"KOMET and MAID"


.

.

.


Quotes :


"Hanya karena seseorang mengabaikanmu, bukan berarti dia tak perduli.

itu hanya berarti dia tahu telah saatnya kamu belajar dewasa.."

"Pepatah"


.

.

.


"KOMET and MAID CHAPTER 24"


Disclaimer : Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo

Story : Komet and Maid © Chun Chun Si Bebek

Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc -,-v

Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.


.

.

.


"RIVAL "


.

.

.


"Apakah hari esok bisa terlihat?"


Aku terpuruk untuk kesekian kalinya. Kini aku merasa kesepian, aku merasa sangat kehilangan. Kehilangan untuk kesekian kalinya. Kutatap ponselku yang terus berdering tanpa henti, dan kau pun pasti tau siapa pelakunya. Ya, tentu saja Kazune Kujyou. Aku tak membencinya, hanya saja aku tak mampu menjawabnya dengan tegas. Aku sudah tau apa yang akan terjadi jika aku menjawabnya. Tangisanku akan mencair dengan sendirinya. Sedari tadi aku memikirkan apa aku bisa menatapnya esok hari? Apa aku bisa bersikap dengan wajar di depannya?. Bersikap wajar seperti seorang Rival pada umumnya.

"Itu dia!" teriakku semangat. "Rival." Jika aku hanya menganggapnya seorang saingan aku yakin semua akan berjalan lancar. Ke esokan paginya setelah semua yang telah aku rencanakan semalam aku berjalan dengan riang ke sekolah. Hari ini akan aku pastikan merencanakan sesuatu dengan Akira dan mengakhiri masa laluku. Bunga sakura mulai berguguran terhempas oleh lembutnya angin yang membelai dedaunan.

Aku tersenyum simpul mensyukuri semua hal yang terjadi padaku. Semua masa laluku yang menyedihkan atau pun sekarang. Sedih dan senang rasanya aku semakin dewasa, walau keegoisanku masih melekat dengan jelas. Aku melanjutkan perjalananku, melangkah dengan pasti ke ruang kelasku yang ramai seperti biasanya. Kulihat Kazune duduk di kursinya dan menatapku dengan tajam.

Aku memasang pertahanan dinding anti Kazune yang tak terlihat tapi hanya dengan tatapan Es sang pangeran dinding pertahananku bukan apa-apa. Dinding itu membeku dan hancur seketika. Melebur tak berbekas. Mata kami saling pandang, tak ada percakapan dan hanya ada kesunyian. Aku meletakkan tas ranselku di bangkuku dan beranjak menemui Himeka dan yang lainnya. Secepat mungkin aku ingin pergi dari tempat ini, Kazune merekam semua gerak gerikku dan menatapku lekat-lekat.

Oii … Kazune, apa perhatianmu hanya untukku saat ini? Jika aku orang yang kau sukai atau kita adalah sepasang kekasih aku akan senang tapi apa kau sadar tindakanmu saat ini hanya memperburuk keadaan jantungku tauuu….

Aku hanya bisa bergumam pada diriku sendiri. "Ada apa dengamu? Sepertinya kau menatapku secara berlebihan Rival-ku?" Aku yang sudah muak dengan semua tingkah penyambutan Kazune ini membuatku mengatakan hal yang aku rencanakan dari semalam. Dia mengangkat Alisnya dan mencernah satu kata yang aku kira membuatnya sadar. "Rival katamu?" Balasnya singkat. "Ah maafkan aku, Aku terlalu sibuk mengalihkan padanganku dari wajah jelekmu sampai aku lupa kalau kau benar-benar membenciku. Cihh.." dia berdecik sebal dan bergegas keluar dari ruang kelas, ada apa sih dengannya? Kenapa sikapnya berubah begitu drastis dan apa-apaan itu "Sibuk mengalihkan pandangannya dari wajah jelekku" jelas-jelas sedari tadi dia sibuk menatapku seakan butuh penjelasan penuh akan tingkahku kemarin. Menyebalkan sekali. Kazune no Bakkkaaaaa….

Aku mengagalkan rencanaku untuk bertemu dengan Himeka dan yang lainnya. Aku duduk di bangkuku dan bermain-main dengan ponselku. Kulihat ada sebuah pesan masuk dari alamat e-mail tak kukenal. Aku membukanya dengan pasti dan tersenyum puas saat ku lihat nama si pengirim. Yups.. itu E-mail dari Akira. Dengan cepat aku membalas E-mail itu dan janjian bertemu dengannya di atap sekolah. Beberapa saat setelah aku membaca E-mail balasan darinya aku bergegas keluar kelas tanpa perduli dengan pelajaran yang akan di mulai. Saat keluar dari ruang kelas aku berpapasan dengan Kazune tapi aku hanya bisa berlari tanpa memperdulikannya.

Kini aku sudah berada di atap sekolah yang dingin. Senyum ramah Akira menyambutku, aku membalas senyuman itu dengan tulus. Mungkin saat ini aku hanya bisa mengandalkan Akira. Akira memulai percakapan sesaat setelah aku menutup pintu Atap. "Nee~ Nee-chan. Sejujurnya aku tidak tahu pelaku sesungguhnya, hanya saja dari kasus penculikanmu yang sebelumnya, aku merasa kalau kasus itu masih berhubungan dengan masa lalumu. Jadi bisa kau ceritakan lebih jelas kepadaku tentang detail kasus itu?" Pinta Akira. Aku mendekati Akira yang bersandar di pagar pembatas. Aku duduk agak jauh darinya berdiri.

Aku mengepalkan kedua tanganku. Itu bukan hal yang baik untuk di diceritakan kembali, itu bukan pengalaman yang baik. Itu adalah pelecehan seksual. Badanku gemetaran, entah kenapa rasanya begitu sakit. Mungkin Akira yang sedikit mengerti perasaanku, dia merasa ibah. Dia duduk di sampingku dan memegang tanganku. "Nee-chan, mungkin ini menyakitkan untukmu tapi sepertinya dari ceritamu kita bisa menemukan sebuah petunjuk." Perkataan Akira membuatku berani bercerita, dia mendengarkan dengan seksama sampai ku akhiri ceritaku.

Aku ingin menangis, seiring dengan berakhirnya ceritaku aku semakin sadar dengan banyaknya hal yang dilakukan Kazune untukku, dan sekarang aku menjahuinya. Kenapa hidupku begitu rumit. "Nee-chan dari kesimpulanmu tadi sepertinya aku mendapatkan sebuah petunjuk, sepertinya agak aneh tapi akan ku selidiki lebih lanjut. Hari ini kami berdua membolos pelajaran, kami mendiskusikan banyak hal. Mulai dari siapa pelaku di balik semua kejatahan! Dan aku memikirkannya lagi. Apa tujuan sebenarnya si pelaku.

.

.

.

Saat bel pulang sekolah berbunyi, aku berjalan menuruni tanggal. Aku berharap banyak dari Akira. "Sepertinya kau semakin dekat dengan cowok itu?" suaranya bergema dari ujung tangga. Rambut pirangnya terhembus dengan lembut. "Ka-Kazune…!" Seruku terbata-bata. "Sejak kapan kau berapa di sana?" aku menuruni anak tangga dengan Hati-hati. Aku mendekati Kazune dan menatapnya dengan seksama. "Apa maumu? Kau tak harus memperhatikanku atau mengurusi hidupku. Apa kau seorang pengangguran?" tanyaku sinis. "Apapun hubunganku dan Akira aku rasa itu semua tak ada hubungganya denganmu. Jadi hentikan semua omong kosongmu." Aku berjalan menuruni tangga sekali lagi dan meninggalkan Kazune menatap punggungku yang menjahuinya.

"Sepertinya sang pangeran telah di campakkan." Seru Akira. "Permainan ini akan semakin menyenangkan. Siapa yang menemukan pelakunya pertama kali dialah pemenangnya. Ku harap kau tak akan mengecewakanku. Sekumpulan orang Elit. Kazune Kujyou, sang pembunuh." Akira berlalu meninggalkan Kazune yang semakin terlihat kacau. Perkataan Karin membuatnya terluka dan perkataan Akira membuatnya Marah.

Tentu saja kedekatan Akira dan Karin tersebar luas di antara group Drak Evil atau pun Blue Devil. Kazune dan kawan-kawannya mencari informasi tentang keluarga Akira, sedangkan Himeka dan yang lainnya berusaha memata-matai apa tujuan Akira. Pernyataan perang Akira membuat semuanya kerepotan. Kazune yang sadar tak akan bisa menghadapi Akira sendiri karena dia dan Karin yang semakin berjahuan meminta bantuan teman-temannya. Semuanya bersedia membantu.

Malam ini Akira memngirimiku sebuah E-mail yang mengejutkan. Dia akan menceritakan analisis lengkapnya pada hari Minggu. Aku memejamkan mataku bersiap menuju pulau mimpi. Siang itu, di hari minggu yang sunyi, kulihat Kazune dan Suzune bermain ayunan di taman. Suzune terlihat menikmatinya begitu juga dengan Kazune. Aku berjalan pelan melewati taman, aku ingin menikmati pemandangan ini lebih lama. Tapi rencanaku gagal saat kulihat Suzune tanpa sengaja menatapku dan memanggilku "Mama" teriaknya di sela pulukannya pada Kazune. Kazune pun reflek menatapku dan dengan cepat dia mengalihkan pandangannya dariku.

Aku mempercepat langkahku. Aku tak ingin bertatap mata dengannya lebih lama lagi. Aku berlari menerobos jalan raya yang sepi. Kata orang "Menyendiri adalah hal yang paling mudah" Sekarang aku mengerti dengan pasti bagaimana rasanya. Ini terasa sepi, hatiku dan kehidupanku. Sudah beberapa hari aku tak bermain dengan Himeka dan yang lainnya. Akhir-akhir ini aku hanya fokus dengan masa laluku.

Lamunanku menghilang saat kulihat Akira duduk di bawah jam di pusat kota yang ricuh. Diah berpaikaian layaknya anak cowok pada umumnya. Celana jeans panjang, sebuah kaos sebahu dan topi hitam di atas kepalanya. Aku menghampirinya dan dia tersenyum kepadaku. Saat aku sampai di sebelahnya aku duduk di sebelahnya. "Nee~ Karin Nee-chan, sebenarnya ada yang ingin aku perlihatkan padamu sebelum aku mengemukakan analisisku dan kemungkinan pelaku di balik semua masalahmu." Aku mengangguk pelan dan dia mengeluarkan lambing yang sangat-sangat ku kenal. Lambing keluarga Hanagirano. Sontak aku berdiri, mataku terbelalak pada lambing yang di tunjukkan Akira. Lambang yang sama yang di miliki para penculikku dulu. Lambang yang sudah hancur di masa lalu.


Apakah Akira adalah pelaku sebenarnya?

Apakah Akira akan menggungkap pelaku sebenarnya?

Atau kisah ini hanya akan menjadi misteri yang semakin rumit?


SEE YOU NEXT CHAPTER :P


Sedikit bocoran guys..

Fic ini mungkin akan berakhir tak lama lagi, tapi saya belum bisa memastikan chapter berapa. Mungkin hanya akan sampai pada chapter 30 saja. Jadi saya mau voting ni..

Setelah Fic ini tamat kalian mau saya melanjutkan Fic saya yang mana?


Love and Rivalry : Fic yang bercerita tentang petualang di dunia sihir yang penuh dengan imajinasi.


Atau Fic baru saya judulnya ;


Yankee and Black Prince : yang bercerita tentang sisi gelap Karin dan Kazune dan kisah cinta yang sadis :v


Review yakkkk…..

.

.

.

BALASAN REVIEW

.

.

.

"Thanks for Silence Reader and Reviewer

See ya next chapter"

Nama baru bebek xp

By © CHUN CHUN SI BEBEK

.

.

.

Asharinchan (Aisha958) : Hahaha... aku sering hiatus, kalau selalu ngomong kalau aku mau hiatus

bisa-bisa reader q pada bosan hahaha xp

tapi makasih udah selalu nungguin xp

Lia : Iya lanjut tapi gak yakin bisa cepet xp

Aizira-san : Yo salam kenal... Hahaha mungkin chapter ini akan menjawab pertanyaanmu xp

Guest : Hahaha semanggatnya heboh banget.. tapi seru xp makasih xp :D

AmanahSulis : Tempol saya please hahahaq xp biar nyampek jepang maksudnya xp

Saya aja di ganttuin masak kamu gak saya gantungin xp

Prem's : Setia kok.. masih tetep lanjut dengan update an yang super lama xp

DKCS : Wihh... makasih xp iya berkarya tapi lama hahaha

Rika'i Ri-chan : Hahaha.. makasih udah baca xp yoroshiku xp

jangan lupa baca chapter barunya juga ya xp

azahnurbandini : Jujur saya binggung mau bales gy mana -,-

saya gak dapat tujuannya tapi makasih penyemangatnya.

btw walau saya author fandom ini tapi saya gak pernah baca ffn author lain di fandom ini

jadi gomen.. kalau saya kudet masalah update an fandom ini #plak

okay abaikan ocehan saya xp

.

.

.

R

E

V

I

E

W

.

.

.