kuroko no basuke by fujimaki tadatoshi
(no profit gained from this ff)
warning: ooc, typo(s), etc.
ENJOY!
.x.
Di SMA Seirin sedang diadakan pentas seni yang terbuka untuk umum. Kuroko kebetulan akan mementaskan drama Snow White di puncak acara nanti. Kuroko berdebar-debar meski wajahnya tetap datar. Dia tak pernah bermain drama sebelumnya.
"Akashi-kun akan datang, kan?" Ditelepon sang kekasih tercinta.
"Tentu saja, Kuroko. Ini aku sedang di jalan kok menuju ke sekolahmu. Anggota tim basket Rakuzan juga ikut. Mereka juga mau menonton." Jawab Akashi. Entah kenapa Kuroko merasa tenang sekaligus senang karena pacarnya akan menonton dramanya.
"Cepat ya, Akashi-kun! Aku sudah mau tampil soalnya. Ini mau siap-siap dulu. Sudah, ya. Sampai ketemu!"
"Oke, sayang." Lalu telepon dimatikan.
Tibalah puncak acara. Semua pemain serta kru drama bersiap-siap dan berdoa demi kelancaran pementasan mereka. Setelah itu mereka sibuk dengan urusan masing-masing tapi tentu saja berkaitan dengan pementasan ini. Kuroko mengintip kursi penonton. Dicarinya lelaki bersurai merah yang sangat dicintainya. Gotcha!
Ternyata pacarnya sudah duduk tampan di kursi paling depan. Lalu, pementasan drama pun dimulai.
Waktu berjalan. Sejauh ini drama yang dimainkan berjalan dengan lancar. Penontonnya sangat ramai. Mereka juga menonton dengan antusias. Lalu akhirnya klimaks cerita tiba juga. Terbaringlah Snow White yang tak lain dan tak bukan adalah Kuroko. Dia terbaring pingsan yang hanyalah tipuan demi kelancaran drama, di tengah-tengah panggung. Dirinya dikelilingi oleh tujuh kurcaci yang tubuhnya sama sekali tak terlihat kecil yang sedang bersedih. Mereka menangis karena mengira Snow White telah mati.
Tiba-tiba muncullah pangeran berkuda putih yang tak lain dan tak bukan adalah Kagami. Dia mendengar tangisan para kurcaci dan tanpa berpikir langsung datang ke rumah kecil mereka.
"Apa yang terjadi dengan Snow White?" Tanya pangeran kepada para kurcaci.
"S-Sepertinya Snow White t-telah diracun oleh ratu yang j-jahat, wahai pangeran. Makanya dia t-terbaring pingsan seperti itu. Jika dibiarkan d-dia akan mati." Jawab salah satu kurcaci yang gagap. Sebenarnya dia bukan gagap karena mendalami peran. Tapi karena gugup takut salah sebut dialog. Setelah berkata gagap dia kemudian menangis lagi, nangis bohongan kok. Tenang saja.
"Apa yang harus kita lakukan agar dapat membangunkan Snow White?" Sang pangeran sibuk berpikir.
"Dasar Bakagami, eh maksudnya pangeran. Cinta sejati lah yang dapat menghilangkan racun itu. Ayo cium dia, pangeran." Kata salah satu kurcaci berkacamata agaknya kesal. Entah kesal karena kepolosan sang pangeran atau kesal karena kenapa dia malah jadi kurcaci.
"Benar, pangeran. Kau harus mencium, Snow White." Kata salah satu kurcaci raksasa menimpali. Senyum bodoh terhias di wajahnya—untung tampan.
"Baiklah, aku akan mencium Snow White." Pangeran lalu mendekatkan jarak antara dirinya dan Snow White. Para kurcaci yang melihat deg-deg-an. Penonton pun ikut deg-deg-an. Kagami bahkan lebih deg-deg-an sampai keringat membanjiri wajahnya. Untung saja tak berjatuhan. Kan gak lucu kalau keringatnya berjatuhan di wajah Kuroko. Tidak elit sekali.
Dekat dan dekat. Sedikit lagi. Iya, ini dia... "CUT!"
Tiba-tiba teriakan menggema. Bukan, itu bukan ratu jahat. Tapi titisan iblis yang sedang marah. Siapa lagi kalau bukan Akashi, sang maha benar, pacarnya Kuroko lelaki termanis se-Jepang.
Pemain drama, kru, serta penonton langsung cengo.
Tiba-tiba Akashi naik ke atas panggung. Semua mata memandangnya. Ditatapnya Kagami tajam. Kagami tiba-tiba saja tak berkutik dan berlutut.
Ankle break!
"Jangan coba-coba mencium Tetsuya, Taiga!" Gawat! Kepribadian iblisnya balik. Ini gawat!
"Karena..." Jeda diberikan. Dipandang Kuroko yang sudah membuka mata. Kuroko tentu saja menatap Akashi kesal karena malah mengganggu pementasan drama mereka. "... Kau itu milikku, Tetsuya. Dan aku ini milikmu." Lalu bibir Kuroko dicium semena-mena. Pemain, kru, serta penonton menepuk jidat berjamaah kemudian. Rusak sudah alur drama Snow White-nya.
Chapter 25 FIN
p.s: hola, author update lagi. kali ini bawa 4 chapter. nwn huwaaa, udah mau tamat aja ya. tinggal satu chapter lagi. TTwTT anw, yang jadi kurcaci itu Riko, Mitobe, Koganei, Izuki, Kouki, Junpei, dan Kiyoshi. dan kurcaci yang berdialog pertama itu Kouki lalu Junpei dan terakhir Kiyoshi. hehe! anw, ada yang bertanya lewat review apakah author orang Sumatera atau bukan. jawabannya iya. tapi author ini sebenarnya alien yang mendatangi pulau Sumatera. hohoho! gak ding, bercanda! haha! Big Love, Nara Y.
