Found her but..
Isak tangis terdengar dari sebuah kamar mewah. Wajah Harrieta tak lagi mulus. Ada lebam dan air matanya tak berhenti. Hanya selembar selimut yang melindungi tubuhnya. Ia menutup mulutnya mencegah monster yang terlelap tertidur di sebelahnya terbangun. Ia merasa dirinya kotor dan tak pantas menyandang nama Nyonya Malfoy. Ia merasa dirinya mengkhianati suaminya.
Selama mimpi buruknya, Ia mengucap nama Draco berulang - ulang. Yang ada di pikirannya saat ini adalah hanya kematian yang bisa menolongnya. Ia tidak mungkin kembali ke Draco, Ia juga memilih mati daripada bersama seorang monster. Harrieta berusaha berdiri dari ranjangnya. Seluruh tubuhnya sakit. Ia berusaha menjangkau ponsel milik Riddle.
Begitu Harrieta mendapatkan ponsel tersebut, ia segera mengirim pesan ke nomor kakeknya, meminta pertolongan. Setelah memastikan pesannya terkirim, Harrieta segera menghapus riwayat pengiriman pesan. Seusai memastikan semuanya terhapus. Harrieta berusaha menuju kamar mandi. Berharap tempat itu menjadi tempat teraman baginya.
Charlus Potter duduk termenung memikirkan cucu satu - satunya yang ia sayangi. Sebuah dering menandakan pesan masuk sampai ke ponselnya. Mata pria tua itu terbuka lebar. Ia segera ruang dimana Draco menjadikan tempat itu sebagai markas untuk mencari Harrieta.
"Draco, Harrieta mengirim pesan"kata Charlus. Pesan yang dikirim Harrieta. Memberitahu di kota mana ia saat juga meminta kakeknya untuk mengawasi pembelian gaun penganti besar - besaran.
Kata gaun pengantin itu membuat, perut Draco mual. Apakah Riddle mengharapkan Harrieta yang masih sah menjadi istrinya itu menikah dengannya? Jika iya, Thomas Marvolo Riddle Junior itu benar - benar gila.
"Cape Town. Africa selatan"kata Lily. Draco mengangguk. "Aku akan meminta pihak otoritas sana untuk membantu"kata James.
Draco,Andromeda,James,Charlus dan Narcissa pun bertolak menuju Cape Town malam itu juga. Narcissa sibuk menghubungi teman - teman sesama Desainer, terutama yang membuka butik Bridal.
Dari Informasi yang Ia dapatkan, Salah satu butik mendapatkan pesanan. Andromeda menawari dirinya untuk menyamar.
Jadilah mereka mulai menyusun rencana. Draco berharap Harrieta akan baik - baik saja.
