Persona 3: Petualangan Sang Kakak

Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, Gundam milik Sunrise, Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions, Ultraman milik Tsuburaya production, Final Fantasy milik Square Enix, Vocaloid milik Yamaha dan Krypton.

Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.

Summary: Kejadian Reizato setelah terjatuh jauh dari lantai 9 Senayan City(?).


Dark Hour, Tartarus.

Entrance, lantai 1.

Sebuah tubuh Manusia terbaring lemah di atas lantai bersimbah darah, namun itu bukan darahnya. Pakaian Navy Seal yang masih menempel membuatnya tidak kedinginan untuk malam yang mengerikan ini walau penuh dengan sobekan-sobekan kecil di setiap bagiannya. Tubuh Manusia itu tak lain adalah Reizato. Saat itu pula, Rin keluar dari teleport device milik Tartarus bersama Len yang sudah terikat dengan tali dan menyeretnya dengan sadis agar tidak kabur.

"Rin, sakit..." rengek Len yang nangis.

"Hm, biarin, itu karena kau merusak semua Jeruk daganganku. Nanti setelah pulang, kau harus menggantinya dengan menjual semua pisang-pisangmu!" ucap Rin dengan cuek.

"TIDAAAAAAKKK! HUWAAAAAA!" Lenpun menangis sekeras mungkin namun Rin masih cuek dengan hal itu. Sangking cueknya, Rin tak sengaja melangkahi tubuh Reizato dan membuat kepala Len menyangkut. "Aduh, kepalaku membentur sesuatu."

Rin yang menyadari tubuh Len tersangkut akhirnya menoleh ke arahnya dan terlihatlah di matanya sebuah tubuh pasukan Navy Seal yang terkulai lemas. "MAYAT!" teriak Rin yang mengira tubuh itu mayat.

Len yang kaget itupun tanpa sengaja berhasil melepas paksa ikatan tali Rin dan ikut berteriak "APA ADA MAYAT?!". Lalu melihat 'mayat' itu dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya(?).*Di Brave Blade Thanatos namun yang kena Author(?) #itusamasajakena*

"Tunggu! kayaknya dia bukan mayat" ucap Len yang memeriksa tubuh Reizato tersebut.

Rin berhenti berteriak, "Bukan ya?". Lalu mengambil sebatang kayu dan menusuk-nusuknya ke arah 'mayat' tersebut, "Apa dia masih hidup?". Membuat Len sweatdrop ketika melihatnya.

~Chapter 25: When I Am Down~

Velvet Room

Sebuah cahaya menarik ke sadaran Reizato ke sebuah tempat dimana Igor berada. Dia membuka mata dan melihat sekitarnya, melihat kakek berhidung mancung bengkok yang bernama Igor masih duduk seperti biasanya di atas sofa di balik meja berwarna biru. Namun Igor tidak sendirian. Terlihat seorang pria bertopeng kupu-kupu rusak yang ternyata pria itu bernama Philemon, makhluk yang di tangkap igor dari dunia Digital monster atau di singkat Digimon. *Author di Rasengan Naruto*

"Welcome... my young boy~... khukhukhu..." sapa Igor dengan nada khasnya.

"Kenapa aku berada di sini dan..." Reizato lalu memandang ke arah Philemon dengan pandangan heran karena tidak mengenalnya.

Igor yang mengetauhi pandangan Reizato tersebut hanya tersenyum. "Oh... ya, aku lupa memperkenalkanmu dengan asistenku yang satu ini. Perkenalkan, dia adalah Mr. Philemon." Jelas Igor.

Reizato memiringkan kepalanya, "Mr. Philemon?".

Philemon membungkukan badan, menunjukan rasa hormatnya. "Senang bertemu dengan anda, Reizato-sama" ucapnya.

"Senang juga bertemu denganmu, dan panggil saja namaku Reizato saja, Oke?" ucap Reizato.

"Baiklah, Reizato." Ucap Philemon.

"Khukhukhu..." Igor tertawa. "Kau memang tamu yang sangat menarik bocah, kau tahu kenapa kau kubawa kemari?" tanya Igor. Reizato menggeleng-gelengkan kepala, tanda dia tidak mengerti. Igor mengeluarkan sebuah kartu Arcana Fortuna, namun dengan gambar yang terbalik dan sedikit retak. "Itu karena social link Arcana Fortunamu telah terbalik dan retak. Itu berarti kau mempunyai masalah dengan orang yang memiliki Arcana Social Link Fortuna benar ,kan?" tanyanya.

Reizato menundukan kepala saat mendengar hal itu. "Ya benar..."

"Oh, secepat mungkin kau harus membujuk social Link Fortunamu agar meminta maaf padamu. Tapi jika tidak, social Link Fortunamu akan hancur dan kau tidak bisa memakai kekuatan Fortuna untuk selamanya khukhukhukhu..." ucap Igor yang membuat Reizato terkejut dan kembali memandangi pria tua di depannya.

"Benarkah?" tanya Reizato. Kemudian berhenti terkejut, karena dirinya tidak bisa memikirkan cara agar bisa berbaikan kembali dengan 3 saudari tersebut. "Tapi sayang, mungkin mereka tidak akan menerimaku kembali sebagai teman. Apalagi setelah kejadian itu..." pikiran Reizato masih terbayang akan kejadian yang belum lama terjadi padanya saat berhadapan dengan 3 saudari yang mencoba menghalanginya untuk menyelamatkan 2 orang penting di dalam hidpunya.

"Kalau boleh saya sarankan cobalah dulu," ucap Philemon. "Mungkin mereka akan memaafkanmu dan jika gagal, cobalah berulang-ulang." Jelasnya yang membuat Reizato bingung.

"Mencobanya berulang-ulang?" sebuah cahaya menarik Reizato kembali ke dunia nyata. Di saat itu pula, Reizato mengerti dari arti kalimat yang di ucapkan Philemon barusan.

.

Dark Hour, Tartarus.

Entrance, lantai 1.

Perlahan-lahan mata Reizato terbuka, dengan sisa nyawa yang masih belum terkumpul, dengan tubuh yang terasa nyeri di setiap bagiannya. Dia berusaha bergerak. Tanpa sadar, mengagetkan kedua saudara kembar tersebut.

"KYAAAAAA! MAYATNYA HIDUP!" teriak Rin dan Len bersamaan karena kaget sekaligus takut, kemudian Rin bersembunyi di balik punggung Len. "Len, lindungi aku ya, please..." rayu Rin dengan pupy eyes dan setelah itu memedamkan wajahnya ke punggung Len, membuat saudaranya kaget.

"Ogah, emang gue siapa loe?!" tanya Len.

"Saudara kembar gua..." jawab Rin dengan polos dan nada imut yang membuat Len terdiam.

Hening...

Reizato akhirnya berhasil berdiri sekaligus nyawanya telah terkumpul penuh. Dia kemudian melihat sekitar, "Ini di mana?" tanyanya. Lalu mencoba mengingat-ingat. "Oh ya, tadi aku jatuh terus sampai di sini" ucapnya dan kembali melihat sekitarnya. "kembali ke lantai 1 ternyata." Kemudian tanpa sengaja melihat Len yang berdiri sedikit gemetaran, "Kau siapa?" tanyanya.

"Len... mayat itu bisa bicara ya?" tanya Rin polos.

"Dia itu bukan mayat Rin!" jelas Len.

"Bukan ya?" tanya Rin.

"Bukan..." balas Len. ("Tadi loe ngamuk ke gua, sekarang gara-gara ada orang yang nakutin loe, loe jadi polos sama gua dan lupa sama kejadian tadi. gue heran banget sama loe Rin") pikir Len. Len kemudian mendekati Reizato, "Apa kau tidak apa-apa?" tanyanya.

"Tidak apa-apa, lalu kau-eh? kalian siapa?" tanya Reizato yang memeriksa kembali pengelihatannya yang ternyata ada 2 orang kembar di depannya.

"Oh ya, perkenalkan, namaku Len Kagamine dan dia adalah saudari kembarku namanya Rin Kagamine." Ucap Len sambil menunjuk dirinya dan Rin.

"Sa-salam kenal" ucap Rin yang masih berlindung di baling punggung saudaranya.

"Salam kenal dan perkenalkan, namaku Reizato Takeba dan panggil saja aku Reizato, ingat itu!" ucap Reizato dengan santai dan senyum.

"Oke Reizato-nii" ucap Len.

Tiba-tiba tubuh Reizato kepanasan "panas sekali," lalu memperhatikan dirinya yang masih memakai seragam Navy Seal. "Pantas saja panas, lebih baik buka baju" Reizato langsung merobek baju itu dan seketika setelah baju tersebut tersobek, ternyata terdapat baju pemberian Sayu yang masih di pakai oleh Reizato dari dalamnya sebagai dalaman.

Len yang melihat hal tersebut hanya bisa mangap sedangkan Rin yang melihatnya juga malah tersipu malu, mungkin karena di hadapannya ada jelmaan Setsuna F. Seiei yang ganteng beud. "Keren, anda detektif ya?" tanya Len.

"Sayangnya sih bukan," ucap Reizato membersihkan pakaian yang masih melekat di tubuhnya. "Jadi, kenapa kalian bisa kesini?" tanya Reizato.

"Itu gara-gara Auhtor Sp-Cs yang seenaknya masukin kami ke dalam cerita GAJE ini" jelas Len.

"Pantes..." gumam Reizato yang hanya bisa sweatdrop. "Lebih baik kalian pulang, soalnya aku harus nyusul teman adikku yang sepertinya dalam kesusahan" ujar Reizato yang berpaling dari Len dan Rin untuk bersiap menyusul Minato.

"Reizato-nii, kalau kami boleh tahu siapa nama teman adik kakak?" tanya Rin dari balik punggung Len.

Reizato berhenti dan menoleh ke arah si kembar blonde. "Namanya Minato Arisato" ucap Reizato.

"Minato Arisato? Lah, itu nama kakak sepupu kami kak, kok dia ada di sini?" tanya Len.

"Loh, kalian sepupunya?" tanya Reizato yang menghadap kembali 2 saudara kembar tersebut.

"Benar" ucap 2 sih kembar tersebut dengan senang. "Yeah! Akhirnya KETEMU MINATO-NII!" teriak Rin kegirangan. "IYA! SUDAH LAMA DIA TIDAK LUNASIN HUTANG TAKTIR AKU PISANG! AKHIRNYA MINATO-NII KETEMU JUGA!" sahut Len. Reizato yang melihat itu hanya bisa sweatdrop.

("Traktir pisang? Loe monyet jadi-jadian ya? Kok nyuruh Minato traktir Pisang?") pikir Reizato. *Author+Reizato di keroyok Fans Len Kagamine*

CIIIING!

Tiba-tiba, Reizato merasakan suatu aura kematian Skeleton berada dekat dengannya. Diapun melihat sekitar dengan cepat untuk mencari aura tersebut. Kemudian terdengar sebuah suara yang menyeramkan datang dari arah tangga, di ikuti dengan Close up-nya sebuah wajah Kamen Rider Skull.

"PALE RIDER... KILL RUSH...!"

Sebuah Persona Pale Rider berlari ke arah Rin dan Len yang masih dalam keadaan senang kegirangan. Reizato yang mengetahui hal itu segera memakai Evoglassnya untuk memanggil Joker.

"JOKER!"

WUSH!

Sebuah pusaran angin tepat berada di hadapan Pale Rider dan secepat mungkin menjadi wujud makhluk putih-hitam, bertopeng badut datar tersenyum, berbaju kesatria dengan pergelangan tangan dan kaki yang terantai dan gembok emas yang berada di atas dadanya.

CLINK!

Mata Joker langsung bersinar berwarna hijau kebiruan layaknya mata sebuah Gundam.

BRUAK!

Diapun langsung menendang Pale Rider yang ada di hadapannya dan berhasil membuat pale Rider tersebut jatuh kebelakang bersama kudanya hingga membuat debu-debu berterbangan, membuat keadaan Pale Rider tak nampak. Kejadian tersebut membuat 2 saudara kembar yang tadinya kegirangan kini sadar bahwa tempat tersebut menjadi sangat berbahaya bagi mereka.

Reizato berlari ke arah mereka. "Kalian tak apa?" tanyanya, Len dan Rin menggangguk tanda mereka baik-baik saja. "Secepatnya kalian keluar dari sini!" teriak Reizato dan kini berbalik menghadap Skeleton alias Kamen Rider Skull gadungan berada.

Len akhirnya berlari bersama Rin untuk menjauhi tempat tersebut, tiba-tiba dia berhenti sebentar dan berbalik menghadap Reizato. "Reizato-nii!" membuat Reizato menoleh ke arahnya, "Jika ketemu Minato-nii, titip salam dariku ya!" ucapnya. Reizato tersenyum dan memberi jempol ke arahnya.

"Len ayo!" teriak Rin yang menunggu Len di depan pintu Tartarus dalam keadaan khawatir. Len akhirnya menyusul Rin sambil melambaikan tangannya ke arah Reizato.

"Tolong ya!" lanjut Len.

"Oke, akanku sampaikan" teriak Reizato, lalu kembali menoleh ke arah Skeleton. Kepulan debu mulai menghilang, memperlihatkan Pale Rider yang mulai berdiri dan kembali menaiki kuda putihnya. "Skeleton, sebenarnya SIAPA KAU?" tanya Reizato namun tidak di hiraukan oleh Skeleton.

Skeleton tiba-tiba menembaki Reizato dengan pistolnya, namun Reizato berhasil menghindarinya dan mulai memakai kartu Arcana Starnya yaitu sepasang cakar yang mirip dimiliki oleh Kamen Rider OOO untuk mencakar musuh-musuhnya. Skeleton kemudian memerintahkan Pale Rider menyerang Joker. "PALE RIDER... AGIDYNE...!" Pale Rider memutar-mutarkan Scythe-nya dan keluarlah sebuah bola api besar yang mengenai Joker.

Namun dengan secepat kilat, Reizato mengeluarkan Persona Gear Arcana Moon dan melemparnya ke arah Joker. Tangan kiri Joker terselimuti cahaya berwarna ungu dan perlahan-lahan menjadi Perisai Gundam Kyrios berwarna ungu yang bisa berubah menjadi capit, juga telah merubah Arcana Fool milik Joker menjadi Moon. Joker akhirnya menahan bola api besar itu dengan perisainya, namun sayang.

BLARRRRR!

"AAARGHH!" bola api itu terlalu besar dan panas hingga berhasil membuat tangan kanan Joker hampir terbakar dan saat bersamaan pula tangan kanan Reizato juga terasa terbakar. Perlahan-lahan bola api itu musnah. Reizato kemudian melihat tangannya yang hampir terbakar. "Benar-benar panas dan kenapa dia menjadi semakin kuat sekali?" tanyanya. Dia kemudian kembali memandang musuh di hadapannya.

Skeleton tiba-tiba berlari ke arah Reizato untuk menyerangnya dalam jarak dekat. Bersama Pale Rider yang mencoba menyayat tubuh Joker namun Joker berhasil menahannya dengan perisai yang di pegangnya. "Toh, toh, toh," teriak Skeleton yang tengah menendang, meninju, memijat(?), mematahkan tulang dan membanting Reizato dengan kaki dan kedua tangannya. Untungya Reizato berhasil menghindar dan menahannya lalu membalas pukulan dan tendangan dengan ke dua cakarnya, tapi Skeleton juga berhasil menghindarinya.

Reizato kemudian mengacungkan tangan kanannya ke depan. "Arcana Fool, Pedang putih!" munculah sebuah kartu Arcana Fool bergambar pedang putih, Reizato kemudian meremas kartu tersebut dan menjadi sebuah pedang putih yang menggantikan senjata yang ada di kedua tangannya. Dia lalu mengacungkan pedang itu ke depan. Bersamaan itu juga, Skeleton mengeluarkan pisau hitamnya.

TRANG!

Benturan pedang dan pisau terdengar. Joker yang terus menahan sabetan Scythe milik Pale Rider akhirnya membelah perisainya menjadi capit dan mencapit tubuh Pale Rider. Setelah itu, Joker memutar tubuhnya dan melempar Pale Rider sejauh mungkin.

BRUAK!

Membuat tubuh Pale Rider menabrak dinding Tartarus dengan kerasnya hingga terluka. Namun terlihat Skeleton tidak merasakan luka sedikitpun. Seharusnya jika Persona milik seseorang terluka, maka penggunanya juga akan terluka. Tapi tidak bagi Skeleton yang tidak merasakan luka tersebut.

Skeleton malah menyerang Reizato dengan beringas, membuat Reizato kalah cepat dengannya. Dan sebuah tendangan telak telah mengenai –PIIIIP- yang berakhir dengan sangat menyakitkan bagi Reizato. "AARRG %$#y^% ^%$" teriak Reizato sambil guling-guling dan memegang –PIIIIIP- yang telah di hantam oleh kaki Skeleton.

Bersamaan itu juga, Pale Rider berhasil menabrak Joker dengan kudanya hingga membuat Joker terjatuh dan menabrak lantai.

BRUAK!

Terdengar dengan keras Joker sudah menabrak lantai, menambah rasa sakit bagi Reizato dan membuat perisai Gundam Kyrios lenyap karena Joker terlalu lemah untuk menggunakannya. Reizato secepat mungkin mengubah pedang yang di pegangnya menjadi kartu Arcana Fool dan melemparkannya ke arah Joker. "Persona Gear, Fool!" sebuah cahaya menyelimuti tangan kanan Joker dan perlahan-lahan menjadi GN Exia Sword. Lalu Joker berusaha berdiri bersama Reizato.

Pale Rider Tiba-tiba mendarat tepat di atas tubuh Joker dan mengacungkan Scythenya ke wajah Joker, bersamaan Skeleton yang menodongkan pistolnya ke wajah Reizato. Membuat Joker dan Reizato tidak berdaya. "Pale Rider... Ziodyne...!" ucap Skeleton, sebuah aliran listrik bertegangan besar terkumpul di Scythe milik Pale Rider dan di lancarkannya ke arah Joker.

"AAAAAARRRRGGGGHH!" Reizato teriak kesakitan karena kelemahan Joker adalah element petir, bersamaan badan Joker yang menegang karena terkena skill tersebut. Bagai episode Gundam 00 ke 15 saat Setsuna F. Seiei sedang dalam keadaan sakaratul maut ketika berhadapan dengan Ali Al-Sached. ("Apakah ini akhir dari hidupku?") batin Reizato. ("Mati di dunia yang kacau ini, sebelum menyelesaikan ke inginan Len untuk menyampaikan pesannya pada Minato?") dengan tetap berteriak ke sakitan, Reizato tetap membatin. Dia kemudian menoleh ke arah Joker, dengan di temani rasa sakit yang menjalar di setiap tubuhnya, dengan sengatan aliran listrik 10.000 Volt yang melilit tubuhnya dan Joker hingga menimbulkan sedikit kepulan asap putih. ("Jo.. ker... apakah ini diriku? Lemah sekali, ya, lemah. Seperti diriku yang sekarang ini...") pikirnya sambil terus berteriak ke sakitan, lalu perlahan-lahan menahan rasa sakit tersebut.

Cklak!

Terdengar sebuah pengaman pistol yang telah di lepaskan oleh Skeleton untuk bersiap menembak Reizato. Reizato mengulurkan tangannya ke arah Personanya yaitu Joker. ("Apakah benar, ini adalah akhirku? Personaku, Joker?") dan perlahan-lahan menutup mata dan menjatuhkan tangannya ke lantai. "Per... sona..." gumamnya.

Tiba-tiba sebuah wajah Close up di layar. "Tieria Erde, SIAP MENGHADANG!" membuat Skeleton menoleh ke arah langit. Tiba-tiba sebuah sinar berwarna ungu jatuh dari langit dan meledak di dekat Joker dan Pale Rider namun hanya melukai Pale Rider, cahaya yang meledak itu ternyata skill Megidola. Pale Rider yang terkena ledakan tersebut lenyap begitu saja di atas Joker. Sedangkan Skeleton yang berada di atas Reizato juga ikut menghilang menjadi serpihan debu.

Reizato yang setengah sadar tersebut sedikit membuka matanya dan terlihatlah di langit sebuah sosok makhluk berjubah orange, berwajah tampan dengan tangan kanan yang memegang boneka tali dan bertubuh belang putih-ungu. Makhluk itu tak lain adalah Nebiros.

Step

Step

Step

Terdengar suara seseorang berjalan mendekati Reizato dan berhenti di hadapannya. Reizato yang setengah sadar itu hanya bisa melihat sosok tersebut dengan mengenakan baju penghuni Velvet yang di pakai Margareth dan warna rambut ungunya saja, namun tidak bisa melihat wajahnya, bukan karena hitamnya kacamata Evoglass yang dia pakai, melainkan karena dia tidak sepenuhnya sadar.

Reizato kemudian menjulurkan tangan kanannya ke arah sosok tersebut dalam keadaan setengah sadar.

Sosok berambut ungu sepanjang leher tersebut memegangi tangan Reizato dan berjongkok di sebelah Reizato, sehingga Reizato dapat merasakan tangan halus dari sosok tersebut. "Tenanglah, jangan memaksakan dirimu. Tidurlah sejenak karena aku akan menyembuhkan lukamu..." ucapnya dengan nada laki-laki yang lembut.

"Per... so... na..." Perlahan-lahan mata Reizato tertutup dan dia akhirnya tak sadarkan diri, bersamaan dengan Joker yang menghilang bagai Ultraman sewaktu kehabisan tenaga.

Tidak beberapa lama kemudian...

.

Tartarus.

Monad Block, lantai 5.

Reizato sadar. "Dimana ini?" lalu melihat sekitarnya, "Kok aku di sini, bukannya aku berada di lantai 1" lanjutnya. Lalu mencari sosok yang telah menyelamatkannya namun tidak terlihat sosok tersebut. "Dia... tidak ada?" ucapnya. Tiba-tiba Reizato merasakan tangan kanannya menggenggam sesuatu. Dilihatnya tangan kanannya tersebut dan mendapati sebuah kunci berwarna Velvet telah berada di sana bersama dengan secarik ketas bertuliskan,


'Kunci Velvet yang lupa di berikan oleh Igor-sama kepadamu. Pakailah kunci itu jika kau menemukan pintu berwarna biru Velvet dan ingin bertemu dengan Igor-sama'


Dengan singkat dan jelas sekali. "Sebuah kunci Velvet? Pasti orang tersebut adalah suruhannya igor." gumamnya dan menyimpan kunci tersebut. Akhirnya Reizato berdiri dan berjalan ke arah pintu menuju lantai 6.

.

Lantai 6.

Sebuah benda berukuran besar yang tertutupi oleh kain putih berada di hadapan Reizato. "Apa ini?" Reizato mendekati benda tersebut tanpa curiga sedikitpun, lalu menarik kain itu dan terlihatlah di matanya sebuah motor type Honda CBR 1000RR 2009 dengan bentuk yang menyerupai Hardboilder milik Kamen Rider W namun berwarna hitam seutuhnya, juga terdapat sebuah koper di atasnya. "I-ini, motor milik Hidari-san, kenapa ada di sini?" tanya Reizato dengan kaget. Kemudian dia membuka koper putih yang berada di atas motor tersebut yang berisi sebuah kostum hitam. "Ini... kostum Kamen Rider Joker milik Hidari-san!" teriak Reizato kegirangan pada dirinya sendiri dan langsung memakai kostum tersebut.

Setelah itu, dia menaiki motor yang ada di hadapannya.

NGENG-NGENG!

CIIIIIT!

NGENG!

Melaju kencang motornya dan melewati setiap rintangan yang ada di depannya. "Persona, JOKER!" Joker muncul di depan Reizato. "PERSONA GEAR, FOOL!" kemudian melempar kartu senjatanya ke arah Joker. Tangan tangan kanan Joker kini memegang GN Exia Sword dan langsung mengacungkannya ke depan untuk menembus setiap penghalang yang menghalangi Reizato. "HYAAAAA!" teriak Reizato dengan semangat dan semakin melaju kencangkan motornya bersama Joker yang menembus setiap penghalang.

.

Lantai 10.

"AAAAARRGHH!" teriak Minato ke sakitan. Dia kemudian mencoba berdiri namun gagal, karena merasakan sebagian tulang-tulangnya patah.

"Minato!" Yukari berlari mendekati Minato. "Bertahanlah, aku akan segera menyembuhkanmu!" lalu menyentuh beberapa bagian tubuh Minato yang terasa sakit dan tulang yang patah, "Diarama!". Perlahan-lahan tulang-tulang yang patah juga luka lebam yang ada di dalam tubuh Minato sembuh.

Minato akhirnya bisa berdiri. "Terima kasih... Yukari," lalu mengambil pedangnya yang berada di atas lantai darah dan kembali mengacungkannya ke arah Yoshino. "Tadi, Skill apa yang barusan kau pakai?" tanya Minato pada Yoshino.

"Ternyata kau ingin tahu bocah." Ucap Yoshino dengan nada remeh dan mengambil kotak peti yang jatuh tadi. "Baiklah akanku jelaskan. Skill yangku pakai tadi adalah Clock up, skill milik Norn yang sama di gunakan oleh Kamen Rider Kabuto untuk memanipulasi waktu" jelasnya.

"Lalu skiil yang satunya?" tanya Minato lagi.

"Final Persona Skill, Norn Kick adalah skill asal-asalan yang kubuat sendiri bersama Norn gara-gara kebanyakan nonton film Kamen Rider" jelas Yoshino yang membuat semua yang mendengarnya sweatdrop. "Jika kau menyerah lebih baik sekarang juga, bocah. Kau tidak akan bisa melawan Skill Clock up dan skill Norn Kick milikku dengan skillmu saat ini" tawar Yoshino.

"Aku mulai heran dengan gayamu. Kau memakai Kostum Kamen Rider Kiva, mempunyai senjata Cerberus Revolver milik Vincent Valentine, mempunyai Skill Clock up milik Kamen Rider Kabuto dan bergaya seperti Lockon Stratos sang Gundam meister Calestial being. Sebenarnya kau ini jadi siapa sih?" tanya Yukari.

"Mau tahu?" tanya balik Yoshino, lalu menodongkan Revolvernya. "CARI SENDIRI!" dan mulai menembaki Minato. Minato sekali lagi menarik Yukari untuk menghindari tembakan Revolver tersebut bersama dirinya. "Clock Up!" Namun sebuah suara terdengar di telinganya dan tiba-tiba saja Yoshino sudah berada di hadapan Minato sambil tetap memegang kotak peti milik Sayu. Dia kemudian menodongkan Revolvernya ke arah Minato di depan jalan masuk lantai 10. "Menyerahlah kalian, bocah-bocah manis end unyu" tawar Yoshino sekali lagi.

"Tidak akan!" ucap Minato sambil mengacungkan pedangnya di hadapannya dan melindungi Yukari yang berada di belakangnya. Kini posisinya terdesak.

"HENTIKAN!" Sayupun berteriak. "HENTIKAN, KUMOHON!" dengan meneteskan air mata.

"Aku akan menghentikannya jika mereka menyerah dan kembali pulang ke rumah mereka" ucap Yoshino yang dengan tetap fokus kepada lawannya.

"Tidak akan!" ucap Minato bersama Yukari bersamaan.

"Yang benar?" tanya Yoshino.

"Ya" jawab Yukari dan Minato sambil saling berpegangan tangan masing-masing.

"Ciyus? Miapa? Enelan?" tanya Yoshino dengan nada unyu dan sekali lagi berhasil membuat 2 pasangan di depannya muntah. "Oke, jika itu mau kalian" ucap Yoshino yang membuat Minato dan Yukari saling menutup mata dan mendekatkan diri sambil terus saling berpegangan tangan dengan erat. Tidak ingin terpisah lagi.

Tiba-tiba terdengar suara gema seseorang yang di kenal oleh 3 orang tersebut. Kemudian sebuah wajah Close up di layar dengan background simbol Calestial Being berwarna biru. "Setsuna F. Seiei, mulai melenyapkan target!"

NGENG!

"Apa?" Yoshino yang mendengar kalimat tersebut, akhirnya menoleh ke arah asal suara tersebut dan mendapati sebuah sepeda motor hitam bejenis Honda CBR 1000RR 2009 melayang kearah dirinya, seperti berusaha menabrak dirinya.

BRAK!

"AAARGH!" Yoshinopun terpental dan teriak ke sakitan sehabis di tabrak pengendara motor hitam sampai tak sengaja menjatuhkan kotak peti tersbut.

CIIIITT!

Pengendara motor Honda hitam itupun mengerem dan berbelok kekanan untuk berhenti dengan kerennya. Minato dan Yukari membuka mata mereka dan mendapati seorang manusia berkostum Kamen Rider Joker yang telah menyelamatkan mereka dari kematian. Manusia berkostum tersebut turun dari motor dan dari jauh menghadap Yoshino yang berusaha berdiri.

"Siapa kau?" tanya Yoshino sambil mengambil kotak peti itu kembali.

Manusia berkostum Kamen Rider Joker itupun mengangkat tangan kanannya sejajar dengan kepalanya lalu mengatakan, "Ore ga... Joka" sambil memutar tangan kanannya ke kiri dan menurunkannya kembali. Meniru gaya Shotaro Hidari sewaktu berubah menjadi Kamen Rider Joker.

.

Velvet Room

Seorang pemuda berwajah manis, berambut ungu seleher, berkaca mata, dan memiliki iris mata berwarna coklat ke merahan dengan mengenakan baju Velvet seperti Margareth namun menggunakan celana, masuk ke Velvet Room.

"Welcome home... my Son, khukhukhukhu..." sapa Igor pada pemuda itu. "Jadi, bagaimana kabarmu setelah beberapa abad tidak pernah keluar dari Velvet Room, Tieria?" tanyanya.

Pemuda manis itu hanya menunjukan tampang dinginnya. "Biasa saja" lalu berjalan mengarah ke pintu di sebelah kanan Igor untuk masuk.

"Khukhukhukhu... Innovator... makhluk ciptaanku yang sama seperti para Philemon, istimewa. Tapi satu yang mereka tidak miliki saat pertama lahir... adalah hati... khukhukhukhu... mereka selalu memakai otak mereka daripada hati. Jenius dan menarik, namun dingin. Juga bisa hidup di luar sana tanpa bantuan orang lain." Jelas Igor pada dirinya sendiri.

.

Tieria yang masuk ke ruangan itu di sapa oleh ribuan kupu-kupu dengan sayap yang berwarna biru semua, ribuan kupu-kupu tersebut tak lain adalah para Philemon. "Aku pulang, semua." Sapanya dengan tampang yang dingin dan berjalan menuju sebuah pohon besar di tengah taman yang ada di sana, dia lalu masuk ke dalamnya dan tiba-tiba matanya berubah menjadi pelangi.

Beberapa layar Desktop muncul di setiap sudut dalam pohon tersebut, mengelilingi tubuh Tieria bagai pohon itu adalah sumber informasi dunia luar untuknya berlajar. Atau lebih jelasnya bagai super komputer buatan alam. Lalu munculah di hadapan Tieria secara langsung sebuah layar yang menunjukan keberadaan Reizato, Minato, Yukari dan Sayu berada sedang menghadapi Yoshino.

~To Be Continue~


Yak ceritanya makin aneh semenjak Len ngaku jadi adik sepupunya Minato dan di tambah ada Tieria Erde yang nyasar ke Fict ini. *Di injek kaki Gundam Seravee*

Terima kasih buat,

KagaHinaSato(Chapter 24): Dukunganmu akan selalu di dengar Minato

IarIz (Chapter 24) : ya, memang Minato nggak bilang begitu, tapi nanti di jelaskan di chapter selanjutnya.

ajibana aiko: terimakasih telah mereview setiap chapter yang anda baca. Membuat saya semangat untuk membuat cerita ini.

Blazin'99 (Chapter 23): sebenarnya sih Minato belum bisa nyetir, jadi asal nabrak. *di tabrak pake motor Pispa(?)*

AkaOuji (Chapter 01): memang dasyat tuh, sesama Yukari di larang berantem. *Di keroyok masa*

Mandaraherdiany (Chapter 23): kayaknya Minato pantes ya jadi tukang ojek. *di Agidyne*

AbracaForte (Chapter 23): oh pastinya Kyuhyun akan menjadi anggota SEES setelah dirinya di pecat dari anggota SUJU. *di lempar bakiak sama Fans Kyuhyun*

Dan sekali lagi jika ada kesalahan mohon untuk...

~Review~