Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Masalah bermunculan. Penghalang selalu ada. Perjuangan berat sekali lagi harus ia tempuh. Tidak sama seperti sebelumnya, kali ini dia bukan berjuang untuk perdamaian tapi berjuang untuk bertahan hidup. Apakah memang masih ada cara untuk mempertahankan kelangsungan semua makhluk hidup dari takdir Hari Akhir? Tidak hanya untuk manusia saja, tapi untuk setiap makhluk yang bernyawa. Naruto, sang pahlawanlah yang akan memperjuangkannya. Perjuangan berat di DxD Universe. . . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : M (Naik Rate)

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Jum'at, 22 Januari 2016

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . . . .

Tapi, tanpa disangka seorangpun,,,

WUUUSSSHHHHH...

Satu sabetan gelombang energi yang dihasilkan oleh sebilah pedang raksasa, sudah cukup untuk melenyapkan semua pengacau. Mengahancurkan Kekkai yang melingkupi seluruh area kompleks sekolah Kuoh Gakuen, hingga memporak-porandakan sebagian besar wilayah hutan dan perbukitan Kuoh.

Dari langit, tempat arah datangnya serangan tadi. Turun perlahan sosok makhluk astral raksasa bersayap setinggi 100 meter berwarna ungu berwujud seorang samurai dengan armor perang khas Era Sengoku, lengkap dengan sebilah katana raksasa di tangan kanannya, katana yang telah melenyapkan semua pengkudeta. Sosok astral raksasa itu mendarat ditanah, lalu tak lama kemudian wujud astral raksasa itu menghilang dan menyisakan seorang pemuda berambut hitam dengan mata aneh.

Belum habis sampai disitu, disamping pemuda berambut hitam tadi, tercipta pusaran yang mendistorsi dimensi ruang, yang kemudian keluarlah tiga orang sosok manusia dari sana. Seorang pria paruh baya berambut putih yang menggunakan masker, satu pemuda berambut merah tanpa alis dengan tatto di dahi sebelah kiri, dan terakhir seorang gadis berambut merah muda sebahu.

"Perkenalkan, namaku Hatake Kakashi. Maaf kalau kedatangan kami yang tiba-tiba ini, mengganggu acara kalian. Kami datang,,,,, dengan damai" kata pria yang menggunakan masker.

.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 25. Pertemuan Besar Part II.

"Perkenalkan, namaku Hatake Kakashi. Maaf kalau kedatangan kami yang tiba-tiba ini, mengganggu acara kalian. Kami datang dengan damai..." kata pria yang menggunakan masker.

Tidak ada yang langsung bersuara untuk menyahut ucapan dari pria paruh baya yang datang tanpa diundang, pria paruh baya yang tampak seperti pemimpin dari tiga pemuda lainnya. Semua orang sibuk dengan pikiran masing-masing.

Sirzech, Serafall, Azazel, dan Michael, mereka berempat telihat masih berpikir keras mencerna kejadian yang baru saja mereka alami. Siapa empat orang yang tak diundang itu? Apa tujuan mereka kesini? Dan lagi, apakah semua ini akan menjadi titik terang dari penyelidikan buntu yang mereka lakukan tentang munculnya eksistensi baru?

'Dia, yang baru saja melenyapkan semua pengacau, pasti dia lah yang mempecundangi Sairaorg-kun dan membuat gempar orang-orang penting Underworld' Sirzech menatap intens pemuda berambut hitam yang keluar dari sosok astral pemusnah tadi.

Cukup dengan hal itu saja, Sirzech juga sudah berani mengambil kesimpulan bahwa empat tamu tak diundang bukanlah anak kecil polos tidak tahu apa-apa yang mencoba bermain-main ditengah kobaran api raksasa. Mereka yang datang ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Beda lagi dengan iblis-iblis muda. Pikiran mereka sederhana, apakah ada lagi kelompok yang mencoba melakukan kudeta selain sekelompok pasukan penyihir yang dipimpin Katherea, yang tidak menginginkan terbentuknya perjajian damai tiga fraksi besar selain penyihir-penyihir tadi?. Kesimpulan pertama yang para iblis muda dapat setelah kejadian tak terduga ini yaitu empat orang yang datang, adalah musuh, dan musuh harus dibasmi. Itulah yang ada dibenak para iblis muda.

'Apanya yang datang dengan damai? Setelah dengan entengnya mereka membunuh semua penyihir.' tampak Rias geram dan sudah tersulut emosi. Dibanding Sona ataupun Irina yang mendampingi Michael, Rias lah yang emosinya paling tidak terkontrol. Sedangkan peerage mereka hanya mengikuti King-nya saja.

Dari sudut tamu tak diundang, empat orang tadi, Kakashi, Gaara, Sasuke, dan Sakura, juga tidak kalah terkejut dengan apa yang mereka lihat. Mereka berempat bukan terkejut karena makhluk-makhluk supranatural, karena sebelum datang kesini mereka sudah merencanakan semuanya dengan matang. Ada hal tak terduga yang membuat mereka terkejut. Terlihat jelas diseberang sana, teman mereka, Naruto dan Hinata berdiri dengan tenangnya seperti tidak ada masalah apa-apa terlibat dengan makhluk-makhluk supranatural, bahkan terlihat seperti teman.

Ternyata insiden ini tidak hanya membuat salah satu pihak terkejut, tapi kedua pihak, dimana mereka mendapat sesuatu yang tak terduga sama sekali.

'Apa yang sebenarnya kau lakukan, Naruto? Katamu kau ingin berkelana mencari sesuatu saat pamit dahulu, tapi kenapa sekarang malah bersama dengan para makhluk supranatural?' Sakura yang pertama kali bereaksi, dia berniat melangkah maju untuk meminta kejelasan tentang semua ini.

Greppp...

Sasuke memegang erat tangan Sakura, menghentikan tindakan Sakura sebelum sempat melangkah sejengkal pun. Dia tidak ingin rencana ini rusak karena hal yang menurutnya,,,, sepele.

"Tenanglah Sakura!" kata Sasuke.

"Tapi,,,,?" Sakura belum mau mengerti.

Sasuke hanya memberikan sebuah tatapan, yang bisa diartikan 'Naruto disana pasti punya alasan. Disana juga ada Hinata, dia tidak akan membiarkan suaminya bertindak bodoh dan gegabah. Apalagi menjadi bagian dari para makhluk supranatural. Mengertilah!'

"Haaaah,,,, baiklah" Sakura mundur, dia mengalah dan kembali keposis awal.

Kakashi dan Gaara, walaupun sempat terkejut karena keberadaan Naruto yang diluar skenario, tapi mereka bisa membuat keputusan yang cepat dan tepat. Melihat diseberang sana, Naruto hanya diam bersama Hinata tanpa berbuat apapun, membuat mereka berdua memiliki pemikiran yang sama dengan Sasuke. Mereka berdua tidak ingin mengganggu apa yang sedang direncanakan Naruto bersama Hinata. Satu hal pasti yang mereka tanam kuat didalam hati mereka,

'Naruto, apapun yang kau dan istrimu lakukan disana, kami yakin pastilah itu untuk kebaikan semua orang'

Beralih ke sudut lain lagi, Naruto dan Hinata. Walau sejenak, kedatangan Hokage Keenam bersama teman-temannya mau tidak mau membuat mereka berdua sangat terkejut. Naruto tidak menduga sama sekali gurunya datang bersama teman-temannya, mengacaukan keadaan pertemuan yang sebenarnya sudah kacau sejak tadi. Dia tidak tahu apa yang diinginkan dan direncanakan oleh gurunya itu, tapi dia meyakini bahwa Kakashi bertindak sebagai Hokage dan ini dilakukannya hanya untuk kepentingan Konoha.

Baik Naruto maupun Hinata, tampak sudah bisa bernafas lega. Sejak Kakashi dan temannya datang, mereka berdua memasang tampang sok tidak kenal. Dan sepertinya empat orang dari Konoha itu mengerti keinginannya, buktinya sampai sekarang Kakashi atau yang lain tidak menyapanya. Jika sampai ketahuan dirinya ada hubungan dengan empat orang yang datang secara tak diundang, bisa-bisa rencana yang sudah susah payah mereka berdua susun akan gagal total. Walau sempat khawatir karena Sakura yang mereka kenal tempramental, tampak hendak melakukan sesuatu, tapi mereka bersyukur sepertinya Sasuke dapat mengambil tindakan dengan cepat.

Hanya Vali yang tampak sangat berbeda dibanding yang lainnya,

"Hahahaaaa. Ku rasa aku menemukan lawan bertarung yang sepadan dengan ku" kata-kata itulah yang keluar dari mulutnya, tipikal seorang maniak bertarung.

Dan apa yang dikatakan Vali adalah ucapan yang pertama kali terdengar dari sekumpulan makhluk supranatural.

Tanpa basa-basi, Vali yang masih mengenakan armor naga putih dalam mode balance breaker mengarahkan kedua telapak tangannya kearah Kakashi. Membuat lingkaran sihir yang berukuran besar, lalu langsung menembakkan demonic power yang sangat kuat yang tampak seperti petir biru raksasa.

KABOOOMMM

Telak, tembakan demonic power dari Vali mengenai Kakashi yang sepertinya tidak berniat menghindar. Ledakan yang cukup besar hingga mampu mengguncangkan Kuoh Gakuen. Bahkan, para iblis muda kelompok Rias terpaksa menutup mata dan telinga karena ledakan itu.

"Keh, mereka hanya pembual..." kata Vali angkuh, kini dia sudah turun dan berdiri disamping Azazel tanpa melepas armornya.

"Lihat baik-baik Vali!" seru Azazel pada muridnya, dia jelas merasakan kalau target serangan Vali masih hidup.

Setelah efek ledakan berangsur menghilang dan pandangan didapatkan lagi oleh mata, terlihat kalau hasil perbuatan vali telah membuat tanah hancur berantakan. Tapi bukan itu yang membuat terkejut.

Ada sosok astral lagi, seperti yang pertama tapi kali ini berbeda. Yang ini sosoknya hanya setengah badan bagian atas, berwarna kuning keemasan dan tidak memakai armor tapi berjubah dan memiliki penutup kepala (hodie), ada goresan vertikal di bagian mata sebelah kiri. Kakashi bersama muridnya masih berdiri tegak didalam sosok astral itu tanpa luka, terlindung dari serangan Vali barusan.

Kakashi masih memiliki kedua mata Sharingan milik Obito, dan mampu memakainya sampai pada level Mangekyo Sharingan. Dan inilah jadinya, dia mampu membuat susano'o nya sendiri walau dia bukan keturunan Uchiha. The Gold Kamui Susano'o yang pernah unjuk kekuatan saat melawan Sang Dewi Kelinci, Ootsutsuki Kaguya ketika perang dunia shinobi keempat. Serangan fisik dan magic tidak akan mampu mengenai susano'o ini karena perpaduannya dengan teknik Kamui - Jikukan Ninjutsu.

"Apa? Tidak mungkin...!" Vali menatap tidak percaya, dia tidak mengetahui dan tidak mengerti sama sekali teknik dan kemampuan orang yang baru saja dia serang. "Gh"

Syuuttt...

Bergerak dengan kecepatan tinggi, Vali maju melancarkan sebuah pukulan langsung dari arah depan Kakashi, sekalian untuk menyentuh tubuh target agar kekuatannya bisa dibagi dengan kemampuan Sacred Gear Divine Dividing miliknya.

Sreekkkk,,,

Vali menghentikan laju pergerakannya di tanah. Dia yakin pukulannya tidak meleset, tapi kenapa tidak terjadi apa-apa? Sedikitpun Kakashi tidak bergeser dari posisi awal. Pukulan Vali bukannya tidak mengenai target, tapi menembusnya.

"Hologram kah?" tanya Sirzech yang masih berdiri di tempatnya.

"Kurasa tidak, serangan yang melenyapkan semua penyihir dan Katerea tadi, jelas sesuatu yang nyata" jawab Azazel.

Posisi Vali dibelakang Kakashi, namun Kakashi maupun tiga orang lainnya tidak ada yang membalikkan badan hanya untuk melihat Vali. Ini hinaan untuk Vali, tidak ada lawan yang pernah berani membelakanginya.

"Cih..."

Syuutttt..

Vali memukul dari belakang, namun lagi-lagi hanya menembus saja. Dan ketika Vali sudah didepan Kakashi,,

Brakkkk..

DHUUAARRR...

Tubuh Vali dihempas kebawah oleh telapak tangan dari sosok astral berwarna emas. Terhempas ke tanah, dan terperosok cukup dalam. Vali sepertinya tidak bisa bergerak lagi karena telapak tangan susano'o emas sama sekali tidak melepaskan himpitannya pada tubuh Vali. Bahkan beberapa bagian armornya tampak retak.

"Benar kan? Perkataanku tadi." kata Azazel pada Sirzech.

Kemampuan musuhnya seperti sebuah hologram, tidak bisa disentuh oleh orang lain, tapi hebatnya bisa menyentuh Vali layaknya mereka adalah nyata.

Sirzech setuju dengan pendapat Azazel. Michael dan Serafall pun sepertinya juga begitu. Keeampat pemimpin itu sudah bisa mendapatkan kembali ketenangannya, bebas dari keterkejutan, sehingga pikiran dan otak mereka sudah bisa berjalan lancar. Dan sekarang, mereka terus mengamati bagaimana kekuatan dan teknik yang digunakan oleh tamu-tamu tak diundang dalam pertemuan mereka.

"Sudah ku katakan tadi, aku datang dengan damai. Tapi jika kalian tidak ingin cara damai, aku tidak akan segan-segan menggunakan cara kasar" kata Kakashi.

BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostDragonShoot...

Issei tampaknya juga tidak suka keadaan ini, buktinya dia langsung menembakkan laser hijau setelah mengandakan kekuatannya berkali-kali.

Serangan Issei hanya lewat saja, menembus Susano'o Kakashi, dan,,,

Dhuaarrrr..

Satu bangunan besar yang berada dalam lintasan serangan Issei langsung roboh tak bersisa.

"Pengganggu bertambah" gumam Kakashi.

"Biarkan aku yang mengurusnya kali ini, Hokage-sama" sahut Gaara.

"Silahkan saja, Kazekage-sama"

Keduanya saling panggil dengan sapaan kehormatan masing-masing. Gaara maju selangkah.

"Ayoo, kita bantu Issei" seru Rias pada anggota keluarganya.

Tampaknya Rias sudah tidak bisa menahan diri, dia satu-satunya iblis muda yang mengambil tindakan tanpa memikirkan siapa yang sebenarnya mereka lawan. Keberanian Rias memang harus di acungi jempol, tapi orang seperti itulah yang cepat mati pada sebuah pertempuran yang sesungguhnya.

Sedangkan Sona masih diam dan tidak membiarkan tiga peeragenya melakukan apapun. Begitu pula Irina yang sepertinya masih menunggu perintah dari Michael.

"Ha'i, Buchou" sahut semua peerage Rias.

Akeno sudah siap terbang setelah mengeluarkan sayap kelelawarnya, begitu pula Rias. Kiba sudah mensummon pedang suci iblis miliknya, begitupula xenovia sudah bersiap dengan Durendal. Hanya Asia yang tidak ikut bertarung sebab dia sedang mengobati luka Koneko karena serangan para penyihir yang menggunakan kekuatan Gasper secara paksa sebelumnya.

Namun belum seberapa meter empat iblis muda itu bergerak, gerakan mereka sudah terhenti. Penyebabnya tidak lain karena tangan dan kaki mereka digenggam oleh tangan-tangan pasir. Mereka berempat jatuh ketanah dan tersungkur dengan posisi tiarap. Pasir-pasir masih mengekang tangan dan kaki mereka.

"Entah dengan sihir jenis apa, tapi pemuda berambut merah itu sepertinya bisa mengendalikan pasir" kata Serafall yang masih mengamati situasi.

"Hm" gumam Michael menyetujui pernyataan Serafall.

"Buchou..!" Issei yang tidak terkena cengkraman pasir Gaara berlari mendekat kearah Rias dan mencoba melepaskan pasir-pasir yang menjerat Rias dengan tangannya, tapi nihil. Cengkraman pasir itu terlalu kuat.

srkkk...

Ternyata ada seorang penyihir yang terbaring karena serangan Vali, belum mati dan mencoba lari, namun,,,

Greppp..

Pasir dalam jumlah banyak mengurung penyihir itu dalam kurungan berbentuk bola. Gaara menggerakkan pasir berisi penyihir tadi ke tengah-tengah arena.

"Ampuni a-aku,..." penyihir yang hanya tersisa bagian wajah dari dalam gumpalan pasir, memohon untuk dibiarkan hidup.

Gaara tersenyum, seperti psikopat. Sisi kelamnya saat kecil kembali muncul.

Penyihir itu sudah terkurung seutuhnya dalam bola pasir. Gaara tampak mencengkram telapak tangannya dan,,,

swusshhh...

Bola pasir itu pecah, tidak ada darah, tidak ada daging, tidak ada tulang dan tidak ada apapun yang tersisa dari jasad penyihir tadi.

"Seperti itulah nasib yang akan menimpa kalian berempat jika menyerang tanpa berpikir, menyerang tanpa mengetahui siapa yang jadi lawan kalian" kata Gaara menyeringai sadis.

Semuanya menatap tak percaya, mereka sangat ketakutan. Rias dan tiga peeragenya tidak bisa memikirkan apa-apa lagi, mereka benar-benar berada di ambang kematian untuk pertama kalinya, ketakutan yang lebih kelam dan dalam dibandingkan saat melawan Kokabiel.

Sirzech menjadi murka, adiknya sekarang dalam bahaya.

"Apa mau kalian hah?" kata Sirzech mengintimidasi, dia menaikkan kekuatan iblisnya, membuat orang-orang merinding, tapi tidak dengan orang-orang Konoha.

Gaara tidak gentar, pasir semakin banyak yang melingkupi tubuh Rias dan budak-budaknya. Gaara menantang keberanian Sirzech. Kedua pria berambut merah ini sama-sama tidak ada yang mau mengalah, lebih mengedepankan ego superioritas masing-masing.

Sirzech tidak terima, dia menaikkan lagi pancaran kekuatan iblisnya, bahkan sudah membuat power of destruction untuk menyerang. Siapapun yang menyakiti adiknya, tidak akan dia biarkan hidup. Bangunan-bangunan sekolah Kouh gakuen bergetar, bongkahan-bongkahan tanah ada yang terangkat keudara akibat luapan kekuatan iblis yang luar biasa dari Sirzech. Bahkan jika perlu, Sirzech akan mengeluarkan segenap kekuatannya dalam wujud True Form. Keadaan ini sama seperti Serafall tadi saat mengetahui kalau adiknya hampir terbunuh oleh Vali.

Gaara sama sekali tidak takut dengan intimidasi Sirzech. Malah seringaian sadis di bibirnya semakin lebar dan semakin menakutkan.

Kraakkkk..

"AAAAAA..." raungan kesakitan yang sangat keras jelas keluar dari mulut empat iblis muda, Rias, Akeno, Kiba, dan Xenovia. Mungkin ada beberapa tulang yang retak atau bahkan patah.

"Hentikan, Sirzech! Kau bisa membunuh adikmu." seru Serafall. Dia jelas mengerti, kelompok itu datang dengan rencana matang dan tidak akan takut sedikitpun walau Sirzech menunjukkan sebesar apapun kekuatannya.

"Sudah cukup, Kazekage-sama" Kakashi juga berseru seperti itu pada Gaara. Tujuan mereka kesini bukan untuk mencari musuh.

Sirzech menurunkan kekuatannya, pun begitu dengan Gaara, dia juga melepaskan Rias dan budak-budaknya dari cengkraman pasir. Vali juga sudah dibebaskan oleh Kakashi dari cengkraman tangan susano'onya. Sekarang vali sudah kembali ketempat Azazel.

Hening sejenak karena aksi unjuk kekuatan tadi. Kedua kubu, kubu aliansi tiga fraksi dan kubu Konoha saling berhadapan.

"Aku akan mencoba percaya kalau kalian datang dengan cara damai" kata Michael mencoba bijak menghadapi situasi didepannya.

Michael lah satu-satunya pemimpin fraksi yang tampak paling tenang. Dia mengerti, kalau pertarungan dengan tamu tak diundang itu pasti akan merugikan mereka, terlebih kesepakatan damai tiga fraksi belum dicapai. Jadi dia memutuskan untuk menyelesaikan ini dengan berbicara.

"Terima kasih. Aku menghargai keputusanmu, Michael-sama" kata Kakashi.

"Kau mengenalku?, Aah..., apa kau juga tahu tentang kami semua?" balas Michael.

"Tentu saja, aku kesini bukan tanpa persiapan" sahut Kakashi.

Memang benar, sejak awal Kakashi dan tim nya yaitu Sasuke, Gaara, dan Sakura datang ke Kuoh Gakuen dengan persiapan dan rencana matang, yang sudah mereka bahas bersama Tsunade-hime dan beberapa tokoh penting Konoha lainnya. Bahkan Kakashi sudah mengetahui siapa-siapa saja orang-orang penting yang datang pada pertemuan ini. Termasuk tentang rencana kudeta yang dilakukan Katherea, sehingga dia mendapatkan timing yang tepat untuk muncul. Hanya keberadaan Naruto dan Hinata saja yang diluar skenario.

Pernyataan yang baru saja diungkapkan Kakashi tentu menjadi pukulan telak bagi semua makhluk supranatural yang ada disana. Sempat terbersit dipikiran mereka, apakah rencana kudeta Katherea juga disabotase oleh orang-orang Konoha.

"Sekali lagi, aku akan memperkenalkan diri. Namaku, Hatake Kakashi, Hokage Keenam yang memimpin desa Konoha, sebuah desa tersembunyi yang dihuni oleh manusia"

"Jadi tidak hanya kalian berempat?" tanya Michael

"Tentu saja. Konoha yang ku pimpin adalah sebuah eksistensi besar"

Pembicaraan ini, bukan lah pembicaraan biasa. Semua iblis muda dari kelompok Rias dan Sona hanya diam, dan Irina juga. Bahkan Vali pun tidak bicara.

Vali memang sangat ingin bertarung, tapi dia bukan lah orang bodoh yang asal memilih lawan. Apalagi kemampuan sosok astral emas itu tak tersentuh olehnya, kerugian besar bagi dirinya pemegang Sacred Gear Divine Dividing yang harus menyentuh tubuh target agar bisa membagi dua kekuatannya. Vali paham, kalau tamu-tamu itu, datang dengan penuh persiapan dan tahu detail tentang cara kerja sacred gearnya. Maka dari itulah, hanya empat orang dari petinggi fraksi yang berbicara.

Keempat pemimpin itu sudah mendapat kesimpulan jelas, bahwa eksistensi yang muncul sebulan lalu, kini telah menampakkan diri mereka. Dari pengamatan singkat saja, mereka sudah tahu kalau orang-orang itu adalah manusia. Bukan manusia biasa, tapi manusia yang memiliki kekuatan spiritual yang tidak mereka ketahui selama beratus-ratus tahun mereka hidup. Tersisa satu pertanyaan lagi dibenak mereka, pertanyaan yang akan menentukan nasib dunia supranatural dan dunia manusia dimasa depan, suatu pertanyaan krusial,,

"Apa tujuan kalian datang kesini?" Sirzech yang bertanya mewakili pemimpin lainnya.

"Hanya ingin memperkenalkan diri saja" jawab Kakashi.

Maksud dari jawaban kakashi tidaklah sesederhana itu. Ada makna penting dibalik lima kata yang baru saja diucapkannya.

Para pemimpin dari ketiga fraksi akhirat bisa mengerti bahwa tujuan empat orang dari Konoha datang kesini adalah sebuah pernyataan deklarasi bahwa mereka ada, mereka kuat, dan mereka tidak takut pada apapun. Selain itu, kejadian ini juga dapat diartikan sebagai permintaan secara paksa kepada Sirzech, Serafall, Azazel, dan Michael sebagai pemimpin tertinggi untuk mengakui bahwa Konoha sejajar dengan tiga fraksi besar. Istilah politiknya adalah permintaan paksa untuk sebuah pengakuan de facto.

Ya,, Pengakuan kedaulatan secara de facto bagi Konoha. Itulah hal yang mendasari Kakashi membawa tim terbaiknya di Konoha, yaitu tim 7 dengan posisi Naruto yang digantikan oleh Gaara, ke Kuoh Gakuen, tepat saat terjadi pertemuan antara tiga pemimpin fraksi supranatural. Bukan perdamaian, bukan kerjasama, bukan mencari musuh, bukan pula proklamasi perang, tapi sebuah pengakuan. Pengakuan lah yang membuat suatu eksistensi atau suatu negara, ada dan dianggap berdaulat oleh eksistensi lainnya yang sudah berdiri lebih dahulu.

Lagipula Konoha layak mendapatkan pengakuan kedaulatan karena sudah memenuhi syarat minimal, yaitu adanya pemimpin, rakyat, dan wilayah. Walaupun pengakuan ini didapat dengan secara paksa dengan ancaman, Kakashi tidak peduli, yang terpenting adalah Konoha dianggap sebagai eksistensi yang memiliki kedaulatan penuh sebagai suatu eksistensi besar. Jadi Kakashi punya hak penuh menyatakan perang pada siapapun yang berani mengusik kedaulatan Konoha.

Kakashi berucap lagi "Kuharap kalian semua mengerti. Aku tahu kalau selama ini kalian terus mencari-cari keberadaan kami, dan sekarang kami menunjukkan diri didepan kalian bahwa kami benar-benar ada. Aku tahu selama ini kalian terus menyelidiki siapa kami, dan sekarang ku beritahu pada kalian semua wahai makhluk-makhluk supranatural bahwa kami adalah manusia. Dan aku juga tahu kalau kalian tertarik dengan kekuatan kami, tapi kuberitahu satu hal, kami tidak akan tunduk pada siapapun, termasuk kalian. Kami ingin damai, tapi jika kalian mengusik kami,,," ini peringatan keras agar semua fraksi menghentikan penyelidikan mereka tentang Konoha. ",,, Aku tidak pernah takut sedikitpun untuk berperang dengan kalian semua. Sampai jumpa..."

Setelah meninggalkan pesan itu, Kakashi membuat pusaran Kamui dan membawa pulang timnya kembali ke Konoha.

Salam perpisahan yang diberikan Kakashi, tentu memberikan kesan yang mendalam untuk semua orang disana. Iblis-iblis muda mungkin tidak banyak yang mereka mengerti tentang apa yang barusan terjadi. Tapi bagi pemimpin masing-masing fraksi, wajah mereka seperti ditampar. Sejak perang berhenti dan mereka bertiga menjadi ras makhluk supranatural terkuat yang ada di dunia, tidak ada lagi kelompok lain yang berani menantang mereka secara langsung. Kalaupun ada, hanya kelompok teroris dan organisasi tersembunyi yang bergerak dengan rahasia.

Namun Konoha berbeda, Konoha adalah kelompok yang menunjukkan dirinya terang-terangan tanpa ada sedikitpun ketakutan dan keraguan. Naruto pun begitu, dia juga mendapat kesan tersendiri dari kejadian tadi. Dia berencana akan secepatnya kembali ke Konoha dan meminta kejelasan tentang semua ini, setelah dia menyelesaikan urusannya dengan Sona, tentunya. Naruto yakin apa yang dilakukan gurunya adalah untuk kepentingan Konoha, dan jika memang begitu, dirinya sebagai bagian dari Konoha wajib membantu dengan segenap kekuatan yang dimilikinya.

"Sepertinya, hal-hal buruk yang terjadi hari ini sudah berhenti" kata Michael setelah Kakashi pergi bersama dengan timnya.

Syuuuttt...

Dhuaarrr...

Kejadian tak terduga lagi-lagi terjadi, kata-kata Michael meleset. Untuk kesekian kalinya acara pertemuan tiga fraksi besar mendapatkan gangguan. Azazel yang berdiri cukup jauh dari yang lainnya, diserang seseorang hingga tubuhnya terperosok kedalam tanah.

Tidak lama kemudian Azazel bangun lagi, serangan seperti tadi tidak cukup untuk melukainya, dia adalah malaikat jatuh terkuat. Yang lebih penting adalah siapa pelaku serangan tadi yang berani menyerang gubernur malaikat jatuh yang sedang lengah.

"Itetee..." Azazel mengaduh pelan, "Sepertinya kau menepukku cukup keras, Vali"

Azazel tahu dengan jelas siapa pelakunya, murid sekaligus orang yang mendampinginya dalam pertemuan ini.

"Maaf, Azazel" sahut Vali, "Berada disisi yang berlawanan tampaknya lebih menyenangkan."

Saat ini Vali sedang melayang setelah menyerang Azazel secara tiba-tiba tadi. Vali sudah mengenakan armor naga putih dalam mode balance breaker.

"Vali, kau pengkhianat" teriak Issei murka.

Wushhh...

Azazel terbang dengan keenam pasang sayapnya, sejajar dengan Vali.

"Vali, aku hanya ingin menanyakan satu hal. Temuan terbaru wakil gubernur malaikat jatuh, Shemhazai. Tentang organisasi rahasia Khaos Brigade yang bisa menjadi ancaman besar bagi tiga fraksi yang dipimpin oleh sang Uoroboros Dragon, Ophis. Lalu kelompok yang menyebut diri mereka Konoha tadi. Apa dua kelompok itu saling berhubungan?"

Pernyataan Azazel tak henti-hentinya menambah keterkejutan orang-orang disana. Mereka tahu betul, Ophis, Sang Tak Terbatas dan Keabadian, Naga yang ditakuti oleh The God of Bible.

"Memang benar aku bergabung dengan Ophis, tapi ku tegaskan Khaos Brigade tidak berhubungan dengan Konoha"

"Ini pertanyaan terakhir dari ku. Siapa namamu sebenarnya, Vali?" tanya Azazel.

"Namaku, Vali Lucifer"

Lagi-lagi semuanya terkejut, darah maou yang sebenarnya, Satan Lucifer, mengalir dalam pembuluh nadi Vali.

"Hyoudo Issei. Kau mengerti takdir kita kan?" tanya Vali, mengacuhkan Azazel lalu memandang kearah Issei yang berdiri ditanah.

Sontak Issei terkejut karena lagi-lagi Vali mengatakan hal itu.

Vali kemudian berbicara merendahkan Issei, memprovokasi Issei, hingga Issei benar-benar marah. Vali berkata akan membunuh kedua orang tua issei. Tentu saja Issei marah besar. Berkat gelang yang diberikan Azazel sebelum menyelamatkan Gasper, Issei sanggup menggunakan mode balance breaker, bahkan menggabungkannya dengan Ascalon, The Dragon Slayer Sword. Tak pelak, Issei yang dikuasai amarah bertarung sengit dengan Vali.

Naruto menatap miris, seperti dirinya dulu yang pernah dikuasai kemarahan ketika Pein hampir membunuh Hinata didepan matanya sendiri. Amarah memang memberikan kekuatan besar, tapi ada harga mahal yang harus dibayar. Kekuatan sejati tidaklah berasal dari amarah dan kebencian, tapi berasal dari ikatan. Itulah yang Naruto yakini.

Tapi untuk sekarang, tidak ada yang bisa diperbuat olehnya, hanya menonton saja karena ini bukan urusannya. Naruto memang suka ikut campur urusan orang, tapi sekarang dia lebih dewasa dan ada kalanya dimana dia hanya berdiam diri dan mengikuti arus yang terjadi.

Walaupun Issei menggunakan pedang pembantai naga, tetap saja Issei terdesak karena Issei pada awalnya hanyalah manusia, tidak seperti Vali yang mewarisi kekuatan Satan Lucifer.

Vali merasa tidak puas dengan kekuatan Issei. Lagi-lagi memprovokasinya, malah berkata akan membunuh semua teman-teman Issei. Rias, Akeno, Asia, dan semuanya akan dia bunuh, agar Issei marah lalu meluapkan kemarahannya pada Vali dan mengelurkan kekuatan penuhnya.

Issei yang semakin dikuasai amarah, semakin memompa kekuatan dari Boosted Gear miliknya. Seperti yang orang tahu, Boosted Gear akan merespon keinginan pemiliknya hingga mengeluarkan kekuatan yang jauh lebih besar.

"Heh,, sungguh konyol. Aku baru tahu, kalau Boosted Gear juga merespon keinginan bejat pemiliknya" ejek Vali sarkastik.

Memang benar, kekuatan Issei bertambah drastis karena termakan omongan Azazel tentang salah satu teknik milik Vali, 'Half Dimension' yang bisa membagi dua benda apapun berkali-kali hingga tak bersisa, termasuk payudara Rias.

"Brengsek,,, pengkhianat sepertimu tidak pantas dibiarkan hidup" balas Issei tidak terima.

Issei menyalakan booster yang ada dipunggung armornya, melesat maju hendak menghantam Vali, namun ternyata Vali lebih cepat. Vali berhasil menghindar, lalu terbang tinggi. Di udara dia membuat lingkara sihir yang besar, diarahkan lurus pada Issei.

Issei tahu booster dipunggungnya hanya mendukung bergerak lurus, membuatnya susah terbang akrobatik diudara. Oleh karena itu dia berniat menyerang Vali secara frontal dari depan, mengindahkan dirinya sendiri yang terkena serangan sihir demonic power dari Vali.

syuutttt...syuutttt...syuutttt...syuutttt...

Vali menembakkan banyak demonic power kearah Issei yang terbang lurus kearahnya.

Crrassshh..Crrassshh..Crrassshh..Crrassshh..

Issei sama sekali tidak mempedulikan beberapa bagian armornya yang rusak.

DHUAAAKKKK... PYARRRR...

Tinju Issei begitu kuat, menghantam telak perut Vali hingga armor naga putih itu pecah berhamburan,, walau armor naga merah Issei juga tidak sedikit yang hancur...

Yang lain hanya menyaksikan saja pertempuran sepasang rival abadi itu, tanpa ikut campur. Para iblis muda tidak bisa apa-apa, terutama Rias walaupun dia ingin. Pertarungan itu, bukan sesuatu yang sanggup dicapai oleh mereka.

Tanpa sengaja, ternyata satu lesatan demonic power Vali yang tidak mengenai Issei, malah mengarah pada Sona dan Tsubaki yang kebetulan berdiri lumayan jauh dari yang lainnya. Ada juga peerage cadangan, yaitu Naruto dan Hinata didekat Sona.

Dhuuarrrrr...

Tempat berdirinya Sona dan tiga peeragenya meledak, ledakan yang cukup besar akibat serangan nyasar dari Vali.

"SONA...!" pekik Serafall, tampak panik sendiri.

Hanya Serafall yang menyadari kalau Sona tertimpa bahaya. Ia sendiri tidak sempat membuat sihir pertahanan untuk melindungi adiknya. Sementara yang lainnya, walau tahu kalau ada serangan nyasar, tapi sepertinya mereka tidak menyadari bahwa Sona lah yang jadi korban. Mereka terlalu fokus pada pertarungan dua pemilik kekuatan Naga Surgawi.

tap...

Sona selamat, dia sedang berada digendongan seorang pemuda yang tampak bercahaya kuning keemasan. Naruto berhasil menyelamatkan Sona dan menggendongnya didepan gaya bridal.

Menggunakan mode kyubi untuk menyelamatkan Sona, mode bertarung yang ia kuasai sejak menyelesaikan latihan di Pulau Kura-Kura bersama Bee setelah berhasil menjinakkan Kyubi yang saat itu masih memendam kebencian. Dengan mode itu, Naruto mampu bergerak secepat kilat, mengalahkan kecepatan tertinggi Yondaime Raikage. Naruto langsung melepas mode kyubi itu setelah merasa aman.

"Ternyata kau lebih cepat dariku, Hinata" kata Naruto pada Hinata yang kini berada disampingnya.

"Tidak usah berlebihan memuji, Naruto-kun" balas Hinata yang baru saja melepas pegangan tangannya pada tangan Tsubaki.

"Aku tidak berlebihan, kenyataannya memang begitu kok."

"Aaahh,, sudahlah. Yang penting kita selamat"

Hinata berhasil menyelamatkan dirinya dan Tsubaki dari serangan nyasar tadi. Seperti yang dikatakan Naruto, entah benar atau tidak, tampaknya Hinata memang lebih dulu sampai ke tempat aman. Bahkan hebatnya lagi gerakan Hinata tidak disadari, langkah kakinya saja tidak terdengar.

The True Tenseigan Limited Activation, dengan pengaktifan terbatas doujutsu barunya, Hinata mampu menggunakan kemampuan teknik mata itu dalam skala kecil. Hanya menggunakan teknik manipulasi jarak, dengan sedikit gerakan kecil sambil menarik pergelangan tangan Tsubaki, Hinata memotong jarak gerakannya dan muncul ditempat lain diwaktu yang bersamaan. Keuntungan pengaktifan terbatas ini ialah tidak ada perubahan pada iris mata Hinata, sehingga tidak ada seorangpun yang tahu kalau dia mengaktifkan doujutsu baru miliknya.

Sona sendiri, walau masih terkejut karena kedua kalinya ia jadi serangan nyasar Vali, tapi ia bersyukur masih selamat. Ada untung bagi Sona, karena dia baru tahu kalau Naruto maupun Hinata bisa berpindah dengan kecepatan yang tak masuk akal baginya.

Sona baru sadar kalau posisinya masih digendongan Naruto. Pipinya sedikit merona merah karena posisi ini. Terlihat jelas dari balik kacamata Sona, Naruto yang tampak gagah hingga membuatnya terpesona. Baru pertama kali bagi Sona diselamatkan dengan posisi yang bisa dikatakan romantis seperti ini. Tapi ia harus segera sadar diri, ini masih situasi pertarungan. Kembali ke sifat datarnya yang sedia kala, "Naruto..., mau sampai kapan kau mengendongku seperti ini?" katanya dingin.

"Ahh,, maaf Kaichou.. heheeee" Naruto minta maaf sambil nyengir cengegesan setelah dia menurunkan Sona dari gendongannya.

"Syukurlah kau selamat, Sou-tan..." kata Serafall lega setelah dia mendekat kearah Sona yang bersama tiga peeragenya.

Serafall yang tadi sempat panik, kini bisa bernafas lega. Adiknya selamat. Tapi ketika melihat Naruto berubah menjadi sosok bercahaya kuning tadi, dia sempat terkejut. Terjadi peningkatan drastis dalam hal kekuatan dari diri Naruto, itulah yang Serafall rasakan dan tentu ini membuatnya penasaran. Setelah urusan dipertemuan ini selesai, Serafall bertekad untuk menjaga dan melindungi adiknya dengan serius, bahkan kalau perlu meminta lepas tugas sebagai maou agar bisa menjaga Sona 24 jam.

Memang kebanyakan tidak ada yang menyadari kalau Sona jadi target serangan nyasar. Sirzech, Azazel, dan Michael sudah tahu, dan mereka juga merasakan apa yang tadi dirasakan Serafall. Namun mereka tidak ambil pusing, karena walau terjadi peningkatan kekuatan secara drastis, tapi mereka merasa itu bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Yang penting Sona tidak terluka dan Serafall tidak mengamuk. Perhatian mereka semua masih tercurah pada pertarungan Issei dan Vali.

Serangan telak Issei tadi, berhasil mengancurkan armor Vali. Namun tidak berhenti sampai disitu, Vali masih bisa berdiri dan bangkit lagi. Vali berniat menunjukkan Juggernaut Drive, mode terkuat yang ia miliki untuk menghabisi Issei, tapi belum selesai mengucapkan mantra, muncul Bikou, youkai keturunan keempat Sun Wukong sang Victorius Fighting Buddha dari cerita terkenal Journey to The West. Mencegah Vali menggunakan Juggernaut Drive dan mengajaknya pergi untuk suatu urusan.

Issei sudah kehilangan armornya, tampaknya staminanya terkuras habis karena penggunaan paksa balance breaker dengan bantuan gelang yang diberikan Azazel.

Vali berniat pergi, tapi sebelum itu,,,,

"Hyoudo Issei. Suatu saat kita akan bertarung lagi, tapi pada saat itu akan lebih dahsyat. Masing-masing dari kita akan menjadi lebih kuat. Aku sangat menunggu saat-saat itu". Lalu Vali pun pergi bersama Bikou.

Vali sebenarnya berpikir sebaiknya memang pergi dahulu untuk saat ini. Pertarungannya dengan Sekiryutei lebih menarik jika ditunda dahulu, menunggu Issei berkembang hingga lebih kuat. Lagipula ada kejadian penting yang harus dia beritahukan pada pemimpin Khaos Brigade, Ophis. Pertama tentang eksistensi baru yang diselidikinya, eksistensi yang menyebut diri mereka 'Konoha' telah menunjukkan diri. Lalu kedua yang tak kalah penting, keberadaan pemuda berambut pirang yang sekarang menjadi bagian dari iblis, Uzumaki Naruto. Walau tidak ada yang mencurigakan, tapi dia patut diwaspadai. Dengan begini, misi Tim Vali yang diberikan oleh Ophis pada mereka sudah selesai. Walau masih belum ia ketahui apakah ada hubungan antara pria berambut pirang dengan Konoha.

Akhirnya hari yang melelahkan ini selesai, Azazel pulang lebih dulu dengan alasan capek. Lalu menyusul Michael kembali ke surga untuk mengurus pakta perdamaian tiga fraksi besar yang mereka namai 'Pakta Kuoh' dan membahas rencana untuk melawan Khaos Brigade, selain itu juga tentang Konoha.

Untuk sekarang Khaos Brigade harus diutamakan, harus sebisa mungkin diberantas mengingat itu adalah organisasi teroris yang jelas-jelas telah berbuat kekacauan. Konoha bisa dikesampingkan, untuk sementara mereka memegang apa yang dikatakan oleh pemimpin Konoha, Hatake Kakashi, kalau Konoha tidak akan bertindak asal tidak diusik. Aliansi tiga fraksi pasti akan menindak lanjuti Konoha nanti, sebab Konoha tidak bisa dianggap remeh setelah dengan begitu mudahnya melenyapkan semua pengkudeta dalam sekali serang bahkan menghancurkan sebagian besar wilayah Kuoh.

Setelah kekacauan dibereskan oleh pasukan aliansi yang masih ada, menghilangkan sisa pertarungan dan kehancuran agar tidak diketahui manusia dan mengembalikannya seperti sedia kala, tampak Sona yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri didalam alam pikirannya.

'Aku tidak menyangka pada pertemuan puncak ini ada banyak kejadian tak terduga. Keberadaan Vali yang membuatku terkejut, lalu kudeta Katherea dari golongan Satan Lama, kemunculan Konoha, hingga pertarungan sengit rival abadi hakuryuukou dan sekiryutei, yang untuk kedua kalinya membuatku hampir mati, tapiiii...'

Sona melirikkan matanya kearah Naruto dan Hinata. Menatap intens pada kedua orang itu.

'Aku juga tidak menyangka kalau dua peerage palsuku itu sama sekali tidak terpengaruh keadaan ini. Ini benar-benar diluar dugaanku, mereka bersikap terlalu tenang untuk ukuran pemain baru didunia makhluk supranatural. Aku yakin kalau mereka memang baru tahu tentang dunia supranatural, tapi dari sikap yang mereka tunjukkan seolah kejadian buruk seperti tadi tidak sekali atau dua kali mereka temui. Masa lalu mereka terlalu misterius'

Sejurus kemudian, Sona ternyum.

'Walau kalian hanya bertindak sesua perjanjian kesepakatan kita tanpa melewati batas atau ikut campur untuk menyembunyikan jati diri kalian, tapi aku beruntung hari ini. Kalian berdua memperlihatkan kekuatan lain yang kalian simpan untuk menyelamatkanku, dan mungkin akan lebih banyak lagi kekuatan tersembunyi lainnya. Dan aku yakin kalian berdua ada hubungannya dengan Konoha.'

Sona bisa yakin berpikir sampai kesana, karena saat tiba-tiba empat orang dari Konoha muncul, ada perubahan ekspresi yang sempat mata Sona tangkap dari wajah Naruto dan Hinata, walaupun tipis.

.

.

.

-Pulau Melayang Konoha-

Diruang kerja Hokage, Sasuke pagi-pagi sudah menyampaikan laporan hasil misi. Kakashi duduk tenang di kursinya. Hanya ada mereka berdua diruangan itu.

"Bagaimana Sasuke, apa ada warga Kouh Gakuen yang mengetahui kejadian tadi malam?" tanya Kakashi.

Kakashi tidak ingin melibatkan manusia biasa dari dunia baru, dia menganggap para manusia itu tidak ada bedanya dengan warga sipil Konoha.

"Tidak ada masalah. Genjutsu skala luas yang kupasang berfungsi dengan baik. Lalu seperti yang kau perkirakan, kerusakan sudah kembali seperti semula. Para iblis itu ternyata punya kemampuan sihir untuk memperbaiki kerusakan bekas pertarungan dengan cepat dan mengembalikannya seperti sedia kala. Walau ada beberapa orang yang sempat melihat kehancuran gunung dan hutan Kuoh, tapi sepertinya para iblis sudah membuat saksi mata itu hilang ingatan dengan teknologi mereka"

Apa yang dilaporkan Sasuke adalah bagian dari rencana Kakashi. Dia tahu kalau Kekkai untuk mencegah warga Kouh mengetahui aktifitas makhluk supranatural hanya melingkupi komplek Kuoh Gakuen saja. Genjutsu skala luas yang dibuat Sasuke menjadi keharusan karena Kakashi sendiri yang menyuruh untuk melenyapkan semua pengacau beserta dengan kekkainya, untuk unjuk kekuatan bahwa dirinya tidak main-main tadi malam.

Sasuke membuat Genjutsu area skala luas tingkat tinggi dengan media pilar cahaya yang dia buat di pusat Kota Kuoh untuk mematikan indera seluruh warga kota sehingga tidak menyadari aksinya menunjukkan kehebatan Susano'o miliknya.

"Bagus, dengan ini, misi kita selesai dan secara resmi ku nyatakan, berhasil sempurna"

.

.

.

To be Continued...

.

Note : Yuhuu,, update lagi. Ada sedikit materi politik internasional yang kumasukkan di chapter ini, semoga tidak salah. Materi-materi pengetahuan sains sudah sering dimasukkan, jadi sesekali mengaitkan dengan materi pengetahuan sosial.

Diakhir arc ini, aku beri sedikit bocoran. Ada konspirasi licik terselubung dibalik pertemuan damai 3 fraksi makhluk supranatural itu. Sebut saja pertemuan itu sebagai kamuflase dari suatu tujuan besar. Seperti yang diucapkan Falbium di akhir cerita chap 19.

Dan nih,,,, Kakashi sebagai Hokage. Dia harus kuat, maka dari itu aku membuat kedua mata sharingan obito masih tersemat dikedua rongga matanya. Hanya ini saja yang menyimpang dari canon sejak Naruto Movie The Last. lainnya tetap sama.

Ada yang berpendapat seharusnya kemunculan Kakashi dengan sesuatu yang lebih 'Wahhh' lagi daripada diatas? Menurutku itu udah cukup, lebih baik kekuatan sebenarnya itu disembunyikan dulu, iya kan? Atau cara muncul Kakashi itu terlalu berlebihan? Kurasa enggak juga, memang kalau dipandang dari sudut Rias, Sona, dkk itu sangat mengerikan, apalagi Gaara yang mempertontonkan sisi sadisnya dalam membunuh. Tapi menurutku kalau dari sudut pandang Sirzech dkk yang pernah merasakan asin pahitnya perang besar, itu tidak berlebihan. Bahkan mereka berempat tetap tenang di chap ini, walau Sirzech sempat hendak mengamuk karena Rias yang hampir menjadi korban Gaara.

Sedikit mengulas kolom review, banyak yang nanya di chap kemarin sebenarnya apa mau Kakashi? Datang mau nawarin damai? Nih di chapter ini jawabannya. Kakashi hanya ingin yang terbaik bagi warganya. Emang sih sebelum TBC kemarin Kakashi bilang damai, tapi cuma datang dengan cara damai (untuk aliasni tiga fraksi, tidak untuk komplotan teroris dan penyihir). Datangnya aja secara damai, tapi bukan untuk mencari perdamaian. Coba pikir, kalau Kakashi tiba-tiba datang hanya untuk meminta damai atau mengusulkan perdamaian, malah kesannya Konoha lemah dan takut menghadapi aliansi tiga fraksi, iya kan? Intinya Kakashi hanya ingin pengakuan kedaulatan untuk Konoha sebagai langkah pertama Konoha terlibat secara resmi dalam urusan DxD Universe. Kakashi tahu Konoha tidak bisa bersembunyi selamanya, maka itu jadi langkah pertama. Langkah selanjutnya tergantung situasi, apakah Konoha berteman, menjadi musuh, atau netral dalam pertikaian berbagai golongan di DxD Universe. Tunggu aja lanjutannya.

Pertanyaan lainnya terjawab di chapter ini kok.

Terakhir, kalau mau menyinggung tentang pengaktifan terbatas The True Tenseigan. Nanti ada kok penjelasan sekaligus prakteknya dalam suatu battle. Mungkin chap depan deh. Nah, kalau untuk cara menghindar Hinata tadi, agar mudah dibayangkan, sebenarnya aku buat mirip dengan salah satu film barat. "Jumper" kalau ga salah judulnya, hanya saja perpindahan Hinata terbatas dalam radius ruang lingkup Byakugannya (10 km). Kalau di film "Jumper", pemainnya bisa berpindah kemanapun asal bisa membayangkan tempat tujuan dengan otaknya.

Terakhir, mohon bantuan kalian baik itu kritik atau saran di kolom review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus lagi kedepannya.