#epilog
.
.
.
DLDR
.
Tebing ini sangat familiar, dan Dazai kembali berada di tepinya. Duduk dengan santai, menggantungkan kakinya dan bersenandung seperti biasa. Setidaknya, dia selalu memiliki beberapa waktu untuk datang ke tempat itu untuk bicara satu dua hal.
"Atsushi-kun," panggilnya pelan. "Aku tidak tahu sudah berapa banyak aku menghabiskan waktu untuk melakukan percobaan lainnya. Tapi seperti yang kautahu, tak ada satu pun dari percobaan bunuh diriku yang berhasil. Entah kenapa aku masih hidup.
"Ada beberapa alasan untukku melakukan bunuh diri. Salah satunya adalah mencari arti hidupku ini. Tapi saat aku menemukan alasanku untuk hidup, alasan itu tiba-tiba saja menguap. Bagaimana aku hidup tanpa adanya dirimu? Semuanya terasa sangat berat, Atsushi-kun."
Saat Dazai hendak berdiri, sebuah benda yang hangat menempel di tenggoraknya. Dia sendiri dapat menebak apa yang menempel di sana. Benda itu sangat familiar dengannya, dan dia tahu cara memakainya dengan sangat baik.
"Hisashiburi, Chuuya." Dazai berkata dengan sangat santai. Dia kembali duduk di tepi tebing itu. "Yah, rasanya aku tak dapat menghindar lagi ya? Ada Akutagawa di sana, dengan sebuah AK. Port Mafia benar-benar berniat membunuhku."
Nakahara Chuuya memang berdiri di sana, mendecih dengan sangat keras. "Sebelum aku melakukannya, serahkan formula yang waktu itu sama-sama kita cari!" Chuuya tak meminta, tapi dia memaksa. "Atau aku—"
"Tembak saja. Itu lebih baik. Lagipula, formula itu sejak awal tidak bersama denganku." Dazai tersenyum, sebuah senyuman yang tak Chuuya lihat namun dapat ditebaknya terlihat seperti apa senyuman itu. "Beberapa percobaan yang kulakukan, semua gagal. Jadi kalau kau menembakku sekarang, atau justru Akutagawa yang ada di sana, itu akan menjamin kematianku."
"Kalau itu maumu, baiklah."
.
.
.
BANG!
.
.
.
"Dasar bodoh. Ini bukan berarti Port Mafia akan tinggal diam. Mori-san masih mencari formula itu. Tapi, ya, selamat bertemu dengan kekasihmu, Dazai."
.
.
.
.
.
"Dazai-san, Dazai-san."
"Atsushi-kun?"
"Okaeri, Dazai-san."
"Atsushi-kun…. Ah. Tadaima…."
.
.
.
.
.
END
A/N
THIS IS THE END OF DOUBLE SUICIDE.
Akhirnya selesai juga di tengah kelas-kelas akhir ujian. Semoga ujiannya lancar (ya aku yakin sih yang ujian gamungkin baca). Tunggu aku untuk FF berikutnya ya. InsyaAllah mau buat FF BSD lagi, jadi kayak duni paralel-nya BSD. Gimana kalo misalnya Odasaku itu gak mati? Pasti kejadiannya gak sama kayak di animanga-nya. So, semoga terwujud ya.
Btw, yang mau download batch-nya silakan mampir ke link berikut → open?id=0B2g63oT_8wVwYVhraGE2UzI1N3M
AND AKU TU MAU NGUCAPIN BANYAK-BANYAK TERIMA KASIH UNTUK KALIAN SEMUA YANG UDAH FOLLOW, FAVORITE, BAHKAN REVIEW FF YANG ANCURNYA SUPER INI AHAHAHAHA
Nanaho Haruka, LoliHikochan, Atma Venusia, Kira-writer, Ushijima Rio, NamikhraKyra, Nozuki0107, Bakai Yamato, Akabaneko, Shonee27, hosikki, Aoi Yuuri, Ami Satomi, Kagehoshi Nao, Fujoshi janai desu yo ne (lha tapi baca ginian :v), Kaizu Haito, Amerucchi, BaekkyuChannie, FujiAoiAomineSuki, fujoshipper, vina rizki, Hanihyura, Arra-san, Chikara Hoshi, Ren Afrezya, Amanda Galuh P, alexandra pratiwi 5, realaks, Chiharu Himeji, Fumiko23, Yuchika Kissui, kuroshirokoneko, Just an adorable Zero-chan, Satoko no Shizukana, Fumyrain, himeriin, Chinatsu Arakawa, kronisfujo, Hikari Furuya, umeboshi ume, akaisora hikari, RPuspitasary21, Yuhiko Aya, marcellia, synstropezia, Anak Nyasar, Azriel 1827, Miyu Mayada, Spritesier, Allen491, Mozu The Mochi, Kio Kuroki, Yuhiko Aya.
Aku juga berterima kasih pada jajaran silent readers, alias yang cuma lewat buat baca doang tanpa follow/favorite/review. Karena sesungguhnya, tanpa readers, aku gabakal bisa apa-apa. Doain semoga aku bisa nerbitin novel ya xD
Terima kasih, dan mari kita ucapkan selamat tinggal pada Double Suicide.
Regards,
Khairunnisa Han.
