Fei balik lagi! xDD hari ini calon-calon bakal update 3x nih, sesuai yang Putri mau! xD. BTW, happy birthday buat James dan Oliver Phelps! Fei makin sayang deh sama pacar Fei, si James itu –dikeroyok massal- xD
niwei, leher Fei sakit banget, doain cepet sembuh yah! Sakit banget buset D'x
.
Putri: eh? Kamu ada rikues? Yang mana? Fei ga liat sama sekali lho daritadi… -a
.
Disclaimer: punya JKR. Kalo HP punya Fei, Sirius ga bakal mati, dan ia akan jatuh cinta sama Lily… -digampar-
.
.
.
Dear Sirius,
Aku bodoh. Aku tahu aku bodoh. Saking bodohnya, aku mati begitu saja, tanpa ada 'prestasi' apa pun, sebagai Pelahap Maut pun tidak.
Dulu aku sangat senang menjadi anak kebanggaan orangtua kita, orang yang paling disayang di rumah. Apalagi ketika kau menjadi pengkhianat saat kau mau berteman dengan yang kelahiran muggle, orangtua kita dan anggota keluarga Black yang lain sangat berharap aku tidak sebodoh dirimu. Ayah dan ibu selalu mengingatkanku agar jangan sampai berada di jalan yang sama denganmu. Mereka bilang aku harus sama seperti keluargaku yang lainnya, membenci kelahiran muggle dan menjaga kemurnian darahku. Mereka bilang kau gila.
Karena waktu itu aku tidak mengerti apa-apa, aku ikuti saja kata-kata mereka. Aku membenci kelahiran muggle dan menyebut mereka darah lumpur, tidak menyukai yang berdarah campuran, hanya berteman dengan yang berdarah murni seperti kita. Tak lupa aku juga memperlakukan kakakku sebagai pengkhianat.
Sirius, aku bodoh sekali. Aku mengikuti arahan keluarga kita begitu saja, tanpa memberiku kesempatan untuk mencari jalan yang lain. Mereka menyuruhku ke kanan, aku ke kanan. Mereka bilang ke kiri, aku ke kiri. Mereka melompat, aku pun ikut lompat. Dan jadilah aku yang sekarang ini. Adikmu yang bodoh.
Keluarga kita makin senang ketika aku masuk ke asrama Slytherin. Mereka senang akhirnya aku memang seperti dirimu yang masuk ke Gryffindor. Mereka benar-benar takut kalau-kalau aku, anggota keluarga Black yang paling kecil bukanlah seorang Slytherin.
Sikapku pun jadi sama seperti murid-murid Slytherin lainnya. Aku mulai terobsesi pada kekuatan. Aku mencari-cari buku di perpustakaan tentang mantra-mantra yang hebat, dan tertarik pada ilmu hitam. Suatu ketika seorang temanku menyarankan agar aku mencari orang yang bernama Voldemort, berguru padanya, dan menjadi Pelahap Maut. Setelah aku sukses menjadi Pelahap Maut dan mengikuti perintah-perintah Voldmort, orangtua kita dan keluarga kita yang lain (kecuali Andromeda tentu saja) sangat bangga padaku. Mereka sangat senang, sekali lagi, karena aku ternyata sangat jauh berbeda denganmu.
Tetapi, lama-lama aku jadi sadar juga. Aku tak tahu bagaimana caranya bisa kabur dari Voldemort. Dan omong-omong, aku tahu tentang Horcrux. Makanya aku berniat untuk mencarinya, dan membuat yang palsu untuk mengelabui Voldemort. Aku akan mencari Horcux itu dan menghancurkannya, sebagai ganti aku telah menjadi orang jahat selama ini.
Aku masih berusaha kakakku, meski aku tahu kemungkinannya sangat kecil, bahkan mungkin, tidak ada kemungkinan aku akan berhasil. Tapi aku akan terus mencarinya, sampai aku mendapatkannya.
Maafkan adikmu yang bodoh ini, Sirius. Andai waktu dapat diputar lagi, aku tidak akan mengikuti kata-kata ayah dan ibu. Aku akan mengikuti jejakmu untuk menjadi seorang Gryffindor sejati. Aku ingin menjadi anak 'baik' seperti dirimu.
Aku benar-benar menyesal,
Regulus
.
.
.
Oke, ini pendek BANGET. Abisnya Fei ga berani nulis lebih banyak dari ini, Fei ga begitu kenal sama Regulus soalnya =="
Abis ini ada surat dari Albus Severus buat Severus Snape!
jangan lupa, REVIEW! Yang mau REQUEST liat CHAPTER 16 yaa :D
