I'm the first person
You're the second person
Earlier today I was in the third person
(Dream – Forest For The Trees)
Previous Chapter: Sungmin bertemu orang yang asing baginya dan juga bertemu Kyuhyun di pesta pernikahan Shinhye dan Geun Suk.
"Kenapa kau bisa ada di mana-mana sih?" tanya Sungmin pada dirinya sendiri yang tanpa ia sadari terucap dari bibirnya.
"Ya?" tanya Kyuhyun yang tidak begitu jelas mendengar kalimat Sungmin.
Sungmin menggelengkan kepalanya. "Kenapa kau bisa ada di sini? Bukannya kau..." Ucapan Sungmin terputus karena ia ingat bahwa Kyuhyun memang terlibat pekerjaan dengan Geun Suk. "Benar juga, tentu saja kau diundang karena kau rekan kerja Geun Suk," ujar Sungmin malah menjawab pertanyaannya sendiri.
Kyuhyun menganggukkan kepalanya sambil memamerkan senyum lebarnya yang khas. Sungmin memperhatikan penampilan Kyuhyun yang sangat berbeda hari ini. Tubuh Kyuhyun memang tidak terlalu atletis, sangat khas seperti pria muda pada umumnya yang masih dalam masa pertumbuhan, tapi Kyuhyun sangat tinggi. Dan malam ini, tubuh tinggi Kyuhyun terlihat sangat bagus dalam balutan setelan tuxedo hitam. Yang jelas bukan dari toko yang murah. Rambut Kyuhyun yang biasanya sedikit ikal dan berantakan, disisir rapi dengan gel.
Kyuhyun seperti seorang eksekutif muda, seorang pria yang dewasa. Meskipun Kyuhyun terlihat dewasa, tapi Kyuhyun tetap dirinya yang biasa dengan cengiran khasnya. Malam ini Kyuhyun memang berbeda, juga sangat tampan. Pemikiran itu tiba-tiba menghinggapi Sungmin. Dan itu membuat Sungmin sedikit tersentak, lalu buru-buru menghilangkannya.
'Apa-apaan sih aku ini?!' hentak Sungmin pada dirinya sendiri. Sungmin mengalihkan perhatiannya, asal saja. Yang penting tidak ke arah Kyuhyun. 'Bisa gila aku kalau begini terus.'
"Apa kau sendirian?" tanya Kyuhyun menoleh ke kanan dan ke kiri karena Sungmin menghindari tatapannya dan melihat ke arah lain. "Atau sedang menunggu seseorang?"
"Tidak. Tentu saja aku sendiri!" jawab Sungmin cepat. Sungmin menyadari kebodohannya, kenapa dirinya bisa keceplosan seperti itu. Untuk apa memberi tahu informasi seperti itu pada Cho Kyuhyun? Apa Sungmin memang menginginkan Kyuhyun berpikir seperti itu? Bahwa dirinya sedang sendirian?
Kyuhyun tersenyum puas. Hatinya tenang meskipun degup jantungnya berdebar cepat. Kyuhyun seperti melihat peluang emas untuk menemani Sungmin malam ini. "Sayang sekali, putri cantik sepertimu datang ke pesta sebesar ini sendirian. Bagaimana kalau malam ini aku yang jadi pangeranmu?" tawar Kyuhyun yang lebih mirip godaan.
Baru saja Sungmin mau menanggapi Kyuhyun, tapi seseorang sudah berdiri di sampingnya dan itu membuat Sungmin menahan diri untuk berbicara.
"Maaf membuatmu menunggu, silakan," ujar pria itu. Pria-insiden-piring-pecah. Pria itu datang dengan piring besar di tangannya dan segelas air berwarna merah. Piring yang di bawa pria itu berisi penuh makanan. Mulai dari buah-buahan sampai makanan manis seperti cupcakes. "Ayo, silakan. Kau suka yang mana? Minum mungkin?"
Sungmin mengerjapkan matanya, takjub dengan perlakuan sopan dari pria yang terhitung baru dikenalnya. Sekilas ia melirik ke arah Kyuhyun. Tatapan Kyuhyun fokus pada pria di samping Sungmin, terlihat seperti singa yang siap memakan mangsanya. Atau seperti pembunuh berdarah dingin yang bertemu target utamanya. Ini jelas bukan pertanda baik.
"Atau mau kuambilkan yang lain?" suara pria yang belum Sungmin ketahui namanya itu kembali terdengar.
"Oh, itu… tidak perlu. Terima kasih," ujar Sungmin gugup. Sekali lagi sudut matanya menangkap pergerakan Kyuhyun, yang masih tidak lepas dari pria tampan di samping Sungmin.
Detik itu juga Kyuhyun langsung membenci siapa pun pria yang ada di samping Sungmin dan sedang tersenyum pada Sungmin. 'Kenapa dia tersenyum malu-malu pada pria seperti ini sih? Apa bagusnya pria ini? Seperti om-om hidung belang!'
Kepala Kyuhyun rasanya mendidih, sepertinya tubuh Kyuhyun bisa terbakar hanya dengan melihat adegan ramah-tamah Sungmin dengan pria asing itu. Tanpa Kyuhyun sadari, kedua tangannya terkepal erat, sampai jalur urat-urat hijau bisa terlihat di sana. Ingin rasanya menarik Sungmin menjauh dari jangkauan pria itu –dari semua pria- dan menempatkan Sungmin hanya di sampingnya saja, hanya untuknya. Kyuhyun sadar, ia cemburu berat.
Kyuhyun menyipitkan matanya tidak suka. Ia mengenduskan napasnya kesal sebelum pergi dan berlalu. Ia harus segera pergi sebelum tubuhnya bergerak menghajar pria itu dan mengacaukan pesta yang meriah ini. Kyuhyun merasa tidak sanggup lagi melihat pemandangan di depan matanya. Sungmin yang terus-terusan tersenyum dan yang terakhir dilihatnya adalah saat Sungmin mengambil cupcake berwarna putih dengan sugar ice berwarna coklat pucat. Pria itu membalas senyum Sungmin sambil menawarkan makanan lain yang dibawanya.
Tubuh Kyuhyun berbalik, punggunya berjalan menjauh, menembus kerumunan orang-orang dan kemudian tidak terlihat lagi dari tangkapan indera penglihat Sungmin.
Sungmin berusaha tidak memedulikan kepergian Kyuhyun. Ia kembali memusatkan perhatian pada ciptaan Tuhan yang sempurna yang ada di depannya. Untuk apa menyia-nyiakan malam yang seharusnya indah dan bahagia seperti ini.
"Tadi itu konyol sekali," pria itu berujar sambil tertawa pelan.
Sungmin menganggukkan kepalanya, berusaha ikut tertawa sambil menggigit cupcake yang diberikan pria itu. "Benar. Konyol sekali."
"Oh iya, maaf telat memperkenalkan diri," katanya sambil menaruh piring dan gelas yang dibawanya di meja terdekat. "Namaku Kim Soo Hyun," ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Sungmin.
Sungmin memindah cupcake yang ada di tangan kanannya ke tangan kirinya. "Tidak perlu meminta maaf. Aku Lee Sungmin," balas Sungmin menyambut jabat tangan Soo Hyun.
"Jadi, apa kau salah satu selebriti?" tanya Soo Hyun.
Sungmin tertawa renyah. Apa ada selebriti seperti dirinya? Sungmin menggelengkan kepalanya, sambil menggigit lagi cupcakenya. "Tentu saja bukan. Kupikir kaulah yang selebriti, atau seorang model mungkin? Kalau aku… aku sahabat dari pengantin perempuan, Park Shinhye."
Soo Hyun terlihat sangat excited. "Benarkah? Kau sahabat Shinhye? Aku sepupunya," sahut Soo Hyun riang. "Sepertinya aku pernah beberapa kali mendengar namamu disebut Shinhye."
Sungmin cukup terkejut mendengar ucapan Soo Hyun, Shinhye sudah menceritakan tentang dirinya pada orang lain. "Oh ya? Apa Shinhye mengatakan sesuatu yang aneh-aneh tentangku?"
Soo Hyun menggeleng. "Shinhye bilang dia punya sahabat yang sangat cantik."
Ucapan Soo Hyun membuat pipi Sungmin merona dengan cepat. Dipuji pria tampan seperti Soo Hyun pasti membuat semua perempuan jadi besar kepala. Tapi…
Tiba-tiba saja senyum Sungmin menghilang. 'Perasaan ini…' ujar Sungmin dalam hati.
…
'… kenapa jantungku berdetak sangat cepat?'
…
TBC
…
