Boku wa Exorcist

.

.

.

Disclaimer : Vocaloid milik Crypton Future Media dan Yamaha Corp yang punya.

Warning : Typo's, kata-kata membingungkan, skip time mulai bermunculan.

.

Chapter 25

Miku ketempelan?

Pagi pun kembali menyapa dan Miku sudah sangat bersemangat untuk latihan hari ini, tetapi..

"Eeehh? Latihan hari ini di tiadakan?" Tanya Miku yang bertemu Luka. "Nande?" Tanya Miku lagi.

"Kita harus membantu Len, dia itu kata Yuuma parah." Kata Luka sambil memanggul tasnya.

"Parah? Maksudmu sampai menarik hantu banci itu?" Kata Miku sambil sedikit terkekeh. Luka hanya mengangguk.

"Ada apa memangnya dengan hantu banci?" Tanya seseorang di belakang Miku.

"Eh, Rin-chan, begini, biar aku jelaskan." Kata Miku sambil menggandeng lengan Rin dan mulai menjelaskan apa yang terjadi kemarin.

"Jadi, karena Lenny tidak bisa membedakan mana hantu, mana manusia, dan mana yokai atau Bakemono, dia jadi salah menarik hantu banci itu, dan langsung hantu itu mengejar-ngejar Lenny?" Tanya Rin, dia langsung tertawa. "Ya ampun aku baru tahu sekarang, lagipula bagus bukan kalau sampai Lenny menyentuhnya, dia bisa menjadi tahu pengalaman menjadi banci!" Kata Rin masih tertawa.

"Maka dari itu, latihan nanti di pusatkan kepada pelatihan Len, kan gawat kalau Len salah menangkap orang lagi ketika kita benar-benar melakukan penyerangan." Kata Luka.

"Aku setuju. Bisa gawat kalau itu benar terjadi, toh aku juga sudah bisa menemukan hubunganku dengan tumbuhan yang aku tumbuhkan." Kata Rin.

"Sughoii! Berarti kau sudah bisa menumbuhkan biji dong?" Tanya Miku.

"Masih menjadi kecambah kau tahu, untuk jadi tumbuhan utuh dari sebuah biji masih perlu kerja keras." Kata Rin. "Aku juga masih menggunakan media tanah, tidak seperti Merli-senpai yang langsung dari biji bisa keluar tumbuhan utuh. Kelihatannya latihan ini akan lama." Kata Rin.

"Kau benar, setidaknya kita harus berlaith intensif selama satu bulan." Kata Luka.

"Masih lama yah kita sampai menangtang Lucifer." Kata Miku.

"Lalu apa kalian melanjutkan penyelidikan?" Tanya Luka. Rin hanya menggeleng.

"Tidak, kami akan berfokus dalam latihan dulu sampai kita rasa cukup untuk melawan Si Lucifer." Kata Rin.

"Yah, kita kemungkinan akan melawannya dua bulan lagi." Kata Luka sambil menerawang. "Lagipula lebih cepat lebih baik bukan? Kita bisa fokus ke misi yang lainnya, dan kita tidak akan mengulang reinkarnasi konyol ini." Kata Luka. Miku dan Rin mengangguk setuju, siapa yang mau kehidupannya di ulang hanya karena tidak bisa mengalahkan Lucifer?

.

~Skip time~

.

Bel istirahat berbunyi dan Miku merasa tidak enak badan.

"Miku-san kau baik-baik saja?" Tanya Luna.

"Apa kau perlu kami bawa ke UKS?" Tanya Miki ikut-ikutan.

"Tidak usah deh, toh hanya tidak enak badan saja, terim kasih atas perhatiannya, aku mau ke kantin dulu, jaa na." Kata Miku sambil pergi.

"Eh Luna-san, kau lihat tidak sih hantu transparan yang menempel di punggung Miku?" Tanya Miki.

"Iya, kelihatannya Miku-san tidak menyadarinya. Miku-san sepertinya 'ketempelan'." Kata Luna, 'ketempelan' adalah suatu kondisi dimana si orang yang di pegang hantu tersebut tidak akan melihat masa lalu dari hantu tersebut, itu adalah hantu yang paling di takuti oleh para Exorcist karena, hantu tersebut akan perlahan-lahan mengambil alih tubuh yang di tempeli nya, dan orang yang di tempeli akan mati. Gejala awalnya adalah mereka akan sangat lemas.

"Mungkin Miku sudah lama ketempelan karena dia mulai terkuras energi nya. Kita harus memperingatkannya." Kata Miki, tetapi terlambat Miku sudah menghilang dari kelas itu."Semoga saja Mikuri-chan bisa melindungi Miku-chan." Kata Miki.

"Mikuri-chan?" Tanya Luna.

"Orang awam menyebutnya kepribadian ganda Miku, tetapi ini berbeda dengan itu, Miku yang dulunya kesepian hingga terbentuklah Mikuri-chan di dalam tubuh Miku, dan Miku bisa berbincang-bincang dengan Mikuri-chan di pikirannya." Kata Miki menjelaskan.

"Oohh, jadi begitu, jadi Mikuri-chan adalah kelebihan Miku?" Tanya Luna.

"Kau juga harus menjaga jarak dengan Rin-chan, dia adalah anggota satu kelompok Miku, bila kalian bersentuhan kulit, Rin bisa membaca masa lalu mu, tetapi sekarang dia selalu mengenakan sarung tangan jadi santai saja." Kata Miki. Luna sebenarnya ketakutan mendengar kekuatan teman Miku itu, karena dia takut akan di adukan.

.

~Another place (canteen)~

Miku POV

.

Kenapa kepalaku ini? Rasanya sakit banget. Akhirnya aku sampai di kantin kenapa orang-orang sedari tadi menatapku aneh ya?

"Micchan! Udah lama nunggu kami?" Kata Rin yang datang bersama Len dan Kaito, aku hanya menggeleng, sedangkan sedari tadi Len mengusap matanya.

"Ada apa dengan matamu Len?" Tanya Kaito.

"Tidak aku hanya merasa kalau di belakang Miku ada hantu." Kata Len masih mengucek matanya merasa matanya salah. Aku langsung melihat ke arah belakangku, tetapi tidak ada siapa-siapa disana.

"Oi Len, hantu tidak bisa menembus dinding perlindungan sekolah kau tahu!" Kataku, kepalaku semakin terasa berat.

"Miku, kau tidak apa-apa? Kau kelihatan pucat." Kata Kaito menatap ke arahku, aku menyandarkan kepalaku ke meja, aku merasa sudah tidak kuat berbicara lagi, Kaito langsung memegang jidatku. "Ya ampun Miku, kau panas!" Kata Kaito, Len kemudian berdiri.

"Aku ingin mengambil air suci dulu." Kata Len, tak lama kemudian dia kembali dengan mukanya yang basah kuyup, dia habis cuci muka dengan air suci? "Ya ampun Miku! Kau ketempelan!" Kata Len heboh, aku terkejut mendengarnya, ketempelan? "Kaito kau bawa Miku ke UKS, aku akan memanggil Big Al-sensei." Kata Len, Kaito langsung membopongku begitu juga Rin mengikuti Kaito, badanku sudah tidak dapat bergerak lagi.

"Benar kau ketempelan, bagaimana bisa aku tidak melihatnya!" Kata Kaito dan Rin bersamaan, aku hanya menggeleng, kepalaku rasanya sungguh sakit. Kami akhirnya sampai di UKS.

"Ya ampun dia kenapa?" Tanya Mew-sensei.

"Dia ketempelan." Kata Rin, sedangkan Kaito menurunkanku ke kasur, rasanya bernafas saja sungguh sulit.

"Dimana kau merasa bertemu hantu tetapi tidak bisa melihatnya di sekitarmu?" Tanya Mew-sensei di sebelahku, pasti saat lampu padam kemarin itu. Tetapi aku tidak bisa berbicara, rasanya hantu yang menempel kepadaku sudah merasuki sangat kuat. Apa Mikuri-chan baik-baik saja di dalamku? Sedari tadi dia tidak bersuara. Aku menggerakkan tanganku dan mengarahkannya kepada Rin. Rin mengangguk mengerti dan dia langsung melepas sarung tangannya dan menggenggam tanganku, dia memejamkan mata untuk melihat lebih jelas.

"Dia terkena nya di jalana ketika pulang dari supermarket kemarin!" Kata Rin kepada Mew-sensei.

"Minna! Aku sudah bawa Big Al-sensei!" Kata Len sambil membuka pintu UKS dengan kasarnya.

"Siapa yang ketempelan?" Kata Big Al-sensei. Semua orang disana menunjuk kepadaku. "Oke, Mew-san, tolong ambilkan air suci di ruang aula satu botol air mineral, dan kalian pegangi gadis itu, penghilangan hantunya bakal sedikit menyakitkan." Kata Big Al-sensei sambil membuka buku mantra. Mew-sensei langsung pergi sambil membawa botol air mineral kosong.

"Sensei! Gomen aku menyela tapi kita harus menunggu Mikuri-chan lepas dari cengkraman hantunya! Kalau tidak Mikuri-chan bisa menghilang!" Kata Rin, tangannya masih terhubung dengan tangan ku. Ya ampun jadi Mikuri-chan bertarung yah di dalam kepalaku.

'Ganbatte Mikuri-chan, aku tidak ingin kehilanganmu!' Pikirku, kepalaku kini rasanya sakit banget, ya ampun, beginikah rasanya ketempelan? Big Al-sensei memasang sarung tangan kulit, karena untuk melepaskan orang ketempelan memang harus memegang hantunya.

'Airgatou semangatnya Miku-chan.' Kata Mikuri-chan dari dalam pikiranku. Aku tersenyum senang mengetahui Mikuri-chan bisa bertahan.

"Sensei! Mikuri-chan sudah berhasil keluar!" Kata Rin.

"Big Al-sensei! Ini air suci nya!" Kata Mew-sensei sambil membawa air suci yang sudah di dalam botol itu.

"Baiklah, kalian, ayo kita mulai!" Kata Big Al-sensei, Rin, Kaito, Len dan Mew-sensei memegangiku. Ketika Big Al-sensei mulai mengucapkan mantra, tubuhku serasa langsung kesakitan, aku ingin berteriak tetapi tidak bisa mengeluarkan suara! Semuanya langsung memegangiku lebih erat ketika aku menggeliat, Big Al-sensei masih terus membaca mantra nya berulang-ulang.

Aku menggeliat kesana kemari untuk mencoba meredakan rasa sakit di seluruh tubuhku, apa hantu nya sudah menyatu denganku sebanyak ini sehingga aku merasa sesakit ini? Big Al-sensei langsung memegang sesuatu di udara, sepertinya itu hantunya. Tanganku sebelah kanan sudah tidak berasa sakit lagi. Tinggal yang lainnya, aku terus membuka mulutku untuk meneriakkan kesakitanku, tetapi tidak ada suara yang keluar. Dari kelima anggota gerakku, yang sudah tidak terasa sakit lagi adalah kedua tanganku.

"Kyaaaaaa! Aaaarrghhh!" Teriakku yang akhirnya bisa mengeluarkan suara.

"Sabar dulu, hantunya sudah separuh keluar dari tubuhmu!" Kata Big Al-sensei.

'Miku-chan, aku akan membantu mendorong dari dalam!' Kata Mikuri-chan. Kini yang sakit tinggal kedua kakiku, akhirnya semua penderitaan berakhir, semua mulai melepaskanku, sementara Big Al-sensei masih memegangi hantu nya yang tidak terlihat olehku, memang target 'tempelan' tidak akan bisa melihat hantu nya. Tetapi aku bisa melihat dari reaksi orang-orang di sekitarku yang melihat wujud hantu nya, antara terkejut hingga tidak percaya.

"Kenapa kau ingin mengambil alih tubuh Miku?" Tanya Kaito tiba-tiba.

"Sabar dulu Kaito, kita menanyainya di luar saja, dan Miku, sirap kepalamu dengan air ini." Kata Big Al-sensei sambil menyerahkan kepadaku botol berisi air suci itu. Aku berjalan ke wastafel dan melepas kunciranku dan menyiram mukaku, rambutku menjadi sedikit basah, tetapi itu tidak masalah bagiku. Aku berbalik dan melihat hantu yang di pegangi Big Al-sensei. Seorang hantu wanita yang memiliki rambut hitam panjang, aku merasa mulai gemetaran.

"Ri-Rin.. aaa.. iii.. haaa.." Kataku sedikit ketakutan.

"Iya, itu hantu yang merasukimu." Kata Rin seolah tahu apa yang aku maksud, aku langung bersembunyi di balik Rin.

"Padahal kau kemarin tidak ketakutan dengan arwah Flower-san. Kenapa sekarang kau malah takut sekali dengan hantu itu?" Kata Len, sweatdrop melihatku.

"Ha.. Di.. aaa.." Kataku masih gemetaran.

"Kata Miku, habisnya dia hampir membuatku terbunuh! Hantu lainnya tidak membuatku terbunuh." Kata Rin menerjemahkan bahasa alien yang aku keluarkan dari mulutku.

"Baiklah, Mew-san, kami pamit dulu, terima kasih telah membantu." Kata Big Al-sensei.

"Tidak masalah kok Big Al-sensei. Aku sungguh senang membantu." Kata Mew-sensei sambil melambaikan tangan. Aku menggandeng tangan Rin erat.

"Ah iya, Rin-san, bisa kau antar saja Miku-san ke rumahnya, dan temani dia untuk beristirahat, soal hantu ini biar para laki-laki di kelompokmu yang menanganinya." Kata Big Al-sensei, aku sungguh lega tidak harus berurusan dengan hantu itu tadi, tetapi ada satu sisi diriku yang ingin tahu kenapa hantu itu menempeliku.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang hantu menempeli manusia :

Hantu itu memiliki dendam yang sangat kepada seseorang semasa hidupnya, sehingga dia ingin mengambil badan manusia untuk membalas dendamnya itu.

Hantu itu merasa sangat terlindungi dengan sosok manusia itu.

Hantu itu merasa dengan tubuh manusia itu, bisa menyokong kehidupannya.

Yang terakhir ini yang paling di takuti dari semua alasan itu, hantu itu dendam kepada manusia itu, sehingga ingin menghancurkan kehidupan manusia itu dengan merasukinya.

Aku mengikuti Rin-chan yang berjalan keluar dari gedung pembelajaran.

"Rin-chan, menurutmu kenapa hantu itu merasukiku?" Tanyaku. Rin hanya menatapku aneh kemudian dia memelukku.

"Apa kau tidak ingat rasa kesakitan itu! Aku yang merasakan dari tanganmu juga merasa ikut tersiksa kau tahu! Dan kau dengan gampangnya masih ingin tahu tentang hantu itu! Aku merasa hantu itu tidak layak untuk sifatmu Miku!" Kata Rin sambil sedikit menangis, benar juga, dia belum memasang sarung tangannya ketika dia memegangiku, dia pasti ikut merasakan rasa sakit itu tadi, aku ikut memeluknya.

"Rin-chan, gomenne, kau jadi ikut merasakan rasa sakit itu, kalau aku tidak memintamu untuk 'membaca' ku, kau pasti tidak akan lupa memasang sarung tanganmu." Kataku memeluknya.

"Biarkan saja hantu itu di tangani oleh Kai-kun, Lenny dan Big Al-sensei! Kau harus istirahat di rumahmu!" Kata Rin-chan sambil menatapku dengan mata sembabnya. Aku hanya mendesah nafas dan menatapnya sambil tersenyum.

"Baiklah, aku akan istirahat di rumahku, sudah jangan menangis Rinny, nanti aku di kira telah memukulimu oleh Len." Kataku sambil bercanda, Rin menyeka air matanya dan mengangguk. Akhirnya Rin memelukku dari samping dan menuntunku menuju rumahku.

.

~Another Place ( Halaman belakang sekolah )~

.

Akhirnya hantu itu di rantai menggunakan mantra pengikat dari Len di halaman belakang sekolah, lebih tepatnya di hutan buatan di sana.

"Kenapa kau merasuki Miku?" Tanya Kaito. Hantu itu tetap tidak menjawabnya. Kaito ingin menghampirinya, tetapi di tahan oleh Big Al-sensei.

"Kaito, kau pasti tidak ingin menyentuhnya bukan?" Tanya Big Al-sensei, Kaito akhirnya menghela nafas, dia harus mengendalikan emosinya saat ini. "Baiklah, terserah kau mau mengatakannya atau tidak, tetapi yang pasti, aku tidak akan bisa membantumu untuk kembali ke alam sana." Kata Big Al-sensei.

"I-iya! Aku akan mengatakannya! Tolong bebaskan aku dari dunia ini! Aku ingin tenang di dunia sana!" Kata Hantu itu tiba-tiba membuka suara.

"Siapa namamu?" Tanya Big Al-sensei. Hantu itu kemudian memberikan namanya. "Lalu, kenapa kau mengambil alih tubuh Miku?" Tanya Big Al-sensei.

"I-itu karena.. Karena.." Kata hantu itu menggantung.

"Karena apa!" Kata Kaito.

"A-aku takut bila aku mengatakan yang sebenarnya, kau si rambut biru, tidak akan membiarkanku tenang!" Kata Hantu itu. Kaito hanya menatap hantu itu dengan tatapan 'menyusahkan'.

"Aku akan membiarkanmu tenang kalau kau membicarakan yang sebenarnya." Kata Kaito.

"A-aku, terikat oleh dendam ini! Mereka membunuhku hanya karena aku menolak memberikan mereka uang! Mereka juga membunuh adikku! Adikku yang malang! Aku mengambil tubuhnya karena aku merasa yakin dengan tubuhnya, aku akan menuntaskan dendamku ini!" Kata hantu itu dengan keadaan yang penuh amarah, bahkan rambutnya sampai berkibar melawan gravitasi.

"Baiklah, kami yang akan menuntaskan dendammu, kau kembalilah kesana dan temani adikmu, kami yakin dia akan merindukanmu karena dia merasa kesepian di sana tanpa kakaknya." Kata Big Al-sensei dengan wajahmasih kalem.

"Benarkah?" Tanya hantu itu, Big Al-sensei hanya mengangguk.

"Aku juga memiliki adik sepertimu, dan aku juga tidak akan tega bila membiarkannya sendirian ketika aku mementingkan egoisku." Kata Kaito sambil menggaruk belakang kepalanya. Hantu itu menatap Kaito dengan pandangan yang tidak bisa di artikan.

"Baiklah, rambut pirang! Lepaskan aku! Aku minta maaf karena mencoba membunuh gadis itu, dia pasti teman kalian kan? Aku minta maaf! Aku akan menemani adikku disana! Maaf telah merepotkan kalian! Aku pergi dulu!" Kata hantu itu kemudian menghilang, Len langsung terduduk.

"Hari yang melelahkan." Kata Len sambil menggaruk kepalanya.

"Kurasa kita harus mengijinkan Rin dan Miku dari latihan hari ini." Kata Kaito duduk di sebelah Len.

"Aku yang akan bilang kepada Yuuma-senpai." Kata Len.

"Kalian memang akan latihan apa?" Tanya Big Al-sensei, Len dan Kaito kemudian sedikit menutup mulutnya merasa keceplosan.

"A-ah, kami hanya meminta Yuuma-senpai dan kelompoknya untuk melatih kami agar tidak gagal dalam tes." Kata Kaito berbohong.

"Be-benar, kami takut gagal akan tes kenaikan kami." Kata Len. Big Al-sensei hanya mengangguk.

"Kurasa kalian sudah cukup kuat untuk usia kalian, jangan terlalu di paksakan." Kata Big Al-sensei sambil pergi. Len dan Kaito hanya menghela nafas, mereka merasa lega Big Al-sensei tidak menanyakan lebih detail.

"Sudahlah, ayo ke kelas Yuuma-senpai." Kata Len, Kaito hanya mengangguk dan mulai beranjak dari tempatnya berdiri.

.

.

.

TBC

Gomen, malah alurnya begini-desu, semoga kalian tetap suka-desu.

Balasan Review :

Miza Fuyumi : Soal dekat dengan end, emang sudah deket-desu, tapi Clara masih suka melenceng di tengah cerita-desu, jadi enggak selesai-selesai-desu. Di tunggu aja ya dengan sabar-desu.

Christa : Daijobu na, yang pernting Christa-san bisa seneng dengan cerita Clara-desu.