Episode 25 (Meeting and contract)
Reyna meminta para pasukan yang tersisa untuk menangkap mereka. Reyna sama Octavian memang menjunjung tinggi kehormatannya. Meski begitu, mikasa tidak ditangkap karena dia punya hubungan kekerabatan dengan eren.
"Tunggu! Apa-apaan ini? Lepaskan kami, reyna!" bentak alabaster. Begitu juga eldy dan juga dr claymore. Mikasa protes dengan apa yang dilakukan oleh reyna
"Tunggu, reyna. Kau apakan mereka?" Tanya mikasa
"Akan kami bawa ke legion romawi untuk diadili. Tenang saja, tidak akan sakit, mikasa."
"Tapi jangan seperti ini! Mereka sudah membantu kita dan memperlambat monster itu. Kita tidak bisa seenaknya menangkap atau membunuh mereka tanpa sebab!"
"Aku tahu. Tapi ini perintah, mikasa. Perintah yang tidak bisa diabaikan," kata reyna dengan wajah terpaksa. Lalu, muncul Jupiter, dewa langit pada zaman romawi kuno dan juga Bellona, dewi kebijaksanaan pada zaman romawi kuno juga.
"Dewa Jupiter maha agung dan juga Ibu." Dia pun melakukan bungkuk atau hormat kepada dua dewa tersebut. Raut wajah dewa itu pucat, dengan mengenakan baju formal, berjanggut dan tidak terlihat seperti zeus. Kemudian, ada Bellona, yang mengenakan baju gaun warna ungu dan membawa buku tentang bermain catur dengan cepat.
"Jadi ini yang bernama Alabaster, eldy dan juga dr claymore? Kerjamu bagus, reyna. Ibumu bangga kepadamu," kata Jupiter dengan raut wajah senyum manis kepada reyna.
"Iya, yang mulia Jupiter. Lalu, apa yang harus kami perbuat dengan mereka?" lalu Bellona berkata, "Lebih baik kita interogasi mereka mengapa mereka ingin mencari pengkhianat itu. Lagi pula, di romawi, kita menjunjung tinggi kehormatan dan juga disiplin. Reyna, aku beri kau—" tiba-tiba muncul dimas di rumah sakit. Memang mengejutkan karena seharusnya dimas berada di kapal argo 0. Lalu mengapa dia berada di rumah sakit? Namun, jika dilihat baik-baik, itu dimas dalam bentuk bayangan. Dan tidak terlihat seperti ingin bertarung karena dia tidak memakai senjata apa-apa.
Jupiter yang melihat dimas pun berkata, "Mau apa kau ke sini?"
"Tidak ada. Jupiter, kau seharusnya tahu bahwa kita membutuuhkan mereka dan akan rugi jika kau malah membunuh mereka. Cobalah kau lihat ini," dia pun menunjukkan jam tangan casio ke mereka dan menunjukkan seandainya mereka dibunuh. Ada percy yang kehabisan tenaga melawan Uranus dan langsung membunuhnya. Jason juga diremukkan oleh gaia, dan juga seluruh dunia akan musnah. Tidak hanya itu, sumber daya alam dihabiskan semua oleh para titan. Banyak darah berceceran di sana, dan keseimbangan makhluk hidup tidak terkendali.
Namun, hal itu tidak menggoyahkan niat Jupiter untuk menangkap atau membunuh mereka.
"Kau piker aku akan percaya dengan hal seperti itu, dimas? Kau sama naifnya dengan para dewa dewi sekarang yunani kuno. Mestinya kau tahu, aku lah yang paling dihormati, kenapa kau—"
"Kau memang dewa terhormat. Tetapi, kau egois, Jupiter!" kata dimas.
"Apa katamu? Kau bilang aku egois! Aku ini—" tiba-tiba listrik padam semua dan tidak mengerti mengapa padam. Jupiter berusaha menyalakan kembali lampunya. Lalu, muncul Bach yang membawa senjata great sword.
Bellona dan Mikasa melihat nya terkejut,
"Kenapa dia ada di sini? Bukannya Bach sudah mati?" kata Bellona
"Kau masih belajar untuk menjadi dewi, nona Bellona." Kata bach sambil mengamati gerak gerik Jupiter yang resah. Reyna dan kawan-kawan tidak mengerti apa yang mereka katakan.
"Begini saja, kita adakan pertemuan tertutup. Tidak enak ada anak buahmu dan juga anakmu tahu kan soal ini. Bagaimana?"
"Baiklah kalau begitu." Bellona pun mengiyakan dan akhirnya rapat pun tertutup bagi semua orang dan mereka pun menghilang.
Mikasa membuka tali yang diikat oleh pasukan romawi, karena dia merasa dia sudah melakukan hal yang benar.
"Kenapa kau membukanya, mikasa? Kau tahu, ini perintah—"
"Aku tidak peduli perintah selama perintah itu salah. Kita tidak bisa membiarkan orang yang sudah menyelamatkan kita mati sia-sia hanya karena mereka melakukan kesalahan yang sepele!" kata mikasa dengan tatapan galak. Reyna sama Octavian berhati-hati dengan mikasa karena dia memiliki kemampuan membunuh para titan dengan cepat.
Sementara itu, dalam rapat di New State Building, gedung Olympus jika kita menaiki lift dan terlihat ruangan itu benar-benar megah. Keramiknya berwarna emas, kemudian ada patung Jupiter dengan gagah berani dan juga mengalahkan Prometheus dan mengunci nya di lubang tartarus. Ruangan rapat ini terlihat seperti konferensi meja bundar karena mejanya berbentuk bundar. Dimas yang masih menggunakan bayangannya Karena jiwa dan tubuhnya berada di kapal argo II pun memasuki ruangan. Rupanya, Bach dan Dimas disambut oleh para dewa dewi Olympus. Seperti dewa Mars yang mengenakan baju romawi dan mengenakan M-16, kemudian ada dewa Vulcan atau dewa api dan pengrajin yang masih utak atik perkakas yang rusak gara-gara para ventus yag usil sekali menghancurkan barang milik Vulcan. Kemudian, ada dewa Merkurius yang masih kirim email soal keluhan-keluhan soal pengiriman surat yang terlambat, lalu ada dewi venus atau dewi kecantikan yang merias diri dan terlihat cantik. Ada dewa Apollo yang nyengir dan bercanda bersama dengan dewi Diana, dewi pemburu dan juga dewi bulan. Ada dewi ceres atau dewi pertanian yang masih bikin sereal buat dirinya sendiri, kemudian ada Bacchus yang masih saja minum anggur buatan dirinya sendiri. Kemudian ada Neptunus yang kali ini mengecek kedalaman laut di samudra pasifik dan mengadakan perjanjian dengan para ikan duyung. Yang tidak hadir hanya Pluto, dewa bawah tanah dan juga dewi Juno, dewi penyampai pesan.
Nah, saat Bach dan Dimas duduk di rapat Olympus soal penangkapan kepada eldy dan kawan-kawan, rapat pun dimulai,
"Baiklah. Kali ini kita adakan rapat karena ada 2 orang, yaitu dimas dan bach tidak setuju jika mereka ditangkap atau dibunuh." Lalu mereka semua melihat dimas dan bach dengan tatapan sinis.
"Bah, manusia itu bisa apa? Cuma bisa ngeluh, malas dan juga tidak mau berterima kasih kepada kita. Benar, bukan dimas?" kata mars dengan tatapan sombongnya.
"Hmmm. Selalu saja seperti itu, mars. Kau tidak pernah berubah sikap anehmu itu." Kata dimas dingin. Bach pun heran dengan raut wajah mars maupun dimas.
"Dimas, memangnya kau hafal karakteristik mereka?"
"Tentu saja. Aku juga abadi seperti mereka. Hanya saja, aku terlihat umur 17 tahun Karena kutukan Ayah angkat sialan itu!" gerutu dimas sambil memperhatikan rapat yang dipimpin oleh Jupiter. Kemudian,
"Nah, dimas, bisa kau jelaskan mengapa kau tidak ingin kita bunuh atau tangkap mereka dan membiarkan mereka menyelamatkan kita semua?" kata Diana dengan tatapan serius. Kemudian, dimas pun menjelaskan kenapa mereka tidak ingin kita tangkap ataupun dibunuh, dan menunjukkan masa depan jika sampai itu terjadi. Nah, saat itulah, raut wajah Diana menjadi suram, "Begitu iya? Berarti mereka juga memegang kunci selain reyna maupun percy Jackson."
"Apa?! Kau bilang si anak kurang ajar, percy Jackson memegang kunci melawan Uranus? Kau gila, Diana! Kau pikir gampang melupakan masalah ku dengan anak itu, huh?!" kata mars sambil menggebrak meja karena tidak terima pernyataan yang diucapkan oleh Diana.
Kemudian, Merkurius berkata, "Kenapa, mars? Apa kau tidak percaya kepada mereka?"
"Bah! Tentu saja, merkurius! Aku pernah dibuat kesal sama anak neptunus itu. Benar-benar harus diajarkan sopan santun!"
"Bisakah kita kembali ke kasus eldy dan kawan-kawan?" kata bach sambil berusaha menenangkan emosi mars. Jika tidak, bisa-bisa ditembak oleh mars Karena wujudnya bach saja hantu. Apalagi, dimas yang wujudnya bayangan atau hantu. Namun, jika dilihat, dimas hanya diam saja melihat rapat Olympus yang tidak terlihat serius.
"Apa kau bisa menjamin bahwa eldy dan kawan-kawan bisa menyelamatkan dunia? Kami tidak ingin hancur karena kelakukan yang diperbuat oleh Uranus." Kata Diana kepada dimas. Semua mata tertuju kepada dimas dan bach.
"Tentu saja! Karena aku harus menjaga mereka karena mereka lah yang mengerti situasi di sana. Dan juga, kau harus membantu kami meskki pintu Olympus ditutup." Kata dimas. Jupiter yang melihat dimas masih kurang puas, lalu dia berkata, "Kenapa kau selalu saja membela para manusia? Kau kan abadi dan mereka melihatmu saja bikin mereka jadi mengerikan,". Lalu dimas menjelaskan, "Bukan begitu. Aku melakukan apa yang aku anggap benar. Menjadi dewa itu susah, apalagi aku lebih suka jadi diriku sendiri saja." Lalu menunjukkan waktu jam 10 malam karena dimas yakin bahwa kru kapal akan mencarinya, termasuk violet dan Sammy
"Aku harus pergi. Bach, ayo pergi." Kata dimas sambil mengajak bach dan baru kali ini rapat belum selesai dan dua orang pun meninggalkan secara tiba-tiba.
Sesaat kemudian, dimas dan Bach berbicara di ruang hampa, terlihat dimas sedang membaca kontrak yang tebalnya seperti buku,
"Tunggu! Itu buku apa yang kau baca?"
"Itu buku kontrak. Tetapi ingat, kali ini aku melakukan perjanjian dengan Rhea, istrinya kronos."
Bach mengerutkan kening, "Kenapa kau melakukan perjanjian gila dengannya? Dia kan—"
"Aku tahu. Tetapi, aku sudah mendapatkan Gigas dan itu belum cukup. Aku harus hentikan Uranus palsu itu," kata dimas. Bach kaget ketika dimas bilang Uranus palsu.
"Tunggu, kau bilang itu Uranus palsu? Memangnya kau bisa seyakin itu jika bukan Uranus?" kata bach. Dimas pun berbisik kepada bach dan raut wajahnya pucat pasi.
"Serius? Jadi yang kita hadapi bukan Uranus? Lalu saat kau hadapi Uranus itu adalah—"
"Iya. Uranus yang aku hadapi pertama kali adalah Uranus asli atau Caelum. Tetapi, kita menghadapi persoalan yang lebih serius, dan kuncinya adalah symbol yang dimiliki oleh beberapa demigod."
To be Continued
