Warning : T semi M rate, some OC, maybe OOC, typos, ada chara minor.
If you wanna fully understand the story you can read Neverland and Side Story.
Genres : Adventure/Fantasy/Friendship/Humor/Romance.
Pair : Akan diketahui seiring berjalannya alur (berniat SasuSaku). Other hints.
Disclaimer : I do not own Naruto, they're belong to Masashi Kishimoto (except the OC).
This story belong to Riyuki18, dedicate to all reader and please do not copy paste this story without our permission.
.
Please enjoy it!
.
NEVERLAND 2 : SAVE THE WORLD
Chapter 24
(The Rescue)
.
.
Chapter sebelumnya Negara Iwagakure dan Kirigakure mendapat serangan dari Neverland. Datangnya bantuan dari Tifa dan para pasukan underground elite ninja. Temari, Hery, Shun dan Reiki meluncur menuju Iwagakure untuk memberikan bantuan. Berita buruk dari Shouta mengenai serangan yang juga akan datang ke Konoha!
Kirigakure...
.
.
"Nona Tifa sektor timur dan barat sudah diatasi!" para ninja itu satu-persatu muncul dan ikut berjajar di kiri dan kanan dari gadis yang berlari sambil memegang payung berwarna kuning cerah tersebut. Kehadiran mereka menjadi pusat perhatian di kota Kirigakure.
"Bagus! Kalau begitu kita bagi pasukan menjadi dua! Sebagian dari kalian pergi ke selatan sementara sisanya ikut denganku ke utara dan setelah itu kita berkumpul lagi di tengah kota!" Tifa sedikit lega karena bagian timur dan barat sudah dapat ditangani, meski begitu dia tetap tidak mengurangi tingkat kewaspadaannya. Gadis itu kembali memberi intruksi yang segera dilaksanakan oleh pasukannya itu.
Pasukan ninja itu menyebar. Sebagian dari mereka bergegas pergi menuju ke arah selatan seperti yang diminta Tifa dan sisanya pergi bersama gadis itu menuju bagian utara dari Kirigakure. Tifa mempercepat langkahnya agar dia dapat sampai ke bagian utara tersebut tepat waktu.
Wuuusssh!
Wuuuuusssh!
Wuuuussssshh!
Wuuuuussshhhh!
Lari mereka begitu cepat, sehingga menimbulkan efek angin yang sekelebatan begitu mereka lewat.
ooo
Konohagakure…
.
.
"Hey, Naruto! Apa kau yakin Shouta bilang begitu?" tanya Kiba yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Naruto barusan.
"Dia memang bilang begitu dan sekarang dia meminta kita untuk bersiap-siap!" balas Naruto yang sewot karena Kiba sulit sekali untuk percaya padanya.
"Jangan bercanda ya, maksudmu Neverland benar-benar sudah melakukan penyerangan?" Kiba setengah tertawa mendengar pengakuan itu. Tapi ketika dia melihat semua teman-temannya terdiam, dia juga jadi ikut diam. Pertama hilangnya Sakura, lalu munculnya para NPC dan sekarang monster dari Neverland menyerang! Mau tak mau Kiba harus membuka matanya dan percaya kalau semua ini bukan hanya mimpi atau gurauan semata.
"Kurasa pihak mereka akan melakukan kudeta untuk kebangkitan Neverland di dunia kita," kata Sasuke yang membuat situasi menjadi semakin rumit dan tegang.
"Itu benar sekali!" sambar sosok perempuan yang tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka.
"Hotaru!" Sakura terkejut karena sosok yang tiba-tiba datang itu adalah Hotaru yang datang bersama tiga orang lain asing di belakang gadis itu.
"Kalian… Samui, Darui dan Atsui!" Jun segera mengenali siapa ketiga sosok itu. Dia tidak menyangka kalau dia akan bertemu kembali dengan ketiga orang yang selalu setia mendampingi Manma.
"Oh, rupanya kita bertemu disini. Benar-benar di luar dugaan!" balas Samui dengan gaya yang arogan.
"Kalau begitu… Manma… Apa dia juga terlibat di balik ini semua? Juga K?" sambar Nathan yang tiba-tiba saja emosinya jadi meledak. Tentu saja dia belum melupakan kejadian itu. Kejadian yang merenggut nyawa sahabatnya akibat ulah mereka semua.
"Seperti yang sudah kau duga. Sekarang kami kemari atas perintah Alice-sama untuk melenyapkan kalian semua!" timpal Atsui sambil mengeluarkan sebuah senjata yang berada di balik punggungnya. Seketika pria itu melesat cepat ke arah Jun serta yang lain. Disusul dengan Samui dan Darui.
"Apa-apaan ini, menyerang kami tiba-tiba! Kurang ajar!" Naruto berdecak kesal melihat kelakuan ketiga sosok itu yang seenaknya saja maju dan menyerang mereka. "Apa kalian tidak apa-apa?" tanya pemuda itu sambil memperhatikan semua teman-temannya. Untung saja semua temannya dapat menghindari serangan dadakan itu.
"Kalian bertiga urus mereka, biar gadis itu menjadi bagianku!" Hotaru menyuruh ketiganya untuk mengatasi Naruto dan yang lainnya, sementara dia sudah menemukan siapa yang menjadi targetnya, yaitu Sakura.
Setelah itu Hotaru langsung maju ke depan dan tanpa banyak bicara lagi dia mengarahkan pedang tipis dan tajamnya ke arah Sakura yang masih berdiri diam di hadapannya.
"SAKURA AWAS!" Sasuke yang berada di sebelah Sakura memperingati gadis itu untuk menghindar. Dia ingin sekali menarik Sakura ke sisinya tapi serangan yang dilakukan Hotaru terlalu cepat sehingga dia tidak memiliki waktu untuk melindungi gadis itu.
"Hmmmh… " sementara itu Hotaru terlihat menyeringai melihat Sakura yang terdiam dan tak bergerak dari tempatnya.
Greeb… !
Tak ada satupun yang menduga kalau serangan yang dilakukan Hotaru ditahan oleh Sakura yang menggenggam pedang tajam itu dengan satu tangan. Hotaru yang melakukan serangan menatap tak percaya kalau saat ini Sakura sedang menahannya dengan satu tahan. Suatu kenyataan yang membuatnya semakin tidak menyukai gadis itu.
"Sudah cukup! Mulai dari detik ini kau tidak akan bisa menyakitiku lagi!" kata Sakura sambil menatap Hotaru dengan tatapan yang begitu tajam. Kemudian Sakura menarik pedang yang masih digenggam Hotaru itu ke depan dengan sekuat tenaga. Hotaru yang masih belum memberikan respon akhirnya terkejut dengan tarikan kuat yang dilakukan Sakura. Tangan Sakura yang satunya lagi sudah bersiap dengan tangan terkepal. Dia bersiap untuk melayangkan pukulan terbaiknya kepada Hotaru.
"Ah, tidak akan kubiarkan kau melukaiku!" Hotaru yang dapat membaca gerakan Sakura berusaha mengelak dari pukulan yang akan dilakukan Sakura. Gadis itu memutar tubuhnya ke belakang dengan cepat sebelum pukulan itu mendarat ke tubuhnya.
'Yang tadi hampir saja… benar-benar kurang ajar! Tapi darimana dia punya kekuatan seperti itu?' Hotaru menatap Sakura dengan kebencian. Dia berpikir sejak kapan Sakura memiliki kekuatan seperti itu. Gadis itu terdiam dengan mata yang menyelidiki sosok gadis berambut merah muda di depannya itu. 'Benda itu… ' akhirnya matanya menangkap suatu benda yang terpasang di tangan Sakura, entah sejak kapan gadis itu memakainya.
"Kalau kau diam disana, biar aku yang mendatangimu!" kata Sakura dengan lantang. Gadis itu segera berlari menghampiri Hotaru yang berdiri tak jauh darinya. Sekali lagi Sakura mengeluarkan beberapa pukulan dan tendangan yang cukup keras ke arah Hotaru yang sayangnya masih bisa dihindari oleh lawannya itu.
"HEBAT SAKURAA!" Naruto langsung bersorak melihat kehebatan Sakura.
"Jangan diam saja Naruto! Cepat gunakan fighting glove yang diberikan Ash!" balas Sakura sambil menunjukkan fighting glove yang sudah terpasang di tangannya.
"He? Tapi untuk apa?" tanya Naruto yang otak lemotnya kumat dan malah meminta penjelasan.
"Penjelasannya nanti saja, lebih baik kita lakukan apa yang dikatakan Sakura," kata Shin sambil mengeluarkan fighting glove yang memang kebetulan sedang dia bawa. Pemuda itu langsung memakai benda tersebut di tangan kirinya.
"Hee? Terserahlah, aku ikut saja!" Naruto juga tampaknya tidak mau terlalu ikut pusing dengan banyak bertanya. Dia juga segera memakai fighting glove tersebut di tangannya.
"Apa yang sedang mereka lakukan?" tanya Atsui dengan heran sambil memberikan tatapan meremehkan pada Naruto.
"Jangan lengah Atsui!" Darui menyuruh Atsui untuk lebih waspada terhadap Naruto.
Sementara itu Sakura masih berusaha untuk menjatuhkan Hotaru yang terus-menerus mampu menghindari serangannya.
"Kali ini aku tidak akan kalah darimu!" kata Sakura yang sudah gemas dengan semua perbuatan Hotaru.
"Jangan kau pikir bisa menyamaiku hanya karena kau baru mendapat sedikit kekuatan!" balas Hotaru yang masih bersikap arogan. Baginya meskipun Sakura sudah memiliki kekuatan tapi tetap saja kekuatan itu belum bisa mengalahkan apalagi menjatuhkannya.
Hotaru dengan cepat berbalik dan kini dia sudah berada tepat di belakang Sakura dan bersiap untuk menyerang gadis itu.
"Ah!" Sakura yang terkejut dengan Hotaru yang tiba-tiba saja ada di belakangnya memberikan respon yang terlambat.
PLAAAKH!
Sebuah tamparan keras menampar wajah Sakura dan gadis itu langsung terlempar cukup jauh.
"SAKURAA!" baik Sasuke ataupun yang lainnya langsung menatap takut melihat Sakura yang mendapatkan pukulan keras seperti itu.
"Kurang ajar!" Sasuke langsung beranjak berlari berusaha untuk mendekati Sakura. Dia berusaha untuk dapat berlari cepat, apalagi dilihatnya Hotaru berjalan mendekati Sakura yang sedang berusaha bangkit dengan kepayahan.
"Kau pikir bisa mengalahkanku Sakura? Kau tetaplah lemah!" kata Hotaru dengan pancaran mata yang menyiratkan kebencian pada Sakura. Sasuke yang mencemaskan Sakura berusaha untuk menghentikan Hotaru sebelum terjadi hal yang tidak diinginkannya.
"SAKURA!" Sasuke benar-benar sangat cemas. Dia bingung sekaligus bercampur takut. Hotaru bisa saja membunuh Sakura saat ini juga dan Sasuke belum siap kalau dia harus kehilangan Sakura.
Tapi langkah Sasuke terhenti ketika dia melihat suatu kejadian di hadapannya. Hotaru yang berniat ingin melukai Sakura tiba-tiba saja diserang oleh sekelompok bunga mawar yang muncul dari permukaan jalan. Tumbuhan-tumbuhan itu menyeruak keluar dari dalam tanah, menembus aspal jalan dan langsung menyerang Hotaru.
"Lagi-lagi… Apa-apaan ini sebenarnya!" Hotaru menghindari sulur-sulur dari mawar yang berduri itu. Dia heran tanaman-tanaman itu selalu datang menyerangnya disaat dia hampir menghabisi Sakura. "Sekarang apa lagi?" Hotaru terdiam sejenak saat sulur-sulur dari tanaman itu berhenti bergerak mengejarnya.
Kuncup-kuncup dari bunga pada tanaman itu terbuka satu-persatu memperlihatkan rona merah yang merekah indah. Setelah itu bunga-bunga itu melepaskan mahkota kelopaknya ke udara dan bagaikan kunai, kelopak-kelopak dari mawar itu berputar, melesat cepat ke arah Hotaru yang masih berdiri diam. Hotaru yang terkejut dengan serangan itu tak bisa mengelak. Kelopak-kelopak itu melukai tubuh Hotaru dengan sayatan-sayatan kecil.
"Aaah… Hah… Hah… " Hotaru berusaha berdiri sambil menahan kesakitan berkat luka yang hampir melukai seluruh tubuhnya. Bahkan pakaiannya terlihat sedikit terkoyak akibat serangan tadi. Sementara bunga-bunga itu bermunculan kembali dan siap menyerang Hotaru lagi.
Set... Set… Set… !
Sekali lagi kelopak dari bunga-bunga itu kembali berterbangan ke arah Hotaru yang sudah kembali berdiri dan bersiap untuk menanti serangan berikutnya. Tapi tak diduga muncul sosok Utakata yang langsung menolong Hotaru. Pemuda itu berdiri di depan Hotaru sambil melakukan sedikit putaran pada senjatanya. Berkat putaran itu terciptalah angin yang cukup besar dan menghalau kelopak-kelopak bunga itu.
"Aah… " Kelopak-kelopak bunga itu kini berbalik ke arah Sakura yang masih terduduk disana. Sasuke dengan cepat menghalangi bunga-bunga yang terbang itu dengan tubuhnya.
"Sasuke… " Sakura sempat tertegun melihat Sasuke yang berusaha sekuat tenaga untuk melindunginya agar dirinya tak terluka.
Serangan itu akhirnya berhenti. Kelopak-kelopak bunga itu terjatuh ke tanah dan perlahan menghilang, begitu juga dengan sulur-sulur tanaman yang tadinya menyerang Hotaru kini menghilang tanpa jejak.
"Utakata… Sudah kuduga sejak awal kalau kau juga ikut terlibat!" kata Sasuke yang memang sejak awal sudah mencurigai gerak-gerik Utakata dan sekarang terbukti kalau dia adalah salah satu dari biang kekacauan ini semua.
"Aku tak ada urusannya denganmu, tapi urusanku dengannya," balas Utakata sambil menatap dingin ke arah Sakura.
"Aku tidak akan membiarkanmu melukainya," kata Sasuke yang segera berdiri di depan Sakura. Tampaknya pemuda itu bersiap untuk melawan Utakata kalau dia berani bergerak selangkah saja.
Meanwhile inside Neverland…
.
.
Di Neverland tepatnya di kota tempat kelahiran Joker di dalam istananya, berjaga K dan Manma bersama para monster-monster yang berada di bawah perintah Alice. Mereka tetap menjaga tempat itu tentunya dari penyusup. Tapi tanpa mereka ketahui kalau pihak Sunagakure sedang melakukan penyerangan terhadap sistem pertahanan yang dibuat oleh K.
"Bagaimana? Apa bisa ditembus?" tanya Gaara pada Ash yang kelihatannya sedang berkutat serius di depan layar monitornya sambil mengerutkan kening.
"Tampaknya untuk masuk kesana menggunakan karakter secara manual sangat sulit. Tempat itu sepertinya sudah dimasuki bug yang membuatnya tidak bisa dimasuki oleh siapapun." Ash memberikan penjelasan sedikit kenapa wilayah Neverland itu tak bisa dimasuki. Dia mencurigai adanya suatu program bug yang mengubah tatanan sistem di dalam permainan Neverland.
"Lalu? Apa kau punya cara?" tanya Gaara sambil mengernyit melirik Ash yang sekarang malah terkekeh seperti seorang maniak disusul dengan seringai yang dibuat Akira. Mendadak Gaara merasakan hawa-hawa psikopat yang menyelimuti ruangannya.
"Pakai program robot kore! Dengan ini kita bisa menjelajahi bebas seisi Neverland hanya dengan command!" jawab Ash dengan sangat bersemangat. Sepertinya dia sudah lama sekali ingin beraksi melakukan diving.
"Bisa kau jelaskan cara kerjanya?" tanya Gaara yang tertarik untuk mengetahui mengenai robot kore.
"Kupikir kau sudah tau dari Rei atau Nathan… Mereka sering menggunakannya juga, tapi tak apalah akan kujelaskan." Ash sempat sedikit heran karena Gaara tidak tau apa-apa tentang robot kore padahal dia cukup mengenal dua hacker seperti Rei dan Nathan.
"Robot kore ini memungkinkan kita untuk mengatur karakter yang kita miliki dan kita jalankan. Program ini dapat menembus sistem program yang sudah diatur dalam permainan. Pada program ini aku sudah melakukan beberapa modifikasi." Ash memulai penjelasannya, sementara Gaara dan yang lain mendengarkan penjelasan dari pemuda itu dengan seksama. "Kore yang sekarang, pengguna bisa melihat aktifitas yang dikerjakan karakter yang sudah diatur dengan command di dalam game." Ash menyalakan sebuah monitor kecil yang muncul dan memperlihatkan karakter milik Ash yang sedang berada di kota Neverland.
"Bukankah itu kota Neverland? Tapi kenapa karaktermu bisa ada disitu?" tanya Gaara saat melihat layar kecil yang menampilkan karakter milik Ash tengah berada di dalam Neverland. Di sisinya muncul layar hitam yang berisi banyak tulisan-tulisan yang Gaara tidak mengerti. Kemungkinan besar kotak kecil itu ditulis dengan tulisan bahasa program yang berisi command yang sudah ditulis Ash.
"Dengan program ini kita bisa menembus dari guard sistem yang ada di dalam game tersebut bahkan menjadi counter program yang dibuat musuh," Ash kembali memberi penjelasan sambil asik memantau pergerakan karakternya yang mulai memasuki istana milik Joker. "Beruntung aku menjadi game master! Aku jadi bisa leluasa menelusuri istana tanpa rasa cemas. Aku bisa menggunakan jurus invicible walk yang membuatku tidak bisa dideteksi oleh apapun dan siapapun, hehehehe." Ash terkekeh sambil memasang muka psikopat. Sepertinya dia menikmati petualangan kecilnya di dalam istana tersebut.
Sementara Ash dan pihak Sunagakure sedang berkutat pada Neverland. Kita lihat keadaan Sakura dan kawan-kawan yang sedang menghadapi Hotaru, Utakata, Samui, Atsui dan Darui.
"SASUKEE!" Sakura berlari menghampiri Sasuke yang terkena pukulan dari Utakata. Naruto dan yang lainnya juga ikut menghampiri.
"Sakura, kau tidak mau semua teman-temanmu terluka, kan? Lebih baik kau ikut denganku dan lakukan apa yang kuperintahkan!" Utakata tampaknya tidak bermain-main. Dia bisa saja melukai semua teman-teman Sakura kalau gadis itu menolak apa yang diperintahkan Utakata.
"Baik… Aku akan ikut denganmu tapi berjanjilah setelah urusanmu selesai jangan pernah ganggu kami lagi!" kata Sakura yang kemudian berdiri sambil meminta Utakata untuk berjanji agar kelak tidak akan mengganggunya dan teman-temannya lagi.
"Sakura… Jangan lakukan itu… " Sasuke berusaha menahan gadis itu, dia tidak mau gadis itu kembali pergi darinya.
"Kami semua akan mempertahankanmu Sakura!" sambar Naruto yang bersiap untuk melakukan apa saja untuk mencegah Utakata membawa Sakura pergi.
"Kami juga!" timpal yang lainnya. Mereka segera berlari mengelilingi Sakura, seolah ingin melindungi gadis itu dari apapun yang bisa mengancamnya.
"Jadi kalian mau macam-macam denganku? Baiklah, akan kuhadapi kalian satu-persatu!" balas Utakata yang masih berdiri dengan tenang. Dia juga tidak akan segan-segan terhadap siapapun yang berani menghalangi rencananya.
Sunagakure Office…
.
.
Di sunagakure, Ash masih asik menelusuri lorong-lorong jalan yang tersembunyi di dalam istana tersebut.
"Baiklah Kurasa ruangan terakhir ini adalah tempat dimana Joker berada?" kata Ash dengan yakin kalau ruangan besar dan letaknya cukup tersembunyi itu adalah tempat dimana Joker berada.
"Aku akan masuk kedalam... " karakter Ash masuk ke dalam dan ternyata benar saja disana dia melihat sosok NPC Joker yang sepertinya sedang terbaring.
"Kita harus menerobos masuk kesana segera!" sambar Akira dengan memberikan usul untuk melakukan penerobosan.
"Oke. Aku akan melakukan mapping untuk jaga-jaga, setelah itu aku akan membuat backdoor disini," kata Ash yang berniat untuk menerobos bagian terdalam Neverland dengan menggunakan robot kore itu yang sudah dia setting akan membuat backdoor secara auto (penjelasan sedikit untuk kembali mengingatkan, backdoor merupakan suatu program yang menjadi kunci tempat keluar masuknya hacker ke dalam sistem tertentu. Ibarat maling, backdoor adalah suatu jalan tersembunyi yang sengaja dibuat untuk masuk ke dalam sasaran).
"Kami siap!" balas Gaara dan Akira sambil memasang fighting glove di tangan mereka masing-masing. Mereka bertiga memang bermaksud untuk menyusup ke dalam.
"Baiklah aku akan membuka backdoor disini dan kalau dugaanku benar backdoor itulah yang menyebabkan munculnya lubang dimensi, maka akan tercipta lubang dimensi disini yang menghubungkan kita ke Neverland." Ash mulai melakukan sesuatu dan menciptakan backdoor pada tempat tersebut. Apa yang diduga Ash menjadi kenyataan. Tepat di tempat mereka berada sekarang ini telah tercipta satu lubang dimensi yang tidak terlalu besar.
"Hey, jangan diam saja. Ayo masuk ke dalam!" Ash menegur Gaara dan Akira yang sempat terkejut takjub saat lubang dimensi itu muncul. Keduanya segera tersentak dan tersadar.
"Ba-baiklah… Ayo masuk!" balas Akira yang langsung masuk duluan ke dalam lubang dimensi itu yang kemudian disusul oleh Gara dan juga Ash.
Back to Konoha…
.
.
Sementara di Konoha, Sasuke dan yang lainnya tidak mampu menghentikan Utakata. Hal ini wajar karena yang mampu mengeluarkan kekuatannya hanya Naruto, Asakura dan Shin sedangkan yang lainnya tidak ada yang membawa fighting glove. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan Utakata.
"Sakura cepat pergi… " Naruto yang tergeletak menyuruh Sakura untuk segera pergi menjauhi Utakata.
"Kau banyak bicara! Apa perlu aku menghabisimu sekarang?" kata Utakata yang berjalan sambil mendekati Naruto dan dengan tanpa perasaan dia menginjak belakang tubuh Naruto dengan keras membuat pemuda yang ada di bawah kakinya meringis.
"HENTIKAAN! Aku akan ikut denganmu!" Sakura berteriak pada Utakata meminta pemuda itu untuk menghentikan aksinya. Omongan Sakura sukses mengalihkan perhatian Utakata kepadanya dan menghentikan aktifitasnya. Dia melepaskan Naruto dan menyeringai pada gadis itu.
"Shall we go, princess?" balas Utakata sambil mengulurkan tangannya pada Sakura.
"Sakura… Jangan… " Sasuke kembali meminta Sakura untuk tidak pergi.
"Maafkan aku… Tapi aku juga tidak bisa membiarkan kalian seperti ini. Aku janji aku akan kembali," balas Sakura dengan sedih. Gadis itu berusaha menahan tangisnya agar tidak menetes. Dia berjalan mendekati Utakata dan menerima uluran tangan dari pemuda itu.
ooo
Meanwhile…
.
.
Sementara itu Gaara, Ash dan Akira kini berhasil memasuki Neverland, istana kediaman Joker. Ketiga pemuda itu tengah berlari menelusuri sebuah lorong yang kemungkinan di lorong itu ada sebuah ruangan tempat dimana Joker berada sesuai dengan penyelidikan yang sudah dilakukan Ash sebelumnya tadi.
"Ash, kau yakin disini? Kenapa lorongnya terlihat berbeda?" tanya Akira yang sedikit kaget dengan situasi di dalam istana tersebut yang begitu berbeda dari yang dilihatnya.
"Tentu saja yakin! Kalian juga lihat sendiri kan, kalau Joker ada di lorong ini!" balas Ash dengan keyakinan seratus persen. "Dibelokan sana kita akan menemukan ruangan itu!" Ash menunjuk sebuah belokan yang ada di dekat mereka.
Drap… Drap… Drap!
Saat mereka berlari tiba-tiba saja dari ujung arah yang bersebrangan ada seseorang yang sepertinya juga memiliki tujuan yang sama seperti mereka.
"Hah… Hah… Siapa kalian?" tanya sosok itu langsung menodong pertanyaan pada Gaara, Ash dan Akira yang belum pernah dilihatnya dan menganggap mereka semua penyusup yang ingin berbuat kekacauan.
"Ka-kau? Rei?" baik Gaara dan Ash sama-sama terkejut saat bertemu muka dengan sosok itu, karena dia memiliki perawakan dan wajah yang mirip sekali dengan Rei.
Apa yang akan terjadi lagi selanjutnya? Apakah akan terjadi bentrokan antara Gaara cs dan the hermit? Utakata benar-benar tak bisa dicegah! Apa yang akan dilakukannya pada Sakura?
TBC…
A/N : Yah akhirnya pada chapter ini Sakura mulai terlihat melakukan perlawanan meskipun dia harus kalah. Mungkin lain kali kalau ada beberapa istilah akan langsung saia sematkan dengan tanda kurung. tapi saia akan jelaskan sedikit.
Bug : merupakan suatu program error pada suatu sistem yang dapat merusak cara kerja dari sistem itu. Bug bisa terjadi karena kesalahan pada saat pemograman tapi ada juga yang dibuat oleh hacker dengan tujuan merubah program tersebut atau membuat crash.
Diving : istilah para hacker untuk menggunakan kata penjelajahan/penyelaman.
(kalau ada yang mau menambahi silahkan).
kami ucapkan terima kasih atas semua dukungan dari teman-teman, semoga fic ini bisa memberikan kepuasan sendiri bagi pembacanya dan bisa menemani hari libur kalian.
.
.
"Happy Read!".
