New Savior
.
Review's Rerspons
Tentang Itachi dan akatsuki.. akan terjawab di sekitaran akhir Volume dua….
Tetang Sandaime meninggal atau tidak… kupikir.. coba tebak saja deh.. hehehhe. Tentang Gaara, yang jelas ia akan memiliki hubungan dengan Naruto, apakah hubungan baik atau sebaliknya, akan terjawab nantnya..
Untuk Pair… jujur di volume dua yang sudah menggapai 60 chap (32 volume I dan selebihnya Volume II) baru sedikit kupoles tentang kisah asmara Naruto, dengan siapa nantinya.. well.. kurasa akan terungkap dalam waktu.. yang jelas, aku menyisihkan banyak tenaga untuk membuat hal romantic.. sangat berat bagiku membuat sesuatu yang romantic, sedangkan pengalamanku di bidang itu sangat…. NIHIL.. (menghela napas)
Tentang Fugaku dan Mikot, gomen.. kesalahan murniku tuh… tapi aku sudah edit kayaknya..
Naruto tidak akan masuk akatsuki, Ia akan membuat kerajaannya sendiri.. kan sudah kubahas sebelumnya tentang rencana Volume ke tigaku..
Tentenag kekkei tota, aku sebenarnya berencana membuat seperti itu, tapi.. naru nanti akan over power..Fuinjutsu, Hiraishin, Rantai chakra dan Mangekyou saja sudah Over, terlebih ada supply chakra Biju di dalam tubuhnya.. aku tidak ingin membuatnya semakin over lagi… hanya sedikit lagi penyempurnaan dan pengembangan.. kurasa akan berjalan seiring waktu, dan tidak instan.
Naruto bukan kepunyaanku yah.. INGAT ITU..
.
SHUKAKU,
.
.
Di sekitararan pinggiran Konoha.
Terlihat aktifitas para penjaga yang telah di tugaskan oleh sang Hokage, tetap Fokus pada aktifitas mereka. Di salah satu pos utam, terlihat Jiraiya berdiri, menatap ke hutan luas tempat di duga akan di lakukan serangan pertama dari musuh. Mereka tetap standby di sana.
"Ko.. Apa yang kau lihat.." Tanya Si Gama Sannin.
Ko adalah Seorang Hyuuga yang berada di samoing Jiraiya, memandang ke depan, lurus."Masih belum ada tanda-tanda pergerakan, mereka masih tetap di tempat seperti melakukan latihan perang." Jawab Ko dengan byakugannya yang aktif.
"Begitu yah.. Mereka pasti tau kalau Konoha akan memantau mereka menggunakan Byakugan, jadi meneruskan akting mereka adalah pilihan yang tepat." Ungkap Jiraiya menduga taktik musuh. "Perbndingkan jarak mereka dengan yang sebelumnya?" Lanjut si Gama Sannin.
"Baiklah.." Ko kembali melakukan perintah dari sang senior yang pengalaman dalam berperang. "Mereka bergerak sekitar 50 meter semakin mendekati Konoha dari titik pertama kali mereka melakukan latihan.. Sepertinya dugaan anda benar, Jiraiya-Sama" jawab Ko analisis.
"Bagus kalau begitu..." Jawab Jiraiya. 'Orachimaru.. Aku tidak menyangka kalau kau akan bertindak sejauh ini' pikir si Gama Sannin sedikit sedih mengingat mantan rekan timnya yang begitu ambisius ingin menghancurkan desa dan balas dendam.
"Uhm. Jiraiya-Sama, boleh aku tanya sesuatu?" Ucap Si Hyuuga agak Ragu. Si Gama Sannin melirikinya saat itu, sedikit terkejut.
"Tanya saja hyuuga muda.." Jawab sang Sannin enteng.
"Uhm.. Saat anda menjadi Murid Sandaime-Sama, bersama dengan Tusnade-Sama dan Orachimaru, apa ada tanda-tanda kalau ia akan menjadi penghianat desa?" Tanya Ko serius, sedikit penasaran.
Jiraiya mengambil pose berpikir sok seriusnya. "Hum... Dulu si teme itu selalu saja serius dan mengatakan kalau ia ingin menjadi Shinobi terkuat sepanjang sejarah, melakukan hal mustahil dengan ingin mempelajari seluruh Ninjutsu yang ada di dunia. Aku juga tidak pernah menyangka kalau ia akan menjadi seperti ini, padahal ia jauh lebih pandai dibandikan aku dan Tsunade."Jawab Si Gama Sannin.
"Begitu yah.. Jadi memang benar kabar yang mengatakan kalau Orachimaru lebih kuat dari Sannin lainnya" gumam Ko, tapi sayangnya Jiraiya masih mendengarkannya.
"HEY.. AKU CUMA MENGATAKAN KALAU IA LEBIH PANDAI, BUKAN LEBIH KUAT. YANG PALING KUAT DI SANNIN, SUDAH JELAS ADALAH AKU, SI GAMMA SANNIN, JIRAIYA DARI GUNUNG MYOBOKU, YANG PALING TERKENAL DARI BARAT, UTARA, TIMUR DAN SELATAN, PRIA TAMPAN YANG MEMBUAT HATI WANITA MANAPUN TERGILA-GILA PADANYA, JIRAIYA.." Protes si gama Sannin, sekaligus memperkenalkan diri. Tapi malah respon aneh di berikan oleh seluruh yang berada di markas kecil itu, sebagian meneteskan keringat, dan sebagian lagi menggerak-gerakkan alis mereka.
"Sudahlah.. Hubungi tim lain untuk memastikan kalau mereka masih tetap bersama kita" lanjut si Gama sannin mengalihkan pembicaraan.
"Tim timur.. Bagaimana di sana?" Tanya Ko mencoba menghubungi tim lainnya. "Tim utara, Timur, barat.. Disini selatan.. Apa kalian mendengarku" lanjutnya menggunakan alat komunikasi di lehernya.
"Masuk.. Di sini utara.."
"Rojer.. Di sini barat."
"Bagaimana dengan timur? Tidak ada respon dari mereka?" Tanya Ko penasaran pada dua tim lainnya.
"Beberapa saat yang lalu, mereka masih menjawab panggilan, mungkin terjadi kesalahan pada alat komunikasi mereka" jawab si utara.
"Begitu yah.. Bisakah kalian pastikan? Aku tidak bisa melihatnya dari sini, karena pergerakan musuh semakin mencurigakan" jelas Ko.
"Di copy.. Kami dari Utara yang akan memastikannya dan melaporkan segera perkembangannya. Tetap waspada.." Jawab Utara.
"Bagaimana disana? Apa ada tanda-tanda mencurigakan?" Tanya Ko lagi.
"Tidak ada, hanya saja aku bisa melihat Hujan deras dari arah Timur" jelas Utara.
"Hujan... " Gumam Ko. Jiraiya dengan cepat melihat ke awan, dan menangkap awan hitam di bagian timur Konoha.
"Hujan itu... Sampaikan pada Bagian Utara untuk meningkatkan kewaspadaannya.. Itu bukan hujan Biasa. Hanya satu tempat biasa terjadinya hujan itu" jelas Jiraiya sangat serius.
"Utara.. Sebaiknya tetap berhati-hati... Diduga, hujan itu bukanlah Hujan biasa.." Jelas Ko.
"Baiklah.. Segera setelah kami mendapatkan laporaj tentang tim Timur, kami akan menyampaikan pada kalian. Demi Konoha."
"Demi Konoha.." Jawab Ko semangat.
"Apa belum ada respon dari timur?" Tanya penasaran Jiraiya.
"Hai.. Belum ada Jiraiya-Sama" jawab Ko.
'Ini berbahaya, jika seperti dugaanku, maka..' Pikir Jiraiya.
.
Sementara itu di markas bagian timur.
Terlihat seorang Shinobi Hyuuga, dua Chunin dan seorang kapten Anbu, terbaring tak bernyawa dengan Kunai menancap di badan mereka. Terlihat juga Kaki melangkah si sekitar tubuh tak bernyawa mereka.
"Bagaimana selanjutnya, Hanzo Sama?" Tanya seseorang yang berjongkok di samping sang pemimpin.
"Aku akan ke posisi.. Kalian tetaplah di sini, dan pastikan kalau semua pasukan kita masuk.. " Jawab sosok yang bernama Hanzo itu melompat kearah dahan Pohon.
"Ap-apa anda akan masuk sendirian?" Tanya shinobi Ame itu lagi, penasaran. Hanzo menatapnya datar dan mengangguk. "Itu terlalu berbahaya, Hanzo-sama. Aku tidak akan membiarkan anda kesana sendirian dan meng"-
"Ini adalah perintah dariku, Suramasa.." potong Hanzo tegas. "Akan lebih berbahaya lagi jika kita bergerak bersama-sama. Dalam hal ini, semakin sedikit yang melakukan pergerakan maka akan semakin mudah di kendalikan. Kita menghindari banyak gerakan tambahan, jadi aku akan pergi sendiri. Pastikan saja kau memberikan pasukan kita jalan masuk ke desa" lanjutnya sangat serius.
Si Jounin hanya bisa menganggukkan kepalanya saja, tidak ada lagi pilihan lain yang bisa ia berikan, meskipun ia tidak menginginkannya, tapi ini adalah perintah dari 01, Hanzo salamander. "Hai.. aku mengerti, Hanzo-sama" jawabnya pelan, di bawah naungan hujan.
'Momo... Koko... Sebentar lagi dendam kalian akan terbalaskan... Tunggu saja.. Uzumaki Naruto' pikir Hanzo saat itu, memperlihatkan wajah sangat serius dari yang tidak tertutup masker..
.
Sementara itu, di Stadiun
Arena peratarungan ujian chunin, Sasuke Uchiha berdiri kokoh dengan sharingan 2 tomoenya menatap ke arah bola pasir besar di hadapannya. Sambil memegang tangan kirinya yang masih kesakitan akibat tangan tanuki atau biju ekor satu dari sunagakure yang mencengkramnya keras. Dari dalam lubang chidorinya, ia bisa melihat jelas pergerakan tangan dari dalam pasir dan sebuah mata aneh menatapnya.
DEG
Jantung Sasuke berhenti sejenak saat melihat mata itu menatapnya, mata yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Dari dalam bola pasir pelindung itu juga terasa aura pekat aneh dan sangat kuat. Sasuke kembali merasakan rasa shok teramat besar setelah merasakan itu.
'Aku merasakan sesuatu, sesuatu yang buruk' pikir genma mengecek sekelilingnya memastikan perasaannya salah. Dia berharap tidak akan terjadi hal buruk sesuai dengan apa yang ia rasakan saat itu. Perasaan yang sama dengan apa yang di rasakan oleh Sasuke pastinya.
'A-apa itu... Mata apa itu' pikir Sasuke menggenggam kuat tangannya saat melihat tatapan aneh dalam pasi pelindung sabaku no Gara.
.
Di tempat para kage
Kazekage melirik ke arah balcony, disana terlihat seorang Anbu black opp menanggapi kode darinya. Entah ada apa dengan Anbu yang berdiri di bagian belakang penonton itu sehingga bisa berkomunikasi dengan Kage dari desa lain. Anggukan pelan di berikan oleh Anbu, menandakan misinya akan segera di lakuka.
'Kukukuku.. Kita lihat seberapa kuat kau.. Sasuke Uchiha' pikir Kazekage. Dia kemudian menatap ke arah Naruto yang berdiri santai menonton pertarungan. 'Dia terlihat tidak tertekan sedikitpun merasakan perubahan Chakra Gara. Sepertinya ia telah mengetahui tentangnya. Kau memang menarik.. Naruto Kun..' Lalu ia tersenyum, mengeluarkan lidahnya dari dalam kain penutup wajahnya.
"Apa ada yang salah Kazekage-Dono" tanya Yondaime melirik sang Kage desa pasir di sebelahnya.
"Tidak ada apa-apa Yondaime-Dono, aku hanya penasaran dengan apa yang akan terjadi nantinya" respon pelan Kazekage.
"Tapi aku masih belum mengerti, kenapa anda membawa Jinchuuriki desa mengikuti Ujian Chunin?" Tanya Sandaime.
"Ayolah Sandaime-Dono.. Bukannya Konoha juga memasukkan Jinchuuriki mereka? Tidak ada salahnya bukan" jawab Kazekage.
"Tapi Jinchuuriki kami stabil, tidak seperti kalian" komen sedikit kesal Yondaime. Ia ingin langsung menyerang Kazekage, tapi Sandaime menahan lengannya.
"Kakashi, sebaiknya kau menyelamatkan Sasuke sebelum kau benar benar terlambat. Shukaku bukanlah biju biasa, dia biju yang tidak stabil, menyerang siapapun yang dia inginkan" ucap Naruto memperingati Kakashi. Kakashi hanya diam dan menatap serius kearah pertarungan murid kesayangannya melawan Gara.
.
Kembali ke arena,
Sasuke yang masih memperhatikan serius kearah bola pasir besar pelindung penuh tanya di kepalanya mencoba meneliti dengan seksama apa yang sesungguhnya ia lawan sekarang. Mencoba menguatkan tekat dan semangatnya untuk tetap bertahan meski kuatnya tekanan chakra dari Gara.
'Apa itu sebenarnya' pikir Sasuke memcoba memastikan.
CRAAKKK
Terdengar suara retakan dari bola pasir pelindung Gara. Bola pasir itu pecah, retak seperti telur, berkeping keping tak dalam pecahan kecil. Mata Sasuke melebar bersama dengan semua orang kecuali Naruto yang hanya memberikan seringainya. Kakashi shok dan mulai berpikir tentang perkataan Naruto yang menyuruhnya menyelamatkan Sasuke.
"KUBUNUH KAU" teriak Gara dalam mode mengerikan sangat keras. Sasuke melebarkan matanya tak percaya melihat tangan yang tadi menangkap tangannya keluar, memanjang dan menyerangnya. Sasuke dengan cepat melompat kebelakang menghindari cengkraman tangan pasir Gara, membiarkan telapak tangan itu hanya bisa mencengkram tanah saja.
"A-apa itu" ucap Sasuke shok mendapati tangan yang kembali memendek kepemiiknya, Gara. Pasir pelindungnya perlahan menghilang, jatuh kembali ke tanah seperti sengaja di buat jatuh dari langit, bak hujan pasir. Perlahan lahan tubuh Gara mulai terlihat dari kepalanya.
Namun kali ini fisik Gara berbeda dari sebelumnya. Bagian sebelah kanan wajah nya kini berubah menjadi monster, telinga memanjang. Semua wajah bagian kanan Gara berbeda, mirip rakun dengan mata yang aneh seperti saat Sasuke melihatnya. Lengan kanan Gara juga memanjang dan besar, menjadi bentuk tangan pasir yang mencengkram tangan Sasuke saat pertama menyerangnya.
"SASUKE UCHIHA... BUAT AKU HIDUP… BUAT AKU MERASA SENANG" teriak Gara saat itu sambil melepaskan TEKANAN CHAKRA pekat yang menbuat pasir di sekelikingnya terpecah menyebar kesegala arah.
.
Di balkoni
"Ini buruk temari.. Dia sudah memulainya" ucap kankuro yang memperingati Temari atas apa yang sungguh terjadi pada Gara. Tidak jauh dari Kankuro, Temari juga memiliki rasa keatakutan yang sama atas apa yang di rasakan oleh saudaranya itu.
Baki menatap kearah Kazekage sejenak meminta konfirmasi namun Kazekage hanya diam saja dan tidak melakukan apapun untuk mengantisipasi apa yang terjadi. Sekarang ini adalah saat yang benar benar sangat genting, namun ia tetap terlihat tenang tanpa tekanan..
'Kenapa dia hanya terlihat tenang seperti itu? Apa ada perubahan rencana?' Pikir Baki menatap sang majikan.
"Ap-apa itu.. Dia monster" ucap Kiba dengan besar membuat semua menjadi sedikit panik.
"Diamlah kau Kiba, kau membuat semuanya menjadi panik karena teriakanmu itu" ucap Shikamaru kesal yang menatap kiba. Shikamaru melanjutkan pengamatannya menatap rekannya yang shok termasuk para jounin sensei mereka. Namun Naruto hanya terlihat santai tanpa ada beban sedikitpun yang ia rasakan.
'Dilihat dari sikapnya, sepertinya Naruto sudah mengetahui hal ini akan terjadi' pikir shikamaru.
"Kakashi.. Kau benar -benar harus menghentikan pertarungan ini. Sasuke dalam bahaya jika dia melawan biju full seperti ekor dua. Dan Gara juga tidak stabil seperti kata Naruto" ucap Kuranai khawatir menatap si Jounin elit.
"Kurenai benar Kakashi.. Kau tidak bisa hanya tinggal diam dan melihatnya membunuh Sasuke.. Kau lihat sendiri apa yang terjadi pada lee jika saja aku tidak datang tepat waktu. Dan juga.. Ini level berbeda pada saat melawan Lee" tambah Gai yang ikut mengomentari Kakashi.
"Kakashi.. Lakukan sesuatu" bentak Asuma yang sudah sangat jengkel akibat Kakashi yang hanya diam
"Kalian semua harus mengerti keadaan Sasuke" ucap Kakashi pelan membuat semuanya heran. "Dia bukanlah hanya seorang Genin yang ingin menjadi Genin saja. Sia juga ingin membuktikan sesuatu yang sangat penting baginya, sama seperti Lee.." Lanjunya serius.
Flashback.
"Ouh.. Kakashi sensei?" Tanya Sasuke yang berdiri terengah-engah di tempat latihannya bersama Kakashi. "Apa aku bisa menjadi lebih kuat lagi dari sebelumnya. Apa levelku benar-benar akan meningkat, paling tidak mendekati Naruto" tanya Sasuke saat itu.
"Apa maksudmu mendekati Naruto ?" Tanya Kakashi sambil membaca buku kesukaannya.
"Dia.. Dia adalah orang yang dilatih langsung oleh Ayahku dan.. Itachi Uchiha. Aku masih mengingat bagaimana cara mereka melatihnya dulu.. Sangat keras... "Geram Sasuke mengepal erat tangannya. "Apa jika aku bekerja keras sepertinya, memaksa batasku tiap hari, apa aku bisa mendekatinya" tanyanya lagi.
Kakashi memperhatikan serius muridnya itu, kemudian tersenyum khas mata pupinya. "Kau adalah seorang Uchiha, kau itu kuat.. Naruto mungkin bisa kuat, tapi dia tidak akan bisa melebihi kekuatan seorang uchiha murni. Bagaimanapun juga, darah pasti akan lebih kuat dari minyak bercampur air" komen Kakashi menyemangati muridnya.
"Dipertarunganku nanti, apapun yang terjadi, kumohon jangan halangi aku.. Aku ingin mengetahui batasku, dan juga... Aku ingin menunjukan padanya" tegas Sasuke.
End
.
"Jadi karena pembuktian diri?" Gumam Naruto dan hanya di jawab anggukan oleh Kakashi.
"Sasuke ingin membuktikan pada semua bahwa dia juga bisa hebat seperti Itachi. Berlatih dengan keras meski sedikit arogan, namun dia ingin membuktikan pada orang-orang bahwa dia juga ingin di pandang" ucap Kakashi serius menjelaskan kenapa dia hanya diam saja saat melihat Sasuke dalam keadaan bahaya.
"Ia selalu saja di bandingkan dengan Itachi yang sudah menjadi Kapten Anbu saat seusianya. Hal itu membuatnya merasa sangat rendah, sangat lemah dibandingkan uchiha yang lainnya, termasuk kamu, Naruto. Ia merasa kalau kau sangay jauh meninggalkannya, sementara ia sudah melakukan semuanya seperti orang lainnya
Sejak kecil ia selalu di bandingkan dengan kakaknya itachi. Sasuke bertekat untuk mengalahkan itachi atau membunuh itachi untuk membuktikan pada semua bahwa dia kuat. Dia juga bisa seperti itachi" jelas lanjut Kakashi menatap ke arah Sasuke yang masih diam dalam shoknya menatap ke arah Gara.
"Ia masih mengingat perkataan keluarganya tentangmu." Ia menunjuk Naruto. "Naruto juga menjadi bahan perbandingan keluarganya dulu, yang menyebut menyebutnya sebagai prodigi uchiha karena menguasai sharingan hanya dalam waktu 1 tahun saja. Semua hal itu menekan Sasuke, dia semakin menekan dirinya membuktikan pada semua orang di clannya bahwa dia pantas. Dia juga bisa menjadi prodigi sepertimu Naruto….. dan itachi" lanjut Kakashi membuat Naruto sedikit shok menatap Kakashi, lalu ia menatap ke arah Sasuke.
'Sasuke... ' Pikir Naruto iba
"Berbeda dengan Naruto yang berpura pura bodoh untuk mendapatkan lirikan dari selitarnya" Naruto melirik Kakashi sedikit mengangkat alisnya.
"Dia bersembunyi di balik arrogan elite uchihanya untuk menyembunyikan kelemahannya. Aku menyadari hal itu saat kejadian di Nami no kuni, pada saat mengetahui Menma mengalahkan Haku. Saat itu ia merasa semakin tertinggal dari kalian berdua dan memohon padaku langsung untuk melatihnya ekstra" lanjut cerita Kakashi
"Latihan ekstra?" Tanya Menma balik
"Begitulah.. Dia tidak bisa menyamai staminamu dan kini.. Naruto karena darah Senju dan Uzumaki kalian berdua. Namun dia selalu berusaha keras setiap malamnya melatih dirinya agar semakin kuat. Itu semua hanya untuk agar dia di akui oleh keluarganya... Lihatlah.. Apa menurut kalian jika aku muncul menolongnya dia akan baik baik saja?" Ucap Kakashi dan semua hanya biasa menatap iba ke arah Sasuke.
'Dengan menolongnya maka ia akan semakin mengananggap remeh diri sendiri karena merasa lemah. Namun jika dilihat lagi disisi lain, Sasuke bisa saja akan menghabisi diri sendiri dengan kerja kerasnya, jika ia tidak mengetahui batasnya' pikir Naruto mengamati keadaan Sasuke.
'Menma berbeda, ia memiliki darah Senju dan Kyuubi, sehingga ia hampir tidak memiliki batas. Dia hanya seorang Uchiha biasa.. Kuharap ia akan segera menyadarinya' lanjutnya menatap Kembali ke arena.
.
Arena
"Kenapa Sasuke uchiha.. Mana kebencian pada tatapan matamu seperti yang kulihat dulu" ucap Gara dengan mengerikan karena air liur yang keluar dari mulutnya ke atas tanah.
'Aku membiarkanmu hidup karena kau lemah.. Kau lemah adik bodohku.. Pergilah, larilah. Sembunyilah dalam bayangan agar kulit mulusmu tidak tergores.. hiduplah sampai kau memiliki mata yang sama denganku, saat itu datanglah padaku'
Suara itachi menginag kembali di kepalanya. Perlahan ia membuka matanya dan memasukan tangannya kedalam kantung shonobinya mengambil beberapa shuriken dan kunai. Ia kemudian menatap sejenak ke arah Naruto, lalu menatap kembali Gara.
"Aku.. Aku adalah Sasuke... Dan aku ...AKU SEORANG UCHIHA TIDAK AKAN PERNAH LARI DARI PERTARUNGANKU MESKI MATI ADALAH PILIHANKU" teriak Sasuke keras. Mata semuanya melebar saat mendengar perkataan Sasuke uchiha yang begitu dramatis. Senyum terlihat di wajah Naruto yang mendukung keputusan saudara dari Uchihanya itu.
"RASAKAN INI" teriak Sasuke kembali dengan cepat langsung melemparkan kunai dan suriken kearah Gara. Gara hanya tertawa dan mengangkat lengan besarnya sehingga hanya tertancap pada lengan pasir tangan kanannyan.
"APA..."Ucap shok Sasuke saat melihat kearah lengan Gara yang menutup wajahnya. Gara kemudian mengibaskn tangannya dan melemparkan kembalui suriken kearah Sasuke. Sasuke tidak sempat menghindar sehingga suriken yang dilemparkan dalam balutan api menembus tubuh Sasuke. Tapi si Uchiha itu tidak menyerah, malah melakukan Handseal cepat
Katon : Ryuuka no jutsu' Teriak Sasuke dari samping kiri sekitar 5 meter dari Gara. Tubuh pertama Sasuke menjadi kayu menandakan itu adalah kamawiri sedang dia yang asli bersiap melakukn jurusnya. Gara tersentak kaget saat Sasuke sudah engeluarkan api dari mulutnya berbentuk kepala nata besar menerjang tubuh Gara.
Booommmm
Ledalakan pun terjadi saat jutsu Sasuke menghantam telak tubuh Gara. Jutsu katon kelas B berhasil di lakukan Sasuke dengan baik dan berhasil mengenai Sabaku no Gara.
Sasuke menyelesaikan jutsunya dan berdiri terengah engah akibat kehabisan chakra. Dia sudah melakukan chidori yang belum benar benar ia kuasai. Hal itu membuatnya menghabiskan banyak chara dari biasanya karena belum menguasai betul jutsu itu. Lalu kini B rank katon, dia sungguh hampir mencapai batasnya dalam penggunaan jutsu.
"HHAHAHA.. BUAT AKU HIDUP UCHIHA" teriak Gara kembali dengan sangat keras dari dalam debua akibat jutsu Sasuke. Mata Sasuke melebar saat mendengar suara mengerikan Gara dari dalam debi. Tangan Shukaku terlihat memanjang keluar dari dalam arena berdebu menyerang Sasuke.
Sasuke kembali melompat kebelakang dan berdiri pada tembok bangunan tinggi gedung ujian chunin diadakan melihat ke arah Gara berdiri. Dari balik debu terlihat sabaku no Gara dengan handseal tangan kirinya menyeringai menatap Sasuke.
Saikō Zettai Kōgeki: Shukaku no Hoko" Kemudian Gara mengibaskan lengan besar pasir sukakunya sehingga muncul tombak dari pasir namun di ukir oleh warna hitam yang melilit seperti ular. Mulai dari satu tombak lalu menyusul puluhan tombak meluncur cepat ke arah Sasuke. Sasuke melompat berlari ke atas bangunan menghindari satu persatu tombak shukaku.
Pada saat tombak terakhir menancap di belakangnya, Sasuke melompat salto kebelakang dan berdari di atas tombak shulukaku kokoh menatap Gara dari atas. Tatapan Sasuke kini dengan penuh percaya diri menatap Gara seolah akan mengalahknnya.
"KAU BENAR BENAR MENGHIBURKU, SASUKE UCHIHA.." Teriak Gara memanjangkan tangannya kedepannya beberapa meter lalu ia mundur. Menjadikan tangannya sebagai karet elastis seperti ketapel dengan dia adalah peluru ketapel itu.
Sasuke mengamati dengan seksama apa yang akan di lakukan oleh Gara. Dia mengetahui bahwa dengan begitu gerakannya akan semakin cepat. Gara langsung melepaskan dirinya melempar tubuhnya menyerang Sasuke.
'Kecepatannya meningkat drastis' pikir Sasuke shok melompat kesamping kanananya menghindari serangan tangan besar Gara. Serangan Gara hanya berhasil meremukan tembok bangunan itu karena kali ini Sasuke berhasil meloloskan diri dari serangan mematikan Gara ke atas tanah. Gara mengibaskan kembali tangannya ke arah Sasuke
Suna shuriken
Teriak sabaku no Gara dan dari dalam tangan pasir besarnya menheluarkan peluru pasir menyerang Sasuke. Sasuke melompat kebelakang menghindari serangan peluru pasir milik tangan pasir Gara. Gara langsung melompat menyerang Sasuke tidak ingin membuang waktu langsung memukul keras kearah Sasuke setelah memanjangkan lengannya.
Boooommm
"SASUKE" teriak Sakura dan Menma melihat pukulan telak tangan besar Gara berhasil menyerangnya. Debu berada di sekitar pertarung menaungi arena cukup luas menutupi pandangan Ke arah dua petarung. Suasana hening sejenak saat debu perlahan lahan mulai menghilang dari arena.
CHIDORI" Terdengar suara Sasuke melakukan jutsu kicauan serubu burungnya di dalam debu. Terlihat kilatan petir berada beberapa meter dihadapan Gara. Gara mengangkat lengannya kembali bersiap meluncur menyerang Sasuke.
"GAAAHHHHH" teriak keduanya saling melompat satu sama lainnya dan bertemu diudara. Pertamuan antara dua jutsu berbeda, chidori Sasuke dan jutsu tangan pasir Sabaku no Gara.
Sasuke berdiri, saling membelakangi bersama Gara, diantara 6 meter jarak memisahkan mereka. Sasuke berada di depan tembok bangunan itu dengan langsung berpegngan pada tembok. Napas terengah engah akibat melakukan chidori lagi.
'Sial.. Aku sudah mencapai batasku' pikir Sasuke, merintih kesal karena kini sudah tidak ada lagi celah dalam kekuatannya.
Disisi lain, perlahan tangan sabaku no Gara jatuh menjadi pasir kembali. Jutsu Sasuke berhasil menebas tangan pasir Gara dan melumpuhkannya. Gara dalam keadaan melemah, melihat ketangan kanan pasirnya yang kini menghilang menjadi butiran butiran pasir kembali ke atas tanah.
.
Dibalconi
"Ti-tidak mungkin Gara kalah dalam mode seperti itu" ucap Temari shok tak percaya. Wajah, mata dan bibirnya bergetar tak percaya sungguh dia benar benar kalah. Tangan Gara kembali kebentuknya semula.
"Yatta... Kau melakukannya Sasuke kun.. Kau yang terbaik" teriak Sakura dengan keras sambil melompat tinggi.
"Sasuke berhasil kelihatannya..." Ucap Kurenai pelan menatap ke arah Gara. Semua orang mengangguk setuju dengan apa yang dikatakannya.
"Sudah kubilang kan Naruto.. Kau bukan satu satunya yang bisa menjadi genin yang kuat" ucap Kakashi dingin melirik Naruto. Namun Naruto hanya tertawa tipis membuat semuanya menatap heran kearahnya
"Apa yang kau tertawakan" ucap lanjut Kakashi.
"Aku setuju karena Sasuke berhasil, namun Maksudku Sasuke berhasil, bukannya berhasil mengalahkan Gara.. Kau harus mendengarkan omongan orang lain sampai selesai Kakashi san" ucap Naruto menutup mata sambil menghirup udara segar
"Kurasa sebentar lagi akan menjadi pertarunganku" ucap aNaruto membuka mata dan menatap ke arah para jounin yang menatap heran Naruto
"Apa maksud dari perkataanmu berhasil?" Tanya Kakashi penasaran.
"Sasuke memang berhasil... Tapi bukan berhasil mengalahkan Gara, namun berhasil memnacing Shukaku semakin menggila" ucap Naruto dingin penuh keseriusan di wajahnya. Semua shok dan perlahan menatap ke arena pertarungan
.
Di arena
Terlihat Gara perlahan mengangkat kepalanya dan sangat jelas wajahnya memberikan seringai menakutkan. Tiba tiba tekanan chakranya kembali meningkat membuat jantung Sasuke berdetak kencang.
"HAHAHAHA .. UCHIHA SASUKE.. KAU HENAR BENAR MENBUATKU HIDUP" teriak keras Gara yang berbalik menatap Sasuke horor. Perlahan lahan si Uchiha itu berbalik menatap ke arah sabaku no Gara dengan mata melebar tak percaya kalau Gara masih bisa bergerak
"Ap-apa sebenarnya kau... Makhluk seperti apa kau" tanya depresi Sasuke menatap Gara
"AAAAKKKKHHHHHH" rintih Gara keras dan perlahan pasir dari kendinya mulai menyulubungi tubuh sebelah kirinya, membentuk tangan seperti yang pertama pada sebelah kananya. Namun kali ini sedikit berbeda karena munculnya ekor di buntutnya. Ekor yang memanjang dan menambah kengerian dari wujud Sabaku no Gara.
"Itu maksudku" kata Naruto membuat semua ekspresi para Jounin dan Genin, kepala Klan dan Para Kage melebarkan matanya saat melihat Gara. Itu sudah hampir menyerupai mini shukaku, hanya saja baru stengah badan Gara yang terselubungi pasir membentuk mini shukaku.
Dengan cepat Gara langsung mengibaskan tangan shukakunya ke arah Sasuke, membuat beberapa peluru pasir menherang Sasuke. Sasuke melompat ke arah Gara dengan cepat ingin melewati Gara, namun sebuah kesalahan Sasuke lakukan.
Ekor Gara mengibas menghempaskan tubuh Sasuke ke arah tembok bangunan tempat diadakannya ujian chunin. Tidak menyia-nyiakan kesempatan tangan kiri panjangnya langsung menyerang Sasuke dan menangkap tubuh itu. Tangan itu kemudian mendorong tubuh Sasuke sehingga membentur tembok keras.
"SASUKE" teriak keras Sakura kembali khawatir akan keadaan sosok yang ia sangat sayangi itu.
"Uhuk" Sasuke memuntahkan darah segar dari mulutnya. Tubuhnya di tekan oleh telapak tangan shukaku yang besar menempel dengan tembok dan semakin mejepit Sasuke. Yang terlihat hanyalah dari leher saai kepala kemudian dari betis sampai sepatu Sasuke.
.
Balcony
"Bukankah itu sudah terlalu berlebihan Kazekage-Dono" gumam Yondaime melirik tajam sang Kazekage.
"Bukankah Sasuke Uchiha belum menyatakan menyerah atau K.O?" Respon pelan Kazekage.
"Apa anda ingin menghabiskan Uchiha murni di Konoha, Kazekage-Dono?" Tanya Sandaime dengan nada mencekam.
"Kita hidup di dunia keras Sandaime-Dono.. Kematian terkadang bisa datang kapanpun juga. Siap atau tidak, seorang Shinobi harus menjalaninya" jawab Kazekage.
.
CHIDORI
Teriak Kakashi memotong lengan pasir Gara. Kakashi muncul dengan cepat untuk menolong Sasuke uchiha sang murid uchihanya itu. Dia berhasil memotong lengan Gara, namun pasirnya masih menempel di tubuh Sasuke semakin erat. Sasuke yang stengah pingsan merintih kesakitan
'Kakashi' pikir shok para jounin yang dalam sekejap mata sudah melihat Kakashi di dalam arena peratrungan menolong muridnya.
"Lepaskan dia... Kau sudah menang" ucap Kakashi menatap serius ke arah Gara. Gara hanya menatap kakashi dengan tatapan penuh seringai mengerikan. Tangan shukakunya pelahan membentuk kembali seperti semula setelah Kakashi memotong tangan itu menggunakan chidorinya.
"GAHAHAHAA.. IBU MENGINGINKAN DARAH UCHIHA... AKU AKAN MEMBERIKAN DARAH UCHIHA PADA IBU UNTUK MEMBUKTIKAN KEBERADAANKU" ucap horor Gara menatap Kakashi.
'Di-dia benar benar tidak stabil' pikir Kakashi menatap ke arah Gara. Kakashi bersiap menyerang Gara dengan melakukan handseal chidorinya, tapi sebelum itu, sebuah tangan mengehntikan gerakannya, tangan milik Naruto.
Ekspresi kaget kembali di wajah para jounin dan genin konohagakure no sato melihat Naruto yang berada bersama mereka kini sudah berada di arena pertarungan menyusul Kakashi.
"Ayolah Gara.. Lepaskan orang lemah ini.. Aku akan melawanmu sebagai ganti si lemah ini" ucap Naruto melirik Kakashi sejenak dan Kakashi mengerti maksudnya.
'Menempatkan diri dalam posisi sulit untuk melepaskan anggota.. Kau menarik Naruro' pikir kakashi.
"Tidak.. Ibu menginginkan darah Uchiha Sasuke, ia tidak akan kulepaskan Sebelum darahnya kupersembahkan" Ngotot horor Gara menatap ke arah naruro, tidak ingin melepaskan mangsanya.
"Dan setelah ini.. Kau akan menjadi korban berikutnya.. Uzumaki Naruto.. Ibu juga menginginkan darahmu" ucap lanjut Gara menatap horor Naruto dengan gigi gigi mengerikan milik Gara seperti siap melumat tubuh Naruto hidup hidup
.
Balcony, para Kage
"Aku punya ide yang menarik Kazekage-Dono.. Minato.." Kata Sandaime menarik perhatin dua kage di sampingnya
"Hah.. Apa maksudmu Sandaime-Dono?" Tanya Kazekage.
"Pertarungan berikutnya yang seharusnya Menma Senju, melawan Haku Momochi sebaiknya di tunda." Kedua Kege terdiam saat mendengarkan usuln dari senior mereka.
"Aku setuju.. Meskipun mereka tidak bertarung, secara teori, mereka telah menang karena lawan mereka di diskualifikasi. Naruto telah melakukan pertarungannya pad babak pertama, jadi sekaligus untuk memulai babak berikutnya, Naruto yang akan menjadi petarung pertama juga. Bagaimana menurutmu, Kazekage-Dono. Lagi pula Gara juga sangat ingin melawan Naruto." Jelas Yondaime, mengerti arah pikiran Sandaime.
"Kurasa aku tidak memiliki masalah dengan itu.." Jawab si Kaze desa Pasir.
"Baiklah.. Kalau begitu telah di putuskan" ungkap Minato yang kemudian memanggil Genma.
.
Arena
"Bagaimana kalau sedikit perjanjian.. Aku tidak akan melawanmu menggunakan Sharinganku, tapi lepaskan Sasuke" ucap Naruto membuat semua mata melebar. Namun sandaime hanya menyipitkan matanya menatap kearah Naruto
'Begitu yah.. Naruto-kun' pikir Sandaime analisis, lalu menghisap pipa tembakaunya.
"Naruto.. Kau"-
"Tidak apa apa Kakashi.. Ini mungkin akan menjadi balasanku pada Uchiha" ucap Naruto senyum menatap Kakashi. "Lagi pula aku bisa mengalahkannya dengan mudah" lanjutnya melirik Gara, memancing sang Jinchuuriki dengan sebuah ejekan.
"HHAHAHAHAHA .. UZUMAKI NARUTO... KAU SUNGGUH BERANI MENANTANGKU.. TAPI.." Teriak Gara keras dan mengerikan menciptakan suasana mengerikan di sekitar mereka semua."KAU MERENDAHKANKU DENGAN MELAWANKU TIDAK MENGGUNAKAN KEKUATAN PENUHMU... KAU MENGGANGGU ACARAKU, UZUMAKI NARUTO. "Lanjut Horor emosi yang malah menguatkan pasir yang mengekang tubuh Sasuke.
"Ayolah Gara.. Lepaskan Sasuke dan kita bisa mengakhiri percakapan membosankan ini, lalu memulai pertarungan kita" ucap Naruto serius menatap kearah sabaku no Gara yang hanya bisa menyeringai.
"Kenapa.. Kenapa kau mau bertarung demi orang lain. Kau bodoh jika kau berpikir bisa menang melawanku bertarung demi orang lain. BERTARUNGLAH DEMI DIRIMU SENDIRI DAN BUKTIKAN KEBERADAANMU, UZUMAKI NARUTO" teriak Gara kembali memanaskan keadaan.
".. Kenapa yah... Aku juga tidak tau kenapa.. Mungkin karena aku malas bertarung sendiri.." Gumam malas Naruto. "Sangat membosankan jika aku selalu menang" lanjutnya dengan tampang merendahkan si Jinchuriki.
"Jika aku bertarung demi orang lain, mungkin akan mengubah rasa bosanku. Aku akan menyisakan sebagian atau membiarkan musuh agar bisa di kalahkan lagi oleh orang lain, dengan begitu perasaan orang itu tidak akan terganggu karena pernah dikalahkan.. Juga.. Pokoknya masih banyak deh... "Jelas tidak menentu Naruto, dan tentu saja Gara tidak mengerti.
Reaksi Gara kembali memanas. "Jadi kau berpikir kau bisa menang dengan melawanku.. JADI KARENA KAU YAKIN BISA MENGALAHKANKU MAKANYA KAU HANYA MELAWANKU SETENGAH KEKUATANMU SAJA.. KAU LANCANG SEKALI UZUMAKI NARUTO.. AKAN KUBUNUH KAU DAN MEMBUKTIKAN KEBERADAANKU" teriak Gara Horor.
"Kalau kau ingin aku melawanmu dengan kekuatan penuhku, lepaskan Sasuke sekarang juga. Aku tidak ingin kau membagi kekuatanmu meski hanya sedikit saja dengan menahannya di sana." Ucap Naruto menunjuk kearah Sasuke yang masih terperangkap. Permainan kata-kata, itulah yang Naruto lakukan sekarang ini. Dengan membuat musuh percaya kalau ia hanya menggunakan setengah kekuatan untuk mengalahkannya, maka ia sudah masuk ke dalam pikiran lawannya.
Gara terdiam sejenak, dan menambah seringainya semakin mengerikan dari sebelumnya. Ia seorang yang gila bertarung demi menunjukan keberadaannya di dunia. Membunuh musuh yang kuat, bermandikan darah musuhnya. Ia adalah seorang Jinchuuriki Tanuki ekor sati, si gila bertarung.
"Baiklah... BAIKLAH JIKA ITU YANG KAU INGINKAN, UZUMAKI NARUTO.. LAWAN AKU DENGAN KEKUATAN PENUHMU.. AKAN KUBUAT DARAHMU SEBAGAI PERSEMBAHAN TERINDAH HARI INI.. GAHAHAHAHA" teriak semangat Gara dan perlahan tangan mini shukaku yang menjepit Sasuke menghilang menjadi pasir kembali. Sasuke terjatuh ke atas tanah dan kakashi menangkapnya, menggendong bridal style tubuh tak berdaya muridnya
"SASUKE" teriak Sakura khawatir yang kini melangkah mendekatinya bersama Menma
"Dia hanya pingsan.. Sakura Kita harus cepat membawanya ke rumah sakit" ucap Menma dan berbalik sejenak menatap Naruto
"Naruto... Terima kasih sudah menyelamatkan Sasuke" ucap Sakura membungkuk bersama dengan Menma membuat Naruto sedikit shok.
"Sudah kewajibanku bukan untuk menolong sesama Ninja konohagakure... Ini juga mungkin sebagian kecil dari balasan atas apa yang shishui dan itachi lakukan padaku sewaktu aku masih kecil. Mereka berdua adalah sosok yang selalu ada untukku saat yang lain ingin membunuhku" ucap Naruto pelan menatap Sasuke yang tidak sadarkan diri.
"Pergilah.. Kakashi-san.. Sakura-san.. Bawa Sasuke kerumah sakit. Urusan di sini biar aku yang selesaikan.. Juga sisanya" ucap Naruto menatap serius. Kakashi yang mengangguk lalu berlari bersama dengan kedua muridnya.
"Aku menitipkan Sasuke padamu Sakura, bawa ke tim medis sekarang juga dan segera kembali.. Menma kau diam di sini bersamaku" perintah sang sensei.
"Tapi Sensei.. Aku ingin menemani Sa-"
"INI PERINTAH SAKURA.." Potong Kakashi tegas. Sakura tidak percaya kalau ia melihat senseinya seperti itu. Si gadis berambut pink itu hanya mengangguk, kemudian melaksanakan perintah senseinya itu.
"Ada apa sensei.. Apa ada yang kau sembunyikan? Apa maksud perkataan Naruto, sisanya tadi" gumam Menma kebingungan. Sakura kemudian melangkah ke arah tim medis, sedangkan Kakashi dan Menma ke arah balkoni, menaiki tangga.
"Kau akan segera tau Menma.. Sebentar lagi" jawab kakashi, membuat si Senju semakin khawatir bercampur penasaran.
"Naruto... Terima kasih" ucap Kakashi, melirik sejenak ke pemilik rambut merah di arena.
Kemudian munculah genma sang protector ujin final chunin. Ia menatap sejenak ke arah sandaime dan kazekage yang mengangguk menyetujui pertarungan akan segera di mulai..
.
Balcony
"Pertarungan dua Jinchuuriki... Bukankah ini akan sangat menarik.. Yondaime-Dono.." Gumam Kazekage.
'Jadi sepengetahuan mereka, Naruto adalah Jinchuuriki. Secara tidak langsung ia masih hidup dan bisa menggunakan chakra biju, maka mereka berpikir kalau ia tetaplah jinchuuriki. Bagaimana jika desa lain mengetahui kalau Jinchuuriki Konoha selamat setelah biju dalam tubuhnya di keluarkan' pikir Yondaime terhanyut dalam lamunannya sendiri.
"Begitu yah... Kuharap hubungan kita tidak akan rusak akibat pertarungan ini" ucap sandaime serius menatap kazekage, menggantikan posisi Yondaime untuk menjawab pertanyaannya.
"Hahahaha... Aku pastikan tidak akan rusak.. Sebaiknya kita mulai saja pertarungan ini... Akan sangat menarik melihat pertarungan Uzumaki Naruto tanpa sharingan melawan anakku" ucap kazekage menatap Naruto
'Kukuku... Mari kita lihat apa yang bisa kau lakukan Naruto-kun' pikir kazekage menjilar biburnya sendiri.
Di tempat ninja konoha, Kakashi berjalan dari belakang bergabung kembali bersama dengan yang lainnya untuk menonton pertarungan.
"YOSH.. KAKASHI... RIVAL ABADIKU.. API MASA MUDAMU MENYALA MEMBARA DALAM MENYELAMATKAN MURIDMU..." Teriak Gai dengan air mata animenya memeluk Kakashi dari belakang.
"Uhm.. Apa kau mengatakan sesuatu, Gai?" Tanya Kakashi dengan tampang tidak bersalahnya.
'Hum.. Sudah kuduha kalau Gai Sensei akan di perlakukan seperti itu' pikir lemas Tenten. Neji di sampingnya, menatap kedepan, ke arah pertarungan Naruto dan Gara.
'Naruto.. Apa yang sebenarnya ada dalam pikiranmu.. Gara itu bukan manusia.. Dia monster..' Pikir si Hyuuga, agak khawatir akan keadaan Naruto.
"Apa Naruto benar benar serius akan melawan Gara tanpa sharingannya?" Tanya shok Asuma menatap ke arah Kakashi.
"Awalnya, dalam penglihatanku... Ia sangat serius... Entah bagaimana caranya ia kan mengalahkannya.. Dia kelihatan akan memenangkan pertarungan itu.. Aku tidak bisa mengatakan hal lain selain.. percaya padanya" terlihat keraguan di mata Kakashi, tapi kembali tersenyum menatap Asuma yang hanya kebingungan menatapnya.
"Tapi itu hanyalah taktiknya saja, bukan begitu, Kakashi Sensei?" Gumam malas Shikamaru Nara. Semya yang ada di arena, kecuali Kakashi tentunya.
"Apa maksudmu Shika?" Tanya Kiba.
"Jika di lihat dari watak Gara, seorang menantangnya dengan hanya menggunakan setengah kekuatan, merupakan tindakan meremehkan. Ia tidak akan terima jika di perlakukan seperti itu, dan merasa harga dirinya di injak-injak. Naruto kemudian meminta Gara melepaskan Sasuke yang ia tahan, dengan kata lain Gara juga tidak akan fokus 100% karena menahan Sasuke.
Sebagai petarung yang menginginkan pengakuan, Gara mengininkan pertarungan nyata. Ia ingin mengalahkan musuh kuat dengan kekuatan 100%. Tentu saja Gara akan melepaskan Sasuke demi pertarungannya melawan Naruto 100%. Naruto menggunakan taktik itu, memojokkan Gara yang tidak punya pilihan lain, selain melepaskan Sasuke untuk melawannya." Ucap Shikamaru panjang lebar menyelesaikan penjelasannya.
"Jenius seperti biasanya.." Komen malas Kakashi.
"Merepotkan.. "Respon si Nara
"Aku juga yakin.. Naruto-kun memiliki jutsu petir seperti Kakashi dan jutsunya sendiri seperti saat praeliminasi. Aku yakin dia pasti bisa melakukannya" ucap Ino tersenyum
"Hai... Naruto-kun itu kuat dan tidak munngkin dia akan kalah pada ninja suna itu" komen Haku yang setuju dengan pendapat Ino. Menma hanya bingung menatap ke arah keyakinan dua koniuchi itu, namun dalam hatinya menaruh kepercayaan pada Naruto begitu juga shikamaru.
"Oh.. Sepertinya dua orang sedang di mabuk cinta.."Komen Zabuza menggoda Haku dan Ino yng langsung merah merona.
"Di-Diam zabuza sensei" tegas keduanya bersamaan.
.
Di tempat Ninja Suna
"Bodoh... Sudah bagus dia akan mudah mengalahkan Bocah itu tanpa Sharingannya.. " ucap Baki monoton dengan senyum menatap ke arah dua petarung
"Apa... Tidak apa-apa membiarkan dua bertarung pada mode seperti" tanya Temari sedikit ketakutan melihat adiknya yang 50% bagian tubuhnya mirip monster.
"Kita lihat saja" ucap Kankuro yang menatap serius ke arah pertarungan. 'Dia selalu saja seperti itu.. Tidak bisa di kendalikan' pikir Kankuro mengeram kesal.
.
.
"PERTARUNGAN BABAK SEMI FINAL UJIAN CHUNIN,UCHIHA UZMAKI NARUTO MELAWAN SABAKU NO GARA DIMULAI" teriak Genma mengumumkan pertarungan yang berikutnya dimulai.
T…B…C
Thanks atas review dan dukungannya…. I Love all of you my Reader and silent rider…
