Ahoy there! *mr. Krab mode on* saya kembali lagi, dan terima kasih yang sudah mereview.

-Yanagi277-

Iya benar, Guo Jia mendadak humu (?) ih najis deh *plak*. Diriku baru tau kalau Hiu bisa nyanyi...

Zhong Hui: *lempar Author*

ya, selamat hari raya idul fitri juga~

oke thanks untuk reviewnya~

-Ashura603-

Benar! Cao Pi kau bisa ditangkap polisi karna telah merusak hak cipta lagu!

Cao Pi: gara gara Guo Jia nih!

Guo Jia: Do you love me? *masih nyanyi*

Cao Pi: iiih najis!

oke thanks untuk reviewnya~

-girl-chan2-

Yup, mereka semua pada budek~ *dikeroyok*

oke thanks untuk reviewnya~

-Lee Xia-

Wabah demam drama India akhirnya menyerang mereka berdua~ XD *dilempar pake panci* Kayaknya Hiu sudah gak waras *dilempar pake panci lagi*

oke thanks untuk reviewnya~

-vanxilla-

Ini adalah keajaiban dunia! *catat di tembok sekolah-dihajar Lu Bu* benar ya, gak kepikiran jika om om yang nyanyi kayak gitu *ikut menghayal-ditebas Xiahou Dun*

oke thanks untuk reviewnya~

-xtreme guavaniko-

Sepertinya mereka terserang budek massal~ *salah nak*, sama, diriku juga belum pernah nonton *ditembak pake meriam*, kayaknya punya deh, mari tanya Bu Lu saja

Lu Bu: salah!

oke thanks untuk reviewnya~

-Yukimura-kun-

Sabar, sodara jauh anda adalah orang yang sangat sabar menghadapi cobaan Author~

Zhao Yun: rasanya mau gue musou juga nih bocah...

Aiko: aku merasakan bad feeling... *kabur*

oke thanks untuk reviewnya~

-Hananami Hanajima-

Betul juga sih, saya juga (kurang) suka dengan Zhao Yun DW7, kurang ganteng aja *ditombak* Ohohoho, menistakan mereka adalah pekerjaanku~ *dibuang*

oke thanks untuk reviewnya~

-Scarlet n Blossom-

Wahai Guo Jia, kembalilah kejalan yang benar... kasihan Xujie, dirikau itu memang playboy kelas hiu putih! *plak* Cao Pi gue loe rebut juga?! *diseruling Zhen Ji*

oke thanks untuk reviewnya~

#AuthorNote:

anyway, ada yang request? *cari ditumpukan kertas gambar*

Ishida: ...

Aiko: ah ini dia! dari 'vanxilla' dia request soal demam sinetron~ untung bukan demam berdarah *Author dikeroyok warga DW* oke sebelum itu, Happy Reading~

#AuthorNote End.


Akademi Dynasty Warriors

By: Aiko Ishikawa

Rated: k+

Genre: humor, parody

-Dynasty Warriors belong to Koei-

Warning: OOC, GAJE, typo(s), humor gaje, stress, jangan pernah meniru tingkah laku tiap char AKDW.


-Chapter 25: Demam Sinetron GAJE-

-Di kediaman keluarga Singa(?)*coret* Sima-

"hiks..." Zhang Chunhua menghapus air mata dengan sebuah tissue. "hiks..."

Sima Yi yang kebetulan lewat, merasa bingung dengan istrinya, itu wajar, guru yang mendapat gelar 'killer' setelah pak Lu Bu, terlihat 'menangis' well ini keajaiban, dan satu lagi genre cerita ini bukanlah 'tragedy'

"ada apa beb?" tanya Sima Yi.

"hiks" Zhang Chunhua tidak membalas kata kata Sima Yi.

"ehem!"

"eh iya ayam!" Zhang Chunhua latah.

"kenapa kau menangis?" tanya Sima Yi.

"ini nih beb, aku baru nonton sinetron...hiks" kata Zhang Chunhua.

"oh..." jawab Sima Yi pendek, sependek tali yang dipotong (oke gak nyambung)

"iih kok responnya cuman 'oh' sih? Apa kek gitu, misalnya 'sinetron apa' atau yang lainnya?" kata Zhang Chunhua ngambek.

"oke, oke, nonton sinetron apa sih?" tanya Sima Yi.

"ini nih nonton sinetron 'Sendal yang Ditukar'(?), sedih deh ceritanya..." kata Zhanh Chunhua.

"sinetron apa itu? Dan dimana sisi sedihnya? Sendal hilang beli yang baru, itu aja kok repot" kata Sima Yi sweatdrop.

"iiih, bebeb gak ngerti! Itu tuh kalau tiap hari kerjanya cuman Internetan doang!" kata Zhang Chunhua.

"EGP" kata Sima Yi kembali lanjut browsing di Intellectphone(?)*karna Smartphone sudah mainstream* miliknya.

"ya sudah" kata Zhang Chunhua kembali menonton sinetron kesayangannya.

-Pagi hari, di AKDW-

"hoaaam, aku mengantuk" Ling Tong merebahkan kepalanya diatas meja, dia sudah memulai kebiasaan sehari harinya, yaitu 'tidur', oke itu tidak asing lagi bagi kalian semua.

"bangun! Bangun! Tong! Bangun!" teriak Gan Ning sambil memukul meja Ling Tong.

"berisik! Gue mau tidur nih!" kata Ling Tong.

"jiaaah, baru juga jam tujuh pagi...dan kau mau tidur? Helloooooo" kata Gan Ning.

"SSG" Ling Tong kembali tidur.

"SSG?" tanya Gan Ning.

"Suka Suka Gue" kata Ling Tong.

"..."

-Di meja lain-

"eh, eh, Yinping, kamu tau ada sinetron baru gak?" kata Bao Sanniang.

"apa itu?, K-drama? I-drama? J-drama? atau DW-drama(?)" tanya Guan Yinping penuh semangat.

"salah" kata Bao Sanniang.

"jadi apaan dong?" tanya Guan Yinping yang penasaran dengan meter 99,9%.

"T-drama, atau dari negri Turki~" kata Bao Sanniang.

"apaan?" tanya Guan Yinping.

"hmm, aku juga tidak tau..." kata Bao Sanniang.

GUBRAK.

Bao Sanniang menggaruk pipinya, dan perhatiannya teralihkan kearah Author yang sedang memegang papan bertuliskan sesuatu, kasihan banget nasibnya *plak*

"oh iya! Cinta di Musim Cherry~, anyway untuk para readers ini sekedar promosi saja ya, tidak memaksud merugikan pihak mana pun" kata Bao Sanniang.

"oh yang itu, ostnya bagus banget ya! Iiiih gak sabar deh mau nonton!" kata Guan Yinping.

Tiba tiba Zhang He lewat, bak ibu ibu yang tidak mau ketinggalan berita langsung saja heboh. "iih ada rame apaan nih cyin? Eike boleh ikut gak?" tanya Zhang He.

"eh Zhang He, gini nih kamu tau gak sinetron yang akan segera ditayangkan di TV" kata Bao Sanniang.

"iih apa tuh cyin? Eike kagak tau neh, kasih tau dong" kata Zhang He.

"lihat teks dialog diatas" kata Bao Sanniang.

Zhang He melihat kearah plafon atap sekolah, tapi yang ia lihat adalah kupu kupu(?), cicak, dan kecoa terbang, "gak ada apa apa cyin..." kata Zhang He.

"maksudnya teks dialog sebelumnya, ini nih ada drama baru" jelas Bao Sanniang.

"oh, eike jadi ingin nonton nih jeng" kata Zhang He.

"pagi" sapa Xing Cai yang kebetulan lewat.

"pagi" jawab SanniangYinpingHe.

"ngomong apaan sih? Rame banget" tanya Xing Cai.

"ini nih ngomong tentang sinetron" kata Guan Yinping.

"hooo, ngobrol soal anime Naruto yuk!" ajak Xing Cai.

"ogah ah, kalau anime ngobrol aja bareng Zhao Yun dkk" kata Bao Sanniang.

"huft! Ya udah kita ngomong soal animasi Indonesia yuk!" ajak Xing Cai.

"lewat..." kata Bao Sanniang.

"huft!" Xing Cai merasa tidak cocok dengan para wanita wanita, tidak semuanya sih, karna ada Zhang He, mereka selalu berbicara soal 'sinetron' lalu apalah daya Xing Cai yang suka dengan anime action seperti Naruto. (*I know thats feel*)

-diruang guru-

"hiks" Yue Ying menghapus air matanya dengan tissue, ya karna nonton sinetron, bukan hanya bu Yue Ying, tapi ada juga bu Zhu Rong, bu Diao Chan, bu Zhang Chunhua, pak Chen Gong *whut?!* pak Yuan Shao *what the hell?!* dan pak Lu B(!) *astakajim?!-plak*

Sedangkan guru guru lainnya hanya bisa cengo kayak orang bego.

"aduh, ini masih pagi, kenapa harus ada menangis massal?" keluh kesah Cao Cao.

"tau nih, sudah itu pak Lu Bu, juga ikut nangis lagi..." tambah Xiahou Dun.

"ceritanya sesedih apa sih?" tanya Liu Bei.

"sedih! sedih bingiiiit! srooot!" kata Yuan Shao.

"mau ikut nonton juga ah, uhuk!" kata Guo Huai, dia ikut menonton disamping Yuan Shao, belum juga beberapa detik, Guo Huai mulai menangis.

"sesedih itu kah? Sampai kakek Guo Huai ikut menangis?" kata Sun Jian dan Liu Bei, mereka ikut menonton dan hasilnya sama, mereka berdua berpelukan karna tak bisa menahan haru.

"sinetron apaan sih kumis lele?" tanya Sima Yi.

"ane juga kagak tau" kata Zhuge Liang sambil mengipas dirinya.

"nonton aja yuk! Gue yakin nih sinetron gak akan buat gue nangis, mwahahahahahahaha!" kata Sima Yi sambil menambah efek tawa seramnya, dia menarik tangan Zhuge Liang buat nonton bareng. Tapi keadaan tidak datang sesuai rencana (?), Sima Yi akhir menetes kan air mata, "hueeeee, sedih amat!" kata Sima Yi sambil menghapus air matanya.

Cao Cao dan Xiahou Dun hanya bersweatdrop ria, sebenarnya mereka itu bingung, mau nonton atau gak, well, daripada hanya bengong kayak orang bego, akhirnya mereka berdua ikut menonton, dan alhasil Cao Cao dan Xiahou Dun berpelukan karna terharu dengan sinetron yang mereka tonton.

"hiks, sedih amat ni cerita! Hueeee! srooot" Cao Cao mulai menarik lembar demi lembar tissue yang tersedia diatas meja.

"aduh sepupu, jangan nangis, ntar reputasi anda yang diberi gelar sarjana (?) 'Hero of Chaos' bisa hancur, karna ketahuan menangis...hiks..." hibur Xiahou Dun, padahal dia juga ikut menangis.

Sedangkan didepan pintu ruang guru, terlihat Meng Huo, Pang Tong, dan Wei Yan.

"nonton apa sih?" tanya Meng Huo sambil membawa beberapa gorengan (mengingat dia pedagang di kantin)

"tau..." kata Pang Tong sambil memegang sapu nya.

"ce...nge...ng..." kata Wei Yan.

Akhirnya mereka bertiga memilih meninggalkan tempat itu karna tidak ingin terlibat dalam acara 'menangis massal'.

Kring! Kring! (bel tanda pelajaran dimulai)

Dikelas 2c. Para murid menunggu kehadiran guru mereka, yaitu pak Lu Bu.

"mana nih pak Lu Bu? Biasanya dia On Time" kata Gan Ning.

"tau nih, giliran gue sudah datang tepat waktu, dia datangnya terlambat..." kata Guo Jia.

"iya! Sekarang saya sudah bawa kaos olahraga, dan sekarang dia gak datang!" omel Guan Ping.

"kalau begitu kita gak usah olahraga aja" kata Ling Tong kembali tidur.

"ya sudah, aku akan menemui pak Lu Bu, mungkin dia sedang sibuk" kata Zhou Yu.

Zhou Yu berjalan menuju ruang guru, dan akhirnya dia sampe juga di ruang guru, tapi belum juga menemui pak Lu Bu, Zhou Yu sudah memasang wajah sweatdrop, kenapa? Karna dia melihat seluruh guru pada nangis semua.

"err... Permisi..." kata Zhou Yu.

Lu Bu menoleh kearah Zhou Yu, "oh Zhou Yu? Maaf hari ini jam pelajaran saya kosong, sampe ke murid lainnya, hueee, sroooot" kata Lu Bu dengan wajah yang penuh air mata.

"i, iya pak..." kata Zhou Yu, dia bingung antara mau tertawa atau muntah, karna ini baru pertama kalinya dia melihat pak Lu Bu guru killer seantaro AKDW menangis seperti anak kecil.

Zhou Yu akhir sampai di kelasnya, "perhatian semuanya!" kata Zhou Yu.

Seluruh murid terdiam dan memperhatikan Zhou Yu, "ada apa?" tanya Ma Chao.

"kali ini, pelajaran pak Lu Bu kosong-" belum juga Zhou Yu menyelesaikan perkataannya, seluruh murid kelas 2c bersorak gembira.

"HOREEEEEEE!"

Zhou Yu terdiam, lebih baik dia menutup mulutnya soal 'seluruh guru sedang menangis massal' apalagi pak Lu Bu. Well Zhou Yu mau ini menjadi rahasia yang lebih baik tak perlu diingat.


Well, itu dia chapter 25, berminat meninggalkan jejak review? See ya~