Sebagai sesama manusia kita harus saling memaaf-kan, jadi maafkan lah diriku yang suka typo di chapter sebelum, sekarang dan ke-depan. Akan aku perbaiki secepatnya (kalau niat).
DISSCLAIMER: I do NOT own Boku no Hero Academia / My Hero Academia.
Aku ada ngepost Costume Hero Izuku yang baru untuk musim semi check di tumblr-ku : mentari27
-=Chapter 024=-
-My Number & Only ONE-
Different Pattern
"I AM HERE!" suara yang mem-boom-ing di penjuru kelas Hero 1 – A, membuat semua murid di dalam kelas mengalihkan perhatian mereka kedepan kelas. Di sana, di depan kelas, berdiri seorang Super Hero No.1.
"A –All Might?!"
"Kenapa dia ada disini?!"
"Woaah! Lihat! Aku tidak pernah melihatnya sedekat ini!"
"Costume-nya classic!"
…Dan masih banyak lagi komentar yang kagum dan juga heran kenapa Hero No.1 –All Might ada di kelas mereka.
Setidaknya ada 2 murid yang tidak heran dengan kenapa All Might ada di kelas mereka –Izuku dan Katsuki 'Papa! Lama aku tidak melihat penampilan Hero-nya!'
'Benar juga, aku selalu lupa kalau dia JUGA Hero yang mengajar disini…' di balik poker face-nya, Katsuki berusaha untuk tidak tertawa mendengar komentar yang menjunjung tinggi nama dari Hero No.1 –pujian kalau All Might tidak takut pada apapun dan selalu menunjukkan kalau dia yang terkuat 'Ha! Dia bahkan tidak berkutik dan hampir menangis saat nenek lampir di rumahku menceramahinya!'
.
Katsuki mengeretakkan gigi-nya –kesal, jengkel, apa-pun perasaan yang berputar di dalam dirinya, tapi dia benar-benar tidak suka untuk menunggu, sudah semua dari murid perempuan keluar dari ruang ganti dengan Costume Hero mereka –kecuali 1 orang, dan orang itu adalah Izuku 'Apa yang membuat si Deku itu lama sekali?!'
Ochako –si kepala bulat yang menjadi teman perempuan Izuku, juga terlihat tidak sabar-an. Baru Ochako berniat untuk mengintip Izuku di dalam ruang ganti, sosok pink keluar dari ruang ganti. Bagi mereka yang mesum dan memeliki obsesi dengan perawat, mungkin akan langsung jatuh cinta dan ingin melakukan ini &itu pada Izuku yang memakai costume perawat. Semuanya benar-benar pink dan putih –entah kenapa dia memilih warna tersebut, tapi dia benar-benar terlihat seperti bidadari(?).
Tidak! Tunggu dulu! Bidadari tidak membawa pistol di kedua sisi dada-nya! Dan lagi… apakah itu pisau militer? Belum lagi dengan tas kecil mencurigakan yang sepertinya menjadi satu dengan ikat pinggan pisau yang Izuku bawa. Sudah jelas dari dari costume yang di kenakan Izuku, tertulis pesan touch her, you die. Katsuki tau betul kenapa Izuku merancang (atau mungkin di bantu merancang) costume-nya. Bela diri, teknik menembak, memakai pisau, dan hampir semua yang berhubungan dengan militer di ajarkan oleh ayah tiri Izuku Hero No.1 All Might –Yagi Toshinori, tidak lupa dengan si kakak tiri yang ahli dalam urusan Ambush.
Intinya, Izuku yang setau Katsuki adalah shy cutie pie sekarang menjadi Bad Ass Nurse '…Tidak buruk… dan terlihat –'
"…Sexy"
Yeah… se –wait! WHAT?! Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Katsuki menemukan siapa yang mengomentari costume Izuku. Pelakunya adalah orang yang sama dan sepertinya sangat tidak kapok, Mineta Minoru. Si cebol mesum cabul yang tidak tau terima kasih –baru Katsuki mau memaki si kampret yang sudah hampir ngiler karena milhat sosok Izuku, suara Boom-ing dari All Might menggelegar dan membuat para murid mengalihkan perhatiannya pada sang Hero No.1 "HAHAHA! Kalau begitu, aku akan memulai pelajaran kita untuk hari ini!" ucap-nya setelah memuji kostum yang di pakai oleh para muridnya –tidak terkecuali Izuku.
"Ck" mau tidak mau Katsuki harus memperhatikan All Might, tidak sadar dengan keberadaan Izuku yang berdiri di sebelahnya –menatap sang ayah dengan mata yang berbinar-binar.
"Hari ini… KITA AKAN MELAKUKAN BATLE TRANING!" tentunya saat mendengar ini, para murid bersorak riang –karena akhirnya mereka bisa latihan untuk latihan mengadu kekuatan mana yang lebih kuat di antara mereka. Tidak terkecuali Katsuki yang menyeringai gembira(?) dan Izuku yang tersenyum lebar. Di samping dari rasa senang, ada juga beberapa murid lain yang hanya tersenyum atau mengangguk mengerti "Untuk itu! Aku akan membagi team secara acak! Team Villain dan tentu saja, team Hero!"
Di dalam hati All Might –a.k.a Yagi Toshinori, dia sebenarnya sudah memutuskan untuk siapa dengan siapa akan menjadi partner untuk sementara 'Aku selalu penasaran dengan cerita dari Tomura, karena itu aku memutuskan untuk memilih mereka dalam satu team!' dengan senyum cermerlangnya, All Might menunjuk murid yang akan berpartisipasi dalam round 1 dalam latihan ini "Team Hero! Kirishima Eijirou & Mineta Minoru!"
"YES!" seorang anak laki-laki berambut merah cepak yang bergigi seperti hiu membuat Victory pose, senang kalau dirinya terpilih dalam team Hero.
Di samping Kirishima, Minoru membuat wajah kecewa dan depresi 'KENAPA?! KENAPA AKU HARUS SATU TEAM DENGAN LAKI-LAKI?!'
"Lalu… team Villain!" dengan membuat pose yang sengaja di dramatiskan, All Might menunjuk murid yang ia pilih untuk masuk ke team Villain "Midoriya Izuku! Bakugou Katsuki!"
Semua dari siswa(i), menatap kearah dua sosok yang di tunjuk All Might. Sementara Katsuki dan Izuku hanya menatap satu sama lain kemudian membuat senyum (seringai untuk Katsuki) yang hanya mereka berdua saja mengerti apa arti-nya, detik berikutnya, keduanya melakukan Fist Bumb.
"Hei… Mineta…" Eijirou berbisik pada Minoru yang memberikan tatapan bingung "Ada baiknya kita berhati-hati"
"Ha? Kenapa…? Ini kan cuman latihan…?"
Eijirou mengagguk pelan "Aku tau itu, tapi kalau kita tidak serius… aku yakin kita akan di benar-benar bunuh oleh mereka berdua" mendengar ini, mau tidak mau, Minoru mengangguk dengan wajah yang sedikit pucat.
"Aku mulai tidak yakin kalau kita bisa menang…"
.
Sedikit jauh dari team Villain, seorang anak laki-laki dengan berbeda warna di mata dan rambutnya –menatap Katsuki dengan pandangan tidak suka.
'Apa sebenarnya hubungan di antara kalian berdua…?' matanya kemudian memfokuskan lagi ke sosok suster pink yang memiliki perlengkapan seperti polisi. Tanpa sadar, dia menggeretakkan giginya '…Apa dia lebih baik dari pada aku?' rasa geram dan kesal yang dia sendiri tidak tau penyebanya mulai menguasai emosi dalam dirinya.
Ia –Todoroki Shoto, menundukkan kepalanya, tidak mau melihat Villain Pair yang ada di depannya. Telinganya hanya di fokuskan untuk mendengarkan penjelasan dari All Might.
'Apa yang sebenarnya kau pikirkan Shoto…? Ini bukan saatnya untuk peduli terhadap orang lain, kau kemari untuk membuktikan kalau apa yang di katakan Ayah sialan-mu kalau dia salah…' pikir –perintahnya, pada dirinya sendiri. Kali ini dengan emosi yang lebih stabil, Shoto kembali focus dengan apa yang di jelaskan All Might.
