Untuk mencari kehidupan baru, dan J. K. Rowling!

Catatan: Karena sains di dalam cerita ini biasanya benar sepenuhnya, aku sertakan peringatan bahwa dalam Bab 22-25 Harry mengabaikan banyak kemungkinan, yang paling penting adalah bahwa terdapat banyak gen magis tapi mereka semua ada pada satu kromosom (yang tak akan terjadi dengan alami, tapi kromosomnya mungkin sudah direkayasa). Dalam kasus ini, pola pewarisannya akan berupa Mendelian, tapi kromosom magis masih bisa terdegradasi oleh persilangan kromosom dengan homolog nonmagisnya. (Harry sudah membaca tentang Mendel dan kromosom di dalam buku-buku sejarah sains, tapi dia tidak cukup mempelajari genetika nyata untuk mengetahui tentang persilangan kromosom. Hey, dia baru sebelas tahun.) Bagaimanapun juga, biarpun jurnal sains modern akan menemukan lebih banyak hal untuk dipermasalahkan, semua yang Harry sajikan sebagai bukti kuat adalah kenyataannya memang suatu bukti kuat–kemungkinan yang lain adalah teramat kecil.


Babak 2:

(Matahari bersinar dengan cemerlang ke dalam Aula Besar dari langit-langit yang dimantrai di atas, menerangi para murid saat mereka duduk di bawah langit terbuka, gemerlapan di piring dan mangkok mereka, setelah, disegarkan oleh tidur malam, mereka menghirup sarapan dalam persiapan untuk apa pun rencana yang mereka buat untuk hari Minggu mereka.)

Jadi. Hanya ada satu hal yang membuatmu menjadi penyihir.

Itu tidak mengejutkan, ketika kau memikirkannya. Apa yang DNA lakukan sebagian besar adalah memberi tahu ribosom bagaimana mengaitkan beberapa asam amino menjadi protein. Fisika konvensional sepertinya cukup mampu untuk menjelaskan asam amino, dan tak peduli berapa banyak asam amino yang kamu rangkai, fisika konvensional mengatakan kau tidak akan, tidak akan pernah memperoleh sihir darinya.

Dan tetap sihir sepertinya termasuk dalam pewarisan, mengikuti DNA.

Kalau begitu itu mungkin bukan karena DNA yang merangkai beberapa asam amino nonmagis ke dalam protein yang magis.

Malah urutan DNA kuncinya tidak, dalam dirinya sendiri, memberimu sihirmu sama sekali.

Sihir datang dari sesuatu yang lain.

(Di meja Ravenclaw ada satu bocah yang menerawang ke ruang kosong, saat tangan kanannya dengan otomatis menyuapi beberapa makanan tak penting ke mulutnya dari apa pun yang ada di depannya. Kau mungkin bisa menggantikannya dengan tumpukan lumpur dan dia tak akan memperhatikan.)

Dan untuk alasan tertentu suatu Sumber Sihir memberi perhatian pada suatu penanda DNA tertentu di antara individu yang merupakan manusia keturunan-kera biasa dalam hal apa pun.

(Sebenarnya ada cukup banyak anak laki-laki dan perempuan menerawang ke ruang kosong. Ini memang meja Ravenclaw, bagaimanapun juga.)

Ada garis logika lain yang menuju ke kesimpulan yang sama. Permesinan kompleks akan selalu universal di dalam spesies yang berreproduksi secara seksual. Jika gen B bergantung pada gen A, maka A harus memiliki kegunaan sendiri, dan meningkat sampai nyaris-universal di dalam kolam gen sendiri, sebelum B bisa cukup sering berguna untuk memberi keuntungan kesesuaian. Kemudian begitu B sudah universal kau akan memperoleh varian A* yang bergantung pada B, dan kemudian C yang bergantung pada A* dan B kemudian B* yang bergantung pada C, sampai seluruh mesin akan runtuh jika kau menghilangkan satu bagian. Tapi itu semua harus terjadi secara bertahap–evolusi tak pernah melihat ke depan, evolusi tak akan pernah mendukung B dalam persiapan untuk A menjadi universal nantinya. Evolusi adalah fakta historis sederhana bahwa, organisme apa pun yang memang benar memiliki anak paling banyak, gen merekalah yang akan lebih sering terdapat pada generasi selanjutnya. Jadi tiap bagian dari suatu mesin kompleks harus menjadi nyaris universal sebelum bagian lain di dalam mesin berevolusi untuk bergantung pada kehadirannya.

Jadi permesinan kompleks, saling bergantung, mesin protein rumit yang mengantarkan kehidupan, akan selalu universal di dalam spesies yang berreproduksi secara seksual–kecuali untuk sekelompok kecil varian non-saling-bergantung yang dipilih di waktu tertentu, saat kekompleksan lebih jauh dengan perlahan dijabarkan. Itulah kenapa seluruh manusia memiliki rancangan otak yang sama, emosi yang sama, ekspresi wajah yang sama yang terhubung pada emosi-emosi tersebut; adaptasi itu memang kompleks, jadi mereka haruslah universal.

Jika sihir memang seperti itu, suatu adaptasi kompleks yang besar dengan banyak gen-gen yang diperlukan, maka seorang penyihir kawin dengan seorang Muggle akan menghasilkan seorang anak dengan hanya setengah dari bagian-bagian itu dan setengah mesin tidak akan melakukan banyak. Dan dengan demikian tidak akan ada Muggleborn, selamanya. Bahkan jika seluruh bagian sudah secara sendiri-sendiri masuk ke dalam kolam gen Muggle, mereka tak akan pernah tersusun kembali sepenuhnya pada satu tempat untuk membentuk seorang penyihir.

Tidak pernah ada bukit manusia yang terisolir secara genetik yang tersandung pada jalur evolusi yang menuju pada bagian magis rumit dari otak. Permesinan kompleks genetis itu, jika para penyihir kawin silang dengan Muggle, tak akan pernah tersusun kembali menjadi Muggleborn.

Jadi bagaimanapun genmu menjadikanmu seorang penyihir, itu bukanlah dengan memuat cetak biru untuk permesinan yang rumit.

Itu adalah alasan lain Harry menebak pola Mendelian akan ada di sana. Jika gen magis tidak rumit, kenapa ada lebih dari satu?

Dan tetap sihir itu sendiri sepertinya cukup rumit. Suatu Mantra pengunci pintu akan mencegah pintu dari terbuka dan mencegahmu dari melakukan Transfigurasi atas engselnya dan menolak Finite Incantatem dan Alohomora. Banyak elemen seluruhnya menunjuk kepada satu arah: kau bisa menyebutnya suatu orientasi-tujuan, atau dalam bahasa yang lebih sederhana, bertujuan.

Hanya ada dua penyebab yang dikenal atas kompleksitas bertujuan. Seleksi alami, yang menghasilkan hal-hal seperti kupu-kupu. Dan teknik mesin cerdas, yang menghasilkan hal-hal seperti mobil.

Sihir seolah tidak seperti sesuatu yang sudah membentuk dirinya sendiri ke dalam eksistensi. Mantra memang dengan sengaja dibuat rumit, tapi bukan, seperti seekor kupu-kupu, rumit untuk tujuan membuat salinan dari mereka sendiri. Mantra rumit untuk tujuan melayani penggunanya, seperti sebuah mobil.

Beberapa teknisi cerdas, kalau begitu, sudah membuat Sumber Sihir, dan memerintahkannya untuk memberi perhatian pada suatu tanda DNA yang khusus.

Pikiran jelas selanjutnya adalah bahwa ini ada hubungannya dengan "Atlantis".

Harry sudah bertanya kepada Hermione tentang yang tadi–di kereta menuju Hogwarts setelah mendengar Draco mengatakannya–dan sejauh yang dia tahu, tak ada lagi yang diketahui lebih daripada kata itu sendiri.

Itu mungkin adalah murni legenda. Tapi itu juga cukup masuk akal kalau suatu peradaban berisi para pengguna-sihir, khususnya yang berasal sebelum Interdict of Merlin, bisa saja akhirnya meledakkan diri mereka sendiri.

Garis argumennya berlanjut: Atlantis merupakan suatu peradaban terisolir yang entah bagaimana membawa suatu Sumber Sihir, dan memerintahkannya hanya melayani orang-orang dengan penanda genetis Atlantean, darah Atlantis.

Dan dengan logika yang sama: Kata-kata yang seorang penyihir katakan, gerakan tongkat sihir, semua itu tidak cukup rumit secara sendirian untuk membentuk efek mantra dari tidak ada–tidak dalam hal bahwa tiga milyar pasangan dasar dari DNA manusia memang benar-benar cukup rumit untuk membentuk suatu tubuh manusia dari tidak ada, tidak dalam hal program komputer membutuhkan ribuan byte data.

Jadi kata-kata dan gerakan tongkat sihir hanyalah pemicu, tuas yang ditarik pada suatu mesin tersembunyi dan lebih kompleks. Tombol, bukannya cetak biru.

Dan sama seperti program komputer tidak akan ter-compile jika kamu membuat satu kesalahan penulisan, Sumber Sihir tidak akan meresponmu kecuali kau melemparkan mantramu dengan cara yang tepat benar.

Rangkaian logikanya memang tak terelakkan.

Dan itu mengarah tanpa bisa dihindari kepada satu kesimpulan akhir.

Para leluhur kuno dari para penyihir, ribuan tahun sebelumnya, sudah memerintahkan Sumber Sihir untuk hanya membuat benda-benda melayang jika kau mengatakan ...

'Wingardium Leviosa.'

Harry terpuruk di meja sarapan, menyandarkan keningnya dengan letih pada tangan kanannya.

Ada satu cerita dari hari-hari awal Kecerdasan Buatan–dahulu ketika mereka baru memulai dan tak ada seorang pun yang menyadari kalau masalahnya akan sukar–tentang seorang profesor yang mendelegasikan salah satu dari mahasiswa pascasarjananya untuk memecahkan masalah visi komputer.

Harry mulai memahami bagaimana perasaan mahasiswa pascasarjana itu.

Ini akan memerlukan waktu.

Kenapa membutuhkan usaha lebih untuk melemparkan mantra Alohomora, jika itu hanya seperti menekan satu tombol?

Siapa yang cukup bodoh untuk membentuk suatu mantra untuk Avada Kedavra yang hanya bisa dilemparkan memakai kebencian?

Kenapa Transfigurasi tanpa kata memerlukanmu untuk membuat pemisahan batin total antara konsep bentuk dan konsep material?

Harry mungkin akan belum selesai dengan masalah ini saat dia lulus dari Hogwarts. Dia mungkin masih berusaha menyelesaikan masalah ini ketika dia tiga puluh tahun. Hermione memang benar, Harry tak menyadarinya pada tingkat insting sebelumnya. Dia baru saja memberi pidato inspiratif tentang determinasi.

Pikiran Harry sesaat mempertimbangkan untuk menerima pada tingkat insting kalau dia mungkin tak akan memecahkan masalah ini sama sekali, kemudian memutuskan bahwa itu membawa permasalahannya terlalu jauh.

Lagipula, selama dia bisa memperoleh paling tidak sampai keabadian di beberapa dekade pertama, dia akan baik-baik saja.

Metode apa yang Pangeran Kegelapan gunakan? Kalau dipikir kembali, kenyataan bahwa sang Pangeran Kegelapan entah bagaimana berhasil selamat dari kematian tubuh pertamanya nyaris tak terhingga lebih penting daripada kenyataan bahwa dia mencoba mengambil alih Inggris sihir–

"Permisi," kata suara yang sudah diharapkan dari belakangnya dalam nada yang sama sekali tak terduga. "Sesuai kenyamanan anda, Tn. Malfoy meminta kesediaan anda untuk berbincang-bincang."

Harry tidak tersedak pada sereal sarapannya. Sebaliknya dia berputar dan melihat Tn. Crabbe.

"Permisi," kata Harry. "Bukannya maksudmu 'Si bos pengen ngomong ma lo'?"

Tn. Crabbe tak terlihat senang. "Tn. Malfoy memerintahkanku untuk berbicara dengan benar."

"Aku tak bisa mendengarmu," kata Harry. "Kau tak berbicara dengan benar." Dia berbalik lagi ke mangkok butiran salju kristal biru dan dengan sengaja memakan satu sendok lagi.

"Si bos pengen ngomong sama lo," datang suara mengancam dari belakangnya. "Lo mending ktemu ma dia klo lo mau aman."

Nah. Sekarang semua berjalan sesuai rencana.


Babak 1:

"Alasan?" kata sang penyihir tua. Dia menahan amarahnya dari wajahnya. Bocah di hadapannya adalah korbannya, dan jelas tak perlu merasa ketakutan lebih jauh. "Tidak ada yang bisa jadi alasan–"

"Apa yang kulakukan terhadapnya jauh lebih buruk."

Si penyihir tua terpaku dalam kengerian seketika. "Harry, apa yang sudah kau lakukan?"

"Aku mengelabui Draco supaya mempercayai kalau aku mengelabuinya untuk ikut dalam suatu ritual yang akan mengorbankan kepercayaannya dalam darah murnisme. Dan itu artinya dia tak bisa lagi menjadi seorang Pelahap Maut ketika dia dewasa. Dia sudah kehilangan segalanya, Kepala Sekolah."

Ada diam yang panjang di dalam kantor, dipecahkan hanya oleh hembusan dan siulan kecil dari benda-benda aneh, yang setelah cukup banyak waktu akhirnya seperti kesunyian.

"Wah wah," kata si penyihir tua, "Aku jelas merasa bodoh. Dan di sini aku mengira kalau kamu akan mencoba menebus keturunan Malfoy dengan, sebut saja, menunjukkannya kebaikan dan persahabatan sejati."

"Ha! Yeah, seolah yang semacam itu akan berhasil."

Si Penyihir tua mendesah. Ini jelas membawa masalah terlalu jauh. "Katakan padaku, Harry. Apakah bahkan pernah terpikir olehmu kalau ada sesuatu yang tak kongruen tentang melakukan penebusan atas seseorang memakai kebohongan dan tipu muslihat?"

"Aku melakukannya tanpa mengatakan kebohongan secara langsung, dan karena kita membicarakan tentang Draco Malfoy di sini, aku pikir kata yang anda cari adalah kongruen." Si bocah terlihat cukup pongah.

Si penyihir tua menggelengkan kepalanya putus asa. "Dan inilah pahlawannya. Kita sudah ditakdirkan binasa."


Babak 5:

Lorong batu kasar panjang, sempit, tak diterangi kecuali oleh satu tongkat sihir bocah, seolah-olah memanjang sampai bermil-mil.

Alasan untuk ini adalah sederhana: Ini memang memanjang sampai bermil-mil.

Waktunya adalah pukul tiga di pagi hari, dan Fred dan George mulai jalan panjang menyusuri jalur rahasia yang mengarah dari satu patung penyihir bermata satu di Hogwarts, kepada ruang bawah tanah toko permen Honeydukes di Hogsmeade.

"Bagaimana keadaannya?" kata Fred dalam suara rendah.

(Bukannya ada orang yang akan mendengarkan, tapi ada sesuatu yang janggal tentang berbicara dalam suara normal ketika kamu melewati suatu jalan rahasia.)

"Masih belum jelas," kata George.

"Keduanya, atau–"

"Berselang salah satunya jadi baik dengan sendirinya. Yang lain tetap sama."

Peta itu adalah suatu artefak yang luar biasa kuat, mampu untuk melacak tiap makhluk yang memiliki kecerdasan di tanah sekolah, dalam waktu nyata, dengan nama. Hampir pasti, itu diciptakan selama pendirian awal Hogwarts. Adalah tak baik kalau kesalahan mulai muncul. Kemungkinannya adalah bahwa tak ada seorang pun kecuali Dumbledore yang bisa memperbaikinya ketika ini rusak.

Dan si kembar Weasley tak akan menyerahkan Peta itu kepada Dumbledore. Itu akan jadi penghinaan tak termaafkan pada para Marauders–empat orang tak dikenal yang berhasil mencuri bagian dari sistem keamanan Hogwarts, sesuatu yang mungkin dibuat oleh Salazar Slytherin sendiri, dan merubahnya menjadi suatu alat untuk keisengan murid.

Beberapa mungkin menganggapnya tak menghormati.

Beberapa mungkin menganggapnya kriminal.

Si kembar Weasley dengan teguh percaya bahwa kalau Godric Gryffindor ada di sini untuk melihatnya, dia akan menyetujui.

Kedua bersaudara itu berjalan terus dan terus dan terus, sebagian besar dalam diam. Si kembar Weasley hanya saling berbicara ketika mereka memikirkan tentang keisengan baru, atau ketika salah satu dari mereka mengetahui suatu hal yang tak diketahui oleh yang lain. Selain itu tak ada gunanya. Jika mereka sudah mengetahui informasi yang sama, mereka cenderung untuk memikirkan pikiran yang sama dan membuat keputusan yang sama.

(Di hari-hari lampau, ketika kembar identik magis lahir, sudah merupakan suatu tradisi untuk membunuh salah satu dari mereka setelah lahir.)

Pada akhirnya, Fred dan George memanjat ke dalam gudang bawah tanah berdebu, bertebaran dengan beragam tong dan rak penuh bahan-bahan aneh.

Fred dan George menunggu. Tidak akan sopan untuk melakukan hal lain.

Sebelum terlalu lama seorang pria tua kurus dalam piyama hitam turun dari tangga yang menuju gudang bawah tanah, menguap. "Halo, nak," kata Ambrosius Flume. "Aku tak mengharapkan kalian malam ini. Sudah kehabisan stok?"

Fred dan George memutuskan kalau Fred yang akan berbicara.

"Tidak juga, Tn. Flume," kata Fred. "Kami berharap kalau anda bisa membantu kamu dengan sesuatu yang jelas lebih … menarik."

"Sekarang, nak," kata Flume, terdengar berat, "aku harap kalian tak membangunkanku hanya supaya aku bisa mengatakan pada kalian lagi kalau aku tak akan menjual pada kalian dagangan apa pun yang bisa membuat kalian mendapat masalah besar. Tidak sampai kalian enam belas, paling tidak–"

George mengeluarkan suatu benda dari jubahnya, dan tanpa berkata mengulurkannya pada Flume. "Apakah kau sudah melihat ini?" kata Fred.

Flume melihat edisi kemarin dari Daily Prophet dan mengangguk, membersut. Judul pada surat kabar mengatakan PANGERAN KEGELAPAN SELANJUTNYA? dan menunjukkan satu bocah muda yang kamera beberapa murid berhasil tangkap dalam suatu ekspresi dingin dan suram yang sama sekali tak sesuai karakter.

"Aku tak percaya Malfoy itu," Flume membentak. "Mengincar bocah ini ketika dia hanya sebelas! Pria itu harusnya digiling dan dipakai untuk membuat cokelat!"

Fred dan George berkedip bersamaan. Malfoy ada di belakang Rita Skeeter? Harry Potter tak memperingatkan mereka tentang itu … yang pastinya berarti bahwa Harry tidak tahu. Dia tak akan melibatkan mereka jika dia tahu … .

Fred dan George bertukar pandangan. Yah, Harry tak perlu tahu sampai setelah pekerjaannya selesai.

"Tn. Flume," kata Fred dengan sunyi, "si Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup membutuhkan bantuanmu."

Flume melihat mereka berdua.

Kemudian dia menghembuskan napasnya dengan desahan.

"Baiklah," kata Flume, "apa yang kalian inginkan?"


Babak 6:

Ketika Rita Skeeter sudah sungguh-sungguh mengincar suatu mangsa lezat, dia cenderung tidak memperhatikan para semut yang berlarian yang menyusun sisa alam semesta, yang adalah bagaimana dia nyaris menabrak seorang pria muda yang mulai botak yang melangkah ke jalannya.

"Miss Skeeter," kata si pria, terdengar cukup berat dan dingin untuk seseorang yang wajahnya terlihat semuda itu. "Senang sekali bertemu denganmu di sini."

"Menyingkir dari jalanku, bocah!" bentak Rita, dan mencoba melangkah mengelilinginya.

Si pria di jalannya menyamakan gerakan sebegitu sempurna hingga seolah keduanya tidak bergerak sama sekali, hanya berdiri diam selagi jalanan bergerak di sekeliling mereka.

Mata Rita menyempit. "Kau pikir dirimu siapa?"

"Betapa amat bodoh," kata si pria dengan kering. "Akan bijaksana untuk mengingat wajah dari Pelahap Maut penyamar yang melatih Harry Potter untuk jadi Pangeran Kegelapan selanjutnya. Bagaimanapun juga," satu senyuman tipis, "itu jelas terdengar seperti seseorang yang tak ingin kau temui di jalan, khususnya setelah melakukan tulisan pencemoohan atasnya di surat kabar."

Rita membutuhkan sesaat untuk menempatkan rujukan itu. Ini adalah Quirinus Quirrell? Dia terlihat terlalu muda dan terlalu tua di saat bersamaan; wajahnya, jika dikendurkan dari pose berat dan meremehkannya, akan berasal dari seseorang di tiga puluhan akhir. Dan rambutnya sudah mulai rontok? Tidak mampukah dia menyewa penyembuh?

Tidak, itu tidak penting, dia ada jadwal dan tempat dan kumbang untuk dilakukan. Dia baru saja menerima informasi anonim tentang Madam Bones yang menghabiskan waktu dengan salah satu asisten lebih mudanya, Bones termasuk tinggi di dalam daftarnya. Si pemberi informasi sudah mengatakan bahwa Bones dan asisten mudanya akan menikmati makan siang di ruangan spesial di Mary's Place, satu ruangan yang sangat populer untuk tujuan tertentu; suatu ruangan yang, dia temukan, aman terhadap semua alat pendengar, tapi tidak untuk satu kumbang biru cantik yang bertengger di satu dinding … .

"Menyingkir dari jalanku!" kata Rita, dan mencoba mendorong Quirrell dari jalannya. Tangan Quirrell menyentuh tangannya, membelokkannya, dan Rita tertegun saat dorongannya menyambar udara kosong.

Quirrell menarik lengan jubah kirinya, menunjukkan tangan kirinya. "Perhatikan," kata Quirrell, "tak ada Tanda Kegelapan. Aku ingin surat kabarmu menerbitkan pencabutan."

Rita membuat satu tawa tak percaya. Tentu saja pria ini bukan benar-benar Pelahap Maut. Surat kabar tak akan menerbitkannya kalau memang benar. "Lupakan saja, bocah. Sekarang enyahlah."

Quirrell menatapnya untuk sesaat.

Kemudian dia tersenyum.

"Miss Skeeter," kata Quirrell, "Aku sudah berharap menemukan suatu pengungkit yang terbukti persuasif. Tapi tetap aku tak bisa menyangkal diriku sendiri kenikmatan dalam menghancurkanmu."

"Itu sudah dicoba. Sekarang menyingkir dari jalanku, bocah, atau aku akan memanggil beberapa Auror dan membuatmu ditangkap karena menghalangi jurnalisme."

Quirrell memberikannya bungkukan kecil, dan kemudian berjalan melewatinya. "Selamat tinggal, Rita Skeeter," kata suara dari belakangnya.

Saat Rita berjalan dengan tergesa-gesa, dia memperhatikan di belakang pikirannya bahwa pria itu menyiulkan suatu lagu saat dia pergi.

Seolah itu bisa menakutinya.


Babak 4:

"Maaf, aku tidak ikut," kata Lee Jordan. "Aku lebih ke tipe laba-laba raksasa."

Si Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup sudah mengatakan kalau dia punya pekerjaan penting untuk Order of Chaos, sesuatu yang serius dan rahasia, lebih signifikan dan sulit dari keisengan biasa mereka.

Dan kemudian Harry Potter meluncur ke dalam suatu pidato yang memang inspiratif, walau samar. Suatu pidato pada efek bahwa Fred dan George dan Lee memiliki potensial luar biasa jika mereka mau belajar untuk menjadi lebih aneh. Untuk membuat kehidupan orang-orang surreal, bukannya hanya mengejutkan mereka dengan sesuatu yang setara dengan seember air yang disiapkan di atas pintu. (Fred dan George saling bertukar pandangan, mereka tak pernah memikirkan yang itu.) Harry Potter memanggil suatu gambar dari keisengan yang mereka lakukan terhadap Neville–yang, Harry singgung dengan suatu penyesalan, yang karenanya dia dikunyah oleh Topi Seleksi–tapi yang harusnya membuat Neville meragukan kewarasannya sendiri. Untuk Neville itu pasti terasa seperti seketika dipindahkan ke suatu alam semesta yang berbeda. Dalam cara yang sama yang semua orang rasakan ketika mereka melihat Snape meminta maaf. Itu adalah kekuatan sejati dari keisengan.

Apakah kalian bersamaku? Sorak Harry Potter, dan Lee Jordan sudah mengatakan tidak.

"Kami ikut," kata Fred, atau mungkin George, karena tidak ada keraguan kalau Godric Gryffindor pasti akan mengatakan ya.

Lee Jordan memberikan senyuman penyesalan, dan berdiri, dan meninggalkan koridor yang sepi dan Disunyikan tempat di mana keempat anggota Order of Chaos bertemu dan duduk di dalam lingkaran konspiratif.

Ketiga anggota Order of Chaos langsung masuk ke inti masalah.

(Itu tidaklah sesedih itu. Fred dan George akan masih bekerja dengan Lee di keisengan laba-laba raksasa, sama seperti biasanya. Mereka hanya baru-baru ini menyebutnya Order of Chaos untuk merekrut Harry Potter, setelah Ron memberi tahu mereka tentang Harry yang berlaku aneh dan jahat, dan Fred dan George memutuskan untuk menyelamatkan Harry dengan menunjukkannya kebaikan dan persahabatan sejati. Untungnya ini tak lagi dianggap perlu–walau mereka tidak begitu yakin tentang itu … .)

"Jadi," kata salah satu dari si kembar, "tentang apa ini?"

"Rita Skeeter," kata Harry. "Apa kalian tahu siapa dia?"

Fred dan George mengangguk, mengerutkan dahi.

"Dia menanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang aku."

Itu bukan berita bagus.

"Bisa kalian tebak apa yang aku ingin kalian lakukan?"

Fred dan George melihat satu sama lain, sedikit bingung. "Kau ingin kami menyelipkannya beberapa dari permen kami yang lebih menarik?"

"Tidak," kata Harry. "Tidak, tidak, tidak! Itu adalah pemikiran laba-laba-raksasa! Ayolah, apa yang akan kalian lakukan jika kalian mendengar Rita Skeeter mencari rumor tentang kalian?"

Itu membuatnya sangat jelas.

Seringai-seringai mulai muncul di wajah Fred dan George.

"Memulai rumor tentang diri kita sendiri," mereka menjawab.

"Tepat," kata Harry, tersenyum lebar. "Tapi ini tak bisa hanya rumor sembarangan. Aku ingin memberi pelajaran pada orang-orang untuk tak pernah mempercayai apa yang surat kabar katakan tentang Harry Potter, lebih dari yang Muggle percaya apa yang surat kabar katakan tentang Elvis. Awalnya aku hanya memikirkan tentang membanjiri Rita Skeeter dengan sebegitu banyak rumor hingga dia tak tahu yang mana yang akan dipercaya, tapi kemudian dia hanya akan melakukan cherry-pick atas yang terdengar masuk akal dan buruk. Jadi apa yang aku ingin kalian lakukan adalah membuat suatu cerita palsu tentangku, dan buat Rita Skeeter entah bagaimana mempercayainya. Tapi itu harus adalah sesuatu yang, setelahnya, semua orang akan tahu kalau itu hanya cerita bualan. Kita ingin memperbodoh Rita Skeeter dan editornya, dan setelahnya memiliki bukti yang muncul bahwa itu adalah suatu kebohongan. Dan tentu saja–dengan hal-hal tadi sebagai persyaratannya–ceritanya harus sebegitu tak masuk akal yang mungkin dikarang, dan masih bisa naik cetak. Apa kalian paham apa yang aku ingin kalian lakukan?"

"Tidak juga … ." kata Fred dan George perlahan. "Kau ingin kami menciptakan ceritanya?"

"Aku ingin kalian melakukan semuanya," kata Harry Potter. "Aku bisa dibilang sedang sibuk sekarang, tambah lagi aku ingin bisa mengatakan dengan jujur kalau aku tak tahu apa yang akan datang. Buat aku terkejut."

Untuk sesaat ada seringai yang teramat jahat di wajah Fred dan George.

Kemudian mereka berubah serius. "Tapi Harry, kami tak begitu tahu bagaimana melakukan hal seperti itu–"

"Kalau begitu segeralah cari tahu," kata Harry. "Aku percaya pada kalian. Bukan kepercayaan total, tapi jika kalian tak bisa melakukannya, beri tahu aku, dan aku akan mencoba orang yang lain, atau melakukannya sendiri. Jika kalian memiliki gagasan yang sangat bagus–untuk cerita tak masuk akalnya, dan bagaimana meyakinkan Rita Skeeter dan editornya untuk mencetaknya–kemudian kalian bisa langsung melaksanakannya. Tapi jangan hanya sesuatu yang setengah-setengah. Jika kalian tak bisa membuat sesuatu yang keren, bilang saja."

Fred dan George saling memberi pandangan khawatir.

"Aku tak bisa memikirkan apa pun," kata George.

"Aku juga tidak," kata Fred. "Maaf."

Harry menatap mereka.

Dan kemudian Harry mulai menjelaskan bagaimana cara untuk memikirkan sesuatu.

Sudah diketahui kalau membutuhkan waktu lebih lama dari dua detik, kata Harry.

Kalian jangan pernah menyebut pertanyaan apa pun mustahil, kata Harry, sampai kalian mengambil jam nyata dan memikirkannya selama lima menit, menurut gerakan jarum menit. Bukan menit metafora, lima menit menurut jam fisik.

Dan lebih jauh, kata Harry, suaranya empatik dan tangan kanan memukul keras di lantai, kalian tidak memulai langsung mencari solusinya.

Harry kemudian meluncur ke dalam penjelasan tentang suatu tes yang dilakukan oleh seseorang bernama Norman Maier, yang merupakan seseorang yang disebut psikolog organisasional, dan yang menanyakan dua kelompok pemecah masalah berbeda untuk memecahkan suatu masalah.

Masalahnya, kata Harry, melibatkan tiga pegawai yang melakukan tiga pekerjaan. Pegawai junior ingin hanya melakukan pekerjaan yang termudah. Pegawai senior ingin merotasi di antara berbagai pekerjaan, untuk menghindari kebosanan. Seorang ahli efisiensi sudah merekomendasikan untuk memberikan si junior pekerjaan termudah dan si senior pekerjaan tersulit, yang akan 20% lebih produktif.

Satu kelompok pemecah masalah diberi instruksi "Jangan memberikan solusi sampai masalahnya didiskusikan setuntas mungkin tanpa menyarankan apa pun."

Kelompok pemecah masalah lain tidak diberi instruksi apa pun. Dan orang-orang itu melakukan hal yang alami, dan berreaksi pada adanya masalah dengan menawarkan solusi-solusi. Dan orang-orang mulai terikat pada solusi-solusi itu, dan mulai bertengkar tentang mereka, dan memperdebatkan tentang kepentingan relatif antara kebebasan versus efisiensi dan sebagainya.

Kelompok pemecah masalah pertama, kelompok yang diberi instruksi untuk mendiskusikan masalahnya terlebih dulu dan kemudian memecahkannya, akan lebih mungkin untuk menemukan solusinya untuk membiarkan si pegawai junior terus dengan pekerjaan termudah dan merotasi kedua orang lain di antara dua pekerjaan lainnya, yang menurut data si ahli mengatakan akan jadi 19% peningkatan.

Memulai dengan mencari solusi adalah membawa masalah benar-benar tak sesuai urutan. Seperti memulai makan dengan makanan penutup, hanya jelek.

(Harry juga mengutip seseorang bernama Robyn Dawes yang mengatakan bahwa semakin sulit suatu masalah, semakin mungkin orang-orang mencoba memecahkannya secepatnya.)

Jadi Harry akan meninggalkan masalah ini pada Fred dan George, dan mereka akan mendiskusikan seluruh aspeknya dan melakukan brainstorm atas apa pun yang mereka pikir mungkin sedikit saja relevan. Dan mereka tidak boleh mencoba menciptakan suatu solusi nyata sampai mereka selesai melakukan itu, kecuali tentu saja mereka memang tanpa sengaja memikirkan sesuatu yang keren, yang dalam hal itu mereka bisa menulisnya untuk nanti dan kemudian kembali berpikir. Dan dia tidak ingin mendengar apa pun dari mereka tentang yang mereka sebut tak bisa memikirkan apa pun untuk paling tidak seminggu. Beberapa orang menghabiskan berdekade mencoba untuk memikirkan suatu hal.

"Ada pertanyaan?" kata Harry.

Fred dan George saling bertukar pandang.

"Aku tak bisa memikirkan apa pun."

"Aku juga tidak."

Harry terbatuk dengan lembut. "Kalian tidak menanyakan tentang anggaran belanja kalian."

Anggaran belanja? pikir mereka.

"Aku bisa saja memberi tahu kalian jumlahnya," kata Harry. "Tapi aku pikir ini akan lebih inspiratif."

Tangan Harry masuk ke dalam jubahnya, dan mengeluarkan–

Fred dan George hampir terjatuh, meskipun mereka sedang duduk.

"Jangan membelanjakannya hanya untuk membelanjakannya," kata Harry. Di lantai batu di depan mereka berkilauan sejumlah uang yang benar-benar luar biasa banyak. "Belanjakan hanya jika kekerenan memerlukan; dan apa yang kekerenan memang perlukan, jangan ragu-ragu untuk membelanjakan. Jika ada yang tersisa, kembalikan saja setelahnya, aku mempercayai kalian. Oh, dan kalian memperoleh sepuluh persen dari itu, tak peduli seberapa banyak yang akhirnya kalian belanjakan–"

"Kami tidak bisa!" sembur salah satu dari si kembar. "Kami tak menerima uang untuk hal semacam itu!"

(Si kembar tak pernah mengambil uang untuk melakukan sesuatu yang ilegal. Tak diketahui oleh Ambrosius Flume, mereka menjual seluruh barang dagangannya dengan nol persen markup. Fred dan George ingin bisa mengaku–di bawah pengaruh Veritaserum kalau perlu–bahwa mereka bukanlah kriminal yang mengeruk keuntungan, hanya menyediakan layanan publik.)

Harry mengerutkan dahi pada mereka. "Tapi aku meminta kalian untuk melakukan pekerjaan nyata di sini. Seorang dewasa akan memperoleh bayaran untuk melakukan hal semacam ini, dan itu akan tetap dihitung sebagai bantuan untuk seorang teman. Kalian tak bisa hanya menyewa orang untuk hal semacam ini."

Fred dan George menggelengkan kepala mereka.

"Baiklah," kata Harry. "Aku hanya akan membelikan kalian hadiah Natal mahal, dan jika kalian mencoba mengembalikannya padaku aku akan membakarnya. Sekarang kalian tak tahu seberapa banyak yang akan kubelanjakan untuk kalian, kecuali, jelasnya, bahwa itu akan jadi lebih dari jika kalian mengambil bagian uang kalian. Dan aku akan tetap membelikan kalian hadiah itu, jadi pikirkan tentang itu sebelum kalian memberitahuku kalian tak bisa memikirkan apa pun yang keren."

Harry berdiri, tersenyum, dan berbalik sementara Fred dan George masih ternganga dalam keterkejutan. Dia berjalan beberapa langkah, dan kemudian berputar balik.

"Oh, satu hal lagi," kata Harry. "Jangan libatkan Profesor Quirrell dari apa pun yang kalian lakukan. Dia tidak suka publisitas. Aku tahu akan lebih mudah untuk membuat orang-orang mempercayai hal-hal aneh tentang sang Profesor Pertahanan daripada orang lain, dan aku minta maaf harus menghalangi jalur kalian seperti itu, tapi tolong, jangan libatkan Profesor Quirrell."

Dan Harry berbalik lagi dan mengambil beberapa langkah lagi–

Melihat ke belakang untuk yang terakhir kalinya, dan berkata, perlahan, "Terima kasih."

Dan pergi.

Ada jeda panjang setelah dia pergi.

"Jadi," kata salah satu.

"Jadi," kata yang lain.

"Sang Profesor Pertahanan tidak suka publisitas, ya."

"Harry tak mengenal kita dengan baik, ya."

"Tidak, dia jelas tidak."

"Tapi kita tak akan memakai uangnya untuk itu, tentu saja."

"Tentu saja tidak, itu tak akan benar. Kita akan melakukan si Profesor Pertahanan dengan terpisah."

"Kita akan menyuruh beberapa Gryffindor menulis ke Skeeter, dan mengatakan …"

"… lengan jubahnya terangkat satu kali di kelas Pertahanan, dan mereka melihat Tanda Kegelapannya …"

"… dan dia mungkin mengajari Harry Potter beragam hal-hal mengerikan …"

"… dan dia adalah Profesor Pertahanan yang terburuk yang siapapun pernah ingat di Hogwarts, dia tak hanya gagal mengajari kita, dia tak pernah benar dalam segala hal, kebalikan total dari apa yang seharusnya …"

"… seperti ketika dia mengatakan kalau kamu hanya bisa melemparkan Kutukan Pembunuh memakai cinta, yang membuatnya sedikit banyak tak berguna."

"Aku suka yang itu."

"Terima kasih."

"Aku bertaruh si Profesor Pertahanan menyukainya juga."

"Dia memang memiliki rasa humor. Dia tak akan memanggil kita seperti yang dia lakukan jika dia tak memiliki rasa humor."

"Tapi apakah kita akan mampu melakukan pekerjaan Harry?"

"Harry mengatakan untuk mendiskusikannya sebelum mencoba memecahkannya, jadi mari lakukan."

Si kembar Weasley memutuskan kalau George akan menjadi yang entusias sementara Fred ragu.

"Itu semua terlihat semacam kontradiksi," kata Fred. "Dia ingin itu jadi seluar biasa mungkin hingga semua orang menertawakan Skeeter dan mengetahui kalau itu salah, dan dia ingin Skeeter mempercayainya. Kita tak bisa melakukan keduanya di waktu bersamaan."

"Kita harus memalsukan suatu bukti untuk meyakinkan Skeeter," kata George.

"Apakah itu suatu solusi?" kata Fred.

Mereka mempertimbangkan ini.

"Mungkin," kata George, "tapi aku tak berpikir kalau kita harus seketat itu tentangnya, benar?"

Si kembar mengangkat bahu tanpa harap.

"Jadi kemudian bukti palsunya harus cukup baik untuk meyakinkan Skeeter," kata Fred. "Bisakah kita benar-benar melakukan itu sendiri?"

"Kita tak harus melakukannya sendiri," kata George, dan menunjuk ke tumpukan uang. "Kita bisa menyewa orang lain untuk membantu kita."

Si kembar memperoleh pandangan merenung pada wajah mereka.

"Itu akan menghabiskan anggaran belanja Harry cukup cepat," kata Fred. "Ini adalah uang yang banyak bagi kita, tapi ini bukanlah uang yang banyak bagi seseorang seperti Flume."

"Mungkin orang akan memberikan diskon jika mereka tahu kalau ini untuk Harry," kata George. "Tapi yang lebih penting dari semuanya, apa pun yang kita lakukan, itu haruslah sesuatu yang tak mungkin."

Fred berkedip. "Apa maksudmu, tak mungkin?"

"Sebegitu tak mungkin hingga kita tak akan kena masalah, karena tak ada yang percaya kita bisa melakukannya. Sebegitu tak mungkin hingga bahkan Harry mulai bertanya-tanya. Itu haruslah sesuatu yang surreal, itu haruslah membuat orang mempertanyakan kewarasan mereka sendiri, itu haruslah sesuatu yang … lebih baik dari Harry."

Mata Fred melebar dalam ketakjuban. Ini terjadi sesekali, di antara mereka, tapi tak sering. "Tapi kenapa?"

"Itu adalah keisengan. Itu semua adalah keisengan. Pie adalah keisengan. Remembrall adalah keisengan. Kucing Kevin Entwhistle adalah keisengan. Kitalah pelaku keisengan terbaik di Hogwarts, apakah kita akan berguling dan menyerah tanpa pertarungan?"

"Dia adalah Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup," kata Fred.

"Dan kita adalah si kembar Weasley! Dia menantang kita. Dia berkata kalau kita bisa melakukan yang dia lakukan. Tapi aku bertaruh dia tak berpikir kalau kita akan pernah bisa sebagus dia."

"Dia benar," kata Fred, merasa cukup gugup. Si kembar Weasley memang sesekali tak sepaham bahkan ketika mereka memiliki informasi yang sama, tapi tiap kali mereka melakukannya tak terasa alami, seolah paling tidak salah seorang dari mereka pasti melakukan sesuatu yang salah. "Ini adalah Harry Potter yang kita bicarakan. Dia bisa melakukan yang tak mungkin. Kita tidak."

"Ya kita bisa," kata George. "Dan kita harus jadi lebih tak mungkin dari dia."

"Tapi–" kata Fred.

"Itu adalah yang akan dilakukan Godric Gryffindor," kata George.

Itulah yang menyelesaikan, dan si kembar tersentak kembali ke dalam … apa pun yang normal bagi mereka.

"Baiklah, kalau begitu–"

"–mari kita pikirkan."