Author Note: update lagi =w=" oh my god, no review at all? OAO" -hiksu- reviewer! Where are you! TT^TT

Disclaimed! I don't own any character from Kingdom Hearts or any character from Square Enix what I own? The story and my OC. I want Sora... Q.Q but he's belong to Kingdom Hearts and Square Enix...

Your Other Life

Chapter 25 : Berserk.

"Ouch!" Aku terjatuh dan menimpa Leon.

Hebatnya, kami menimpa Haunted Ghost saat terjatuh dan damage yang kami berikan pada Haunted Ghost cukup besar hingga Haunted Ghost stunning.

"Maaf, Leon," kataku dengan muka memerah, rasanya malu sekali karena sudah menimpanya.

"Tidak apa-apa, kau baik-baik saja?" Tanyanya.

"Yeah, aku kaget sekali. Tadi itu apa?" Tanyaku.

"Sebuah jebakan," jawab Leon.

"Tapi mengapa monster di sekitar sini tidak terkena jebakan tadi?" Tanyaku heran.

"Karena Haunted Ghost melayang, mereka tidak menginjak tanah. Jebakan itu akan bekerja ketika kau menginjaknya," jawab Leon sambil mengalahkan Haunted Ghost. Setelah sembuh dari stunning, dia hendak menyerang kami.

"Oh, tapi apakah jebakan ini disiapkan oleh player lain, ya?" Tanyaku penasaran.

"Kurasa tidak," jawab Leon sambil menatap sesuatu.

Aku pun melihat kearahnya melihat, beberapa players terlihat terkena ledakan yang sama seperti kami. Cukup banyak yang kena, mungkin ada puluhan?

"Jebakan ini dipersiapkan khusus untuk event ini, untuk mengurangi jumlah players yang bertahan hidup," jelas Leon.

"Mengerikan juga ya...," kataku dengan dahi mengkerut.

Dari kejauhan, aku melihat Namine, dia bersama Zack. Keduanya terlihat sedang bertarung dengan player lain. Mendadak, tempat pijakkan Namine meledak, Zack yang berada di dekatnya terkena ledakkan juga, begitu pula player yang menyerang ke duanya.

"Namine!" Teriakku dengan cemas.

Aku pun berlari ke arahnya. Sialnya, sebelum aku sampai di dekatnya, aku justru menginjak jebakan lagi...

"Aaaaaarg!" Aku menjerit kesakitan terkena ledakan, tubuhku juga sakit karena terbentur tanah.

Kepulan asap akibat ledakan membuatku tidak bisa melihat apa pun di sekelilingku. Kulihat, sebuah bayangan meluncur dengan cepat ke arahku...

"Wah!" Aku langsung melompat mundur.

Sebuah sword nyaris mengenaiku jika aku tidak melompat mundur. Karena melompat mendadak, aku kehilangan keseimbangan saat mendarat dan hendak terjatuh lagi...

"Careful." Seseorang lalu menangkapku yang setengah terjatuh.

"Ah, thanks, Leon," kataku ketika menatapinya, sejak kapan dia ada di belakangku?

Angin kuat berhembus dan membuat kepulan asap hitam terbang menjauh, aku dapat melihat sekelilingku dengan jelas. Kulihat, sesuatu berada di atas kami, tapi karena searah dengan cahaya matahari, aku tidak bisa melihat dengan jelas apa yang berada di atas kami. Aku hanya melihat sebuah bayangan yang semakin lama, semakin besar, seakan-akan terjatuh ke arah kami...

Astaga! Memang ada sesuatu yang terjatuh ke arah kami!

"Waaaaaaaaah!" Teriaku, kaget ketika melihat bayangan tersebut semakin dekat dengan kami.

Sayangnya, kami berdua terlambat menghindar. Seekor monster raksasa menimpa tubuh kami...

"Perhatian untuk seluruh players yang mengikuti event ini..." Terdengar suara yang sangat keras dari langit. "...baru saja, Lightning Ghost memasuki area event. Bagi siapa pun yang dapat mengalahkan Lightning Ghost, maka akan mendapatkan seribu bendera!"

Begitu pengumuman berakhir, terlihat banyak players yang berlari menuju ke arah kami, dimana Lightning Ghost masih menimpaku dan Leon.

Begitu berhasil keluar dari tindihan Lightning Ghost, kami segera menyingkir, menghindari ratusan players yang menyerang dan menembakkan magic secara membabi buta. Beberapa magic mau pun serangan para players tersebut nyaris mengenaiku dan Leon.

Man, gara-gara terkena dua ledakan plus tindihan monster, HPku tersisa sekitar seperempat.

"Wah!" Aku refleks menahan serangan dari seorang player. Herannya, aku bisa menahannya dengan sempurna, padahal aku dalam keadaan panik karena HPku tinggal sedikit.

Mungkinkah karena ability Sora, Super Reflex. Entah mengapa, aku merasa sangat bersyukur memiliki ability ini, jika tidak memiliki ability ini, mungkin aku sudah kehabisan HP tadi...

Aku melompat mundur sambil menangkis setiap serangan yang tertuju padaku. Aku berguling ke samping ketika melihat Lightning Ghost menembakkan magic ke arahku. Beberapa puluh players terkena serangan magic karena terlambat menghindar.

Tidak berhenti sampai di situ, aku masih harus melompat untuk menghindari serangan dari Lightning Ghost, dia menyerang karena disekitarku terdapat banyak players.

Aku melayang tepat di atas Lightning Ghost, aku pun menginjak kepalanya dan melompat sekali lagi, melayang lebih tinggi lagi. Dari atas sini, aku dapat melihat sosok Roxas, Ventus, Namine, dan Xion di balik puluhan players yang mengelilingi mereka, saling bersaing mengalahkan Lightning Ghost. Teman-teman Leon juga terlihat, mereka cukup menonjol karena mereka kuat.

Aku mengarahkan senjataku ke arah Lightning Ghost, tepat di bawahku, dikepung oleh puluhan players.

Aku tidak akan kalah dari puluhan players yang berada di bawah!

"Rising Sun!" Teriakku sambil meluncur ke bawah.

Seranganku tidak hanya mengenai Lightning Ghost, tapi juga beberapa players yang berada di sekitarnya. Aku meluncur sebanyak enam kali dan berhasil mengalahkan satu player -yang kebetulan sedang sekarat, kurasa?

Aku memukul players di sekitarku tanpa menghadapi Lightning Ghost. Aku baru sadar, bahwa melawan player lain lebih menantang dibandingkan menghadapi monster, karena player mempunyai pikiran, sehingga bisa menangkis atau menahan serangan. Sedangkan monster hanya mematuhi aturan yang diperintahkan tanpa mempunyai pikiran.

Aku menunduk untuk menghindari serangan, lalu memukul keatas hingga player yang menyerangku tadi terlempar ke atas.

"Strike Raid!" Aku melempar senjataku ke arah player yang terlempar ke atas tadi.

Jeritan kesakitan akibat kehabisan HP terdengar keras dari player tersebut. Aku menangkap senjataku yang terbang kembali ke arahku dan langsung memakainya untuk menangkis serangan dari player lain.

Entah mengapa, semakin sedikit jumlah HPku, aku merasa seranganku menjadi semakin kuat. Rasanya, tubuhku seperti bergerak sendiri, ingin terus menyerang dan menyerang player yang hendak menyerangku. Selain itu, aku merasakan perasaan aneh, seperti...sebuah kebencian...

"Die!" Teriakku dengan senyum sinis.

Aku terkejut melihat finishing blow-ku membuat player yang kuserang tewas seketika, tubuhnya membentur keras dengan tanah.

Sejak kapan...seranganku menjadi sangat kuat hingga tanah bekas benturan player tadi retak? Aku merasa ada seseorang di belakangku, aku langsung menyerangnya...

"Ugh!" Roxas langsung menahan seranganku.

"Roxas?" Kataku terkejut melihat Roxas yang kuserang, aku langsung menurunkan senjataku.

"Sora, kau terkena status berserk?" Tanya Roxas dengan cemas.

"Aku tidak tahu, tapi tiba-tiba sekali..." Aku langsung menyerang player yang mencoba menyerangku dari belakang. Aku menyerangnya tanpa menoleh sedikit pun. Aku dapat merasakan posisi player tersebut dari aura membunuhnya."...aku merasa peka terhadap semua hal, seperti merasakan kehadiran player..." Aku menembakkan magic pada player yang hendak menyerangnya. "Aku dapat merasakan posisinya hanya dari auranya, aura membunuh atau bukan, aku tidak bisa membedakannya. Aku bahkan dapat merasakan jika ada player dibelakangku, padahal aku tidak melihatnya sama sekali," jelasku dengan expresi datar.

"Sora, kau...baik-baik saja?" Roxas terlihat semakin cemas setelah mendengar penjelasanku.

"Kurasa...?" Aku sendiri tidak tahu bagaimana kondisiku sendiri. Aku memegang daguku, memang terdapat keanehan pada diriku, tapi masih terkontrol.

Mendadak, aku refleks menghindari serangan magic lightning dari Lightning Ghost, begitu juga Roxas, tetapi dia tidak menghindarinya secara sempurna.

Aku melihat Leon berada tidak jauh dariku, dia terlihat sedang bertarung dengan player lain. Sesekali, dia terlihat mengamati kondisiku.

Meski raut mukanya datar, tapi sepertinya dia mencemaskanku. Lightning Ghost terlihat semakin lemah dan membuat players disekitarnya menjadi brutal, berlomba mengalahkannya yang hampir kalah.

Tekanan aura yang kurasakan semakin kuat, entah mengapa aku menjadi marah tanpa sebab yang jelas. Aku menggenggam senjataku dengan erat, tanpa terasa aku tersenyum sinis.

Terdapat gejolak aneh, seperti menyuruhku untuk menghabisi semua players yang ada.

"Sora! Kau dalam pengaruh berserk!" Kata Roxas memberitahu dari kejauhan, dia sedang diserang player lain. "Kontrol dirimu! Atau nanti HPmu akan habis karena tidak dapat menangkis serangan!"

Aku mencoba untuk mengontrol emosiku, tetapi rasanya terlalu sayang untuk melewatkan kesempatan dimana aku menjadi sangat kuat, bukan karena bantuan GM, tapi karena berserk.

Roxas pernah menjelaskan status abnormal, termasuk berserk. Player dalam keadaan berserk tidak dapat berpikir jernih, yang dia pikirkan hanyalah serang dan serang, sehingga pertahanan diri menjadi sangat rendah.

Aku mendesis, rasanya dari tadi tidak ada magic dengan status effect mengenaiku, jadi bagaimana mungkin aku bisa terkena berserk? Lagipula aku masih bisa berpikir jernih...

Mungkinkah ini adalah salah satu special ability Sora? Hum, tidak ada salahnya mencoba mentesting ability ini...

To Be Continued...

Author Note: wew =w=" reviewers~dikau pada kemana~?

*****time to chat with Sora*****

Me: Sora! I'm sad! -crying while hugged Sora-

-Riku suddenly come and separated me from Sora-

Riku: DON'.HIM. -Glared at me-

Me: WHAT IS YOUR PROBLEM! -Ready to fight-

Riku: Sora's belong to me!

Sora: uh, guys? Please don't fight... -Panic-

Me: I'm challenging you, Riku! If I win! I want Sora, just for me! -Death glared-

Riku: -Looking at me with murdered face- I accept you challenge.

-I and Riku head out to somewhere-

Sora: -sweat drop- man, I hope both of them won't kills each other. Review, guys?