A/N : Bales review ada di bawah.

Enjoy~


Summary: Ulangan semester akan digelar untuk Vocaloid Gakuen, tapi remaja-remaja ajaib ini malah bermain-main sampai H-1. Bagaimana persiapan (GJ) mereka? Baca saja.

Ulangan Semester

.

Disclaimer: I don't own any of these characters, except this story.

Warning : Gaje (sudah pasti), Typo (kalau ada), pendek, aneh, ajaib, bahasa gahol ada disini, dll. dst. Dsb.

.

.

Don't like? Must Like! Hahahaha...

#gue serius!

.

[ All in normal pov ]

Sama halnya dengan nasib Pak Sabar, si Tukang sapu Vocaloid Gakuen, ada juga seseorang yang mengalami nasib yang hampir sama. Dia juga tidak terlalu menonjol di Vocaloid Gakuen, namun peran dan keberadaannya tak kalah pentingnya dengan si Tukang sapu sekolah. Seseorang ini enggan untuk diwawancarai sehingga informasi yang aku dapatkan sangat terbatas. Orang ini adalah Pak Subur, si Tukang kebun sekolah, sekaligus saudara jauh dari Pak Sabar.

"Another gaje story from the gaje author..."

Uh Len, kau sudah lancar bahasa inggris ya?

"Whatever..."

Ehem, baiklah kita mulai saja omake ini.

-0o0-

"Omake part 2 : Tukang Kebun Makan Bubur."

-0o0-

KRESEK

KRESEK

Terdengar bunyi aneh di sekitar semak-semak. Perlahan-lahan sesosok bayangan hitam muncul dari balik semak-semak, dan itu adalah...

"Yosh!"

Yup! Pak Subur, si Tukang kebun sekolah.

-0o0-

Pak Subur mulai bekerja di Vocaloid Gakuen pada saat sekolah ini diresmikan. Pada awalnya si Otaku Kepsek menolak untuk menerima Pak Subur sebagai Tukang kebun sekolah karena gaji yang akan diterimanya pada saat itu masih terbilang rendah, 3 juta Yen per bulan. Beda dengan gaji Tukang sapu yang mencapai 5 juta Yen per bulan.

Namun setelah Pak Subur menceritakan kisah hidupnya, yang ternyata dia adalah seorang paranormal dan ahli spiritual di desanya, si Otaku Kepsek berpikir lagi.

'Mungkin kalau aku memperkerjakan Pak Subur, aku bisa mendapatkan ilmu untuk memeras uang murid-murid lebih banyak, mwahahaha.' Pikir si Otaku Kepsek ketika mewancarai Pak Subur di Ruang Kepsek.

Namun, bukan hanya karena itu si Otaku Kepsek menerima Pak Subur sebagai Tukang kebun sekolah, melainkan karena beliau juga memiliki seorang anak perempuan yang umurnya sama dengan si Otaku Kepsek yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena kekurangan biaya. Sebagai sesama manusia harus saling membantu kan? Jadi dengan itu Pak Subur resmi bekerja sebagai Tukang kebun sekolah Vocaloid Gakuen.

-0o0-

Pada awal-awal semester, keberadaan Pak Subur masih samar-samar bagi murid-murid, karena Pak Subur memulai pekerjaannya jam 16:00 WVX dan pulang jam 19:00 WVX. Kenapa malam hari bekerjanya? Alasannya, si Otaku Kepsek tertarik dengan kemampuan si Tukang kebun yang katanya bisa menangkap makhluk halus, transparan, dan gak jelas. Jadi Pak Subur ditugaskan setiap hari pada saat jam-jam tertentu saja.

Namun, di semseter kedua, Pak Subur ditugaskan dari jam 14:00 WVX sampai jam 18:00 WVX, tapi tetap saja, murid-murid masih belum mengetahui eksistensi Pak Subur di sekolah mereka.

Pak Subur tidak bekerja sendiri, melainkan bekerja bersama anak perempuannya. Meskipun pekerjaan yang sedikit melelahkan, tapi anaknya tidak pernah mengeluh dan itu membuat Pak Subur sangat bangga pada anaknya. Tak diketahui oleh keduanya, seseorang berambut honey-blonde yang tak lain adalah Yuki, si Otaku Kepsek memperhatikan mereka berdua dengan miris.

"Ah, kau menangis lagi." Ucap sebuah suara di belakang Yuki.

"Aku sedih dan juga bahagia melihat mereka Yuka, andai aku bisa menolong mereka." Balas Yuki masih memperhatikan dua sosok di kebun sekolah yang mulai berjalan ke arah pintu gerbang utara.

Lalu, pada bulan kedua Pak Subur bekerja di Vocaloid Gakuen, Pak Subur memberikan kejutan yang menarik untuk si Otaku Kepsek.

"Pada saat malam bulan purnama pertama di bulan Januari tiba, sesosok singa ajaib akan datang ke sekolah ini."

Itulah yang diucapkan Pak Subur kepada Yuki, si Otaku Kepsek (yang menyamar sebagai bapak-bapak berusia 40 tahun) di Ruang Kepsek. Yuki, yang tertarik dengan hal-hal yang aneh dan ajaib langsung memerintahkan Pak Subur untuk menangkap singa itu dan membawanya ke ruangannya. Jika berhasil, Yuki akan menaikkan gajinya menjadi 5 juta Yen per bulan sama seperti Tukang sapu sekolah. Tapi tidak hanya itu saja, Yuki juga akan membiayai sekolah anaknya sampai lulus. Pak Subur tentu saja sangat bahagia mendengar berita bahwa anaknya akan bersekolah lagi, gratis pula. Pak Subur pun menyetujui tawawaran itu.

Dan pada malam bulan purnama pertama di bulan Januari, singa itu datang. Singa itu mengaku bernama Arul Noel, utusan dari Raja Pinterband dari negara Gajaib. Singa itu mengatakan kalau dia sudah di bebaskan dari istana dan dia sedang mengembara mencari majikan baru. Dia ternyata juga tertarik dengan keberadaan Vocaloid Gakuen, sehingga Pak Subur menawarkan idenya.

"Bagaimana kalau kamu dipelihara oleh Kepala Sekolah Vocaloid Gakuen, mau tidak?" tawar Pak Subur yang dijawab anggukan oleh Noel.

Lalu keesokan harinya, Pak Subur datang ke Ruang Kepsek untuk menemui Yuki yang sibuk dengan kertas-kertas di depan mejanya.

"Pak, saya sudah mendapatkan singa itu." Ucap Pak Subur dengan sopan. Yuki mengangguk dan mengikuti Pak Subur ke arah lapangan sekolah.

"Wow, bulunya merah menyala." Komen Yuki kagum melihat ku-ehem... singa di depannya.

"Merah itu berani." Ucap Pak Subur yang membuat Yuki sweatdrop.

"Apa kau punya nama, kalau tidak maka-"

"Namaku Arul Noel. Dan anda pasti si Otaku Kepsek." Ucap Noel dengan tenang yang membuat Yuki makin sweatdrop.

'Sepupuler itu kah aku, mwahahaha.' Batin Yuki tertawa.

"Sepertinya kau sudah mengenal ku dengan baik, hmm. Baiklah. Salam kenal." Balas Yuki sambil mengulurkan tangan kanannya yang disambut oleh Noel.

-0o0-

Bukan hanya itu saja, sekitar satu bulan kemudian Pak Subur membawa berita yang tak kalah mengejutkannya.

"Akan datang tiga murid ajaib yang akan menambah penghasilan anda. Ketiga murid itu akan datang di tahun depan. Satu memiliki rambut hijau, dan dua lainnya kuning."

Dan juga...

"Pertemuan kembali dengan seseorang di masa lalu akan terjadi di akhir semester."

Yuki yang mendengar berita pertama langsung loncat-loncat gaje di ruangannya.

'Akhirnya.' Batin Yuki bahagia.

Namun ketika Yuki mendengar berita kedua, dia menjadi diam.

'Pertemuan kembali dengan seseorang di masa lalu... apa jangan-jangan...' Yuki mulai berkeringat dingin membayangkan kalau 'mereka' akan datang lagi untuk membalas dendam.

'Tidak-tidak... mereka tak mungkin datang kepada ku lagi...' Batin Yuki sambil menggelengkan kepalanya.

"Ada apa Pak?" tanya Pak Subur khawatir melihat Kepala Sekolah yang bertingkah aneh.

"Ah, tidak ada apa-apa. Terima kasih atas infonya." Ucap Yuki mempersilahkan Pak Subur untuk meninggalkan ruangannya.

Time skip...

Satu tahun pun berlalu dan ramalan gaje Pak Subur terbukti dengan masuknya tiga murid ajaib bin gaje. Mereka adalah Kagamine bersaudara dan Hatsune Miku.

Membaca nama Hatsune, Yuki langsung teringat dengan dua orang yang pernah menolongnya di masa lalu. Sebuah senyum terukir di wajahnya.

'Aku akan mengerjai mereka, mwahahaha.' Pikir Yuki sambil tertawa gaje di 'ruang rahasia'. Yuka yang melihatnya hanya bisa sweatdrop.

-0o0-

"Huft, tingal sedikit lagi dan ini akan selesai." Ucap Pak Subur sambil mengusap kepalanya yang berkeringat. Hari ini Pak Subur ditugaskan untuk mendekorasi pohon apel di kebun sekolah.

"Sudah jam enam, sebaiknya aku beres-beres dan pulang." Ucap Pak Subur lalu pergi ke tempat Gudang Sekolah untuk meletakkan peralatan berkebunnya.

"Biasanya jam segini Pak Makmur akan lewat sini." Ucap Pak Subur pada dirinya sendiri sambil melihat ke arah kanan jalan. Dan benar saja, tak lama kemudian, Pak Makmur alias pedagang bubur yang selalu lewat di area Vocaloid Gakuen datang.

"Yo, Pak Subur, makin subur aja nih." Sapa Pak Makmur.

"Hehe, Pak Makmur ada-ada saja, nanti tambah makmur loh." Jawab Pak Subur sambil tertawa. Mereka berdua adalah teman dekat yang sering 'mangkal' di depan Vocaloid Gakuen. Namu sekali lagi, keberadaan mereka berdua tidak diketahui oleh murid-murid disana.

"Bagaimana dengan murid-murid disini?" tanya Pak Makmur mengawali pembicaraan sambil membuat bubur pesanan Pak Subur.

"Seperti biasa, mereka tak tahu tentang keberadaan seseorang yang selalu mendekorasi tanaman di sekolah ini." Ucap Pak Subur lesu.

"Sama, aku saja baru muncul di chapter ini." sambung Pak Makmur lalu keduanya diam.

'Apa kami tak dianggap juga... hiks.'

-0o0-

Untuk Pak Subur, semoga tambah subur. :)

Untuk Pak Makmur, semoga makin makmur. :)

~Omake part 2 End~

.

Review boleh, gak review gak boleh. :D

#gue duarius!

.

Semua kritik diterima disini.

#gue tigarius!

.

Preview Last Chapter :

"Another Story : Uji Nyali part II"

"Hihihihihihihihihi..."

.

.


A/N : Bales review yang gak login aja, yang login lewat PM.

To Flippy :

Yuki itu punya Ao no Sharingan (blue sharingan), Len punya Aka no Sharingan (red sharingan), dan Miku punya Shokugan no Shisen (the eyes of eclipse).

Tenang saja, Pak Sabar selalu sabar kok. :D

Sudah update.

Arigatõ.