Summary: Pertempuran telah mencapai titik klimaks, dua kekuatan bersar saling beradu menentukan pemenangnya. Di tengah asa yang memudar alam mulai bergejolak, memperlihatkan tandanya. Dan sang legenda pun akhirnya terpilih.
ooOoo
Di tengah medan pertempuran, tampak sosok kyuubi masih menatap kosong pada jasad hinata.
Sementara sosok madara masih mematung, suara darah menetes terdengar bagai air mata kesedihan yang jatuh membasahi jiwa yang sepi.
Madara yang merasuki tubuh sasuke masih terdiam merasakan cairan kental yang membasahi tubuh dan wajahnya, irisnya bergetar mengikuti detakan jantungnya yang berdetak karuan.
Desahan napas sakura mulai terdengar pelan dalam gendang telinga sasuke, entah mengapa yang pastinya tangan sasuke yang masih dikuasai madara bergerak perlahan memeluk tubuh sakura.
Dia bahkan tak peduli, atau bahkan tak tahu jika saat ini air matanya jatuh membasahi pipinya, menyapu darah sakura dari wajahnya.
Bibirnya bergetar mengucpakan nama sakura, irisnya yang bergetar mengambarkan akan kesedihan yang tak tertera. Rasa itu makin menyakitkan dan menyiksanya saat tangan sakura perlahan bergerak lepas dari tubuhnya.
Sasuke menahan napasnya, irisnya seketika berubah menjadi iris hitam gelap ciri khasnya.
"Sa, sakura!"
Hening, tak ada balasan dari sakura. Hanya tubuh sakura yang perlahan merosot dari pelukan sasuke.
"Sa, sakura?!"
Suara sasuke bergetar, iris onyxnya terbelak. Wajahnya seketika terlihat murka.
Bhuk!
Sasuke hanya terdiam melihat tubuh sakura yang jatuh lemas tak berdaya di depannya. Kemurkaan itu kini makin menjadi-jadi.
"Aaaakkkkhhhh!" sasuke berteriak mengacak surai ravennya, iris onyxnya seketika berubah merah dengan tanda yang berbeda.
Sementara itu di tempat lain, Pain terdesak mundur. Dia tahu ini pertanda buruk, sasuke bisa melepaskan dirinya dari madara!
ooOoo
Dimensi madara yang hitam kelam kini berwarna orange karena cahaya kekuatan naruto, dan atmosfer di dalammnya terasa berbeda, terasa lebih memanas.
Naruto, dan sasuke sama-sama terdiam menyaksikan apa yang terjadi di luar sana melalui penglihatan madara.
Cahaya orange yang keluar dari tubuh naruto makin banyak dan cepat, dan hampir memenuhi seluruh dimensi madara.
Tubuh naruto, dan sasuke sama-sama bergetar. Suara gigi bergemulutuk terdengar jelas dari bibir sasuke, dia menoreh pada madara yang hanya diam sedari tadi menyaksikan kedua pemuda itu yang entah sejak kapan megeluarkan aura gelap.
Api biru sasuke mulai memenuhi pergelangan tangannya, katana hitamnya perlahan berubah menjadi api hitam dan bercampur dengan api birunya.
"Kau akan mati ditanganku!" gumam sasuke gerah, dia menyerang madara dengan membabi buta menggunakan api birunya.
Sementara naruto masih terpaku menatap di depannya, melihat melalui penglihatan madara akan kondisi hinata. Setetes air bening jatuh membasahi pipi tannya, semakin lama tetesan itu makin banyak.
Naruto menggigit bibirnya, dia meremas dada kirinya. Dia merasakan sakit di suatu tempat di dada kirinya.
suara amukan sasuke terdengar bagai api yang menyulut hatinya yang rapuh, iris merahnya makin membara. Tanda lahir di kedua pipinya terlihat makin jelas, gigi-gigi taringnya terbentuk sempurna.
Cahaya orange yang tadinya menyeruak keluar, kini dengan cepat tersedot ke dalam tubuh naruto dan membuat dimensi madara kembali ke dalam kegelapan.
Di tempat Madara.
Madara melompat jauh menghindar dari serangan sasuke, napasnya tersengal-sengal. Setetes keringat jatuh di atas pipinya, mengetahui posisinya, madara hanya mendecis kesal.
Madara mulai tidak menyukai situasi seperti ini, apa lagi dengan perubahan yang dialami si bocah kyuubi, aura kekuatannya hampir mencapai ekor empat. Jika dia tidak cepat mengalahkan mereka sasuke atau naruto, itu akan menjadi ancaman besar untuknya.
Madara mulai bersiap-siap, dia membentuk segel yang berbeda dan susanoo yang melindunginya berubah wujud menjadi sosok manusia sempurna dengan tiga wajah.
Sasuke hanya melihat dingin sosok itu, naruto menggeram marah dan berlari menyerang sosok itu.
Prang!
Madara berhasil, menahan serangan naruto. namun, iris madara terbelak!
Tubuh naruto tiba-tiba menjadi rubah dengan ekor enam, dan dalam sekejap dia membesar menyaingi besar susanoo madara.
Bhuak!
Susanoo madara berhasil dipukul mundur oleh naruto, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, naruto membuka mulutnya membentuk lingkaran sihir hitam dan biru yang perlahan menyatu menjadi bongkahan besar.
Melihat itu, madara sedikit merasa ciut. Dengan cepat dia membentuk segel!
Prang! Kraaaakkk! Cras!
Namun, gagal. Madara terlalu terfokus pada naruto hingga dia tak menyadari sasuke telah menerobos pertahanan susanoonya, dan api biru hitam sasuke tiba-tiba menusuk tepat di dada madara.
"Si, sial! Aku terlalu fokus, dan aku terlalu mencemaskan bocah itu hingga aku melupakan mu!" gumam madara setelah merasakan panasnya api biru hitam sasuke.
Suiiiinnnnggg!
Suara nyaring tiba-tiba terdengar, disusul cahaya putih terang. Sasuke dan madara tersentak melihatnya. Bongkahan hitam yang dibuat naruto kian membesar.
"Apa yang dia lakukan?!" tanya sasuke pada dirinya sendiri melihat bongkahan hitam naruto.
"Si, sihir itu mampu menghabisi seperempat dunia. Dimensi yang ku buat tak akan mampu menahan sihirnya iu. Jika sihir itu meledak di sini, kau dan aku akan mati!"
Sasuke mendelik madara, "Apa yang kau bicarakan!"
"Kekuatan kyuubi, adalah perpaduan antara elemen alam dan kegelapan. Jika keduanya menyatu, maka kehancuran yang akan terjadi."
"Ukh!"
Sasuke terbelak kaget, madara memutuskan api hitamnya dengan api merah milik madara.
"Ini belum selesai!" lanjut madara seraya membentuk segel sihir keempat elemen dengan cepat.
"Apa yang kau lakukan!"
Madara tak peduli pada peringatan sasuke, dia terus mempertahankan segel sihirnya.
Dimensi madara tiba-tiba bergetar, keseimbangan naruto dan sasuke mulai tak stabil.
"Aku terpaksa menggunakan sihir ini, meski aku tahu sihir ini tak bisa digunakan dua kali. Tapi, jika tidak aku akan habis di dalam dimensi ini," batin Madara dalam proses membentuk segel sihir terakhir.
Dimensi madara makin bergetar seiring segel yang terbentuk selesai dibuat, sebuah lingkaran sihir dengan lambang ke empat elemen terpampang di depan madara, saling berputar membentuk formasi yang rumit dan berganti cahaya sesuai dengan cirikhasnya.
Disaat yang bersamaan bongkahan sihir hitam naruto terus membesar dan memberi sedikit efek getaran, resonansi dari kedua sihir itu mulai terasa. Getaran hebat seketika mengguncang pertahanan kaki hingga membuat sasuke terhuyung-huyung mencoba menjaga tubuhnya agar tak jatuh.
"Naruto! apa yang kau lakukan!" batin sasuke terus berharap naruto segera menghentikan serangannya.
Namun sepertinya itu sia-sia, karena kini kedua sihir itu siap dilepaskan.
Dhuaaaarrrr!
Naruto melepaskan bongkahan sihir hitamnya ke arah madara, dan!
"KATSU!" ke empat hologram elemen alam berputar cepat dan melesat menutupi bongkahan sihir hitam naruto.
Dhuuuuaaarrrr!
ooOoo
bhuk!
Suara benda jatuh terdengar pelan, Pain segera berlari saat dia melihat tubuh sasuke jatuh tak sadarkan diri.
"Apa yang—!" Pain terperanjat kaget, tangan sasuke tiba-tiba mencengkramnya.
"Aku butuh tubah baru!"
Pain makin terkejut saat mendengar ucapan sasuke, ditambah lagi ada sensai dingin yang tiba-tiba menjalari tubuhnya. Sensasi dingin bagai magnet yang menarik seluruh tubuhnya ke dalam satu titik di dadanya.
"A, apa yang terjadi padaku?" Pain sempoyongan berjalan mundur.
"Aku kini berada dalam dirimu!" sebuah suara terdengar di dalam diri Pain.
Pain bergerak mundur, seketika dia rasakan sekelilingnya berputar dan menggelap.
"Aku terpaksa melepaskan segel ku pada Sasuke, aku butuh tubuh mu untuk mengalahkan mereka berdua!"
Sebuah suara terdengar dalam kegelapan di depan mata Pain, perlahan dalam kegelapan muncul sosok yang dia tahu itu adalah Madara.
"Kau?" Pain sedikit terkejut melihat wujud asli madara yang diluar dugaannya. "Apa yang bisa ku lakukan untuk mu?" tanya Pain tanpa ragu.
ooOoo
bhuk!
Selepas Madara mentransfer dirinya ke Pain, tubuh sasuke bagai kehilangan energi. Dia jatuh lemas di samping sakura, iris onyxnya menatap kosong tubuh sakura di depannya, menatap iris emerald yang hampa.
Pelan, sangat pelan. Dia bisa mendengar desahan napas kesakitan milik sakura, hatinya terasa tersayat. Menyesali, merasa tak berguna. Sasuke menutup matanya, mencoba menahan luapan emosi sedihnya.
"Sa— su— ke— kun!"
Iris sasuke terbelak dan bergetar melihat sakura tersenyum padanya, ingin menangis tapi itu bukan tipenya. Sasuke hanya terdiam, tanpa tahu harus berbuat apa membalas sakura.
Pupil sakura memerah, bibirnya bergerak pelan menyusun satu kalimat. "Terima kasih telah kembali."
Sasuke kembali memejamkan matanya, tak tega. Rasa nyeri itu kembali terasa, ingin rasanya dia memeluk tubuh sakura dan menenangkannya, tapi tubuhnya terasa mati.
"HINATA! HINATA!" tak jauh dari tempat sasuke dan sakura terdengar suara panik khas milik naruto.
Naruto memangku tubuh hinata dalam pangkuannya, memeriksa detak jantung hinata yang melemah.
"Hinata, kau tak boleh mati!" inner naruto terus memeriksa detak jantung hinata yang makin melemah.
"Hinata, hinata! maafkan aku! Maafkan aku!" naruto mengguncang tubuh hinata, mencoba menguatkan hinata.
Sebuah sentuhan lembut di pipi naruto menghentikan guncangan naruto.
"Naruto-kun!" sebuah suara lembut menyusul sentuhannya.
Naruto terbelak senang mendengar hinata memanggil namanya, "Hinata!"
Hinata mencoba tersenyum, meski sekujur tuubuhnya terasa nyeri. "Aku ingin melihat naruto-kun tersenyum," naruto terdiam mendengar ucapan hinata.
"Aku ingin selalu melihat mu tersenyum, selalu. Selalu!"
Naruto masih terdiam. Dia tidak tahu harus menjawab apa.
"Aku tak akan mati semudah itu," kata Hinata seraya menurunkan tangannya dan menggenggam tangan naruto. "Aku sudah bertemu ibu mu," lanjut hinata.
Naruto sedikit terkejut, dia menatap tak percaya pada hinata.
"Dia memberikan aku energi kehidupannya," kata hinata seraya menyalurkan energi kehidupan ke dalam tubuh naruto.
"Hinata!" naruto merasakan energinya terisi.
"Aku sangat bahagia, naruto-kun. Bertemu dengan mu adalah suatu anugrah yang tak terkira," kata hinata seraya merapatkan kepalanya ke dada naruto, dan naruto pun membiarkannya.
"Aku mencintai mu, naruto-kun!" bisik hinata pelan ke dada naruto.
Naruto terdiam, energi kehidupan yang hilang darinya kini terisi penuh. Cahaya orange kembali menyelimuti dirinya.
Naruto merapatkan pelukannya, membenamkan kepala hinata ke dadanya. Mencoba menyimpan kata-kata hinata jauh di dalam hatinya.
Naruto mengelus surai indah hinata, dia tersenyum berat.
"Aku adalah seorang yang bodoh, aku tidak tahu bagaimana caranya membalas cinta mu. Tapi, aku sadar aku sangat bahagia memiliki dirimu yang selalu mencemaskan aku. Aku hanya tahu aku takut kehilangan dirimu, hinata."
Hinata tersenyum senang.
"Kau harus bertahan, hinata. karena aku ingin terus melihat mu," kata naruto meremas genggaman hinata, sontak cahaya orange yang tadinya menyelubungi naruto kini menyelimuti hinata.
Dan, dalam hitungan detik luka terbuka hinata menutup.
Hinata terbelak kaget, dia menatap tak percaya pada naruto. "Naruto-kun, kau akan kehilangan energi kehidupan mu!"
Naruto melepaskan pelukannya, mendudukan hinata di depannya, menatap jauh ke dalam iris amethystnya.
"Kaulah energi kehidupan ku, hinata."
Hinata terbelak kaget, dia tak percaya mendengarnya. Tapi inilah yang diucapkan naruto, satu kalimat yang membangkitkan semangat hidupnya.
"Arigatou, naruto-kun!" kata hinata yang mulai merasa sehat kembali berkat energi kehidupan naruto.
Sementara cahaya orange yang menyelibungi naruto terlihat makin membesar.
"Ini saatnya aku membalas semua yang dilakukan madara padamu, hinata!" kata naruto seraya menghilang dari dari hadapan hinata.
"Naruto-kun," hinata hanya bisa menyebut nama naruto, memberikannya semangat.
ooOoo
Puff!
Naruto tiba-tiba muncul di depan sasuke yang terbaring tak berdaya, naruto segera duduk dan meyentuh sasuke, membagi energi apinya untuk sasuke.
Setelah mendapatkan energi api dari naruto, sasuke mulai merasakan perubahan drastis dalam tubuhnya. Terasa lebih ringan, dan kekuatannya seolah terisi penuh.
"Sakura, aku masih membutuhkan mu untuk menemani teme. Aku akan memberikan energi air dan tanah untuk mu!" kata naruto seraya menyentuh sakura, dan dalam hitungan detik tubuh sakura diselimuti cahaya hijau, dan beberapa pohon seketika tumbuh di sekitar mereka.
"Ini?" kata sakura tak percaya melihat perubahan dalam dirinya.
"Sakura?" begitupun sasuke, ada rasa lega dan bahagia melihat sakura kembali seperti biasanya.
"Sasuke!" panggil naruto seraya berdiri, "Apa kau masih ingin bertarung bersama ku?"
Sasuke mendecis kesal, dia segera berdiri memperbaiki baju dan menepis debu disekitar tubuhnya. "Cih, sekarang kau mulai sok jago!"
"Sasuke, naruto!" kata sakura seraya berdiri.
"Sakura, menjauhlah. Kau hanya perlu menonton bersama lainnya, kami akan segera mengakhiri semua ini secepatnya!"
"Tapi, sasuke-kun! Hanya pewaris elemen angin yang bisa menyegel madara!"
"Kami saja sudah cukup, pewaris elemen angin hanya hoax!" naruto bersikeras.
"Baiklah," sakura mengalah melihat tekad dalam diri mereka, "Aku akan pergi, aku mohon. Kalian tak boleh mati!" lanjut sakura seraya berlari mendapati hinata.
Naruto tersenyum lebar pada sasuke, "Ne, teme! Apa kau siap untuk mati?"
Sasuke mendecis kesal, "Awas sampai kau mati duluan!"
Naruto tertawa lebar, sementara sasuke menatap intens sosok di depannya yang perlahan berubah wujud menjadi sosok madara yang menguasai sasuke sebeluumnya.
ooOoo
madara yang menguasi tubuh Pain berdiri dengan seringai lebar menyambut dua pemuda yang kini telah berdiri di depannya dengan kekuatan yang baru.
Sasuke mengeluarkan api biru hitanmnya, sementara naruto masih dalam mode normal.
"Kalian masih berpikir masih bisa mengalahkan aku?" madara begerak pelan mendekati sasuke dan naruto seraya memasang kuda-kuda. "Itu percuma!" lanjutnya menyeringai lebar, dengan sekali gerakan dia mengeluarkan api merahnya.
Naruto bergerak maju, mengeluarkan energi orangenya dengan satu ekor. "Sudah tahu kau akan kalah, masih saja percaya diri!" balas naruto ikut memasang kuda-kuda. "Ayo buktikan sekarang!" lanjut naruto seraya berlari menyerang madara.
Whus, whus!
Pukulan naruto selalu saja mengenai udara kosong, karena madara mampu mengelak dengan baik. Atau lebih tepatnya dia bisa membaca gerakan naruto. melihat pukulan naruto yang terus melesat membuat sasuke ikutan kesal, dia mengeluarkan api birunya yang kemudian membentuk katana hitam dan ikut menyerang madara.
Whus! Whus!
Masih sama, serangan mereka berdua masih melesat. Madara tampak santai menanggapi serangan mereka berdua, dia malah menyengir mengejek.
Baik sasuke maupun naruto makin geram, meski energi mereka sudah banyak terkuras mereka tetap melakukan penyerangan. Namun kali ini serangan mereka dipercepat, saling bergantian, mengecoh perhatian madara, dan membuyarkan perhatiannya.
Dan, bhuk!
Madara menghentikan pergerakan mengelaknya, saat pukulan naruto hampir mengenainya.
Cras!
Hap!
Madara kembali dibuat terkejut, namun dia berhasil menghindar dari serangan katana sasuke. Merasa diremehkan, madara membentuk jurus air dan dalam hitungan detik puluhan jarum air terarah pada mereka.
Prang!
Sasuke berhasil menahan serangan madara, dan naruto terduduk akibat terkena serangan madara.
"Hosh! Hosh!" napas naruto tersengal-sengal, dia kembali berdiri dan mengeluarkan energinya menjadi ekor empat yang dikuti perubahan fisik yang hampir menyerupai rubah.
Sasuke mendelik kaget naruto dengan penampilan baruya, "Jadi ini sosok silumannya?" inner sasuke melihat naruto kembali melakukan penyerangan.
Tak ingin tinggal diam, sasuke pun melakukan penyerangan dengan mempercepat pergerakannya. Menyerang celah dimana madara lengah.
Bhuk! Madara berhasil dipukul mundur oleh serangan kombinasi naruto dan sasuke, madara kembali tegak. Raut wajahnya seketika berubah serius, dia membentuk segel dan dalam hitungan detik susanoo madara berdiri sempurna di depan mereka.
"Ini?!"
"Ada apa sasuke?"
Sasuke tak menjawab pertanyaan naruto, dia merubah mode matanya dan melakukan segel yang sama seperti milik madara, dan dalam hitungan detik pun susanoo milik sasuke berdiri kokoh menghadang susanoo madara.
"Hei, kau juga punya itu?" kaget naruto.
"Aku adalah keturunan terakhir dari alf api murni, dan aku juga seorang pewaris elemen api. Akan aku tangani dia dari sini!" kata sasuke.
Naruto terdiam, dia teringat akan dirinya yang juga mendapat tanda-tanda pewaris elemen alam. Jika sama seperti sasuke, tentu dia juga bisa mengendalikan elemen alam. Tapi kenapa sejauh ini dia tidak bisa? Apa karena dirinya seorang siluman?
Karena siluman tak bisa menjadi pewaris elemen alam, mereka tak bisa mengendalikan kekuatan kristal alam. Karena itulah, naruto tak bisa mengendalikan kekuatan alamnya.
ooOoo
Sementara di tempat madara, dia hanya memandang penuh arti pada kedua sosok di depannya.
"Aku sedikit kewalahan menghadapi mereka berdua, yang satu pewaris elemen api dengan api biru hitamnya yang repot. Dan, satunya siluman kyuubi. Aku telah menggunakan semua kekuatan kyuubi yang tersisa padaku untuk menyatukan keempat elemen alam saat membuat segel penangkal serangan kyuubi. Aku harus bisa menguasai kyuubi sekali lagi, agar kekuatan kristal alam kembali terisi penuh!" gumam madara memperkirakan langkah selanjutnya.
"Pertama, aku kalahkan sasuke. Selanjutnya membuat kyuubi jatuh dalam mantera ku!"
Trang!
Ditengah madara sedang merumuskan strateginya, pedang api sasuke tiba terarah padanya, namun susanoo madara bergerak cepat menangkisnya. Madara, menatap tajam sosok di dalam tubuh susanoo biru sasuke.
"Bertarung menggunakan susanoo? Kau boleh juga unutk seorang pemula!" kata madara seraya membentuk segel tumbuhan . "Ini adalah energi terakhir kristal alam, aku berharap ini berhasil!" inner madara, dan dalam hitungan detik beberapa akar muncul dari dalam tanah mengikat tangan tangan dan kaki susanoo sasuke.
"Apa?" kaget sasuke, "Akh!" belum juga kagetnya hilang, akar lain muncul dan menahan pergerakannya, sasuke terbelak kaget karena susanoo madara tiba-tiba muncul di depannya dengan pedang air terhunus ke dadanya.
Cras! Kreeeekkkk! Baju Jiran susanoo sasuke terbelah dan terbuka, dan kemudian perlahan hancur.
Sasuke jatuh tak berdaya melihat susanoonya berhasil dihancurkan oleh madara dengan pedang airnya, dalam diam satu pertanyaan terus berputar meminta jawaban pasti.
"Untuk pertama kalinya kau memunculkan susanoomu dalam wujud sempurna, apa kau tahu. Susanoo dalam tahap awal seperti ini seutuhnya terbuat dari elemen api yang kau miliki, itu artinya dia masih lemah. Apalagi terhadap air," kata madara tersenyum puas melihat susanoo sasuke roboh di depan matanya.
"Ahk, sial! Kenapa itu tak perpikirkan oleh ku?!" batin sasuke mencoba melepaskan cekraman akar di tubuhnya.
Madara melangkah masuk ke dalam susanoo sasuke dan mendekatinya, pedang api merahnya terhunus ke dada sasuke. "Akar-akar itu dilapisi oleh mantra sihir air, kekuatan api mu tak akan bisa membakarnya!"
Sasuke mendecis dalam hati meruntuki kecerobohannya, menyesal melihat susanoonya roboh bagai hujan tanpa awan.
"Haruskah aku membunuh pewaris elemen alam lagi?" kata madara menyeringai puas.
"Sasuke!"
Madara dan sasuke terbelak kaget, karena tiba-tiba saja naruto melompat masuk ke dalam susanoo.
Bhuak!
"Naruto!"
Madara melompat menjauhi naruto yang siap menendangnya, api merahnya berkelebat cepat mencoba memotong naruto dalam wujud setengah kyuubi dengan ekor enam yang besarnya hampir menyerupai besarnya susanoo sasuke.
"Gggggrrrr! Madara! Aku akan membunuh mu!" teriak naruto menyerang membabi buta madara.
Madara terus mengelak, saat ini dia tidak bisa menggunakan sihir elemen alam untuk sementara sampai dia mendapatkan kekuatan kyuubi. Tapi bagaimana caranya? Madara terus berpikir, dan terus berpikir sambil menghindar dari serangan naruto.
"Kau bisa menggunakan kekuatan ku, madara."
Sebuah suara tiba-tiba muncul dalam dirinya, suara itu milik Pain. Yah, kenapa dia melupakan Pain dengan dengan kekuatannya?! "Kau benar!" jawab madara seraya menghentikan langkahnya dan langsung menghadang serangan naruto.
"Sinra tensei!" madara mengucapkan satu mantera dan tiba-tiba saja tubuh naruto melesat menjauh dengan cepat menabrak tebing dibelakangnya.
Bhuak!
Sasuke terbelak kaget melihat madara berhasil melumpuhkan naruto, dalam lilitan akar dia terus mencoba melepaskan diri.
Sementara naruto yang juga mengalami hal sama dengan sasuke tak berdaya saat tubuhnya menghantam tebing dengan keras, tubuhnya yang tadinya besar berangsur mengecil.
Hap, madara kembali muncul di depan naruto, dan langsung menguncinya dalam lingkatan sihir yang mengelilinginya.
Sasuke, dan mereka yang menyaksikan itu terbelak sedih. Hinata dan sakura menatap resah dan ketakutan naruto yang tak berdaya dalam lingkaran sihir madara.
Naruto yang tengah terkunci tak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk berkedip pun itu terasa sulit. Madara medekati naruto, menggerakan lingkaran sihirnya makin rapat. Dia tersenyum senang, akhirnya dia bisa mendapatkan kekuatan kyuubi seutuhnya.
Sasuke masih terus berusaha melepaskan diri dari akar yang melilitinya, dia benci berada dalam posisi seperti ini. melihat sakura dan hinata yang sedih dan ketakutan membuatnya makin membenci dirinya yang tak berdaya.
Pewaris elemen seperti apa dirinya? Bukannya setiap pewaris elemen alam memiliki kekuatan diatas rata-rata! Tapi kenapa saat ini dia tak berdaya?!
Tidak, itu tidak benar! Dia masih memiliki satu api lagi, api hitam. Jika api birunya tak bisa membakar akar-akar ini, apa mungkin api hitamnya bisa?
Sasuke melihat naruto yang terkurung dalam lingkaran sihir madara, dia harus mencobanya!
Sasuke mulai konsentrasi untuk mengeluarkan api hitamnya, dan benar saja. Hanya dalam hitungan detik api hitamnya muncul dan membakar habis akar yang mengikatnya.
Kita kembali ke tempat madara, dan naruto.
Madara membentuk segel, segel yang agak sulit. Segel yang dia dapatkan dari Pain, sihir yang dimiliki Pain untuk menyedot seleruh energi kyuubi.
ooOoo
di sebuah tempat yang gelap dan lembab, jeruji yang terbuat dari kayu terpampang di depan mata. Naruto terduduk lemas di depan jeruji, menatap nanar air yang mengenangi kakinya.
"Lagi, aku dikendalikan."
"Naruto, anak ku!" sebuah suara dari dalam jeruji terdengar lembut.
"Kaa-chan, bukankah alam telah memilihku? Kenapa aku tak bisa menggunakan kekuatan alam?"
"Kau bisa melakukannya."
Naruto menatap jauh ke dalam sel kayu.
"Kau tidak sepenuhnya seorang siluman, dalam dirimu mengalir darah manusia, dan darah elf angin murni. Alam tidak sembarang memilih pewarisnya, kau adalah orang yang spesial. Kelangsungan hidup para elf bergantung padamu, naruto."
"Para elf masih berharap pewaris elemen angin datang dan menyelamatkan mereka, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa!"
"naruto," panggil wanita dalam sela kayu lembut. "Pilihan ada di dalam diri mu, kau ingin menjadi apa?"
Naruto terdiam, dia teringat akan sasuke, sakura, dan hinata serta para elf yang memperlakukannya dengan baik.
"Aku ingin menlindungi para elf, kaa-chan."
"Maka lepaskanlah energi kyuubi dalam dirimu, dan terimalah dirimu sebagai seorang elf angin."
Naruto terbelak kaget.
ooOoo
Tubuh naruto melesat jatuh lemas tak berdaya begitu Madara telah selesai dengan ritual menyedot kekuatan kyuubi dari tubuh naruto.
"Naruto!" teriak sasuke histeris melepaskan akar yang habis terbakar oleh api hitamnya begitu melihat naruto terperosot jatuh menimpa tanah di bawahnya saat lingkaran sihir madara menghilang.
"Ti, tidak naruto-kun!"
"Naruto!"
Mereka yang menyaksikan peristiwa itu terpukul, akhirnya madara memperoleh kekuatan kyuubi. Dan mereka pun tahu akhir dari dunia elf pun berada di depan mata.
"Ahahahaha! Akhirnya! Akhirnya! Aku memiliki kekuatan tertinggi! Dengan ini, semua elemen berada dalam genggaman ku!" tawa madara membahana.
Sasuke berjalan tertatih mendekati madara, "Kau lupa madara! Masih ada aku dan pewaris elemen angin yang akan mengelahkan mu!"
Madara mendelik sasuke, dengan satu tebasan tangan sasuke tiba-tiba terhempas. "Percuma kau bersikeras seperti itu, meski itu kau atau pewaris elemen angin sekalipun tak akan bisa menandingi kekuatan tertinggi ku ini!"
Sasuke terdiam, mereka yang menyaksikan apa yang terjadi pun tak bisa berbuat apa-apa. Benar, madara yang sekarang sangat kuat, tubuh sasuke terasa mati efek dari pukulan madara. Hening, negeri tersembunyi tampak hening untuk sesaat. Seolah seisi negeri tersembunyi mendapat intruksi untuk tenang mengheningkan cipta.
Di tengah keheningan yang tiba-tiba melanda, bumi seketika bergetar hebat menggoyahkan pertahanan kaki tiap penghuninya. Awan berkumpul di atas langit negeri tersembunyi menyembunyikan sang langit, angin dari segala arah bertiup menerbangkan apa saja yang tak mampu bertahan, gunung-gunung api mengamuk memuntahkan isinya.
Sasuke tercekat, di tempatnya. Dia merasakan tubuhnya seketika memanas, dia berusaha berdiri namun dia tak mampu. Namun rasa panas yang menyerangnya memaksanya untuk melakukan sesuatu.
"Akh!" cras! teriak sasuke merobek bajunya.
"Sasuke?" sakura jauh di depannya terlihat cemas, namun dalam keadaan ini dia merasa tak berdaya menolong sasuke.
Suiiiiinnnggg!
Di saat sasuke kesakitan karena tabuhnya yang ke panasan, sebuah cahaya orange terang tiba-tiba bersinar di tengah medan pertempuran. Semua mata tertuju padanya, madara yang berada di dekat cahaya itu sempat melompat menjauh saat mengetahui apa yang terjadi.
"Na, naruto-kun?" hinata terbelak, dia tahu ini pasti akan terjadi.
"Dia? Apa yang terjadi pada mereka?"
Para elf bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua.
TBC.
Gomen, chap 25nya sangat pendek. Awalnya mau dibuat ending tapi berhubung belum punya kesempatan tuk nyelesainnya...
Maaf, soal chap 24 belum sempat diedit. Pas coba buka FFN dan bisa terbuka jadi langsung aja di post...
Kritik dan saran tetap diterima dengan lapang dada...
Oh, yah. Mengenai susanoo sasuke aku memang sengaja membuatnya berwarna biru biar sesuai dengan api birunya.
Ini Cuma sekedar mau share aja, sebenarnya aku masih bingung dengan proses naruto menjadi pewaris elemen angin. Imajnasi ku tertahan itu!
