" kenangan terindah bagiku" chap. 25
^^sebelumnya
" Kyuhyun?, bukankah Kyu ada di Rumah Sakit?" gumam Shindong.
Karena penasaran pada sosok Kyuhyun yang baru saja diihatnya, Shindong berniat ke luar dari Mobil, baru saja ia membuka pintu Mobil, lampu lalu lintas berganti menjadi hijau, dan itu membuat dirinya mengurungkan niat, lalu kembali ke dalam Mobil. Shindong mengendarai Mobilnya untuk menepi, ia segera ke luar dari Mobil, dan berlari mencari sosok Kyuhyun, tapi ia kehilangan jejak Kyuhyun.
" Apa yang aku lihat tadi benar Kyuhyun?, jika iya, kenapa Kyuhyun dapat berjalan normal?, atau, tadi aku hanya salah melihat orang?" pikir Shindong.
^^ Selanjutnya
Shindong masih berdiam di tempatnya berpijak, beberapa pejalan kaki menatapnya yang masih celingak celinguk mencari sosok Cho Kyuhyun, bahkan ia bergumam dan terlihat seperti orang yang tidak waras.
" Tapi aku tidak mungkin salah, aku yakin itu Kyuhyun. Wajahnya sangat mirip…nde, mirip sekali"
" Apakah Kyuhyun kembar?"
"…" Shindong terdiam sejenak dan berpikir demikian, Karena ia masih penasaran dengan sosok yang baru saja ia lihat barusan.
Shindong menggeleng-gelengkan kepalanya, " Tidak mungkin Kyuhyun kembar. Aku pasti salah…, nde…aku pasti salah" ia membantah pikirannya sendiri.
Shindong segera berbalik dan kembali menuju Mobil yang ia parkir. Sejenak ia menghentikan langkah kakinya, lalu ia menoleh ke belakang. Kemudian, Shindong kembali masuk ke dalam Mobil.
Shindong lupa akan pesan yang dikirim Heechul padanya. Ia kembali bergumam sewaktu ia di dalam Mobil, sewaktu perjalanan menuju Rumah Sakit, Shindong selalu membahas kejadian hari ini pada dirinya sendiri.
" Arghhhh…aku bingung. Bagaimana bisa aku bertemu dengan seseorang yang sangat mirip dengan Kyuhyun?"
" Apakah Kyuhyun memiliki kembaran?"
" Apakah Appa dan Eomma sengaja tidak memberitahukan pada kami, bahwa Kyuhyun memiliki kembaran?"
" Ah…tidak mungkin. Untuk apa, Appa dan Eomma membuang kembaran Kyuhyun?"
" Sewaktu kecil, Appa dan Eomma sama sekali tidak pernah membahas ini"
" Aigooo, kenapa aku bodoh sekali memikirkan hal ini?, kenapa aku tidak menghubungi pihak Rumah Sakit saja?" Shindong meraih ponsel dari saku jas nya, ia memencet digit nomor RSI, kemudian Shindong meletakkan ponsel di bagian tengah dekat rem tangan , dan tak lupa ia memasang Bluetooth headset.
~KTB~
Shindong lupa bahwa di dalam Mobilnya telah di selipkan alat penyadap. Seorang mata-mata yang bertugas di depan layar computer, yang menghubungkan dengan GPS. Ia mengamati kemana tujuan Mobil yang dikendarai Shindong saat ini.
Mata-mata itu merekam perkataan yang Shindong gumamkan sewaktu di dalam Mobil. Ia mengirimkan hasil rekaman itu melalui pesan MMS pada Taecyeon. Sedangkan Taecyeon sendiri, ia duduk menyendiri di depan makam ke-dua orangtua Kyuhyun.
Taecyeon meratapi makam namdongsaeng kesayangannya, " Doo Jun~ah…, hyung tahu…kamu pasti sangat membenci apa yang hyung lakukan pada ke-dua anak bungsu mu itu. Hyung melakukan kejahatan yang sangat besar pada keluargamu. Bahkan, ke-13 anakmu itu, sampai sekarang…,mereka tidak mengetahui bahwa mereka masih memiliki seorang dongsaeng"
" Cheongmal mianhe saeng, cheongmal mianhe…hyung sengaja melakukan itu, karena hyung memiliki alasan."
" Hyung bodoh…hyung pengecut…tapi hyung tidak bisa memaafkan apa yang dilakukan Kyuhyun padamu juga Yuri"
" Hyung tahu, kematian kalian bukanlah sepenuhnya kesalahan Kyuhyun, karena waktu itu Kyuhyun masih kecil. Tapi…"perkataan Taecyeon terputus saat ia mendapat MMS dari salah satu mata-matanya. Taecyeon mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jaket, Taecyeon mendengarkan audio yang dikirim oleh orang suruhannya itu, dan ia terkejut saat mendengar apa yang diucapkan Shindong
" Arghhhh…aku bingung. Bagaimana bisa aku bertemu dengan seseorang yang sangat mirip dengan Kyuhyun?"
" Apakah Kyuhyun memiliki kembaran?"
" Apakah Appa dan Eomma sengaja tidak memberitahukan pada kami, bahwa Kyuhyun memiliki kembaran?"
" Ah…tidak mungkin. Untuk apa, Appa dan Eomma membuang kembaran Kyuhyun?"
" Sewaktu kecil, Appa dan Eomma sama sekali tidak pernah membahas ini"
" Aigooo, kenapa aku bodoh sekali memikirkan hal ini?, kenapa aku tidak menghubungi pihak Rumah Sakit saja?" Taecyeon sangat terkejut hingga ia menjatuhkan ponselnya ke rerumputan dekat nisan Park Doo Jun. Ia menatap lekat pada nisan Doo Jun.
" Jadi…Shindong sudah bertemu dengan dongsaengnya?, aku tidak boleh membiarkan ini terjadi. Sebaiknya aku segera menghabisi anak itu juga Dong Gun…., Nde, itu jalan terbaik yang harus aku lakukan, sebelum mereka tahu semua ini"
" Doo Jun~ah…, hyung berharap…kamu mau memaafkan kesalahan yang telah hyung lakukan pada mu juga anak-anakmu. Cheongmal mianhe…" Taecyeon segera beranjak, dan ia pergi meninggalkan makam Doo Jun juga Yuri.
~KTB~
Sungmin duduk menyendiri di kantin Perusahaan , ia meletakkan tangan kiri di dagu, dan ia mempoutkan bibirnya. Sungmin mengaduk-aduk kopi yang telah ia pesan. Sesekali ia menghela nafas beratnya. Suasana di kantin itu terlihat cukup ramai, karena jam telah menunjukkan waktu istirahat . beberapa pegawai sibuk bergosip, ada juga yang sibuk dengan ponsel, dan ada beberapa pegawai yang menatap Bos mereka dengan heran. Ke-tiga pegawai itu duduk hanya berhalat dua meja dari meja Sungmin.
" Sepertinya Sajangnim memiliki banyak masalah" salah seorang pegawai berkata pada temannya
" Nde, kalau melihat Sajangnim seperti ini, kasihan juga" sahut pegawai Kim
" Sepertinya bukan hanya Sajangnim saja yang memiliki banyak masalah" ujar salah seorang pegawai Cha
" Maksudmu?" Tanya pegawai Han
" Tadi sewaktu aku baru selesai fotocopy berkas yang diperlukan Sajangnim, aku melihat isanim seperti menangis di dalam Mobilnya"
" Jincha?" Tanya pegawai Kim dan Han
" Eoh…sepertinya ada masalah dalam keluarga mereka" sahut pegawai Cha
Mereka kembali menatap Sungmin yang sama sekali belum menyentuh Kopi pesanannya. Sungmin menyeka air matanya, saat ia mengingat kesalahannya pada Kyuhyun, juga pesan yang dikirim Heechul. Sungmin terlihat menarik napas panjang, kemudian ia menghelanya" Huft"
Sungmin beranjak dari kursi, dan meninggalkan kantin begitu saja tanpa memperdulikan para pegawai yang menatapnya lekat bahkan pada pegawai yang memberi hormat saat berpapasan dengan Sungmin.
~KTB~
Di dalam Mobil, Donghae menyandarkan tubuhnya. Donghae menatap pajangan ikan Nemo, hadiah dari Kyuhyun sekitar 3 tahun yang lalu. Ia meraih pajangan itu, lalu ia menggenggam kuat dengan ke-dua tangannya. Air mata Donghae kembali mengalir, " Kyuhyun~ah…, apa yang harus hyung lakukan?, hyung tidak ingin, jika Taecyeon ajussi berbuat sesuatu yang buruk padamu. Hyung terlihat sangat pengecut, Kyu. Bahkan, nyawamu terancam seperti ini, hyung bingung, apa yang harus hyung lakukan" Donghae berbicara pada dirinya sendiri.
Tok…tok…
Donghae segera menoleh, saat kaca jendela Mobilnya di ketuk oleh Sungmin, lalu ia ia memencet tombol untuk menurunkan kaca jendela.
" Yee, hyung?" Tanya Donghae
" Aku ingin mengunjungi Appa dan Eomma, apa kamu mau ikut?" Tanya Sungmin
" Ne hyung, aku ikut" sahut Donghae
" Gunakan Mobilmu saja, ne" pinta Sungmin
" Ne" sahut Donghae setuju.
Sungmin membuka pintu Mobil, lalu duduk di sampingnya. Kemudian, Donghae mengendarai Mobilnya sesuai dengan permintaan Sungmin.
~KTB~
Shindong ke luar dari Mobil yang telah ia parkirkan. Ia mempercepat langkah kakinya, ketika ia mendapat kabar dari pihak RSI, bahwa kondisi Kyuhyun menurun. Shindong segera masuk ke dalam Lift dan memencet tombol yang menghubungkan ke lantai 5. Saat pintu Lift terbuka, Shindong ke luar dan memanggil Kibum yang berlalu di depannya, sambil menundukkan wajah.
" Kibum~ah" panggil Shindong
Kibum menghentikan langkahnya, kemudian ia berbalik dan menatap Shindong. " Hyung"
" Bagaimana Kyuhyun?, aku dengar dari perawat, kondisi Kyuhyun menurun" Tanya Shindong
Kibum kembali menundukkan wajahnya, Shindong bingung ada apa dengan Kibum, karena Kibum terlihat sangat sedih.
" Waeyo dongsaeng~ah?" Tanya Shindong dan memegang pundak kanan Kibum
" Hyung…sepertinya ini salahku" suara Kibum terdengar bergetar saat menjawab pertanyaan Shindong
" Salahmu?, apa maksudmu, Kibum?"
" Karena aku menyanyi lagu kesukaan Kyuhyun waktu kecil, mungkin kini ingatan itu muncul hyung. Hyung…aku bersalah kan? Aku bersalah…karenaku, Kyuhyun mulai ingat dengan kejadian-kejadian di masa kecilnya. Aku salah hyung…aku salah…" Kibum tidak kuasa menahan air matanya di depan Shindong.
Shindong sangat mengerti bagaimana perasaan Kibum, hingga ia pun mendekap Kibum dalam pelukannya. " Ini bukan salahmu, Kibum. Mungkin, sudah waktunya Kyuhyun mengingat kejadian itu. Tapi, sebaiknya kita berdo'a, agar Kyuhyun tidak mengingat kejadian 12 tahun yang lalu" Shindong menenangkan Kibum.
Seo Woo menatap lekat pada persaudaraan Shindong dan Kibum. Shindong terlihat sangat sayang pada Kibum. Senyum terukir di bibir Seo Woo, awalnya Seo Woo berencana untuk mengunjungi Kyuhyun di kamar inapnya, namun ia mengurungkan niatnya ketika melihat persaudaraan yang begitu hangatnya.
Seo Woo berbalik dan melanjutkan langkah kakinya, " Aku tidak tahu ada kejadian apa di 12 tahun yang lalu, semoga saja kejadian itu tidak membuat Kyuhyun drop" batin Seo Woo.
Seo Woo menangkap gelagat aneh saat ia bertemu dengan seorang namja berpakaian hitam juga topi hitam, namja itu bersandar di dinding RS, tanpa sengaja Seo Woo mendengar nama Kyuhyun di sebutkan oleh namja itu.
" Saya sudah tahu keberadaan Kyuhyun"
" Kyuhyun?, namja itu aneh, jangan-jangan …namja itu berbahaya. Hm…sebaiknya, aku memberitahukan hal ini pada Dokter Sie Kyung dan Dokter hyun Bin" batin Seo Woo, lalu ia mempercepat langkahnya untuk segera menemui Sie Kyung atau Hyun Bin.
~KTB~
" Kyuhyun~ah…"
" HAHAHAHA…., aku berhasil mendapatkannya. "
"Twinkle, twinkle, little star, How I wonder what you are"
" Bukankah aku pernah mengatakan padamu, bahwa Kyuhyun itu anak pembawa sial!"
Kening Kyuhyun berkeringat, napasnya terlihat tidak teratur, kelopak matanya pun bergerak-gerak, tapi ia masih belum menunjukkan tanda-tanda sadar.
Meskipun kabur, tapi ingatan-ingatan itu perlahan-lahan mulai muncul. Shindong dan Kibum masuk ke kamar inap Kyuhyun, mereka tampak terkejut saat mendekati Kyuhyun, dan Kyuhyun terlihat gelisah dalam tidurnya. Shindong segera duduk di tepi kasur Kyuhyun, dan ia menggenggam erat tangan Kyuhyun.
Shindong dan Kibum berpikir, gelisahnya Kyuhyun karena ingatan itu. Kyuhyun mengigau dan itu membuat Shindong juga Kibum sangat cemas.
" Aku…aku bukan pembawa sial…aku bukan pembawa sial…aku bukan pembawa sial…"
" Kyuhyun~ah…" Shindong memanggil nama Kyuhyun pelan, namun ingatan kabur itu, membuat keinginan dari dalam diri Kyuhyun enggan untuk sadar.
" Kyu…irona saeng" pinta Kibum
Nafas Kyuhyun terlihat ngos-ngossan dalam tidurnya, Shindong mengingat bagaimana Eomma mereka melakukan sesuatu agar salah satu dari anaknya merasa aman ketika bermimpi buruk. Shindong meletakkan telapak tangan Kyuhyun ke dada Shindong, "Jangan khawatir…hyung disini bersamamu, Kyu" setelah mengucapkan perkataan yang sama seperti Eomma nya, kini nafas Kyuhyun mulai terlihat teratur dan raut wajah cemas dan takut Kyuhyun seketika berubah karena Kyuhyun merasakan kehangatan yang dilakukan Shindong padanya.
Saat Kibum melihat apa yang dilakukan Shindong pada Kyuhyun, Kibum tersenyum dan menitikkan air mata, karena ia sangat merindukan sosok Eomma mereka.
" Eomma…aku sangat merindukan mu, Eomma" batin Kibum.
TBC
