Happy Reading! :D
Chapter 25: A Nonsense Day in Heroes Gakuen
Bukan Heroes Gakuen namanya kalau tak ada yang nista di sana! Yuk kita intip beberapa kejadian di bawah ini!
~Dangdutan Nista di Kelas Melee~
Ketika kelas Melee sedang dangdutan dengan hebohnya dengan Alisa, Loren, dan Kaila sebagai penyanyi, tiba-tiba Giro nongol bak jin lampu sambil menyapa seluruh pelaku konser dadakan nista tersebut yang sayangnya malah dikacangin sama seisi kelas yang masih aja joget-joget ria.
Nyebelinnya lagi, dia berdiri di tengah pintu masuk kelas dan cowok itu langsung disuguhi pantat Alisa yang lagi ngebor tepat di depannya.
Wajah pemuda berambut panjang itu pun langsung dikentutin plus didorong dengan tenaga badak oleh pantat Alisa yang seru-serunya berjoget dan dia pun terhempas ke belakang bersama bau asap ala pembakaran sampah (karena Alisa itu Fire Imp dan dia punya elemen api, catat itu).
Karena merasa terlecehkan, Giro pun membentuk kedua tangannya seperti pistol dan...
"SECRET TECHNIQUE: CATLITE SPECIAL HIT! HEYAAAAAAAAAAT!"
Alhasil, pantat Alisa pun dimasuki benda asing dan yang bersangkutan langsung mengeluarkan jeritan keras.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
BRUK! GABRUK! CETAR! PRANG! MEOOOW! MBEEEK! ROAAAAAR! OHYAAAAAA! (?)
Alhasil, Alisa pun oleng dan jatuh dari panggung. Loren dan Kaila pun ikut tertimpa plus terseret dan jatuh berjamaah diikuti oleh sebagian murid beserta dua meja yang ikut terjatuh.
Di kelas Ranged...
"Etto, Lucy..."
"Apa, Nayla?"
"Kayaknya tadi ada gempa kecil, deh! Lu ngerasain getar-getar dikit, kagak?"
"Lu ngerasain juga? Gue kira cuma perasaan doang!"
Kita kembali ke kelas Melee!
Meja berantakan, murid-murid jatuh berserakan, lantai retak-retak mengenaskan, dan kipas angin di langit-langit tetap berputar karena tidak ada seorang nista pun yang dapat menggapainya.
Intinya, kayak kapal pecah!
"SIAPA TADI YANG NYODOK, HAH?! SIAPA?! NGAKU!" teriak Alisa ganas.
"Etto..."
Alisa menoleh ke sumber suara di tengah keheningan yang ternyata adalah Liona (yang kagak menjadi salah satu korban).
"Tadi ada! Dia dikentutin, terus dipantatin sama kamu! Karena kesal, terus nyodok deh..."
"LUTUNG KEJAR! SIAPA DIA?!"
"Giro-sensei..."
Alisa pun langsung kicep dan orang yang ditunjuk oleh lawan bicaranya pun mulai mengeluarkan aura gelap nan mengerikan dari tubuhnya.
Let's Pray to Melee Class!
~Menyulut Amarah Guru~
Di kelas Special...
"Kira-kira kenapa, ya... Kok wajahnya Berwald-sensei sesuatu banget?" tanya Frida kepada Vroyen yang dibalas dengan angkatan bahu.
Wali kelas Special adalah Berwald Oxenstierna, personifikasi Swedia yang entah kenapa bisa menjadi guru dengan pembawaan dan riwayat hidup yang sedemikian hancurnya.
Berwald kagak pernah marah. Tapi tetap saja, murid-muridnya masih sungkan menghadapi orang sepertinya. Mereka merasa seperti ketemu guru baru setiap hari.
Istilahnya: selalu merasa asing dengan wali kelas sendiri.
Sesuatu yang aneh bin ajaib dan juga merupakan misteri Illahi.
Ekspresi Berwald sendiri sebenernya juga kagak banyak berubah setiap harinya, tapi entah kenapa...
Hari ini, aura dan ekspresinya lain daripada yang lain.
Apakah Berwald akan marah karena ulangan anak asuhnya yang hancur-hancuran?
Wah! Itu akan menjadi trending topic di Heroes Gakuen!
WALI KELAS SPECIAL, BERWALD OXENSTIERNA, AKHIRNYA MARAH UNTUK PERTAMA KALINYA DI DEPAN PARA MURID KARENA NILAI ULANGAN YANG JELEK. KONON SEKARANG SEDANG DIINTROGASI OLEH PIHAK SEKOLAH APAKAH KESEHATAN MENTALNYA BAIK-BAIK SAJA ATAU TIDAK DAN KELAS SPECIAL MASIH MENUNGGU KABAR DARI WALI KELAS MEREKA.
Kagak kebayang reaksi para murid jika sampai artikel itu ditempel di mading sekolah dan bisa dipastikan kabar itu akan mengalahkan berita tentang wajah Mathias yang mirip dengan kambing.
Garing? R*** Jelolo!
"B'iklah... k'lian s'mua sud'h m'n'rima h'sil ulang'an..." kata Berwald.
Seisi kelas pun terdiam. Wajah mereka terlihat tegang, tapi tangan mereka sangat gatal pengen nulis status di FB.
Keajaiban Dunia terjadi di kelas Special! Akhirnya wali kelas gue (Berwald-sensei) bisa marah-marah juga, bro!
'Pasti banyak yang nge-like, banyak yang komen, gue pun jadi terkenal, akhirnya diliput di majalah sekolah, terus di koran setempat, lalu buat video dan di-upload di Youtube! Terus, gue diwawancarai dan akhirnya, dapet award artis newcomer papan atas di acara televisi!'
Singkatnya, itulah pikiran beberapa siswa.
"K'lian sud'h t'u s'nd'ri n'lainy'?" tanya Berwald dengan wajah datar.
Beberapa murid pun kecewa dengan reaksi Berwald yang itu-itu aja.
'Ya ampun, sensei! Marah kek, ngamuk kek, nangis kek, terhura kek! Dia manusia atau robot keluaran terbaru, sih? Terus, robot guru itu diujicobakan di sekolah kita?'
"Frida..." panggil Miuto dan Frida pun noleh.
"Kita jalankan rencana B..." bisik Miuto yang kayaknya merencanakan sesuatu dan Frida pun langsung mengangguk mantap.
"S'ya s'ndiri j'ga k'cewa d'ngan 'ni..." ujar Berwald yang tiba-tiba terpotong karena...
"POTONG BEBEK ANGSA, MASAK DI KUALI! MATHIAS-SENSEI KAMBING, MINTA DISEMBELIH!"
Sementara itu, Mathias yang lagi jalan-jalan pun langsung kejedot tiang sambil ngomel, "Siapa nih yang ngeledek gue?!"
Back to Special Class!
Murid-murid lainnya pun langsung menengok ke belakang dan terlihat Miuto, Vroyen, dan Frida yang lagi dangdutan pake speaker. Entah kenapa dan sejak kapan, sebuah poster tertempel di belakang dengan tulisan 'MENYULUT AMARAH BERWALD-SENSEI' dan itu pun terlihat jelas oleh Berwald sendiri.
Berwald hanya bisa diam melihat Miuto yang muter kepala ala Trio Macan, Frida yang goyang inul, serta Vroyen yang hanya mengatur speaker.
Mau aja tuh bocah Heavy Crasher ngikutin pasangan sedeng itu...
Garing? R*** Jelolo!
"Stress lu pada! Ditebas Berwald-sensei tau rasa lu!" seru Shyo.
"Kagak kenal, kagak kenal!" gumam Miu dan Monika tanpa menoleh ke belakang.
"Sensei, kalau mau tau siapa mereka, yang pasti mereka bukan teman kami..." ujar Shyo kepada Berwald.
"D'n s'b'gai g'ntiny', k'lian 'kan m'n'rima t'mbah'n p'laj'ran..." lanjut Berwald.
"TEGANGAN CINTA TAK DAPAT DIHINDAR LAGI, KALA KU COBA MENYAPAMU!"
"ASTUTIIII!"
"K'mi s'pakat k'lau k'lian 'kan d'aj'rkan ol'h or'ng l'ar..."
"IBU-IBU BAPAK-BAPAK SIAPA YANG PUNYA ANAK BILANG AKU, AKU YANG TENGAH MALU, SAMA TEMAN-TEMANKU, KARENA CUMA DIRIKU YANG TAK LAKU-LAKU!"
"J'dwal 'da d' m'ding s'kolah, s'lakan d'lihat d' s'na..."
"KAMULAH MAKHLUK TUHAN, YANG TERCIPTA, YANG PALING SEKSI!"
Sontak, Monika langsung tersenyum mesum dan Miu pun merinding sambil menjaga jarak dari gadis itu.
"Woi, lagu zaman jahilliah lu pake!" seru Shyo.
"S'ya h'rap k'lian b'sa m'njadi leb'h b'ik..." kata Berwald sambil menghindari lemparan botol dari Trio Sarap itu.
"ANARKIIIIIIIIIIIIIIIS!"
"S'kian d'n t'rima k'sih..." Berwald pun langsung pergi.
"Eh?"
Sontak, sekelas mulai hening dan Trio Sarap itu pun langsung cengo karena ternyata Berwald kagak terpengaruh sama sekali.
"Dia tuh orang atau setan, sih?" tanya Miuto cengo.
"Ya jelas manusia, lha!" jawab Shyo santai.
"Terus..." Frida pun mulai connect. "Dia tadi ngomong apa?"
"SALAH SENDIRI KAGAK DENGERIN!"
~Nyanyian dan Latahan~
Lain lagi dengan kelas Premium yang heboh karena...
"HAH?! MASA SIH?!" jerit Exoray kaget.
"MASA KAGAK PERCAYA BANGET, SIH?! YA IYA DOOOOOOOOOOOOOO-" teriak Eka sampai lantai kelas Premium retak semua.
"OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO..."
Entah kenapa, Teiron malah numpang lewat di kelas Premium sambil bernyanyi lagu 'Sweet Child O Mine' dengan lirik yang salah.
"OOOOOOOOOOOOWH! SUWITZAL IS MAAAAAAYN! OOOOO-OO-OO-OOWH! SUWITZAL IS MAAAAAAAAYN!"
GUBRAAAAAAAAAK!
Sontak, semua murid kelas Premium yang mendengarnya pun langsung pingsan di tempat karena kaget mendengar suara cowok Earth Mage barusan.
"Semuanya pingsan? Oke! Gue juga, ah!" seru Teiron sambil pura-pura pingsan di tempatnya.
Dasar dia itu!
KREEET!
Pintu kelas Premium terbuka dan Idham yang membuka pintu itu langsung jawdrop plus facepalm sendiri melihat kerumunan makhluk yang ternyata adalah para muridnya yang tidak sadarkan diri tersebut. Dia pun mengambil sapu di pojok kelas dan langsung menepuk seluruh wajah muridnya dengan ijuk sapu tersebut.
PAKPAKPAKPAKPAKPAKPAKPAK!
"WOOOOOOOY! BANGUN KALIAN SEMUA! INI UDAH SIAAAAAAAANG!" pekik Idham kagak nyelow.
Para murid kelas itu pun satu per satu mulai sadar. Setelah mereka semua (kecuali Teiron) sadar, mereka pun segera mengeluarkan buku masing-masing.
"Oke, buka buku kalian! Kita akan belajar ten-"
Kodoku na otoko ga sono shi no magiwa ni tsukuriageta, mori no oku no chiisa na eigakan~
"Halo, dengan Idham di sini! Ada apa, ya?" tanya pemuda berambut tipis itu sambil mengangkat telepon.
Dia pun mulai bercakap ria dengan orang di telepon itu sampai...
PRANG!
"LELELELELELELE IKAN LELE!" latah Idham yang sukses membuat seisi kelas langsung ngakak.
Pemuda yang udah terlanjur kicep itu pun langsung meminta maaf kepada sang penelpon dan memintanya untuk menunggu sebentar sambil berteriak, "WOY, BUNYI APAAN TUH?!"
"Maaf, sensei! Tadi itu vas bunga kelas yang kesenggol sama saya!" balas Daniel sambil nyengir dan terlihat sekumpulan pecahan vas bunga di tangannya.
Idham pun hanya bisa menghela nafas sambil ngomong, "Lain kali hati-hati!" dan langsung keluar kelas untuk melanjutkan teleponnya.
~Ikyo Modus Edition~
Modus Part 1
Karena terlalu banyak absen, Ikyo terpaksa harus mengerjakan banyak tugas bersama junior yang beda satu angkatan.
Kebetulan saat Tino-sensei memberikan tugas presentasi berpasangan, Ikyo dipasangkan dengan Linda. Linda cantik dan Ikyo mendengar bahwa yang bersangkutan belum punya pacar. Karena Ikyo juga masih jomblo, kayaknya cocok juga.
"Maaf, Kak." Gadis Lucifer itu terlihat canggung karena baru pertama kali kerja kelompok dengan senior. "Tadi namanya siapa, ya?"
"Justin."
"Justin siapa?"
"Justin (Just in) your heart, I will lay my love."
Kitsukami Ikyo, kelas Rare, usaha.
Modus Part 2
"Kak Ikyo, guru pembimbingnya siapa?"
"Hm? Kenapa? Linda udah mulai bikin presentasi?"
"Baru pembukaan sih, Kak. Tapi kan harus tau siapa aja yang biasa jadi pembimbing dan gimana wataknya. Biar bisa siap-siap."
"Oh... Mau Kakak bimbing?"
"Bimbing presentasi?"
"Bimbing ke pelaminan kita~"
Kitsukami Ikyo, 17 tahun, 10 Agustus, Leo, ujung-ujungnya modus.
~Luthias Baper Edition~
Baper Part 1
"Oy, Green!" sapa Lukas sambil menepuk pundak Luthias yang sedang sibuk memperhatikan soal ulangan yang dibuatnya dan terlihat gelas bekas kopi di atas mejanya. "Kapan UTS sama Giro-nya selesai?"
Luthias langsung menoleh ke arah sang Norwegian dengan alis berkerut tanda bingung.
UTS? Dengan Giro?
"Aku bahkan kagak satu mapel sama dia, gimana bisa ujian bareng?"
"Maksudnya Ubungan Tanpa Status~"
Luthias mulai baper dan Lukas pun langsung disiram kopi oleh sang Greenlandic.
Baper Part 2
"Cintaku dan pendapatku di rapat sekolah sama nasibnya, ditolak terus!"
Luthias Oersted, 16 tahun, 1 Mei, Taurus, baper (lagi).
Baper Part 3
"Luthias, futsal sama anak kelas Ranged, yuk!" ajak Lance.
"Kagak usah, deh!" tolak pemuda jabrik itu.
"Yah, ayo dong! Sekali-kali olahraga, biar sehat!"
"Setiap hari aku lari, kok! Lari dari kenyataan!"
Luthias (masih aja) baper.
Baper Part 4
"Kenapa mengutip itu penting, sensei?" tanya Nova kepada Luthias.
"Karena kita kagak boleh asal ambil pendapat orang lain, termasuk pacarnya!"
Luthias (keterusan) baper.
~Kenangan~
Di depan mading sekolah...
Tiga tahun terlewati.
"Gue lulus!"
"Oy, minna! Si Berna peringkat satu UN sekolah kita, lho!"
Aku sengaja menjauh dari papan pengumuman yang disesaki teman-teman seangkatan dan menuju ke pinggir lapangan sekolah.
Kupandangi seluruh gedung sekolah dan menutup mata. Kubiarkan memoriku memutar setiap adegan yang kualami di sini.
Sekolah bukanlah sekedar guru dan ulangan... Rasanya baru kemarin aku mendaftar ke sekolah ini bersama Elwa-nee.
Seseorang mencengkeram dan mengguncang keras bahuku hingga aku membuka mataku. Aku berada di kelas, tapi tak ada murid lain. Di depanku ada Lisa dan terdengar suara Vira.
"...Flamy, bangun Flamy! Udah bel pulang, nih! Jangan mati dulu!"
~Lift~
Ada alasan kenapa seorang Daren Andreas tidak mau bertemu dengan Luthfi, guru olahraganya, di dalam lift Department Store.
TING!
"Selamat siang, Kakak. Selamat datang di Alfamart. Weekend ini kita ada promo, Kakak. Mungkin tertarik? Oh iya, jangan lupa isi pulsanya, Kakak~"
Akhirnya, Daren pun memilih untuk turun lewat eskalator karena tidak rela satu lift dengan guru sarap.
~Dance Dance Revolution~
Di asrama Heroes Gakuen, Doni sedang bermain DDR bersama Dodi. Mereka tengah bertarung dance. Anehnya, skor mereka terus sama persis hingga tinggal 1 panah tersisa.
'Sedikit lagi... Kalau seandainya aku bisa menginjaknya dengan nilai 'Perfect', aku pasti menang!' batin Doni.
Panah itu semakin dekat...
Dekat...
Dekat sekali...
Dan...
MISS!
"Wuaaaaargh!" teriak Doni frustasi.
Sementara itu, Dodi berhasil menginjaknya dengan 'Perfect'.
"Aku kalah..." gumam Doni.
"Doni, sekarang kita main 'Pump It Up', yuk!" ajak Dodi.
"Ayo! Kita battle lagi dan kali ini, aku kagak bakalan kalah!" seru Doni.
Sepertinya kedua orang itu sudah menjadi rival, deh!
~Tugas~
Di sebuah kamar, terlihat Elemy yang sedang mengerjakan tugas yang berjibun dengan wajah mengantuk. Saking ngantuknya, dia sampai tertidur.
Ketika terbangun beberapa jam kemudian...
"HUWALA! TUGAS BELUM PADA KELAAAAAAAAR!" teriaknya frustasi.
Dia pun kembali mengerjakan dengan serius, sampai akhirnya...
"HUWALAAAAA! TUGAS GUE UDAH SELESAI!" sorak gadis berambut coklat twintail itu sambil berjoget ria.
Tapi kenyataannya, cewek Sorcerer itu malah ngigau sambil ngiler plus mengangkat tangan kirinya.
"Se... Selesai... Sai... Sai..."
~Monster Rendang~
Hari ini gue sama temen-temen gue dikasih nasi kotak isi rendang gratis sama Garu-sensei dan Fiorel-sensei yang ngadain acara syukuran karena kucing mereka udah bisa manjat Menara Eiffel.
Tiba-tiba...
BUUUUUM!
Sebuah meteor tak dikenal datang dan menghantam asrama kami. Dari meteor itu, keluarlah cairan pink yang mengenai sisa rendang kami. Alhasil, rendang itu pun berubah jadi monster dan menyerang sebagian penghuni asrama.
"Aaaah, tolong! Selfie dulu, ah!" jerit Miska yang malah ngeluarin HP.
"Musket, tolongin gue! Si Miska kagak usah!" teriak Feiren.
Kalau begini jadinya, mendingan gue cepetan bertindak. Gue mah kagak perlu berubah pake kostum kayak Super Hero, karena gue sendiri udah jadi Super Dorm (Note: 'Dorm' itu artinya asrama, ya! ^^/) tanpa kostum sama sekali.
Yah daripada duitnya abis buat kostum, mending buat makan.
Pertarungan pun berlangsung sengit. Mengingat tuh monster adalah rendang, jadinya gue mencoba memakan mereka sampai habis.
Beberapa menit kemudian, mereka pun langsung lenyap di perut gue.
Sepertinya setelah ini gue kagak usah makan selama 3 bulan, deh!
Itulah sebabnya kenapa tiap kali gue liat rendang, bawaannya selalu pengen ngancurin mereka pake pencernaan, dayo~
"Hehehe! Komik gue hebat kan, dayo?" tanya Musket sambil menyelesaikan komik di mejanya. "Entar gue kirim ke kantor majalah aja, dayo! Biar bisa ditampilin di sana, hihihi!"
Tapi sayangnya...
BUUUUUUM!
Sebuah meteor menghantam asrama dan komik Musket pun tidak bisa ditampilkan di majalah.
~N'UPIL'clear~
Suasana di asrama kali ini agak lain karena Vience dan Moiya mau jalan sama gebetan masing-masing.
"Kalian para jomblo jaga asrama, ya! Kita mau nge-date dulu!" kata Vience.
"Kapan-kapan cari pacar, dong! Biar malam minggu-nya kagak gitu terus!" saran Moiya iseng.
"Grrrrrrr..." geram Fery dan Saphire kesal.
Sementara Thundy hanya diam saja dan tidak memperdulikan hal itu.
Terserah apa mau mereka, pikirnya.
Sebagai seorang jomblo bermartabat, kegiatan pemuda Lightning Mage yang satu ini adalah meneliti penggunaan upil sebagai tenaga nuklir ditemani Germouser si Germany-cat, asisten imutnya. *HOEK!*
Menakjubkan, bukan?
Sebenarnya Thundy senang aja melihat Vience dan Moiya udah punya gebetan.
Tapi keesokan paginya...
"Thun, pinjem duit lu dong! Duit gue abis buat traktir Vivi-chan, nih!" pinta Vience.
"Iya nih, Thun! Kita pengen pinjem sama Fery dan Saphire kan malu karena udah ngejek mereka!" timpal Moiya.
"Makanya lu berdua kalau makannya masih ngos-ngosan, jangan sok traktir anak orang! Masih bergantung sama ortu aja udah sombong!" nasihat Thundy sambil memberikan sepasang benda kecil kepada kedua temannya. "Udahlah! Nih, buat lu berdua!"
"Ini apaan, Thun?" tanya Vience bingung.
"Bisa dijual kagak, nih?" Moiya yang juga bingung memperhatikan benda itu baik-baik.
"Itu... Upil gue!"
BOOM! DUAAAAR!
Dan ledakan pun mulai terdengar setelah pemuda berambut biru itu mengatakan kalimat barusan.
~Kesurupan?~
Malam hari di asrama Heroes Gakuen kali ini cukup absurd, karena...
"Gewurarawafuawareu!"
Tiba-tiba Alexia kesurupan!
"Waduh, kita mesti gimana nih? Jangan-jangan dia kesurupan sapi mabok!" seru Gino panik.
"Wah, kebetulan nih! Lex, kasih tau nomor togel yang keluar besok, dong!" ujar Eyfin nyari untung.
"Hush! Yang bener aja lu?!" bentak Willy sambil menabok lengan Eyfin.
"Bentar, gue telpon Arthur dulu!" ujar Emil sambil mengetik sebuah nomor di HP-nya.
For your info, Arthur Kirkland (alias England si personifikasi beralis tebal *Ups!*) adalah teman deket Alexia. Pemuda Cowboy itu sering mampir ke tempat magangnya (sebagai dukun merangkap pesulap) untuk sekedar minum teh.
"Halo, dengan Arthur di sini! Oh, Emil! Ada apa, ya? Tumben nelpon! Eh, Alexia kesurupan?" tanya Arthur kaget.
"Iya, nih! Kami kagak tau mesti ngapain! Lu bisa ke sini, kagak?" balas Emil yang panik karena Alexia semakin menjadi-jadi.
"Oke, gue bakalan ke sana! Mendingan lu jagain aja tuh anak, jangan sampe kabur!" ujar Arthur sambil menutup telepon dan berteriak, "Taksi!"
Beberapa menit kemudian...
BRAK!
"Nah, mana yang kesurupan?" tanya Arthur sambil mendobrak pintu.
"Lama banget, sih! Anaknya udah naik ke atas, tuh!" seru Gino sambil menunjuk Alexia yang ternyata udah nemplok di langit-langit asrama.
"Huwala hulaka wulaka vuwaka, keluarlah dari tubuh Alexia! Mau apa kau, wahai demit?" tanya Arthur sambil ngeluarin HP-nya.
"Wih, masih sempetnya aja selfie!" celetuk Willy.
"Semuanya, cepatnya siapkan kue lapis dan bolu gulung beserta cocktail sekarang juga!" perintah Arthur. "Atau Aexia akan dirasuki selamanya oleh siluman kuda liar!"
Alhasil, beberapa temannya pun menyiapkan yang diminta Arthur dan Alexia pun langsung memakannya dengan lahap.
"Sekarang sudah lebih baik... Sebaiknya kalian istirahat saja, biar aku yang mengurus Alexia!" usul Arthur.
"Makasih, Thur! Tolong jaga Alexia, ya!" pinta Emil.
Tapi tengah malamnya...
"Nyahahaha! Thanks banget, Thur! Gue jadi bisa makan gratisan, deh!" kata Alexia sambil bersalaman dengan Arthur.
"Makasih juga ya, Lex! Kebetulan gue sepi orderan, jadi harus nyari kegiatan biar kagak nganggur!" balas Arthur. "Kan malu sama dukun lainnya kalau sepi orderan!"
To Be Continue...
Kayaknya nih fic cuma sampai 30 Chapter mengingat ane suka buntu ide plus harus ngurusin fic fandom sebelah yang belum kelar! Well, memang begitulah! ^^V
Beberapa bagian terakhir itu berasal dari sebuah komik! Sumpah, ngakak abis dah bacanya! XD
Review! :D
