"Hujan…" gumam Donghae pelan saat dia memandangi tetes-tetes air yang berjatuhan dari langit dari pintu depan stasiun yang baru saja diinjaknya bersama Eunhyuk. Dia berdiri memandangi tetes-tetes air itu sementara dia menunggu Eunhyuk mengambil mobil yang akan mereka berdua gunakan untuk pergi ke mansion Siwon (karena dia tidak bisa menyetir).
Donghae memejamkan matanya sejenak, membiarkan suara dan aroma hujan mengisi tubuhnya. Sebuah senyum childish tersungging di bibirnya saat aroma hujan menyambut indera penciumannya.
Ya, Donghae menyukai hujan, dari kecil kapanpun hujan turun, namja berambut hitam seleher itu akan segera berlari dari manapun tempatnya berada untuk bermain hujan (membuat Eunhyuk, yang merupakan temannya sejak kecil, kadang-kadang protes dan memarahinya akibat tindakan kekanakannya itu). Apa pun yang terjadi, Donghae selalu merasa selama dia bersama hujan, maka dia akan baik-baik saja. Baginya hujan adalah sahabatnya, seseorang yang siap membuatnya tenang dan nyaman, apa pun yang menunggunya di luar dunia kecilnya saat dia membuka matanya pada kenyataan.
Ya…seperti Eunhyuk untuknya….
Jujur saja, setiap melihat namja berambut cokelat itu, Donghae selalu merasa ada sesuatu yang membuatnya ingin menjaga namjachingunya itu. Dia, meski dia tidak ingat bagaimana pertemuan pertama mereka berdua, dia masih bisa mengingat dengan jelas kekaguman, rasa sayang, juga cinta yang dia rasakan saat melihat Eunhyuk. Hingga sekarang, perasaan itu tetap ada dan semakin bertambah kuat setiap harinya. Perasaan itu begitu kuat…hingga Donghae merasa dia memang terlahir di dunia ini untuk Eunhyuk.
Untuk selalu menjaga, menyayangi, juga mencintai namjachingu tercintanya itu.
Terutama sekarang…saat semua orang tidak lagi memiliki jaminan keamanan. Saat dia tidak bisa lagi hidup damai karena perang di antara Siwon dan Zhou Mi….
Suara klakson mobil segera membuat Donghae membuka matanya yang sedaritadi terpejam. Dia melihat Eunhyuk, yang sudah duduk di dalam mobil miliknya, memandangnya dengan pandangan tidak sabar seolah menyuruhnya untuk segera naik. Melihat wajah namjachingunya itu, Donghae segera menyeret koper yang dibawa mereka berdua, menyimpannya di dalam bagasi mobil, dan memasuki mobil dengan tergesa-gesa sebelum akhirnya mobil mereka segera bergerak meninggalkan stasiun.
Selama perjalanan, kedua vampire itu diam, masing-masik sibuk dengan pikirannya sendiri-sendiri. Eunhyuk memfokuskan diri pada setir mobil dan jalanan di hadapannya (meski sebenarnya dia sudah hapal sekali dengan jalan yang sudah ribuan kali dia lalui sejak kecil ini) untuk menghindari kemungkinan kecelakaan (meski kemungkinannya kecil karena letak mansion Siwon memang sedikit 'terpencil') sementara Donghae terus-menerus memandang ke luar jendela di sampingnya sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di tepi jendela, memandangi hutan-hutan di tepi jalan yang mereka lalui.
Sampai saat melewati satu titik hutan, Donghae, seolah-olah tersentak keluar dari lamunannya, langsung duduk tegap di kursinya dan memandang hutan di sebelahnya dengan mata terbelalak.
Eunhyuk yang melihat perubahan sikap namjachingunya itu segera menginjak rem untuk menghentikan mobil yang mereka kendarai dan memandang namjachingunya yang duduk di sebelahnya itu.
"Ada apa, Hae?" tanya Eunhyuk.
"Ada…bau darah…" gumam Donghae sambil menurunkan jendelanya. Penciuman Donghae memang jauh lebih sensitif daripada Eunhyuk. Karena itu kadang-kadang Siwon meminta Donghae untuk melakukan misi untuk mendeteksi vampire-vampire yang terkena racun dengan mencium bau darah mereka.
"Mungkin cuma binatang yang terluka?" tanya Eunhyuk. "Bagaimanapun juga ini kan hutan…"
Donghae menggelengkan kepalanya. "Baunya berbeda…" gumam Donghae. "Ini bukan darah binatang…" dan dari nada bicaranya, Eunhyuk yakin namjachingunya itu juga tidak berpikir kalau darah yang diciumnya adalah darah manusia.
Darah binatang memang memiliki perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan darah manusia atau vampire. Darah binatang memiliki bau yang lebih pekat dan kadang-kadang memiliki bau tanah dan rumput yang tercampur di darah mereka. Darah manusia memiliki bau yang lebih enak (yang membuat manusia sering menjadi korban vampire level E atau D) tapi bagi vampire level B atau darah murni bau darah manusia seringkali terasa hambar dan tidak enak sama sekali.
Tapi darah vampire…ini sudah benar-benar berbeda. Darah vampire jarang sekali tercium dan begitu bau darah vampire menyebar, bau darahnya akan menyebar jauh sekali. Baunya akan terasa sangat tajam, asin, dan familiar. Tidak ada vampire yang bisa melupakan bagaimana bau darah vampire jika sudah pernah menciumnya meski hanya sekali karena bagi para vampire, setiap masing-masing dari mereka memiliki bau darah khas masing-masing. Karena itu meski hanya mencium bau darahnya sekali saja, kau akan langsung bisa mengingat siapa pemilik darah itu (yang membuat vampire tidak pernah mengkhawatirkan terjadinya perselingkuhan di keluarga dan jenis mereka, karena bau darah yang mereka buat saat ritual pernikahan akan segera tercium).
Eunhyuk langsung ikut menurunkan jendelanya dan mengendus udara di luar mobilnya. Ya, tidak diragukan lagi, bau darah yang mereka cium ini adalah darah vampire.
Dan bukan bau darah yang asing….
Eunhyuk dan Donghae langsung menjeblak pintu hingga terbuka dan berlari ke arah bau darah yang mereka cium. Mereka berlari menyusuri hutan sambil tetap mencium bau darah yang mereka kenali itu. Dan mereka menemukannya dalam hitungan detik.
"Kibum!" seru Donghae panik saat dia melihat namja manis berambut hitam itu tergeletak kaku di tengah hutan dengan badan dan muka berlumuran darah. Donghae melihat kalau banyak sekali luka di tubuh namjachingu Siwon itu, membuat bahkan air hujan yang membasahi tubuh mereka tidak sanggup menghilangkan darah-darah yang mengalir dari tubuh namja manis berambut hitam itu.
"Hyukkie, siapkan selimut yang kita bawa! Letakkan di kursi belakang mobil!" perintah Donghae pada namjachingunya yang berdiri terpaku di belakangnya dengan muka ketakutan melihat Kibum yang berlumurah darah itu. Eunhyuk, yang langsung tersadar dari keadaan trancenya akibat perintah Donghae, langsung berlari ke arah mobil mereka sementara Donghae segera melepas jaketnya yang basah kuyub dan menutupi tubuh mungil Kibum dengan jaketnya sebelum menggendongnya menuju mobil mereka.
Begitu tiba di mobil, Donghae segera meletakkan Kibum yang tidak sadarkan diri itu di kursi belakang mobil dan segera membungkus tubuh Kibum dengan selimut-selimut tebal yang sudah disiapkan Eunhyuk. Setelah semua selesai, Donghae segera masuk kembali ke mobil dan tanpa basa-basi Eunhyuk segera menyetir menuju mansion Siwon dengan kecepatan tinggi seperti orang kesetanan sementara Donghae merogoh sakunya untuk mencari handphonenya dan menelepon Siwon.
"Siwon-ah!" seru Donghae setelah dia yakin kalau Siwon sudah mengangkat teleponnya. "Kibum...aku dan Hyukkie menemukan Kibum terluka di hutan dekat mansionmu! Keadaannya parah! Apa…? Ya, kita sedang menuju mansionmu sekarang! Hyukkie berapa lama lagi kita sampai di sana?"
"Sekitar sepuluh menit!" jawab Eunhyuk sambil tetap menyetir.
"Sekitar sepuluh menit…. Tidak, Siwon, dia tidak sadarkan diri. Aku dan Hyukkie mencium bau darahnya di perjalanan dan menemukannya sudah dalam keadaan separah ini! Oke, oke, kami akan melakukan yang terbaik."
Eunhyuk menggigit bibirnya, berusaha tetap berkonsentrasi pada jalanan alih-alih bau darah Kibum yang sangat 'mengundang' di mobil mereka itu. Dia tidak boleh mengawang-awang. Dia harus fokus! Fokus pada jalanan dan bukan pada tubuh Kibum yang berlumuran darah di belakangnya.
Untuk pertama kali dalam hidupnya, Eunhyuk merasa kalau perjalanan mereka menuju mansion Siwon begitu sulit dan menegangkan….
Kyuhyun sedang asyik memainkan game-game yang dia temukan di kamarnya sementara Sungmin asyik membaca buku di sebelahnya saat tiba-tiba saja mereka mendengar suara ribut-ribut di luar dan suara bantingan seolah-olah ada sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang dengan terburu-buru. Sungmin dan Kyuhyun segera menghentikan aktivitas mereka masing-masing dan berjalan keluar dari kamar Kyuhyun. Mereka berdua melihat Siwon memerintah para butler dan maid yang berlari kesana kemari dengan panik seperti orang gila.
"Ada apa hyung?" tanya Kyuhyun pada kakak keduanya itu sambil memegang tangan Siwon yang masih terlihat panik itu untuk sedikit menenangkan kakaknya itu.
Belum sempat Siwon menjawab perkataan Kyuhyun, bau darah yang sangat kuat langsung tercium dari arah pintu depan mansion, membuat Kyuhyun dan Sungmin langsung berjengit. Kyuhyun memandang Sungmin dan melihat kalau namjachingunya itu langsung menutup hidungnya untuk memblokir bau darah itu. Yah…meski Sungmin baru saja meminum darahnya tadi, bau darah semanis dan sebanyak ini pasti akan membuat vampire manapun kehilangan kendali untuk sesaat.
"Bau darah Kibum-hyung…" gumam Kyuhyun pelan sambil tetap menggenggam lengan Siwon (meski genggamannya sedikit mengendur).
"Kyuhyun, bawa Sungmin ke kamarmu," kata Siwon. "Dia sudah seperti orang sakit."
Kyuhyun kembali memandang namjachingunya itu dan melihat kalau wajah Sungmin memang terlihat mual dengan semua bau darah yang menghantam dengan kuat itu. Tanpa banyak bicara, Kyuhyun segera menggenggam tangan Sungmin dan membawa namja manis bermata kelinci itu kembali ke kamarnya bersamaan dengan saat Siwon membuka pintu depan dan Donghae menyerbu masuk sambil membawa Kibum yang berlumuran darah dari kepala sampai kaki menuju ke suatu tempat (yang Kyuhyun kira pasti Donghae membawa Kibum ke ruang medis) sebelum menutup pintu kamarnya dengan pelan, tidak ingin membuat kakaknya lebih stress daripada seharusnya.
"Kenapa…Kibum bisa ada di sini?" gumam Sungmin pelan pada Kyuhyun. "Apa…Kibum melarikan diri dari Zhou Mi?"
"Entahlah, hyung…" kata Kyuhyun. "Kita harap saja semoga benar begitu…."
Kyuhyun tidak ingin membuat Sungmin khawatir dengan perkataannya yang menggantung terhadap pertanyaan namjachingunya itu tapi jujur saja dia merasa aneh dengan keberadaan Kibum di sini. Zhou Mi…kakaknya itu adalah vampire darah murni, seharusnya Kibum tidak akan punya kekuatan apa pun untuk melawan kakak sulungnya itu. Dia tahu pasti insting para vampire untuk menghormati darah murni yang dianggap raja akan membuat mereka tidak akan bisa menyerang, apalagi melukai, vampire darah murni seberapa pun bencinya mereka pada vampire darah murni itu.
Karena itu, di dasar hatinya Kyuhyun yakin, sebenarnya kesempatan Kibum untuk bisa melarikan diri dari Zhou Mi kurang dari nol.
Tapi kenyataan kalau Kibum ada di sini, itu adalah nyata, dan kemungkinan lain yang bisa Kyuhyun pikirkan tentang kenapa namjachingu kakak keduanya itu ada di sini seandainya Kibum tidak melarikan diri dari Zhou Mi hanya ada satu dan itu sangat mengerikan dan sadis. Sesuatu yang bahkan membuat Kyuhyun sendiri ketakutan.
Yaitu…Zhou Mi melepaskan Kibum dengan sengaja…. Dia sengaja menyiksa Kibum sampai seperti itu dan melepaskannya dengan sengaja begitu saja….
Tapi untuk apa melakukan hal itu? Untuk apa menculik Kibum dan melepaskannya begitu saja? Untuk apa melakukan sesuatu yang membuat semua usaha untuk menculik Kibum sia-sia begitu saja seperti ini? Apa sebenarnya rencana kakak sulungnya itu?
Itulah pertanyaan yang Kyuhyun sama sekali tidak tahu apa jawabannya….
Siwon memandangi wajah namjachingu tercintanya yang tertidur di ruang medis itu dengan pandangan khawatir. Dia sudah memberikan darahnya pada Kibum (yang tidak diragukan lagi akan membuat luka-luka di tubuh Kibum sembuh lebih cepat) tetap saja dia cemas melihat keadaan Kibum yang penuh luka ini.
Dan juga…dia khawatir dengan keberadaan Kibum yang tiba-tiba saja ditemukan dekat sekali dengan mansionnya. Entah kenapa Siwon merasa kalau ini bukan kebetulan. Dalam hatinya Siwon yakin kalau keberadaan Kibum di mansionnya sekarang adalah salah satu rencana Zhou Mi. dia merasa Zhou Mi sengaja mengirim Kibum ke mansionnya, entah untuk apa.
Siwon menggenggam tangan Kibum semakin erat saat dia merasakan Kibum sedikit bergerak. Siwon memandang namjachingu tercintanya itu dan melihat kalau kelopak mata Kibum perlahan-lahan terbuka, memperlihatkan bola mata berwarna hitam yang, meski masih terlihat redup, memandang ke arahnya dengan tatapan lega dan penuh cinta.
"Si…wonnie…" gumam Kibum pelan saat melihat namjachingunya itu.
Siwon tersenyum saat mendengar namanya dari bibir tipis namja manis berambut hitam itu. Dia selalu menyukai saat-saat dimana Kibum memanggil namanya karena entah kenapa ada nada berbeda saat namanya keluar dari bibir Kibum dibandingkan saat orang lain selain namjachingunya itu memanngilnya. Entah kenapa, selalu ada perasaan hangat dan bahagia saat dia mendengar Kibum memanggil namanya. Dia merasa Kibum memanggilnya dengan nada penuh cinta dan kehangatan, seolah-olah dia ingin menunjukkan pada Siwon betapa dia mencintai namja bertubuh kekar itu selama ini dan selamanya.
"Selamat pagi, Bummie…" bisik Siwon pelan sambil mencium dahi Kibum dengan lembut. "Apa kau bermimpi indah?"
"Seandainya ini mimpi…melihatmu ada di sampingku seperti ini…" gumam Kibum pelan pada Siwon sambil mengulurkan tangannya pelan dan mengusap pipi Siwon. "Maka ya, ini mimpi indah."
"Seandainya ini bukan mimpi?" kata Siwon pelan sambil mengusap rambut hitam Kibum dengan lembut. "Bagaimana kalau ini bukan mimpi dan aku memang ada di sampingmu sekarang?"
"Maka hanya ada dua kemungkinan…" gumam Kibum pelan. "Aku berkhayal…atau aku sudah mati dan ini surga…meski kurasa orang sepertiku…tidak mungkin pergi ke surga…tapi karena aku bisa melihat wajah Siwonnie…maka ini pasti di surga…."
Siwon terdiam sejenak mendengar perkataan namjachingunya itu sebelum sebuah senyum tersungging di bibir Siwon dan dia kembali mencium dahi, pipi, dan bibir Kibum dengan lembut dan penuh rasa sayang. "Ini bukan surga, Bummie, dan ini juga bukan mimpi," kata Siwon. "Percaya padaku kalau semua ini adalah kenyataan."
Kibum hanya diam dalam waktu lama (sampai-sampai Siwon berpikir kalau namjachingunya itu sudah kembali tertidur) sebelum akhirnya namja manis berambut hitam itu memutuskan untuk membuka mulutnya kembali.
"Kau…yakin ini bukan mimpi? Kau memang sungguh-sungguh ada di sini? Kau tidak akan hilang…meski aku membuka mataku lagi?" gumam Kibum pelan.
"Ya," kata Siwon dengan tegas (meski tetap dengan nada lembut). "Aku janji berapa kalipun dan selama apapun kau membuka matamu, aku akan selalu ada di sampingmu. Aku janji berapa kalipun kau menyangkalku, aku akan selalu ada di sini, menggenggam tanganmu dan menciummu, berapa kalipun hingga kau percaya ini nyata…."
Kibum pun kembali membuka matanya dan tersenyum saat dia melihat Siwon masih duduk di hadapannya. Dia menggenggam tangan Siwon dengan erat dan mengecup tangan itu dengan pelan. "Terima kasih, Siwonnie…" bisik Kibum. "Karena kau sudah meyakinkanku kalau ini bukan mimpi…."
Siwon tersenyum dan menundukkan kepalanya. "Karena ini memang bukan mimpi, Kibummie…" bisik Siwon lembut. "Aku ada di sini…."
Dan namja bertubuh kekar itu segera mempertemukan bibirnya dengan bibir Kibum dalam sebuah ciuman lembut.
Sungmin memandang kagum ke arah taman bunga di hadapannya. Kyuhyun, dengan satu tangan memegang tangan Sungmin dan satu tangan yang lain memegang sebuah payung yang cukup besar di atas kepala mereka berdua untuk menghindari sinar matahari, tersenyum saat dia melihat taman bunga yang, di dalam ingatannya, juga menjadi salah satu tempat bermain kesukaannya saat kecil (meski orangtua mereka selalu mengatakan kalau taman itu bukan tempat bermain tapi untuk dilihat keindahannya sambil berjalan-jalan santai).
Karena…mana mungkin anak-anak tahan untuk tidak bermain-main di taman itu, kan?
Taman itu begitu indah. Bunga-bunga dengan berbagai jenis dan warna bermekaran dengan indah, menciptakan perpaduan berbagai warna yang indah. Begitu banyak jenis bunga…hingga sampai jenis yang bahkan Sungmin dan Kyuhyun tidak tahu apa namanya.
Tanpa bisa dihindari, ingatan Kyuhyun pun kembali melayang ke saat dia masih kecil.
FLASHBACK
BRUKKK!
Kyuhyun kecil segera menjatuhkan dirinya di bunga-bunga di hadapannya sambil tertawa riang. Dia mencium aroma manis nektar bunga-bunga di bawahnya sambil tertawa cekikikan layaknya seorang anak kecil.
"Kui Xian, lagi-lagi kau merusak koleksi bunga umma," kata Zhou Mi, tapi senyum di bibir namja jangkung berambut merah itu cukup untuk memberitahu Kyuhyun kalau kakaknya itu sama sekali tidak marah padanya.
"Kau ini…entah sudah berapa kali aku melihat tukang kebun kita menangis saat melihat bunga-bunga yang rusak karena berat tubuhmu," kata Siwon sambil duduk di samping Kyuhyun dan mengusap rambut adik bungsu mereka itu.
Kyuhyun kembali tertawa cekikikan saat merasakan tangan Siwon mengusap lembut rambutnya.
"Habis di sini enak sekali~aroma bunga-bunganya juga enak!" kata Kyuhyun.
"Tapi kasihan bunga-bunganya Kui Xian," kata Zhou Mi. "Bunga juga makhluk hidup, jangan terlalu melukai mereka~"
Kyuhyun merengut sejenak sebelum mengulurkan tangannya ke arah Zhou Mi dan Siwon. "Kalau begitu gendong aku ke ayunan~" katanya manja pada kedua kakaknya itu.
Zhou Mi dan Siwon hanya tersenyum saat mereka menyambut tangan mungil adik bungsu mereka itu dan menggendong tubuh mungilnya ke arah ayunan di taman bunga milik mereka itu. Di sana mereka bermain dan tertawa bertiga hingga puas.
FLASHBACK END
"Indah…sekaligus menyedihkan…" gumam Kyuhyun pelan sambil memandangi taman itu sekali lagi. "Taman yang menyimpan kenangan indahku…selama ini…."
Meski pelan, Sungmin yang memiliki pendengaran tajam bisa mendengar perkataan Kyuhyun dengan cukup jelas. Namja manis bermata kelinci itu segera menoleh ke arah namjachingu tercintanya itu. "Kyunnie…" gumamnya pelan.
Kyuhyun segera tersentak keluar dari lamunannya. Dia balas memandang Sungmin yang sekarang memandangnya dengan pandangan sedih dan khawatir. Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri karena bukannya menenangkan perasaan Sungmin yang tadi khawatir dengan keadaan Kibum, sekarang dia malah ikut-ikutan membuat Sungmin khawatir. Dia segera tersenyum pada namjachingunya itu.
"Aku tidak apa-apa, hyung," kata Kyuhyun. "Ayo kita terus! Kalau aku tidak salah di sebelah sana masih ada kebun lagi."
Sungmin hanya diam, membiarkan saja namja maniak game kesayangannya itu menyeretnya entah ke mana. Sungmin baru sadar ke mana mereka melangkah saat dia mencium aroma yang begitu harum. Namja manis bermata kelinci itu mengangkat kepalanya yang sedaritadi tertunduk dan matanya langsung melebar karena kagum saat melihat pemandangan di hadapannya.
Sebuah taman yang dipenuhi bunga mawar semerah darah. Dari rerimbunan bunga mawar itu Sungmin bisa melihat kalau sebuah kolam air mancur sekaligus saluran pengairan di tengah taman itu. Air kolam itu begitu jernih dan tenang.
Benar-benar seperti surga.
Sungmin menutup matanya, menikmati aroma mawar yang memenuhi udara. Tempat ini terasa begitu tenang, berbeda dengan taman sebelumnya. Sungmin seperti bisa merasakan orangtua Kyuhyun duduk-duduk sambil minum teh di taman ini sementara Kyuhyun, bersama Siwon dan Zhou Mi, bermain di taman satunya.
Tempat yang dipenuhi keeleganan vampire yang misterius tapi tetap menyimpan keindahan.
Sungmin mengusap rerimbunan mawar di hadapannya, merasakan kelembutan kelopak-kelopak mawar di telapak tangannya. Sungmin mengelus kelopak mawar itu seperti mengelus anak kucing. Namja manis bermata kelinci itu mengulurkan tangannya lebih jauh dan langsung mengaduh kesakitan saat tangannya tertusuk duri mawar.
"Itu bukan hal yang bagus untuk dilakukan," kata suara seseorang. Kyuhyun dan Sungmin segera berbalik dan melihat Donghae berjalan dengan beberapa tangkai mawar di tangannya.
"Donghae-hyung? Untuk apa mawar-mawar itu?" tanya Kyuhyun pada namja berambut hitam di hadapannya itu.
"Hankyung-hyung dan Heechul-hyung baru saja tiba di mansion," kata Donghae sambil kembali memetik mawar di taman itu. "Dan karena Heechul-hyung seperti mengamuk luar biasa karena keadaan Kibum, Hankyung-hyung memintaku untuk mengumpulkan mawar untuk membuat teh mawar. Dia pikir dengan meminum teh, keadaan Kibum dan Heechul-hyung akan sedikit membaik."
"Hmm~" kata Kyuhyun. Ya, dia tahu kalau mawar di taman mansion keluarganya ini memang menghasilkan teh mawar yang sangat enak. Dia selalu senang luar biasa saat Hankyung datang ke rumah mereka untuk bertemu Siwon karena namja China itu akan selalu membuat teh mawar kesukaannya itu untuk hidangan sore keluarga mereka (karena di antara keluarganya tidak ada yang bisa membuat teh itu). Sementara itu Sungmin yang sudah mengobati luka di jarinya langsung memandang ke sekelilingnya dan melihat sebuah jalan yang terasa aneh.
Terowongan batu itu terasa aneh, karena posisinya yang sedikit melebar dan menjauh dari jalan batu yang mereka lewati sebelumnya (bahkan Sungmin tidak tahu sejauh apa jalan itu) dan terowongan itu terpisah dari jalan batu yang mereka pijak, dengan sebuah gerbang tinggi menghalangi di antara keduanya.
Sungmin baru saja ingin melangkah ke sana tapi Donghae segera menghentikannya.
"Sungmin-hyung, lebih baik kau jangan ke sana," kata Donghae. "Karena ada cerita aneh di taman ini."
"Cerita aneh?" tanya Kyuhyun. Yah…usianya yang waktu itu baru saja menginjak lima tahun memang membuatnya tidak tahu menahu tentang cerita rumahnya sendiri secara mendetail.
"Taman ini…adalah taman kesukaan ibunda Siwon," kata Donghae. "Ayahandanya membangun taman ini untuk nyonya Choi untuk hadiah pernikahan. Tempat ini sangat spesial, sampai-sampai Siwon selalu menutup taman ini kalau dia datang sendirian."
Kyuhyun memandang gerbang di hadapannya. Memang sejak kecil dia selalu melihat orangtuanya menghabiskan waktu di taman ini sementara dia dan kakak-kakaknya lebih suka menghabiskan waktu di taman satunya (karena dia merasa taman ini memang tidak boleh dirusak), tapi dia tidak tahu kalau tempat ini seberarti itu untuk kedua orangtuanya.
"Lalu kenapa dengan koridor itu? Apa ini dikunci?" tanya Sungmin.
"Oh, tidak kok, " kata Donghae sambil tersenyum. "Kau boleh masuk ke sana. Tidak ada apapun yang mengancam di dalamnya."
"Lalu kenapa koridor itu harus diberi gerbang? Kukira itu dikunci!" kata Sungmin dengan nada bingung.
"Tidak, gerbang itu dibangun hanya karena tidak ada yang ingin melewati koridor itu," kata Donghae sambil tetap memetik mawar. "Karena tempat itu ajaib."
Sungmin memandang Donghae dengan pandangan kau-bercanda-kan? Sementara Donghae sendiri hanya mengangkat alis.
"Sungmin-hyung, kau pasti sudah sadar sehebat apa kekuatan yang dimiliki para vampire darah murni, selain itu vampire hunter juga menggunakan beberapa sihir seperti memanipulasi ingatan dan semacamnya, dengan semua itu kurasa kata ajaib itu bukan sesuatu yang tidak bisa dipercaya, kan?" tanya Donghae pada namja manis bermata kelinci itu.
Sungmin hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Donghae.
"Entah kenapa koridor itu seperti memiliki sihir tersendiri setelah nyonya Choi meninggal," kata Donghae. "Koridor ini meluas dan meluas. Tidak peduli siapa pun yang memasukinya tidak ada yang bisa mencapai ujung koridor ini, termasuk Siwon sendiri. Banyak orang yang mencoba mencapai ujungnya tapi sia-sia. Akhirnya tempat itu ditutup karena banyak orang yang frustasi karena mereka merasa hanya berjalan di tempat yang sama berkali-kali."
"Maksudnya banyak orang yang tersesat di sana?" tanya Kyuhyun.
Donghae menggelengkan kepalanya. "Tidak ada orang yang tersesat di sana. Jalan itu lurus, hanya saja jalan itu terasa tak berujung. Coba kalian lihat ke sana, apa yang kalian lihat?"
Kyuhyun dan Sungmin memandangi koridor itu dan memang, mereka berdua langsung merasa aneh. Mereka berdua yakin kalau mereka melihat ujung koridor itu tapi entah kenapa terowongan itu terasa melebar dan melebar, begitu mereka yakin sudah sampai di ujung terowongan itu akan kembali melebar. Terus begitu, tanpa ada akhirnya.
"Seperti yang kukatakan, jalan itu terasa tak berujung. Aku juga sering sekali pergi ke sana saat kecil tapi tak pernah tiba di ujungnya," kata Donghae sambil kembali memetik mawar di hadapannya dan memandang bunga merah darah itu dengan tatapan serius.
"Seolah-olah tempat itu memang diperuntukkan untuk Nyonya Choi dan akan selalu menjadi miliknya seorang untuk selamanya. Taman itu berduka karena kehilangan pemiliknya dan karena itu memutuskan untuk menutup diri."
"Setelah Zhou Mi-ge membunuh appa dan umma…" gumam Kyuhyun pelan, yang hanya dijawab oleh kesunyian, baik oleh Donghae dan Sungmin.
Karena mereka berdua tahu kalau itulah kenyataannya…
Siwon berjalan ke sana kemari untuk mencari Kibum. Dia baru saja kembali ke ruang medis malam harinya saat semua orang sudah kembali menuju kamar masing-masing setelah makan malam hanya untuk menemukan kalau namjachingunya itu menghilang. Siwon segera mengelilingi mansionnya yang cukup besar itu (membuatnya mengutuk arsitek yang membuat mansion itu begitu luas) selama beberapa saat sampai akhirnya dia menemukan Kibum berdiri di atas tangga. Siwon pun segera mendatangi namjachingunya itu sambil tersenyum.
Tapi senyum di bibirnya segera lenyap saat dia menyadari ada yang aneh pada diri namjachingunya itu, meski dia sendiri tidak bisa menjelaskannya.
"Kibummie!" seru Siwon sambil menggenggam tangan Kibum. Kibum tiba-tiba seperti tersadar dari keadaan trancenya dan memandang Siwon dengan tatapan bingung bercampur takut.
"Ada apa?" tanya Siwon. "Kenapa kau ada di sini?"
"A…aku…entah, aku tidak tahu…" gumam Kibum pelan. "Aku hanya pergi karena aku merasa panas, bahkan sekarang pun aku merasa panas."
Mata Siwon memandang namjachingu tercintanya itu dengan pandangan tidak percaya. Panas? Ruangan tempat mereka berdua berada sekarang dingin, bahkan sangat dingin.
Meskipun merasa curiga, Siwon segera menggenggam tangan Kibum semakin erat dan membawanya turun. Entah kenapa dia merasa kalau dia merasa harus melindungi Kibum, harus membawanya ke tempat yang aman sekarang juga.
Karena akan ada sesuatu yang buruk terjadi.
Tapi belum sempat mereka menuruni anak-anak tangga di bawah kaki mereka, Siwon dan Kibum langsung membeku melihat pemandangan di hadapan mereka.
"Kau…" gumam Siwon pelan.
Kyuhyun tiba-tiba menggigil. Dia memeluk tubuhnya erat, seolah-olah berusaha mencari kehangatan dari tubuhnya sendiri. Namja maniak game itu memandang sekelilingnya dengan bingung, mencari asal aura dingin yang seolah membekukan tubuhnya itu.
Tidak, tidak ada jendela kamarnya yang terbuka. AC di kamarnya juga dalam suhu normal, lalu kenapa dia merasa dingin? Ada sesuatu yang tidak beres di sini.
"Ada apa Kyunnie?" tanya Sungmin yang sedang memasukkan baju-baju di kopernya dan Kyuhyun ke dalam lemari baju di kamar namja maniak game itu.
"Entah hyung…tiba-tiba saja aku merasa dingin…" gumam Kyuhyun pelan sambil menggosok lengannya.
"Dingin? Ja…" ucapan Sungmin langsung terputus saat dia juga merasakan dingin. Dia menoleh ke arah Kyuhyun dan mata mereka berdua bertatapan. Keduanya langsung bangkit dari tempat masing-masing dan berlari keluar dari kamar mereka.
Dan mata mereka langsung melebar saat mereka sadar apa penyebab aura dingin yang mereka rasakan dan itu membuat mereka berdua membeku.
Karena tepat di lantai bawah, tepat di hadapan Siwon dan Kibum, Zhou Mi berdiri dengan senyuman sinis tersungging di bibirnya.
Zhou Mi berjalan ke arah Siwon dan Kibum. Kyuhyun memandang ke sekelilingnya dan melihat kalau Hankyung, Heechul, Eunhyuk, dan Donghae membeku melihat namja jangkung berambut merah itu. Kyuhyun tahu meski mereka ingin melakukan sesuatu untuk menghentikan putra tertua keluarga Choi itu status mereka sebagai vampire level B tidak mengizinkan diri mereka untuk menentang Zhou Mi yang merupakan vampire darah murni.
Karena itu mereka hanya bisa berdiri membatu dalam diam, menatap dengan cemas dan marah pada namja jangkung berambut merah yang berjalan dengan santai ke arah mereka itu.
Zhou Mi tersenyum. "Kita bertemu lagi Siwon, Kui Xian," katanya pada kedua adiknya yang juga berdiri membeku di hadapannya itu. Wajah Kyuhyun langsung berubah pucat sementara wajah Siwon langsung mengeras penuh kemarahan.
"Zhou Mi-hyung bukankah aku sudah mengatakan padamu kalau kau sudah tidak diizinkan untuk menginjakkan kaki di mansion ini?" geram Siwon sambil melindungi Kibum di belakangnya.
Zhou Mi tertawa. "Kau tidak bisa melarangku untuk datang ke sini kapanpun aku mau, Siwon. Ini rumahku juga," kata namja jangkung itu dengan santai.
"Ini bukan lagi rumahmu!" seru Siwon penuh kemarahan. Tangan namja bertubuh kekar itu sudah mengepal erat penuh kemarahan.
"Begitukah?" tanya Zhou Mi. "Tidak ada yang berubah di rumah ini sejak sepuluh tahun lalu, seolah-olah waktu di rumah ini berhenti. Itu berarti aku masih berhak pulang ke rumah ini."
"Gege, kau memang punya hak…" kata Kyuhyun pelan pada kakak sulungnya itu.
"Tapi aku tak mengizinkannya!" seru Siwon, memotong perkataan adik bungsunya itu dengan murka.
Zhou Mi tersenyum sebelum mengulurkan tangannya dan mengusap pipi Kyuhyun yang masih berdiri membeku di hadapannya dengan penuh sayang. "Seperti biasa…kau selalu memperhatikanku dan mempedulikanku. Kau benar-benar adik yang baik, Kui Xian…" gumam Zhou Mi. "Berbeda sekali dengan kakakmu yang benar-benar pembangkang cilik kurang ajar sejak dulu!"
"Siapa yang kau sebut pembangkang!" seru Siwon. "Kalau ada orang yang pantas disebut pembangkan di rumah ini maka itu kau!"
"Gege, mau apa kau di sini?" tanya Kyuhyun sambil menggenggam erat tangan Sungmin (yang juga seperti membatu ketakutan) di belakangnya. "Kau tidak pulang ke sini untuk kembali ke sini, kan?"
"Tentu saja tidak," kata Zhou Mi sambil tersenyum dan melepaskan tangannya yang tadi masih berada di pipi Kyuhyun. "Aku di sini untuk seseorang. Namjachingumu tersayangm Siwonnie~"
Siwon langsung menggeram dan mendorong Kibum menjauh dari Zhou Mi. "Jika kau berani mengambil Kibum dariku sekali lagi…aku tidak akan segan-segan membunuhmu," kata Siwon.
"Siapa yang bilang aku akan mengambilnya? Dia yang akan datang sendiri padaku," kata Zhou Mi. Dia langsung mengulurkan tangannya ke arah Kibum dan berbicara dengan suara yang begitu manis. "Datanglah padaku…Kim Kibum…."
Semua orang yang ada di sana langsung memandang ketakutan saat mereka melihat Kibum berjalan mendatangi Zhou Mi hanya dengan sekedar perintah dari bibir namja berambut merah itu. Wajah Heechul dan Siwon langsung (kalau mungkin) terlihat bertambah murka tapi mereka tidak bisa menggerakkan tubuh mereka sama sekali.
"Kau…" geram Siwon.
"Diam dan lihatlah dari sana, Siwonnie~" kata Zhou Mi sambil menggenggam tangan Kibum yang kini berada di hadapannya. "Lihat dengan mata kepalamu sendiri apa pembalasan dendamku untukmu…"
Siwon memandang Kibum yang terlihat ketakutan itu dengan pandangan marah bercampur ketakutan. Dia tidak tahu apa yang ingin dilakukan kakaknya itu pada namjachingu tercintanya.
Dan itu tentu saja…membuatnya ketakutan.
Zhou Mi memeluk Kibum sambil tersenyum penuh kesadisan dan ejekan penuh dendam. "Dia sudah menjadi salah satu bonekaku, boneka terindah yang akan memimpin parade keputusasaanmu," kata Zhou Mi pelan tapi terasa begitu keras di telinga semua orang yang ada di sana.
"Dan ini…adalah awal perang kita," kata Zhou Mi sebelum pergi menghilang begitu saja.
Meninggalkan semua orang dalam kebingungan, ketakutan, dan kemarahan.
"Ke…kenapa Zhou Mi-ge bisa ada di sini?" tanya Kyuhyun setelah dia bisa menemukan suaranya kembali. "Bukannya di semua pintu ada vampire yang menjaga tempat ini? Kenapa tidak ada yang menyadari kalau gege ada di sini? Lagipula bukannya pintu depan sudah disegel agar tidak ada yang bisa masuk tanpa ijin orang yang berada di dalam mansion? Siapa yang membiarkan dia masuk ke rumah ini? "
"Aku…yang melakukan semuanya…" bisik seseorang di ruangan itu pelan. Semua orang menoleh dan memandang Kibum yang balas memandang semuanya dengan pandangan ketakutan.
"Aku yang melakukan semuanya. Aku…aku membunuh semua vampire yang menjaga tempat ini dan aku yang melepas sihir yang menyegel pintu rumah ini supaya dia bisa masuk…" bisik Kibum pelan. "Aku…memang adalah bonekanya…karena Zhou Mi-ssi, merasukiku…dia mengontrol tubuhku!"
Suara petir langsung bergema dengan keras di mansion itu saat semua orang memandang Kibum dengan pandangan ketakutan dan bingung.
Petir yang menandai awal perang berdarah mereka….
Author note:
OKAYYY~chapter selanjutnya selesai~
Oke, kali ini perangnya sudah dimulai dan again~ para snowest ampuni saya karena bikin Kibum luar biasa ngenes! Menurut saya orang yang dekat dengan Siwon cuma Kibum sama Kyuhyun (oke, mungkin Donghae juga tapi itu lain cerita karena Hae udah punya Hyukkienya) jadi terpaksa saya bikin Kibum 'sedikit' ngenes buat bikin Siwon menderita –digamparSnowestamaSiwonest-
Oke, terima kasih buat para readers yang sudah mau membaca chapter ini! Maaf~karena fanfic ini jadi luar biasa panjang dan mulai membosankan buat beberapa readers ya! Pokoknya saya benar-benar berterima kasih karena kalian sudah dan masih mau mengikuti fanfic saya yang panjang dan bertele-tele ini sampai sekarang dan seterusnya.
Oke, special thanks to:
creaamypeachELF| melly| MegaKyu| kyurin minnie| dinlovekyuminsj| Cho Zhou Min| Cho Kyuri Mappanyukki| princekyu| lee kyuzha| Saeko Hichoru| Kim Ayuni Lee| kyumin forever| GyuMaeMin| schagarin| arisucci ga login| WhiteViolin| Ticia| Keys47| Enno KimLee| Ggogabang| yolyol
Karena sudah mau meluangkan waktu untuk mereview fic saya ini! Saya benar-benar senang dan berterima kasih karena kalian sudah mau meluangkan waktu untuk memberikan review yang benar-benar banyak artinya untuk saya! Sekali lagi terima kasih!
Dan terima kasih juga saya ucapkan buat para readers yang mau membaca fic ini, meski saya sudah menelantarkannya dua minggu lebih! Saya senang banget dan sekali lagi sangat berterima kasih karena fic ini masih mempunyai pembaca setia sampai sekarang! Saya sangat bersyukur dan tentunya bahagia! Sekali lagi makasih! –bungkuk-
Oke, sepertinya sekian dulu ramblingan (yang sumpah gak jelas) ini! Seperti biasanya saya mengharapkan review dari kalian untuk memberikan saya semangat sekaligus tanda untuk saya kalau fic ini masih pantas untuk dilanjutkan! Oke, so please review para readers, oke?
Oke, meet again at (hopefully) the next chapter! Bye bye ^_^
