Name: Naruto DxD Chronicles
Author: The World Arcana
Rating: M
Genre: Adventure
Pair: Naruto Uzumaki x Grayfia Lucifuge, Kurama x Yasaka, Issei x Harem, Uzumaki Menma x Harem, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Toneri Otsutsuki x Serafall Leviathan, Roxas x Sona Sitri, Edge Vanhite x Nell Ellis, and Alucard x Yoko Belnades
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Chapter 25: Menma vs Raiser Part 2
-Underworld-
Menma dan para peeragenya saat ini sedang bersiap-siap menjalani Rating Games melawan Raiser Phenex. Dia murka saat mendengar Raiser berbicara kotor tentang Iriana dan mengepalkan tangannya bahkan sebagian tempatnya berdiri sudah membeku tapi ada sebuah tangan menggenggam tangannya dan itu bukanlah Haruka atau Rise tapi Iriana.
"Aku tahu kau kesal tentang apa yang dikatakan pemuda tadi, Menma-kun. Tapi simpan itu di pertarungan, OK." Ucap Iriana yang tersenyum manis pada Menma dan membuat amarah Menma pada Raiser turun perlahan-lahan.
"Aku mengerti, terima kasih Iriana-chan." Balas Menma dan kemudian dia melihat para peeragenya dan berkata "Ayo kita menangkan pertarungan ini, minna. Aku tidak bisa kalah disini jika aku ingin melawan Sairaorg dan aku juga tidak ingin Iriana-chan melihatku kalah dengan orang seperti itu."
Mereka pun menuju ke arena pertempuran dan melihat ibunya yang berperang menjadi referee dari pertarungan ini dan juga Raiser dengan para peeragenya kecuali Ravel yang menatap Menma dan peeragenya dengan tatapan remeh. Menma mengabaikan pandangan mereka dan menatap ibunya dan berkata "Kaa-chan, bisa aku meminta sesuatu?"
"Tentu…" Jawab Grayfia dan kemudian dia pun melanjutkan "Apa yang kau ingin minta Menma-kun?"
"Hmm, bisakah kalau aku meminta perubahan setting tempat Rating Games antara aku dan Raiser." Jawab Menma dan kemudian dia melanjutkan "Maksudku, setting tempat Rating Games biasanya berlokasi di Kuoh Academy atau seputaran kota Kuoh. Aku ingin perubahan dan aku juga ingin tantangan…"
"Apa kau ada ide untuk permintaanmu ini Menma?" Tanya Grayfia.
"Oho, tentu saja ada kaa-chan…" Jawab Menma yang menyeringai evil dan membuat sang ibu dan peeragenya geleng-geleng kepala serta membuat Raiser dan para peeragenya berkeringat dingin "Haruka-chan… Bisa aku minta tolong padamu."
"Tentu, Menma-kun…" Jawab Haruka yang langsung menggunakan Illusion Magic miliknya dan membuat arena pertarungan mereka sama seperti dengan area pertarungan antara aliansi shinobi dan juga Obito dan Madara yang terjadi dalam Perang Dunia Shinobi ke-4
"Tempat apa ini?" Tanya Raiser dan para peeragenya beserta para iblis yang melihat pertarungan Menma dan Raiser.
"Tempat ini adalah tempat dimana ayahku, Naruto Uzumaki dan pamanku yang bernama Sasuke Uchiha bersama teman-temannya melawan dua orang villain di dalam suatu perang." Jawab Menma dan itu membuat Grayfia terkejut karena dia juga mengetahui tentang Perang Dunia Shinobi ke-4 dari Naruto "Dan tantangannya adalah ini…"
Haruka kemudian membuat 10 yang bentuknya sama seperti Shiro Zetsu "Bukan hanya kami berdua yang bertarung tapi 10 orang ini juga. 10 orang ini adalah makhluk spesial yang bisa berubah menjadi siapa saja yang dilihatnya, jadi berhati-hatilah karena kalian bisa menyerang satu sama lain jika kalian tidak bisa membedakan rekan kalian sendiri dengan mereka."
Mendengar itu, tubuh Raiser pun diselimuti api berwarna kemerahan dan dia pun menunjuk Menma dengan tatapan tajam "Sialan kau, Uzumaki! Apa maksudmu kau melakukan ini? Apa kau takut melawanku sampai kau menggunakan cara ini…"
"Takut, kau bilang. Hah, untuk apa aku takut dengan bocah arogan dan sombong sepertimu." Jawab Menma dengan tenang tapi dia bisa melihat Raiser sudah mengepalkan tangannya untuk menahan diri untuk tidak memukul Menma di tempat "Bahkan kau yang sombong pun kalah dengan Issei padahal Issei saat itu masih belum bisa menguasai Balance Breaker miliknya tidak seperti sekarang. Aku hanya memberikan sebuah tantangan supaya Rating Games kita semakin menarik. Kalau Sairaorg ada di posisimu, pasti dia akan meminta tantangan yang menarik bukan sepertimu yang hanya bisa mengeluh saja seperti banci seperti saat kau mengeluh pada Lucifer-sama saat dia mengusulkan pertarungan ulang antara kau dan Issei. Dengar para penduduk Underworld! Apakah aku salah jika aku hanya memberikan tantangan pada Rating Games ini?"
Para penduduk pun terdiam karena mereka menyetujui tantangan seperti ini ada dalam Rating Games karena menurut mereka sejauh ini Rating Games sangat membosankan "Jadi sudah diputuskan, dalam Rating Games aku melawan Raiser… Akan terdapat tantangan dan oh jangan khawatir, masih ada tantangan lain yang sudah aku dan Haruka siapkan."
Mendengar itu Raiser dan para peeragenya pun menatap Menma dan para peeragenya dengan benci dan bersumpah untuk mengalahkan mereka bahkan Raiser bersumpah untuk menghancurkan Menma dihadapan Iriana dan dia pun akan mengambil Iriana dari Menma. Pertandingan pun dimulai saat Naruto, Toneri, dan Sasuke datang dan duduk di tempat Rias dan para peeragenya juga Iriana menonton pertarungan dari Menma melawan Raiser. Dan bahkan Naruto bisa melihat Sasuke dan Rossweisse saling berggenggaman tangan tapi dia tidak berniat memberitahu mereka berdua agar mereka berdua tidak malu karena dia lihat mereka berdua tidak sadar atas apa yang mereka lakukan.
Para peerage Menma dan Raiser mulai berpencar dan mencari posisi yang baik untuk menyerang. Alucard, Nell, dan Homura pun bergerak untuk mencari musuh dan kemudian dia melihat Edge yang berlari ke arah mereka dan Nell kemudian menghampiri Edge dan berkata "Kau sedang apa disini Edge-kun, bukannya Menma-sama sudah memberikan kordinasi tempat untukmu?"
"Maaf, Nell-chan. Menma-sama bilang ada perubahan rencana." Jawab Edge dan dia pun melanjutkan "Makanya aku diperintahkan oleh Menma-sama untuk menemui kalian."
Nell dan Homura pun percaya pada rekan mereka tapi tidak dengan Alucard. Saat dia melihat pergerakan mencurigakan dari Edge, dia pun mengeluarkan pedang Crissaegrim miliknya dan menebas Edge sampai setengah badannya putus 'Maaf, tapi kau itu palsu jadi kau harus musnah…'
"Kenapa kau melakukan itu?" Tanya Homura dan juga Nell yang melihat Alucard menyerang teman dan juga orang yang dia cintai.
"Lihatlah…" Balas Alucard yang menunjuk tubuh Edge yang kemudian berubah menjadi Shiro Zetsu.
"Itu…"
"Ya, dia itu palsu. Jadi aku menyerangnya." Ucap Alucard dan kemudian dia melanjutkan "Daripada dia menyerang kalian berdua yang lengah dan Menma akan kehilangan 2 pionnya."
[1 Shiro Zetsu telah musnah]
"Kenapa bisa ada Shiro Zetsu disitu?" Tanya Naruto.
"Itu tantangan yang dibuat Menma melalui bantuan Haruka-chan, onii-sama." Jawab Rias dan kemudian dia melanjutkan "Dia menggunakan setting tempat tanah yang kau dan Sasuke-san pakai saat perang yang terjadi di dunia kalian dan dia juga mengeluarkan 10 sosok bernama Shiro Zetsu yang katanya bisa berubah menjadi siapapun."
"Benarkah? Aku tidak menyangka kalau setting tempat yang Menma pakai itu adalah area peperangan aku dan Sasuke melawan Obito dan Madara." Balas Naruto, kemudian dia pun melihat Sasuke yang masih menggenggam tangan Rossweisse dan berkata "Benar kan, Sasuke?"
"Kau benar, Naruto…" Jawab Sasuke.
"Oy, Sasuke… Bisakah kau melepaskan genggaman tanganmu pada Rossweisse-san." Ucap Toneri dengan nada jahil dan kemudian dia melanjutkan "Aku jadi iri loh..."
Mendengar perkataan Toneri, Sasuke pun melihat tangannya yang menggenggam tangan Rossweisse dengan erat dan dia pun melepaskannya dan berkata dengan wajah yang sudah mulai memerah "Apa yang tanganku lakukan disana!"
'Dari tadi dia tidak sadar kalau dia menggenggam tangan Rossweisse-san.' Batin Naruto, Toneri, Rias, dan juga para peeragenya kecuali Rossweise yang sweatdrop pada Sasuke sedangkan Rossweisse hanya bisa menundukkan kepalanya supaya tidak ada yang melihat wajahnya yang telah memerah hebat.
Bagi para iblis lain yang mengetahui tentang Crissaegrim pun bergetar dan mereka pun membatin 'Bukannya Crissaegrim adalah pedang dari dhampire terkuat, Alucard yang merupakan putra langsung Dracula?'
'Bagaimana bisa dia mendapatkan pedang tersebut?'
'Seperti yang diharapkan dari peerage putra pahlawan Underworld dan juga mantan Strongest Queen.'
Setelah Alucard menghabisi Edge palsu yang ternyata adalah adalah salah satu Shiro Zetsu, mereka pun dihadang oleh 3 pawn milik Raiser yaitu Mira, Ni, Li yang berkata "Menyerahlah! Karena King kalian pasti akan kalah dihadapan Raiser-sama."
[Sacred Gear: Mana Sword!]
"Diemia!" Ucap Nell yang sudah mengeluarkan tombak raksasa dan membuat Mira, Ni, Li terkejut. Kemudian dia menatap Li dengan serius dan berkata "Lock on, Mind Eye!
"Lucu kalian bicara seperti itu." Ucap Homura yang mengeluarkan katana miliknya dan kemudian dia melanjutkan "Karena King kalian itu yang lemah dan akan kalah dari Menma-sama karena kesombongan dan kearoganannya itu. Buktinya dia kalah dari Issei-san yang masih lemah dan belum bisa menggunakan Balance Breaker dengan sempurna. Apa kau pikir kau bisa mengalahkan King-ku yang saat ini kekuatannya telah menyamai Issei-san yang sudah bisa menggunakan Balance Breaker dengan sempurna atau Hakuryuukou?"
Swuuuusssshhhh
Jleeeebbbb
"Jawabannya adalah tidak, gomenasai." Lanjut Edge yang telah muncul di belakang Mira dan menusuknya dengan cepat dan membuat dia dikeluarkan dari arena.
[1 Pawn dari Raiser Phenex telah gugur]
'Cepat sekali!' Batin Ni dan Li yang panik saat melihat satu kawannya telah dikalahkan dengan cepat.
"Sword Familiar" Ucap Alucard yang telah mengeluarkan kartu dari ketiadaan melalui tangannya dan kartu itu berubah menjadi pedang kecil berwarna hijau, kemudian dia melihat Ni dan berkata "Kalahkan dia…"
Pedang itu langsung melesat ke arah Ni yang langsung menghindar dan membuatnya selamat dari Sword Familiar milik Alucard 'Fiuuh, hampir saja…'
Jleebbbbb
"Ohok…"
Ni pun memuntahkan darah saat Sword Familiar milik Alucard menusuk tubuhnya dari belakang, dia pun meneteskan air mata dan melihat saudari kembarnya 'Gomenasai, Li…'
[1 Pawn Raiser Phenex telah gugur]
"Kurang ajar kalian! Beraninya kalian melakukan ini pada saudari kembarku!" Teriak Li yang sudah bergerak untuk menyerang mereka bertiga tapi Nell sudah bergerak terlebih dahulu dan menendang dagunya dan membuat dia terlempar di udara.
Nell kemudian mengeluarkan aura yang sangat kuat dan mengarahkan tombaknya dan dia pun berkata "Booster Rocket!"
Tombak besar Nell pun mengeluarkan api seperti roket dan Nell meloncat dan tombak itu pun mengenai Li dan menyeretnya ke udara dan membuatnya berteriak kesakitan "Arrrrrrggggggghhhhhh!"
Setelah Li terseret-seret ke udara karena tekanan tombak dari Nell, dia pun terlempar ke samping dan jatuh dengan keras ke bawah. Melihat musuhnya telah jatuh ke bawah, dia pun mendarat dengan cantik ke tanah dan melihat Li "Kau bertarung untuk membalas kekalahan saudari kembarmu oleh rekanku, aku bisa hargai itu. Tapi aku juga bertarung demi King-ku yang selalu dihina-hina oleh King-mu yang brengsek itu."
[1 Pawn dari Raiser Phenex telah gugur]
"Mereka sangat hebat…" Ucap Issei yang melihat pertarungan 3 peerage Raiser melawan Alucard, Nell, dan Homura.
"Aku setuju Issei-kun. Pawn miliknya yang bernama Homura itu sangat cepat, apalagi Knight miliknya yang bernama Roxas dan Edge itu." Balas Yuuto, kemudian dia melihat Iriana yang tatapannya sedang menuju kepada Menma dan itu membuat dia cemburu 'Tch, apa sih sebenarnya yang dia punya sedangkan aku tidak? Dia itu playboy sama seperti Issei-kun tapi dia menghina Issei-kun. Cuih, aku yang setia ini lebih baik untukmu Iriana-chan.'
'Sepertinya kebencian Yuuto pada Menma karena persaingan cinta mereka terhadap Iriana-san lebih buruk daripada dendamnya pada Excalibur dulu.' Batin Rias sedangkan Issei yang melihat rekannya itu juga mempunyai pemikiran yang sama atas apa yang dipikirkan oleh kekasihnya sekaligus King-nya itu
Roxas, Knight dari Menma saat ini sedang bertarung melawan Karlamine yang merupakan Knight dari Raiser. Pedang milik Karlamine beradu dengan Keyblade awal dari Roxas, Kingdom Chain. Saat melihat pedang Roxas, Karlamine pun meremehkannya dan mengira pedang itu hanyalah mainan anak-anak tapi setelah durability pedang itu sangat kuat bahkan bisa menahan pedang pedang miliknya dengan mudah. Saat mereka bertarung, muncul seekor monster berukuran besar dari bawah tanah yang mempunyai 10 ekor.
'Monster apa itu?'
'Monster itu mempunyai sepuluh ekor. Sepertinya dia lebih kuat daripada Kyuubi di Kyoto.'
"Naruto, apa itu?" Tanya Sasuke
"Ya, kau benar Sasuke." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Itu adalah Juubi. Lebih tepatnya wujud awalnya…"
"Apa itu Juubi, Naruto-san?" Tanya Issei.
"Itu adalah monster terkuat di dimensi tempatku dulu." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Dan juga dia adalah salah satu musuh yang harus aku dan Sasuke hadapi dalam perang. Dan kami tidak pernah bisa mengalahkannya."
'Sekuat apa monster itu sampai-sampai Naruto-san / onii-sama serta Sasuke-san tidak bisa mengalahkan dia.' Batin Rias dan para peeragenya.
Melihat monster itu, Roxas dan Karlamine pun menghentikan pertarungan mereka dan Roxas pun berkata dengan kesal "Oy, Menma-sama, Haruka… Tantangan yang kalian lakukan ini sudah terlalu berlebihan."
"Bijuudama!"
'Itu serangan terkuat yang dilakukan Naruto-dono/ Naruto-kun/ Naruto saat Civil War di Underworld terjadi.'
'Tapi kenapa bentuknya berbeda. Tidak bulat seperti milik Naruto.'
'Sial, jika aku tetap disini aku bisa tamat…' Batin Roxas dan kemudian dia melesat ke arah Karlamine dengan kecepatan tinggi, Karlamine yang melihat itu pun menggunakan pedangnya untuk menangkis serangan Roxas jika kalau Roxas berniat menyerangnya tapi dia malah melompat dan kemudian menggunakan pedang Karlamine sebagai pijakan "High Jump! Double Jump! Glide!"
Roxas pun berselancar di udara dengan menggunakan teknik Glide dan dia pun menggunakan Glide Boost untuk mempercepat teknik Glide miliknya supaya dia bisa menjauh dari teknik Bijuudama yang dilesatkan oleh Juubi. Sedangkan dengan Karlamine, dia hanya bisa menatap horror Bijuudama yang dilesatkan oleh Juubi dan hanya bisa menggertakkan giginya 'Sial….'
Boooooooommmmm
[1 Knight Raiser Phenex telah gugur]
Karlamine pun dikeluarkan dari arena setelah terkena Bijuudama dari Juubi, sedangkan dengan Roxas yang sedang melakukan Glide pun terlempar jauh dan terjatuh ke tanah 'Sial! Walaupun aku tidak terkena jurus itu tapi area ledaknya sangat luas.'
Roxas kemudian melihat Pawn dari Raiser yang bernama Burent melesat dengan kecepatan seorang Knight karena dia sudah berpromosi menjadi seorang Knight. Roxas yang melihat itu pun mengeluarkan dua Keyblade terkuatnya, Oathkeeper dan Oblivion "Drive Form! Valor!"
Tubuh dia pun bercahaya dan setelah cahaya itu menghilang, jaket hitam Roxas pun berubah warna menjadi merah dengan corak api. Saat melihat itu seorang gadis berambut hitam pendek, bermata violet dan memakai kacamata yang memakai dress berwarna hitam pun menatapnya dengan tatapan khawatir 'Roxas-kun…'
Kemudian Roxas bergerak dengan cepat dan menyerang Burent secara bertubi-tubi dan dia pun berkata "Brave Shot!"
Duaaaaarrrrrr
Burent terlempar karena serangan Roxas tapi dia belum menyerah dan kembali menyerang Roxas, melihat itu Roxas kembali melesat ke arah Burent dan melakukan serangan combo padanya dan kemudian dia melakukan finisher "Sonic Strike!"
Jrassssshhhh
"Uhuk…"
[1 Pawn dari Raiser Phenex telah gugur]
'Hmm, sepertinya sudah selesai…' Batin Roxas dan kemudian dia membatin 'Dan sepertinya tubuhku sudah bertambah kuat untuk menggunakan Valor atau Wisdom Form tapi aku masih bisa sekarat atau mati jika aku menggunakan Wisdom , Fatal, atau Final Form.'
"Roxas… Ada 3 orang musuh yang mengarah ke arah mu." Ucap Rise yang menggunakan teknik telepatinya.
3 Pawn dari Raiser yang bernama Ile, Nel, dan juga Marion langsung muncul dari arah yang berlawanan. Roxas yang melihat itu pun mendecih dan kemudian dia berkata "Drive Form! Wisdom!"
Jaket merah Roxas berganti warna menjadi biru dan dua Keyblade di tangannya menghilang dan berubah menjadi Gunblade milik Roxas yang bernama Piercing Halo. Kemudian mata miliknya tiba-tiba menajam dan dia pun berkata "Lock-On! Blizzaga!"
Roxas pun menembak mereka bertiga dengan cepat dengan magic yang dia keluarkan dari Gunblade miliknya dan tubuh mereka pun membeku. Melihat itu, Gunblade milik Roxas pun bercahaya dan dia pun berkata "Wisdom Shot!"
Doorrr
Doorrr
Doorrr
"Uhuk…" Ucap mereka bertiga yang tubuh mereka tertembus peluru berwarna biru dari Gunblade milik Roxas yang menembus es yang menutupi tubuh mereka dan membuat e situ meleleh dan juga menembus tubuh mereka serta membuat mereka jatuh tergeletak di tanah dan dikirimkan keluar dari arena.
[3 Pawn dari Raiser Phenex telah gugur]
"Hah, akhirnya selesai juga…" Ucap Roxas yang sudah terjatuh dalam posisi terduduk dan menonaktifkan Drive Form miliknya, tapi dia tidak sadar bahwa Juubi sudah menggunakan tangannya untuk menindih tubuh Roxas.
"Roxas-kun!"
"Awas!"
"Di atas kepalamu!"
Roxas pun melihat ke atas kepalanya dan terkejut saat melihat tangan Juubi yang sudah akan menghancurkan tubuhnya tapi Gene muncul dan men-uppercut tangan itu dan membuatnya terpental ke sampingnya dengan tangannya yang bercahaya. Setelah itu, dia pun menjulurkan tangannya ke arah Roxas dan dia pun berkata "Kau tidak apa-apa, Roxas?"
"Ya, aku tidak apa-apa." Jawab Roxas yang sudah berdiri berkat bantuan Gene, kemudian dia melanjutkan "Terima kasih atas bantuanmu, Gene."
"Sama-sama Roxas." Balas Gene, kemudian dia melanjutkan "Ayo kita cari Haruka atau pergi ke tempat Rise agar kau berada di dalam jangkauan Healing dan Relaxing Wave miliknya."
"Baiklah…"
Di tempat lain, dua orang berwajah dan berpenampilan sama pun bertarung yang satu adalah Pawn dari Raiser yang bernama Shuriya sedangkan yang satu lagi Shiro Zetsu yang mencopy penampilannya. Mereka berdua bertarung secara seimbang apalagi ternyata Shiro Zetsu tidak hanya meniru wajah dan juga penampilan Shuriya saja tapi juga kekuatan dan kemampuannya. Setelah itu, Rook dari Raiser yang bernama Xuelan pun muncul dan Shuriya yang asli pun berkata.
"Xuelan, ayo bantu aku menyerang dia." Ucap Shuriya pada Xuelan.
Xuelan yang mendengar itu menggangguk tapi dia terhenti saat mendengar ucapan Shiro Zetsu yang berubah menjadi Shuriya "Jangan mau dikelabui olehnya, Xuelan. Dia itu palsu, dia itu pria putih yang bisa menyamar menjadi siapapun itu."
"Jangan bohong kau!" Teriak Shuriya kemudian dia melanjutkan "Kau yang palsu, bukan aku!"
Xuelan pun bingung untuk menentukan mana Shuriya dan asli dan mana Shuriya yang palsu jadi dia mengajukan pertanyaan yang hanya bisa diketahui rekan-rekannya atau dengan kata lain para peerage Raiser yang lain tapi Shuriya palsu selalu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan Xuelan dengan benar sebelum Shuriya sempat menjawab. Merasa puas, Xuelan pun menggunakan kekuatan rook-nya dan dia pun langsung menyerang Shuriya yang asli dengan cepat "Maaf, tapi kau adalah Shuriya yang palsu… Jadi aku harus mengalahkanmu."
Buuuuaaaakkkk
Bllllaaaaaarrrrr
"Xuelan!"
[1 Pawn dari Raiser Phenex telah gugur]
'A-Apaaa?' Batin Xuelan yang kaget dan dia pun melihat Shuriya yang dia anggap palsu pun berubah menjadi Shiro Zetsu yang sudah memberikan seringainya.
"Sekarang giliranmu, khukhukhu…"
"Arrrrrrggggghhhhhh!"
[1 Rook dari Raiser Phenex telah gugur]
Setelah Shiro Zetsu itu berhasil membuat Xuelan dikeluarkan dari arena, dia pun melihat Edge dan dia pun menjulurkan lidahnya dan berkata "Uhuhuhuhu, mangsa baru khukhukhu…"
Shiro Zetsu pun menyerang Edge dengan cara yang sama dengan saat dia melumpuhkan Xuelan, yaitu memunculkan kayu tajam dari bawah tanah dan menusuk korbannya dengan itu tapi Edge berhasil menghindar dan cincin yang berada di tangannya bersinar.
[Sacred Gear: Mana Blade]
"Jiptus!" Ucap Edge yang outfitnya berubah menjadi baju hitam tanpa kerah dengan gauntlet besi di kedua tangannya dan juga sebuah kapak berukuran besar muncul dari ketiadaan "Ark Coffin!"
Sebuah peti mati pun terbentuk dari bawah tanah dan langsung mengurung Shiro Zetsu itu, kemudian Edge yang melihat itu pun membalikkan badannya dan berjalan untuk menemui teman-temannya "Crazed Burial!"
Duuuuuuaaaaarrr
[1 Shiro Zetsu telah musnah]
'Dia hebat…'
'Mengerikan!'
Raiser pun geram karena dua peeragenya kalah hanya karena Shiro Zetsu yang dimunculkan Haruka sebagai tantangan pertandingannya dan juga Menma. Kemudian dia melihat Queen-nya, Yubelluna dan berkata "Yubelluna… Kalahkan Queen Menma yang bernama Haruka itu, makhluk-makhluk aneh serta monster itu adalah tekniknya. Kalau dia kalah pasti mereka semua juga akan menghilang."
"Hai, Raiser-sama…" Balas Yubelluna dan kemudian dia menggunakan sayapnya dan terbang untuk mencari Haruka dan mengalahkannya.
Setelah kepergian Yubelluna, Menma pun datang dan tanah yang dia pijak pun berubah menjadi es "Akhirnya aku menemukanmu, Raiser."
"Akhirnya kau datang juga half-blood." Ucap Raiser yang sudah mengeluarkan api di kedua tangannya dan kemudian dia pun menyeringai "Mari kita bertarung dan aku akan mengambil half-blood cantik itu darimu dan melakukan itu tepat di matamu."
Pandangan Menma pun mengeras saat mendengar perkataan Raiser dan Naruto yang mendengar itu pun melihat Iriana dan berkata "Jangan bilang kalau yang dia maksud itu adalah Iriana-sama?"
"Ya, itu benar onii-sama." Jawab Rias.
Issei yang sudah pernah mengalahkan Raiser pun mendecih dan kemudian dia berkata "Dasar bocah yakitori sialan itu… Sudah kukalahkan dulu tapi sifatnya tidak berubah sama sekali. Aku harap Menma membunuhnya disini… Aku sudah muak melihat wajahnya."
Asia yang melihat beberapa lingkaran sihir berwarna kuning keemasan pun berkata "Apa itu?"
"Itu adalah lingkaran sihir cahaya yang dimiliki oleh Yoko, Bishop dari Menma." Jawab Naruto dan itu membuat Rias dan para peeragenya serta para iblis yang mendengar perkataan Naruto itu shock apalagi saat mendengar bahwa iblis bisa menggunakan elemen cahaya tanpa melukai tubuh bagian luar dan dalamnya.(AN: Ehem, kalian merupakan Haruka yang juga bisa mengeluarkan sihir White Magic, Holy.)
"Ray of the Heavenly Light!"
[1 Rook, 1 Bishop, dan juga 1 Knight dari Raiser Phenex telah gugur]
[8 Shiro Zetsu telah musnah]
"Sugoi!" Teriak Rias dan para peeragenya yang kagum karena Yoko bisa mengalahkan semua anggota peerage Raiser kecuali Raiser dan Yubelluna yang bisa menghindar sebelum mereka terkena laser cahaya yang muncul dari atas langit itu.
Sedangkan dengan Yoko sendiri, tubuh dia pun oleng dan dia pun membatin 'Maaf, Adrian-kun… Aku sudah tidak sanggup lagi. Menggunakan teknik itu setelah aku berubah menjadi iblis membuat tubuhku sakit saat energi cahaya mengalir di dalam tubuhku.'
Brrruuuuukkkkk
[1 Bishop dari Menma Uzumaki telah gugur]
'Yoko…' Batin Alucard saat mendengar keturunan dari menantunya, Sypha Belnades sudah kalah dalam Rating Games.
'Yoko-nee…' Batin Haruka yang sedih saat mendengar sosok yang sudah dia anggap sebagai kakak tidak bisa melanjutkan pertandingan lagi
Boooooooommmm
Ledakkan pun terjadi di tempat Haruka berpijak, tapi dia berhasil menghindar dan dia pun menatap tajam pelaku penyerangannya "Yubelluna…"
"Haruka…" Ucap Yubelluna dan kemudian dia menatap datar Haruka dan berkata "Menyerahlah… King-mu itu tidak akan bisa melawan Raiser-sama, dia itu hanyalah Half-Blood jadi tidak akan mungkin dia bisa menang melawan seorang Pure-Blood seperti Raiser-sama."
"Kau terlalu meremehkan Menma-kun, Yubelluna." Balas Haruka dan kemudian dia melanjutkan "Dia adalah seseorang Shinobi seperti Naruto-sama yang bisa menggunakan chakra sepertinya, Sasuke-sensei dan Toneri-sensei dan juga dia bisa menggunakan sihir es seperti Grayfia-sama dan Leviathan-sama. Harusnya King-mu itu yang menyerah, dia tidak akan bisa melawan seorang Shinobi dan juga putra pahlawan Underworld dan mantan Strongest Queen juga murid dari Leviathan-sama. No offence."
"Sepertinya mulutmu itu memang harus kuledakkan dengan bom milkku, Magus Queen." Ucap Yubelluna yang marah saat Haruka menjelek-jelekkan King-nya.
"Coba saja kalau bisa, Bomb Queen." Balas Haruka yang sudah mengeluarkan 6 lingkaran sihir di depan tubuhnya "Lagipula jika kau berhasil melakukannya, kau tetap tidak akan bisa menghilangkan setting tempat dan tantangan dari Menma-kun dan aku yang berupa monster berekor sepuluh itu. Karena aku sudah mensetting itu agar latar tempat dan monster itu akan menghilang setelah salah satu di antara King-mu atau Menma-kun kalah."
-Menma vs Raiser-
Raiser membuat bola api berukuran besar dan dengan mudah Menma membekukannya tapi bukannya takut Raiser malah mengganggap remeh Menma dan bilang apinya akan melelehkan es dari Menma. Saat melihat es-nya tidak meleleh oleh apinya, Raiser pun panik dan dia pun berkata.
"Itu tidak mungkin! Kenapa api dariku yang merupakan Pure-Blood sepertiku tidak bisa melelehkan es dari Half-Blood sepertimu?"
"Jangan pikir api darimu akan bisa melelehkan es dariku yang merupakan anak dari Grayfia Lucifuge dan juga murid dari Serafall Leviathan-sama yang sama-sama expert dalam penggunaan elemen es, teme!" Balas Menma yang menghancurkan api Raiser yang telah dia bekukan dengan mudah, setelah itu Menma pun menjentikkan kedua jarinya dan kaki Raiser pun membeku dan membuatnya tidak bisa bergerak.
'Sialan kau Uzumaki!' Batin Raiser yang menyalurkan api ke es yang membekukan kakinya tapi nihil.
"Aku akan memberi pelajaran padamu atas apa yang telah kau katakan pada Iriana-chan, teme!" Teriak Menma yang telah membuat pedang dari es yang dia beri nama Cold Excalibur.
-Haruka vs Yubelluna-
Sama seperti Menma dan Raiser, Haruka dan Yubelluna juga sama-sama bertarung dengan sangat sengit. Sihir elemental Haruka melawan sihir ledakan milik Yubelluna pun terus beradu dan membuat mereka sama-sama terluka. Dengan nafas terengah-engah, mereka pun saling bertatapan satu sama lain dan kemudian dia merasakan aura penyembuhan dari Rise.
"Healing Wave! / Relaxing Wave!"
'Terima kasih Rise, ini sangat membantu…' Ucap Haruka lewat telepati.
'Sama-sama Haruka, tapi kau harus menyelesaikan ini karena aku hanya bisa sedikit menyembuhkanmu dan memulihkan stamina-mu…' Balas Rise dan kemudian dia melanjutkan 'Lakukan sesuatu, Haruka. Dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuatmu kalah jika kau membiarkannya.'
Haruka pun melihat Yubelluna akan mengeluarkan Phoenix Tears untuk menyembuhkan dirinya sama seperti saat dia melawan Akeno Himejima yang dulu berhadapan saat Raiser menjalankan Rating Games melawan Rias "Black Panther!"
Seekor macam berwarna hitam pun langsung menyerang Yubelluna dan mengambil botol Phoenix Tears yang berada di tangannya. Setelah berhasil mengambil botol Phenex Tears itu, macan hitam itu pun menggigit botol itu dengan taringnya yang sangat tajam sampai botol itu pecah dan membuat Yubelluna berteriak "Tidak!"
Macan hitam itu kemudian menghilang dan ternyata Nell yang memanggil macan hitam itu pun berteriak pada Haruka "Lakukan sekarang, Haruka! Life Convert!"
"Nell!" Teriak Haruka saat luka dia sembuh sepenuhnya tapi tubuh Nell malah dihilangkan dari arena karena jurus yang dipakai Nell adalah teknik suicide yang bisa memulihkan energi seseorang dengan bayaran energinya sendiri
[1 Pawn dari Menma Uzumaki telah gugur]
"Aku akan mengakhiri ini Yubelluna…" Ucap Haruka yang sudah mengeluarkan12 lingkaran sihir berkekuatan besar dan dia pun berkata "Aries! Leo! Saggitarius! Taurus! Virgo! Capricorn! Gemini! Libra! Aquarius! Cancer! Scorpio! Pisces! Aku panggil kau, Zodiark!"
Sebuah makhluk bertangan hijau, bermuka tengkorak dan bertubuh merah yang muncul dari ketiadaan dan melayang-layang di udara(AN: Esper terkuat di Final Fantasy 12) pun melihat Haruka dan dia pun berkata "Kenapa anda memanggilku, ojou-sama? Bukannya kekuatan sihirmu belum sanggup untuk memanggilku untuk durasi yang lama."
"Maka daripada itu, bisakah kau kalahkan dia dengan cepat Zodiark?" Tanya Haruka yang menunjuk Yubelluna dan menatapnya dengan tatapan dingin.
"Akan segera hamba lakukan, ojou-sama." Jawab Zodiark dan kemudian dia pun berkata "Final Eclipse!"
Zodiark pun membuka gerbang berukuran besar dan kemudian gerbang itu memunculkan 12 orang yang langsung menyerang Yubelluna dengan bertubi-tubi.(AN: Yang mau tahu siapa saja 12 sosok yang ane maksud, coba aja search 12 Celestial Spirit di Fairy Tail yang menjadi jahat karena Eclipse Gate.)
"Nguhh…"
"Zodiark Blade!" Teriak Zodiark yang memunculkan pedang berukuran besar dan dia pun langsung mengarahkannya ke arah Yubelluna
Duuuuuuaaaaarrrr
"Gaaaaaaaahhhhhh!"
[Queen dari Raiser Phenex telah gugur]
'Sepertinya ini adalah batasanku…' Batin Haruka yang sudah di tinggalkan oleh Zodiark dan dia pun pingsan dan tubuhnya menghantam permukaan tanah
[Queen dari Menma Uzumaki telah gugur]
Mendengar itu, Raiser yang sudah lolos pun langsung menggencarkan serangannya pada Menma sedangkan Menma agak frustasi saat melihat Raiser selalu beregenerasi saat dia terkena serangan dari Menma. Dia ingin memakai cara seperti Issei saat Issei mengalahkan Raiser tapi itu tidak mungkin karena tubuhnya tidak seperti Issei yang waktu itu mengorbankan tangannya kepada Ddraig sehingga dia bisa menggunakan air suci di tangan kirinya.
Menma pun melihat Juubi yang sudah akan menembakkan Bijuudama itu dan dia pun membatin 'Jika aku bisa membuat Raiser terkena serangan itu, pasti Raiser akan bisa dikalahkan. Tapi bagaimana caranya?'
Kemudian dia teringat sesuatu dan dia pun berkata pada Rise sambil menahan serangan Menma "Rise, bisa kau hubungkan aku pada Roxas?"
"Tentu, Menma-kun." Jawab Rise.
Beberapa detik kemudian, Roxas pun merespon dan membuat Menma berkata "Roxas, apa kau menaruh kunai Hiraishin milikku di dekat replika Juubi itu?"
"Ya, aku melakukannya tapi tidak disengaja." Jawab Roxas, kemudian dia berkata "Memangnya kenapa?"
"Tidak ada…" Jawab Menma dan kemudian dia berkata "Hiraishin!"
Naruto tidak terkejut saat melihat itu karena dia sudah tahu kalau Menma sudah berhasil menguasai Hiraishin sedangkan dengan Raiser, dia pun marah saat melihat Menma tiba-tiba saja menghilang dan dia pun berkata "Sialan kau Menma! Main kabur saja sebagai pengecut!"
Saat melihat Menma muncul di dekat Juubi dan mengambil kunai Hiraishin-nya, Naruto, Sasuke, dan Toneri bersama dengan Rias dan para peeragenya dan para iblis yang melihat itu pun terkejut dan mereka pun membatin 'Apa yang dia rencanakan?'
"Menma! Pergi dari sana!" Teriak Rias yang melihat sifat nekat keponakannya. Grayfia yang bertindak sebagai referee dari pertarungan itu pun menatap putranya dengan cemas tapi dia bisa menahannya saat menatap tatapan suaminya yang memberikan tatapan penuh harap dan kepercayaan pada anak mereka berdua.
"Menma-kun! Apa yang kau lakukan?" Tanya Iriana yang sudah meneteskan air mata "Cepat pergi dari sana! Kau bisa terluka, nanti…"
"Tenang saja, Rias-basan, Iriana-chan, aku tidak akan kenapa-napa." Balas Menma yang sudah memegang kunai-nya yang sudah dia arahkan ke moncong Juubi yang akan menembakkan Bijuudama.
"Bijuudama!"
"Menma! / Menma-kun! / Menma-sama!"
"Menghindar!"
"Jikukkan Kekkai!" Ucap Menma dan tiba-tiba saja Bijuudama dari Juubi itu diserap oleh kunai itu.
"Kemana menghilangnya benda penghancur itu?" Tanya Roxas yang sudah datang bersama dengan Alucard, Gene, Edge dan Homura serta Rise.
Booooooommmmmm
"Gaaaaaahhhhhhh!" Teriak Raiser yang tiba-tiba terlempar oleh ledakan Bijuudama yang diteleportkan ke kunai miliknya yang dia taruh ke arah Raiser dan membuat dia terluka parah dan luka itu beregenerasi dengan lambat."
"Ini adalah checkmate, Raiser." Ucap Menma yang membuat dua Rasenshuriken di tangannya dan dia pun melemparkannya ke arah Raiser "Hyouton: Rasenshuriken! Hyouton: Dai Rasenringu!"
[Raiser Phenex tidak bisa melanjutkan pertandingan lagi, pemenangnya adalah Menma Uzumaki]
"Yatta! Kita menang, minna!" Teriak Menma dan dia pun dipeluk oleh semua anggota peeragenya kecuali Haruka, Yoko, dan juga Nell "Tapi sayang Haruka-chan, Yoko-san dan Nell tidak bisa merayakan kemenangan kita."
"Setidaknya mereka sudah berusaha keras." Balas Edge, kemudian dia melanjutkan "Bagaimana kalau besok kita membeli hadiah untuk mereka sebagai ucapan terima kasih."
"Ide bagus itu…" Balas Menma, Homura, Roxas, dan Rise.
"Menma-kun!" Teriak Iriana yang berlari ke arah Menma
"Iriana-chan!" Balas Menma yang sudah merenggangkan tangannya karena mengira Iriana akan memeluknya tapi ternyata dia salah
Plaaaakkkk
"Awwww…" Ucap Menma yang memegang pipinya yang terdapat cap tangan berwarna merah dari Iriana yang sudah menamparnya dengan keras "Kenapa kau menamparku sih, sakit tahu…"
"Biarin…" Balas Iriana yang cemberut dan kemudian dia melanjutkan "Lagian sih kau membuat aku hampir terkena serangan jantung."
"Gomen…"
"Jangan membuat diriku khawatir lagi, Menma-kun." Ucap Iriana dan dia pun memeluk Menma dengan erat dan Menma pun membalas pelukan Iriana dan mengelus-ngelus rambut kuning keemasan dari Iriana, membuat banyak orang tersenyum tapi tidak dengan Seekvaira, Rise, dan Yuuto yang terlihat cemburu.
"Aku mengerti…" Balas Menma dan kemudian dia melepaskan pelukan Iriana dan berkata "Iriana-chan, ada yang ingin aku katakan padamu."
'Jangan bilang kalau dia akan…'
"Hal apa yang ingin kau katakan, Menma-kun?" Tanya Iriana.
"Aku mencintaimu Iriana-chan." Jawab Menma dan itu membuat Iriana terkejut bahkan semua anggota peeragenya dan juga peerage Rias kecuali Rias terkejut "Aku mencintaimu sejak aku bertemu denganmu di rapat antara 4 fraksi waktu itu tapi entah kenapa kebencian mengendalikan diriku saat aku mengira bahwa kau adalah anak dari ayahku dari perempuan lain dan aku membenci diriku untuk itu serta aku mencoba melupakan perasaanku padamu ini. Tapi setelah kita bersekolah di kelas yang sama dan kita menjadi semakin dekat, perasaan ini muncul kembali. Aku tahu aku sudah punya Haruka-chan dan aku sama brengseknya dengan Issei tapi kumohon berikan aku kesempatan, Iriana-chan. Izinkan aku menjadi kekasihmu dan menjadi orang yang mencintaimu. Kalau kau menolakku, tidak apa-apa. Aku akan selalu menjadi temanmu."
Cup
Menma pun shock saat bibir Iriana mencium bibirnya dan itu membuat Seekvaira dan Rise cemburu bahkan membuat Yuuto marah besar terhadap Menma. Iriana pun melepaskan ciumannya dan dia pun berkata "Aku bersedia menjadi kekasihmu, Menma-kun. Aku tidak peduli kalau kau sudah punya Haruka-chan atau siapapun. Asal kau mempunyai perasaan cinta yang sama sepertimu, aku tidak akan masalah. Karena aku juga mencintaimu, Menma-kun."
Cup
Mereka berdua pun berciuman kembali dan bisa dilihat kalau Naruto membisikkan sesuatu pada Grayfia. Ada yang senang dan juga ada yang cemburu dengan kejadian itu… Yuuto yang melihat itu pun hatinya hancur dan dia pun pergi dengan kesal, Rias yang melihatnya pun berkata "Kau mau kemana Yuuto?"
"Pulang…" Jawab Yuuto dengan dingin.
'Yuuto-senpai…'
'Pasti dia sedang patah hati saat ini, aku harap dia bisa membantunya.' Batin Issei.
Rias yang melihat itu pun meremas roknya dan berkata 'Kumohon jangan melakukan hal yang bodoh, Yuuto. Aku tidak ingin kau yang sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri akan bertikai dengan keponakanku sendiri.'
-To Be Continued-
Akumaahapaatuuh:
Ini cerita next generation of Naruto jadi ceritanya pasti tentang Menma dan kawan-kawannya, Naruto hanyalah pemeran pendukung karakter utama kaya di Boruto the Movie.
Guest:
Bisa tapi namanya Rikudou Senjutsu Mode.
Black Berandal:
Kalo flame kagak jelas mulu ya bikin gatel juga lah ini tangan bro.
Seneal:
Iya, di akhir. Abis kalah sama Menma.
IzumiReina:
Enggak tahu nasib Yuuto gimana tapi pokoknya di chapter-chapter depan Yuuto bakal bertikai mulu sama Menma apalagi Menma udah pacaran sama Iriana.
