[25th Songs: When I Was, When U Were by SM The Ballad vol.2] Hanya sebuah lagu yang syairnya menceritakan mereka, iramanya menemani mereka. Hanya sebuah lagu yang memberi kesan pada hati masing-masing. (Song-Ficlet/Drabble for HunHan April Passion Event)
Songs _ Playlist _ Ballad-Acoustic _ SM The Ballad vol.2 _ When I Was, When U Were- status: playing.
25th Song: SM The Ballad vol.2 – When I Was, When U Were
Oh Sehun EXO-K | Xi Luhan (Warn!BL)
(warning! Luhan-Sehun side)
Disclaimer: I don't own the cast, aku cuma pinjam nama mereka sebagai tokoh utama di cerita ini. Ide cerita, plot dan sebagainya selain cast adalah milikku atas pen-name ©Hwang0203
.
Didn't want much, you were always by my side
The way you talk and your smile always made me smile
I didn't hate it
One season, two seasons pass and it's been a year
But the thing I can't forget
Is the sound of your laugh whenever I talked
.
.
Musim dingin di tahun baru, harapan baru juga untuk tahun ini. Luhan tidak meminta banyak, bukan hal yang aneh-aneh.
Hari tahun baru membawanya untuk berjalan kaki ke sekolah SMU-nya dulu. Setelah turun di halte terdekat, Luhan mulai berjalan melewati trotoar.
Ingatannya membawa Luhan terlempar ke beberapa tahun silam.
Dulu, saat Luhan turun dari bus dengan seragam SMU yang dikenakannya, saat itu ada pemuda yang lebih tinggi dan berkulit pucat bersandar pada salah satu tiang halte. Ketika mata mereka beradu seperkian detik, pemuda itu berdiri tegak dan tersenyum tipis pada Luhan.
Tanpa sadar, Luhan juga ikut mengembangkan senyum lebarnya lalu sedikit berlari mendekati pemuda tersebut.
"Menunggu lama, Sehunnie?"
Pemuda tadi yang Luhan panggil Sehunnie itu menggeleng pelan. Lalu merangkul bahu Luhan yang memang tubuhnya lebih kecil dari Sehun. Mereka berjalan menuju gedung SMU yang dari kejauhan sudah terlihat. Berbincang apapun dan tertawa bersama sepanjang perjalanan.
Ataupun pernah mereka berbagi sarapan. Memakannya saat berjalan menuju sekolah karena waktu mereka tipis untuk masuk ke dalam gerbang.
Tanpa sadar, Luhan tersenyum sendiri mengingat moment yang mereka lalui di jalan ini. Hingga kakinya sudah berada di depan gedung SMU-nya dulu.
Meksipun kini mereka terpisah, Luhan tdiak menyesali berbagai moment manis maupun buruk yang mereka lewati.
Karena seumur hidup Luhan, dia tidak bisa membenci Sehun dan cengiran khas pemuda itu yang melekat erat di ingatannya.
.
.
Hari kelulusan Sehun saat itu musim semi. Dia menjadi pengecut saat itu. Pergi tanpa mengatakan apapun tentang perasaannya pada Luhan.
Ia pikir, mungkin ia masih punya banyak waktu untuk dilewati bersama Luhan meksipun mereka bukan lagi di satu sekolah yang sama.
Nyatanya tidak akan pernah sama.
Sekali lagi Sehun memilih untuk menjadi pengecut dengan hilang dari kehidupan Luhan. Setiap hari Sehun mengandaikan jika saja ia lebih berani pada Luhan. Andai saja waktu yang mereka lewati bersama akan terus berlanjut.
Sibuk dengan pengandaiannya, waktu sudah terlewati lama sekali. Saat terakhir kali ia bertemu Luhan dihari kelulusannya, ia masih bisa merasakan terikya matahari di musim panas. Sekarang, ketika berjalan sendirian dan ingatannya bernostalgia bersama Luhan, wewangian cherry blossom menguar. Aroma khas Luhan, Sehun dibuat mabuk olehnya.
Setahun yang lalu juga begini. Mereka akan berjalan di sepanjang jalan trotoar yang penuh pohon cherry blossom.
Supaya suasana tidak awkward, Sehun sengaja mengatakan hal apapun yang ia anggap lucu dan Luhan di sebelahnya hanya tersenyum ataupun tertawa.
Tawa Luhan yang mengalun merdu di telinganya adalah hal yang paling sulit untuk dilupakan. Bagaimana wajah pemuda itu tertawa lebar seolah kehadiran Sehun sudah menjadi hal terpenting baginya.
Mungkin untuk saat ini.
.
.
25th Songs status:
F I N
