Make destiny
"YO... Minna, I am Back...
Jawaban Review
Tentang Sharingan Shisui akan ketahuan pada chapter 29, tunggu saja guys.
Tentang Kuchiyese, untuk yang satu ini sudah kutentukan, akan terlihat di chapter 31, tp thanks atas sarannya, mungkin aku bisa menyelipkan bangau sebagai Kuchiyese ke dua.
Tentang tujuan Naruto, akan di ketahui seiring berjalannya waktu. Itu adalah inti dan tujuan akhir cerita ini, so Be patient.. hehehe
Untuk crossover, Kayaknya nggak deh.. aku lebih suka yang kaya gini aja, gk ada campur tangan anime lain.
tentang Root, tentu di bawah naungan Yami No Shinobi. Dia memiliki gelar Punisher, dengan kode Shinigami.
Ujian chunin sebentar lagi, kalau nggak salah chapterr 27 atau 28, (Aku sangat malas untuk mengecek lagi, Geeezzzz mondukasai)
Wah untuk kapan naruto keluar desa dan tamatnya Part I, aku belum sampai situ, nih sementara ngurus chunin exam yang berbeda dengan fict lainku, dan kalian tau sendiri bagaimana merepotkannya menulis alur baru yang berbeda dengan canon. Menulis sesuatu yang sama itu tidak berseni, KARENA SENI ADALAH LEDAKAN, HAHAHAHAH (DEIDARA)
Ok, tentang Sasuke, ia mengetahui kalau Naruto adalah orang terdekat Shisui, dan Shisui dimatanya adalah bangsat yang membantai anggota clannya, bersama kakak tercintanya, jadi sangat wajar sebagai pemilik ikatan kebencian Uchiha, ia membenci naruto.
Tentang pair, coba saja tebak.. Haku? Sakura ? Hinata? Fuu? siapa yang tau, toh ceritanya masih panjang, hehehe. Tapi tenang, aku masih mendengarkan saran dan usulan dari kalian guys.
.
Naruto bukan kepunyaanku, bahkan dalam dimensi Kaguya sekalipun.
.
.
Pemburu
.
.
.
Naruto berdiri di atas dahan pohon mengamati keadaan sekitarnya. Bersembunyi di balik topeng gagak dengan jubah hitam bertuliskan kanji gagak dibelakangnya berwarna merah api membara di bagia belakangnya. Jubah yang membuat Nama Crow menjadi terror di mata para Ninja pelarian.
Naruto menatap kearah gerbang besar, dimana pintu gerbang itu dikawal ketat oleh 3 bandit berotot kekar. Mereka mengenakan pakaian tanpa lengan berwarna merah sepetrtinya seragam untuk mereka dengan celana panjang hitam. Rambut mereka berwarna hitam pendek, cukup jelas terlihat dari jarak 200 meter.
'Sekitar 300 bandit dan... Seorang dengan chakra jounin berada dipaling belakang.. ini mungkin akan... Menarik' pikir Naruto memberikan seringai dibalik topengnya. Dia kemudian melakukan handseal.
Kage Bunshin no Jutsu
Bisik Naruto dan muncullah satu Bunshinnya dalam kumpulan asap tepat di samping kanannya.
"Temui chi Bunshinku, beritahukan padanya bahwa 1 jam lagi datang menemuiku untuk mengambil tubuh Gato. Ingat 1 jam lagi" perintah Naruto yang asli dijawab dengan anggukan oleh Bunshinnya
"Hai bos" dengan itu si Bunshin langsung menghilang dalam kilatan mereh menuju kearah tanda pada Bunshin Naruto lainnya.
Naruto kemudian menatap kembali kearah markas Gato yang penuh dengan suara bising canda tawa dari para bandit sewaan Gato. Perlahan Naruto melompat keatas permukaan tanah kemudian berjalan santai mendekati markas Gato.
.
.
Kembali sejenak kemarkas Zabuza bersama Haku dan chi Bunshin Naruto. Mereka kini sedang mengobrol ringan tentang permasalahan ninja mereka.
"Jadi kenapa kau tidak kembali keKiri Zabuza?" Tanya Naruto santai. Zabuza perlahan bangun dan duduk dibantu oleh Haku memapahnya.
"Panjang ceritanya.." Jawab simple Zabuza sambil mencoba menyamankan posisi duduknya.
"Kita punya waktu yang panjang kan" koment Naruto menatap Zabuza datar. Zabuza membalas tatapan Naruto dengan Haku menatap kearah Zabuza penasaran.
'Apa Zabuza-sama akan memberitahukan Naruto-kun?' Pikir Haku penasaran.
"Hm.. Awalnya tentang tragedi akademi pada saat aku lulus diakademi ninja Kirigakure. Mizukage memberikanku misi untuk membunuh semua rekan lulusan akademi. Itu adalah syarat agar aku bisa menjadi salah satu dari 7 legenda pedang Kiri" jelaa Zabuza mengalihkan pandangannya ke pedang besar yang berdiri kokoh disandarkan pada tembok
"Pengorbanan yang pantas untuk kekuatan besar.. Zabuza" komen dingin Naruto menatap datar kearah Zabuza. Kali ini Haku menatap Naruto tajam seperti akan memakan hidup hidup Naruto
"Kau.. Bagaimana bisa kau katakan itu sepadan dengan mengorbankan nyawa orang untuk kekuatan" tegas Haku menatap tajam Naruto.
Haku sangat tidak suka dengan komentar Naruto yang menyetujui pembantaian itu demi kekuatan menjadi seorang legenda pedang. Dia benar-benar tidak habis pikir dimana jiwa kemanusiaan Naruto karena setuju dengan apa yang Zabuza lakukan.
"Kekuatan yang besar akan kau dapatkan, selalu di barengi dengan pengorbanan yang besar" jawab Naruto datar, tidak ada emosi di kedua matanya, menatap si pengenali es itu. Haku langsung berdiri tidak terima dengan perkataan Naruto
"TIDAK BENAR" tegas Haku berteriak, membentak Naruto. "Kekuatan yang sebenarnya berasal dari melindungi orang yang kau kasihi. Orang yang kau anggap penting didunia Ini" lanjut Haku menegaskan pada Naruto. Naruto hanya memejamkan matanya sembari menghela napas panjang
"Itu menurutmu Haku, namun menurut orang lain berbeda. Kau tidak bisa memaksa orang untuk menerima pendapat tentang suatu kebenaran dari arah pandangmu. Semua orang bebas berpendapat sesuai dengan pemikiran masing masing mereka, dengan jutaan persepsi di dunia ini. Kau tidak bisa mengatakan kalau kaulah yang paling benar diantara semua pendapat" Unkap Naruto pelan, tanpa menatap gadis itu. Haku yang bertambah kesal hanya bisa menggenggam erat kepalang tangannya geram menatap kearah Naruto
'Tsk.. Dasar tidak berperasaan' pikir Haku dalam emosi membara dikepalanya. Dia lalu kembali duduk ditempat sebelumnya ia berdiri dan membuang muka kearah sebelah Kirinya.
"Tapi aku akui.. " Lanjut komentar Naruto pelan sambil membuka matanya menatap kearah Haku dan Zabuza. Haku perlahan membalikan wajahnya menatap kearah Naruto.
"Dengan melindungi orang terdekatmu maka kekuatan dalam dirimu yang tidak pernah dirasakan sebelumnya akan terpancing memaksa keluar" lanjut Naruto menatap kearah Haku. Haku perlahan mengangguk setunu dengan lanjutan komentar Naruto
'Paling tidak dia masih memiliki jiwa kemanusiaan' pikir Haku, menarik kembali pemikiran awalnya.
"Apa kau memiliki orang terdekat yang ingin kau lindungi?" Tanya Haku menatap penuh tanya pada Naruto.
"Apa kalian masih mau mendengar lanjutan ceritaku?" Tanya Zabuza sedikit kesal karena dari tadi dicueki oleh dua orang dihadapnnya itu.
.
Haku menatap Zabuza dengan sedikit malu karena sadar menyueki Zabuza sedang Naruto hanya mengangguk menandakan dia ingin mendengarkan lanjutan cerita Zabuza.
"Hn" jawab simple Naruto.
"Baiklah.. " Ucap pelan Zabuza kembali melanjutkan kisah hidupnya untuk didengarkan oleh dua sosok dihadapannya itu.
"Aku bersama 6 orang lainnya lalu dilatih oleh legenda hidup pedang Kirigakure dan masing-masing diberikan sebuah senjata dengan fungsi berbeda beda. Aku diberikan pedang kubiKiribucho oleh guruku melihat kebrutalanku dalam membunuh rekanku sendiri" ucap Zabuza berhenti sejenak mengingat kembali rekan rekannya yang tewas akibat ulahnya diakademi.
"Pedang ku ini disebut pedang eksekutor atau pemenggal cocok denganku sebagai eksekutor. Pedang atau senjata yang kita gunakan adalah gambaran dari sipemegang senjata itu." Lanjut Zabuza menatap Naruto yang mengangguk perlahan.
"Kami dilatih dengan keras selama hampir 6 tahun menggunakan pedang. Kami di isolasi dalam tempat rahasia untuk agar jauh dari gangguan dunia luar dan konsentrasi pada latihan kami" lanjut Zabuza kembali menatap kearah pedang pemenggalnya.
"Pemutusan hubungan dengan dunia luar seperti penjara memberikan tekanan kejiwaan. Memaksa keluar kekuatan untuk dikeluarkan sampai tititk maksimal kemudian langsung dilatih agar bisa dikendalikan. Disamping itu memancing jiwa liar muncul saat musuh muncul mengingat tekanan kejiwaan semasa latihan" komen Naruto monoton setelah mendengarkan potongan kisah Zabuza. Zabuza hanya mengangguk pelan sedang Haku menjadi ngambang dan sangat bingung apa yang Naruto maksudkan.
"Apa maksudmu Naruto-kun?" Tanya Haku bingung menatap Naruto penuh perasaan penasaran meminta jawaban. Naruto hanya melirik pelan Haku dengan menggerakan bola matanya kearahnya.
"Kau hanya akan mengerti jika kau mengalaminya. Seperti halnya saat kau mengeluarkan tombak esmu menyerangku tadi. Kekuatan tersembunyi yang akan keluar saat tekanan psikologi yang tinggi" jelas Naruto pada Haku. Haku perlahan menganggukan kepalanya mengerti penjelasan Naruto, meski masih ada perasaan tanya, tapi ia mengangguk saja.
"Setelah kami keluar pertama, kami langsung diperintahkan untuk membunuh dan membantai pada saat peperangan, tepatnya perang dunia ketiga. Aku baru berumur 14 tahun saat itu, saat dimana di haruskn membunuh sebanyak mungkin." Lanjut Zabuza menunduk. Haku dan Naruto menatap Zabuza dengan serius mencoba mengrti perasaan Zabuza.
"Cukup mengerikan pada umur 14 tahun membantai dan membunuh ratusan orang bukan" komen Naruto pelan, sangat rilex, membuat Haku dan Zabuza menatapnya penuh tanya
"Apa maksudmu 'cukup mengerikan' "? Tanya tegas Zabuza.
"Aku melakukannya lebih muda darimu.. Tapi lanjutkan saja ceritamu" jawab dingin Naruto. Zabuza dan Haku melebarkan matanya mendengar perkataan Naruto Santai yang mengatakan dia juga melakukan hal yang sama seperti yang telah ia lakukan.
'Siapa sebenarnya bocah ini?' Pikir Zabuza semakin penasaran pada Naruto menatap Naruto tajam seperti ingin masuk dalam ingatan Naruto
'Apa maksudnya.. Apa kau juga melakukan pembantaian seperti Zabuza-sama, Naruto-kun? Tapi kenapa tidak ada namamu di bingo book' pikir Haku menatap heran Naruto
"Ayolah.. Jangan berikan aku tatapan seperti itu" ucap Naruto seolah tidak berdosa. Tampang datarnya menunjukan ekspresi seolah ia tidak mengatakan apapun yang mengagetkan Haku dan Zabuza Momochi.
"Lanjutkan lagi Zabuza" lanjut Naruto menatap Zabuza mencoba mengalihkan pembicaraan menghindari pertanyaan tentang apa yang baru saja ia ceritakan.
Zabuza menutup mata, menarik napas panjang mencoba mengingat kembali apa yang terjadi padanya dimasa yang lalu saat kebrutalannya melanda hidup seorang Zabuza Momochi.
"Kami meneruskan pembantaian selama 3 tahun sebelum akhirnya kami terpisah satu sama lain. aku ditugaskan Yagura untuk membantai satu desa yang yagura katakan akan memberintak Kirigakure. Aku begitu mencintai Kiri dan membentai semua penduduk desa itu" ucap sedih Zabuza menatap Haku.
Haku yang kini menunduk mencoba menyembunyikan wajahnya dari Zabuza dan Naruto. Terlihat jelas kalau Haku sedang menangis karena cerita Zabuza itu.
"Disitulah aku bertemu Haku dan awal kebersamaan kami" lanjut Zabuza terpotong oleh kilatan merah disamping kanan Naruto. Zabuza melebarkan matanya sedang Haku perlahan mengangkat wajahnya menatap kearah sosok yang baru datang.
Haku langsung melompat kebelakangnya dengan cepat mengambil pedang Zabuza kemudian melemparkannya pada Zabuza. Zabuza menangkapnya dan dengan duduk tetap memegang pedangnya yang menyentuh tanah itu.
"Crow no Sharingan, the bounty nin Misterius yang sudah mengalahkan legenda 4 pedang Kirigakure" ucap Zabuza mengenali sosok yang baru muncul. "Tak kusangka kau akan menemuiku di markasku"
"Dia bukan musuh Zabuza" ucap Naruto datar menatap kearah Zabuza. Zabuza shok tak percaya seorang bounty hunter yang ditakuti di dunia missing nin sesungguhnuya bukan musuhnya.
"Apa makaudmu bukan musuh?" Tanya Zabuza menatap Naruto. Naruto tidak menghiraukan pertanyaan Zabuza dan menatap kearah Crow.
"Kau.. Ja-jangan bilang kau" ucap Zabuza shok mengerti apa maksud Naruto. Naruto hanya mengangguk pelan dijawab dengan shok luar biasa diwajah Zabuza
"APA.. KAU JANGAN BILANG KALAU KITA AKAN BEKERJA SAMA DENGAN DIA" teriak bentak Zabuza tidak percaya apa yang sesungguhnya terjadi.
"A-pa maksudnya Zabuza-sama?" Tanya Haku yang masih bingung berada dibelakang Naruto dalam posisi standby setiap kemungkinan bersiap untuk menyerang.
"Gaki.. Kau tidak bercanda kan, kau ti"-
"Diam Zabuza" potong Naruto dingin tanpa menatap Zabuza."Dan turunkan pedangmu. Haku, kembali ketempatmu" perintah Naruto tetas penuh nada serius. Haku perlahan kembali duduk dengan penuh kewaspadaan begitu juga Zabuza yang menurunkan pedang Kubikiribucho miliknya.
'Sedikit saja hal mencurigakan aku akan bertindak' pikir Haku dan Zabuza saling menatap mengerti maksud masing masing.
"Ada apa?" Tanya Naruto monotone menatap Crow
"Boss bilang dalam 1 jam dia akan menyelesaikan urusannya bersama Gato dan" Crow berhenti sejenak menatap kearah Zabuza dan Haku
"Kalian berdua sebaiknya bersiap untuk pindah ke basecamp milik Gato" ucap lanjut Crow menatap Zabuza dan Haku serius dibalik topengnya.
Ekspresi Zabuza dan Haku kini sangat bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Tiba tiba saja si Crow datang dan menyelesaikan tugas mereka juga langsung memerintahkan Zabuza dan Haku. Tentu saja itu tidak mungkin diterima oleh akal sehat siapapun.
"Siapa kau sebenarnya? Kau datang tiba tiba dan lngsung memerintah?" Tanya Zabuza menatap bingung kearah Crow
"Ok.. aku akan menyiapkannya satu jam dari sekarang. Suruh bos jangan bunuh Gato karena akan diberikan pada warga Nami no Kuni" perintah Naruto dijawab anggukan oleh Crow
"Hai" jawab si Bunshin kemudian menjadi asap
Mata Zabuza dan Haku kembali menyempit menatap Naruto yang perlahan berdiri bersiap untuk mempersiapkan semuanya sesuai keinginan Crow
"Gaki.. Tahan dulu" ucap Zabuza menghentikan gerakan Naruto yang ingin keluar dari ruangan itu
"Bisa kau jelaskan apa sebenarnya yang terjadi?" Tambah Haku.
"Kau akan tau saat kau pindah ke markas Gato. Kurasa boss akan menjelaskan jika kalian tiba disana, dan sebaiknya kalian bersiap" jawab Naruto yang menghilang dengan kikatan merah yang sama
'Apa itu?' Pikir Haku penasaran melihat Naruto menghilang dengan kikatan merah
'Ja-jangan bilang itu hiraisin'? Pikir shok Zabuza melihat cara menghilang Naruto.
"Haku, siapkan semua keperluan kita untuk pindah segera" perintah Zabuza serius, menatap Haku.
"Zabuza-sama.. Kau serius.. Maksudku.. Bagaimana kalau ini jebakan atau semacamnya?" Tanya Haku sedikit risau akan apa yang menurutnya sangat janggal itu. Jika bounty hunter ketemu dengan hunternin, pasti bounty hunter akan memburu hunternin itu.
"Aku percaya pada gaki itu. Jija dia ingin membunuh kita maka dari tadi ia bisa membunuh kita dengan mudah. Dia malah mengobatiku dan menyembuhkan lukaku. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak percaya, dan pasti disana penjelasan kita akan didapatkan" jelas Zabuza.
Haku perlahan mengagngguk setuju kemudian berdiri untuk berkemas siap siap melakukan pindah rumah mereka. Mungkin lebih tepatnya pundah basecamp tempat persembunyian.
.
.
.
Suasana di sekitar area markas persembunyian Gato seperti biasa, selalu berisik dengan suara teriakan terikan dari para bandit. Mereka sepertinya sedang menyiksa seorang perempuan yang terdengar berteriak keras ketakutan dan meminta tolong. Tembok berbentuk persegi menghubungkan dengan ujung tebing menjadi saksi perbuatan mereka.
Dengan kostum hunter ninnya Naruto berjalan santai menuju kearah 3 bandit yang sedang asyik menceritakan pengalam buruk mereka. Pengalaman saat mereka melakukan pembantaian dan penyiksaan sewaktu mereka berada diluar tugas jaga.
"Kau mau kemana bocah? Ini bukanlah tempat umum" sapa salah satu bandit menatap kearah Naruto yang berjalan menunduk. Naruto berhenti di jarak 2 meter berhadapan dengan 2 orang bandit duduk di kursi dan 1 duduk di meja.
"Aku mau masuk kedalam" jawab Naruto Santai perlahan mengangkat kepalanya menatap kearah 3 bandit menggunakan mata Sharingan 3 tomoenya. 3 bandit itu langsung melebarkan matanya mengenali sosok yang ada dihadapan mereka. Siapa yang tidak mengenal pakaian paling tren di dunia miss nin itu.
"Di-dia.. Cr-Crow no Sharingan" ucap gugup bercampur rasa takut bandit yang duduk di meja langsung melompat ke belakang dua orang lainnya
"Apa hebatnya dia.. Lihat.." Ucap salah satu bandit yang duduk di kursi. Dia perlahan berdiri menunjuk wajah Naruto.
"Dia hanya seorang bocah bermata aneh" ejek nya lanjut menatap kearah temannya sambil menunjuk Naruto.
"Hahhahha.. Kau benar" tambah yang lainnya sambil tertawa keras, menatap Naruto. Perlahan di tangan kanan Naruto muncul Nuibari miliknya yang selalu menemaninya. Mata bandit itu sedikit penasaran dengan apa yang akan ia lakukan
"Apa itu.. Terlihat seperti jarum." Ejek bandit yang dibelakangnya bersembunyi bandit yang lain menatap kearah Nuibari Naruto.
"Kau mau menjahit yah.. Hahahhaha"-
Cleb
Tawanya terhenti saat Nuibari Naruto menusuk tubuhnya menembus sampai kebandit yang dibelakangnya. Tubuh mereka tertusuk Nuibari menembus sampai ke punggung mereka berdua. Terlihat Naruto yang memegang pegangan kawat penghubung dengan Nuibari.
"Apa ada yang bilang padamu kau terlalu berisik" ucap Naruto datar, terlihat sangat terganggu pada kedua bandit yang kini menjadi santapan Nuibarinya.
Bandit yang lain menatap horor Bocah itu, sedang dua lainnya langsung tewas karena tusukan itu menghancurkan jantung mereka. Mereka tewas dengan mata terbuka lebar duduk dikursinya. Naruto menarik Nuibari miliknya kembali ketangan kanannya dengan pegangan kawat tajam penghubung Nuibari di tangan Kirinya.
"Ka-kau.. Me-mbunuh me-mereka se-perti.. I-tu" ucap takut bercampur badan gemetar terlihat jelas pada tubuh bandit sissa yang duduk dikursi. Dia baru saja menyaksikan kematian rekannya dalam hitungan detik oleh tusukan Nuibari Naruto
"Jadi kematian seperti apa yang kau inginkan" ucap santai melepaskan KI yang setara Chunin dan semakin naik. Naruto melangkah mendekati bandit itu dengan ujung Nuibari diseret di atas tanah menambah suasana hororr saat itu. Tubuh si bandit bergetar tak bisa disembunyikan lagi menatap horor Naruto. Dia tidak pernah menyangka akan berhadapan dengan sosok seperti itu.
"Apa kau belum menutuskan bagaimana cara kematianmu?" Tanya Naruto datar dari jarak 1 meter dihadapan si bandit. "Mungkin aku bisa berikan pilihan. Hum.. "lanjutnya dengan aura horor bercampur teror. "Bagaimana kalau jantungmu aku keluarkan, atau mungkin hatimu.. Atau mungkin semua ususmu. Hum.. Tapi bagaimana kalau otakmu.. Atau mungkin"-
Bruuk
Si bandit langsung jatuh pingsan ditanah dengan pucat pasi tanpa darah sebelum Naruto sempat meneruskan perkataannya. Naruto menghela napas melihat bandit yang sudah jatuh tak sadarkan diri.
'Tsk.. Payah' pikir Naruto melanjutkan langkahnya masuk ke gerbang markas Gato dengan menyeret Nuibari diatas permukaan tanah, mengabaikan bandit yang sudah tidak sadarkan diri itu.
Sekitar 10 detik kemudian, dia akhirnya masuk kedalam area tempat markas Gato. Dia melihat ratusan bandit bertaburan bagai sedang mengadakan kampanye di sekitar base Gato itu. Dengan berbagai bentuk dan model yang dimiliki para bandit. Ada yang menggunakan samurai, katana, pedang besar, palu dan lain sebagainya.
"Hey bocah.. Apa yang kau lakukan disini" teriak seorang bandit dengan memikul pedang besar dibahu kanannya melihat Naruto yang masuk kedalam wilayah mereka. Bandit yang lain berhenti berbicara sejenak dan melihat kearah Naruto.
Naruto tidak berhenti berjalan, terus menyeret Nuibari di tangan kanannya. Sambil menunduk dia terus berjalan dan Tidak sedikitpun berhenti melangkah sampai akhirnya dia berada dijarak dua meter dengan bandit pertama yang meneriakinya.
Perlahan dia mengangkat wajahnya menatap bandit itu dengan Sharingan 3 tomoenya berkibar dalam topengnya.
"Aku inginkan kematian Gato" ucap Naruto pelan mengangkat Nuibarinya dengan cepat langsung dilemparkan kearah bandit dihadapannya menusuk jantungnya menembus sampai bagian belakang tubuh bandit itu
"AAAAKKKHHHH" teriak bandit itu kesakitan sebelum akhirnya dia jatuh berlutut dihadapan Naruto. Naruto menarik kembali Nuibarinya kembali ketangan kanannya.
Suasana hening sesaat setelah bandit itu tumbang telengkup tak bernyawa diatas tanah. Semua mata bandit melebar menatap kawan mereka kini tak bernyawa ditangan seorang bocah bertopeng bangau. Bocah bermata aneh berwarna merah.
"BANGSAT KAU.. BUNUH DIA" teriak bandit disebelakh kanan bandit pertama yang kini tak bernyawa. Dia langsung menyerang Naruto dengan menggunakan katana di tangannya menghunuskan tepat kearah wajah Naruto. Crow menghindar sedikit keseblah kanan dengan mudahnya, sehingga tusukan bandit itu meleset. Ia lalu memukul kearah perut bandit itu dengan cepat menggunakan tangan Kirinya.
"AAAAKKKKHHHH" teriak sibandit yang terlempar menjauh sekitar 15 meter setelah terkena pukulan human strength dari tangan Kiri Naruto. Tsuanade tidak akan terima jika pukulan itu tidak bisa membunuh bandit itu.
Booommm
Tubuhnya mendarat di tengah ratusan bandit dengan kondisi bola mata seperti mau keluar dan darah segar dari mulutnya.
"SIALAN KAU BOCAH.. " Teriak bandit yang lain
"BUNUH DIA" lanjut yang lain dengan ramai.
"HANCURKAN BOCAH ITU.."
"JANGAN BIARKAN DIA KELUAR DENGAN SELAMAT."
Akhirnya puluhan bandit langsung menyerang Naruto menggunakan masing masing senjata ditangan mereka. Menyerang dengan berlari secepat kekuatan mereka menuju kearah Naruto.
"Oh... Kalian rupanya bersemangat yah... aku akan menemani kalian bermain sejenak" ucap Naruto pelan mengangkat Nuibarinya dengan tangan kananya dan pegangan kawat tajam ditangan Kirinya. Dia lalu berlari, menerjang kearah musuh seperti masuk kedalam kolam lautan bandit.
Sebuah pedang kearah wajah Naruto melayang dari tangan bandit bertubuh keker. Naruto menangkisnya menggunakan kawat Nuibari miliknya lalu menusuk kearah leher bandit itu menggunakan Nuibarinya. Naruto berputar dengan cepat daran kembali melakukan serangan membabi buta melemparkan Nuibarinya menusuk langsung menembus 8 bandit. Naruto melepaskan Nuibarinya kemudian menyerang bandit dengan Taijutsu.
Naruto menendang memutar kearah kepala bandit di belakangnya sebelum dia sempat menebas Naruto melemparkannya menyeret 2 kawannya jatuh ketanah. Naruto memukul seorang bandit dihadapannya dengan cepat melemparkannya 20 meter menjauh membuat arah jalan setelah menggeser puluhan temannya.
Serangan yang Naruto lakukan bisa dibilang serangan berganda. Ia menghindari serangan musuh, dan langsung menyerang musuh lainnya. cara yang paling efisien ketika melawan musuh dalam jumlah banyak. Pengalaman bertarungnya bukan sebuah nama pengalaman saja, melainkan penglaman yang ia peroleh susah payah.
Bandit yang lain menyerang Naruto dari samping Kiri dan kanan menebas Naruto. Dengan cepat Naruto menghindarinya melompat kearah jalanan yang dibuat oleh tubuh bandit tadi. Naruto mengambil kunai dan memegang kunai menggunakan tangan kanannya sedang beberapa suriken ditangan Kirinya langsung dilemparkan kearah puluhan bandit.
Suriken Kage Bunshin no Jutsu
4 suriken berubah menjadi puluhan suriken saat tangan Kirinya menerepkan handseal tiger dengan cepat. Mata bandit melebar saat suriken menyebar menyerang mereka.
"Akhhh"
"Akhh"
Teriak kesakitan bandit saat suriken berhasil membunuh 5 bandit dengan cepat menancap ditubuh mereka. Seorang bandit berhasil menyerang Naruto dari belakang menusuk kearah pinggang Naruto. Naruto mengetahuinya berdasarkan kemampuan sensoriknya, lalu ia melompat kearah atas bandit itu mendarat dikepalanya lalu melompat kembali keatas melakukan handseal dengan cepat
'Saatnya pembakaran massal' pikir Naruto dengan handseal melihat kearah puluhan bandit dibawahnya yang menatapnya.
Katon : Gouka hinoiki
Naruto menyemburkan api dari mulutnya dengan kecepatan tinggi mengarah pada puluhan bandit dibawahnya. Semburan apinya tidak berbentuk, melainkan seperti naga yang menyemprotkan api dari dalam mulutnya. Jutsu katon ciptaannya itu menyebar dengan cepat meluas hingga 20 meter dan semakin meluas membentuk lingkaran ketika menyentuh tanah. Api itu memantul dengan menyebar membentuk lingkaran. Itulah keunggulan dari Jutsu katon A rank kreasi Naruto ini.
Terdengar teriakan kesakitan dan kepedihan akibat Jutsu katon Naruto dari arah bandit sedang Naruto terus menyemburkan katonnya sampai terus meluas. Dia seperti melayang dengan katonnya sebagai tiang penyangga dimulutnya melawan grafitasi.
.
Sekitar 10 detik kemudian ketika katon Naruto melebar sampai 50 meter, Naruto menghentikan Jutsunya dan mendarat dengan baik ditanah beberapa meter menjauh dari kobaran api membakar tubuh bandit. Terlihat sadis bercampur mengerikan memang Jutsu katon Naruto ini.
Beberapa bandit bahkan telah menjadi abu menyissakan senjata mereka yang perlahan meleleh oleh panasnya katon milik Naruto. Naruto berbalik melangkah mengambil Nuibari miliknya yang kini memerah membara akibat terkena katon Naruto.
'Logamnya memang sangat kuat. Tidak salah menjadi salah satu legenda pedang' pikir Naruto menatap Nuibarinya. Perlahan dari tangannya tercipta air yang turun seperti tumpahan membasahi Nuibarinya. Asap menggempul dan bunyi mendesih terdengar jelas dari Nuibarinya.
Naruto menatap kedepan melihat sekitar 100 lebih bandit tersissa dihadapan Naruto dalam keadaan gemetar perlahan menjatuhkan senjata mereka menandakan menyerah.
"Pergilah.. Jika dalam 5 detik kalian masih disini maka kalian akan menjadi abu" ucap Naruto dingin, kembali menatap kearah Nuibarinya.
Tanpa banyak komentar lagi, dan dalam hitungan detik, mereka langsung menghilang seperti ditelan bumi. Naruto terus membasahi Nuibarinya sampai dia merasa cukup setelah asap dari Nuibarinya menghilang dan Nuibarinya kembali kewarna biasanya.
"Pantas semua bandit kabur dan tewas, rupanya seorang pemburu ninja yang ditakuti akhir akhir ini yang muncul" suara dari belakang Naruto terdengar. Naruto perlahan berbalik dan menatap kearah asal suara itu dengan memegang Nuibarinya.
"Kebetulan bertemu disini.. Jadi aku tidak perlu mencarimu mengelilingi dunia shinobi.. Aoi Rakusho" komen Naruto, sedikit malas menyebutkan nama Shinobi itu.
.
.
.
Ditempat yang lain beberapa menit sebelumnya, bara api masih terlihat ditiup oleh hempasan angin sore itu. Bara api yang berasal dari tubuh mayat terbakar oleh Jutsu Naruto. Jutsu mematikan yang pernah ada didunia shinobi.
Disekitar arah utara bara api itu, ada dua orang yang kini sedang berhadapan satu sama lain. Seorang bermbut panjang cokelat dengan bola mata hitam memegang payung di bahu Kirinya. Dia menggunakan pakaian berwarna abu abu lengan pendek model pakain biasa shinobi dengan celana hitam sendeal shinobi. Dibelakangnya ada sebuah katanya yang masih melekat disarungnya. Dia adalah Aoi Rakusho
Disisi lain bocah memakai jubah hitam bertopeng bangau dengan mata Sharingan 3 tomoe. Ditangan kananya memegang legendari Nuibari, salah satu pedang legenda milik. Dia adalah Crow no Sharingan atau Namikaze Naruto.
Hempasan angin memainkan jubah milik Naruto dan rambut Aoi seolah memulai pemanasan untuk gerakan mereka. Naruto menatap datar kearah Aoi tanpa ekspresi dalam topengnya.
"Ada apa gerangan kau mencariku hunter san" tanya Aoi menatap kearah Naruto. Jarak 6 meter memisahkan mereka menjadi saksi percakapan mereka.
"Cuma ingin mengambil sesuatu darimu" jawab Naruto Santai menatap Aoi.
"Apa maksudmu ini" ucap Aoi menarik katananya yang langsung menjadi pedang menyala berwarna ungu. Aoi memperilihatkannya dengan seringai evil di wajahnya.
"Kau sungguh berpikir kau bisa mengalahkanku hunter san?" Tanya Aoi mengejek Naruto
"Dengan Raijin no Ken ini aku menjadi tak terkalahkan. Kau hanya mengantarkan nyawamu padaku" lanjut Aoi memberikan tatapan merendehkan pada bocah itu.
"Sungguh banyak bicara untuk ninja yang menjadi miss nin karena mencuri sebuah pedang" komen Naruto datar menatap Aoi. Ekspresi Aoi berubah menjadi sedikit kesal setelah mendengar perkataan Naruto. Ejekan Naruto terasa menusuk hati dan jantungnya bersamaan. Belum pernah ada musuh atau hunter nin yang mengejeknya seperti itu.
"Beraninya kau mengejekku bocah" teriak Aoi terpicu emosi akibat hinaan Naruto.
"Itu bukan ejekan, itu adalah kenyataan Aoi san" ucap Naruto pelan menatap Aoi.
"Statusmu di konoha sebelum menjadi miss nin adalah Chunin biasa. Namun karena Raijin no Ken statusmu berubah menjadi sedikit naik menjadi A rank. Tapi.. Kau tetap bukanlah lawanku. Melawan orang lemah sepertimu bahkan tidak membutuhkan senjata" ucap Naruto pelan perlahan memasukan Nuibarinya kedalam lengan Kirinya. Lengan Kirinya dalam jubah itu seperti menghisap Nuibari itu membuat Aoi sedikit penasaran
'Dia sepertinya bisa menggunakan fuinJutsu' pikir Aoi menatap kearah Naruto,
"Apa kau benar benar berpikir kau dapat mengalahkanku bocah?" Tanya Aoi kembali dengan arrogant memainkan Raijin no ken dengan memutar mutarnya menggunakan tangan kananya.
"Kau pikir makhluk lemah sepertimu bisa mengakahkanku?" Ejek Naruto menatap Aoi
"Aku bisa saja memerangkapmu dalam genJutsu dengan mudah, tapi itu terlalu singkat. aku ingin bermain main dengan mu sejenak, menunjukkan betapa lemahnya dirimu sebelum aku mendatangi Gato" ucap Naruto langsung berlari menyerang Aoi.
Aoi mengangkat payung hitam ditangan Kirinya dan memutarnya sehingga mengeluarkan puluhan senbin menyerang Naruto. Naruto melompat kesamping Kirinya langsung melemparkan dua buah suriken ditengah lompatan menghindari senbon Aoi. Dia kemudian menerapkan hansesal tiger sebelah tangan Kirinya
Suriken kage Bunshin no Jutsu
Dua suriken itu langsung menjadi puluhan surikan menyerang Aoi. Aoi melihat itu langsung menurunkan payungnya menahan semua serangan Naruto menutupi pandangannya kearah Naruto. Naruto hanya memberikan seringainya melihat Aoi melakukan kesalahan.
Trank
Trank
Suara pertemuan logam disertai kilatan percikan api akibat gesekan logam terlihat di payung Aoi. Sekitar 3 detik kemudian setelah Aoi memastikan tidak ada lagi suriken yang menyerangnya, dia mengangkat payungnya melihat kearah Naruto. Alangkah shoknya Aoi ketika ia tidak melihat posisi nauto lagi.
'Dimana dia? Atas, bawah. Kiri kanan?' Pikirnya mencari keberadaan Naruto
"Kau tau kan bertapa mudahnya untuk membunuhmu.. Aoi" suara mengagetkan Aoi yang berasal dari belakangnya. Dia merasakan sebuah benda tajam menyuntuh pinggngnya dan saat ia melirik, Naruto dalam pose membelakangi Aoi dengan jari kelungkingnya menodong Aoi.
"Kematian pertamamu" ucap Naruto santai. Aoi dengan cepat melompat kedepan menghindari Naruto dengan ekspresi penuh rasa kaget
'Ba-bagaimana dia bisa ada dibelakangku?' Pikir Aoi Shok menatap Naruto dari jarak 8 meter. 'Dia bukan orang biasa? Kecepatannya bahkan aku tidak sempat melihatnya' lanjut Aoi perlahan menatap Pemburu bergelar Crowno Sharingan itu. Naruto dalam slow motion perlahan memutar badannya menatap Aoi.
"Kau tau? Jika saja tadi Nuibariku maka kau sudah mati. Apa kau tau kini peredaan diantara kita?" Tanya Naruto menatap datar, penuh penghinaan untuk si Ninja pelarian itu.
"Tsk.. Dasar bocah sialan" gumam Aoi melompat dan langsung membuka payungnya kemudian memutarnya cepat
"Rasakan ini" teriak Aoi dengan keras.
Ratusan senbon menyerang kearah Naruto. Naruto hanya diam santai tanpa bergerak sedikitpun meskipun senbon senbon itu sudah mendekatinya sekitar 1 meter. Naruto hanya mengangkat tangan Kirinya dan menerapkan handesal tiger
Shunshin no Jutsu
Bisik Naruto pelan menghilang dengan kilatan petir meninggalkan hempasan angin disekitar tempatnya menghilang. Seluruh senbon Aoi hanya bisa menancap diatas tanah ketika Naruto sudah menghilang dari tempat sebelumnya ia berada. Mata Aoi langsung kembali menyebar kesegala ara mencoba melacak keberadaan Naruto.
"A-apa itu? Apa itu hiraisin? Tapi.. Sepertinya Shunshin no Jutsu" pikir Shok Aoi yang terus mencoba mencari letak keberadaan Naruto.
"Dua kali sudah kau mati jika aku mau" bisik Naruto pelan yang muncul dibelakang Aoi dengan menodongkan kembali jempol kanannya kearah pinggang Aoi. Aoi yang merasakan itu dengan cepat melompat kembali seperti pertama. Kali ini Naruto sempat menarik payung Aoi, melepaskannya dari genggaman Aoi.
"Aku dapat membunuhmu dengan mudah jika aku mau. Kau sebaiknya menyerah atau aku akan membunuhmu seperti yang aku lakukan pada bandit bandit itu." ucap gertak Naruto menatap dingin dari dalam topengnya.
Aoi menatap Naruto dengan tatapan penuh kebencian. Tidak pernah dalam sehari orang mengejeknya sebegitu banyaknya. Terlebih yang melakukannya adalah orang yang sama dan.. Bocah.
Darah Aoi seakan meluap keluar dari tubuhnya. Mendidih oleh api amarah dalam dirinya. Dia sungguh tidak than lagi dihina melepaskan KI setara Jounin sambil menatap horor kearah Naruto.
"Kau.. Tidak akan kuampuni.. Sekarang.. MATI" teriaknya Horor pada kata terakhir mati dan langsung melompat menyerang Naruto dengan Raijin no Ken ditangannya. Pedang itu langsung disabetkan miring diagonal menyayat dada Naruto.
Naruto menghindar dengan melangkah kesamping kanan dan memeringkan badannya sehingga tebasan itu hanya melewatinya. Aoi langsung berputar dan menendang kearah Naruto dengan menusuk kearah lerut Naruto. Naruto menangkisnya dengan tangan kanannya sementara tangan Kirinya berada dibelakang pinggangnya.
Aoi menyayat Naruto kembali namun Naruto masih bisa menghindar dengan melompat kebelakang. Aoi menyerang Naruto kembali dengan menikam kearaherut Naruto. Naruto melangkahkan kaki kanannya maju kearah 45 derajat sehingga tusukan Aoi lagi lagi meleset dan jarak mereka sangat dekat. Naruto mengangkat tangan Kirinya menangkap lengan Aoi yang memegang Raijin itu sedang kaki Kirinya diangkat memberikan lututnya kearah perut Aoi
"Uhuk"
Aoi terlempar kebelakang, terseret oleh tekanan yang Naruto berikan. Aoi tidak habis pikir, ia mengarahkan katananya ke Naruto, dan katana itu seperti memanjang, menyerang bocah itu. Dengan mudahnya Naruto menepis aliran Raijin no Ken berwarna kekuningan itu ke atas, seperti bukan apa-apa. Mata Aoi melebar melihat kemampuan andalannya bisa di patahkan semudah itu.
"Raijin no Ken adalah pedang legenda yang menggunaka chakra raiton sebagai sumber utama kekuatannya. semakin kuat raitonmu, maka semakin kuat pula kekuatan pedang itu." Jelas Naruto dengan kilatan cahaya petir yang kini mengalir di Nuibarinya.
"Ka-Kau..:" Gumam Aoi berdiri sempoyongan, memegangi perutnya yang sakit karena lutut Naruto itu.
"Elemen utamaku adalah petir, Petir yang sangat kuat..."Ungkap si Crow, menyabetkan katananya Vertikal dari bawah ke atas, memong udara di depannya.
Ryuujin "Gumam Naruto, seperti berbisik. Muncul kepala naga seukuran bola kaki, tekhnik kenJutsu yang selalu ia gunakan. Kepala Naga itu dengan cepat melesat ke arah Aoi.
si pencuri pedang itu melebarkan kedua matanya, terkejut karena kecepatan tekhnik itu. Ia mengangkat katanyanya, kemudian merentangkannya horizontal di dadanya, menahan tekhnik itu. Petir melawan petir, tentu saja akan seimbang. meskipun tubuhnya teerseret beberapa langkah kebelakang, Pedang itu berhasil menghentikan Jutsu itu.
"Hanya itu yang kau punya?" Tanya Aoi bermaksud mengejek Naruto. Bocah itu perlahan berdiri tegak, menatap lurus musuhnya.
"Sebenarnya aku tidak terlalu lihai dalam menggunakan Katana."Ucap Naruto. Ia perlahan mengangkat katana itu menempatkan pedang jarum itu di depan wajahnya. "Aku hanya menggunakan Kenjutsu untuk mengukur kemampuan lawanku" lanjutnya, lalu menyabetkan katana itu ke udara didepannya sampia akhirnya lurus ke bawah di samping kanannya.
"Apa kau berusaha untuk menghibur dirimu sendiri karena frustasi tidak bisa mengalahkanku?" Komen Aoi penuh percaya diri. Ia pun juga kembali berdiri kokoh, setelah tadi ia terpojok karena serangan Naruto.
Terdengar suara tawa tipis mengejek dari bocah itu. Aoi menyipitkan matanya, penasaran akan hal lucu apa sehingga membuat Crow no Sharingan bisa tertawa seperti itu. "Aku sudah menunjukkan padamu bahwa aku bisa membunuhmu kapanpun aku mau, Aoi. Namun sepertinya kau belum bisa melihat perbedaan kekuatan kita dengan jelas."
"Hah... kau bilang kalau kau bisa membunuhku beberapa kali, namun kau tidak bisa melakukannya. Kenyataannya aku masih bisa bertahan sampai sekarang bukan kerena kau yang membiarkanku, namun karena kau yang terlalu lemah untuk membunuhku" Komen Aoi tidak mengakui kenyataan yang telah terjadi.
"Baiklah kalau begitu" Gumam Naruto menggerakkan tangan Kirinya,dan melakukan heandseal tiger. Aoi waspada akan apa yang Naruto lakukan, waspada akan Jutsu yang akan di keluarkan oleh bocah itu. "Aku kan mengalahkanmu tanpa bergeak dari tempatku berdiri sekarang, dan tanpa menggunakan kedua tanganku" Lanjutnya.
POOOOFFF
Nuibari itu berubah menjadi gumpalan asap. menghilang dari tangan Naruto. Aoi sempat terkejut lalu menyeringai dalam kesenangan. "Kau akan menyesal mengatakan itu" Gumammnya.
"Datanglah Aoi.. Tunjukan apa yang kamu milki" Gumam bocah itu, perlahan melipat kedua tangan di depan dadanya.
Tentu saja Aoi tidak ingin membuang-buang kesempatan lagi, ia langsung berlari dan melompat, mengarahkan Raijin no Kennya ke dada Naruto. namun ada hal aneh yang terjadi, tiba-tiba saja tusukan katana itu harus berhenti, di tahan oleh sebuah skeleton putih berbentuk tulang rusuk di sekeliling tubuh Naruto.
"Ap-Apa yang..." gumam Aoi sangat terkejut melihat pertahanan itu. Ia kemudian mengangkat wajahnya dan langsung menatap ke dalam lubang mata topeng Crow. Sebuah aura Horor bisa ia rasakan dengan jelas saat itu.
Namun belum sempat ia terkejut, sebuah jari raksasa, berbentuk mekanik dengan ujung yang tajam langsung menembus bagian belakang sampai bagian perut Aoi. Mata Aoi melebar, ketika merasakan rasa sakit luat biasa seperti itu. Jari tengah tangan berukuran sebesar bayi itu sudah menembus tubuhnya, dan berlumuran darahnya sendiri.
"Paling tidak kau mati dengan kekuatan hebat yang mengeksekusimu" Gumam Naruto, mengangkat tubuh Aoi, menjadikan jari tangan Susano'onya sebagai penopang. Matanya kemudian menangakap pergerakan dari markas Gato, seseorang yang rupanya mengintip sejak tadi.
"Sekarang giliranmu, Kerdil" Gumam Naruto, menyudahi Susano'onya. Ia kemudian melangkah pelan ke arah tubuh Aoi, lalu mengambil Raijin no Ken yang masih ada dalam genggaman si Ninja pelarian itu. Ia menggerkakkan tangan Kirinya, mengeluarkan sebuah gulungan berukuran biasa. Ia kemudian mengambil kepala Aoi dan di masukan ke dalam gulungan itu, bersama dengan Raijin no Ken.
'Konoha pasti akan membayar mahal atas kepala ini' Pikirnya, meirik kembali ke arah markas utama Gato. Tidak membuang waktu, ia langsung menghilang via Shunshinnya dari tempat itu.
Rupanya sejak tadi ada dua sosok yang mengamati pertarungan Naruto, dua sosok yang bersembunyi di balik dedaunan pohon rimbun.
"He-Hebat..." Gumam Haku terkagum-kagum melihat pertarungan itu.
"Dia tidak akan menjadi Teror di dunia mata para ninja pelarian jika dia tidak memiliki kemampuan mengerikan. Kini aku tau kenapa ke empat pendekar pedang lainnya bisa di kalahkan olehnya."Komen Zabuza. "Sekarang kita ke markas Gato.. aku yakin kalau ia telah menyadai keberadaan kita" Lanjutnya. Haku mengangguk setuju, kemudian melompat ke atas tanah dan melangkah ke arah markas Gato.
.
Dalam markas Gato.
Terlihat si kerdil yang mengenkan tuxedo hitam tengah berbenah dengan cepat, memasukkan berkas dan beberapa tumpukuang ke dalam sebuah koper di atas meja kerjanya. Ia terlihat sangat buru-buru dengan keringat bercucuran dari tubuhnya, sangat ketakutan.
"Kau terlihat sangat tergesa-gesa, Gato" Suara Naruto terdengar bagaikan petir yang menyambar si pengusaha itu. Ia langsung berhenti bergerak, lalu perlahan menggerakan wajahnya ke asal suara.
"C-Crow.. Sa-Sama..." Gumamnya gemetar ketakutan, mendapati Naruto sudah berada di jendela, duduk dengn santainya di sana.
"Kenapa kau melanggar aturan yang kuberikan?" Tanya Naruto datar.
EKspresi Gato kembali berubah semakin takut pada sosok Crow No Sharingan itu. Tubuhnya gemetar, tidak tau apa ia akan kabur atau hanya berdiri di sana, menghadapi teror si Pemburu. "Ta-Tapi.. aku tidak pernah melanggar aturan anda.. Ak-aku tidak pernah menjalankan bisnis di negara api" Ungkap si Kerdil membela diri.
"Sungguh" Komen Naruto, menatap Gato sangat tajam dari balik topengnya. Gato langsung menelan ludahnya ketakutan. "Lalu bagaimana dengan bisnis kasinomu di Tanzaku Gai? Bagaimana bisnis rumah bordirmu di sana?" tanya Naruto.
Gato langsung berlutut dan melangkah menggunakan lututnya ke depan Naruto. "Ma-Maafkan aku Crow sama.. Aku akan melakukan apapun agar kau tidak membunuhku.. maafkan aku.." Rengek sosok itu bersujud menyembah-nyembah di hadapan Naruto.
Terihat secarik kertas berhologram di jatuhkan di depan wajah Gato. "Tanda tangani berkas itu dan kau tidak akan aku bunuh" Ungkap Naruto dingin.
Dengan cepatnya Gato mengambil kertas itu, lalu menandatanganinya tanpa membacanya terlebih dahulu. Ia kemudian mengangakat kertas itu, menyerahkannya ke Naruto seperti seorang ajudan menyerahkan barang ke rajanya.
"Aku tidak menyangka kalau Seorang seterkenal dirimu mau menerima sogokan seperti itu" Suara Zabuza terdengar dari balik pintu ruangan itu. "Ternyata kau juga bisa melepaskan targetmu dengan bayaran yang setimpal"
"Siapa yang bilang kalau aku akan melepaskannya?" Ucap Naruto, mengambil kertas yang di beriakn Gato, sambil berdiri.
"Ta-tapi bukannya tadi kau bilang tidak akan membunuhku jika aku menanda tangani itu?" Ungkap Gato sangat ketakutan.
"Ako memang tidak akan membunuhmu," Ucap Naruto mengeluarkan sebuah gulungan pada tangan Kirinya. "Tapi aku tidak pernah bilang akan menjamin keselaatanmu" Lanjutnya dan langsung menyegel tubuh kerdil itu ke dalam gulungan kosong.
Naruto memasukkan kembali gulungannya ke dalam jubahnya, lalu berbalik menatap Haku dan Gato yang ada di belakangnya. "Jadi.. Zabuza, Haku.. kurasa kita sudah bisa mulai ke bisnis kita."
.
T/B/C
Sorry banyak typo, Leave review
