Jinki terus mencoba untuk menghubungi Baekhyun, namun putri bungsunya itu tak kunjung menjawabnya.

Dia memutuskan untuk menelepon Kibum untuk bertanya dimana Baekhyun.

"Hallo?"

"Baekhyun dimana?"

Kibum mengerutkan dahinya, tak biasanya Jinki menghubunginya untuk bertanya tentang Baekhyun.

"Entah, aku sedang di kantor." Jawab Kibum, "Memangnya kenapa? Tak biasanya."

"Aku tak bisa menghubunginya dari kemarin malam."

"Dia memang suka kayak gitu, jangan khawatir."

Jinki hanya diam tak menanggapi perkataan Kibum.

"Tolong hubungi aku kalau kamu bertemu dengannya." Dan dia menutup teleponnya.

Matanya melirik berkas yang ada dihadapannya dan sekali lagi tenggerokkannya terasa tercekik melihat itu.

"Baekhyun."


Chanyeol tersenyum puas setelah penetrasi di dalam tubuh Baekhyun. Dia telah memperkosa temannya itu sesuai dengan apa yang dibayangkannya selama ini. Ini untuk pembalasan.

Dia menarik kejantanannya kemudian membangkitkan diri dari atas tubuh Baekhyun yang terkulai di atas tempat tidur. Dia tersenyum puas saat perempuan itu hanya diam dan mengalihkan pandangannya - enggan untuk menatapnya.

"Gue kira lu udah biasa dengan hal seperti ini Baek, ternyata belum ya?" Katanya saat melihat darah yang keluar dari kewanitaan Baekhyun.

"Impas dong ya? Gue bakal panggil temen-temen yang lain seperti apa yang lu lakuin dulu."

Chanyeol memakai kembali pakaiannya dan meninggalkan Baekhyun yang terikat diatas tempat tidur dengan tubuh telanjang dan berkilat karena keringat serta bau sperma dimana-mana begitu saja.

Baekhyun menghela nafasnya dan berusaha membetulkan posisi tidurnya tak peduli dengan rasa sakit dipinggang.

"Wah, wah, ternyata mainan yang sangat segar."

Baekhyun menatap datar ke arah pintu yang terbuka dan beberapa lelaki masuk kedalamnya. Sekali lagi dia menghembuskan nafasnya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Apapun asalkan dia tak melihat semua orang itu.


Kibum tak menemukannya.

Dia tak melihat Baekhyun selama 3 hari ini dan anak itu belum pulang sama sekali.

Dia mencoba menghubungi Luhan, Kyungsoo, dan Chanyeol, namun tak ada yang mengetahui Baekhyun dimana.

"Eomma, tenanglah, Baekhyun pasti akan kembali, ini sama seperti waktu itu bukan?" Kata Jae Ah berusaha menenangkannya.

"Benar Jae, dia pasti akan kembali lagi kesini."

Kibum berusaha meyakinkan dirinya, meskipun hatinya tak merasa nyaman.

Ada yang mendesaknya untuk menangis.

Namun dia tidak tahu apakah itu.


Baekhyun tak tahu kapan dia kehilangan kesadarannya. Pokoknya dia hanya tahu bahwa kini dia berada dalam gendongan seseorang.

"Letakkan dia disana."

Itu suara Chanyeol.

Dia merasakan tubuhnya diletakkan secara kasar pada tempat tidur, tak lama kemudian dia mendengar pintu yang tertutup dan suara Chanyeol yang menjauh.

Matanya dia buka perlahan dan melihat dekorasi langit-langit yang cukup dikenalnya. Tubuhnya dia gerakkan dengan perlahan hingga bangkit dari sana.

Dia sangat lengket dan dia membutuhkan air untuk membersihkannya.