...
Yellow, berjuanglah dalam pertandingan pertamamu. Aku menunggumu di gerbang kemenangan~
...
Bisikan indah dari orang yang kucintai sebelum tidur, itu sudah cukup untuk membuatku lebih kuat dari sebelumnya.
Terima kasih, Red-san.
...
Regulus White Dwarf di sini. Ini adalah episode ke-25. Pertarungan pertama akhirnya dimulai. Pertarungan yang juga menjadi yang pertama sepanjang sejarah eksplorasi Mars. Siapa yang akan memenangkan pertandingan ini?
Pairing utama: belum diketahui. Specialshipping, Franticshipping, Commonershipping, dan Laverreshipping tersirat pada episode sebelumnya.
Rate, T, untuk sekarang ini, dan lebih karena kalimat ilmiah.
Disclaimer: tokoh-tokoh dalam Pokemon Special bukan punyaku. Mereka adalah punya Hidenori Kusaka. Aku hanya seorangshipperdan astronom amatir yang mencoba untuk menyatukan keduanya. Aku tidak mengambil keuntungan apapun untuk fic ini. Semuanya murni hiburan dan pengetahuan.
Perhatian,Mars!AU, kadang OOC.
...
Sol 20, 20 Sagittarius 300, 19.30 AMT
Pangkalan sunyi. Terutama di laboratorium, perpustakaan, ruang makan, bahkan ruang pusat kendali. Seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan di pangkalan Red Sunflora. Di mana manusianya? Bukannya akan ada hal besar pada sol ini?
Jelas saja, hanya ada satu tempat yang ramai. Itulah ruangan berkumpul. Beberapa kru misi Bunga Matahari Merah ke-34 berkumpul di sana. Mereka semua melihat layar monitor yang terpampang di depan mereka. Mereka nampaknya serius menyaksikan layar itu.
Tapi, di mana Red, Black, White, Ruby, Pearl, Cheren, Bianca, Blue, dan Yellow? Tenang saja, mereka masih berada di pangkalan. Tempatnya, dari bawah tempat habitasi Pokemon, dengan kata lain, ruang pertarungan Pokemon. Namun, apa yang mereka lakukan di sana?
Ruby dan Pearl mempersiapkan dokumentasi. Black dan White bersiap dengan kamera yang gerakannya dikendalikan dengan pikiran mereka berdua. Cheren dan Bianca berada di atas balkon pengamat. Blue dan Yellow? Merekalah yang akan menjadi penampilnya. Penampil apa? Kemudian, suara dari Black muncul entah dari mana di layar monitor ruang berkumpul.
...
Disiarkan secara langsung dari Ruang Pertarungan Pangkalan Red Sunflora di Kawah Airy-0, inilah yang telah Anda tunggu-tunggu!
Kemudian, layar monitor itu menampilkan lapangan dari ruangan pertarungan. Kemudian, pandangan kamera itu tertuju pada dua orang yang berada di atas balkon pengamat, Cheren dan Bianca. Mereka nampak tersenyum dengan pakaian seragam khas pangkalan. Kemudian, Cheren dan Bianca menyapa kameranya, seakan-akan menyapa penontonnya.
"Selamat siang, pemirsa di manapun berada. Selamat datang di acara perdana dari pertarungan Pokemon paling luar biasa di tata surya ini," kata Bianca, gembira.
"Mengapa kami berani berkata seperti itu? Karena ini adalah pertarungan Pokemon pertama yang dilakukan di permukaan planet lain, tentunya di kubah yang aman di pangkalan Red Sunflora," kata Cheren, hanya tersenyum.
"Saya Bianca, dan ini rekan saya, Cheren. Kami akan memandu Anda di dalam acara pertarungan Pokemon ini," kata Bianca.
"Tunggu dulu, ada masalah di sini. Acara ini belum memiliki nama. Maksudku, di Bumi, ada yang namanya Battle Forntier, Indigo League, dan semacamnya. Namun kita bahkan tidak tahu apa nama untuk acara ini," kata Cheren, sedikit bingung.
"Tenang saja, Cheren. Karena itulah, akan ada orang yang menjelaskan semua tentang pertarungan Pokemon ini. Seseorang yang besar di bidang pertarungan Pokemon," kata Bianca.
"Eh? Orang besar di bidang pertarungan Pokemon? Sepertinya aku tahu siapa orangnya," kata Cheren.
"Tepat sekali, Cheren. Inilah kapten dari kru misi Bunga Matahari Merah ke-34 dan Sang Juara kita. Sang Petarung, Red!" seru Bianca. Kemudian, Red muncul dari pintu masuk ruangan pertarungan dengan senyuman dan larinya yang penuh semangat yang berapi-api. Efek tepuk tangan dan musik penyemangat membuat Red menambah raut semangat pada wajahnya. Pikachunya, Pika, juga ikut di pundaknya, gerak-geriknya juga menandakan dia tak sabar untuk melihat pertarungan itu.
"Selamat malam, Tata Bintang Matahari!" teriak Red penuh semangat. Efek tepuk tangannya muncul lagi dan menambah suasana semangat di dalam ruangan pertarungan.
"Selamat datang di acara pertarungan Pokemon pertama di Mars!" kemudian Pika tiba-tiba menyetrumnya. Cheren, Bianca, dan siapapun yang menyaksikannya langsung kaget. Red, di sisi lain, heran dan masih sadar.
"Ada apa?" tanya Red.
"Pika pi pika chuchu!" seru Pika dengan wajah sebalnya. Walaupun Red tidak mengerti bahasa Pikachu, tidak seperti teman perempuannya yang satu itu, tapi Red paham dengan maksud Pikachu menyetrumnya.
"Maaf, Pika, sepertinya aku melakukan kesalahan. Aku seharusnya langsung memberikan nama ke acara ini. Aku benar kan?" tanya Red. Pika mengangguk.
"Baiklah. Selamat datang ke MPB-300, Martian Pokemon Battle 300!" seru Red. Riuh efek tepuk tangannya memeriahkan suasana lagi. Ditambah dengan suara Pika yang berteriak penuh semangat, membuat Red siap untuk melanjutkan bagian berikutnya.
"Inilah pertarungan Pokemon yang pertama kali diselenggarakan di planet lain. Kemampuan Pokemon akan diuji lagi di sini. Bahkan, Pokemon terkuat di Bumi sekalipun harus beradaptasi dengan Mars yang membuatmu melayang dengan hanya sekali lompatan," kemudian, Red menjelaskan jalannya pertandingan.
"Ini adalah pertandingan Pokemon bertipe "lima melawan lima". Ada tiga buah tipe pertandingan di dalam MPB-300 ini. Pertama, babak kumpul poin. Di sini, para pelatih Pokemon akan bertarung dengan jadwal yang sudah ditentukan. Semua pelatih yang memiliki Pokemon lebih dari lima jenis akan merasakan rasanya bertarung dengan pelatih lain yang memiliki kekuatan dan kemampuan yang berbeda-beda. Akan ada 120 pertandingan yang menampilkan 16 pelatih Pokemon yang ahli di bidangnya. Bagi yang memenangkan babak ini, mendapatkan 3 poin, jika kalah tidak mendapatkan poin, dan jika seri, masing-masing pelatih mendapatkan satu poin. Pertandingannya dilaksanakan dua sol sekali, dimulai pada sol ini, dan selesai pada sol 258," kata Red. Kemudian, dia mengambil napas sebentar sambil memutar badannya ke posisi kamera yang lain dan melanjutkan penjelasannya.
"Kemudian, akan ada babak kualifikasi. Ini diselenggarakan tujuh sol setelah babak kumpul poin selesai. Poin yang dikumpulkan dari pertarungan tipe kumpul poin akan digunakan untuk menentukan siapa yang akan bertarung melawan siapa pada babak kualifikasi ini. Babak ini dimulai dari babak perdelapan besar pada sol 265 sampai sol 279, kemudian babak perempat besar pada sol 281 sampai sol 287. Lalu, semifinal pada sol 290 dan 292, dan yang terakhir, final pada sol 295!" seru Red, membuat suasana menjadi tambah panas dengan api semangat membara.
"Kemudian, yang menang babak kualifikasi sampai final akan memasuki babak baru, yaitu babak master. Bagaikan melawan Elite Four di Bumi. Namun kali ini, hanya ada dua. Jadi, namanya jadi Martian Elite Two, sepertinya," kata Red, membuat Pika hanya bisa menepuk kepalanya sendiri dan membuat yang menonton tingkah Red saat ini hanya bisa heran melihat Red yang satu ini. Kemudian, Red melanjutkan penjelasannya.
"Pertama, siapapun yang menang babak kualifikasi harus melawan Green pada sol 299. Kemudian, keesokan solnya, sesuai dengan nama acara ini, Martian Pokemon Battle-300, maka pertandingan pamungkas akan mempertemukan siapapun yang memenangkan pertandingan pada sol sebelumnya dengan saya sendiri. Ya, siapapun yang memenangkan pertandingan sol 299 akan datang melawanku untuk menunjukkan siapa pelatih Pokemon yang paling kuat di Mars!" seru Red. Kemudian suara heran muncul, bukan hanya dari efek suara, tapi dari kru misi. Kemudian, ada efek suara jangkrik.
Entah untuk apa ada efek suara jangkrik di Mars. Mungkin untuk bagian ini.
"Baiklah, daripada aku membuang waktuku berbicara di depan kalian, mari kita mulai pertandingannya!" seru Red. Kemudian, MAGIC melakukan keajaiban teknologisnya. Dinding ruangan pertarungannya menampilkan pemandangan tiga dimensi dari penonton yang menonton pertarungan Pokemon seperti di stadium. Bahkan untuk bagian ini, para kru tidak mengetahui hal ini akan muncul. Semuanya, kecuali Emerald tentunya.
Kemudian, Yellow dan Blue muncul dari pintu masuk ruangan pertarungan sambil menyambut para penonton tak nyata ini. Mereka juga terkejut dengan kemunculan penonton ini, bahkan Yellow yang pernah memasuki ruangan ini sebelumnya.
Setelah mereka berdua berada di posisi mereka masing-masing, Red berbicara lagi.
"Baiklah, sepertinya giliranku sudah selesai. Saya serahkan kepada Cheren selaku juri pertandingan ini. Sekian dari saya dan selamat bertarung!" seru Red, kemudian dia berlari keluar dari tengah lapangan ruang pertarungan. Cheren bersiap untuk mengamati pertandingannya. Dia mengangguk kepada Bianca untuk memulai perkenalan.
"Ya, itulah tadi perkenalan acara kita, MPB-300. Untuk pertarungan pertama ini, kita memiliki dua orang wanita cantik dan tangguh. Dua-duanya adalah pelatih Pokemon yang hebat dan mumpuni. Di sisi kananku, ada seorang wanita yang memakai seragam khas pangkalan—" seru Bianca sebelum dipotong oleh Cheren.
"Bianca, dua-duanya memakai pakaian seragam," kata Cheren. Bianca melihat bagian kirinya dan benar saja, perempuan yang satunya juga memakai seragam.
"Eh? Kukira dia memakai versi seragam yang berbeda," kata Bianca. Kemudian efek tertawaan muncul dari penonton tak nyata tersebut.
"Baiklah, maaf karena keteledoranku tadi. Ini dia, di sisi kananku, seorang perempuan yang menjadi Runner-up kedua pada Indigo League kesembilan, seorang pelatih cantik dan mampu menarik lelaki dengan gayanya. Inilah dia, Sang Pengembang, Blue!" seru Bianca. Blue menyapa para penonton maya di dinding sambil melambaikan tangannya dan terkadang memberikan ciuman jauh ke arah kamera.
Sementara itu, mereka yang menonton di ruang berkumpul hanya bisa heran melihat Blue memberi ciuman jauh ke kamera. Green? Jangan tanya. Dia hanya menutup matanya sambil berkata "gadis sialan" setelah dia melihat Blue melakukan itu. Walaupun pipinya sedikit memerah.
"Green, kau tidak apa-apa?" tanya Crystal. Green hanya mengangguk. Silver yang berada di samping Crystal langsung memasang wajah mengancamnya ke arah Green yang kalem saja, entah kenapa.
Kembali ke ruangan pertarungan, waktunya Bianca melanjutkan perkenalannya.
"Di sebelah kiriku, ada perempuan cantik jelita yang sebenarnya tidak terlalu menyukai pertarungan Pokemon. Namun jangan salah, dia memiliki gaya bertarung yang unik yang tidak akan menyakiti Pokemonnya sendiri dan Pokemon lawannya. Ditambah dengan kekuatan misterius di dalam tubuhnya yang tidak kita ketahui, jangan sampai lengah dengan perempuan ini. Inilah Sang Penyembuh, Amarillo del Bosque Verde, atau yang juga kita kenal sebagai Yellow!" seru Bianca. Yellow hanya memberikan lambaian kecilnya kepada penonton karena dirinya sendiri berusaha menahan malu.
Mereka yang menonton di ruang berkumpul melihat Yellow yang bersikap seperti Yellow pada umumnya. Ruby adalah yang paling peka dengan wajah manis Yellow.
"Ya ampun, dia cantik sekali. Padahal dia tidak memakai alat rias apapun, tapi dia memiliki aura cantik dari dalam," kata Ruby. Sapphire yang tepat berada di sampingnya dan mendengarkan pujian yang dilontarkan oleh Ruby langsung terbakar cemburu.
"Apa maksudmu, Ruby? Maksudmu, aku tidak cantik, begitu?" tanya Sapphire dengan mata berapi-api penuh kemarahan.
"Jika kau bisa menghilangkan sikap barbarmu, kau bisa lebih cantik daripada Yellow," kata Ruby dengan santai, memandang Sapphire dengan wajah manisnya, berusaha menenangkan Sapphire.
Tapi gagal. Sapphire semakin merona pipinya dan akhirnya memukul Ruby dengan pukulan bertubi-tubi. Emerald hanya bisa menepuk kepalanya sendiri sambil berbisik.
"Cepatlah kalian menikah. Kalian hanya main mata saja, bahkan di planet Mars. Aduh," bisik Emerald, heran dengan dua temannya itu. Wally yang berada di sampingnya hanya bisa terkekeh melihat Emerald yang sedang melihat tingkah dua temannya itu.
Kembali ke ruangan pertarungan, Bianca memberikan tanda kepada Cheren bahwa pertarungannya sudah siap dilaksanakan.
"Cheren, semua petarung sudah diperkenalkan. Sekarang giliranmu. Mulaikan pertandingannya!" kata Bianca.
"Baiklah, Bianca. Sepertinya para petarung juga bersiap untuk bertarung. Para petarung, persiapkan bola Pokemon kalian!" seru Cheren. Blue dan Yellow langsung mempersiapkan Pokemon pertama mereka yang sudah mereka persiapkan sejak masih berada di kamar mereka.
"Siap ... MULAI!" seru Cheren, memberikan aba-aba untuk memulai pertandingan. Blue dan Yellow langsung memerintahkan Pokemon pertama mereka untuk keluar dari bolanya.
"Nido, keluarlah!" Blue melemparkan bola Pokemonnya dan Nidoqueen keluar dari bolanya. Kemudian, Yellow juga menyusul untuk mengeluarkan Pokemon pertamanya.
"Ratty, giliranmu!" seru Yellow sambil melemparkan bola Pokemonnya. Sesaat kemudian, Ratty si Raticate muncul dari bolanya.
"Rupanya Blue memilih Nidoqueen sebagai Pokemon pertamanya kali ini, sementara itu, Yellow memilih Raticate. Kelihatannya, Blue bersiap untuk serangan pertamanya!" kata Bianca. Benar saja, Blue memerintahkan serangan pertamanya ke Raticate itu.
"Nido, pakai Poison Sting!" seru Blue, kemudian Nido menembakkan ujung sengat beracun ke arah Ratty dengan kecepatan yang melebihi perkiraan Blue dan langsung mengenai Ratty, membuatnya terkena ujung sengat dan langsung teracuni. Yellow dan Ratty tidak menyadari gerakan ujung sengat itu karena kecepatannya yang tinggi.
"Wah, Raticate langsung terkena racun pada serangan pertamanya! Mampukah Raticate bertahan dari serangan berikutnya?" tanya Bianca, melaporkan apa yang terjadi di lapangan.
"Ratty! Kau tidak apa-apa?" tanya Yellow. Ratty masih bisa mengangguk, memberikan tanda bahwa dia masih baik-baik saja. Ini saatnya Yellow membalas.
"Ini saatnya kita untuk membalas. Ratty, Hyper Fang!" seru Yellow, kemudian Ratty langsung berlari dan memberikan gigitan taring yang kuat ke Nido. Nido langsung merasakan sakit karena gigitan itu. Setelah Ratty kembali, terlihat bahwa Nido berusaha bertahan melawan sakit karena gigitan yang diberikan oleh Ratty tadi.
"Itu pasti sakit. Gigitan Hyper Fang memang menyakitkan," kata Bianca.
"Untungnya Ratty sedang teracuni. Akan kuberikan kejutan padamu. Nido, Venoshock!" seru Blue. Nido langsung mengeluarkan racunnya dan memberikan gelombang kejut berupa racun kepada Ratty. Ratty langsung terkena hantaman racun itu dan semakin teracuni.
"Ratty dihantam oleh racun lagi! Mampukah dia bertahan pada serangan berikutnya?" tanya Bianca.
"Ratty, bertahanlah! Hyper Beam!" seru Yellow, kemudian Ratty mengeluarkan pancaran sinar yang kuat ke Nido. Nido yang berusaha untuk menghindari sinar itu malah terkena dengan paparan sinar yang kuat itu. Ratty juga terdorong agak jauh ke belakang karena dorongan sinar yang kuat itu. Ratty memberikan senyuman puasnya, akan tetapi efek racunnya membuatnya semakin lemah.
"Kelihatannya, Ratty hanya memiliki satu kesempatan untuk menyerang! Itupun kalau dia selamat dari serangan berikutnya!" seru Bianca.
"Hebat juga kau, langsung menurunkan kekuatan Nido lebih dari setengahnya. Aku seharusnya tidak meremehkanmu. Tapi perjalanan Raticate milikmu harus berakhir di sini. Nido, Poison Tail!" seru Blue, kemudian Nido mengibaskan ekornya untuk membentuk kibasan ekor racun. Kecepatannya cukup tinggi dan langsung menghantam Ratty, langsung membuatnya pingsan di tempat.
"RATTY!" Yellow tidak bisa berbuat apa-apa. Cheren yang melihat Ratty yang pingsan langsung membuat pernyataannya.
"Raticate tidak dapat bertarung lagi. Yellow, persiapkan Pokemon kedua!" seru Cheren. Setelah itu, Yellow memasukkan Ratty yang masih pingsan kembali ke bolanya.
"Kau sudah berusaha keras, Ratty," kata Yellow, sedikit sedih, kemudian Ratty masuk ke bolanya. Yellow langsung mempersiapkan Pokemon keduanya.
"Omny, sekarang giliranmu!" seru Yellow, mengeluarkan Omny si Omastar dari bola Pokemonnya. Setelah itu, dia langsung membuat perintah serang pertamanya untuk Omny.
"Omny, selesaikan ini dengan Ancient Power!" seru Yellow, kemudian Omny melemparkan batu-batu zaman purba langsung ke arah Nido dengan kekuatan ajaib pada batunya dan langsung memingsankan Nido. Sementara itu, kekuatan Omny meningkat. Kekuatan serang, pertahanan, termasuk serangan dan pertahanan khusus, serta kecepatannya meningkat.
"Nidoqueen tidak dapat bertarung lagi. Blue, persiapkan Pokemon kedua!" seru Cheren setelah memastikan Nidoqueen tidak dapat bertarung lagi.
"Kerja bagus, Nido. Beristirahatlah," kata Blue sambil memasukkan Nido kembali ke dalam bola Pokemonnya. Kemudian, dia mempersiapkan Pokemon keduanya.
"Oke, Jiggly, keluarlah!" seru Blue, mengeluarkan Jiggly si Wigglytuff dari bola Pokemonnya.
"Akhirnya, pertarungan Pokemon kedua dimulai antara Omny dan Jiggly. Sebagai informasi, Blue memanggil Jiggly pada saat Wigglytuff masih berwujud Jigglypuff dan namanya tidak berubah sejak saat itu," kata Bianca. Kemudian, Blue mempersiapkan serangan pertamanya.
"Hmmm, bagaimana kalau kita memberikan sesuatu kepada Yellow dan Omny sebagai hasil perjuangan mereka mengalahkan Nido?" tanya Blue. Jiggly mengangguk setuju.
"Oke, Jiggly, berikan hadiah pada mereka. Present!" seru Blue. Kemudian Jiggly membawakan hadiah kepada Omny dengan berjalan langsung ke Omny. Omny dan Yellow penasaran dengan hadiah apa yang diberikan kepadanya dari Jiggly. Omny tidak sadar bahwa isinya adalah bahan meledak yang langsung meledak di wajahnya saat Omny membuka hadiahnya.
"Haaahahahahaha! Di wajahmu, Omny! Hahahaha!" kata Blue sambil tertawa sambil melihat Omny yang wajahnya hitam bekas ledakan. Yellow hanya bisa memasang wajah sebalnya karena baru saja dia dijahili oleh si ratu jahil yang satu ini. Dia memiliki cara bagus untuk membalas tingkah Blue.
"Omny, mari kita pakai kekuatan dari tempat asalmu. Brine!" seru Yellow. Kemudian, Omny menyemprotkan air asin tepat ke arah Jiggly. Karena kecepatannya meningkat di Mars, Jiggly sampai terdorong ke belakang, hampir menabrak Blue. Setelah semprotannya berakhir, Jiggly langsung merasa jijik karena baru saja diserang air asin.
"Sepertinya Jiggly belum pernah pergi ke laut," kata Bianca. Blue memiliki rencana lain.
"Waktunya untuk musik. Jiggly, Round!" seru Blue. Kemudian, Jiggly mengeluarkan teriakannya yang membuat ruangan pertandingan menjadi sangat berisik. Untung saja ruangan pertandingan adalah ruang kedap suara, sehingga suaranya tidak menyebar ke seluruh pangkalan dan membuat kaca pangkalan pecah. Namun itu cukup untuk membuat Omny kebingungan.
"Omny, kau tidak apa-apa?" tanya Yellow. Omny hanya bisa berputar-putar kebingungan karena suara tadi.
"Untung saja aku sudah mempersiapkan penutup telinga," kata Bianca. Cheren hanya bisa menepuk keningnya sendiri. Sementara itu, Yellow bersiap untuk memberikan perintah lagi.
"Omny, Hydro Pump!"
Tapi bohong. Omny masih kebingungan dan belum bisa memproses perintah dari Yellow.
"Sepertinya Omny masih kebingungan. Akan kuakhiri kebingungannya. Jiggly, Body Slam!" seru Blue, membuat Jiggly menghantam Omny dengan tubuhnya sendiri dan melemparkannya jauh ke dekat Yellow dalam keadaan langsung pingsan. Setelah itu, Cheren melihat keadaan Omny dan membuat keputusan.
"Omny tidak dapat bertarung lagi. Yellow, persiapkan Pokemon ketiga!" seru Cheren.
"Maaf, Omny," kata Yellow sambil memasukkan Omny kembali ke bola Pokemonnya. Wajahnya memperlihatkan raut sedihnya. Kemudian, dia mengambil bola Pokemon ketiganya.
"Dody, berjuanglah bersamaku!" kemudian Dody si Dodrio keluar dari bola Pokemonnya. Yellow langsung memberikan perintah serangnya.
"Dody, Tri Attack!" seru Yellow. Tiga kepala berarti serangan lipat tiga. Dody langsung memberikan serangan listrik, api, dan es ke Jiggly. Tersetrum, terbakar, dan membeku. Alangkah malang nasib si Jiggly. Tubuhnya menjadi sedikit kaku karena membeku.
"Jiggly, panaskan tubuhmu. Jangan kalah dengan Tri Attack. Serang Dody dengan Hyper Beam!" seru Blue. Namun, Jiggly masih belum mau bergerak. Dia masih kedinginan dan sedikit tersengat listrik. Tubuhnya menjadi kaku.
"Sepertinya sekarang giliranku. Dody, Giga Impact!" seru Yellow. Dody langsung berlari dengan sangat cepat dan terkendali meskipun di dalam pengaruh gravitasi Mars yang lemah. Dody langsung menubruk Jiggly dengan kuat dan membuat Jiggly terpental lagi ke dekat Blue.
"Wah, Giga Impact. Aku pernah mendengar bahwa ini adalah versi fisik dari Hyper Beam. Benar-benar berdampak besar! Beruntunglah bagi Yellow karena akurasi gerakan ini sebenarnya adalah 90%," kata Bianca.
"Jiggly, kau tidak apa-apa?" tanya Blue. Jiggly mengangguk meskipun agak terseok-seok.
"Baiklah. Jiggly, Double-Egde!" seru Blue. Kemudian, Jiggly berputar-putar dengan kencang sampai menubruk Dody dengan kuat. Dody langsung ambruk, demikian pula dengan Jiggly. Untungnya Dody masih tersadar.
"Dody, kau masih kuat kan? Tinggal satu hantaman lagi dan kau bisa mengalahkannya," kata Yellow. Dody mengangguk, bersiap untuk perintah berikutnya.
"Mari kita akhiri ini. Dody, Fly!" semua orang terkejut, termasuk Bianca.
"Tunggu dulu, Dodrio bisa terbang?" tanya Bianca.
"Tidak akan kubiarkan. Jiggly, Hyper Beam!" seru Blue. Jiggly langsung mengeluarkan pancaran sinar yang kuat ke arah Dody yang bersiap terbang. Namun, Dody mampu terbang dan menghindar dari pancaran itu tepat pada waktunya.
"Serang dia, Dody!" seru Yellow. Dody langsung menukik ke arah Jiggly dan langsung menyearng Jiggly di tempat. Jiggly menjadi pingsan, langsung di tempat.
"Wigglytuff tidak dapat bertarung lagi. Blue, persiapkan Pokemon ketiga!" seru Cheren. Blue mendekati Jiggly dan memasukkannya ke dalam bolanya kembali. Kemudian, Blue mempersiapkan Pokemon ketiganya.
"Granbull, keluarlah!" seru Blue, mengeluarkan Granbull dari bola Pokemonnya. Kemudian, dia langsung memberikan perintah kepada Granbull.
"Granbull, serang dia dengan serangan sederhana. Tackle!" semua orang terkejut lagi. Bianca termasuk orang yang terkejut itu.
"Tackle? Mengapa Tackle? Aku bahkan tidak menduga bahwa serangan ini akan—" dan dalam waktu yang sama, Tackle dari Granbull berhasil menjatuhkan Dody dan membuatnya pingsan. Kemudian yang terkejut itu menjadi tambah terkejut.
"Itu tadi Tackle macam apa? Luar biasa sekali!" seru Bianca. Cheren melihat keadaan Dody dan memutuskan bahwa dia tidak bisa bertarung lagi.
"Dodrio tidak dapat bertarung lagi. Yellow, persiapkan Pokemon keempat!" seru Cheren. Yellow mendekati Dody dan memasukkannya kembali ke bola Pokemonnya.
"Terima kasih, Dody. Kau sudah berusaha keras," kata Yellow. Kemudian, Yellow mengambil bola Pokemon keempatnya.
"Gravvy, bergulunglah!" seru Yellow, mengeluarkan Gravvy si Golem dari bola Pokemonnya. Yellow langsung memberikan perintah serangnya kepada Gravvy.
"Gravvy, Earthquake!" tiga kali mereka terkejut, tapi yang berada di dalam ruangan pertarungan yang lebih terkejut. Gravvy mengguncangkan ruangan pertarungan dengan guncangan besar. Granbull yang berusaha berdiri menjadi kesusahan karena guncangan gempa bumi yang satu ini. Bianca bahkan harus bersembunyi di bawah meja, sesuai dengan prosedur keamanan gempa bumi.
"Ini Earthquake? Seharusnya ada nama gerakan baru seperti ini dan namanya adalah Marsquake. Untung saja sudah ada alat peredam di sekitar ruangan pertarungan, sehingga pangkalan tidak ikut berguncang karena ini," kata Bianca, masih di bawah meja. Sekarang, giliran Blue yang membalas.
"Granbull, waktunya kita keluar jalur. Stone Edge!" seru Blue, kemudian Granbull membuat tanah di sekitar Gravvy membentuk pagar tinggi bagaikan pagar batu.
"Gravvy, kau tidak apa-apa di dalam sana?" tanya Yellow. Gravvy mengangguk dan langsung menghancurkan pagar batu yang tinggi di sekitarnya itu.
"Bersiap untuk mendapatkan kejutan keluar jalur dariku juga, Blue. Gravvy, Explosion!" seru Yellow. Badannya mula-mula mengumpulkan energi. Setelah energinya cukup, dia meledakkan dirinya sendiri dan melesatkan lapisan batu dari tubuhnya ke sekitar. Cheren dan Bianca harus berlindung dari batu yang melesat cepat itu. Untungnya dindingnya sangat kuat sehingga tidak dapat rusak oleh batu-batu besar itu. Namun efeknya luar biasa. Granbull terkapar di tempat dan Gravvy kelelahan. Setelah keadaannya aman, Cheren mengecek keadaan Granbull. Setelah itu ...
"Granbull tidak dapat bertarung lagi. Blue, persiapkan Pokemon keempat!" seru Cheren. Blue tidak percaya melihat Granbull yang terkapar di sana, terpapar ledakan kuat dari Gravvy.
"Kau butuh istirahat, Granbull," kata Blue sambil memasukkannya kembali ke bola Pokemonnya. Kemudian, Blue mengeluarkan bola Pokemon keempatnya.
"Clefy, keluarlah!" seru Blue, kemudian Clefy si Clefable keluar dari bolanya, siap untuk bertarung. Langsung saja, dia mengeluarkan perintah serangnya.
"Clefy, Brick Brake!" seru Blue, membuat Clefy melompat jauh dan menghajar lapisan batu yang kuat dari Gravvy seperti menghancurkan batu bata. Gravvy langsung terjatuh karena serangan bela diri yang satu ini dan langsung pingsan, terutama karena efek ledakan tadi.
"Golem tidak dapat bertarung lagi. Yellow, persiapkan Pokemon terakhir!" seru Cheren. Yellow langsung tersenyum. Inilah saatnya dia mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya. Namun sebelumnya, dia harus memasukkan kembali Gravvy ke dalam bola Pokemonnya.
"Terima kasih, Gravvy," kata Yellow, memasukkan Gravvy ke bola Pokemonnya. Kemudian, Yellow terdiam saja. Semua orang heran dengan tingkah Yellow yang satu ini.
"Apa yang Yellow lakukan? Dia terdiam saja di tempatnya setelah dia memasukkan kembali Gravvy. Apa yang akan terjadi?" tanya Bianca. Red, yang kali ini berada di ruang berkumpul, tersenyum juga seperti Yellow. Dia tahu apa yang akan dia lakukan.
"Yellow, gunakan kekuatanmu. Buktikan bahwa kekuatanmu tak terbatas di Bumi saja," kata Red sambil mengelus Pika di pundaknya. Pika memperhatikan layarnya juga, memiliki perkiraan kuat tentang Pokemon apa yang akan keluar kali ini.
Kembali ke ruangan pertarungan, benar saja perkiraan Pika. Yang akan Yellow keluarkan kali ini adalah Pokemon yang spesial baginya.
"Cinta adalah kekuatan yang datang langsung dari Pencipta Semesta. Aku akan menggunakan sedikit energinya untuk merampungkan pertandingan ini. Pokemon terakhir, Chuchu, KELUARLAH!" seru Yellow sambil mengeluarkan Chuchu, Pikachunya, dari bolanya. Namun bukan Chuchu yang biasa karena Chuchu yang ini sudah menjadi jauh lebih kuat. Kekuatan dari Hutan Viridian memperkuat Yellow dan Chuchu.
Blue yang melihat transformasi Yellow akhirnya senang.
"Inilah yang kutunggu-tunggu. Yellow yang bertarung dengan sungguh-sungguh. Mari kita selesaikan ini," kata Blue. Yellow mengangguk.
"Chuchu, Thundershock!" seru Yellow, memberikan kejutan listrik langsung ke Clefy, membuatnya terbius dan tidak dapat bergerak.
"Clefy? Kau bisa bergerak?" tanya Blue. Clefy masih tidak bisa bergerak karena pengaruh listriknya masih ada. Bisa dikatakan, Clefy tidak berdaya dengan serangan berikutnya yang kemungkinan besarnya masih serangan listrik.
"Oh, aku lagi ya? Baiklah, Chuchu, Thunderbolt!" seru Yellow, membuat muncul arus listrik kuat entah dari mana yang langsung menyerang Clefy yang masih belum bisa bergerak. Tubuhnya semakin tidak berdaya karena listrik yang masih menyetrum tubuhnya. Blue tidak dapat berbuat banyak karena Pokemon kelimanya juga sama rentannya. Dia harus rela Clefy disetrum habis-habisan.
Serangan ketiga berturut-turut oleh Yellow dimulai.
"Chuchu, Spark!" seru Yellow, dan Chuchu langsung memuati dirinya sendiri dengan listrik dan berlari untuk menyerang Clefy yang masih tidak dapat bergerak. Kali ini, listrik dari Chuchu justru memberikan hasil terbalik. Clefy akhirnya dapat bergerak, walaupun masih terbata-bata karena sengatan listrik yang masih terasa.
"Clefy, kau masih bisa bergerak?" tanya Blue. Clefy mengangguk. Ini saatnya Blue membalas dendam, atau itu yang dia pikirkan.
"Clefy, Giga Impact!" seru Blue. Namun sebelum Clefy berjalan jauh, listrik pada tubuhnya menyerangnya lagi, membuatnya tidak dapat bergerak lagi. Akhirnya, Yellow bersiap untuk serangan pamungkasnya.
"Chuchu, Thunder!" seru Yellow. Chuchu membuat petir yang langsung menyambar Clefy dan membuatnya pingsan di tempat. Sambarannya sangat kuat sampai-sampai kameranya harus dilindungi agar sinar petirnya tidak merusak lensa kameranya. Setelah sinarnya meredup, terlihat Chuchu masih berdiri tegak dengan Clefy yang sudah terkapar dan berasap karena petir yang menyambarnya tadi.
"Clefable tidak dapat bertarung lagi. Blue, persiapkan Pokemon terakhir!" seru Cheren. Blue langsung berjalan ke Clefy.
"Beristirahatlah, Clefy," kata Blue sambil memasukkannya ke dalam bola Pokemonnya. Kemudian, dia mengambil bola Pokemon terakhirnya.
"Ini dia yang terakhir. Blasty, keluarlah!" seru Blue sambil mengeluarkan Blasty si Blastoise dari bola Pokemonnya.
"Inilah akhirnya! Pertarungan antara Pikachu melawan Blastoise. Siapakah di antara keduanya yang akan memenangkan pertandingan ini?" tanya Bianca. Blue langsung meluncurkan serangan pertamanya.
"Blasty, basahi Pikachu itu dengan Scald!" seru Blue. Kemudian, Blasty menyemprotkan air panas dari meriam airnya ke Chuchu yang langsung kepanasan karena baru saja disiram air panas.
"Chuchu, kau masih kuat kan?" tanya Yellow.
"Chu!" jawab Chuchu meyakinkan.
"Baiklah. Chuchu, Discharge!" seru Yellow. Kemudian, Chuchu melepaskan muatan listrik ke segala arah dan mengenai Blastoise yang langsung tersetrum. Untungnya, tempurungnya bisa melindunginya dari setruman yang lebih parah.
"Blasty, Muddy Water! Kita buat Chuchu kotor!" seru Blue. Dari meriamnya lagi, keluar air bercampur lumpur yang mengarah ke Chuchu. Untungnya Yellow bertindak cepat kali ini.
"Chuchu, menghindar!" seru Yellow. Chuchu bergerak dan menjauhi titik target dari air berlumpur itu. Dia berhasil selamat dengan keadaan yang bersih.
"Sial! Tidak kena!" kata Blue, menyadari bahwa Chuchu berhasil menghindari lumpur itu. Kali ini, giliran Yellow yang menyerang.
"Chuchu, Spark!" seru Yellow. Chuchu yang masih berada di udara karena melompat dari lumpur tadi memuati dirinya sendiri dengan listrik lagi dan langsung menyerang Blasty dengan kecepatan tinggi. Blasty langsung terkena dan merasakan setruman kuat dari muatan listrik yang dibawa oleh Chuchu.
"Sepertinya Chuchu mendapatkan posisi yang bagus kali ini. Dia hanya butuh satu serangan pamungkas dan Yellow dapat memenangkan pertandingan ini. Namun Blue juga memiliki kesempatan yang sama. Nampaknya Blue yang akan memenangkan pertandingan ini karena Blue bersiap dengan serangannya!" seru Bianca.
"Yellow, ini pertandingan yang luar biasa," kata Blue.
"Kau benar, Blue. Aku setuju denganmu," kata Yellow.
"Sayangnya, kita harus mengakhiri pertandingan ini," kata Blue.
"Aku juga ingin menyelesaikan pertandingan ini. Ada orang yang menungguku di gerbang kemenangan," kata Yellow.
"Kemenangan? Kalau kau ingin mendapatkan gerbang kemenangan, hindari seranganku ini. Blasty Hydro Pump!" seru Blue. Blasty langsung menyemprotkan air dengan kekuatan tinggi ke arah Chuchu. Yellow langsung memerintahkan Chuchu untuk berpindah.
"Chuchu, menghindar, dan akhiri dengan Volt Tackle!" Chuchu langsung menghindar dari semprotan air yang kuat itu sambil memuati ekornya dengan listrik bertegangan tinggi, berusaha untuk memberikan serangan ke Blasty. Saat Chuchu menemukan celah sempurna, kibasan ekor listriknya langsung menyerang Blasty dengan telak, membuat Blasty tersetrum hebat dan akhirnya jatuh.
Chuchu kembali ke tempatnya dan menunggu Blasty untuk merasakan efek listrik tadi. Semua orang menunggu efek listrik. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Blasty pingsan karena tidak tahan dengan listrik yang menyetrumnya. Cheren langsung mengamati keadaan Blasty dan membuat keputusan.
"Blastoise tidak dapat bertarung lagi. Pemenang pertandingan sol ini adalah Yellow!"
Sebuah pengumuman sederhana itu membuat penonton tak nyata pada layar dinding ruangan pertarungan riuh dan bersorak karena akhirnya pertandingan ini memiliki pemenang pertamanya. Blue berjalan ke Blasty untuk memasukkannya ke dalam bolanya kembali.
"Kau sudah berjuang keras, Blasty. Kerja bagus," kata Blue sambil mengembalikan Blasty ke bola Pokemonnya. Kemudian, Yellow dan Blue berjalan ke tengah lapangan. Chuchu masih berada di pundaknya Yellow.
Sesampainya mereka ke tengah lapangan, mereka berdua saling berjabat tangan. Mereka tersenyum bagaikan sahabat yang tidak mengalami pertarungan apa-apa.
"Itu tadi pertandingan yang hebat, Yellow. Aku tidak menyangka kau bisa sekuat ini. Seharusnya aku tidak meremehkan siapapun," kata Blue.
"Aku juga tidak menyangka bisa menang, Blue. Kau tidak meremehkanku, Blue. Kau juga bertarung dengan sungguh-sungguh," kata Yellow.
"Selamat atas kemenanganmu, Yellow. Kita akan berjuang untuk pertandingan berikutnya," kata Blue. Yellow mengangguk dan tiba-tiba Yellow melemah.
"Aaaah, Blue, aku mengantuk ..." kata Yellow dan langsung jatuh tertidur di rangkulan Blue. Blue hanya bisa tersenyum melihat perempuan muda berambut pirang ini tertidur di rangkulannya. Blue membisikkan sebuah kalimat kepada Yellow yang mulai tertidur.
"Red pasti akan bangga, Yellow," bisik Blue. Yellow tersenyum sambil mengangguk dalam tidurnya.
"Ya, Red-san ..." igau Yellow.
Kembali ke Bianca bersama Cheren. Mereka siap untuk memberikan ulasan mereka terhadap pertandingan yang baru saja selesai tadi.
"Itu tadi pertandingan pertama dari Martian Pokemon Battle 300. Penuh aksi dan kejutan tak terduga. Bagaimana pendapatmu, Cheren?" tanya Bianca.
"Lebih banyak bagian mengejutkannya. Maksudku, gerakan level rendah bisa menjadi sangat kuat pada saat gravitasi Mars memainkan perannya di sini," kata Cheren.
"Lalu, ada beberapa gerakan berkekuatan tinggi yang terus dikeluarkan oleh Yellow tadi. Apakah in masuk akal?" tanya Bianca.
"Kalau menurutku, masuk akal. Blue adalah pelatih Pokemon yang sudah sangat kuat. Terlihat dengan tingginya level Pokemonnya. Sementara itu, level dari Pokemon milik Yellow tidak terlalu tinggi. Dia mungkin tidak akan keberatan saat melawan lawan yang sepadan, akan tetapi berbeda dengan Blue, dan mungkin Green dan Red. Yellow benar-benar bukan pada kelas yang tepat," kata Cheren.
"Bisa dikatakan bahwa dia seperti siswa termuda karena dia berasal dari kelas akselerasi?" tanya Bianca.
"Tepat sekali. Dia terpaksa harus mengikuti kekuatan dari Pokemon milik Blue," kata Cheren.
"Lalu, apakah ada hubungannya dengan kekuatan khas Yellow?" tanya Bianca.
"Ada. Karena Yellow perlu mengalahkan Blue sebelum dia mengalahkannya, dia memakai kekuatan khasnya. Namun dia tidak ingin terlalu kelelahan dan tidur seharian. Karena itulah dia hanya memakai kekuatannya pada Pokemon terakhirnya. Ini strategi yang menurutku bagus, tapi sayang keluar dari kebiasaannya," kata Cheren.
"Kebiasaan yang bagaimana?" tanya Bianca.
"Kebiasaan untuk mencegah rasa sakit pada serangannya. Sebagian besar serangan yang terlihat adalah serangan fisik yang memengaruhi kesehatan para Pokemon. Yellow memiliki gaya bertarung yang mencegah Pokemon untuk tersakiti, tapi di sini, Yellow terlihat meninggalkan gaya tersebut," kata Cheren.
"Semoga ini baik untuknya dan Pokemonnya. Dan inilah MPB-300 untuk sol ini. Pertandingan berikutnya akan dilaksanakan pada 22 Sagittarius 300 pada jam yang sama, 19.30 waktu Airy. Yang akan bertarung pada sol itu adalah Gold dan Silver. Pada akhirnya, saya Bianca dan rekan saya, Cheren, mengucapkan selamat malam dan sampai jumpa lagi," kata Bianca.
Akhirnya, lambang MPB-300 muncul dengan layar belakang masih berupa lapangan ruangan pertandingan. Kemudian, acaranya ditutup dengan banyak baris yang menunjukkan siapa yang bekerja di dalam pembuatan acara ini.
...
Bersambung.
Episode ini memerlukan banyak pencarian referensi dan pada saat ini, si penulis baru ada di desa. Karena itulah episodenya jadi terlambat datang. Paling tidak, sekarang episodenya sudah selesai dan siap berlanjut.
Kritik dan saran diapresiasi, terutama untuk pertarungan Pokemon.
RWD keluar.
