KP: Allooow, pemirsa. Lama tak bersua! (Tapi gak nyampe sbulan kan?)

Oiya, blakangan ini ada reviewer yang berkali-kali nanyain kapan tamatnya fic ini, sementara aku udah ngejawabnya sekitar 2 kali dibalasan review yg berbeda. Mungkin dianya males baca or cuek dgn jawabanku … entahlah.

Nah, bcoz of that … aku bilang aja di pembukaan ini (*megang microphone*): FIC INI MASIH LAMA SELESAINYA!. KALO DIPERKIRAKAN DARI RANCANGAN YANG TERDAFTAR DI KEPALAKU SELAKU AUTHOR, KIRA-KIRA NIH FIC BARU TAMAT SEKITAR 30 CHAP LEBIH! SO, BAGI U-U YANG GAK KUAT NGIKUTIN SEBANYAK ITU, DIPERSILAKAN TURUN ALIAS MENYINGKIR SEBELUM MUNTAAAAHHH! (*cough!*)

Naruto: Gaya loe kayaq kernet bus, deh …

KP: Btw, isi dari chap ini ada sekitar 11 halaman. (oya, di 2 chap ini perkelahian ItaKyuu dimulai kembali. *banyak yang minta adegan mereka, sih!*)

Oya, special thanks buat reviewers yang dah ngasi tau cara ngedit fic chap lama!(*walau belum dicoba*)

Warning: Ada adegan berantem di 2 chap ini, tapi nggak sampe banyak darahnya, koq …


Chap 24: Versus


Sepeninggal Naruto ke kamar mandi, Gaara mungut bantal guling yang berceceran di kamar tsb. Sekalian gue cuci nanti, deh. Dia membatin, sambil ngelepas sarung bantal n guling di tangan.

"Haahhh~." Kyuubi bangkit perlahan dari duduknya di lantai, cemberut. "Gue kira ada apa pagi-pagi dia teriak kayaq mau dibunuh gitu. Taunya mimpi basah doang." Doi garuk-garuk kepala. "Dasar, lagi enak-enak tidur juga … malah diganggu. Grrh~"

Kalimat Kyuubi barusan tiba-tiba ngingetin Gaara akan sesuatu.

He-hey … tadi malam … gue … nggak tidur di kamar Naruto, ya … ?. Gerakannya yang lagi ngelepas sarung guling terhenti. Matanya membesar. Keringat dingin keluar dari kening.

"Kenapa loe? Buruan bikinan sarapan sana." suruh Kyuubi, di ambang pintu. Dia yang mau balik ke kamar jadi tertahan karna ngeliat Gaara yang udah kayaq patung gitu.

Cowok berambut merah tadi berkedip, sadar. Doi ngelirik Kyuubi, kaku.

"Kyuubi … "

"Apa?"

"Tadi malam … " Gaara nelen ludah sejenak. "Gue tidur di kamar elo, ya … ?"

Sunyi sejenak.

Beberapa detik kemudian, Kyuubi nyengir.

"Gitu deh~" dia nyilangin lengan ke belakang kepala. "Kayaqnya kemarin loe kecapekan banget sampe-sampe pingsan mendadak n ketiduran. Gue nggak mau kerepotan ngebawa elo ke kamar Naruto, makanya gue tidurin aja elo di kamar gue … "

Apa?Tadi malam gue tidur bareng Kyuubi?

Jantung Gaara langsung berdetak kencang.

Oh, God! Please no! Tolong ilangin perasaan terlarang ini!

"Tadi malem … nggak ada kejadian apa-apa selain gue ketiduran, kan … ?" tanyanya, cemas. "Hmm … hapa, yah?" Kyuubi bergumam sejenak. " … oh, waktu tidur, elo meluk-meluk gue sambil senyum n ngigo plus bilang : 'hangat'. Haha! Emangnya gue anget banget, ya?"

"Bohong!" protes Gaara, mukanya memerah malu. "Gue … nggak mungkin me-me-me-meluk elo n bilang gitu! Gue bukan orang yang ngigoan!"

Kyuubi menyeringai. "Bohong or enggak, gue yang ngeliat itu semua. Elo yang tidur mah nggak berhak bilang kalo itu beneran or bukan." Sahutnya, santai. Trus keluar dari kamar tsb. Ninggalin Gaara yang entah sejak kapan jadi terduduk di lantai sambil meluk guling yang sarungnya setengah melorot.

KucingPerak

SMP Konoha …

"Pagi Naruto!" sapa Tenten, gitu ngeliat ketua gengnya masuk kelas. Naruto cuman ngebalesnya dengan senyuman lelah. Trus doi jalan duduk di bangkunya dengan loyo. Mukanya dibenamkan di kedua lengan yang terlipat.

Kisaliten saling pandang, heran.

Ada apa nih? Tumben dia nggak semangat kayaq biasa?

"Hey, man. Whassup?" Kiba nepuk pundaknya, akrab. Mukanya keliatan cemas, nggak beda ama Lee, Sai, n Tenten yang kini mengelilinginya juga. Naruto ngangkat mukanya perlahan, ngeliatin mereka satu-satu. Trus doi ngegeleng. Masih belum ngomong juga. Temen-temennya jadi makin cemas.

Sai nyubit dagu, mikir.

Tiga detik kemudian, doi 'nusuk' pinggang kanan Naruto pake jarinya.

"UWAAAAA!"

Si blonde tadi terlonjak kaget. "Apaan si loe, Sai?" dia marah-marah. Kedua mata hitam Sai terbelalak. Kiba, Lee, n Tenten juga.

"Wah?" (Sai)

"Naruto-man … ?" (Kiba)

"Suara loe … ?" (Tenten)

" … telah berubah?" (Lee)

Naruto buru-buru nutup mulutnya pake dua tangan. Oh, shit!

"NARUTO-MAN UDAH GEDEEEEE!" Seru Kiba, heboh.

"Banzai! Banzaaai!" tiga orang lainnya bersorak, senang. Naruto memerah malu. Doi berdesis nyuruh mereka diam. Tapi, telat. Orang-orang yang ada di kelas tsb keburu tau! Entah kenapa mereka semua ikutan bersorak.

"Naruto udah gede~! Naruto udah gede~!" semua pada tepuk tangan sesuai irama.

"Aaaah diaaaam! Loe semua anak TK, ya!" Biasanya Sasuke yang marah-marah kayaq gitu, n mereka langsung diam. Tapi karna yang marah adalah makhluk manis macam Naruto, mereka sama sekali nggak takut n masih aja terus bersorak n ngegodain.

"Prikitiw! Prikitiw!"

"Udah baligh nih, yeeeee?"

"Uhuy!"

"Suit! Suiit!"

"Cie-cieeee~!"

Naruto dongkol. Dia pun jalan ke arah pintu kelas dengan langkah berat, mo keluar. Mukanya yang merah dialihin ke bawah, nggak mau diliat.

'BUGH!'

Cowok itu langsung jatoh terduduk habis tabrakan ama seseorang di ambang pintu. Seseorang yang emang sering banget tabrakan ama dia. Siapa lagi kalo bukan Uchiha Sasuke gitu loh?

"Duuuuh~ … " Naruto bangkit perlahan sambil ngelus pantatnya yang sakit karna jatoh. "Loe nggak papa, Naru-chan?" tanya Sasuke, khawatir. Uchiha tsb mendekat, mo ngebantuin dia berdiri tegak. Ngedenger suara barusan, Naruto langsung kaget. Mukanya terangkat, cepat.

Mata biru n mata hitam saling beradu.

"Wuaaaaaaa!"

Habis tereak kayaq ngeliat hantu gitu, Naruto langsung ngedorong Sasuke n lari terbirit-birit keluar kelas. Bikin Kisaliten, Shinenshin, Hinata, para siswa lain, serta Sasuke sendiri pada blink-blink, heran.

KucingPerak

Istirahat pertama …

Naruto n Kisaliten duduk di bangku langganan mereka, menikmati hidangan masing-masing.

"Gue baru tau … kalo sperma n ovarium ketemu dengan cara macam 'itu' … " gumam Naruto, ngaduk-ngaduk jusnya pake sedotan. "Itu namanya 'sex', Naruto." Ralat Sai, yang langsung dapat hantaman komik di muka ama Tenten di sebelahnya. "Jangan nyebut kata itu pas lagi makan!"

"Memangnya … selama ini dikau memahaminya bagaimana tentang proses pembuahan tersebut, Naruto?" tanya Lee, make istilah yang lebih sopan dikit ketimbang tiga huruf vulgarnya Sai.

"Itu … " Si pirang tsb ngambil jeda sejenak. "Selama ini gue kira … hal itu dilakuin lewat ciuman … "

Kisaliten ber'hah?' ria.

"Gini … " Naruto jadi nunduk, nggak mau ngeliat muka heran sobat-sobatnya. " … dulu gue kira … si cowok ngasih spermanya ke si cewek tuh lewat mulut. Ya pake cara ciuman itu. Nah, trus dari situ … spermanya bakal masuk n nelusurin organ-organ tubuh si cewek sampe tiba di apa yang dinamain ovarium. Dari situ, barulah bisa terbentuk anak. Yah, walau sebenernya gue sempet bingung apa sperma itu bisa selamet ngelewatin asam lambung hingga nyampe ke sana or enggak … "

Kisaliten jadi nahan tawa ngedenger penjelasan lugu itu.

Suara-suara tawa ditahan mereka bikin Naruto ngangkat mukanya lagi, kesal karna ngerasa dianggep bego. "Yang dikasi tau lewat pelajaran Biologi kan cuman proses n nama bagian yang terlibat di dalamnya! Nggak ada dijelasin soal 'jalur'nya, kan? Itu juga biasanya yang difokusin cuman ke arah cara pembuahannya tumbuh-tumbuhan, manusianya cuman sedikit! Wajar dong, kalo gue salah!" serunya, dongkol. Kalo aja dulu ada soal biologi yang nanyain soal jalur proses pembuahan manusia, bisa dibilang tuh anak bakal dapet nol!.

"Iya-iya-iya … haha!" Tenten berusaha nenangin diri supaya nggak terbahak-bahak. "Tapi … di dunia ini nggak ada cewek yang bisa hamil cuman karna ciuman, Naruto."

"Mana gue tau soal itu? Gue kan bukan cewek … ?" gerutunya, trus ngegigit bakso di garpu dengan ganas.

.

Sementara itu di mejanya Sasuke cs …

"Hooo? Jadi dia baru aja baligh?" Sasuke manggut-manggut ngedenger penjelasan Neji. "Gitu, deh. Gue tadi sempet nanya ama anak lain yang udah ada di kelas sebelum kita datang. Katanya emang gitu … " sahut si Hyuuga-boy, angkat bahu. "Walau Nejinya nggak nanya pun, hal itu juga udah jelas dari perubahan suara Naruto, kan?" sambung Shikamaru, ngantuk like always.

"Yeah, suaranya emang rada lain, sih. Tapi bisa aja itu karna dianya lagi sakit or semacamnya, kan?"

"Iya, seh. Tapi perubahan suara karna sakit n baligh tuh beda, lho." Sahut Shikamaru, menguap. "Begitulah … " tambah Shino, setuju. Hinata yang ikutan duduk bareng mereka cuman nunduk nggak ngomong. Pikirannya sibuk ama Naruto sendiri. Naruto-kun udah 'dewasa' … ?

"Hmmm, gue kurang ahli soal ini … " Sasuke nyilangin lengan di dada, lalu nyander kursi. "Shikamaru, apa yang biasanya dilakuin oleh seorang bokap kalo tau hal ini?" tanyanya, penasaran. Kalo bokapnya sendiri dulu waktu dia baru 'gede' nggak ngelakuin apa-apa sih. Sasuke sendiri juga nggak pernah bilang. Itachi waktu itu juga masih stoic n nggak gila kayaq sekarang. So, kakaknya itu cuek aja. Mikoto cuman senyum waktu nyadarin perubahannya. Selain itu, nggak ada hal yang special. So, nggak ada kenangan khusus buat dia setelah mimpi basah pertamanya. Meski begitu, Sasuke pengen jadi 'seorang bokap yang baik' buat Naruto, n bingung ama apa yang musti doi lakuin sekarang buat tuh anak.

"Wah, gue kurang tau tuh. Gue dulu mah diem-diem aja sampe bokap gue nggak tau kalo guenya dah baligh selama setahun." Jawab cowok malez tsb, nyantai. "Bokap gue udah meninggal sebelum gue baligh. So gue juga nggak tau." Ucap Neji, sebelum ditanya.

"Kalo elo, Hinata?" tanya Shikamaru.

"Jangan nanyain nona Hinata!" Neji langsung ngelempar biji semangka ke dahi tuh cowok, melotot. Hinata sih cuman blushing, nggak ngejawab.

"Hmm, kalau aku … ayahku datang dan mengajakku bicara 'antar laki-laki' begitu tahu kalau aku sudah mengalami mimpi itu" ucapan ala aku-kau punya Shino barusan bikin empat orang lainnya pada beralih ke dia.

"Dia menjelaskan dengan pelan arti mimpiku itu sebenarnya. Dia bilang, itu salah satu tanda menuju kedewasaan dan aku tidak harus terlalu dalam memikirkannya." Jelas Shino lagi, ngebetulin letak kacamata. "Intinya, dia berusaha membuatku rileks serta berlaku seperti biasa supaya tidak mengalami stress atau semacamnya. Sudah sewajarnya seorang ayah berlaku begitu, kan?"

Sasuke manggut-manggut pelan, mikir.

"Bikin rileks, huh … ?"

KucingPerak

Universitas Konoha …

"APA LOE BILANG!"

Suara kemarahan Kyuubi bagaikan kilat menyambar di pagi hari. Bikin orang-orang pada bergidik ngeri.

Gaara ngelus-ngelus dada, habis kaget. Dia tadi baru aja bilang kalo untuk tugas case study kemaren dianya udah partneran ama Hino Matsuri. So, sebaiknya Kyuubi sekarang nyari partner lain aja. Dengan kemampuan serta 'kesetanan' yang dimiliki tuh cowok, pasti gampang aja buatnya ngedapetin partner.

Dasar dia ini~. Gue tinggal sehari aja udah ada yang nyambar!. Kyuubi menggeram dalam hati. "Tinggalin dia. Elo tuh partner gue." Suruhnya, ngalangin jalan Gaara yang mo masuk kelas. Doi berdiri di ambang pintu. Tiap kelas di Uni Konoha emang punya dua pintu. Di sisi kanan n di sisi kiri , Gaara nggak mau repot ke pintu lain buat masuk karna yakin kalo si Kyuubi pasti bakal tetep ngalangin dia biar lewat manapun.

"Kyuubi. Gue udah terlanjur setuju … " cowok berambut merah tadi nyoba ngejelasin. "Ya batalin! Gampang, kan?" bentak Uzumaki keras, walau gak sekeras tadi.

"Masalahnya nggak segampang itu … "

"Apanya yang nggak gampang! Yang emang gampang jangan dibikin sulit, dong!"

"Wow-wow … Uzumaki Kyuubi, demam loe udah ilang, yaaa?" Sebuah suara yang amat sangat dikenal ama mereka berdua, datang dari dalam kelas.

Uchiha Itachi.

Cowok itu ngelingkarin lengannya di leher Kyuubi dari belakang, meluk.

Dahi Kyuubi langsung berkedut.

'BUG!'

"Ugh!"

Doi nyodok perut Itachi pake sikunya, trus mencengkram kedua bahu n ngelempar tuh orang ke depan dengan tenaga punggung, bikin sang Uchiha terbang ngelewatin kepala Gaara beberapa senti di atas.

"Whoa!"

Sebelum kepalanya ngebentur tiang kampus, Itachi keburu muter n mendaratkan kedua kakinya di tiang tsb. Lalu ia pun ngajadiin itu tumpuan buat kembali melesat ke arah Kyuubi, kembali ngelewatin Gaara.

'BRUG!'

Itachi yang tiba-tiba dateng mencengkram kedua pundaknya, bikin Uzumaki tadi kaget n oleng, kehilangan keseimbangan. Dia pun jatoh di pintu masuk kelas. Dengan Itachi yang duduk di atas perutnya.

"Ahh … shit~ …"

Kyuubi memejamkan mata merahnya, keras. Kepalanya habis kebentur lantai, sih!. Nggak terlalu keras buat bikin gegar otak, tapi cukup buat bikin benjol. Walau cuman benjol kecil.

Itachi nyengir. "Anggep aja itu equivalent trade atas sodokan loe di perut gue tadi, my dear devil … " katanya, masih belum menyingkir.

'CRIK!'

Sebuah pistol perak teracung ke depan hidung Itachi, ngancem. Kyuubi menatapnya dengan muka sebenci-bencinya.

Itachi tersenyum. Dia lalu ngegenggam tangan yang megang pistol tsb, trus memutarnya dikit, ngarahin moncongnya balik ke arah si pemilik pistol.

Kyuubi terbelalak.

Bukan terbelalak karna takut ketembak, tapi terbelalak karna Itachi mencium punggung tangannya yang megang pistol! N sedetik setelahnya, cowok Uchiha tsb beralih mencium bibirnya!

Di dalam kelas.

Di depan para mahasiswa yang lalu lalang mau masuk.

Di depan Gaara!

"BRENGSEEEEEK!"

'DUAG!'

Kyuubi nendang punggung Itachi yang masih duduk di atasnya, marah. Uchiha itu pun kelempar maju. Meski begitu, doi selamat karna sempat ngeroll badannya sebelum terhempas ke lantai.

Gaara ngalihin mukanya ke samping, nunduk.

Perasaannya nggak enak.

Rasanya dia mau marah aja.

Apa ini yang namanya cemburu?. Dia mejemin matanya, ngegeleng. Nggak, gue nggak mau ngerasain ini karna Kyuubi. Nggak!

Cowok setan tadi buru-buru berdiri n ngegosok mulutnya yang habis dicium, kesal.

Itachi nyengir ngeliat itu. Doi berdiri perlahan.

"Kyuubi-honey, punggung tangan loe itu tadi habis gue cium juga lhooo. Kalo loe make itu ke mulut loe kayaq sekarang, di mata gue kayaq elo nyium gue balik … "

Kyuubi spontan nyingkirin tangannya tadi. Dahinya makin berkerut aja. Apalagi pas ngedenger panggilan baru barusan. "Jangan-pernah-panggil-gue-kayaq-gitu." Geramnya, marah.

"Oh? Nggak suka ya?" Itachi angkat alis. "Gimana kalo 'Kyuubi-cutey' aja, hm?"

"Cukup. Mati loe." Ucap cowok bermata merah tadi sambil maju dengan cepat n melayangkan kaki kirinya ke atas, mo nendang kepala Uchiha ke bawah dengan tendangan cangkul (Naeryo Chagi-nya taekwondo*gak yakin, lupa namanya*). Tapi Itachi buru-buru mundur selangkah, nyaris kena.

'BUG! BAG!'

Kyuubi langsung ngasih dia dua pukulan di dada n perut.

Kena!.

Para mahasiswi yang ada di kelas itu sampe ada yang menjerit. Mahasiswa lain yang ada di dekat mereka langsung menyingkir, takut terlibat.

"Ggh!" Itachi megang perutnya yang sakit, agak terbungkuk. Makin cepet aja dia. Lagi marah banget, ya?.

'DIESH!'

Kyuubi nyambung gerakannya tadi dengan tendangan kanan lurus ke atas, kena dagunya si Uchiha!

"Itachi!"

Deidara n Sasori yang juga ada di kelas itu panik ngeliat tubuh bosnya kelempar di udara. Tapi, rupanya Kyuubi masih belum selesai, pemirsa! Doi lalu ngacungin pistolnya ke Itachi yang masih melayang, cepat.

'DOR!'

Doi nembak peluru karet super sakit ke arahnya.

Tapi …

'Trek!'

Itachi nangkis peluru tsb pake jam tangannya. Dia pun mendarat jongkok di atas bangku kuliah barisan kedua. Sebuah senyuman perih terlihat di mukanya. "Elo ini emang ngeri, deh … " katanya, seraya nyeka sedikit darah yang keluar di sudut bibir, pake jempol.

"Ayo kita selesaiin ini sekarang, Uchiha brengsek." Kyuubi ngacungin pistol peraknya. "Gue nggak puas kalo nggak ngebunuh elo sekarang juga … "

Itachi masih senyum. "Elo marah karna kita ciuman di depan banyak orang, huh?" godanya.

Dahi Kyuubi berkedut.

'DOR!'

Dia kembali nembak, n Itachi kembali nangkis.

"'Kita'? Elo aja kali, gue enggak! Elo yang seenaknya nyium gue!" bentak Uzumaki tadi, marah banget.

"Koq elo jadi marah sampe segitunya, sih?" tanya Itachi, agak heran. Dia emang udah memperkirakan kalo tuh cowok bakal marah. Tapi dia nggak nyangka kalo aura pembunuh Kyuubi sampe keluar begini gara-gara hal tadi.

Mata hitam Uchiha itu lalu teralih pada seseorang berambut merah yang menatap mereka dengan mata cemas, meski hal itu gak terlalu jelas keliatan di muka nyaris-datar nya.

Itachi pun paham. "Ah? elo ngamuk karna kita ngelakuin ini di depan 'dia', ya?" Meski dia barusan nggak nyebut nama, tapi Kyuubi udah tau siapa dia yang tuh cowok maksud. "Tapi bukannya kita juga pernah kissing di depannya?". Yang Itachi maksud adalah pas waktu malam di kolam Hakuren-castle hari minggu lalu. Yah, walau mereka berdua gak tau dengan jelas apa Gaara ngeliat mereka ciuman or nggak, coz jarak antar mereka n Gaara plus Sakura waktu itu cukup jauh.

Sebuah tanda tanya besar muncul di kepala Gaara. 'Dia'? Siapa maksudnya?Dari kalimat Itachi tadi, seolah Kyuubi udah punya orang yang ditaksir aja … . Doi natap Itachi n Kyuubi gantian, penasaran. Apa orang itu ada di kelas ini? Siapa?. Dia lalu beralih ke sekeliling, ke mahasiswi-mahasiswi yang ada. Hey, kenapa gue jadi pengen tau gini, sih? Siapa pun yang Kyuubi suka, itu nggak ada hubungannya ama gue, kan?. Gaara beralih menatap lantai. Tiap orang berhak suka ama siapa pun … . Pegangannya di ransel tanpa sadar mengeras. Perasaan gue ke Kyuubi saat ini cuman sementara … . Meski mikir gitu, mau nggak mau dia jadi ngerasa makin cemburu.

Kyuubi naik pitam. Mukanya keliatan marah banget. Para mahasiswa lain sampe gemetar ketakutan karnanya. Tapi, Itachi tetap menganggap muka itu menarik hati n nggak takut. Buktinya dia masih bisa senyam-senyum kayaq sekarang.

"Tutup mulut loe!"

Dia maju n ngelakuin tendangan samping. Itachi melompat, menghindar trus mendarat di belakangnya. Kyuubi langung ngarahin kaki yang sama ke belakang, ngasih tendangan lurus. Itachi refleks nangkis itu dengan kedua lengannya, rada kaget dengan kecepatan tsb.

"Gyaaa! Tolong! Ada yang berantem!"

Para mahasiswi tereak-tereak ketakutan. Ada juga yang lari keluar dari kelas. Sedangkan para cowok kebanyakan pada diam di situ, nyaksiin. Meski takut, mereka penasaran siapa yang bakal menang di antara Kyuubi vs Itachi.

"Stop, Kyuubi! Hentikan!" Tiba-tiba aja Gaara datang n megangin lengan kanan Kyuubi erat, menariknya mundur. "Jangan berantem!"

"Aaaah! Minggir loe!"

Kyuubi ngerebut kembali lengannya trus nyikut leher Gaara, marah.

'BUGH!'

"Ahgh!"

Gaara sampe jatoh terduduk. "Uhuk! Uhukh!" Doi terbatuk-batuk, keras. Ada sedikit cipratan darah yang keluar pas dia batuk. Kedua bola mata Kyuubi membesar sekilas. Dia tadi sama sekali nggak bermaksud menyakitinya. "Sis-com ... ?" Dia mendekat.

"Wah, pasti sakit tuh~. Elo emang kejam ama piaraan sendiri, yaaa?"

Suara Itachi barusan bikin cowok tadi menghentikan langkahnya yang mo menghampiri Gaara. Doi kembali melotot ke dia.

"Gue muak ama loe."

"Oh? Tapi, gue mabuk ama loe."

"Gue benci ama loe, tau nggak!"

"Gue cinta ama loe, tau nggak?"

"Mati aja sana!"

"Kalo bareng elo, gue mau aja."

"Elo emang bener-bener sinting … "

"Elo emang bener-bener menarik~ … "

Kyuubi nggak mood lagi buat perang mulut. Semua kalimat negatifnya selalu dibales ama kalimat 'positif' oleh si Itachi.

Dengan ini, seluruh kelas udah pada tau kalo Itachi seorang gay, n ada kemungkinan kalo si Kyuubi juga gitu. Uchiha itu emang sengaja terang-terangan. Dia nggak kayaq Kyuubi yang nyembunyiin perasaannya karna takut ama penolakan. Dia sih udah siap ama yang namanya ditolak. Coz, buat dia yang begitu sama sekali bukan akhir, tapi awal dari proses perjuangan ngedapetin cintanya. (Cie~). Buat dia, kalo langsung diterima alias cinta ama orang yang udah cinta ama dia itu sama sekali nggak seru!. Makanya dia nggak pernah nyesel udah jatuh cintrong ama Uzumaki Kyuubi yang membencinya.

Itachi nunduk n melompat mundur, ngehindar dari tendangan beruntun Kyuubi.

'DOR!'

Tembakan barusan juga kembali doi tangkis pake jam tangannya.

"Jangan cuma ngehindar! Lawan gue, brengsek!" bentak Kyuubi, marah.

Sang Uchiha terdiam sejenak. Ekspresinya datar.

"Oke kalo itu yang loe mau." katanya, berubah nyengir.

Mereka berdua pun berantem di kelas. Bikin heboh aja.

Gaara yang udah ngerasa baikan, kembali berdiri. Doi masih pengen ngehentikan kakak sobatnya itu buat berenti. "K-"

"Akamizu-kun, pagi. Eh?"

Matsuri yang baru dateng manggil di ambang pintu kelas. Dia keliatan kaget ngeliat Kyuubi n Itachi berantem. Gaara pun segera menghampirinya. "Hino-san, sebaiknya loe jangan masuk dulu. Bahaya kalo sampe kena." Katanya, megang n ngedorong kedua pundak cewek itu supaya keluar. Matanya masih ngelirik Kyuubi.

"A-Akamizu-kun? Leher loe … merah?" Mata Matsuri terbelalak ngeliat bekas merah tsb di leher putih Gaara. "Kenapa?"

"Oh, ini … habis kena sodok." Jawab cowok tadi, nutupin memar itu. "Nggak papa koq. Yang begini biasanya bakal cepat sembuh." Suaranya kedengaran rada serak habis kena serangan dari Kyuubi tadi.

"Itu musti diobatin. Ayo sini." Cewek berambut coklat itu ngegamit pergelangan tangan Gaara, mengajaknya makin menjauhi kelas.

.

Sementara itu, kembali ke dalam kelas …

'DOR! DOR! DOR!'

Itachi lari memutar n naik di atas bangku kuliah, nunduk di balik meja, dll. Intinya, dia lagi ngehindar dari pelurunya Kyuubi.

Peluru-peluru itu bahkan sampe ada yang mengenai mahasiswa di kelas tsb. Bikin yang kena pada pingsan karna shock. Sedang beberapa mahasiswa lain yang 'masih selamat' pada kabur semua dari situ, takut kena juga. Deidara juga segera ngajakin pacarnya untuk keluar dari sana.

Gak lama kemudian, di kelas itu cuman ada Kyuubi n Itachi doang. Yeah, kalo orang-orang yang pingsan nggak dimasukkin hitungan …

Kyuubi melompat n berdiri di atas bangku pertama. Trus doi nembak Itachi yang lagi lari ke arah kanan.

'DOR! DOR! Crik-!'

"Apa … ?" Cowok itu ngeliatin pistolnya, tajam. Che! Pelurunya habis!

"Habis peluru nih, ye?" Tiba-tiba Itachi muncul di belakang bangku tempatnya berpijak, ngejongkok.

Kyuubi kaget.

Itachi langsung mencengkram kedua kaki tuh cowok n menariknya ke samping hingga bikin Kyuubi jatoh terhempas di atas meja panjang tsb.

'BRUK!'

"Kgh!"

Pandangan Kyuubi jadi gelap dalam sedetik. Sisi kanannya kerasa nyeri akibat jatuh barusan.

Itachi ikutan naik ke atas meja, jongkok dengan satu kaki. Doi megangin kedua kaki Kyuubi di kedua bahunya. Bikin cowok setan itu jadi tengkurap.

"Keahlian loe banyakan di kaki, kan?" Dia senyum. "Kalo udah gini … elo udah nggak bisa ngapa-ngapain lagi. Gue yang menang, lhooo … "

Kyuubi mengangkat kepalanya n ngelirik tuh cowok dengan marah lewat bahu. Emang bener sih, dalam posisi begini mau mukul pun jadi sulit.

Tapi beberapa detik setelahnya, Kyuubi tersenyum sinis. "Heh … " Lalu tanpa diduga-duga, doi makin merapatkan kedua kakinya tadi ke leher Uchiha n memutar tubuhnya ke samping, ke arah lantai. Bersamaan dengan kakinya yang mengait kepala Itachi. Dia mau menghantamkan kepala itu di sana.

'GEDUBRAK!'

Keduanya jatoh ke lantai.

Itachi yang tadi sempet ngelindungin kepala dengan kedua tangan jadi meringis. Coz tangannya sakit!. Yah, tapi untung juga sih. Soalnya kepalanya selamat!

Kyuubi berdecak kesal tau hal itu. Karena Uchiha tsb make kedua tangannya buat ngelindungin kepala, pegangannya di kaki Kyuubi pun lepas.

Sang Uzumaki sulung langsung bangkit berdiri.

Baru aja dia mau nginjak Itachi, tuh cowok keburu ngeroll n berlutut, nangkep kaki kanannya dengan tangan kiri. "Shit!"

'BUG!'

Itachi yang masih berlutut, ngasih tinju kanan ke perut Kyuubi. Lumayan keras.

"Ahg!"

Itachi memutar tubuhnya, membelakangi cowok bermata merah tsb. Tangannya masih nahan kaki kanan Kyuubi. Dia pun narik kaki itu, melewati bahu n kepalanya.

'BRAG!'

"Ugh!"

… bikin Kyuubi terhempas ke depan, tengkurap.

Itachi kembali narik kaki itu. Dia menghempasnya lagi ke belakang. Kali ini sambil berdiri.

'BRUG!'

"Argh!"

Kyuubi terhempas, terlentang. Punggungnya kerasa sakit banget!. Buat Itachi yang mampu ngangkat beban 200 kg, ngebanting dia begini termasuk ringan.

"Sampai di sini aja, ya? Gue nggak mau nyakitin elo lebih jauh." Muka Itachi keliatan cemas.

"Che! Enak aja!" Kyuubi langsung melompat, berdiri. Tapi tiba-tiba kepalanya kerasa pusing. "Wha-?"

'BRUK!'

Akhirnya dia kembali jatoh deh. Tengkurap di depan kaki Itachi.

Sang Uchiha geleng-geleng.

"Elo tuh baru aja sembuh dari sakit, Kyuubi. Sadar nggak sadar, badan loe itu masih terbebani. Udahlah, jangan maksain diri." Katanya. "Gue udah cukup nemenin loe main, kan? Sekarang sebaiknya loe istirahat aja."

"Grrhh~" Kyuubi geram. "Loe anggep gue lagi main-main, hah? Brengsek!" serunya, seraya membalik tubuh hingga ngeliat muka Itachi yang nunduk menatapnya. Ditatap dari atas gitu, jiwanya jadi makin ngamuk. Dia emang nggak suka kalo orang lain mandang rendah dia, baik dalam artian psikis maupun fisik. Kayaq sekarang ini, nih.

Dengan posisi masih terbaring, Kyuubi mencengkram kedua pergelangan kaki Itachi yang ada di dekat kepalanya, erat. Lalu secepat kilat, ujung kaki kanan cowok itu melayang keras menusuk perut sang Uchiha.

'BUG!'

"Ggh!"

Itachi sampe terbungkuk karnanya. Tapi, Kyuubi nggak tinggal diam aja. Doi kembali melayangkan kakinya, kali ini yang kiri!

'BAG!'

Kaki itu nendang dada Itachi yang sempat terbungkuk, ke atas. Bikin tuh Uchiha spontan kembali tegak. Walau cuman sementara, coz doi kembali tertunduk, limbung.

Kyuubi lalu mengangkat kedua kakinya, n …

'DIESH!'

… nendang dagu Itachi dengan keduanya secara bersamaan.

Uchiha sulung tsb kembali kelempar di udara n mendarat dengan keras beberapa meter dari lokasi semula.

'GEDUBRAK!'

Doi ngebentur tembok dengan punggungnya, lalu jatoh tengkurap ke lantai kelas yang bertehel putih.

KucingPerak

Sementara itu, di klinik kampus …

Gaara keluar dari ruang rawat dengan sekeliling leher yang dibalut. Jadi keliatan kayaq pake choker putih aja, deh.

Matsuri yang duduk di ruang tunggu depan ruang itu, segera aja menghampirinya. "Masih sakit, Akamizu-kun?"

Gaara menggeleng, tapi kemudian matanya memicing nyeri. Lehernya kerasa rada sakit pas dipake ngegeleng barusan. Tapi nggak sakit-sakit banget sampe bikin tereak sih.

"Gue baik-baik aja. Maaf kalo bikin elo khawatir."

Matsuri bengong. Mulutnya membuka dikit, matanya ngeliat muka tuh cowok tanpa berkedip.

Enam detik.

"Hino-san?" Gaara ngibas-ngibasin tangan di depan cewek yang dua senti lebih pendek darinya itu. Matsuri berkedip, nyadar. " … huh?"

"Loe kenapa? Tiba-tiba mematung gitu … "

Cewek tadi berkedip sekali lagi, sebelum akhirnya senyum. "Ah, enggak koq. Gue cuma kaget karna baru nyadar pas ngeliat elo sedekat ini. Ternyata elo cakep juga, ya?" katanya, nyengir. Dia bener-bener orang ceplas-ceplos yang bisa langsung bilang apa aja yang ada di kepalanya.

Gaara blushing sekilas. Dia langsung ngeliat lantai di samping. Kenapa gue selalu gini kalo dipuji cewek, sih?. Dulu pas dipuji Sakura, dianya juga gugupan. Gaara emang hampir nggak pernah kontak ama cewek selain Temari. Well, Tenten n Sakura juga sih. Cuman itu nggak sering. Mungkin karna hal ini juga, dia jadi rada kaku di saat-saat tertentu kalo bareng cewek. Tapi, blakangan ini dia malah lebih gugupan kalo ama Kyuubi ketimbang mereka. So kesimpulannya: Gaara seorang bi.

"Um … thanks?"

Matsuri ketawa ngedenger respon itu. "Wah, elo ini kayaq nggak pernah dipuji cewek aja, deh … "

"Gue cuman pernah dipuji soal itu ama cewek yang bukan kakak gue satu kali seumur hidup." Jawab Gaara, sambil jalan keluar klinik.

"Eh? Masa sih?" Matsuri menjajari langkahnya. "Elo pasti jarang kumpul n ngobrol ama cewek kan?" kedua tangannya dikaitkan ke belakang sambil jalan. "Eh, elo punya kakak cewek, ya? Kalo sodara cowok, punya nggak? Emang loe anak ke berapa?"

"Gue punya dua kakak. Yang pertama cewek, yang kedua cowok. Gue yang terakhir." Jawab Gaara, terus jalan. Dia masih nganggep Temari n Kankuro sebagai satu-satunya alias dua-duanya saudara kandung, ketimbang Sasori n anak-anak Pein yang lain.

"Heeeh? Jadi loe anak buntut, toh?" Matsuri tersenyum. "Pasti asyik ya punya sodara? Gue nggak tau, soalnya gue anak tunggal, sih."

Jeda.

"Oh iya. Gimana kalo habis kuliah ntar kita kumpul bentar buat ngebahas tugas study kasus klinis?" usul cewek tadi, masih ceria.

Gaara diam sejenak. Hari ini dia udah punya rencana buat ke apartemen Sasori. "Maaf, hari ini gue ada urusan."

"Oh … "

"Tapi, kalo besok gue bisa aja. Gimana?"

Muka Matsuri kembali cerah. Dia mengangguk. "Gue juga bisa."

Gaara ikutan mengangguk, satu kali. "Kuliah terakhir gue besok jam sebelas tiga puluh. Elo?"

"Gue jam sepuluh empat lima. Ntar gue tunggu elo sampe selesai, deh." Jawab Matsuri, senyum. "Kelas terakhir loe besok di ruang mana?"

"511." Jawab Gaara, singkat. "Gimana kalo sebelum besok kita masing-masing mikirin kasus yang bakal dibahas n perkiraan di mana kita bisa nyari subjek yang sesuai? Dengan begitu, besok pas ketemu … diskusi kita bakal lebih lancar n bisa langsung ngebahas langkah selanjutnya."

"Oke!"

Habis itu mereka pun mulai ngobrol sana sini. Meski yang paling banyak ngomong adalah si Matsuri ketimbang Gaara, sih. Mereka juga sempet tukeran nomer hape.

"Hino-san." Gaara menghentikan langkahnya, bikin Matsuri juga ikutan berenti. "Gue mau balik ke 418. Gue cemas ama Kyuubi."

"Oh, Uzumaki-san ya?" Cewek itu nunduk sejenak nyubit dagu, sebelum kembali menatapnya. "Gue rasa, elo nggak perlu cemas ama dia. Sekarang ini pun pasti nggak bakal ada yang mau ke sana karna takut ama Uzumaki-san. Walau sebenernya gue lebih ngekhawatirin Uchiha-san, sih … ." Dia bergumam sejenak. "Hmm, tapi … gue denger Uchiha-san itu rivalnya Uzumaki-san dari semester pertama. N kalo ngeliat kondisinya sampe sekarang … kayaqnya dia lawan yang seimbang."

" … "

"So, gue rasa elo nggak perlu ke sana. Mereka bakal baik-baik aja, koq. Kalo elo dateng, salah-salah ntar bisa kena serang, lho."

"Nggak. Gue tetep musti ke sana." Gaara sama sekali nggak bimbang. Dia ngerasa kalo dia emang HARUS ke sana. Perasaannya nggak enak kalo musti ninggalin Kyuubi n Itachi berduaan aja.

"Gue pergi dulu." Katanya, natap Matsuri. "Elo di sini aja, jangan ke sana untuk sementara." Sebelum Matsuri sempet ngejawab apa pun, cowok berambut merah itu udah lari dari sana, menuju kelas 418 di lantai 4 fakultas psikologi.


KucingPerak

KP : Sekedar info: adegan berantem yang kutulis di fic ini terinspirasi dari taekwondo yang pernah kupelajari dikit, juga kena pengaruh ama game-game fighting yang kumainin, plus film2 laga yang kutonton (so pasti gak cuman taekwondo). Juga berdasarkan karangan sendiri atas pemikiran 'kalau-gue-yang-berada-di-posisi-itu-yang-bakal-gue-serang-adalah'.

N Pada dasarnya berantem itu nggak baik, so jangan ditiru, yaaa? Tapi, kalo lagi kepepet, boleh koq.

Sasuke: Hey!

KP : Awalnya aku mau nyebutin tiap-tiap nama gerakan taekwon yang dilakuin beberapa karakter di sini, tapi berhubung aku lupa … jadi gak usah.

Naruto : Payah loe!

KP: Eh! Dalam perkelahian sesungguhnya tuh, nama jurus nggak penting! Emangnya kalo berantem kita-kita bakal tereak kayaq: 'Heaaaa! Doobal Dangsang Chagiiii!' gitu?, ya enggak lah! Kelamaan! Lagian, kalo lawan tau arti nama itu, bisa langsung diblok karna udah tau jurus macam apa yg bakal menyerangnya! Yang berantem sambil nereakin nama jurus tuh cuman orang-orang yang berantem di TV-TV doang!. Nama jurus cuman perlu dihapalin pas mau ujian kenaikan sabuk! Habis itu, lupain aja! (*dilempar tomat*)

Sasunaru: Huuuuu! Bilang aja loe lupa karna namanya terlalu sulit buat diingat! Charles (chari-alesan) aja!