Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians

Chapter 24: TERMATISMOU the Terminator

SamKang

enjoy ^^

[UPDATED] Kata Pengantar: Kekuatan para Termatismou.

WOOT Kai muncul kembali di daerah perbatasan kota Imperium, setelah sebelumnya ia dari ruang kontrol istana Imperium.

"Bagaimana Kai?" Tanya Kris.

"Sudah dikonfirmasi, mereka memang adalah Termatismou, prajurit setingkat Jendral," ucap Kai.

"Baiklah, dengar mereka setingkat Jendral, memang kita baru beberapa bulan disini, setahun saja belum sampai, tapi aku tau tidak ada orang yang berlatih sangat keras tanpa henti dalam 6 bulan seperti kita. Kita akan membuat hasil latihan kita ini berguna, inilah takdir kita, inilah tugas kita. Kita adalah Guardians, mengerti?" ucap Kris menyemangati sahabat-sahabatnya itu.

"Dasar, sejak kapan kau jadi begitu," ucap Chanyeol.

"Tenang, kami mengerti Ayah! Wkwk.." ucap Suho.

"Baiklah, sepertinya kalian juga bersemangat, ayo Kai,"

Kemudian mereka pun bergandengan tangan membuat satu baris kesamping. Kai pun mengeluarkan kekuatannya. WOOT mereka menghilang.

"Jadi ini planet tuan kegelapan berasal? Hebat juga, aku penasaran dengan kekuatan mereka." ucap salah satu diantara mereka, didahinya tertera sebuah lambang yang sebenernya adalah angka yang ditulis dalam tulisan klasik.

Para pasukan Termatismou mengenakan jubah hitam seperti pakaian musim dingin.

Seketika itu juga para guardians muncul dihadapan mereka. WOOTT..

"Woah, ada yang muncul seketika," kata salah satu diantara Termatismou.

"Ochto, kau selalu bereaksi berlebihan." Salah satu dari mereka yang bermuka datar, sangat tidak berekspresi itu mengeluh pada temannya yang terlihat ada angka 8 di jidatnya.

"Berekspresilah sedikit tria, jarang-jarang ada mangsa yang menunjukan diri pada predatornya." Kata orang berangka 8 tadi kepada orang yang diketahui bernama Tria si muka datar.

"Selamat datang, kalian the Guardians?" Tanya seseorang berangka 0, sepertinya ia ketuanya.

"Ini bukan tempat kalian, jangan menyambut kami dengan selamat datang seperti itu." Jawab Kris memandang angka 0 tajam.

Si angka 0 tersenyum, paras tubuhnya tidak besar ataupun tinggi tapi senyumannya sangat mengintimidasi. "Aku bisa merasakan bau naga dari dalammu, menarik" ucap si angka 0.

"kalian tidak diundang kesini, silahkan pergi." ucap Kris tetap menahan suaranya rendah dan cool.

"HAHAHA! Memangnya kau siapa?" Tanya si angka 0 sambil terbahak-bahak meremehkan.

"Kami penduduk disini, memangnya kalian siapa?"

"Kami adalah Termatismou, penghancur planet kalian, yang dulunya mungkin juga planet kami, tunggu aku tidak ingat," sang angka 0 memangku dagunya dengan tangannya, terdiam sejenak berpikir mengingat sesuatu. "Benar aku tidak ingat, tapi planet ini akan tetap kami habisi." ucap Medien si angka 0 ternyum kembali.

"Kalian tau kan kami tidak akan membiarkan itu?" Suho angkat bicara.

"Hohoho.. Kalian terlalu meremehkan kami, kalian hanya ber12, ada 13 dari kami." jawab si angka Dyo(2).

"Ada 13 sekarang" tiba-tiba hadir seseorang, ia baru saja mendarat dari lompatan tingginya.

"Yongguk?" Kris menoleh ke sampingnya.

"Aku akan ikut bertarung, nomor 12 itu milikku, dia penghianat planet." ujar Yongguk. Semua guardians ppun mencari angka 12 di jidat masing-masing mereka. Seorang wanita disana tersenyum melihat Yongguk.

"Wah, tak kusangka kau disini." Ucap si angka 12.

"Ya, aku akan benar-benar membunuhmu Hyosung." Balas Yongguk.

"Namaku sudah bukan Hyosung, nama itu tinggal kenangan, panggil aku dodeka (12),"

"Sudah cukup perkenalannya, bisa kita mulai?" Kai tak sabar mendengar celotehan mereka.

"Tentu" midean (0) memberikan senyumnya lagi.

Tiba-tiba ada dinding yang memisahkan mereka satu dengan yang lainnya. Para guardians merasa ditarik sesuatu, dan kini mereka masing-masing sudah berada di area pertarungan dipisahkan oleh sebuah dinding transparan.

"Apa ini?" Tanya Sehun.

"Tenang, dinding ini akan hilang bila kau mengalahkan kami, atau kami yang ingin menghilangkannya, atau kalian mati" Jawab seorang termatismou disana yang adalah lawan Sehun.

Sehun melihat ke kanannya, disana terlihat Luhan sedang menghindari serangan lawannya.

"Fokuslah dengan lawan didepanmu," kata musuh Sehun, angka 3 Tria teramang disana. Ia memegang sebuah seruling di tangannya.

"Akan kau apakan seruling itu?"

"Tentu saja memainkannya," Tria lalu meniup serulingnya membuat irama tertentu.

Sehun merasakan ada sesuatu yang menghempas angin menuju kearahnya

Wushh Wushh.. Tiba-tiba ada tebasan membaret tubuh Sehun. "Ahh sial.."

Sang musuhpun mempercepat permainan serulingnya. Sehun dapat merasakan semakin banyak tebasan yang menuju kearahnya. Sehun lalu dengan insting anginnya menebas balik serangan tersebut.

Sedangkan disampingnya Luhan sedang menghindari serangan muntahan musuh. Musuh Luhan ini bernomor 8 Ochto panggilannya. Kekuatannya sangat menjijikan. Lagi lagi ia memakan sebuah kerikil mengunyahnya dan memuntahkannya. Mutahan itu sangat kuat mengarah pada Luhan dan DUARRR... Terjadi ledakan.

"Siall.. Kekuatan macam apa itu?" Luhan lalu melihat ada potongan baja besar yang hancur dari reruntuhan gedung ia menggunakan telekinensisnya mengangkat besi tersebut lalu mengarahkannya kepada tubuh Ochto.

Namun dengan anehnya Ochto menghisap besi bajanya.

"Sial" umpat Luhan langsung menghindar..

Duarrrr...

Baja besar tadi dihisap oleh Ochto. Entah bagaimana caranya tapi Baja besar itu muat masuk mulut Ochto.

"Sial bagaimana aku lawannya?" Luhan berpikir keras mencari akal untuk melawan musuhnya itu.

...

"Kau, kekuatan mu naga juga?" Kris terkejut melihat Naga yang muncul entah dari mana, kini sedang ditunggangi si Miden nomor 0.

"Benar, kita punya kekuatan sama" jawab Miden, "sudah cukup basa basinya"

Wozzz.. Naga Miden menyemburkan Apinyaa..
Api itu menyelubungi tubuh Kris.

"Kau taukan api tidak akan menyakitiku?" Kata Kris. "HYAAAA" Kris mengeluarkan tinjunya.

...

"Hai, kau nomor 5" Suho menyapa Pente.

"Hai, air" jawab Pente canggung, "bersiaplah!"

WOOSHHh..

Terlihat ada sebuah cairan hitam menjalar kearah Suho.
Suhopun menghindar lalu mengurung cairan itu kedalam bola air.

"Apa ini?" Tanya Suho.

"Itu Racun." Jawab Pente.

WOSHHH..

Lagi-lagi Pente menyerang duluan.

"Ohokk Ohokk.. Ini," Suho membuka matanya lebar "gas beracun!"

Suho kehilangan konsentrasinya, ia berusaha mengeluarkan air disekelilingnya,namun gas itu sudah menyebar kemana-mana. Suho kehilangan kendali, mata tidak lagi berfungsi. Suho jatuh tidak sadarkan diri.

...

Lay lalu melopat, menghindar dari serangan lawannya. Orang dengan rambut panjang abu-abu, entah dia pria atau wanita. Terlihat cantik namun manly sekaligus. Kini para arwah bertebaran di udara, ada lima di atas sana. Lay kemudian menggunakan energi yang ada dibenda disekelilingnya, lalu mengubahnya jadi serangan.

Namun sesongsong arwah datang menghisapp bola energi tersebut. Lay terkejut dengan kejadian tak terduga itu, namun sesuatu mengejutkan Lay lagi. Arwah itu bertambah besar, lalu arwah itu membelah tanah jadi dua, kekuatannya semakin besar setelah menelan serangan energi Lay.

Bagaimana Lay akan melawannya bila kekuatannya malah membuat musuhnya jadi lebih kuat?

...

Kini pertarungan kekuatan monster sedang bertarung. Kini the time controller kungfu panda, A-B Style, alias TAO sedang memasang tatapan tajamnya.

Kini Tao sedang menghadapi mahkluk paling mengerikan yang pernah ia lawan. Jubah menutupi tubuh besar dengan kepala tengkorak, Enteka! Terukir angka 11 pada tulang tengkorak itu.

"Kekuatan kita sama-sama yang paling mengerikan, tapi dapat kupastikan aku akan jadi lebih mengerikan, hohoho" rahang itu terbuka, mencuat suara yang entah datang dari mana.

"berapa umurmu?" Tanya Tao heran dengan mahkluk yang ia liat itu.

"Aku abadi! HOHOHO kekuatan kita terkoneksi. Lebih baik kau menjadi partnerku, kita bisa jadi raja dunia ini!"

"Tidak terima kasih, aku sudah cukup senang seperti ini," jawab Tao masih memberikan tatapan tajam.

"Jawaban yang salah bocah! Lihatlah disekelilingku ini."

Tao membelakakan matanya, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Semua seperti kehilangan nyawanya, seperti waktu sudah berjalan sangat cepat, semuanya menua.

"Hahha.. Benarr.. Ini kekuatanku. Aku bisa mengontrol penuaan, aku akan membuatmu semakin tua hingga kau mati !" Enteka mendeklarasikan perlawananya.

"Bodoh, aku tidak mengerti dengan kalian. Bagaimana kau akan membuat aku menua sedangkan aku bisa menghentikan waktu ? Tidak masuk akal" jawab Tao kini menertawai kebodohan lawannya, "kau salah pilih lawan tulang!"

"Jangan sombong kau bocahhhh!" Sang Enteka berteriak, membuat semua disekelilingnya menjadi hancur remuk.

Taopun mengeluarkan kekuatannya. Terjadi adu kekuatan disana, namun tiba-tiba jurus penghentian waktu Tao menghilang.

"Bodoh! Kau tau, bahkan aku bisa membuat kekuatanmu menua"

Tao dalam bahaya!

Tak jauh berbeda dengan lawan Tao. Chen kini sedang melawan orang yang sedang memegang tulang (?) Tulang?.
Sebenarnya itu adalah tulang musuhnya, musuh dengan angka 10 deka. Entah bagaimana tulang itu bisa keluar dari tubuhnya. Lawan Chen ini bentuknya seperti manusia lainnya, tapi dia bisa mengeluarkan tulangnya.

Kini Chen juga mengeluarkan pedangnya. Bagian bawahnya terdapat lambang scorpio. Chen mendapatkannya saat latihan terakhir, pedang yang terbuat dari logam penghantar listrik terbaik. Perdana Mentri yang mendapatkannya untuknya. Pedang itu juga melegenda, dimana 100 tahun yang lalu pedang itu juga dipakai oleh legenda guardians saat perang melawan kegelapan.

"Baiklah, aku siap." Chen kini sudah memposisikan tubuhnya senada dengan pedang ditangannya. Dengan kecepatan tinggi Chen menyerang Deka dengan pedangnya.

TANGGG!

Adu pedang terjalin seru di pertarungan ke 11 disana.

...

Xiumin tidak yakin dengan dimana sekarang musuhnya berada. Terakhir yang dilihat xiumin adalah seorang dengan angka 1 terbentuk di kepala itu masuk ke balik bayangan pohon.

Xiumin bersiap dengan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Xiumin lalu berkonsentrasi mengeluarkan kekuatannya. Seketika itu juga semua tanah menjadi es. Biasanya strategi ini selalu berhasil. Berlari di atas es selicin ini tentu tidak mudah, bila tidak berhati-hati tentu kau akan jatuh konyol. Strategi ini dilatih berdasarkan pengalaman Jessica, ketika musuh nanti muncul entah dari mana, pasti musuhnya itu kan jatuh karena terlalu cepat berlari dan terpleset di atas es ini, bukankah ini ide yang jenius? Terbukti ini berhasil, sepertinya meskipun bisa masuk dalam bayangan namun memakai teknik ini berhasil. Es yang melapisi tanah itu membuat permukaan jadi naik, membuat bayangan juga menjadi diatas es. Memang trik ini serba guna terlihat kepala musuh terjepit karena es xiumin.

"Wahh.. Wah.. Sepertinya kau juga tidak memperhitungkan ini, kau belum sempat mengikuti bayangan pohon ini saat dia berubah karena pantulan bayangannya yang tadi ditanah langsung berubah jadi es. Kau yang didalamnya tidak bisa mengikuti dengan baik, sehingga sekarang kau terjepit. Ironis sekali."

Namun hanya senyum yang diberikan Ena si angka 1.

ZLEBBB tiba-tiba ada sesuatu yang menusuk xiumin dari belakang. Xiumin menoleh kebelakang. Itu bayangan Xiumin, bayangan Xiuminlah yang telah menusuk Xiumin. Bagaimana bisa? Xiumin tertunduk dan terjatuh.

Next Up -pertarungan anggota lainnya- bagaimana dengan Kai? Bagaimana dengan nasib para Guardians? Saksikan di chapter selanjutnya.

Leave your comment
Thanks for reading
-TBC-