Berlari dan terus berlari sejauh yang ia bisa itulah yang kini ada di dalam pikiran Jaejoong, ia harus bisa bebas dari namja yang sudah membelenggunya selama beberapa bulan ini. Jaejoong tak ingin usaha pelariannya yang bahkan harus merelakan adik-adiknya jadi sia-sia, dalam pikiran Jaejoong kini hanya ada rasa ingin bebas saja. Jaejoong terus berlari di dalam gelapnya hutan, tak di hiraukannya suara-suara aneh di belakangnya yang sejak tadi terus mengikutinya. Bahkan ia seakan lupa dimana Heechul saat ini, Jaejoong terlalu takut untuk sekedar menolehkan kepalanya kebelakang, ia takut saat ia menandang kebelakang sosok namja itu tetap berada di depannya.

_o0o_

Title: Seme Island

Author: Bluedevil9293.

Part: 24 / ?

Rated: T.

Cast:

Seme….

Jung Yunho, 24 tahun.

Hangeng, 23 tahun.

Choi Siwon, 22 tahun.

Zhoumi, 21 tahun.

Lee Jinki, 20 tahun.

Uke…..

Kim Jaejoong, 23 tahun.

Kim Heechul, 22 tahun.

Kim Kibum, 21 tahun.

Kim Key Bum, 20 tahun.

Henry Lau, 19 tahun.

Genre: Romance, Drama, Mystery, Fantasy.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.

Disclaimer: Seme Island Belong to Dean Choi & Dylan Choi.

Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?

_o0o_ Escape _o0o_

Author Pov…

"Huh… Huh… Huh…" Deru nafas tak beraturan Jaejoong terdengar jelas, entah sudah sejauh apa ia terus berlari sejak tadi. Ia hanya ingin bebas dari belenggu Yunho selama ini. Jaejoong yang terlalu lelah berlari pun menghentikan langkahnya, ia bersandar ke sebuah pohon besar dan mencoba mengatur nafasnya sambil tetap memasang penglihtan dan pendengarannya. Ia tak mau tiba-tiba di sergap Yunho di saat ia sedang beristirahat seperti saat ini.

"Ini dimana? Aku tak mengingat pernah melewati daerah ini sebelumnya." Ucap Jaejoong sambil menolehkan pandangannya ke sekitar. Dimana-mana terlihat pohon-pohon besar menjulang tinggi keangkasa dengan dahan dan daun-daun mereka yang lebat.

"Heechul? Dimana dia?" Panik Jaejoong yang tersadar dengan hilangnya Heechul. Sudah sejak keluar dari wilayah istana ia berpisah dengan Heechul yang terlebih dahulu masuk ke hutan tapi baru sekarang ia menyadarinya.

Jaejoong kembali berjalan menyusuri hutan mencoba mencari dimana sosok Heechul kini berada, Jaejoong tak berani berteriak menanggil nama sang adik, dia tak ingin mengambil resiko besar di temukan Yunho dengan cepat. Suasana hutan yang gelap padahal waktu masih siang hari di tambah dengan suara-suara hewan-hewan penghuni hutan rimba tadi membuat Jaejoong sedikit takut. Tak jarang ia menolehkan pandangannya kesana kemari hanya untuk memastikan keadaan sekitarnya aman atau untuk mencari keberadaan Heechul.

"Apa kau tak lelah terus kabur? Adik-adikmu saja sudah kembali kepada suami mereka masing-masing. Tidakkah kau juga ingin kembali padaku?" tanya sebuah suara berat yang Jaejoong kenali itu suara Yunho. Jaejoong mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya mencoba mencari dimana Yunho kini berada tapi sayangnya ia tak juga menemukan keberadaan Yunho.

"Kau! Dimana kau berada?" Tanya Jaejoong dengan nada tinggi yang bergetar, ia sangat takut saat ini. Yunho tak kunjung menunjukan dirinya, Jaejoong segera berlari menjauhi tempat tadi secepat yang ia bisa.

Beberapa saat berlari Jaejoong mulai merasa lelah kembali, ia kembali berhenti dan mengatur nafasnya. Sedikit pun Jaejoong tak melepaskan kewaspadaannya. Ia tak bisa meremehkan Yunho sedikit pun, buktinya saja sudah sejauh ini ia berlari namja tampan tadi tetap saja bisa menemukannya.

"Kau lelah? Tak sanggu berlari lagi?" Terdengar suara Yunho bertanya. Jaejoong ketakutan, ia mencoba mencari dimana sosok Yunho saat ini berada.

"Dimana kau! Jangan bermain-main denganku. Cepat tunjukan sosokmu ini!" Ucap jaejoong sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling tempat ia berada saat ini.

"Ah, kau ingin melihatku? Kau merindukanku aniya? Baru saja kau mencoba lari dariku tapi sekarang kau sudah merindukanku saja. Bagaimana kalau kau terus berlari dan aku tak menemukanku? Bisa-bisa kau mati karena terlalu merindukanku." Ucap Yunho lagi dengan nada santai yang mengejek membuat Jaejoong kesal.

"Jangan bersembunyi lagi brengsek! Tunjukan wujudmu sekarang juga!" Kesal Jaejoong, terdengar kekehan lantang Yunho yang membuat Jaejoong merinding.

"Ternyata kau benar-benar merindukanku ya Chagya," Balas Yunho, Jaejoong masih mencoba mencari keberadaan Yunho, "Aku di atas sini manis," Ucap Yunho santai, Jaejoong menegadahkan wajahnya menatap satu demi satu dahan-dahan pohon mencoba menemukan Yunho hingga akhirnya ia bisa melihat sosok tegap namja tampan tadi yang dengan santainya menyenderkan tubuhnya di batang pohon. Jaejoong terdiam, tubuhnya terasa berat saat ia melihat senyuman atau lebih tetapnya seringai di bibir Yunho, "Kau takut melihatku manis?" tanya Yunho, Jaejoong memundurkan langkahnya lalu dengan cepat kembali berlari menjauhi Yunho.

"Kau mau lari kemana lagi? Tidakkah kau merasa lelah terus berlari dariku?" Suara-suara Yunho terus terdengar bagaikan terror bagi Jaejoong yang ketakutan.

"Pergi! Biarkan aku sendiri disini. Pergi!" Ucap Jaejoong yang terus berlari.

"Kau menyuruhku pergi? Kau nakal juga ya Boojae, haruskah aku menghukummu?" Tanya Yunho semakin membuat Jaejoong ketakutan.

"Aniya, pergi! Pergilah! Jauhi aku!" Ucap Jaejoong katakutan, air mata mengaliri wajah putihnya.

"Sepertinya kau benar-benar ingin ku hukum ya." Ucap Yunho yang tiba-tiba memunculkan dirinya tetap di depan Jaejoong membuat sang namja cantik berteriak keras antara kaget dan juga takut. Yunho menyeringai saat Jaejoong kembali berlari menjauhinya, Jaejoong benar-benar ketakutan sekarang. Yunho terlihat seperti hantu yang sangat menyeramkan bagi Jaejoong.

Jaejoong terus berlari dengan sisa tenaga yang ia punya, di belakangnya Yunho dengan santai berjalan mengejar Jaejoong yang ketakutan. Jaejoong berlari tanpa melihat arah langkahnya dan tanpa sadar kakinya membawa ia menuju ke sebuah tebing terjal yang di bawahnya terdapat banyak batu-batu besar. Siapa saja yang terjatuh kesana sudah bisa di pastikan tak akan selamat.

"Aaarrgghhhttt!" Teriak Jaejoong takut saat ia kaget melihat tebing tadi, hampir saja ia terjatuh ke dasar tebing kalau saja Yunho tak langsung meraih tubuhnya dan mendekapnya erat.

"Hampir saja, kau ini benar-benar nakal ne," Ucap Yunho berbisik di telinga Jaejoong. Jaejoong yang tadi memejamkan matanya perlahan membuka kedua matanya yang tertutup itu. Jaejoong langsung berusaha melepaskan dekapan Yunho saat ia sadar tengah di peluk namja tampan tadi, "Sudah cukup bermain-mainnya Boojae, aku bisa sangat kesal kalau kau terus bertingkah." Ucap Yunho yang semakin erat mendekap tubuh Jaejoong. Tubuh Yunho dan Jaejoong menghilang dengan tiba-tiba dan kembali muncul di sebuah lorong panjang di dalam istana. Jaejoong masih memberontakan dirinya dalam dekapan Yunho dengan sia-sia.

_o0o_

Author Pov…

Cekrek…

Pintu ruangan besar itu terbuka masuklah Yunho sambil menyeret Jaejoong yang terus memberontakan dirinya. Di dalam ruangan tadi terdapat ketiga adik Yunho yang menatapnya dengan pandangan yang berbeda-beda. Siwon yang saat itu tengah menangku Kibum yang belum juga sadarkan diri meletakkan tubuh istrinya tadi di sofa. Siwon menatap tajam Jaejoong membuat sang namja cantik ketakutan.

Bugh!

Tubuh Jaejoong terpental dan menabrak dinding di belakannya saat sebuah cahaya berwarna biru menerpa tubuhnya, cahaya biru yang berasa dari Siwon. Semua orang di dalam itu menatap terkejut kearah Jaejoong dan Siwon terutama Yunho yang tak mengira Siwon akan melayangkan pukulannya pada Jaejoong.

"Kurang ajar, apa yang kau lakukan!" Maki Yunho marah apa lagi saat melihat Jaejoong langsung tak sadarkan diri setelah terkena pukulan dari adiknya tadi.

Bugh!

Cahaya berwarna merah menyelubungi tubuh Siwon lalu membanting tubuh namja tampan tadi hingga punggung menabrak lemari yang langsung rusak begitu saja. Siwon tampak memuntahkan banyak darah setelah mendapat pukulan dari Yunho tadi.

"Hentikan! Apa yang kalian lakukan." Lerai Hangeng yang langsung menahan Yunho yang tampak akan mengunakan kekuatannya lagi untuk menghajar Siwon.

"Lepaskan aku Han, biarku hajar dia." Ucap Yunho marah dan berusaha lepas dari Hangeng yang menghalanginya.

"Percuma kau menghajarnya sampai mati sekali pun." Balas Hangeng yang mencoba menengangkan Yunho. Yunho terdiam, wajahnya memerah dengan urat-urat yang menyembul di sekitar lehernya pertandai ia benar-benar dalam keadaan marah besar saat ini. Yunho masih menatap tajam kearah Siwon yang kini tampak di tolong Zhoumi untuk berdiri, beberapa kali terlihat Siwon yang memuntahkan darah lagi. Tampaknya Siwon mendapatkan luka dalam akibat pukulan Yunho.

"Sudahlah hyung, kau tak kasihan pada Siwon hyung. Dia juga adikmu, kau ingat itu bukan?" Tanya Zhoumi mencoba membuat Yunho tenang.

"Kau dengar itu bukan? Dia masih adikmu Hyung." Bisik Hangeng pelan. Yunho memejamkan matanya, mengepalkan kedua tangannya erat lalu menghela nafasnya. Hangeng tersenyum senang saat Yunho menepis tangannya dan tampak tak perduli lagi pada Siwon. Yunho menghampiri tubuh Jaejoong yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai. Di angkatnya tubuh sang istri dan di baringkannya di sebuah sofa kosong.

"Apa yang terjadi di sini?" tanya sebuah suara familiar. Yunho, Hangeng, Siwon dan Zhoumi langsung menolehkan pandangan mereka kearah pintu yang terbuka di sana mereka bisa melihat sosok keempat umma mereka bersama sang appa dan Onew yang menatap tak percaya dengan apa yang sudah terjadi di dalam ruangan tadi sebelum mereka datang.

"Umma…" Ucap mereka berempat lirih, Ji Yong masuk ke dalam ruangan mendahului suami dan selir-selirnya.

"Umma ini…" Hangeng tampak hendak menjelaskan apa yang terjadi pada Ji Yong.

"Kau tak perlu menjelaskan apa yang terjadi di sini, aku bisa mengetahui semuanya dengan mudah." Potong Ji Yong yang berjalan mendekati Yunho.

Plak!

Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Yunho, Ji Yong baru saja menamparnya membuat ia terdiam dan menatap sang umma heran.

"Umma kenapa…"

"Itu hadiah untuk kebodohanmu yang sudah melukai adikmu sendiri." Potong Ji Yong membuat Yunho tak percaya umma kandungnya membela Siwon dari pada dirinya.

"Tapi Umma…"

"Umma tahu Siwon yang memulai semua dengan melukai Jaejoong," potong Ji Yong lagi sambil melirik kearah Jaejoong yang pingsan. Siwon Cuma bisa terdiam di papah Zhoumi, sedikit pun ia tak bersorak gembira saat Ji Yong yang terlihat membelanya, "Kau tak perlu membalas Siwon dengan melukainya juga." Sambung Ji Yong pada Yunho yang Cuma bisa terdiam kesal.

"Mianhae umma." Ucap Yunho pelan, dalam hati ia sangat kesal. Ji Yong tak merespon Yunho lagi, ia berjalan mendekati Siwon yang yang sedang di papah Zhoumi.

Plak!

Ji Yong menampar Siwon juga membuat sudut bibirnya kembali mengeluarkan darah. Hangeng dan Zhoumi tampak kaget melihat sang umma memukul kedua saudaranya.

"Kau tahu bukan Jaejoong itu masih manusia biasa bukan seperti kita?" tanya Ji Yong pada Siwon yang hanya di jawab dengan anggukan kepala pelan, "Lalu kenapa kau mengunakan kekuatanmu untuk melukai mereka?" tanya Ji Yong lagi.

"Mianhae umma, aku terlalu kesal." Jawab Siwon seraya menundukan wajahnya tak berani menatap kearah sang umma.

"Kalau umma sedang kesal apa umma boleh menghajarmu dengan seluruh kekuatan umma?" tanya Ji Yong pada Siwon lagi.

"Tapi umma dia yang sudah melukai Ki… Mianhae umma." Balas Siwon yang tak jadi melanjutkan perkataannya saat Ji Yong menatapnya tajam.

"Jangan ulangi lagi," Ucap Ji Yong pada Siwon yang langsung di angguki sang anak, "Dan cepatlah kalian berbaikan kalau kalian tak ingin melihatku murka." Sambung Ji Yong, Siwon dan Yunho tampak menganggukan kepalanya pelan. Setelahnya Ji Yong langsung beranjak mendekati ranjang dimana Henry dan Key terbaring tak sadarkan diri, namja cantik tadi tampak sedang memeriksa keadaan salah satu istri dari anaknya itu.

"Wonnie-ah, kemarilah. Biar umma obati lukamu, sepertinya kau terkena luka dalam." Ucap Taeyang yang langsung menghampiri Siwon dan memapahnya menuju ke sebuah kursi di dekat jendela kamar. Siwon hanya menurut, dia bahkan hanya diam saja saat umma kandungnya itu mulai mengobati luka dalamnya. Yunho yang terdiam di tempatnya menatap kearah Siwon, Siwon pun membalas tatapan itu. Secara tak langsung Yunho meninta maaf dengan tatapannya tadi dan Siwon pun membalasnya dengan anggukan kepala pelan.

"Umma bagaimana keadaan Henry? Sejak tadi dia terus kesakitan, energy-ku tak bisa menghilangkan rasa sakitnya itu. Bahkan saat Siwon hyung membagikan energy-nya pun tampaknya tubuh Henry menolaknya." Jelas Zhoumi dengan sedikit bertanya pada Ji Yong yang baru saja memeriksa keadaan Henry dan Key. Ji Yong tak menjawab pertanyaan sang anak ia mencoba melirik kearah Daesung dan Seungri yang juga baru selesai memeriksa keadaan menantunya yang lain. Ji Yong menghela nafas panjang saat melihat ke dua selirnya tadi menganggukan kepala mereka pelan.

"Siapkan sebuah ruangan dengan lima buah ranjang di dalamnya, dan aku mau semua di siapkan dengan cepat." Perintah Ji Yong pada anak-anaknya.

"Tapi untuk apa umma? Apa keadaan mereka parah?" tanya Hangeng.

"Jangan banyak bertanya dulu, cepat laksakan saja apa yang umma perintahkan," Ujar Ji Yong yang langsung di angguki oleh keempat anaknya. Yunho, Hangeng, Zhoumi dan Onew pun dengan cepat meningglkan ruangan tadi untuk menyaipkan ruangan yang Ji Yong pinta. Sepeninggalan keempat anaknya, Ji Yong menghampiri Siwon yang tengah di kelilingi oleh ketiga umma-nya yang lain, "Kau merasa baikan?" tanya Ji Yong yang berdiri di depan Siwon.

"Ne umma, sudah lebih baik. Rasa sakitnya sedikit mengurang." Balas Siwon sambil mencoba menyungingkan sebuah senyuman di bibirnya.

"Kau ini benar-benar bodoh," Ucap Ji Yong menoyor kepala Siwon membuat sang anak tersenyum tipis, "Jangan tersenyum seperti itu, apa kau tak merasa bersalah sedikit pun?" tanya Ji Yong sambil menatap tajam Siwon membuat Siwon terdiam sambil menundukan kepalanya.

"Jangan menyalahkannya terus seperti itu, apa kalian tak kasihan pada anakku yang tampan itu?" tanya Seung Hyun pada istrinya, "Kalau kalian masih kesal padanya hajar saja dia." Sambung Seung Hyun lagi membuat Siwon membulatkan matanya.

"Appa, aku ini anakmu." Protes Siwon.

"Kau memang anakku, siapa bilang kau anak orang lain?" tanya Seung Hyun santai membuat keempat istrinya tertawa melihat raut wajah lucu Siwon akibat ulah sang appa.

_o0o_ To Be Continue _o0o_

Date: 20 November 2012, 07.21 PM.