Konser Killer Bee-chan!
Y-Yo Yo Yo! Nama gue Killer Bee yo! Gue adik dari A walaupun bukan adik kandung Yo! Gue berada di desa yang banyak orang hitamnya termasuk gue yo! Wuuuhuu! Gue bingung kenapa nama orang Kumo itu selalu diakhiri huruf i i i! Ada Omo(i), ada Daru(i), ada Karu(i), calon dada besar Samu(i), ada C (Shii) ada Atsu(i), ada Moto(i), ada Kinkaku(i) dan Ginkaku(i).
Kinkangkung-Ginkakung: NAMA KAMI KINKAKU-GINKAKU TAK ADA I NYA BOGE! DAN LO AUTHOR KAMPRET, KENAPA NAMA KAMI DIUBAH JADI SAYURAN?!
Yo, vrooh! Cep cep aghub breb (Dia lagi Beatbox-_-) saat ini, Kumo sedang kacau…karena Hachibi sedang mengamuk. Paman Fukai, bersama Hachibi, nampaknya yo…sedang dikendalikan seseorang..wuhuuu! pakai Sharingan! Yo yo, vrooh! Akhirnya yo! Tokoh utama di fic aneh ini sudah datang bro! yo yo bro! kita tunggu, aksi dia vroooh! Wuhuuu! Semoga konser kacau ini, diketik Author lagi di chap depan Konoyaro Bakayaro!
A dan Sandaime Raikage tiba-tiba datang bersamaan me-lariat Killer Bee hingga terpental ke langit.
"KALAU NGE-RAP ITU AJAK TOU-CHAN JUGAAA!" teriak Sandaime Raikage dengan wajah memerah-hidung mimisan.
"Bukan rap*sensor* yang itu, Baka Tou-san…" gumam A dengan wajah sweatdrop.
THE UZUKAGE
BY DONI REN AND ICHA REN
NARUTO IS ALWAYS BY MASASHI KISHIMOTO
THE UZUKAGE PROJECT
STORYLINE PART 2, THE RISE OF UZUSHIOGAKURE
WARNING: OUT OF CHARACTER, OUT OF CANON, IMAGINATION, SOME HARD LANGUANGE AND 18+ LANGUANGE, A LITTLE BIT 18+ SCENE (NO SEX SCENE), A LITTLE BIT GORE AND H-AUTHOR
GENRE: ADVENTURE-ROMANCE-DRAMA
KONSER KILLER BEE-CHAN SCENE BY ICHA REN
YOUNGEST!Killer Bee
PAIR: UZUMAKI NARUTO x SHION
POV: NORMAL POV
HAVE FUN READ, BRO AND SIS!
.
.
.
The Rise of Uzushiogakure
Chapter 25
12 Desember. Kumogakure
Pintu ruangan administrasi kantor Raikage terlepas dan terhempas ke dalam ruangan. Utakata menarik napas untuk menenangkan perasaannya. Tinjuan Ginkaku hampir mengenai kepalanya. Pintu yang tergeletak tak berdaya di dalam ruangan administrasi kantor adalah bukti betapa berbahayanya jika kepalan tangan itu mengenai kepalanya.
"Reflekmu cukup bagus," Ginkaku memutar lengannya dan melesatkan Kokinjo ke sisi kanan perut Utakata. Sang Jinchuuriki melompat ke atas lalu mencengkram bola lampu yang ada di langit-langit ruangan. Tali emas peninggalan Rikudou itu mengenai dinding dan menghancurkannya seketika. Ginkaku memandang ke atas dan melihat Utakata melempar bola lampu itu ke kepalanya, secara bersamaan, sang Jinchuuriki melompat ke belakang Gin.
Trang! Ginkaku meninju bola lampu itu sambil terkekeh pelan. Saat pecahan lampu itu berhamburan, sebuah kertas peledak melayang. Mata Ginkaku melebar, Utakata ternyata sudah memasukkan kertas peledak di dalam lampu ruangan yang dilepasnya!
Dhuarh! Kinkaku menoleh ke belakang, ke pertarungan adiknya. Matanya berubah khawatir. Baginya, sang adik merupakan salah satu perhatian utamanya setelah orang tua mereka meninggal. Dia tidak akan membiarkan hal buruk apapun terjadi mengenai adik tersayangnya. Asap mengepul tebal di sana.
"Jangan memandang ke arah lain, Kinkaka!" kata Haku dengan melompat ke atas sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Kinkaku menoleh ke arah Haku dengan gigi bergemeletuk kesal.
"Sudah kubilang sialan!" Trang! Pedang Haku dan pedang Suichinke bertemu "Namaku Kinkaku! KINKAKU!" Kinkaku menghentakkan pedangnya ke atas, Haku otomatis melompat salto ke belakang dan menapak di atas lantai dengan kaki kanan yang sedikit tertekuk ke samping kanan. Kinkaku menyerang leher Haku dengan cepat. Sang Last Hyouton menyilangkan pedangnya di sisi kanan lehernya, membuat kedua pedang itu kembali bertemu.
"Jika temanmu itu terkena Kokinjo sekali saja…maka aku dan Ginkaku akan segera menyegelnya di Benihisago…"
Mata Haku menatap guci yang tergeletak di tengah ruangan. Guci berwarna cokelat dan memiliki bentuk angka delapan dalam pandangan 3 dimensi berisi atau bervolume. Ada kain merah terlilit di tengah cekungan guci atau pot tersebut. Kinkaku menendang perut Haku dan membuat pengguna Hyouton itu terseret ke belakang. Saat Haku ingin melesat maju kembali untuk menyerang Kinkaku, si rambut emas meletakkan pedang Suichinke -nya dan menggerakkan handseal. Haku menahan napasnya.
"Raiton: Kaminari Tori!" Kinkaku membuka mulutnya dan menembakkan lecutan listrik besar dari dalam mulutnya menuju Haku. Ledakan besar terjadi hingga menghancurkan dinding di belakang Haku. Dari luar, pecahan batu dari dinding kantor Raikage jatuh ke bawah dan asap hitam menggelembung lalu mengudara ke atas.
"Haku!" Utakata menoleh ke arah Haku dengan wajah khawatir. Tiba-tiba dari balik asap muncul Ginkaku dengan mata berkilat perak. Dia sudah menyilangkan lengan kanannya untuk menghantam pipi Utakata menggunakan Kokinjo. Mata Utakata melebar.
"KAU TIDAK FOKUS BOCAH!" kata Ginkaku dengan nada senang. BAKHH! Kokinjo-nya menghantam pipi Utakata hingga Jinchuuriki itu terpental berputar lalu menghantam dinding di belakangnya. Utakata terduduk diantara dinding yang berlubang akibat daya hempas tubuhnya dengan napas terengah-engah. Beberapa batu kecil jatuh dari retakan dinding tersebut lalu jatuh menimpa kepala Shinobi Kiri tersebut. Utakata meludah kesal ke arah lantai.
"Rohmu sudah siap tersegel…" kata Ginkaku dengan wajah bak iblis neraka. Dia menyeringai senang.
.
.
.
"Bagaimana?"
Ninja itu bersandar di dinding tebing gunung sambil memandang ke langit. Dia membenarkan mini-radionya yang tersambung ke Konoha. Suara orang yang berbicara kepadanya lewat alat komunikasi itu terdengar agak terputus-putus. Beberapa kali terdengar suara "Ssshh" tanda gangguan radio akibat efek pertarungan Hachibi dan para ninja Kumo, tetapi suara laki-laki licik di alat komunikasinya masih bisa ditangkap gendang timpaninya.
"Masih di dalam kendali, Danzo-sama." Kata ninja itu. Dia memandang Hachibi, di mana view yang dilihatnya adalah punggung Hachibi bersama 8 ekor guritanya yang bergerak liar. Ninja itu menghela napas perlahan "Para ninja Kumo, bahkan Raikage sendiri tidak akan bisa mengalahkan dan menyegelnya. Pertama kali yang harus mereka lakukan adalah melepaskan pengaruh Genjutsu Sharingan di mata Hachibi, tetapi itu tidak mungkin bisa dilakukan…"
Terdengar tawa senang di alat komunikasi tersebut. Lalu deheman pelan yang berat "Ya, terkecuali seorang master Fuin yang hebat kan?"
Sang ninja tidak menjawab. Ekor matanya melihat Sandaime Raikage yang telah berhasil mematahkan tanduk kiri Hachibi dengan jutsu 4 jarinya. Sang Raikage menendang patahan tanduk tersebut sebelum tangan Hachibi menghantam tubuh pemimpin Kumo dan membuat tubuh Raikage terhempas ke bawah.
"RAIKAGE-SAMAA!" teriak para ninja Kumo ketakutan. Raikage bangkit dari posisi jatuhnya dan menggerakkan lehernya miring ke kanan, membuat suara "Trek" pelan di sana. Raikage menaruh tangan kirinya di ketiak kanannya. Lengan kanannya berputar pelan seperti orang pemanasan.
"Kau marah Hachibi?" Raikage mengaliri listrik ke seluruh tubuhnya "AKU JUGA SEDANG MURKA!" Bwootz! Raikage berusaha menghantamkan empat jarinya ke dada Hachibi. Tetapi sebelum menyentuh dada tersebut, sebuah ekor mengibas ke arah Raikage dan membuat tubuh pemimpin Kumo itu terhempas ke bawah dan berguling beberapa meter ke kanan Gyuuki. Raikage menggerakkan handseal dan menembakkan seekor panther hitam dari kedua tangannya.
"Raiton: Black Panther!"
Panther itu melompat di tanah dan melesat menuju perut Hachibi. Sang Bijuu ekor delapan berteriak kencang hingga tanah di sekitarnya retak. Jutsu Raikage tidak terpengaruh teriakan tersebut dan berhasil mengenai perut Hachibi hingga menimbulkan darah dan asap di sana. Hachibi meraung kesakitan.
"Heh…" Raikage tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dia melesat dengan kecepatan petirnya dan menurunkan jari manisnya. Tiga jari. Sang Raikage menargetkan tusukan mautnya ke luka Hachibi di perutnya.
BAKHH! Dua ekor Hachibi menghantam tubuh Raikage dari sisi kiri dan sisi kanan sang Kage. Ninja Kumo menganga tidak percaya. Darui menelan ludahnya perlahan. Saat tegukan kedua ludahnya, dua ekor Hachibi yang tadi menghantam Raikage dari dua sisi menyemburkan darah segar. Hachibi berteriak kesakitan. Dia membuka dua ekornya yang digunakan untuk menepuk Raikage ke arah luar. Raikage tidak ada di sana.
"Di mana…" mata Darui membulat. Raikage sudah mengangkat tangan kanannya ke belakang. Dia sudah melompat tepat di depan hidung Gyuuki. Sharingan Gyuuki berputar terkejut, begitu pula ekspresi para ninja Kumo. Raikage mengarahkan tiga jarinya ke hidung Gyuuki dengan teriakan penuh kemarahan.
"MAAF MEMATAHKAN HIDUNGMU HACHIBIIIIII!" BLAAARHHH! Dari arah atas, ekor Hachibi secara cepat menghantam tubuh Raikage hingga sang Kage terhempas ke bawah. Para ninja Kumo mendesah ketakutan dan kecewa. Darui langsung memerintahkan para ninjanya untuk berlari menyelamatkan Raikage yang tertelungkup tepat di depan Hachibi dengan tanah yang pecah dan retak. Sang Raikage tidak bergerak. Hachibi mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi. Di telapak tangannya tersebut muncul petir-petir raksasa yang tersembur bagai kumpulan semut. Pastinya yang akan terkena serangan mematikan itu akan mengatakan selamat tinggal pada dunia ini.
"CEPAT TOLONG RAIKAGE-SAMA! C, LAKUKAN GENJUTSUMU LAGI!" teriak Darui dengan mata mengantuknya yang tidak lagi mengantuk.
"Tidak bisa," C memandang seluruh rekannya "Semua teman-temanku sudah kehabisan chakra!"
"Keparat!" Darui berlari ke arah Raikage "SEMUA NINJA KUMO, SELAMATKAN RAI-"
"TIDAK BISA DARUI-SAN! YANG ADA KITA MALAH MATI!"
"RAIKAGE-SAMA SAJA BISA KALAH TELAK SEPERTI ITU! APALAGI KITA!"
"KALAU KITA YANG TERKENA SERANGAN SEPERTI TADI, PASTI LANGSUNG MATI!"
"Orang-orang bodoh!" kata Darui geram. Dia menggerakkan handseal sambil berlari dengan cepat menuju Raikage. Hachibi melesatkan telapak tangan berpetirnya ke tubuh Raikage. Kepala Raikage bergerak pelan ke samping. Matanya melebar ke atas saat melihat tangan Hachibi sudah dekat untuk mengantarkannya menuju akhirat.
'Terlambat!' batin Darui kacau "RAIKAGE-SAMAAAAAAAAAAA!"
BLAAAAAAAARHHHH! Ledakan berpetir menghancurkan tanah yang memang sudah hancur ke berbagai arah. Ledakan kuning kemerahan menyinari sekitar tubuh Hachibi dan petirnya merambat jauh. Darui langsung ditolong A yang tiba-tiba muncul dari belakang dengan kecepata petirnya. Sementara Killer Bee menggendong dua jounin yang pingsan di punggungnya sambil nge-rap dengan napas ngos-ngosan.
"Yo! Masa istirahat sudah berakhir yo!" Killer Bee mengusap matanya yang berkantung hitam "Jangan melakukan hal bodoh Darui yo! Raikage-sama pasti sedih kehilangan muridnya Konoyaro Bakayaro!"
"Dengar Darui," A menurunkan Darui ke tanah. Dia memandang tajam pengguna petir hitam tersebut "Bahkan si Rapper bodoh ini tahu apa yang diharapkan Tou-sanku. Kau adalah murid berharga beliau-"
"Tapi A-sama, Raikage-sama su-"
A menggelengkan kepalanya. Dia memandang tajam ke depan. Darui mengikuti arah pandangan A dan kembali disuguhkan pemandangan yang tidak membosankan.
Raikage terkapar di depan mereka dengan bekas pukulan di hidungnya. Tetapi tetap saja, bagi tubuh sekuat baja dan tulang bagai besi gila, bekas pukulan itu tidak membuat hidung sang Raikage mengeluarkan darah. Raikage bangkit berdiri sambil mengusap hidungnya pelan. Dia memandang sosok yang ada di depannya sambil memikirkan apa yang terjadi sepersekian detik lalu.
"Siapa kau?" Tanya Raikage tajam "Kau memukulku. Tetapi alasanmu yang sebenarnya adalah menyelamatkanku. Kecepatan itu…" mata Raikage menajam "Satu-satunya yang bisa menyamai kecepatanku adalah Namikaze Minato dan…"
"Uzumaki Naruto." Kata orang tersebut. Dia tersenyum sambil mengibaskan rambut pirangnya. Mata Raikage membulat. Dia dapat melihat safir indah itu memandangnya tenang.
"Memukulmu untuk menyelamatkanmu," pria itu mengangkat tanagn kanannya yang dibalut perban putih "Itu sama dengan yang kau lakukan saat memutuskan tangan kananku menggunakan jutsumu, sensei…"
"Haah…" Raikage merasakan napasnya tersendat. Tenggorokannya menjadi lebih kering. Entah merasa de javu atau di alam mimpi, Mendengar kata sensei dari pria tersebut membuat kakinya sedikit lebih lemas.
"Saat pertarungan melawan dirimu dan Sandaime Kazekage bersama 7 ninja pedang Kiri, kau bisa saja menembus dadaku saat serangan 4 jari nerakamu. Aku tahu itu. Tetapi kau menyerang tangan kananku dan membuatnya terputus. Kau sengaja melakukannya bukan? Kau melakukan itu karena tidak sanggup membunuh muridmu." Naruto mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi dan tertawa pelan. Dia memandang tangan kanan yang diimplantasi oleh sel Shodaime Hokage penuh minat "Nah sensei, muridmu sudah kembali dari alam akhirat…ingin membalas pengkhianatan bodoh yang kau lakukan…" dia memandang tajam Raikage ketiga "Di mana…ISTRIKU?!"
Raikage tidak dapat berkata apa-apa. Sang Prodigy telah kembali. Pemimpin Uzu yang telah dikhianati 5 desa besar akibat ramalan mengerikan dari Rikudou Sennin berdiri di hadapannya dengan wajah tenang. Wajah khas Yondaime Uzukage, atau nama aslinya…Uzumaki Naruto.
Muridnya.
"Na-Naruto…" kata Raikage antara percaya dan tidak percaya. Naruto tersenyum dan menjawab dengan satu kata.
"Ya."
Satu kata yang terdengar menakutkan.
~The Uzukage: The Rise of Uzushiogakure~
11 Oktober (5 tahun yang lalu). Uzushiogakure
"Halo gaki. Kau memiliki mata yang mirip ibumu ya?"
Naruto mengangkat alisnya. Dia menoleh ke arah ayahnya untuk meminta penjelasan. Uzukage ketiga menyengir dan menepuk pelan belakang kepala Naruto agar sopan terhadap dua orang tua yang ada di depannya.
"Katakan halo juga Naru-chan. Dua orang ini adalah para pemimpin yang hebat. Yang mungil itu Oonoki-sama, sang pemimpin Iwagakure. Yang bertubuh kekar itu A-sama, Sandaime Raikage dari Kumogakure." Uzukage ketiga tersenyum "Mereka berdua hari ini datang ke Uzu sebagai gurumu."
"Heh, aku tak perlu guru, Tou-san." Naruto maju selangkah dan mendekati Oonoki "Tidak mungkin aku menjadi murid orang yang wajahnya lebih tua daripadaku namun tubuhnya lebih pendek daripadaku! Emangnya kenapa tubuhmu begitu jiji? Apa kau kekurangan kalsium he? Kau tidak suka minum susu dan berjemur di bawah matahari dari pukul 7 sampai 10 pagi he? Apa kau punya kelemahan-"
BLAAARHH! Tanah di samping kanan Naruto bolong dan berasap. Mata Naruto membulat. Oonoki memejamkan matanya dengan perempatan kecil di keningnya.
"Oonoki-sama itu pengguna Kekkai Tota Jinton anakku, jika kau macam-macam dengannya…" secara bersamaan, wajah Sandaime Uzukage dan Oonoki berubah menjadi seperti karakter evil (ala Death Note) dengan mata tajam serta seringaian mengerikan "…Maka kau akan jadi debu!" kata keduanya dengan suara menggema.
Naruto meneguk ludahnya perlahan. Dia yang masih tidak menerima dua orang tua di depannya sebagai guru langsung menghampiri Raikage dan ingin mengejeknya. Namun sebelum mulutnya terbuka, sebuah panther hitam melompat dari belakang tubuh Raikage dan menghantam tanah yang berada di sisi kiri Naruto.
"A-sama itu pengguna petir hitam yang ditakuti di Kumo, anakku…" Sandaime Uzukage dan Sandaime Raikage menyeringai secara bersamaan (wajah ala Light Yagami mode evil) "Kau bisa tersengat hingga mati oleh petir hitam ini!" suara mereka berdua menggema dan terdengar menyebalkan. Naruto menoleh ke arah ayahnya dengan pandangan memohon "Tolong bawa pulang dua orang ini.", namun sang ayah menggelengkan kepala dan menyatukan kedua tangannya di belakang punggung. Dia berbalik sambil mengatakan "Selamat latihan, anakku…oh ya, calon Uzukage muda."
Naruto terdiam. Dia memandang dua orang tua di depannya dan tersenyum kecut saat keduanya membunyikan jari-jari tangan mereka dengan bunyi "Kretek…kretek" yang menyeramkan.
.
.
.
Naruto terbaring dengan napas terengah-engah di bawah pohon. Hembusan angin menerpa surai merahnya dan menerbangkan beberapa daun hijau ke bawah. Sang calon Uzukage melirik ke arah dua gurunya yang duduk bersila memandangnya sambil tersenyum sok manis. Naruto bangkit dan menggerakkan leher-lehernya yang terasa kaku.
"Kenapa harus latihan fisik Raikage-sama? Bukankah kalian ingin mengajariku soal penguasaan Sumi-Kyo?"
"Baka," Oonoki melipat kedua tangannya di depan dada "Kami bukan mengajarimu soal penguasaan Sumi-Kyo gaki, kami saja tidak tahu bagaimana bentuk dari jutsu rahasia desamu itu. Yang ayahmu minta adalah mengajarimu menjadi seorang pemimpin yang kuat."
Naruto menaikkan alisnya. Seorang pemimpin yang kuat? Jawaban itu membuatnya sedikit tertarik dan sedikit muak. Dia sudah lelah mendengar kata pemimpin yang selalu dikatakan ayahnya, para tetua, para dewan desa dan orang-orang di sekitarnya. Kata yang selalu diucapkan orang-orang jika bertemu dirinya.
"Latihan fisik ini adalah salah satu contohnya. Dengan melatih fisikmu hingga ke batas ambang kemampuanmu bertahan, secara tidak langsung mentalmu akan dilatih juga." Raikage menangkap sehelai daun dan memandangnya tajam "Jika kau punya banyak waktu untuk memikirkan hal tersebut, lebih baik kau berdiri dan melatih otot-ototmu agar bisa melindungi orang-orang yang kau cintai kelak. Memimpin bukan berarti hanya memberi perintah dan merasa paling tinggi diantara orang-orang lainnya, memimpin berbicara tanggung jawab dan kepercayaan rakyatmu,"
Raikage melepaskan daun itu hingga terbang perlahan ke langit karena di tiup angin. Dia melipat kedua tangannya di depan dada kekar yang padat dan memandang calon Uzukage muda yang balas memandang penuh minat ke arahnya "Tapak yang kau langkahi cukup berat, Naruto. Nasib masa depan Uzu, desa ini, pastinya ada di tanganmu…"
Naruto tiba-tiba berdiri dengan wajah sedikit tertunduk sehingga helaian merah itu menutupi matanya. Dia mendecih pelan. Membuat Raikage dan Tsuchikage memandangnya kebingungan.
"Aku bosan dengan nasib Uzu, pemimpin dan istilah lain tentang politik desa ini…Raikage, Tsuchikage. Aku merasa muak mendengar kata-kata yang kalian ucapkan." Naruto memandang daun yang terbang ke arahnya. Dia menangkapnya dan meremas daun itu perlahan "Pemimpin itu adalah sebuah gelar untuk beban yang berat. Sejujurnya aku ingin menolak jabatan bodoh ini. Aku…" mata Naruto terlihat letih "Aku tidak suka namaku kelak menyandang gelar Yondaime Uzu-"
BLAAARHHH! Mata Naruto membulat. Raikage ketiga melesat di depannya dan mematahkan pohon yang berada di depan Naruto-yang menjatuhkan daun-daun tersebut-dengan 4 jari tangan kanannya. Pohon itu perlahan-lahan tumbang dan berdebum di tanah menimbulkan kumpulan debu tipis di sekitarnya. Raikage berdiri tegak perlahan dan berbicara tanpa menoleh sedikitpun ke arah Naruto.
"Bayangkan jika Tou-san mu sudah tiada, dan kau tidak mengambil gelar Uzukage tersebut. Bayangkan jika aku dan Oonoki menyerang desamu yang kosong tanpa pemimpin. Anggap pohon itu salah satu warga Uzushiogakure, lalu kau sebagai warga biasa yang berdiri di depannya hanya bisa melihat tanpa berbuat apa-apa…" Raikage berhenti sejenak "Kau memang masih bisa melawanku, tetapi hanya dalam skala kecil Gaki. Jika kau menjadi seorang pemimpin…" Raikage membalikkan badannya dan tersenyum memberikan semangat kepada pemuda beriris safir di depannya. Tsuchikage terkekeh pelan melihat wajah terdiam Naruto.
"Kau bisa mengatur gejolak politik desamu, bisa mengatur front pasukanmu untuk melawan kami dan bisa memberikan yang terbaik untuk desamu dalam skala besar!"
Hyuuushh…angin berhembus kuat, menerbangkan helaian merah rambut Naruto. Dia terpana. Raikage secara tidak langsung mengetuk pintu batinnya. Membukanya dalam melihat artian pemimpin dari sudut pandang yang berbeda. Naruto selalu memandang makna pemimpin dari segi amanah yang dibawa, tanpa memikirkan sudut pandang dari akibat amanah itu sendiri. Sesuatu yang tidak terpikirkan oleh Naruto. Raikage memandang Uzumaki muda itu penuh kasih sayang. Tampaknya dia bersama Oonoki akan membentuk karakter pemimpin dari calon Uzukage keempat itu kelak, ya, membentuknya agar menjadi pemimpin yang bermental kuat dan bertanggung jawab.
12 Desember (Sekarang). Kumogakure
Kini pemimpin muda luar biasa itu berdiri di hadapannya dan bangkit dari kematiannya. Uzumaki Naruto dengan kulit coklat dan tiga garis kucing di pipinya, rambut pirang dan mata safir indah. Raikage menebak sang Uzukage sedang menyamar, tetapi nada suara tenang itu sudah membuktikan bahwa sosok Uzumaki Naruto masih hidup.
"Kau…kau beneran Naruto?" Tanya Raikage masih tidak percaya. Naruto tidak menjawab, hanya menganggukkan kepala. Perkenalan pertama sudah cukup baginya untuk Raikage ketiga.
"Raikage-sama, anda masih ingat soal pesan yang anda dan Ooniki-jiji sampaikan tentang seorang pemimpin?"
Raikage menahan napasnya. Naruto mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan sembilan jarinya ke atas.
"Apa yang harus dilakukan seorang pemimpin adalah memanggul semua beban rakyatnya di pundaknya sendiri, bukan hanya menatapnya dengan tatapan kasihan.."
"Bagiku, ada empat prinsip yang harus dipegang para pemimpin suatu negeri. Adil, bertanggung jawab, jujur dan menjaga negerinya tetap kukuh dengan kedamaian abadi.."
"Jika aku mendengar seorang pemimpin banyak memberikan janji kepada rakyatnya, maka akan kupenggal kepalanya dan berkata, memenuhi satu janji itu susah, dan jangan melipatgandakannya walau janji itu sebutir pasir."
"Menjadi Pemimpin yang baik itu mudah, tetapi menjadi Pemimpin yang baik di mata rakyat adalah suatu kesulitan besar, karena perbedaan pandangan"
"Seorang pemimpin tidak boleh memandang suatu masalah hanya dengan kedua matanya, tetapi bagaimana dia dapat memberikan solusi dengan otaknya, dan menyelesaikan dengan tangannya"
"Tak termaafkan pemimpin yang hanya mengumbar janji palsu"
"Tak ada yang lebih berharga dibandingkan kepercayaan rakyat"
"Pemimpin adalah sebuah wadah berisi yang akan mengisi wadah-wadah rakyat dengan pengabdiannya, bukan wadah kosong yang mengambil isi dari wadah-wadah rakyatnya"
"Penetapan hati adalah keputusan yang terbaik."
"Semuanya…semua kata-kata itu adalah kata-kata yang kalian ajarkan kepadaku…" Naruto memegang dada kirinya menggunakan tangan kanan dan meremasnya perlahan "…Dan aku tanam di hatiku! Semua ajaran kalian telah aku terapkan sebagai seorang," mata Naruto melebar. Khasrima tenang yang menakutkan menerpa perasaan Raikage saat Naruto menyebutkam kata itu…
"Uzukage…" kata Naruto menyelesaikan kalimatnya. Raikage menundukkan kepalanya. Dia memandang pecahan tanah dengan perasaan bersalah. Ketakutan atas ramalan mengerikan Rikudou Sennin membuatnya berani mengkhianati muridnya sendiri dan ajaran yang dia tanam kepada Uzumaki muda tersebut. Raikage sudah berbuat semampunya untuk menyeimbangkan antara menghentikan ramalan itu dan membuat Naruto tetap aman. Contohnya, dia yang seharusnya bisa menusuk jantung Naruto saat pertarungannya di momen penghancuran Uzu berubah menjadi pemutusan tangan sang Uzukage karena dirinya tak sanggup membunuh Naruto. Lalu ajuannya kepada empat Kage lainnya agar membiarkan Shion hidup walaupun dia adalah salah satu 'item' berbahaya dari ramalan tersebut akhirnya diterima 4 Kage desa besar. Di lubuk hatinya yang terdalam, Raikage sangat berharap Naruto tetap hidup. Di lubuk hatinya yang terdalam, dia senang melihat Uzumaki muda itu berdiri di hadapannya dengan tenang dan angkuh. Khas style Uzumaki Naruto. Di lubuk hatinya yang paling dalam, dia bangga Naruto masih teguh pada pendirian sesuai ajaran yang tertanam di hati sebagai seorang pemimpin yang baik.
"Jadi Raikage-sama…" Naruto maju selangkah. Nampak berbahaya "Aku bertanya sebagai sesama pemimpin, di mana istriku?"
Raikage mengangkat kepalanya. Raungan Hachibi terdengar mengusik di samping mereka. Sangat jelas dan keras karena Bijuu ekor delapan itu sangat dekat berada di samping keduanya. Entah kenapa kedua pasang mata itu saling menatap dalam. Sangat dalam. Raikage dan Naruto memandang seperti tatapan ikatan yang kuat antara guru dan murid. Bukan sesama pemimpin.
"Dia…tidak ada di sini?" Tanya Naruto pelan. Raikage tersenyum lemah dan menganggukkan kepala.
"Aku tak akan bodoh mengurusi istri kesayanganmu sambil memberesi monster besar yang sedang mengamuk di samping kita. Mengurusi Ratu Elegan juga bukan keahlianku. Sang Ratu sudah kukirim ke gurumu yang lain…"
"Begitu ya…" nada suara Naruto nampak terdengar kecewa "Jadi aku ke sini hanya percuma saja. Menyia-nyiakan waktu dan tenaga…" Naruto berbalik dari hadapan Raikage. Dia melirik sejenak ke Hachibi yang mengangkat salah satu ekornya tinggi-tinggi. Ekor tersebut melesat ke arah Raikage dari atas dan menimbulkan derakan suara keras serta asap-debu seperti biasanya.
"Apa yang terjadi?" gumam C kebingungan. Darui menyipitkan matanya. Entah kenapa jantungnya berdebar kencang karena feeling-nya mengatakan bahwa sebentar lagi dia akan dipertontonkan adegan yang sangat menarik.
"Kau tidak ingin menghancurkan desaku, Uzukage-sama?" Raikage sudah berpijak santai di sisi kiri ekor Hachibi yang terhempas ke bawah tadi. Naruto tetap berdiri membelakangi Raikage dengan kepala tegak lurus ke depan.
"Aku memang salah soal pengkhianatan itu…tetapi kau sudah mempersiapkan semuanya kan, Yondaime Uzukage?"
Naruto membalikkan badannya. Dia menyeringai senang.
"Kau mau adu kecepatan, Raikage-sama?"
"Boleh juga, pemimpin keparat. Haha, balas dendamlah…BALAS DENDAMLAH KEPADA GURU PENGKHIANATMU INI!" Raikage berusaha tertawa, tetapi melihat dari mimik Naruto, Pemimpin ketiga Kumo itu tahu bahwa Naruto memang ingin mengadu kecepatan dengannya. Safir Naruto nampak membulat senang.
"HAHAHAHA! KAU BOLEH JUGA ORANG TUA! PARA PASUKANKU SUDAH MULAI MENGHANCURKAN DESAMU, DAN SAAT KAU PULANG DENGAN KEKALAHAN DARI SINI…KAU AKAN FRUSTASI!"
"KAU SOMBONG JUGA GAKI!" Raikage mengalirkan chakra listriknya ke seluruh tubuh kekarnya. Dia tersenyum. Empat jari nerakanya sudah muncul.
"JANGAN BERANI MENGATAKAN ITU, ORANG TUA HITAM!" Naruto melepaskan pisau lipat di lengan kanannya dan melemparnya secara berputar ke atas, kemudian menangkapnya dengan tangan kanan tepat di ganggang. Sang Uzukage mengibaskan pisau itu dengan cepat. Aliran chakra menyelubungi seluruh pisau.
"Kecepatanku akan mengalahkanmu, Naruto…"
"Heh…kau memang cepat Raikage. Tetapi apakah kau bisa mengimbangi Hikari Sunshinku?"
Raikage tersenyum mendengar kata-kata itu kembali terucap di bibir Naruto. Dia teringat percobaan pertama Hikari Sunshin Naruto kepadanya pada tanggal 3 Janurai 4 tahun yang lalu. Sang Raikage terkekeh dan menekuk kedua kakinya, siap menyerang sang Uzukage.
"Tentu saja Sunshin jelekmu itu akan kalah oleh kecepatan petirku, gaki…" kata Raikage, sesuai dengan omongannya 4 tahun lalu di ingatan Naruto.
"Heh…" Naruto menutup matanya. Dia membungkuk dan mengambil sebuah pecahan batu yang telah diinjak kaki kirinya. Gerakan itu dilakukan secara slow motion. Naruto melempar batu itu ke arah Raikage, tepat melayang di atas ekor Hachibi yang berada diantara keduanya.
Secara slow motion, Raikage melesat dengan kilatan petir menuju lemparan batu Naruto, dia tepat muncul di atas ekor gurita Gyuuki.
Empat tahun yang lalu, Naruto juga melempar batu yang telah ditandai Fuin-nya ke arah Raikage untuk percobaan pertama Hikari Sunshinnya. Raikage juga melesat bak kilat saat itu.
Empat tahun yang lalu, Uzumaki Naruto dan Raikage sama-sama melesatkan pukulan tangan kanan mereka dalam kecepatan tinggi. Keduanya kemudian berdiri di belakang masing-masing lawan seperti adu pedang samurai dengan kepulan asap tipis yang begitu keren. Naruto jatuh terduduk dengan hidung berdarah akibat pukulan telak Raikage. Raikage sendiri hanya tersenyum mengejek. Dia tidak terluka. Dia menang.
TRASSSHHH! Dalam kecepatan kilat berpendarkan cahaya kuning lembut dan biru petir, keduanya sudah berdiri di belakang masing-masing lawan dengan tangan kanan yang memegang alat penyerangnya berposisi lurus ke depan. Naruto berdiri di posisi awal Raikage, Raikage berdiri di posisi awal Naruto. Keduanya tersenyum bersamaan.
CRAASSHHH! Mata Uchiha yang mengawasi Hachibi di atas gunung terbuka lebar. Sharingannya bergetar penuh keterkejutan. Ekor Hachibi yang berada di tengah-tengah adu kecepatan itu putus. Darah segar bermuncratan di sana bagai hujan deras akibat awan tebal. Seluruh ninja Kumo berteriak kaget. A menganga seperti orang bodoh. Mata bosan Darui bergetar pelan. Pupil C membulat. Killer Bee berhenti nge-Rap karena takjub melihat pemandangan di depannya.
Tes. Sebuah luka sayatan kecil muncul di hidung Naruto. Sang Uzukage memandang datar ke depan. Kejadian empat tahun kembali berulang. Hidungnya kembali terkena serangan dari adu kecepatan melawan Raikage.
BRASSHHH! Darah segar bermuncratan dari dada Sandaime Raikage. Luka sayatan yang cukup panjang muncul di dada besi yang katanya kebal terhadap segala jenis serangan tersebut. Raikage tertelungkup di tanah sambil tersenyum senang. Ya, kejadian ini terulang kembali seperti empat tahun yang lalu.
Empat tahun yang lalu, sebelum tangan kanannya menghantam hidung Naruto, kepalan tangan kanan Naruto sudah lebih dulu menghantam dadanya. Hanya saja karena pukulan sang Uzumaki muda waktu itu tidak berarti apa-apa bagi dada besinya, maka secara dari luar dia nampak menang.
Padahal Raikage tahu, Uzumaki Naruto lebih cepat darinya. Uzumaki Naruto adalah pemimpin yang lebih hebat darinya.
"Ra-Ra…" tentu saja ninja Kumo shock melihat Raikage kebal mereka bisa terluka. Raikage yang hanya bisa dilukai oleh dirinya sendiri kini tertelungkup dengan genangan darah yang muncul di sekitarnya. Hachibi meraung kesakitan. Dia membuka kembali mulutnya dan siap menembakkan bom bijuu-nya yang mengerikan. Naruto memandang tajam para ninja Kumo.
"TOLONG SINGKIRKAN ORANG TUA INI DARI HADAPANKU! DIA BISA MATI BUKAN KARENA TEMBAKAN BIJUU INI, TETAPI MATI KARENA KEHILANGAN DARAH AKIBAT LUKANYA!" Naruto mengalihkan iris matanya ke atas. Ke sepasang mata Sharingan Hachibi yang bergerak liar "Nah sekarang…"
Safir Naruto menajam
"Giliranmu, Hachibi!"
TBC
AN
1. Pengajaran pertama Raikage ketiga dan Tsuchikage ketiga adalah 5 tahun sejak arc Kumo, yang berarti 3 tahun sebelum Naruto naik menjadi Uzukage keempat.
2. Naruto mencoba pertama kali Hikari Sunshin-nya 4 tahun sebelum arc Kumo, yang berarti 2 tahun sebelum dia naik menjadi Uzukage keempat.
3. Diingatkan kembali, Bee dibuat Youngest di fic ini. Umur Bee adalah 15 Tahun.
4. Kata-kata yang diucapkan Naruto kepada Raikage (Yang diajarkan Raikage dan Tsuchikage kepadanya) juga ada pada kalimat pengantar di Part 1 Fic ini.
AN QUESTION
1. Nama Danzo disebutkan dalam Chapter ini oleh Uchiha tersebut. Apa peran dan tujuan Shimura Danzo sebenarnya?
2. Bagaimana Naruto dapat melukai 'Dada Besi' sang Raikage?
Jutsu Update (Bundelan dari Chap lalu)
Sandaime Raikage; The Sensei of 4th Uzukage-The Strongest Raikage (UPDATE)
Raiton: Seigiryuu no Jutsu. Raikage mengeluarkan petir hitam berbentuk dua naga dengan mata merah yang keluar dari belakang tubuhnya. Sangat kuat, bahkan dapat menahan Bijuudama berukuran kecil.
Raiton: Black Panther. Raikage mengeluarkan petir hitam berbentuk Panther yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.
Meskipun tidak disebutkan, di chap ini Raikage mengeluarkan Raiton no Yoroi, di mana dia mengalirkan listrik ke seluruh tubuhnya untuk menambah kecepatan dan kekuatannya. Apalagi saat mengeluarkan jutsu 4 jari nerakanya (Jigokuzuki: Yonhon Nukite)
Untuk info Jutsu Kinkaku-Ginkaku dan alat-alat Rikudou Sennin akan dibundel di akhir arc.
Q n A Session
Q: cepet update the best team : snake journey dong thor...
aku nggak sabar nunggu fict itu update lagi...
A: Hehe, ditunggu gan, mungkin setelah ane selesaikan fic ini hm?
Q: Oya thor apakah author punya sesuatu buat tangan naruto pemberian mbah madara? Semacam kekuatan baru kah? Lalu apakah kedua uchiha yang menyelamatkan para uzumaki itu mengetahui rencana danzo? Sehingga menyelamatkan mereka?
A: Masih di pikirkan gan untuk pemanfaatan tangan tersebut. Soal dua Uchiha itu, hehe…pasti akan terjawab di cerita ke depannya.
Q: Mengapa UtaHaku vs KinGin Doni san. Apa tdk seimbang nantinya?
A: Karena jika Naruto melawannya, akan kerepotan tentunya dan malah membuat Naruto lama di lokasi tersebut.
Q: ujur tadi waktu baca A/N chapter 23 kaget juga karena masih ada pejuang (baca : reader & author) dari jaman keemasan Fanfic Naruto Genre Adventure Indonesia yang masih aktif membaca. Maaf tapi sepertinya kemampuan anda berkurang ya. Berbeda dengan pada saat 2013 - 2014 (TBT). Dulu mungkin jika series TBT dilanjutkan anda bisa saja di sebut generasi berikutnya dari author dark namikaze vengeance 6661.
Saya sangat mendukung fict ini.
Saya pernah bilang kalo anda melanjutkan fict TBT mungkin saja anda akan setingkat dengan rifuki & kristoper21.
A: Wahh terima kasih. Memang, setelah vakum hampir setahun saya rasa kemampuan mengetik saya agak jauh menurun dari awal dulu. Puncak semangat saya membuat fic adv saat itu karena banyak sekali para Author yang bersemangat membuat fic di Fandom Naruto genre Adventure. Dari yang Newbie sampai yang master atau senior. Para Readers-nya juga antusias dan bersemangat memberikan review serta saran. Ouh, pokoknya rentang 2013 sampai awal 2015 benar-benar jayanya fic genre adventure lah di Fandom Naruto. Oke, saya akan berusaha ngelanjutin TBT sambil berusaha membangkitkan semangat semua oknum di Ffn agar menjayakan Fic genre adventure di Fandom Naruto.
Q: Shionnya ke mana ya thor?
A: Di hatiku kawan, haha. Tenang, aman kok Sang Ratu.
Q: Doni-san,,Apa Danzou Ngambil Mata Uchiha Shisui?
A: Masih belum bisa ane konfirm gan. Tunggu next-next chap saja.
Q: Sesi balas reviewnya terlalu panjang,atau mngkin itu trik biar wordnya bertambah,hanya author yang tau.
A: Bukan trik gan, ini karena memang kebiasaan ane yang suka menjawab review para Readers di bawah TBC dan menjawab sebagiannya di PM.
Q: Lanjut om doni yang sudah tua tp blm menikah padahal punya jiwa mesum yang sangat tinggi. Sayangnya cuma bisa disalurkan dikamar mandi.. :v
A: Ape ni? :v
Q: Apa Kinkuka dan Ginkuka tidak menyelamatkan Yugito dulu?
Gak yakin Uta dama Haku bisa menang. Menunggu peran Naruto dalam masalah Hachibi.
Apa para Uciha terbagi menjadi 2 kubu?
A: Mereka sepertinya lebih mengejar Naruto cs karena tahu bahwa Naruto cs adalah penyusup. Hm…ditunggu saja bagaimana hasil Battle UtaHaku Vs KinGin. Uchiha? Hoho, maybe yes maybe no.
Q: Sekarang chap 24 dan masih di Kumo, masih ada 3 desa lagi.
Rencananya sampai chap berapa thor?
A: Belum tahu gan. Tampaknya TU menjadi semakin rumit.
Q: anggp lah naru sama raikage berhasil menjinakkan hachibi, terus naru sana raikage berdamai.. eg tahu2 pas udah nyampe desa, mereka terkejut bukan main.. desa yg dgn susah payah mereka lindungi agr tak hancur akibat ulah hachibi.. malah hancur akibat ulah kyuubi-imitas, lelaki berwajah cantik, saiken sama nibi :v xD .. ngenes amat
A: Haha, pastinya ngamuk Raikage. Saya Cuma bisa katakan bahwa pertarungan kedua pengawal Naruto melawan duo Imitasi Kyuubi pasti menimbulkan kerusakan pada kantor Raikage. Thanks atas reviewnya.
Q: Itu kenapa gk ditampilin adegan Yugito ganti bajunya?! :'v ... Kuharap Kinkalu sama Ginkalu kalah sama Utatata dan Haku
A: Ane harap begitu juga gan, tetapi Rate berkata lain :V. Kita tunggu di Next chap.
Q: klw gx slh utakata kan punya kemampuan melelehkan apapun yg menyentuh mode bijuunya yg wrna biru? Apa pedang kokinjo dpt meleleh juga?..hm di tunggu pertarungann... Kipas 5 elemen bashosen,pedang pemotong roh kokinjo, tali pengikat roh sichiseiken,dan kendi benihisago..
A: Ya, Bijuu di dalam Utakata memiliki ciri khas yakni mempunyai cairan asam dan alkali yang benar-benar korosif. Hm… kita lihat di next chap gan. Soal Kokinjo, itu bukan pedang gan…tetapi sebuah tali tambang emas yang biasa dililit Ginkaku di lengan kirinya (Kalau tak salah).
Q: Pemimpin adalah seseorang dengan kepercayaan yang besar. Bener kan artinya Thor? tanya. Apa Naruto akan bertemu Shion di Konoha atau sebelum Konoha? jika belum bisa menjawab, jawab saja secara implisit thor.
A: Ya anda benar dan mendapatkan Jackpot. Haha, implicit ya, maybe yes maybe no hehehe.
Q: Yang ngendaliin hacibi itu uchiha ali atau bukan?
A: Positif Uchiha gan. Di narasi pun berkata 'Sang Uchiha' dsbnya.
Q: Fic ini keren, tapi Shionnya kapan Thor T T. Ditunggu NaruShion-nya
A: Tenang kawan, scene-nya pasti ada. Ini kenapa ane meletakkan adv dulu balu Romance di Genre-nya. Thanks.
Q: kalo bisa pertemuan naruto ama guru nya dibuat drama yang lebay thor hehee
A: Hahaha, ane lebih memilih kenangan yang dialami Raikage dan rasa bersalahnya karena mengkhianati Naruto gan. Agak susah juga mengungkapkan perasaan Raikage secara drama karena ane agak kurang ahli dalam hal tersebut dan juga dikarenakan memakai sudut pandang orang ketiga. Ane harap chap ini bisa mewakili perasaan Naruto dan perasaan Raikage sendiri di hati mereka masing-masing.
Q: kyaaaaaa! keren...sedikit pertanyaan bukankah bee lebih tua dari yugito?
A: Hm, seperti kita sebelum memasuki arc Kumo teman, ane sudah buat di Author Note bahwa Bee akan dibuat Youngest. Sebenarnya umur Bee mendekati Raikage dan Naruto memanggilnya Paman. Tetapi di sini ane memang sengaja buat Bee berumur 15 tahun untuk unsur cerita. Di warning atas juga ada.
Q: ekhem2...oiya apa tidak bahaya UtaHaku vs KinGin krn mrk ada senjata Rikudo?
Emm apa Nanti senjatan para Uzukage akan keluar lagi nih hehe...oke Next...!
A: Berbahaya sebenarnya. Tetapi Naruto sudah mempercayakan dua pengawalnya untuk melawan duo Pseudo-Jinchuuriki di Kantor Raikage. Yah…senjata Shodaime sudah Naruto gunakan untuk melawan Raikage dalam adu kecepatan. Walaupun menganggap kurang 'wah' seperti senjata Nidaime dan Sandaime Uzukage, tampaknya pisau lipat tersebut menjadi favorit Naruto.
Q: menarik thor san di anime yg ngendali'in hacibi adalah orocimaru oh bukan ngendaliin dah tapi memberi obat pada fukai ntah obat apa ? hm tapi di fic author ini di kendalikan lewat sharinggan ... saya sangsi klo obito plakunya soalnya klo fic ini g di rubah sampai umumnya/pembawaan umur obito saya rasa masih terlalu bocah deh .. hm jadi g bisa mrediksi ni .. oh ya thor .. saya tunggu kiroi senko & red habanero kluar dah g sabar pegen liat hi...hi. hi smagat buat author _san deh .. nex trus jagan berhenti di tegah jalan ntar ke tabrak truk .. oke ...
A: Yap analisis anda di atas 60 persen benar. Mungkin Obito terlalu muda dan di storyline Madara tidak ada menyebut hints Obito kepada Naruto di part 1. Haha, saya harap keduanya bisa selamat dalam suasana Rezim si licik Shimura Danzo.
Sebelum ane menutup chap ini, ane ucapkan terima kasih kepada Readers-san yang masih mau membaca dan nenteng di fic ini untuk bersantai dalam membaca-Have Read Fun!-, saya juga ucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Readers yang mereview, memFav dan MemFollow fic ini agar bisa terus berlanjut sampai Tamat.
Akhir kata, mohon maaf atas kekurangan, mohon reviewnya di kotak review*nunjuk ke bawah* dan see you again in Chappie 26 di The Uzukage Part 2: The Rise of Uzushiogakure-Arc Kumogakure.
Thanks and See You
Tertanda. Doni Ren YANG SUMPE TIDAK MESUM dan MENCARI CINTA DI PADANG DURJANA.
