Notes:
Disclaimer: Tsukiuta by Fujiwara dan JIku
Tidak ada keuntungan yang diambil dari pembuatan fanfiksi ini. Semuanya murni untuk senang-senang saja.
Notes:
- Canon compliant.
- Masih agak berhubungan dengan chapter sebelumnya di masalah "Itu Tsukiusa buatan Shun jadi bisa jadi bergerak kan?"
DLDR as usual.
XXV
「For Tsukiusa」
Canon compliant
.
Enjoy Reading
"Shun-saaan!"
Kepala Shun terangkat dari berkas yang dibacanya. Di kiri-kanan, Hajime, Haru, dan Kai yang sedang berkumpul untuk membahas live bulan depan juga menoleh pada Koi dan Aoi yang menghampiri mereka. Aoi tampak memeluk kantong kertas bersama Koi.
"Oh, Hajime-san, Haru-san, dan Kai-san juga ada! Siang!"
"Ah, sedang rapat ya? Maaf mengganggu!"
"Tidak apa, ada apa?" Haru bertanya, sementara Shun tampaknya sudah tahu Aoi dan Koi mau berkata apa.
"Ooh, yang kemarin sudah selesai ya?"
Koi memasang wajah bangga sementara Aoi terkekeh.
"Ehe~ Sudah jadi! Aku sudah coba pakaikan ke Tsukiusaku, hasilnya cocok sekali!"
"Aku juga sudah selesai dengan yang ini." Aoi tertawa sambil menyerahkan bungkusan kertas pada Shun. "Uung.. tapi mungkin hasilnya tidak serapi buatan Yoru. Ah, tapi aku sudah coba buatkan polanya untuk Yoru, semoga dia bisa mengerti bagian yang itu.."
"Terima kasih kalian berdua." Shun tertawa kecil. "Aah, Aoi juga kesusahan di bagian yang itu ya? Tidak apa, kalau begitu aku coba tanya anak-anak Fluna atau Seleas nanti."
Hajime, Haru, dan Kai yang dari tadi mendengar percakapan mereka jadi tertarik.
"Oi, Shun. Kau buat apa lagi?" Kai bertanya.
"Untuk Tsukiusa?"
Shun, Koi, dan Aoi saling lihat dan terkekeh. Shun meraih ke tas tempat dia menaruh berkas pekerjaannya dan melepaskan Tsukiusa abu-abu yang tergantung di sana. Dia kemudian mengeluarkan isi kantong kertas yang dibawa Koi dan Aoi.
"...uwaah!"
"Ooh!"
Kai dan Haru terkesiap ketika melihat benda-benda yang dijajarkan Shun. Dari dalam kantong kertas yang dibawa Koi, ada berbagai aksesoris mini. Sementara dari kantong kertas yang dibawa Aoi ada berbagai kain dan pola pakaian ukuran kecil, juga sampel pakaian yang sudah dijahit.
"Uwaa, ini pakaian Tsukiusa?" Kai mengambil salah satu sampel pakaiannya dan tertawa. "Kecil!"
"Kan untuk Tsukiusa yang kecil." Shun mengambil aksesoris berbentuk topi yang dibuat Koi dan memasangkannya ke Tsukisanya. "Ukurannya pas. Dan yang ini lucu sekali, Koi menambahkan bagian yang di sini?"
Koi membusungkan dada bangga dan melipat tangan. "Hehe~ Habisnya bagian sana kelihatan agak kosong jadi aku coba pasangkan bentuk logo fansclub kita. Ternyata cocok~"
Hajime mengambil kertas berisikan gambar. Dalam gambar ada tulisan Shun, kemudian bagian yang dikoreksi. Hajime mengangkat alis ketika melihat tulisan dan gambar Arata juga ada bersama tulisan Aoi, memberikan masukan-masukan.
"Arata ikut dalam mengerjakan ini?"
"Oh? Ah iya, Arata tidak sengaja melihat waktu aku mengerjakan ini. Lalu dia memberi beberapa masukan tentang pola-pola di bajunya." Aoi terkekeh. "...maa, aku tidak banyak tahu tentang gambar, tapi menurutku masukan Arata cukup bagus, jadi kuharap ini tidak apa?"
"Tidak apa kok~ Malah lebih bagus." Shun yang melongok untuk melihat kertas yang dibawa Hajime tersenyum kecil. "Maa, aku belum mendengar usul dari You, jadi mungkin nanti ada yang bisa dikombinasikan dengan usul Arata."
"Un. Ah yang ini."
Aoi mengambil satu sampel pakaian dan membaliknya, lalu menunjuk bagian ekor yang berupa rumbaian.
"Aku mencoba membuat bagian yang ini seperti pakaian stage play kita yang Lunatic Party… tapi hasilnya kurang mengembang. Dan sepertinya akan lebih keren kalau bentuknya tidak serapi ini..?"
"Ah ya, aku akan coba tanya You, siapa tahu dia ada ide untuk itu." Shun mengangguk. "Yang ini sepertinya bisa dipadukan dengan pita buatan Koi yang ini?"
"Ooh, yang itu bagus!" Koi mengangguk-angguk. "Ah! Aku juga menyarankan yang ini!"
Koi mengelompokkan sampel pakaian dan aksesoris dalam kelompok kecil.
"Yang ini bisa dengan yang ini. Ini dengan yang itu. Kalau yang topi ini bisa untuk keduanya."
"Aah, iya, bisa juga." Shun mengangguk lagi. "Terima kasih Koi, Aoi."
"Sama-sama! Aku kembali dulu kalau begitu, Shun-san. Setelah ini aku harus masak dulu. Koi, kau juga bagian belanja hari ini'kan?"
"Ah iya!" Koi menepuk kening. "Aku duluan dulu kalau begitu. Aku pergi dulu semuanya!"
"Hati-hati!"
"Iya!"
"Kalau begitu aku juga permisi dulu."
Haru menoleh ke Shun yang mencoba memasangkan satu persatu sampel pakaian itu ke Tsukiusanya.
"Lalu ini buat apa, Shun?"
"Huum… Aku pikir selama ini anak-anak ini selalu pakai pakaian yang simpel kan.. Kupikir bagaimana kalau sesekali dibuatkan pakaian formalnya. Lagipula lucu'kan?"
Shun menunjukkan Tsukiusa yang dipakaikan jas dengan ekor renda dan dasi besa sambil tersenyum. Topi kecil dipakaikan di kepalanya. Haru dan Kai mau tidak mau tertawa kecil, bahkan Hajime juga tersenyum.
"...Ya.. lucu sih."
"Terus ini mau diserahkan ke Presdir nanti?" Haru bertanya. "Kalau dilihat fans sepertinya mereka tertarik loh."
"Hum.. mungkin? Yang aksesoris ini buatan Koi seluruhnya sih." Shun tertawa kecil. "Maa, pertama-tama sih untuk Tsukiusa kita dulu."
"Kita?"
"Hm? Tentu saja'kan?" Shun tertawa kecil. "Waktu aku minta tolong Yoru, Aoi, dan Koi, ketiganya sepertinya senang sekali mengerjakan ini. Lalu You dan Arata juga kelihatannya senang-senang saja ikut ambil bagian mengerjakan ini. Karena mereka sudah keburu bersemangat begitu kubilang kenapa tidak dijadikan satu set untuk Tsukiusa kita dulu."
"...aah." Kai mengangguk-angguk mengerti. "...Tapi lucu juga sih Tsukiusa kita punya pakaian formal."
"Iya'kan~"
"Mm-hm. Tapi jangan pikir dengan ini kau bisa kabur dari pekerjaan ya! Taruh Tsukiusanya dan kerjakan lagi!"
Shun mendecih. "Kai tidak seru."
"Apanya?! Sana kerjakan dulu baru main lagi dengan Tsukiusa! Kau ini seperti anak kecil saja…"
Sementara Shun dengan bersungut-sungut meletakkan Tsukiusanya, Haru hanya tertawa sambil kembali menoleh ke berkasnya. Kai memastikan Shun membaca baik-baik sambil sesekali melirik ke berkasnya sendiri. Hajime sendiri menghela napas dan mulai membaca berkasnya sendiri. Tapi sebelumnya ia melirik Tsukiusa milik Shun.
"..Pasti enak ya dimanja pemilikmu begitu."
Andai Haru dan Kai melihat Tsukiusa Shun saat itu mereka pasti sudah terkejut ketika Tsukusa milik Shun menoleh ke Hajime dan mengangguk kecil. Tangannya bergerak naik turun riang dan begitu juga telinganya, seakan sangat puas dengan pakaian barunya. Hajime cuma terkekeh pelan.
"Huh. Mungkin sesekali aku harus memanjakan Tsukiusaku juga."
Tsukiusa itu sekali lagi mengangguk-angguk. Telinganya bergerak lebih cepat, membuat topinya terjatuh. Hajime tertawa pelan dan meraih topinya, memasangkannya lagi ke kepala si Tsukiusa.
"Hajime?"
"Ah, tidak apa. Topinya terjatuh, jadi kupakaikan lagi." Hajime kemudian mengelus kepala si Tsukiusa. "Jangan dijatuhkan lagi ya."
Shun tertawa pelan.
"Nanti sepertinya perlu diberikan pita supaya topinya tidak jatuh." Mata hijaunya menatap jenakan pada Tsukiusanya. "Sabar dulu ya, Tsukiusa-kun."
Kai menggelengkan kepala. "Kalian ini sama-sama suka Tsukiusa ya."
"Maa, tidak apa'kan?" Haru tertawa kecil. "Lagipula itu maskot kita. Ngomong-ngomong Shun, kalau ada pakaian formalnya nanti buatkan lebih untukku satu ya. Pakaian ganti untuk Tenchou-san."
"Baiklah~"
Hajime terkekeh lagi ketika menangkap tangan si Tsukiusa bergerak-gerak lagi mendengar ucapan Haru dan Shun.
"Untunglah ya, Tsukiusa."
