Yoongi sedang mondar-mandir di depan istana. Ia menunggu Taehyung.
Taehyung pun mendarat di depannya.
"Yoongi? Kau sedang apa?" Wajah Taehyung terlihat berseri-seri. Saat itu sudah hampir malam, matahari sudah hampir tenggelam.
"Aku ... sedang menunggumu!"
Taehyung menaikkan alisnya.
"Hmm? Apa ada masalah?"
Yoongi menggaruk tengkuknya dan ia terlihat gelisah. Taehyung menatapnya bingung.
"Aku dengar.. kau akan memberi kejutan pada Jungkook?"
"Ah! Yeaaah... umm, siapa yang memberitahumu?"
"Oh! Aku mendengarnya dari Namjoon dan Jin"
Taehyung mengangguk dan ia tersipu malu. Ia menyembunyikan tas kecil di belakangnya.
Yoongi melihatnya.
"Umm, kau kasi kejutan apa?" Bisik Yoongi.
"Uh.. aku hendak... aku ingin menanyakannya untuk menikah dengan ku" jawab Taehyung sambil malu-malu.
Yoongi shock, tapi ia mencoba untuk tenang dan tidak berbicara aneh-aneh di pikirannya.
"kau.. kau serius?"
"Yes!" Taehyung menunjukkan tas kecil itu ke wajah Yoongi.
"Aku mencari cincin yang paling indah seharian ini dan aku juga sudah menyiapkan tempat piknik kami, juga mak-"
"Ha! Bagaiman dengan makanan dan wine?"
Taehyung tertawa pelan, ia merasa senang karena Yoongi terlihat kegirangan.
"Aku juga sudah menyiapkannya."
Yoongi mengangguk lalu ia berpikir sebentar.
"Uh.. aku bisa menjadi pelayan kalian. Uhh kau tau kan, seolah-olah kalian adalah rajanya dan aku pelayan kalian. Aku akan mengantar minuman dan makanan kalian."
Yoongi memasang wajah yang bahagia.
Taehyung berpikir sejenak.
"Hmm, aku rasa ide bagus. Kami piknik di bukit dengan air terjun. Kau bisa ke sana sekarang dan umm.. mungkin mengatur semuanya?"
Yoongi tersenyum lebar.
"Yes! Aku dengan senang hati membantumu! Baiklah... aku akan kesana dan menyiapkan semuanya"
Taehyung tersenyum lembut.
"Thanks.. kami akan kesana jam 11 malam nanti." ia menepuk punggung Yoongi dan pergi ke dalam istana.
Hoseok sedang merapikan buku-bukunya. Ia belum juga menemukan mantra lain. Ia mulai putus asa. Tapi ia menghela nafas dan ia mendapatkan sebuah ide. Ia menjentikka jarinya dan tersenyum lebar.
'Bagaimana kalau aku meminta bantuan para peri bunga untuk mengubah Jungkook menjadi peri saja!'
Hoseok melompat kegirangan.
'Kenapa aku tidak nemikirkan ini sebelumnya!'
Hoseok meletakkan kembali buku-buku itu dan ia hendak menemui para peri bunga.
Tiba-tiba ia tersentak, matanya membesar dan kosong, tubuhnya tegang dan kaku, ia mendapat penglihatan.
* di dalam penglihatan Hoseok
Ia sedang berlari, jantungnya berdebar kencang, nafasnya terengah-engah. Ia melihat di sampingnya, Jin yang tidak berhenti menangis, ia terbang dengan cepat bersama Namjoon yang berteriak pada Jin.
"Jinnie.. berhenti! Jinnie kau harus hati-hati!"
"NOOOOO KOOOKIEEEEEEE"
Namjoon mengeluarkan semua kekuatannya untuk mengejar dan menghentikan Jin.
"JINNIE KAU SEDANG HAMIL! BERHENTILAH!"
* End of Hoseok's vision.
Hoseok tersadar, ia keringatan hebat. Penglihatan itu terasa nyata. Seketika perasaannya tidak enak.
Ia berpegangan pada dinding di belakangnya sambil mengatur nafasnya.
"Hoseok? Apa kau melihat Jungkook? Hoseok? Kau... baik-baik saja?"
Hoseok melihat Taehyung yang berjalan ke arahnya dengan wajah yang penuh kekhawatiran.
Hoseok masih terengah-engah.
"Hoseok? Kau kenapa?" Taehyung menyentuh keningnya.
Hoseok menatap Taehyung dan matanya kembali membesar dan pandangannya kosong, ia memegang tangan Taehyung dengan sangat kuat, tubuhnya sangat kaku. Ia melihat penglihatannya lagi.
"KOOKIEEE..."
Hoseok mendengar jeritan Jin dan ia melihat Namjoon memeluknya dengan kuat.
Hoseok melihat di depannya, suasana hutan yang gelap seketika itu menjadi terang dengan cahaya merah. Sangat merah hingga matanya sakit karena terlalu menyilaukan.
"HOSEOK LAKUKAN SESUATU!" Ia mendengar Namjoon berseru padanya.
Ia mencoba berlari menuju cahaya itu, tapi ia tidak berhasil. Ia malah terlempar. Seperti ada batas yang memisahkan mereka dengan Taehyung dan Jungkook.
"AAAAAAAAHHHHHHH"
Hoseok mendengar jeritan Taehyung.
"TAEHYUUUUNGGGGG"
Namjoon menjerit dengan kuat dan ia melihat wajah Namjoon yang basah akibat air matanya.
Ia lalu melihat Jin yang jatuh di tanah sambil meraung kuat memanggil nama Jungkook.
Ia berdiri lagi dan kali ini ia mencoba melewati batas itu. Ia berkeringatan hebat dan gemetaran hebat. Hingga ia akhirnya bisa memusnahkan batas itu. Ia berlari ke arah cahaya merah yang semakin meredup itu. Tapi langkahnya semakin pelan, wajahnya berubah horror. Di depannya tubuh Jungkook dan Taehyung yang terlihat sangat pucat dan... darah?
Lalu sesuatu memekikkan telinganya dan Hoseok terjatuh.
"Hoseok! Hoseok! Hey! Hoseok sadarlah!" Taehyung menampar pipinya beberapa kali.
Hoseok tersentak, ia kembali menatap Taehyung dengan wajah shocknya. Ia terengah-engah. Air matanya jatuh.
"Taehyung!" Ia mengguncang tangan Taehyung. Ia ingin mengatakan sesuatu tapi terasa sangat sulit di lidahnya.
"Hey.. sudahlah" Taehyung memeluknya dan mengelus punggungnya.
"No! Taehyung! Please! Jangan!"
"Hoseok, aku tidak mengerti"
"Jung... Jungkook! Kau! Ssstop!" Hoseok menutup kedua telinganya, ia mendengar suara yang memekikkan itu lagi.
"Hey kau kenapa?"
Hoseok menggeleng kepalanya.
Taehyung mencari sesuatu di meja Hoseok lalu ia mengambil suatu botol kecil dan ia membuka mulut Hoseok dan menuangkan cairan itu.
Taehyung sudah hapal beberapa ramuan Hoseok. Hoseok sendiri pernah bilang, kalau ia membuat banyak ramuan penenang. Ia juga boleh meminumnya jika ia merasa tidak tenang.
Dan sekarang, Taehyung memberinya ramuan penenang itu. Lalu ia memeluk Hoseok sambil menenangkannya.
"Ssh.. it's okay.. sshh"
Hoseok memeluk Taehyung dengan tubuhnya yang masih gemetar hebat.
Setelah Hoseok tenang, ia pun tertidur di pundak Taehyung. Taehyung menggendongnya dan membawanya ke kamarnya.
Ia menyelimuti Hoseok lalu ia pergi meninggalkannya.
Taehyung melihat jam, dan itu sudah jam 9. Dia langsung berlari ke kamarnya dan Jungkook.
Ia membuka pintu dan melihat Jungkook sudah berpakaian rapi.
"Oh Tae? Kenapa kau seperti habis berlari begitu?" Jungkook tersenyum geli.
Taehyung mengatur nafasnya dan ia segera menyembunyikan tas kecil itu. Ia berjalan ke arah Jungkook lalu dengan satu tangan ia menarik pinggul Jungkook dan mencium bibirnya dengan lembut.
"Maaf aku terlambat.."
Jungkook tertawa.
"Hey.. ini masih jam 9. Kau tidak perlu terburu-buru" Jungkook berjinjit dan mencium Taehyung lagi.
"I love you Jeon Jungkook" bisik Taehyung yang membuat Jungkook tersenyum lebar.
"I love you too Kim Taehyung"
Lalu mereka berciuman lagi.
"Kookie.. bisakah kau memilihkan baju untukku?"
Jungkook menyipitkan matanya, "kau manja sekali!" Katanya sambil memukul dada Taehyung pelan. Tapi ia berjalan ke lemari mereka dan memilihkan baju untuk Taehyung.
Taehyung mengambil kotak kecil yang di dalam tas itu lalu mengantonginya. Ia menyembunyikan tas itu di bawah tempat tidur. Lalu ia berbalik dan berjalan ke arah Jungkook.
Ia memeluk Jungkook dari belakang dan mengecup pipinya. Ia menggesekkan membernya ke bokong Jungkook.
"Umm.. we still have much time.." bisik Taehyung dengan suara seksinya.
Jungkook mengerang, "babe!"
Taehyung tersenyum nakal, dan tangannya menyelinap ke dalam boxer Jungkook.
"Ayolaaahh..."
Jungkook menyerah dan membiarkan Taehyung menariknya ke tempat tidur.
