Epilog

Vlyn dan Clay berdiri di sepetak kebun dandelion di belakang rumah paman Kenny, seolah ingin mengucapkan selamat berpisah untuk sementara kepada bunga-bunga tersebut, karena mereka akan pulang ke rumah masing-masing dalam libur kenaikan kelas itu.

"Aku sudah berpesan kepada tukang kebun untuk merawatnya selama aku tak ada," ujar Clay.

"Clay, saat kau pertama kali membawaku ke tempat ini, aku berkata bahwa aku menyukaimu, persis seperti yang pernah kuucapkan 8 tahun yang lalu, tapi aku mengucapkannya dengan perasaan yang benar-benar berbeda. Saat itulah, untuk pertama kalinya pula aku menyadari perasaanku yang sesungguhnya. Aku...aku sangat menyukai Clay..."

"Aku juga...sangat menyukai Vlyn..."

Mereka saling mendekatkan wajah, tapi kemudian Vlyn berhenti dan berkata dengan murung, "Ini akan jadi ciuman pertamaku, tapi tidak bagi Clay."

"Kau salah, Vlyn. Ciumanku dengan Mint bukanlah ciuman pertamaku, karena aku tidak membalasnya. Berciuman itu melibatkan dua orang. Dan inilah yang akan jadi ciuman pertamaku, ciuman yang kubagi dengan orang yang kusayangi..."

"Clay..."

Mereka berciuman dikelilingi bunga-bunga itu, yang seakan turut berbahagia menyaksikan keduanya. Vlyn merasakan wajahnya panas. Untuk menutupi rasa malunya, Vlyn segera memetik setangkai dandelion, kemudian ditiupnya bunga itu hingga kelopak-kelopaknya yang putih beterbangan di udara.

Fin