Chapter : 23
Cheer up
Cast :
Kang Daniel x Ong Seongwoo; Bae Jinyoung x Park Jihoon;
Lai Guanlin x Yoo Seonho; Park Woojin x Ahn Hyungseob;
Joo Haknyeon x Lee Euiwoong; Kwon Hyunbin x Hwang Minhyun;
Kim Jonghyun ; Kim Jaehwan ; Yoon Jisung ; Kim Taedong.
Hong Eunki.
Dan Yang Lainnya.
.
– T. YAOI, AU, OOC, and Typo. Romance, Humor gagal.
Bahasa campur aduk.
.
.
.
Jam masih menunjukkan pukul enam pagi. Suasana sekolah terlihat masih sangat sepi. Iyalah, siapa juga yang ingin datang pagi-pagi sekali ke sekolah, terlebih ini hari senin.
Yep!
Dan Guanlin, sudah berada disekolah pada jam enam pagi lewat lima menit :)
Rekor? Tentu saja!
Guanlin itu selalu datang ke sekolah hampir bel masuk. Walaupun anak dari salah satu donatur sekolah, dan siswa yang punya otak encer. Guanlin juga hanya seorang siswa sekolah biasa yang kebetulan diberi otak encer, dimana dia punya letak kenakalannya sendiri.
Lalu, kenapa Guanlin sudah ada disekolah sepagi ini?
Jawabannya, Guanlin akan menyimpan sesuatu dulu didalam loker pujaan hatinya. Tau kan? Tau lah yah, gak usah dikasih tau.
Ini sudah jalan dua minggu Guanlin melakukan rutinitas barunya. Menyimpan barang atau makanan diloker seseorang yang bernama, Yoo Seonho.
Memang, Guanlin itu pengecut. Ia akui, ia sendiri pengecut. Tak berani mengajak langsung Seonho untuk sekedar menonton film dibioskop. Entahlah, dia masih ragu. Mungkin?
Guanlin dengan santainya berjalan dikoridor yang sepi menuju koridor khusus loker. Ia sekarang membawa satu boneka ayam lagi dan satu susu pisang. Serba kuning :)
Guanlin sudah sampai, dan dengan santainya ia membuka loker milik Seonho. Kalian bingung kenapa Guanlin bisa membuka loker Seonho? Aku juga bingung :)
Pemuda Lai itu menyimpannya didalam loker. Senyum tipis terukir diwajah tampannya. Ia menelisik isi dari loker Seonho yang kebanyakan itu foto-foto kebersamaan Seonho dengan teman-temannya. Mereka terlihat bahagia sekali. Ia juga melihat foto Seonho sendiri yang sedang berfose Vsign dengan senyum manis.
Dan dengan tanpa dosanya lagi, Guanlin mencabut foto itu yang tertempel diloker si anak ayam.
"Lucu." Gumamnya dengan senyum yang mengembang diwajah tampannya.
Setelah dirasa cukup, Guanlin menyimpan foto itu kedalam saku blazer abunya dan menutup loker berwarna merah itu. Dan pemuda Lai itu mulai meninggalkan loker, takutnya si pemilik loker memunculkan batang hidungnya.
Seonho dan Daehwi sudah berada didepan gerbang sekolah. Mereka berdua menunggu teman-temannya. Daehwi melihat kekiri dan kanan. Mencari teman-temannya, tapi nihil. Mereka belum datang.
Seonho sih anteng dengan roti sandwich coklatnya. Makanan adalah fokusnya. Daehwi menoleh dan sedikit mendongak, karna tak mendengar suara si anak ayam.
Dan ia langsung merotasikan matanya, saat melihat Seonho sedang asik dengan sarapannya.
"Ho, kau tidak sarapan ya dirumah?" Tanya Daehwi, Seonho menoleh dengan mulut yang penuh.
"Aku sarapan." Jawabnya setelah makanan didalam mulutnya tertelan.
"Lalu, ini apa? Cuci mulut?" Seonho mengangguk tanpa dosa. Daehwi meringis.
"Aish, kau ini benar-benar." Ringis Daehwi. Seonho malah mengendikkan bahunya acuh dan melanjutkan makannya.
Beberapa menit kemudian, Hyungseob dan Haknyeon datang. Selang beberapa menit, Hyunbin yang datang. Dan yang terakhir Jonghyun dan Jihoon.
"Sudah kan? Ayo." Ajak Jonghyun yang diangguki oleh yang lain. Kecuali Daehwi.
"Eh! Tunggu!"
Semua berhenti dan menoleh kearah Daehwi dengan tatapan tanya.
"Kenapa sih, Hwi?" Jihoon bertanya dengan tatapan bingung.
"Sepertinya ada yang kurang." Jawabnya sambil berpikir. Yang lain tentu saja bingung, memangnya apa yang kurang?
"Coba aku hitung. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam... tujuh."
Daehwi menghitung dari mulai Jonghyun sampai dirinya sendiri. Setelahnya, ia mengernyit. Kurang satu, tapi siapa?
Yang lain diam, selagi menunggu Daehwi berpikir. Lagi pula, mereka juga tak tau apa yang dipikirkan anak itu.
Dan mata Daehwi langsung membulat lucu setelah ingat apa yang kurang.
"Oh! Ong hyung mana?" Tanyanya setelah sadar Seongwoo tidak bersama mereka.
Yang lain pun sama baru sadar, jika Seongwoo tidak bersama mereka pagi ini. Oh, kecuali Jonghyun. Jonghyun hanya diam.
"Eh iya, Ong hyung mana?" Timpal Hyungseob yang lain menggeleng tidak tau.
"Kesiangan mungkin." Ujar Hyunbin. Haknyeon mendecak disebelahnya.
"Hey, hyung. Ong hyung itu tidak pernah terlambat walaupun otaknya sebelas duabelas denganmu."
Hyunbin mendelik. Haknyeon itu tak sadar diri, jika otaknya sama saja.
"Benar juga sih. Setauku, Ong hyung itu tak pernah terlambat datang kesekolah." Timpal Seonho yang sudah puas dengan makanannya.
Jonghyun masih diam. Apakah dia harus memberitaukan pada mereka yang sebenarnya terjadi?
Tapi, jika dia memberitaukan apa yang sebenarnya terjadi, pasti mereka terlebih Daehwi, Seonho, Hyungseob dan Jihoon tak akan diam alias rewel ingin bertemu dengan Seongwoo.
Tapi, jika tidak diberitahu bukan sahabat namanya. Jonghyun bingung.
"Seongwoo dirumah sakit."
Dan akhirnya, Jonghyun memberitaukan yang sebenarnya :)
Mereka semua dibuat terkejut oleh Jonghyun. Heol, yang benar saja!
"Kau sedang tidak bercanda kan?" Tanya Hyunbin tak yakin.
"Aku serius. Seongwoo sedang berada dirumah sakit. Karna kemarin dia menjadi korban tabrak lari. Dan sampai sekarang, dia belum membuka matanya." Jelas Jonghyun sambil menunduk.
Terkejut dan sedih. Itu yang mereka rasakan saat ini. Mereka tak menyangka jika kejadian seperti ini akan menimpa pada sahabat semati mereka.
"H-hyung, aku ingin melihat Ong hyung." Lirih Daehwi. Matanya sudah berkaca-kaca.
Memang, diantara mereka Daehwi yang paling sensitif dan paling cengeng. Apalagi jika sudah menyangkut hyung-hyungnya.
Masih ingat, kejadian Jihoon dan Hyungseob yang belum pulang dari hutan karna terjebak hujan, saat itu Daehwi ngotot ingin mencari mereka kan? Nah, karna Daehwi sudah menganggap sahabatnya itu seperti saudaranya sendiri.
"Hyung, ayo pergi ke rumah sakit. Kita lihat Ong Hyung." Ujar Haknyeon yang dibalas gelengan oleh Jonghyun.
Yang lain mengernyit bingung.
"Kenapa hyung?" Tanya Seonho.
"Jangan sekarang. Kita pergi setelah dia sadar." Jawabnya.
"Tapi kita harus tetap pergi kesana, hyung. Menyemangati Ong hyung agar dia cepat sadar dan kembali kesini." Ujar Jihoon, membuat Jonghyun mengehela napasnya sejenak.
"Kau benar, Jihoon. Tapi, Seongwoo juga butuh waktu untuk sekedar membuka matanya dan beristirahat. Dan menurut perkiraan dokter yang menanganinya, akan butuh waktu yang lama karna dia mengalami luka yang cukup parah dibagian kepala. Kalian tau sendiri, jika cidera dikepala itu paling parah." Jelas Jonghyun, yang lain tertegun.
Yatuhan, sebegitu parahnya kah?
"Dan aku yakin, Seongwoo itu anak yang kuat. Dia pasti akan dengan cepat membuka matanya dan kembali berkumpul dengan kita semua, disini. Aku yakin."
Hyungseob, Seonho, Jihoon dan Daehwi sudah menangis. Hyunbin dan Haknyeon mendongak keatas mencegah agar airmatanya tak keluar.
Masa bodo dengan murid-murid yang menatap mereka dengan tatapan heran. Karna ya, mereka masing didepan gerbang ingat.
Dan bertepatan dengan itu, Eunki baru saja masuk ke gerbang dan melewati geng Showtime yang sedang mellow.
Seringai kecil menghiasi wajah tampan nan cantiknya saat pendengarannya mendengar perkataan Jonghyun tentang Seongwoo yang belum sadarkan diri.
Harusnya, ia lakukan cara ini dari dulu saja. Jika tau cara ini akan berhasil, ia tak perlu repot-repot menjatuhkan pot bunga sialan itu.
Dan...
Haruskah ia mengadakan pesta untuk keberhasilannya ini?
Daniel duduk ditempatnya dengan gusar. Membuat Jaehwan yang kebetulan teman sebangkunya menatap risih karna acara membaca novel picisannya tertanggu.
"Kau ini kenapa, Kang?" Tanya Jaehwan jengah melihat Daniel yang tak bisa diam dikursinya.
"Seongwoo tidak bisa dihubungi." Jawab Daniel sambil mendial nomor ponsel Seongwoo kembali.
"Lalu?" Jaehwan masih belum mengerti.
"Aku khawatir, Jae. Aku takut terjadi sesuatu padanya."
Jaehwan malah menatap Daniel dengan tatapan bingung. Sungguh, dia belum mengerti.
Dasar, bodoh!
"Kau khawatir pada Seongwoo? Memangnya kau siapanya?"
Pertanyaan yang membuat Daniel diam seribu bahasa.
Jaehwan menatap Daniel dengan tatapan bingung yang tiba-tiba saja membeku, saat dia melontarkan pertanyaan yang lumayan menohok kokoro seorang Kang Daniel.
Dan setelahnya, ia menepuk bibirnya pelan. Duh, dia baru ingat jika temannya ini secara tidak langsung ditolak oleh Seongwoo. Dan dia dengan seenak jidatnya malah melontarkan pertanyaan yang sudah menohok kokoronya.
"A-ah, Niel. Maaf, maksudku-"
"Tak masalah, Jae." Ujar Daniel dengan senyum palsu. Jaehwan jadi tak enak.
"L-lebih baik, kau tanyakan saja nanti pada Jonghyun. Kalau tidak, pada Hyunbin." Tawar Jaehwan yang diangguki oleh Daniel.
Duh, Jaehwan masih tak enak hati.
Setelah acara mellow didepan gerbang tadi, geng Showtime mulai menuju kelas masing-masing. Tapi, tidak dengan Seonho dan Daehwi. Mereka pergi kekoridor khusus loker terlebih dahulu, ada barang Seonho yang tertinggal disana katanya.
Kenapa hanya mereka berdua?
Karna kelas mereka kan bersebelahan, jadi sekalian saja, begitu. Lagipula, koridor tingkat dua dan tingkat tiga kan berbeda :)
Seonho dan Daehwi sudah sampai didepan loker milik Seonho. Tanpa menunggu lama, Seonho membuka loker warna merah itu.
"Eh?"
Daehwi menoleh. Dan diapun sama terkejutnya dengan Seonho saat melihat ada boneka anak ayam didalam loker Seonho.
"Boneka?" Tanya Daehwi bingung, Seonho mengangguk.
"Dari siapa?" Daehwi bertanya lagi.
"Entah. Aku sendiri juga tidak tau dari siapa, hyung. Sebenarnya ini sudah ada dua minggu lokerku selalu ada seperti ini. Kalau tidak boneka, ya makanan." Jawab Seonho panjang.
"Uwah~ kau punya penganggum rahasia eh?" Goda Daehwi membuat pipi Seonho sedikit ada rona merah.
"Aih hyung, mana mungkin." Sangkal Seonho, Daehwi mendecak.
"Tak mungkin apanya sih, Ho. Sudah jelas-jelas dia itu selalu mengirimu seperti ini, apa ini belum bisa disebut penganggum rahasia?"
Seonho terlihat berpikir. Apa benar dia punya penganggum rahasia?
"Ah entahlah, hyung. Jangan dipikirkan, lebih baik kita pergi kekelas." Ujar Seonho berusaha mengalihkan, Daehwi mendengus.
Seonho mengambil barang yang menjadi tujuan awalnya dan menyimpan boneka ayam itu kembali didalam loker. Saat akan menutup pintu loker, Seonho terkejut. Karna foto dirinya yang sedang selca tidak ada.
"Hyung! Fotoku hilang!" Seru Seonho. Daehwi mengernyit.
"Foto yang mana?" Tanya Daehwi bingung, karna diloker Seonho itu penuh dengan foto jadi maklum kalau dia tidak tau foto mana yang Seonho dimaksud :)
"Fotoku. Yang tertempel disini." Seonho menunjuk asal letak fotonya.
"Ah~ fotomu yang sedang melakukan vsign seperti ini?" Daehwi mempraktekkan pose foto Seonho. Seonho mengangguk.
"Iya, yang itu. Kok hilang ya?" Ucap Seonho sambil mencari didalam loker, takutnya ia lupa menyimpan.
"Apa mungkin, fotomu itu diambil oleh penggemar rahasiamu itu?"
"Tidak mungkin, hyung."
"Mungkin saja, Ho. Kan sekarang sudah marak sassaeng fans. Nayolo, kau punya sassaeng fans." Daehwi menakut-nakuti Seonho yang sudah memucat ketakutan.
Tidak mungkin kan dia punya sassaeng fans seperti itu? Lagi pula, dia itu bukan seorang idol yang harus diikuti setiap saat dan dipuja-puja karna memiliki bakat yang segudang. Dia hanya siswa sekolah biasa, yang kebetulan otaknya sedikit bermasalah :)
"Hyung~ jangan menakut-nakutiku." Rengek Seonho sambil berusaha menggelayut ditangan Daehwi. Yang sayangnya badannya terlalu jangkung dan bongsor, jadi agak ya gitu deh :) Gak mau ngejelasin, kasian Daehwi :)
Daehwi hanya bisa tertawa saat berhasil menggoda si anak ayam. Duh, Daehwi suka menggoda Seonho. Lucu! Keliatan masih dedek :)
Wooseok sedang berjalan dikoridor yang sudah sepi seperti orang hilang. Masih ingat dengan Jung Wooseok? Kakak sepupunya Seonho itu loh, yang akan sekolah disekolah yang sama dengan Seonho.
Wooseok menggaruk kepalanya sebentar karna bingung. Ia itu sedang mencari ruang guru, tapi sedari tadi ia hanya mengelilingi koridor itu. Jadi intinya, Wooseok tersesat disekolah yang luasnya warbyazah.
Dan ia menyesal telah menolak ajakan berangkat bersama dengan Seonho tadi. Ia juga lupa, kalau sekolah yang akan dia tempati ini luasnya bukan main.
Seperti menemukan oasis digurun pasir, Wooseok melihat murid berpostur tubuh tinggi menjulang seperti dirinya sedang berjalan tak jauh dengannya.
"Hey kau!" Panggil Wooseok, murid itu menoleh dan menunjuk dirinya sendiri. Wooseok mengangguk.
"Iya kau, sini." Murid itu menghampiri Wooseok dengan tatapan lempengnya.
"Apa?" Tanya murid itu.
"Kau tau letak ruang guru dimana?"
Pertanyaan yang bodoh sekali Jung Wooseok :)
Ah, murid baru.
"Lurus, belok kiri." Jawab murid itu singkat.
Wooseok menganggukkan kepalanya mengerti.
"Ah~ terima kasih-" Wooseok memicingkan matanya untuk membaca nama yang tertera disebelah kiri jas almamater murid itu.
"Lai.. Guan-lin. Lai Guanlin?"
Wooseok mengeryit saat mengetahui nama murid itu. Namanya sedikit aneh menurutnya.
"Namamu aneh, kau bukan orang korea?" Tanya Wooseok, Guanlin tak menjawab dan malah meninggalkan Wooseok yang melongo ditempatnya.
"Heol, dingin sekali. Kuharap, Seonho tidak kenal dengan anak itu." Ujar Wooseok sambil menatap punggung Guanlin yang sudah mulai menjauh.
Dan ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju ruang guru yang sudah ditunjukan oleh Guanlin tadi.
.
.
.
To Be Continued...
Lama ya? Hehehehehe :))
Kzl! Kok lama-lama malah ngedrama sih ini ff :(( Kezel kezel kezel :((
Dan..
Kuy mampir ke ff baru eyke :)) Di ffn ada MINE! , di Wattpad ada Keluarga. Kuy mampiiirr /teriak pake toa/.
Typo Everytime Everywhere~
Sekian,
Babychickjojang.
