudah besar Seungri oppa jadi panda begitu." Ucap Minzy kagum.

"Kalian.. Jangan berisik dan segeralah berisntirahat!" ucap GD menasehati kedua juniornya itu.

"Iya.. Kami tau." Ucap keduanya mengalah dan mengikuti nasehat GD dengan patuh.

"Mereka sudah berangkat oppa?"

"Humm? Ya.. Lalu, kenapa kau memanggilku kesini Hanna?" tanya Seungri saat memasuki ruang latihan dance milik Big Bang yang memang tidak sedang dipakai.

"Humm.. Oppa.."

"Wae? Ada yang menyakitimu?" ucap Seungri curiga.

"Tidak.. Bukan itu!" ucap Hanna cepat.

"Lalu?" tanya Seungri yang duduk disebelah adiknya itu.

GUBRAK!

"Oppa.."

"Bukankah kau bilang kau tidak akan pernah mau memelukku begini lagi Hanna?" ucap Seungri kaget karna adiknya itu tiba-tiba memeluknya membuatnya jatuh terjungkal sambil mendekap tubuh adiknya.

"Lupakan.. Untuk hari ini aku mau begini." Ucap Hanna berguling ke kiri dan tidur dengan tangan Seungri sebagai bantalnya.

"Kau yakin tidak dalam masalah? Aku tidak suka kau berbohong Hanna." Ucap Seungri yang membuarkan adiknya memeluk tubuhnya itu.

"Aku tidak berbohong oppa.. Aku tidak mungkin membohongimu." Ucap Hanna lagi.

"Hah? Kau sering membohongiku." Ucap Seungri tidak setuju dengan ucapan adiknya.

"Habis bagaimana mungkin aku tidak berbohong kalau oppa akan mendapat resiko babak belur. Tapi kali ini sungguh aku tidak dalam masalah.. Aku hanya merinduka pelukanmu yang seprti ini." Ucap Hanna memejamkan matanya, menghirup pelan aroma tubuh abangnya itu.

"Kau tau.. Kau imut kalau begini." Ucap Seungri menghapad adiknya dan memberikan pelukan.

"Aa~ oppa.. Aku tidak bisa bernafas kalau dipeluk erat begini." Ucap Hanna memberontak sambil tertawa.

"Biarkan.." ucap Seungri ikut tertawa. "Oh ya.. Kalau serigala ingusan itu mendekatimu bilang padaku!" ucap Seungri waspada.

"Maksud oppa anggota Winner dan tim b?" ucap Hanna memastikan.

"Siapa lagi." Ucap Seungri kembali dalam posisi terlentang.

"..."

"Hanna? Hah.. Kau lelah.. Lihat dirimu." Ucap Seungri menatap adiknya yang tertidur masih dengan tangannya sebagai bantal.

"HYU.."

"Aish.. Nyaris saja. Akukan sudah bilang jangan mendobrak masuk begitu!" hardik Jinwo memarahi Mino.

"Maafkan aku.. Tapi kitakan harus berlatih." Ucap Mino ada benarnya.

"Hah.. Apa kalian tidak bisa masuk dengan tenang untuk sekali saja?"

"Ah.. Hyung.. Maaf membangunkanmu." Ucap kesebelasnya lekas membungkuk minta maaf pada senior mereka itu.

"Sudahlah.. Aku memafkan kalian karna Hanna tidak terbangun." Ucap Seungri mengangkat tubuh adiknya ke sofa ruangan itu lalu merendahkan suhu ruangan itu agar adiknya tidak kedinginan lalu menjadikan jaketnya sebagai selimut untuk adiknya.

"Kita mulai dari yang mana hyung?" tanya B.I. sigap.

"Kita mulai dari awal." Ucap Seungri.

"Apa Hanna tidak akan terbangun karna berisik?" tanya Mino.

"Tidak kalau begini." Ucap Seungri memasangkan penutup telinga musim dingin milik CL yang tertinggal diruangan itu.

-Sementara itu di L.A. 3 hari kemudian-

"Sudah selesai rekaman?"

"Ah.. TOP.." ucap Bom menyadari pria tinggi itu berdiri di lobby menghampirinya.

"Sudah.. Hari ini hari bebas. Kau sendiri bagaimana? Tidak ada syuting?" tanya Bom memberi pelukan pada TOP.

"Hari ini rekaman di mulai malam." Ucap TOP balik memeluk Bom.

"Humm.."

"Kau mau kemana?" tanya TOP manatap Bom.

"Menemui bibiku." Ucap Bom yang wajahnya berubah serius dan sedih.

"Aku temani ya." Tawar TOP.

"Humm.. Baiklah.." ucap Bom menerima tawaran TOP.

"Mau kemana dulu?" tanya TOP saat mereka berjalan keluar untuk menaiki mobil yang sudah disiapkan.

"Kita ke toko bunga dulu." Ucap Bom memberi arahan pada supir mobil itu.

"Apa rekamannya berjalan lancar?" tanya TOP merangkul Bom.

"Humm.. Tidak ada kendala yang berarti." Ucap Bom lagi.

"Baguslah." Ucap TOP senang.

"Hah..."

"Humm? Ada masalah?" tanya TOP menatap Bom yang bersandar pada dirinya itu dengan wajah lemasnya.

"Tidak.. Bukan apa-apa.. Hanya perasaanku saja." Ucap Bom cepat.

"Jadi.. Bunga seperti apa yang kita cari disini?" tanya TOP saat mereka memasuki toko bunga.

"Humm.. Aku akan melihat sebentar." Ucap Bom mulai menjelajahi toko bunga itu, sedangkan TOP memilih menyibukkan diri dengan handphonenya.

"Kalau kau sibuk pergilah." Ucap Bom mulai jengkel dengan handphone TOP yang terus berbunyi.

"Tidak.. Maafkan aku.. Jadi bunganya sudah, bagaimaan dengan kartu?" tanya TOP mengganti topik.

"Kau tidak akan memberi bibiku bunga?" tanya Bom iseng.

"Hah.. Baiklah.." TOPpun muali menjelajahi toko itu, mencari bunga yang cukup menyita perhatiannya.

"Pilihan yang bagus." Ucap Bom menatap bunga yang dipilih TOP.

"Hahaha.. Terima kasih.. Aku tidak menyangka ini akan menyenangkan." Ucap TOP lagi.

"Tulislah pesan untuk bibiku." Ucap Bom memberian selembar kartu pada TOP yang kemudian menggangguk dan mulai menulis. Tidak butuh banyak waktu bagi TOP untuk menulis di kartu itu.

"Kau baik-baik saja?" ucap TOP khawatir saat melihat Bom mulai menitikkan air mata teringat akan bibinya.

"Un~"

"Ayo.." ucap TOP membawakan bunga, kartu dan tongkat untuk menempelkan kartu mereka, merangkul Bom keluar dari toko itu.

"Hah..." begitu sampai merekapun turun dari mobil. Bom yang sudah hafal akan daerah pemakaman itupun dengan langkah berat mulai menghampiri salah satu nisan yang ada disana. Tanpa banyak bicara, Bompun mulai meletakkan bunganya dan sedikit membersihkan batu nisan bibinya dibantu TOP yang juga sudah meletakkan bunga dan menacapkan kartunya.

"Bom.." TOP tidak tega melihat Bom kembali menangis terisak.

"Bibi.. Lihat.. Bom kembali.. Kali ini aku membawa lelaki yang aku ceritakan padamu.. Walaupun dia bodoh dan tidak peka aku mencintainya." Ucap Bom tersenyum getir yang kemudian senyum itu hilang digantikan isakkan pilu. Bom meringkuk di atas nisan bibinya, menangis sejadi-jadinya.

"Hah.." tanya banyak bicara TOPpun menarik tubuh Bom menuju pelukannya membiarkan gadis itu menangis dan membasahi bajunya dengan air mata, ia tidak peduli sama sekali asalkan gadis itu dapat membaik setelahnya.

"Terima kasih." Ucap Bom getir dalam pelukan TOP.

"Bukan masalah.. Bom.."

"Un?"

"Aku mungkin pria paling bodoh, tidak peka, dan paling tidak romantis yang pernah kau kenal semasa hidupmu. Tapi.. Disini.. Di depan bibimu aku berjanji.. Aku akan selalu membahagiakanmu selamanya sumur hidupku." Ucap TOP mantap.

"Un.. Aku tau." Ucap Bom senang mendengar ucapan pria itu.

"Ayo kita kembali. Aku lapar." Ucap TOP membantu gadis itu berdiri.

"Lihatkan bibi. Betapa anehnya pacarku ini.. Baiklah. Aku pamit pergi.. Baik-baik disurga." Ucap Bom melangkah pergi bersama TOP.

"Hei.. Sesama alien tidak baik mengatakan hal itu." Ucap TOP tidak setuju, berusaha menghibur Bom saat menaiki mobil yang akan mengantar mereka menuju tempat makan yang direkomendasikan Bom.

"... Hiks.."

"Hah.. Jangan ditahan begitu. Keluarkan saja." Ucap TOP memberikan pelukannya pada Bom saat mereka berada dalam perjalanan melihat Bom yang masih belum berhenti memikirkan bibinya.

"Kalian disini?" ucap TOP kaget saat memasuki restoran itu menemukan GD, Dara, Minzy, dan CL.

"Huh? Kau tidak senang oppa?" tanya CL menantang.

"Tentu aku tidak senang." Balas TOP santai.

"Ya ya kalian.. Jangan mulai ribut lagi." Ucap GD bosan dengan pertengkaran keduanya.

"Kalian dari mana saja?" tanya Dara mengganti topik.

"Humm.. Kemakam bibiku." Ucap Bom santai.

"Hooo.." ucap GD seakan tidak puas.

"Memangnya apa yang kau harapkan?" tanya TOP mengerti akan ketidak puasan GD.

"Mana janji yang kau ucapkan padaku waktu itu hyung?" ucap GD membuat bingung anggota 2NE1 sedang TOP wajahya sudah memerah layaknya orang bodoh.

"Di.. Diamlah! Aku akan lakukan secepatnya!" ucap TOP.

"Aku tau ini akan terjadi maka aku sudah menyiapkan panggung itu special untukmu." Ucap GD lagi.

"Panggung? Panggung apa?" tanya TOP tidak mengerti.

"Tunggu saja." Ucap GD semakin membuat TOP ketakutan akan ide gila GD.

"Kalian kemana saja siang ini?" tanya Bom mengganti topik.

"Aku berjalan-jalan dengan Jeremy." Ucap CL santai.

"Hoo.. Hadiah apa lagi yang akan kau berikan pada Seungri?" tanya Bom penasaran.

"Ra.. Rahasia!" ucap CL cepat.

"Bagaimana denganmu Minzy?" tanya Dara.

"Aku pergi ke toko action figur dan lihat apa yang aku dapatkan untuk semua anggota YG dan untuk appa?" ucap Minzy bersemangat.

"Aaa.. Apapun itu.. Kami harap bukan hal aneh." Jawab Bom mewakili yang lain.

"Hump.. Unni.. Memangnya kapan aku memberikan kalian hal aneh?" tanya Minzy tidak setuju.

"Aa.. Kau ingat binatang yang entah dinosaurus entah kuda apapun itu berhubung spesienya tidak jelas dengan jarak mata yang jauh dan kau bilang itu mirip aku." Ucap CL mengingatkan.

"Ahahahaha.. Itu memang aneh." Ucap Dara teringat akan kejadian itu.

"Maafkan aku." Ucap Minzy membungkuk.

"Lalu kalian berdua bagaimana?" tanya TOP kali ini.

"Humm? Tentu saja pacaran. Menuju tempat-tempat yang populer dan romantis yang ada dikota ini." Jawab GD santai.

"Terkadang aku ingin menghancurkan otakmu kreativmu." Ucap TOP kesal.

"Hahahahaha.." melihat itu GD semakin semangat tertawa.

"Hah.. Sudahlah.. Aku harus syuting." Ucap TOP bangkit dari duduknya.

"Bukannya nanti malam?" tanya Bom memastikan.

"Syuting bagianku nanti malam, tapi aku tetap harus kesana sekarang karna harus bersiap-siap." Ucap TOP lagi.

"Hah.. Hati-hati." Ucap Bom menatap TOP yang berdiri di sampingnya.

"Tentu saja." Ucap TOP memberi kecupan singkat pada Bom kemudian beranjak pergi.

"Tampaknya kali ini semua berjalan mulus." Goda Dara.

"Hah.. Entahlah.." ucap Bom kembali menikmati makan siangnya.

-Korea-

"Hah.. Bukan begitu. Berapa kali aku harus bilang? Apa kalian tuli!"

"Maafkan kami." Ucap kesebelasnya meminta maaf. Bagaimana tidak ini sudah ke lima kalinya mereka mendapat kesalahan dibagian yang sama dan kali ini cukup membuat Seungri naik darah.

"Kalian sadar ini sudah H minus berapa?!" hardik Seungri lagi.

"Maafkan kami. Kami tidak akan membuat kesalahan yang sama." Ucap Seungyoon mewakili yang lain.

"Jangan bicara saja!" ucap Seungri keras. Hal ini cukup membuat kaget semua orang yang ada disana karna tidak biasanya Seungri marah apapun keadaannya.

"O.. Oppa.." ucap Hanna tidak banyak bicara melihat oppanya tengah berlatih itu, bahkan Hanna tidak luput dari amarah Seungri saat melakukan kesalahan yang sama 5 kali.

"Hah.. Apa yang sulit dari gerakan itu?" ucap Seungri mulai menahan amarahnya saat kembali kesebelasnya melakukan kesalahan. Padahal gerakan yang tengah mereka lakukan sekarang baru merupakan opening dari concert itu. Jika openingnya saja sudah kacau bagaimana kebelakangnya? Hal ini yang di khawatirkan Seungri.

"Ini hanya terlalu sulit." Ucap Minho menyerah.

"Apa yang sulit dari gerakan yang hanya ini?" tanya Seungri sambil memperagakan. "Bahkan Hanna saja sudah menguasainya." Ucap Seungri melirik Hanna yang dipersilahkan melakukan latihan dengan lagu berikutnya karna ia sudah bisa mengatasi kesalahannya dengan cepat.

"Hyung kau baik-bai saja?" tanya Jinwo khawatir akan Seungri yang tiba-tiba jadi pemarah membuat takut semuanya.

"Maafkan aku.. Hah.. Lanjutkan.. Aku keluar sebentar." Ucap Seungri berlalu pergi.

"Adaapa dengan hyung? Ini aneh." Ucap Minho juga bingung.

"Biarkan saja.. Mungkin hyung sedang bayak pikiran." Ucap B.I. dewasa.

"Selain itu tidak herankan kalau hyung marah mengingat kita terus melakukan kesalahan." Ucap Jinhwan dewasa.

"Hanna? Kau baik-baik saja?" tanya Minho menangkap raut wajah Hanna yang sulit di artikan.

"Un.. Aku sudah lama tidak melihat oppa begitu.. Jadi aku hanya sedikit kaget." Ucap Hanna kembali berlatih.

"Hanna noona.. Beristirahatlah dulu.. Jangan paksakan dirimu." Ucap Taehyun.

"Tidak.. Aku tidak mau oppa memasang wajah itu lagi untuk kedua kalianya. Jadi aku rasa lebih baik aku berlatih." Ucap Hanna tersenyum.

"Kalau begitu.. Hanna.. Ayo berjuang!" ucap Minho merangkul gadis itu.

"Ya ya ya! Apa yang kau lakukan hyung?" ucap Donghyuk menatap kesal Minho.

"Apanya? Akukan hanya memberi semangat pada Hanna." Ucap Minho santai.

"Semangat apanya?" ucap B.I ikut kesal.

"Ya ya! Apa-apaan lepaskan aku!" ucap Minho saat dipaksa melepaskan rangkulannya di pundak Hanna.

"Tu.. Tunggu.. Jangan tarik-tarik." Ucap Hanna gelabakan karna dikerubungi 11 laki-laki yang sama-sama ingin menjauhkan Minho.

"Hah.. Ayo kita lan.."

GUBRAK!

"Sa... Sakit.." ucap Hanna yang jatuh tersungkur.

"YAA!" mendengar teriakan yang tiba-tiba itu tentu semuanya spontan pucat pasih ditambah irama jantung yang tidak beraturan.

"H.. H..Hyung!" ucap kesebelasnya kaget.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Seungri membantu adiknya itu duduk.

"Un.." jawab Hanna pasrah.

"Apanya yang un. Lihat sikumu." Ucap Seungri menyadari siku adiknya lebam akibat benturan yang kuat.

"Aku tidak apa-apa oppa.. Sebaiknya kita kembali berlatihkan." Ucap Hanna dewasa.

"Tidak-tidak.. Ayo ikut oppa.. Dan kalian.. Saat aku kembali... Habislah kalian." Ucap Seungri menggendong adiknya bridal style membuat kaget Hanna.

"Op.. op.. OPPA! Turunkan aku! Nanti jatuh!" ucap Hanna panik.

"Hah.. Kalau kau terus memberontak tentu akan jatuh. Jadi diamlah dan tenang saja. Lagipula sudah lama aku tidak menggendongmu begini." Ucap Seungri bahagia adiknya melingkarkan tangannya di leher Seungri agar tidak terjatuh keluar ruangan itu.

"Tamatlah kita." Ucap Seunghoon ketakutan.

"Kalian memang tamat." Ucap Seungri yang kembali bersama Hanna setelah keluar selama 15 menit.

"Hyung.. Ampuni kami!" ucap kesebelasnya ketakutan.

"Bagaimana kalau kita lanjutkan latihannya?" ucap Seungri dengan senyum setan yang tidak dapat diterka.

"Tamat.. Tamat sudah." Ucap Bobby ketakutan tapi tetap bersiap di posisinya.

-L.A-

"Hah.."

"Adaapa unni?" tanya Minzy menatap CL yang hanya menatap handphonenya kecewa.

"Seungri tidak menjawab telfonemu?" terka Dara.

"Un.. Aku sudah menelfonenya sejak tadi dan dia tidak mengangkatnya." Ucap CL.

"Mungkin dia sedang bersiap atau bahkan sudah naik ke panggung." Ucap Bom teringat akan hari ini merupakan hari pertama konser Seungri.

"Hunn.. Tidak.. Belum saatnya.. Seharusnya dia sekarang sedang make up." Ucap CL hafal akan jadwal konser itu karna dia sudah meminta jadwalnya dari manager Seungri.

"Mungkin GD oppa sedang menelfone Seungri oppa untuk mengecek Seungri oppa." Ucap Minzy yang ingat akan tingkat sayang GD pada Seungri yang sangat tinggi.

"Huh? Tapi Jiyong sedang... Ya.. Dia pasti sedang menelfone Seungri. Lihat." Ucap Dara menatap kekasihnya itu sibuk menelfone seseorang yang diyakini merupakan Seungri karna gaya bicara GD.

"Ya.. OPPA!"

"Ya! Apa yang kau lakukan?!" ucap GD kaget saat handphonena direbut CL tiba-tiba.

"Hyung? Kau baik-baik saja?"

"Apa GD oppa lebih penting dariku?" ucap CL sadis.

"Ah. Chaerin.. Aku kira kau melupakanku." Ucap Seungri dengan nada sedih yang kentara.

"Huh? Harusnya aku yang bilang begitu. Oppa tidak mengangkat telfoneku!" hardik CL.

"Aa~ GD hyung menelfoneku dari tadi. Maafkan aku ya.." ucap Seungri dengan nada imut yang gak ada seorangpun bisa menahannya.

"Un.. Oppa.. Oppa menjaga kesehatankan?" ucap CL berusaha tidak menendang GD yang berteriak meminta handphonena kembali agar bisa berbicara dengan maknaenya itu.

"Un.. Aku baik-baik saja. Apa saat aku konser di L.A kau sudah kembali ke Korea?" tanya Seungri tiba-tiba.

"Tidak.. Aku sudah kembali ke Korea besok. Wae oppa?" tanya CL balik.

"Tidak apa-apa. Hah.. bodohnya aku melupakan saat-saat kembalinya dirimu ke Korea. Hun.. Jadi kau sudah kembali ya.. Baiklah.. Kita bertemu di Korea saat konser terakhirku ya." Ucap Seungri manis.

"Kenapa menunggu selama itu? Akukan bisa saja menemuimu. Apa kau tidak mau aku menemuimu oppa?" tanya CL sangat kecewa.

"Bukan begitu.. Aku tidak mau kau kelelahan. Selain itu 2NE1 juga akan sibuk dengan penampilan kalian diacara-acara musikkan?" ucap Seungri mengingatkan CL akan jadwal 2NE1 yang padat.

"Kau membuatku semakin ingin menemuimu oppa." Ucap CL menahan tangisnya.

"Aitakute aitakute.. Ano umi de matte iru yo.. Kimi e no omoi asa mo hiru mo yoru mo.. Aitakute YOU ARE MY HEAVEN." Seungripun menyanyian salah satu lagu hit Big Bang yang berujung membuat CL semakin ingin menemuinya.

"Aahh oppa.."

"Hahaha.. Kita akan segera bertemu.. Tenang saja.. Ah.. Aku harus segera bersiap.. Sudah dulu ya.. Selesai konser aku akan langsung menelfonemu." Ucap Seungri.

"Itu janji oppa.. Kau tidak boleh menelfone GD oppa lebih dulu!" ingat CL.

"YA!" GD tentu tidak senang dengan janji itu.

"Hahaha.. Aresso.. Saranghae.." ucap Seungri membuat wajah CL memerah.

"Pa.. Pabo!" ucap CL senang bercampur malu.

"Hahaha.. Baiklah.. Aku harus pergi."

"Semangat!" ucap CL memberi pria itu semangat yang sangat dibutuhkan Seungri.

"Tidak jangan tutup telfonenya!" ucap GD menerjang CL untuk mendapatkan handphonenya.

"Terimakasih oppa.. Tapi lain kali menjauhlah dari pandaku." Ucap CL penuh arti menatap tajam GD.

"Tidak! Seungri hanya milikku seorang!" tolak GD kekanak-kanakan.

"Hah.. Jiyong... Jangan mulai lagi." Ucap Dara pusing dengan tingkah GD yang terlalu menyanyangi Seungri itu.

"Daripada ribut harusnya kita bersenang-senangkan? Mengingat besok kita akan kembali ke Korea."ucap Bom.

"Ya benar.. Kalian harus kembali ke Korea dan sibuk dengan jadwal kalian." Ucap GD senang.

"Huh? Adaapa denganmu oppa?" tanya Minzy bingung.

"Aku akan menemui Seungri di hari kedua konsernya di Jepang." Ucap GD senang.

"Hari kedua dia akan tampil dimana?" tanya Bom penasaran.

"Osaka. Aku akan terus menemaninya sampai jadwalku berikutnya." Ucap GD senang bukan kepalang bisa menemui maknae kesayangannya itu.

"Ti.. Tidak boleh! UNNI! Larang dia!" pinta CL pada Dara, mengguncang gadis malang itu.

"Huh? Sudahlah CL.. Kau kalah." Ucap GD senang.

"Aku benci mengakuinya tapi dia benar Chaerin-ah. Tapi kaukan tetap bisa menemuinya saat jadwal kita kosong." Ucap Dara mengusap kepala CL yang sedih sedang GD sibuk tertawa setan.

"Tapi saat waktu itu tiba Seungri oppa semakin jauh dan semakin tidak mungkin menemuinya." Ucap CL sedih.

"Kalau begitu tunggu saja di Korea." Hibur Minzy.

"Baiklah.. Ayo kita bersenang-senang dan lupakan kesedihanmu." Bujuk Bom.

"Memangnya kita mau kemana unni?" tanya CL bingung karna tidak biasanya Bom sesenang ini selain karna jagung atau roti.

"Bagaimana kalau kita menemui TOP sebentar setelah itu kita berbelanja?" tawar Bom.

"Ah.. Pantas saja dia senang begitu." Ucap Dara.

"Apa?"

"Bukan apa-apa unni." Ucap CL menyelamatkan Dara.

-Hari kedua konser Seungri-

"Hah.. Tidak terasa.. Sebentar lagi konser ini akan berakhir.." ucap Seungri saat berbincang singkat dengan fansnya yang terus berteriak tidak, jangan, encore, segala macamnya agar konser tidak berakhir.

"Seungri-ah!"

"Huh?"

GUBRAK!

"H.. Hyung! Sakit!" keluh Seungri tertimpa tubuh GD yang datang dari balik panggung menerjangnya hingga jatuh tengkurap.

"KYAAAA!"

"Aku merindukanmu!" ucapan GD ini spontan membuat para fans semakin menggila.

"Ah hyung.. Aku tidak tau kau datang." Ucap Seungri saat bangkit dari jatuhnya.

"Tentu saja. Aku datang jauh-jauh dari L.A. hanya untuk menemuimu." Ucap GD kembali memeluk Seungri erat.

"H.. Hyung.. Tidak bisa bernafas.." ucap Seungri menepuk pelan punggung GD.

"Aku masih merindukanmu pandaku!" ucap GD semakin erat memeluk Seungri membuat fans menggila.

"Ack hyung jangan!" teriak Seungri panik saat merasakan kebiasaan buruk GD kembali. Dan benar saja, GD mengigit leher maknaenya hingga meninggalkan bekas kemerahan membuat fans menjerit-jerit sedangkan Seungri dengan cepat mengusap bekas gigitan GD dengan handuk yang ada ditangannya.

"Seungri adalah adik kesayanganku.. Dia milikku.. Kalian tidak bisa memilikinya ok? Ayo kita mulai.. Lagu terakhir!" ucap GD bersemangat menyanyian lagu penutup konser berjudul Sorani Egaku Omoi milik Seungri bersama WINNER, team B, dan juga Hanna.

"Ah hyung. Kau sungguh mengangetkanku tadi." Ucap Seungri saat mereka berada di ruang ganti.

"Hahaha.." GD hanya tertawa senang.

"Dan hyung.. Berhentilah mengigit leherku! Kau selalu melakukannya. Itu menyebalkan.. Fans akan berpikir aneh-aneh." Ucap Seungri tidak suka dengan kebiasaan buruk GD ini. Padahal GD sudah diperingatkan Hyunsuk tentang kebiasaanna yang bisa membunuh karier Seungri, Big Bang, serta dirinya sendiri.

"Tidak mau.. Lagipula aku menyanyangi seperti adikku sendiri." Ucap GD menolak.

"Hah.. Tadi itu mengagetkan." Ucap Minho yang juga kaget dengan aksi nekat GD.

"Hah.. Oppa.. Kau berlebihan." Ucap Hanna yang tengah dipeluk Seungri dari belakang mencari perlindugan dari GD itu tidak setuju dengan kebiasaan GD.

"Salahkan Seungri kenapa dia imut sekali." Ucap GD santai.

"Hah.. Lihat.. Ini tidak akan hilang sampai besok.." keluh Seungri menatap lehernya di cermin.

"Apa kau akan berjalan ke bandara dengan bekas itu hyung?" tanya Junhoe tidak yakin karna hal itu bisa menimbulkan pertanyaan oleh orang-orang bandara dan dapat menimbulkan berita buruk.

"Kita akan segera ke bandara.. Bagaimana kau akan menghilangkannya hyung?" tanya Yunhyeong menambahkan.

"Kalau ditutup scarf akan aneh karna hyung saja berkeringat begitu. Jarak bandara dari sini tidak jauh, keringatmu tidak akan kering saat tiba dibandara hyung." Ucap Minho menambah beban Seungri.

"Mau bagaimana lagi." Ucap Seungri pasrah.

"Oppa.. kemarilah." Ucap Hanna menarik tangan oppanya dan menyuruhnya duduk disofa ruangan itu.

"Cerdas." Puji Jinhwan saat menatap Hanna menutup bekas itu dengan handsaplas yang berbentuk persegi dengan ukuran cukup untuk menutupi bekas gigitan GD.

"Seungri.. Ayo cepat kita harus berangkat sekarang!" ucap manager Seungri memanggil Seungri.

"Kau akan ikut hyung?" tanya Seungri tidak percaya.

"Tidak.. Aku harus kembali ke Korea. Ada urusan sebentar. Kalau aku sudah selesai aku akan menemuimu lagi." Ucap GD santai.

"GD ayo.. Kita harus kebandara atau kau ketinggalan pesawat." Ucap manager GD melihat jam tangannya.

"Sampai jumpa lagi.. Jaga kesehatanmu." Nasehat GD memberikan maknaenya itu pelukan singkat saat mereka berpisah di bandara karna Seungri ingin mengantar hyungnya itu.

"Kau juga hyung." Ucap Seungri tersenyum.

-Besoknya, ruang santai YG-

"Adaapa?" tanya GD saat memasuki ruangan itu dan menemukan wajah sedih semua anggota 2NE1 disana mengingat di luar kantor YG banyak wartawan berkumpul.

"Scandal." Jawab Jinu pusing.

"Adaapa?" tanya GD tidak mengerti.

"Ingat masalah Amphetamine Bom 4 tahun lalu?" tanya Jinu pada GD yang sudah memosisikan dirinya disebelah Dara.

"Bukankah masalah itu sudah selesai?" ucap GD memastikan.

"Hah.. Ada yang kembali menyinggung masalah itu." Ucap Tablo prihatin karna Tablo tau persis perasaan Bom saat ini karna ia pernah mengalami yang lebih buruk dari ini tapi bagi Bom ini pasti kiamat.

"Bagaimana bisa?" tanya GD tidak yakin.

"Karna Bom tidak ditahan pihak kepolisian dan tidak masuk ke penjara dengan tuduhan penyelundupan mengingat obat itu ada di kotak gummy bear." Terang Jinu.

"Tapi itu tidak masuk akal. Yang dimakan oleh Bom noona sesuai dengan dosis dokter dan itukan untuk masalah kesehatan." Ucap GD tidak habis pikir dengan kesadisan para wartawan.

"Hah.. Kau seperti tidak tau saja." Ucap Tablo yang teringat akan masalahnya dulu. Bagaimana dia merasa seluruh dunia membencinya.

"Dimana Bom noona?" tanya Daesung saat melihat Minzy masuk keruangan itu.

"Wae Daesung-ah?" tanya Bom dengan senyum cerahnya.

"Unni.." CL tidak tahan dengan senyum palsu Bom itu.

"Noona? Kau baik-baik saja?" tanya Taeyang ikut-ikutan.

"Wae? Itu bukan masalah besar. Tidak lama lagi juga selesai." Ucap Bom lebih terlihat seperti menyemangati dirinya sendiri.

"Ah noona.. Jangan begini." Ucap GD menyadari kepalsuan Bom.

"Ah.. Kau disini rupanya Bom.. Ini ada paket untukmu." Ucap PSY yang masuk dengan sebuah kotak cukup besar ditangannya.

"Dari siapa oppa?" tanya Bom yang tidak ingat menerima paket.

"Tidak tau.. Aku menemukannya di depan pintu masuk gedung. Karna ini tertulis untukmu jadi aku bawa masuk." Ucap PSY sesantai mungkin untuk mencairkan ketegangan diruangan itu.

"KYAA!"

"A.. Apa-apaan ini!" ucap Tablo terbakar amarah melihat isi kotak paket itu yang berserakan kelantai karna Bom menjatuhkannya dari pangkuannya.

"Ke.. Kejam! Ini sudah kelewatan!" ucap Dara tidak habis pikir dengan ulah para orang-orang gila diluar sana.

"Kau baik-baik saja?" tanya Jinu melihat wajah pucat Bom menghampiri gadis itu, menepuk pelan pundakna. "Y.. Ya! Bom!"Jinu terang kaget saat Bom tiba-tiba merosot karna kakinya melemas.

"W.. Wae... Kenapa mereka melakukan ini.. Apa salahku.." ucap Bom frustasi dan mulai menangis, menunjukkan isi hatinya yang sesungguhnya.

"Bom?"

"Hyunsuk.." ucap Jinu saat melihat pria itu masuk yang awalnya bertampang dingin sedikit kaget melihat Bom menangis terisak ketakutan.

"Adaapa ini?" tanya Hyunsuk memasuki ruangan itu dengan segudang pertanyaan.

"Appa.. Ini sudah keterlaluan." Ucap CL menunjukkan hal yang membuat Bom ketakutan dan menangis. Hyunsuk melihat apa yang dimaksud CL. Hyunsuk melihat lantai dan menemukan cairan merah pekat berbau amis.

"Foto-foto Bom, sebagian besar ditusuk dan digunting." Ucap PSY mengambil foto barang itu. Sedang Hyunsuk tanpa banyak bicara segera pergi dari tempat itu.

"Bom!"

"Sebaiknya bawa dia kekamarnya hyung, dia pasti stress berat dengan kejadian ini." Ucap Tablo menghampiri Jinu.

"Hah.. Ini terlalu berat untuknya." Ucap Jinu mengangakat tubuh Bom perlahan.

"Kapan TOP oppa akan kembali oppa?" tanya Minzy menatap Daesung.

"Humm? Hyung bilang belum akan kembali sampai 2-3 minggu kedepan." Ucap Daesung cemas.

"Berdoa saja hal ini cepat berakhir dan terus semangati Bom." Saran Tablo dewasa.

PIIP PIIIP~~

"Ya? Hah.. Tidak begitu baik.. Jangan.. Sebaiknya jangan beritahu TOP hyung.. Kalau dia tau dia pasti akan langsung meninggalkan pekerjaannya dan terbang ke sini. Un~ Semangat untuk konsermu. Konsentrasi.. Jangan terlalu memikirkan masalah Bom noona. Un.."

"Siapa?" tanya Dara penasaran.

"Seungri.. Dia mendengar kabar ini dari managernya.. Dia cemas dan langsung menelfone." Ucap GD diiringi helaan nafas beratnya.

"Aku harap ini cepat selesai." Ucap CL khawatir.

"Semoga saja." Jawab Tablo setuju.

Sepertinya harapan mereka tidak akan terwujud dalam waktu dekat karna dalam waktu 1 minggu masalah ini malah semakin parah dan meluas.

"Apa? Internet? Wae? Aresso.. Tunggu dulu." Ucap GD menyibukkan sebelah tangannya yang tidak memegang handphone untuk mengetik sesuatu di browsing tab.

"Ah hyung.. Lihatlah dulu rekaman itu.. Aku harus tampil. Sudah dulu." Seungripun mengakhiri panggilan itu dengan tergesa-gesa.

"Ah kau akan melihatnya juga?"

"Ah Sean hyung.. Kau sudah dengar?" tanya GD melihat siapa yang masuk keruangan itu.

"Tidak.. Aku baru dengar kabarnya saja. Aku tidak percaya itu benar-benar ada." Ucap Sean memosisikan dirinya disebelah GD.

"Apa-apaan bocah ini. Baru rookie saja sudah sok begini. Aku ingin menghampirinya dan menghancurkan wajah oprasi pelastik yang menjijikkan itu!" ucap GD naik darah mendengar rap yang dianggapnya berantakan dan meniru gaya CL itu.

"Aku tidak biasanya marah tapi ini sungguh keterlaluan.. Bocah ini memang tidak tau diri.." ucap Sean setuju.

"Ah hyung.. Kalian sedang melihat apa? Bukannya itu artis yang ditolak YG belum lama ini?" tanya Daesung menatap layar komputer itu.

"Kau tau dia?" tanya GD tidak percaya.

"Huh? Bukan tau yang seperti itu. Aku hanya mendengar kalau dia gagal masuk YG." Terang Daesung.

"Tapi bagaimana bisa kau tau? Apa kau juga jadi juri saat itu?" tanya Sean.

"Hummm.. Ya... Bukan juri yang seperti itu. Saat itu kebetulan aku lewat dan di suruh menilai 3 orang.. Salah satunya dia. Setelah itu aku pergi ke lokasi syuting." Terang Daesung kalem.

"Yang terpenting sekarang jangan sampai Bom tau." Ucap Sean.

"Hah.. Susah kalau soal itu.. Di dormnya Bom nuuna punya berbagai macam alat elektronik yang memudahkannya tau soal inikan." Ucap GD kesulitan memikirkan cara menjauhkan Bom dari elektronik untuk hari ini saja sampai masalah video aneh itu selesai.

"Oppa.."

"A.. Aish! Bom kau mengagetkanku!" ucap Sean kaget karna tiba-tiba Bom berada dibelakangnya.

"A.. Adaapa nuuna?" tanya GD membantu Sean.

"Aku mau keluar berbelanja bahan makanan.. Kalian mau menitip sesuatu?" tanya Bom lagi.

"Aaa... Ini tidak biasa.. Apa kau membentur kepalam nuuna?" tanya Daesung yang memang aneh mendengar pertanyaan itu dari seorang Bom.

"Kau mau menghinaku?!" ucap Bom menendang Daesung.

"A... Aigoo... Nuuna.. Aku hanya bercanda.. Tapi ini memamang aneh mendengar pertanyaan itu dari mulutmu." Ucap Daesung seakan haus akan tendangan.

"YA!"

"Aigo nuuna.. Maafkan aku!" ucap Daesung langsung berlutut dengan kedua tangan diangkat keatas membuat GD dan Sean tertawa terbahak-bahak.

"Sebagai hukumannya kau harus menemaniku berbelanja." Ucap Bom menarik tangan Daesung.

"Nuuna... HYUNG TOLONG AKU!" teriak Daesung seiring menghilang dibalik belokan sedang GD dan Seqan hanya melaimbaikan tangan mereka bosan.

"Tapi.. Apa tidak apa-apa nuuna keluar sekarang?" tanya GD sadar akan suatu hal.

"Setelah aku pikir-pikir..."

"NUUNA! KEMBALI!" teriak GD yang keluar dari ruangan itu secepat kilat agar bisa menghentikan Daesung dan Bom.

"Te.. Terlambat.. Mereka sudah pergi.." ucap Sean tidak percaya.

"Telfone.. Telfone.. Kita telfone salah satu dari mereka." Ucap GD buru-buru merogoh sakunya.

"Cepat Jiyong!" ucap Sean tidak sabaran.

"HP.. HP.. HP..."

"Kenapa kau diam?" tanya Sean bingung dengan GD yang tiba-tiba berhenti mencari Hpnya.

"Hpku tertinggal diruangan tadi." Ucap GD pucat.

"PABO!." Ucap Sean mulai mencari Hpnya dan berakhir sama dengan GD.

"Disaat genting begini..." ucap GD lemas.

"Saat genting apanya?"

"Ah Tablo hyung.. Kau mengagetkanku." Ucap GD menatap pria yang berhasil mengagetkannya itu.

"Haru tunggu sebentar ya.. Appa mau bicara dengan GD oppa dulu.. Jadi ada apa?" tanya Tablo segera setelah Haru mengangguk sebelum Haru bertingkah.

"Bom dan Daesung pergi ke super market." Terang Sean.

"Hanya berdua?" tanya Tablo memastikan.

"Un.. Ini sangat mengkhawatirkan kalau kau tau apa maksudku." Ucap Sean.

"Tidak mungkin hanya berduakan?" ucap Tablo tidak mau menerima kenyataan.

"Hanya berdua hyung... Lihat mobil Daesung tidak ada di garasi." Ucap GD menatap garasi yang dipenuhi mobil-mobil keluarga YG itu.

"Cepat kejar mereka.." ucap Tablo bergegas.

"Mobil.. Mobil.." ucap GD panik.

"Aish.. Kalian ini.." ucap Tablo tidak percaya. Iapun segera menekan kunci mobilnya dan bergegas kembali naik ke mobilnya.

"Appa..."

"Ha.. Haru-ya.. Masuklah kedalam ya.. Appa akan segera pulang." Ucap Tablo membujuk Haru.

"Appa... Haru tidak mau sendiri.." tolak Haru mulai menangis.

"Ha... Haru... Aish.."

"Pergilah.. Biar aku urus Haru." Ucap Sean memeluk gadis cilik itu.

"Terimakasih hyung." Ucap Tablo segera tancap gas meninggalkan tempat itu.

"Tapi.. Kita mau kemana hyung?" tanya GD sadar kalau mereka hanya akan pergi tanpa arah tujuan.

"Telfone Daesung." Ucap Tablo memberikan handphonenya.

"Ayo Daesung... Angkat telfonenya." Ucap GD kesal menunggu.

"Ah hyung! Untung kau menelfone!" ucap Daesung langsung saat terhubung.

"YA! Kalian dimana? Apa yang terjadi?" tanya GD cepat.

"Ah hyung.. Ini gila... Cepatlah datang ke toko swalayan XX dijalan DSS.. Aku tidak bisa menangani ini sendiri." Ucap Daesung terdengar sangat panik.

"OK.. OK.. Tenanglah.. Kami akan sampai kesana 30 menit lagi." Ucap GD.

"Hyung! Itu lama sekali!" ucap Daesung tidak bisa menerima kenyataan.

"YA! Ini salahmu! Diam dan tunggu disana!" hardik GD berhasil membuat takut Daesung.

"Ah... Semoga tidak terjadi apa-apa." Harap Tablo sambil terus berkonsentrasi pada jalan.

Begitu sampai GD dan Tablo langsung keluar dari mobil dan berlari memasuki toko swalayan itu, berusaha mencari Daesung yang kembali tidak bisa dihubungi.

"GD! Disini!" ucap Tablo berhasil menemukan suara Daesung diantara keributan itu.

"A.. Aigoo.. Jangan begini.. Kalian tidak boleh memperlakukan nuuna begini." Daesung berusaha menghentikan aksi dorong mendorong Bom itu.

"Dae.."

"YA! Kau! Aku mau bilang bagaimana lagi supaya kau berhenti!? Nuuna tidak melakukan apa-apa dan kalian menyerangnya!"

"Da... Daebak." Ucap GD terkesima melihat Daesung marah besar begitu.

"Tidak ada waktu terkesima begitu GD. Ayo!" ucap Tablo menarik GD menghampiri keributan itu.

"Ya ya.. Kalian mau apa?" tanya GD melihat para wanita gila itu berkerubung dan bersiap melakukan sesuatu pada Bom.

"Nuuna!"

"Kau baik-baik saja?" tanya Tablo melihat Bom yang terdiam tidak bergerak 1 incipun.

"Un... Pulang."

"Huh?"

"Ayo pulang.. Aku sudah selesai." Ucap Bom berjalan keluar dari tempat itu.

"Tapi nuuna.. Sejauh ini kita baru membeli air mineral." Ucpa Daesung melihat kereta belanjaan mereka.

"Hah.. Dia tidak mau mendengarkan." Ucap Tablo tidak percaya.

"Mau bagaimana lagi.. Lebih baik kita pulang." Saran GD diikuti anggukan setuju Tablo dan hanya gumaman singkat Daesung.

-Kantor YG-

"Bom mana?" tanya Jinu memasuki ruang santai YG itu.

"Hah.. Dia tidak keluar dari kamarnya setelah pulang berbelanja." Jawab Dara.

"Tapi.. Memangnya unni berbelanja apa? Aku tidak lihat dia masuk dengan belanjaan." Ucap Minzy curiga.

"Kami terkena masalah saat berbelanja tadi." Ucap Daesung penuh arti.

"Hah.. Kalau begitu masalahnya... Biar aku saja yang berbelanja." Ucap CL memberi jalan keluar.

"Tapi.. Kita tidak tau apa yang dibutuhkan Bom nuuna." Ucap Daesung.

"Tentu saja tau kalau kau tinggal dengannya selama beberapa tahun." Ucap Gummy menatap CL yang ditanggapi dengan anggukan cepat.

"Tetap sajakan." Ucap Daesung masih tidak mau percaya.

"Sudahlah.. Berharap saja ini cepat selesai." Ucap Tablo keluar dari ruangan itu.

"Tablo benar." Ucap Sean ikut keluar dari ruangan itu.

3 minggu berlalu dan masalah Bom malah semakin besar dikarnakan kuasa hukumnya dikabarkan tertangkap kamera melakukan hal yang tidak sepatutnya.

"Hah.. Ini semakin tidak masuk akal." Ucap PSY lelah membaca maupun menonton berita yang terus mengabarkan tentang Bom.

"Hah.. Masalahnya juga semakin dibuat-buat." Tambah Se7en melempar koran yang ada ditangannya ke meja.

"Masalah apa hyung?"

"A! TOP! Kapan kau balik?" tanya Se7en menatap TOP yang menghampiri keduanya.

"Humm.. Sekitar 3 jam yang lalu." Ucap TOP jujur.

"Huh? Selama itu kau kemana saja sampai kami tidak melihatmu?" tanya Se7en bingung.

"Aku ketiduran di kamarku." Jawab TOP polos.

"Aigoo... Bagaimana syutingnya?" tanya PSY serius.

"Sudah selesai dan akan segera tayang." Jawab TOP.

"Baguslah.. Aku sudah tidak sabar." Ucap PSY semangat.

"Lalu.. Ada masalah apa hyung?" tanya TOP kembali pada topik awal.

"Amm... Apa kau sudah bertemu dengan Bom hari ini?" tanya Se7en memulai dengan ringan.

"Belum.. Aku tidak melihatnya." Jawab TOP.

"Bagaimana kalau kau pergi ke dormnya dan cari tau?" tawar Se7en.

"Kau ingin aku mati hyung? Tentu Bom tidak akan memberi tahu.." ucap TOP lagi.

"Tanyalan saja padanya.. Dia tidak mungkin membunuhmu hanya karna kau bertanyakan?" nasehat PSY.

"Tapi kalau aku tau duduk permasalahannya aku tidak perlu banyak bertanya untuk menjaga perasaannyakan?" bela TOP.

"Dia benar hyung.. Sebaiknya beri tahu saja." Ucap Se7en mengalah.

"Hah... Jadi..."

TING TONG~

"T... TOP..."

"Bom.. Buka pintunya.." pinta TOP dengan suara pelan.

"Ka.. Kau sudah pulang.. Aku sedang tidak sehat.. Pergilah.. Nanti kalau aku sudah baikan aku akan mengunjungi dormmu." Ucap Bom berusaha tidak menangis.

"Bom.. Buka pintunya.." ucap TOP lagi.

"Apa kau tuli!" ucap Bom kesal.

"Hitungan ketiga.. Kalau pintu ini tidak terbuka.. Aku akan mendobrak masuk." Ancam TOP.

"Coba saja! Mana ada yang bisa mendobrak pintu ini. Apa lagi pria lemah sepertimu." Ejek Bom sengaja.

"Menjauh dari pintu." Ucap TOP tiba-tiba.

"Y.. YA! Kau mau apa?" ucap Bom panik tapi tidak dijawab oleh TOP.

BRAK!

"K.. Kau.." ucapan Bom terhenti saat TOP tiba-tiba menarik tangannya untuk masuk kedalam pelukannya.

"Maafkan aku tidak mengetahui berita itu.. Seharusnya aku lebih peka.. Seharusnya aku menjagamu." Ucap TOP sambil memeluk Bom erat seakan merasa bersalah.

"He.. Hentikan.. Ini bukan salahmukan." Ucap Bom menahan air matanya yang siap tumpah.

"YA! Apa yang... YA! AHO! Aku tau kau khawatir tentang Bom! Tapi haruskah kau menghancurkan pintu dormnya?! Apa yang akan dikatakan Hyunsuk kalau dia sampai tau?!" ucap Jinu panik melihat kekacauan itu.

"Simple saja.. TOP.. Temui aku diruanganku secepatnya."

"A.. App.. Appa.." ucap TOP terbata saat mendengar suara dingin itu.

"Jinu.. Kau segera keruanganku juga." Ucap Hyunsuk dengan aura gelapnya.

"Tamatlah kita." Ucap Jinu saat Hyunsuk sudah menghilang didalam lift.

"Aku akan segera kembali." Ucap TOP pada Bom kemudian menarik tangan Jinu agar masalah mereka cepat selesai.

"TIDAK.. LEPASKAN AKU!" jerit Jinu ketakutan.

"Pftt.." Bom yang awalnya menangis malah menahan tawa melihat tingkah keduanya.

-Skip time-

"Lihat siapa yang sudah kembali bersemangat." Ucap PSY menangkap raut bahagia Bom yang tengah berbincang dengan TOP di ruang santai YG itu.

"Hah..."

"Seharusnya TOP kembali lebih cepat." Ucap Gummy tersenyum ikut bahagia.

"Sudahlah.. Yang terpenting dia sudah kembali dan Bom bahagia." Ucap Se7en mengambil sisi positiv.

"Well.. Yeah." Ucap Gummy sependapat.

"Hah.."

"Ya! Kau kenapa? Dari tadi terus-terusan menghela nafas seperti orang bodoh?" tanya PSY menatap Jinu yang menatap hambar cangkir kopinya.

"Aku kena hukum." Ucap Jinu kelam.

"Karna?" tanya PSY kepo.

"TOP menghancurkan pintu dorm Bom dan aku bersalah karna tidak berusaha menghentikannya. Hebat sekali." Ucap Jinu pahit.

"Lalu masalahnya apa? Kaukan tinggal menggantinya saja." Ucap PSY santai.

"Bukan masalah menggantinya hyung.. Masalahnya aku.. aku.. aku..."

"Ya?"

"Aku harus membersihkan toilet diruang kebugaran selama 1 bulan penuh bersama TOP." Ucap Jinu berusaha tidak menangis.

"Ok.. Hyung.. Kau berlebihan.. Tapi memang menyeramkan bekerja dengan TOP.. Dia tidak akan banyak bekerja." Ucap Se7en hanya menepuk pundak Jinu penuh rasa iba.

"Kau tidak membantuku.." ucap Jinu semakin depresi.

"Hahahahahahaha..."

"Kenapa kalian masih disini?" tanya Hyunsuk yang kebetulan lewat.

"Memangnya ada apa, appa?" tanya Dara bingung.

"Akukan menyuruh kalian berkumpul diruang rapat.." ucap Hyunsuk.

"Huh? Tapi tidak ada sms yang masuk." Ucap Sean membela juniornya.

"Aku menyuruh TOP dan Jinu untuk menyampaikannya ke kalian." Ucap Hyunsuk menatap keduanya bergantian.

"Ahaha.. Soal itu.." ucap Jinu mulai ingat sedangkan TOP sudah menyibukkan diri dengan iPodnya berpura-pura tidak dengar.

"Sudahlah. Ayo berkumpul sekarang." Ucap Hyunsuk kesal.

"Baik.." jawab semuanya patuh dan segera bangkit dari duduk mereka.

-Ruang rapat-

"Jadi kita akan membahas apa hari ini?" tanya Sean penasaran.

"Aku akan membahas kalian semua.. Kelanjutan dari keluarga ini." Ucap Hyunsuk serius membuat semuanya tegang. "Aku mulai dengan Bom.. Bom.. Untuk sementara ini kamu beristirahat saja.. Sampai semuanya kembali tenang." Ucap Hyunsuk yang hanya dijawab anggukan berat hati dari Bom.

"Untuk Seungri, besok selama seminggu kau akan berada di Hongkong, iKon aku harap kalian akan membuat album yang bagus, Winner segera kerjakan album kalian atau kalian akan tenggelam dan terlupakan. Untuk sementara itu saja." Ucap Hyunsuk bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.

TBC