Author : #tertimbun jamur dan lumutan

Yuki : Uwaa! Author-san, daijoubu?!

Author : Ko-kopi... ko... #pingsan.

Yuki : #buru – buru bikin kopi buat Author. Nih, Author-san. Bisa minum sendiri?

Author : #minum kopi dalam satu tegukan. Hiyah! Emang minuman paling enak itu cuman kopi! Tenaga Author langsung full dalam sekejap.

Yuki : #sweatdrop. Hebatnya tuh lidah kagak melepuh minum kopi panas. Emang Author-san ngapain aja sih ampe lumutan dan dipenuhi jamur begitu?

Author : Tentunya sibuk mikirin sana – sini buat nulis chapter ini dong. Mana susah banget dapet OK dari partner Author, katanya kurang gregetan plotnya kurang twist. Dan pastinya kurang penuh siksaan. Maklum, dia lebih do-S dibandingkan Author dan seringnya baca ama nonton yg penuh siksaan. Kalo dia bikin tulisan, Author jamin bakal lebih kejam dari tulisan Author.

Yuki : #sweatdrop (dalam hati: Padahal Author didepanku ini aja udah termasuk do-S kejam, mengingat cerita dilaptopnya penuh dengan siksaan semua. Belom lagi ama hobi anehnya yang suka ketawa sendiri padahal baca cerita psikopat).

Author : Kamu kenapa, Yuki-chan? Mukamu pucet loh. Nggak enak badan. Mending istirahat aja deh, biar Author yang ngisi Author Note ini.

Yuki : Nggak apa dan aku pengen sesekali keluar di Author Note. Udah lama banget nih nggak ketemu ama minna.

Author : Humm... ya sudah. Kalo gitu langsung aja yuk balas review dari minna.

Yuki : Ryoukai~ Etto... review pertama itu...

Haruno Bara0201 : Yes, 100 untuk Haruno-san! Berikan tepuk tangan meriah pada Subaru yang akhirnya dateng buat bantuin Yuki-chan #ditabok Subaru. Sebenernya dan rencananya, mungkin moment YukiSuba nggak akan terlalu banyak kedepannya. Tapi, pastinya akan Author usahain ada lah. Pairing utama kita masa nggak dikasih waktu moment berdua hehehe. Yap, mari kita panjatkan doa untuk mendiang Shin. Terima kasih atas perjuanganmu nak (Shin: #sambil ditahan ama Carla. Author sialan! Tunggu pembalasanku!) Akan Author usahakan panjang dan bikin gregetan pastinya Haruno-san, tinggal tunggu tanggal mainnya aja hehehe.

Yuki : Emangnya mau dibuat moment apa lagi ama si tukang hikikomori itu? Kan bentar lagi mau selesai, Author-san.

Author : #ketawa devil. Yah pokoknya yang bisa bikin kalian berdua malu – malu.

Yuki : #malu – malu. N-no comment! Lanjut!

mawarputih : Makasih sudah menunggu, mawarputih-san. Ini udah diupdate lagi kok, jadi silahkan bersenang ria dengan fakta yang Author akan jabarkan di chapter ini. Mari langsung capcus mawarputih-san.

Aya Haruki : Namanya juga tsundere Aya-san, wajar kalo pekanya itu lama banget hahaha. Yaps, saudara kandung beda ibu. Jangan! Jangan mati dulu karena penasaran Aya-san! Ini udah Author update kok, la-langsung aja dibabat habis kalo gitu chapter ini.

Yuki : Tanggung jawab Author-san. Kau membuat Aya-san mati penasaran karena dirimu yang selalu membuat akhiran menggantung.

Author : Eh~ kenapa Author yang disalahin sih? Mau apa dikata kalo tangan ama imajinasi Author berhenti disitu? Kan semuanya tergantung dari kedua bagian itu. Okeh, lanjut review berikutnya. Udah ah, Yuki-chan. Jangan nyela terus, nanti nggak kelar – kelar karena kita berantem terus.

Yuki : #mengembungkan pipinya. Hai...

nana : Sayangnya, sudah Author buat mati nana-san. Mungkin karena terlalu fokus ama Yuki-chan yang lagi berontak ama bapaknya itu, jadinya nggak nyinggung Shin. Aduh, kasian sekali dirimu nak. Sedih hati ini (Shin: Astaga! Ini Author emang minta dibunuh).

rizee : Sama – sama, rizee-san. Dan Author udah update lagi nih, moga aja rasa penasarannya terobati. Yah, mau apa dikata kalo mereka bersaudara, walopun beda ibu. Bagaimanakah nasib mereka berdua kedepannya, mari kita saksikan bersama, rizee-san.

HayaaShigure-kun : Hehehe, pujianmu berlebihan Hayaa-san. Jujur, bagi Author ini tuh kurang twist plotnya, kurang gregetan. Tapi, mau dirombak kayak apapun ujung – ujungnya ya dapetnya kayak gini. Harap maklumi Author ini. Eh~ bagaimana ya Hayaa-san. Bisa aja loh salah satu diantara Yuki-chan ato Subaru tetep maksa buat bisa bareng, nggak peduli mereka itu sedarah. Semua itu bergantung kepada imajinasi dan tangan Author #loh? Kenapa si Karl ngikut – ngikut? Bapak tua itu mah udah nggak ada hubungannya lagi.

Seenaa : Dan Author berharap fakta yang akan Author ungkap di chapter ini bisa bikin Seenaa-san dan minna kaget.

Lighting Shun : #langsung peluk. Light-san! Hisashiburi! Lalu, otsukare sama. Karena udah bisa liburan, dipuas – puasin liburannya sebelum dipusingin lagi ama tuh pekerjaan hahaha. Aih, jadi nggak enak Light-san ampe kangen ama tulisan Author #malu - malu. Sip, ini udah dilanjut kok Light-san. Silahkan langsung dibabat abis ama yang lain. Eh? Punya sih, nama akunnya juga sama kok kayak di fanfiction ini. Tapi, sayangnya Author belom sempet publish apapun di akun wattpad. Jadi, jelas sekali kalo itu bukan karya Author. Hehehe, daijoubu Shun-san dan Naoto-san. Yang penting Light-san dkk mampir kemari buat baca kelanjutan Yuki-chan dkk.

Yuki : Hiyah~ Hisashiburi Light-san dkk, terutama Naoto-san #langsung peluk. Baru kali ini aku kangen Naoto-san saking nggak pernah keliatan.

Author : #langsung tarik Yuki dari Naoto. Yuki-chan balik kesini!

Silvia-Ki chan : Saking membingungkan ceritanya ampe bingung mau review apa ya Silvia-chan. Maapkan lah Author tak berguna ini hiks #ditampar Yuki.

Yuki : Lalu, tak lupa terima kasih penuh bearhug untuk Silent Reader yang udah mau menyempatkan kesini buat baca kelanjutan serial EN ini.

Author : Yaps. Tanpa kehadiran minna, Author pasti tak akan melanjutkan EN ini sampe akhir. Walopun sebenarnya ini udah mendekati akhir sih, wong udah masuk klimaks.

Yuki : Pokoknya, yang masih ingin baca kelanjutan serial EN ini ayo tinggalkan jejak minna di kotak review ataupun kotak PM. Kalo gitu, tak perlu waktu lama, mari kita capcus baca chapter dibawah ini.

Author : Ah iya. Sebelum itu, Author bener – bener berharap minna mau sedikit berpusing ria di chapter ini. Soalnya, chapter ini Author sengaja tulis dari pov bapak tua Karl Heinz. Hanya sebagai saran, baca pelan – pelan aja. Jangan buru – buru biar bisa meresapi apa yang akan diceritakan oleh bapak tua Karl Heinz. Nah, silahkan yang sudah menyiapkan hati dan pikiran, bisa langsung baca chapter ini.

.

.

.

Warning : OC, karakternya OOC, banyak typo

Disclaimer : Diabolik Lovers bukan milik Author. Hanya pinjam untuk membuat fanfiction ini.


Kebenaran Rencana Adam dan Eve

Kenapa vampire berada di dunia ini?

Pertanyaan sangat sederhana bagi dirinya yang diberi julukan paling bijaksana dan memiliki pengetahuan luas pun tak bisa menjawabnya. Pertanyaan ini muncul ketika dirinya mencari jalan untuk menghilangkan wabah penyakit mematikan bagi penghuni Dunia Bawah, Endzeit. Kaum First Blood yang menurut legenda memiliki kekuatan lebih besar dan kuat saja bisa mati akibat Endzeit, bagaimana dengan kaum vampire biasa yang lebih lemah daripada leluhur mereka. Pastinya akan langsung punah dalam sekejap. Dihadapan penyakit berbahaya ini, kaum vampire tak lebih dari manusia yang merupakan mangsa mereka sendiri. Berbagai macam penelitian telah ia lakukan, seperti dari mana asalnya, cara penyebarannya hingga cara menghentikan penyakit tersebut. Sayang, tak ada satu pun penelitiannya yang membuahkan hasil memuaskan. Dirinya yang biasanya tenang mulai depresi, hilang harapan, dan ketakutan bahwa suatu saat nanti ia juga akan menghilang akibat Endzeit. Meskipun berada di jurang keputusasaan, dirinya yakin pasti ada jalan untuk mengatasi penyakit mengerikan tersebut. Lalu, sebuah ide jenius pun datang ketika dirinya membaca sebuah buku bergambar.

Adam and Eve.

Dengan kata lain, menciptakan kaum baru yang kiranya lebih kuat dan mampu untuk menghadapi penyakit Endzeit. Langkah pertama, ia ingin mencoba mencampurkan darahnya sendiri dengan darah para leluhur, First Blood. Saat itu, ia melupakan sebuah fakta penting, kaum First Blood telah musnah akibat perang besar untuk menghentikan penyakit Endzeit. Ia yang mulai merasakan putus asa kembali melihat sebuah kesempatan emas didepan mata. Penguasa Dunia Bawah yang mengambil istri kedua dari adik raja First Blood berhasil melahirkan seorang putri dengan bayaran nyawa sang istri. Ia tahu bahwa pernikahan itu sebenarnya tidak disetujui oleh banyak pihak, terutama oleh istri sah penguasa Dunia Bawah. Hal yang tak disangka adalah putrinya memiliki darah First Blood dalam nadinya. Ia pun memutuskan memakai putri mereka, yang diketahui bernama Cordelia, untuk membimbingnya sebagai Adam pertama dari kaum baru.

Dikarenakan kondisi Cordelia sebagai anak hasil pernikahan tak resmi, ia sering dianggap tak ada oleh keluarganya, tak terkecuali ibunya. Ayahnya lebih memilih untuk berkutat pada statusnya sebagai penguasa Dunia Bawah, sama sekali tak ada niatan untuk merawatnya. Oleh karena itu, ia mengajukan diri untuk merawat dan membesarkan Cordelia. Sejak awal, tak ada perasaan khusus yang ia tujukan pada putri penguasa Dunia Bawah tersebut. Ia hanya menggunakan Cordelia sebagai subjek penelitiannya, tak lebih dan tak kurang. Ia memberikan perhatian, kasih sayang, dan kepercayaan palsu dengan harapan Cordelia akan memberikan jiwa serta raga kepadanya jika waktunya telah datang. Dirinya juga mengajarkan bahwa tak apa memiliki banyak kekasih, apalagi sampai berhubungan intim dengan anggota keluarga, saudara, maupun sepupu sendiri, seperti dalam kasusnya dengan adik sepupunya yang memiliki nama Christa.

Bagi Cordelia, dirinya adalah satu – satunya cahaya dalam kehidupan kelamnya. Oleh karenanya, apapun yang diajarkan dan diberikan kepadanya adalah hal yang berharga. Bahkan ajarannya untuk menjadi sosok kejam dalam sebuah hubungan untuk mendapatkan cinta sejati tertanam kuat dalam pikiran dan hati Cordelia. Bukan sesuatu yang aneh jika dirinya tumbuh menjadi wanita cantik yang selalu bermain dengan banyak lelaki, mengabaikan hatinya hanyalah milik cinta sejatinya. Ia tak mempermasalahkan hal tersebut asalkan Cordelia masih bisa membimbingnya menjadi Adam. Setelah menikah dan dirinya diangkat sebagai penguasa Dunia Bawah selanjutnya, ia terus menekan Cordelia untuk memberikannya keturunan. Dikarenakan perbedaan ras antara First Blood dan vampire, Codelia tak mampu memberikan keturunan dalam waktu cepat.

Keingintahuannya berkembang. Apa jadinya jika ia memiliki keturunan murni tanpa adanya campur tangan ras. Resikonya cukup besar mengingat tujuan utama ia membuat kaum baru untuk menghadapi penyakit Endzeit. Akan tetapi, rasa ingin tahunya yang begitu besar berhasil mengesampingkan resiko tersebut. Oleh karena itu, ia menikah untuk kedua kalinya bersama dengan seorang wanita bernama Beatrix. Bangsawan vampire yang diam – diam mengagumi dirinya berkat pengetahuan luas dan kebijaksanaannya dalam memimpin Dunia Bawah. Ia mengakui, tak ada hal menarik dari wanita tersebut kecuali kekaguman terhadap dirinya yang begitu besar. Lagipula, ia hanya pernah bertemu dengan Beatrix sekali atau dua kali dalam pesta dansa dikalangan bangsawan. Namun, hal itu tak ia pikirkan terlalu dalam. Tak lama setelah menikah, mereka berdua dikaruniai dua anak laki – laki yang diberi nama Shuu untuk si sulung dan Reiji untuk adiknya.

Tak kunjung mendapatkan keturunan dari Cordelia, ia mulai menyalahkan wanita First Blood tersebut. Alasan lainnya karena Cordelia tak mampu membuatnya mencintai wanita itu seutuhnya. Jangan lupakan dengan kebiasaan istri pertamanya yang sering bermain dengan lelaki lain, tak terkecuali adiknya Richter. Ia pun benar – benar gagal menjadi Adam ketika Cordelia memberikannya keturunan vampire, bukan First Blood seperti yang diharapkan. Kembar tiga yang diberi nama Ayato, Kanato, dan Laito. Begitu pula Beatrix yang hanya bergerak mengikuti perintahnya tanpa memiliki keinginan sendiri, layaknya boneka hidup.

Dirinya yang sejak awal memang tak memedulikan istrinya karena lebih mementingkan penelitiannya semakin terobsesi untuk mensukseskan ciptaannya. Kegagalan yang ia rasakan membuatnya berpikir ulang dimana letak kesalahannya. Ia menerka ulang semua penelitiannya hingga mendapatkan sesuatu yang penting. Semua hal yang ia lakukan selama ini tak pernah berdasarkan pada perasaan, murni akan keingintahuannya. Lagipula, mustahil bagi vampire memiliki perasaan mengingat mereka adalah makhluk kejam yang hanya memikirkan diri sendiri. Oleh karena itu, ia memusatkan perhatiannya pada manusia, terutama cara penyampaian perasaan terhadap sesama. Meneliti hal itu melahirkan sebuah pertanyaan baru. Apa yang membuat vampire dan manusia berbeda, padahal manusia juga hampir sama kejamnya dengan vampire. Manusia akan melakukan segala cara agar keinginan atau perasaannya tersampaikan, tak peduli jika ada yang terluka. Disitulah ia menyadari tak ada gunanya menyelamatkan kaumnya sendiri, tujuan awal dari penelitian yang ia lakukan. Keinginannya untuk menciptakan ras baru semakin kuat dan ia bertekad akan menghapus semua eksistensi vampire dan manusia di dunia ini.

Ras Adam dan Eve.

Demi menciptakan dunia dengan ras impiannya, ia bermaksud menggunakan anak – anaknya sebagai calon Adam dan jantung Cordelia sebagai jalan pembimbing menuju calon Eve. Ia menambahkan pilihan lain pada calon Adam dan pilihan tersebut jatuh pada adik sepupunya, Christa. Meskipun hubungan mereka sangat dekat layaknya sepasang kekasih, ia mengakui bahwa tak ada perasaan khusus sama sekali. Berbeda dengan Christa yang memang sangat mencintai kakak sepupunya tersebut dan akan melakukan apa saja hanya untuknya seorang. Ketika dirinya mengajukan lamaran untuk menjadikan Christa sebagai istri ketiga, wanita itu dengan senang hati menerimanya. Christa pun melahirkan seorang anak yang diberi nama Subaru.

Sejak awal, ia memang tak pernah mencintai ketiga istrinya dan murni menggunakan mereka sebagai bahan percobaan. Ia sengaja memberikan harapan dan pernyataan cinta palsu untuk menghancurkan mereka serta anak – anak mereka. Meskipun mengetahui perseteruan ketiga istrinya siapa yang lebih pantas mendampingi penguasa Dunia Bawah, persaingan Cordelia dan Beatrix terhadap anak siapa yang pantas mewarisi tahtanya, kekerasan Cordelia terhadap ketiga anaknya, bahkan mental Christa yang semakin tak stabil akibat mengintip data penelitiannya, ia sama sekali tak peduli. Dirinya hanya memerhatikan sejauh mana perkembangan ketiga istrinya mendidik anak – anak mereka. Tak pernah sedikit pun ia mengharapkan kebahagiaan ketiga istri dan anak – anaknya. Semua itu ia lakukan untuk membuat anak – anaknya mempelajari perasaan manusia lewat manusia pilihannya yang akan mewarisi jantung Cordelia, calon Eve.

Disaat dirinya tengah merencanakan lebih lanjut untuk menciptakan dunia impiannya, ia mendengar sebuah rumor menarik di kota kecil perbatasaan wilayah klan elang dan serigala. Rumor itu mengatakan seorang wanita yang memiliki warna mata unik. Namun, karena warnanya yang jarang sekali dimiliki oleh penghuni Dunia Bawah, banyak yang mengatakan mata itu akan membawa kesialan pada siapapun yang melihatnya. Ia yang selalu haus akan pengetahuan langsung pergi ke kota tempat rumor itu berasal. Rumor itu benar adanya. Setelah beribu tahun hidup, baru kali ini ia melihat warna seperti itu. Tidak. Mungkin lebih tepatnya ia pernah melihat warna itu meskipun tak pernah menyadarinya. Biru terang hampir pucat, seperti warna langit di siang hari ketika dirinya berada di Dunia Manusia. Ia menginginkan warna itu.

Setelah mendapatkan kesempatan untuk mengenal wanita yang bernama Evelyn, barulah ia mengetahui kenyataan jika wanita tersebut keturunan First Blood, mengabaikan ayahnya yang seorang manusia biasa. Evelyn mewarisi warna mata tersebut dari ibunya, alasan pengasingan sang ibu yang seorang bangsawan First Blood, adik raja First Blood terdahulu. Meskipun telah lama tinggal berdua dengan sang ibu dan diperlakukan buruk oleh penduduk kota, Evelyn masih bisa menjalankan hidupnya dalam damai dan bahagia. Bahkan ketika harus menerima kenyataan pahit akan kematian ibunya yang sudah menderita sebuah penyakit, ia tetap berusaha untuk tersenyum dan hidup.

Ia semakin menginginkan Evelyn begitu tahu kekuatan yang selama ini disembunyikan atas perintah ibunya. Pengasingan sang ibu bukan karena warna matanya yang berbeda dari keturunan First Blood kebanyakan, yang hampir semuanya berwarna kuning emas melainkan kekuatannya. Entah mengapa kekuatan tersebut tak bisa dikendalikan dengan mudah, membuatnya ditakuti oleh keluarganya sendiri. Psychometri, kemampuan melihat kenangan, informasi, bahkan masa lalu dari suatu objek yang ia sentuh. Namun, hal yang membuatnya semakin menginginkan wanita itu adalah kekuatannya yang mampu melihat kenangan lewat mimpi tanpa menyentuhnya. Evelyn bahkan mengakui kemampuannya lebih hebat dibandingkan sang ibu yang hanya bisa melihat dari sentuhannya. Keturunan First Blood dan memiliki kemampuan cukup langka, tak ada subjek lain yang lebih hebat selain Evelyn. Meskipun mengetahui penelitiannya berkat kekuatannya, Evelyn tetap menerima lamarannya bahkan bisa memertahankan kejiwaannya. Karena sebenarnya, Evelyn amat mendukung penelitiannya membuat ras impiannya. Ia tak ingin ada lagi yang meninggal akibat penyakit langka Endzeit, seperti ibunya.

Pernikahannya dengan Evelyn dirahasiakan dan tak ada yang mengetahui hal tersebut, kecuali pemimpin keempat klan bangsawan vampire. Dirinya juga memerintahkan Evelyn tinggal di Dunia Manusia, membuatkannya mansion khusus untuk istri keempatnya. Walaupun dirinya jarang menemui Evelyn karena obsesinya akan penelitiannya juga kewajibannya sebagai penguasa Dunia Bawah, wanita itu tetap tegar. Ia berbaur dengan tsukaima yang khusus dipilih untuk menemaninya. Hari – harinya yang penuh akan kedamaian dan kebahagiaan semakin bertambah tatkala dirinya tengah mengandung. Ia berharap Evelyn dapat memberikannya keturunan First Blood sehingga impian mereka berdua, impiannya menciptakan kaum baru dapat terwujud. Ketika buah hatinya lahir dengan nyawa Evelyn sebagai bayarannya, ia tak pernah menyangka akan mendapatkan seorang putri. Meskipun begitu, tak ada tanda – tanda bahwa putrinya mewarisi darah First Blood. Pun tak ada tanda putrinya itu memiliki kekuatan vampire karena terlahir lemah bagaikan bayi prematur.

Ia pikir dapat menggunakan putrinya sebagai pilihan lain calon Eve jika manusia pilihannya tak dapat beradaptasi dengan jantung Cordelia yang sengaja ia tanamkan. Namun setelah mengetahui putrinya yang lemah dan nyaris seperti bayi manusia, ia mengesampingkan rencananya dan membuat rencana baru untuk putrinya, sebagai pendorong sang Eve ketika memilih Adam. Setelah dirasa cukup besar putrinya, ia sengaja mengirim putrinya ketempat manusia pilihannya, yang diketahui bernama Komori Yui, untuk menjalin sebuah hubungan. Satu hal yang tak disangka adalah putrinya mulai memerlihatkan tanda bahwa ia adalah seorang vampire. Dimulai dari dirinya yang terkadang suka meminum darah, walaupun darah hewan dan itu dilakukan tanpa disadarinya. Putrinya seolah memiliki dua sisi, sisi manusia dan sisi vampire.

Rasa tertarik untuk meneliti putrinya muncul dan seolah ada yang membuka jalan untuknya, ia tak sengaja bertemu dengan sekelompok manusia yang tertarik akan kehidupan abadi layaknya makhluk – makhluk mitos. Tanpa pikir panjang dan curiga padanya, ketua dari kelompok itu pergi bersamanya untuk menjemput putrinya. Hari – hari penuh penelitian kehidupan abadi dimulai. Ia hanya bisa kagum melihat perkembangan penelitian sampingannya. Tidak diragukan lagi, ia berhasil mendapatkan keturunan First Blood. Sayangnya dan entah karena campur tangan apa oleh Sang Pencipta, putrinya tak seutuhnya memiliki darah First Blood dalam tubuhnya. Dengan kata lain, putrinya adalah campuran, eksistensi yang sangat mustahil apabila First Blood dan vampire menghasilkan keturunan. Meski begitu, ia masih tetap puas dengan hasil yang ia dapatkan. Impiannya menciptakan ras baru, Adam and Eve bukanlah lagi sebuah khayalan belaka. Disuatu malam, ia sengaja tak menghentikan putrinya yang mengamuk dan membunuh kelompok ilmuwan tersebut.

Rencananya berjalan mulus. Calon Adam dan Eve telah ia dapatkan, begitu pula dengan pembimbing Eve. Kini ia hanya perlu memutuskan siapa yang akan menjadi pembimbing calon Adam. Pilihannya jatuh pada keempat anak laki – laki yang ditemui putrinya disebuah panti asuhan terbengkalai. Keempat anak laki – laki itu begitu royal dan saling menjaga satu sama lain, bahkan terhadap putrinya yang masuk secara paksa kedalam lingkaran mereka. Hari bersejarah ketika mereka berlima memutuskan untuk kabur dari panti asuhan itu datang dengan cepat. Ia tahu putrinya akan selamat terlebih dahulu karena melihat rencana keempat anak laki – laki itu sebelumnya. Disaat mereka berempat berada diambang kematian, ia pun menawarkan untuk mengubah mereka menjadi vampire. Mereka menerima tawarannya tanpa ragu. Ia pun sukses mendapatkan pembimbing calon Adam.

Berbagai kemungkinan dan skenario telah dibayangkan dan sejujurnya ia tak begitu terkejut ketika Cordelia memanfaatkan tubuh Komori Yui sebagai wadahnya untuk hidup kembali. Begitu pula kegagalan keempat anak laki – laki itu yang berakhir mati ditangan Cordelia. Tepat sebelum ia memutuskan menggunakan putrinya sebagai calon Eve, ia melihat sebuah kesempatan sekaligus hiburan dalam peneliatannya tersebut. Ikatan putrinya dengan keempat anak laki – laki itu begitu kuat sehingga putrinya rela dan tak segan menjalin kontrak dengannya. Ia membiarkan putrinya terus memutar waktu demi menyelamatkan saudaranya dan sebagai balasannya ikut serta didalam rencana miliknya, rencana Adam dan Eve.

Beribu tahun hidup dan menenggelamkan diri pada penelitiannya, ia sangat terhibur melihat bidak-nya bergerak sesuai harapan. Perseteruan anaknya dengan Mukami bersaudara demi mendapatkan hak miliki Komori Yui sampai perjuangan putrinya Yuki menghindarkan Mukami bersaudara dari kematian. Jangan lupakan dengan Yuki yang memilih untuk istirahat di ruangan khusus miliknya, ruangan Eden ketika semua masalah telah selesai. Semua itu benar – benar membuatnya puas.

Akan tetapi, masalah belum bisa dikatakan selesai karena Eve belum menentukan siapa yang menjadi Adam.

Hanya tinggal selangkah lagi maka rencana ribuan tahun miliknya akan terwujud.

Oleh karena itu, ia mengeluarkan Yuki dari Eden dalam keadaan tak ingat apapun kecuali ingatannya sebagai yatim piatu, hidup bersama dengan orangtua asuhnya, dan pernah tinggal bersama dengan Komori Yui. Mukami bersaudara juga ia buat tak mengingat siapa Yuki, hanya menjalankan perintah darinya untuk menjaga putrinya tersebut. Tak lupa memberikan sedikit celah pada keturunan First Blood yang ia kurung dalam istana, tentunya sebagai tambahan pendamping Adam sehingga calon Adam lebih aktif lagi dan mendorong Eve memberikan keputusan akhir.

Penyerangan Sakamaki dan Mukami bersaudara, ingatan Yuki yang kembali, kebangkitan seutuhnya sebagai First Blood, pembantaian keempat klan bangsawan vampire, balas dendam Tsukinami bersaudara yang berujung pada kematian, kebenaran yang terungkap berkat kemampuan Yuki, lalu keputusan akhir Eve kepada calon Adam pilihannya. Sekarang tiba waktunya tirai menuju ras impiannya terangkat.

Pertarungan terakhir sang Adam untuk mewarisi kekuatan tak tertandingi miliknya dan menghapus semua eksistensi vampire serta manusia dimuka bumi, meninggalkan Adam dan Eve.

Karena pada akhirnya, tujuan sebenarnya ia mendirikan rencana Adam and Eve adalah menjadikan dirinya sebagai Tuhan, sosok yang lebih hebat dan lebih berkuasa dibandingkan ras ciptaannya. Jika dirinya tiada, ia tidak perlu takut kekuatannya akan hilang karena telah ia wariskan pada sang Adam pilihan Eve. Eksistensinya akan terus ada didalam dunia ciptaannya, selamanya.

Karl Heinz akan menjadi Tuhan.

"Sa, Adam yang dipilih oleh Eve, bertarunglah denganku dan lampiaskan semua kemarahanmu kepadaku. Biarkanlah emosimu menjadi pembimbing untuk mencapai kemenangan."

"Ayato! Kita selesaikan pertarungan terakhir ini!"


Yuki : #sweatdrop

Author : Bagaimana menurut minna? Kurang gregetan ya? Kurang twist ya plotnya? Apa kurang jelas dan kurang panjang chapternya? Aduh, mungkin asupan psikopat Author kurang makanya jadi aneh begini chapternya. Author juga minta maap kalo chapter ini hanya berisikan bacaan panjang tanpa adanya percakapan. Maklum isinya itu penjelasan singkat dan itu pun udah Author tambah – tambahin biar nyambung ama segala macam permasalahan dari season 1. Walopun pada akhirnya berhasil dapet OK dari partner Author, yang katanya lumayan dibandingkan sebelumnya. Tapi, tetep aja rasanya kurang pas. Cuman ya mau begimana lagi kalo otak ini udah mentok. Kalo dibuat lebih panjang lagi, takutnya malah muter – muter nggak jelas. Nanti malah makin bingung lagi minna buat mahamin chapter ini.

Yuki : Author-san... ini...

Author : Kenapa? Kaget ya? Hahaha, Author aja lumayan kaget plus kesel luar biasa pas nyoba maen gamenya.

Yuki : Aku... nggak tahu harus komentar apa...

Author : Kan udah Author bilang, kamu nggak usah keluar di Author Note juga nggak apa – apa. Oh iya, bagi minna yang masih bingung jangan sungkan untuk selalu bertanya di kotak review. Pasti akan Author jawab sejelas – jelasnya sampai minna mengerti. Terlebih, chapter ini pastinya bikin asap keluar dari kepala, kan? Nah, jadi jangan sungkan – sungkan loh. Chapter selanjutnya akan Author usahakan cepat, takutnya nggak keburu buat publish di akhir bulan ini karena nggak tau kenapa Author lagi banyak banget kerjaan di Real Life hehehe.

Yuki : Po-pokoknya, jangan pernah berhenti bosen menunggu kelanjutan serial EN ini. Udah mau berakhir, kan sayang kalo harus berhenti ditengah jalan tanpa tahu akhirnya bagaimana.

Author : Yaps, betul itu. Okeh deh, kalau begitu akhir kata

Author/Yuki : Bye bye~