MY HERO [Chap 25 – My Daddy Forever ]
By : Kimyhoney
Rated : T
Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.
Genre : Romance, Humor, Family.
Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.
Summary : Kyuhyun bercerita tentang segalanya kepada Ryeowook dan membuatnya sadar dia begitu menyayangi Daddy-nya
Jongwoon membuka pintu dengan raut wajah kesalnya karena tamu yang tidak tahu sopan santun dalam bertamu, apalagi ini sudah pukul sepuluh malam.
"Jongwoon!Ryeowook kabur dari rumah!" seru Kyuhyun begitu pintu dibuka oleh Jongwoon.
"MWO?!" kaget Jongwoon "Apa karena aku Ryeowook kabur?" panik Jongwoon.
"Bukan pabo! Ini semua ulah Jesica dan Kris. Jesica secara tidak langsung memberitahu Ryeowook bahwa ia anak angkat Paman Siwon." jelas Kyuhyun.
"Ok kita bahas itu nanti, sekarang kita cari Ryeowook dulu." Jongwoon menyambar jaket dan juga ponselnya. Jongwoon segera menghubungi Heechul agar ikut membantu mencari Ryeowook.
"Sebaiknya kita berpencar! Jangan lupa telpon jika sudah menemukannya!" usul Kyuhyun yang diangguki oleh Jongwoon dan Sungmin.
Jongwoon membawa motornya kearah yang berlawanan dengan Kyuhyun. Menyusuri jalanan yang mungkin dilalui Ryeowook. Kekhawatiran Jongwoon semakin menjadi tatkala hujan turun dengan derasnya. Jongwoon berhenti disebuah halte untuk menelpon Sungmin dan Heechul. Memastikan posisi mereka dimana sekarang.
Ryeowook beranjak dari tepi sungai saat merasakan titik-titik air hujan mengenai tubuhnya. Dengan langkah seperti diseret ia membawa tubuh lelahnya berjalan kembali tanpa tujuan yang jelas.
Ryeowook berjalan menyusuri tepian jalan, menembus hujan dan gelapnya malam. Kaki mungilnya ia bawa menuju sebuah rumah yang beberapa hari lalu ia datangi. Rumah dimana orang yang ia cintai tinggal. Rumah Jongwoon, entah mengapa ia ingin pergi kesana.
Ryeowook termangu didepan rumah Jongwoon, bingung antara ingin masuk atau tetap berada diluar. Ryeowook memutuskan memasuki pekarangan rumah Jongwoon, menuju taman belakang rumah Jongwoon yang ditumbuhi banyak bunga. Ryeowook memilih duduk diantara bunga-bunga tersebut sambil mengigil kedinginan.
Sementara Jongwoon, Kyuhyun, Heechul, dan Sungmin sudah frustasi mencari keberadaan Ryeowook. Hari sudah menjelang pagi, bahkan hujanpun telah reda namun keberadaan Ryeowook belum juga diketahui. Mereka akhirnya kembali ke rumah Jongwoon untuk minum kopi, sekedar untuk menyegarkan tubuh mereka sebelum kembali melakukan pencarian terhadap Ryeowook.
Jongwoon membuka jendela dapurnya ketika ia merebus air supaya udara segar dapat masuk kedalam rumahnya. Mata sipitnya membulat saat mendapati sosok yang ia cari ada di kebun belakang rumahnya. Jongwoon mengucek matanya, apakah yang dilihat ini bukan mimpi. Jongwoon segera berlari menghampiri namja mungil yang masih setia duduk disitu.
"RYEOWOOK!" teriak Jongwoon "APA YANG KAU LAKUKAN DISINI HAH!" teriakknya lagi sebelum membawa tubuh Ryeowook kedalam pelukannya.
"H-hyung . ." lirih Ryeowook.
"Dasar anak nakal! Membuatku khawatir saja!" Jongwoon memeluk Ryeowook semakin erat takut jika namja mungil itu akan pergi lagi.
"Hyung . . .hiks." Ryeowook kembali menangis, kini ia menangis dalam pelukan Jongwoon. Mengadukan nasibnya tentang dirinya yang seorang anak angkat.
Sementara Kyuhyun, Sungmin dan Heechul berdiri di dekat pintu tanpa ada yang bicara, seolah ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh Ryeowook.
Jongwoon menggendong Ryeowook masuk kedalam rumahnya. Membawa Ryeowook ke kamar tengah, Heechul segera membuatkan susu panas untuk menghangatkan tubuh Ryeowook. Jongwoon mengambil handuk dan mengeringkan rambut Ryeowook yang basah.
"Kamu kemana saja manis, kamu membuat kami khawatir." tanya Heechul lembut.
"Maaf. . . aku hanya . . ." Ryeowook tidak mampu melanjutkan perkataannya, bulir-bulir airmatanya kembali turun. Sungmin meraih tubuh Ryeowook yang masih basah dan memeluknya.
"Sebentar lagi Paman datang menjemput Ryeowook." seru Kyuhyun sambil masuk ke ruang tengah.
"Kyu . . ."Ryeowook mendongak, menatap Kyuhyun yang ada didepannya.
Kyuhyun mengabaikan panggilan Ryeowook dan malah meminta sesuatu kepada Jongwoon "Jongwoon, bisa pinjam album foto milik Eomma-mu? Disitu pasti ada foto orang tua kandung Ryeowook." pinta Kyuhyun. Ia ingin menceritakan semua kebenaran yang ia tahu kepada Ryeowook.
Jongwoon berdiri dan mengambilkan beberapa album milik Eomma-nya lalu menyerahkannya pada Kyuhyun. "Ini!"
Kyuhyun membuka album foto itu satu per satu, sampai akhirnya ia menemukan satu album foto yang ia cari.
Sambil memperlihatkan foto-foto itu kepada Ryeowook, Kyuhyun mulai bercerita. "Dulu, Eomma Jongwoon, Paman Siwon, dan orang tuamu adalah sahabat. Kedua orang tuamu adalah pengarang dongeng anak-anak. Salah satu karyanya adalah dongeng Pangeran Lilac." Kyuhyun berhenti sejenak untuk bernafas. "Kau tahu siapa yang menjadi model Pangeran Lilac? Dia adalah Paman Siwon, Daddy-mu Wook-ie."
"Jadi Wook-ie mengidolakan Daddy-nya." komentar Sungmin.
Ryeowook belum bereaksi, hanya matanya saja yang terus mengalirkan airmata. Ketiga namja lainnya hanya diam menengarkan cerita Kyuhyun. Kyuhyun mengambil sebuah foto yang bergambar sepasang suami istri bersama bayi mungil mereka.
"Jung Yunho dan Jung Jaejong serta putranya Jung Ryeowook. Foto ini diambil sebelum orang tua Ryeowook meninggal karena kecelakaan." terang Kyuhyun yang otomatis membuat tangisan Ryeowook semakin kencang.
Setelah Jongwoon berhasil menenangkan Ryeowook dengan membawanya kedalam dekapannya, Kyuhyun kembali melanjutkan ceritannya.
"Jung Ryeowook bisa selamat dari kecelakaan tersebut karena sebelum pergi mereka menitipkan Ryeowook kepada Paman Siwon dan Bibi Kibum. Selanjutkan kalian tahukan ceritanya, Paman Siwon dan Bibi Kibum sangat menyayanginya bahkan setelah Bibi Kibum meninggal, Paman semakin memanjakan Ryeowook."
"Kyu . . .aku ingin pulang, aku mau ketemu Daddy. Huwaaaa." ucap Ryeowook. Mengingat betapa bodoh perbuatannya hari ini, kabur dari rumah. Dia akan menjadi anak yang tidak tahu balas budi jika dia sampai meninggalkan Siwon hanya karena dia anak angkat.
Entah sudah berapa banyak airmata Ryeowook keluar untuk masalah ini. Pikirannya sekarang hanya dipenuhi oleh Daddy-nya. Ia hanya ingin pulang sekarang dan memeluk Daddy-nya erat-erat. Daddy yang telah merawatnya dengan penuh kasih sayang.
"Wook-ie! My Baby!" teriak Siwon tanpa permisi begitu memasuki rumah Jongwoon, ia sudah mendengar semuanya dari Kyuhyun tentang Ryeowook yang sudah mengetahui cerita sebenarnya.
Ryeowook langsung melepaskan diri dari pelukan Jongwoon dan berlari menghampiri Daddy-nya.
"Daddy . . . jangan tinggalin Wook-ie. Huwaaa." Ryeowook memeluk Siwon dengan erat, dibalas oleh Siwon dengan pelukan yang tidak kalah eratnya.
"Daddy disini sayang, Daddy tidak akan pernah meninggalkanmu. Uljima ne" ucap Siwon.
"Aku anak Daddy, aku selamanya akan menjadi anak Daddy. Hiks."
"Iya, selamanya kau anak Daddy. Daddy sangat mencintai dan menyayangimu baby." Siwon melepaskan pelukannya Ryeowook, mengusap airmatanya dan mengecup keningnya dengan lembut. "Kita pulang ne, kau nampak kurang sehat sayang." Siwon membawa tubuh Ryeowook dalam rengkuhannya dan untuk membawanya pulang.
"Jongwoon, Heechul. Terimakasih sudah menjaga Ryeowook, apa jadinya Ryeowook jika tidak ada kalian. Kami permisi pulang dulu." pamit Siwon.
Siwon merengkuh Ryeowook dan membawanya masuk kedalam mobil untuk pulang. "Kyu, Paman pulang dulu. Sekali lagi Paman ucapkan terima kasih pada kalian."
Siwon menyuruh sopirnya menjalankan mobilnya untuk membawanya pulang. Ketika didalam mobilpun Ryeowook tidak mau melepaskan pelukkannya pada Daddy-nya. "Daddy. . . mianhe. Hiks, mianhe karena membuat Daddy khawatir, hiks." isak Ryeowook dalam pelukan Siwon.
"Stt. . uljima baby. Tidak perlu ada yang dimaafkan, asalkan baby berjanji tidak akan kabur lagi."ucap Siwon. "Daddy juga tidak ingin kehilanganmu baby." Siwon mengecup pucuk kepala Ryeowook sambil mengusap punggungnya.
Ryeowook menyamankan pelukannya kepada Siwon, berjanji kepada dirinya sendiri untuk selalu berada di samping Daddy-nya.
Siwon merasakan hembusan nafas Ryeowook yang terasa panas menerpa dadanya. "Astaga! Kenapa tubuhmu jadi panas sekali baby." panik Siwon saat mendapati suhu tubuh Ryeowook yang begitu panas. "Paman, lebih cepat lagi bawa mobilnya!" perintah Siwon pada supirnya.
Jongwoon menggenggam erat tangan namja mungil yang merupakan tunangannya, berharap tunangannya segera membuka matanya. "Wook-ie, cepatlah bangun! Aku sudah ada disini. Kau tahu aku begitu panik saat Daddy-mu menelpon tadi dan mengabarkan jika kau sakit, mengapa kau belum mau membuka matamu?" manolog Jongwoon.
Siwon memutuskan menelpon Jongwoon begitu mendengar Ryeowook memanggil-manggil nama Jongwoon dalam igauannya. Demam tinggi membuat Ryeowook merancau tidak jelas dalam tidurnya. Namun Siwon begitu lega ketika dokter yang memeriksa kondisi anaknya mengatakan jika Ryeowook sakit karena kurang istirahat, kehujanan, dan terlalu banyak pikiran.
Siwon meninggalkan kamar Ryeowook setelah Jongwoon masuk dan menemani Ryeowook. Melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Hari sudah malam, Ryeowook masih bertahan dengan mata tertutupnya. Sementara Jongwoon masih setia duduk disamping ranjang Ryeowook sambil menggenggam tangannya.
"Wook-ie, bangunlah! Bukankah kau ingin mendengar hyung menjawab pernyataan cintamu? Maafkan hyung yang sudah menuduhmu macam-macam. Hyung juga sudah tahu jika Kyuhyun adalah sepupumu."
"Engg~" suara erangan tertangkap pendengaran Jongwoon. Jongwoon begitu bahagia ketika melihat manik caramel Ryeowook menatapnya. "Hyung~" bisiknya.
"Aku disini Wook-ie. Apa yang kau rasakan hem? Tadi Paman bilang kau pingsan dalam perjalanan pulang. Kenapa lama sekali bangunnya?" tanya Jongwoon panjang.
"H-hyung~." panggil Ryeowook lirih.
"Ne, apa yang kau rasakan? Apa kau butuh sesuatu?" tanya Jongwoon lembut.
"Pusing dan lemas, hyung . . Daddy mana?" tanya Ryeowook saat tidak mendapati Daddy-nya.
"Paman sedang istirahat. Sekarang kau makan dulu ne, supaya tidak lemas dan pusing." bujuk Jongwoon sambil mengangkat mangkuk yang berisi bubur.
Ryeowook mencoba bangun dari tidurnya, tangannya memegangi kepalanya yang terasa pusing. Melihat itu Jongwoon segera membantunya untuk bersandar dikepala ranjang, kemudian dengan telaten Jongwoon menyuapi Ryeowook.
Ryeowook merasa begitu senang dengan perhatian yang diberikan Jongwoon padanya. Ia ingin Jongwoon bersikap seperti ini setiap harinya.
"Nah sekarang minum obatnya, kemudian tidurlah! Supaya lekas sembuh, karena aku ingin melihat Ryeowook yang ceria, suka berteriak." Jongwoon menyodorkan segelas air putih dan beberapa butir obat untuk Ryeowook.
Ryeowook hanya menuruti perintah Jongwoon. Benar dirinya ingin segera sembuh. Sungguh sakit membuatnya tidak nyaman.
Ryeowook membaringkan kembali tubuhnya setelah menelan semua obat yang diberikan Jongwoon padanya. Ia menatap Jongwoon yang sedang merapikan selimutnya tanpa bicara sedikitpun.
Jongwoon duduk disamping Ryeowook, tangannya mengusap lembut kepala Ryeowook lalu mencium keningnya. Cukup lama Jongwoon menempelkan bibirnya pada kening Ryeowook, setelah itu ia mencium hidung Ryeowook yang terlihat merah. Tidak cukup berhenti disitu, Jongwoon kini menempelkan bibirnya pada bibir Ryeowook yang terlihat kering karena sakit.
Jongwoon melumat dengan pelan dan lembut bibir mungil Ryeowook. "Ryeowook-ah, saranghe. Hyung juga mencintaimu." ucap Jongwoon disela ciumannya, lalu kembali melumat bibir Ryeowook dan memperdalam ciumannya.
"Engg . . ." Ryeowook mengerang menikmati ciuman Jongwoon, kemudian membalasnya. Bahkan Ryeowook mengalungkan kedua tangannya dileher Jongwoon supaya Jongwoon lebih memperdalam ciumannya.
Ciuman panas mereka terhenti saat Kyuhyun tiba-tiba masuk ke kamar Ryeowook. "YA! Apa yang kalian lakukan?" teriak Kyuhyun, namun tidak dipedulikan oleh keduanya.
Bught
Sebuah bantal melayang mengenai kepala Kyuhyun yang tiba-tiba muncul di kamar Ryeowook, mengganggu kegiatan Jonwoon dan Ryeowook. Jongwoon segera mendorong tubuh Kyuhyun keluar dari kamar Ryeowook dan menutup pintunya.
"Tidurlah! Hyung temani tidur." Jongwoon menaiki tempat tidur Ryeowook dan memposisikan dirinya berbaring disisi Ryeowook.
"Hyung~~." rengek Ryeowook sambil memposisikan dirinya senyaman disamping Jongwoon.
"Tidurlah segera, atau ingin hyung bacakan dongeng dulu hemm?" tanya Jongwoon.
"Memangnya hyung bisa?" tanya Ryeowook ragu.
"Kau meremehkan hyung humm? Mana buku dongengmu yang selalu kau bawa itu?" Jongwoon meminta buku dongeng Pangeran Lilac favorit Ryeowook.
Ryeowook menunjuk meja belajar yang terletak di sudut kamarnya. "Di sana hyung."
Jongwoon beranjak dari tempat tidur Ryeowook untuk mengambil buku tersebut. Kemudian mulai membaca dongeng tersebut satu halaman demi halaman dengan sangat bagus, hingga dalam waktu sebentar saja Ryeowook sudah tertidur pulas.
"Daddy !" panggil Ryeowook saat membuka matanya. Menelisik kesegala penjuru kamarnya dan tidak mendapati Jongwoon maupun Siwon dikamarnya.
Klek
Siwon memasuki kamar Ryeowook begitu mendengar panggilan untuknya. "Baby sudah bangun rupanya?"
"Daddy~ kemana Jongwoon hyung?" tanyanya merajuk.
Siwon mendekati tempat tidur Ryeowook dan mendudukkan dirinya ditempat tidur anak manisnya itu. Jongwoon sudah pulang baby, bukankah dia harus sekolah?"
"Mengapa aku tidak dibangunkan Daddy? Aku juga ingin pergi sekolah." ucap Ryeowook.
"Kau masih belum sehat baby." balas Siwon.
Ryeowook meraih tangan Siwon dan menggenggamnya. "Daddy . . bisakah Daddy mengantarku ke makam Appa dan Eomma sekarang?" pinta Ryeowook dengan suara pelan, takut Daddy-nya marah.
"Kau masih sakit sayang, bagaimana kalau besok?" tawar Siwon.
"Anniya, sekarang saja Daddy, aku sudah sembuh." Ryeowook menolak tawaran Siwon sambil mengeluarkan jurus merajuk andalannya. Puppy eyes attack.
"Hah! Baiklah tapi baby harus makan dan minum obat dulu." Siwon akhirnya menuruti permintaan Ryeowook.
Tbc ^.^
Hahh . . akhirnya selesai juga ngetik My Hero 25. Mianhe atas keterlambatan update, dan Mianhe juga jika masih banyak typo dimana-mana.[ malas edit ] Terima kasih . . . .
