.
.
.
.
.
Last chapter Season 1
.
BI-POV
Sebulan lebih sejak aku melamar IM dari Appa Monsta di hadapan para member, kami pun hidup bersama. Kecuali hari rabu dan minggu aku harus kembali ke IKON untuk mengontrol memberku.
Ah maksut ku, aku tinggal bersama IM di dorm Monsta X .Tentu tidak sekamar (Aku dengan Hyungwoon dan Wonhoo, IM dengan Jooheon dan Shownu) karena member monsta ini tak akan sebaik itu membiarkan aku memonopoli IM. Seperti sekarang misalnya,
Nampak Jooheon dengan kurang ajarnya menempel pada IM seperti kutu.
"Haahahahahahaaa...," Mereka tertawa sambil melihat Spongebob tanpa memperdulikanku
"Eheeem, !" Sengaja aku mengeraskan suaraku
"Aiiiiissshhhhh, apa siiih ?!" Jooheon mengusap telinganya yang kuteriaki
"Kau tidak punya tempat lain untuk duduk ?!" Tanya ku tajam
"Changkyuniii, kau lihat sendirikan. Pacarmu ini jahat padaku." Jooheon mengadu pada IM yang ada di sebelahnya.
Bocah tengil ini duduk diantara aku dan IM kalau kalian ingin tahu. Dasar upil.
"Hanbin-ah." dan IM menegurku
"Haaah, ne ne ne." Aku menghela nafas
"Joo, kau sudah bersihkan kamar kita?" Nah..., itu dia, malaikat penolongku. Walau badanya besar dengan muka menjengkelkan, tapi leader Monsta X ini selalu datang di saat yang tepat.
"Beluuuum Appa." Jawab Jooheon malas
"Yaaak ! Tunggu apa lagi ! Cepat bersihkan ! Dasar Jorok." Shownu berteriak dari arah dapur dengan membawa secangkir kopi.
"Aiiisshhh, Appa !" Jooheon meninggalkan kami dengan kesal
"Dimana yang lain ?" Tanya Shownu pada ku dan IM yang masih duduk di depan TV
"Hyungwoon hyung masih tidur, Wonho hyung pergi dengan temanya , dan Kihyun hyung sepertinya kencan dengan Umma." Jawab IM polos
"Ow...," Respon Shownu seperti tak tertarik
Setelah menghabiskan kopinya, Shownu beranjak ketaman.
Kesempatan ini pun tak ku sia-siakan. Dengan senyum lebar, aku menggeser dudukku mendekat, mengikis jarak antara aku dengan IM.
Memejamkan mata, kuhirup harum tubuh IM saat hidungkku mendekat pada telinganya. Kukecup telinganya lembut. Hendak menjilatnya namun,
"Hanbin-ah." Terdegar seuara IM memanggil namaku
"Ne Honey ?"Aku menjawab lirih
"Tanganku ...(Ngek)" Baiklah, semua tak seperti yang kuharapkan. Suasana romantis ini hancur seketika kala aku tahu bahwa sedari tadi tangan IM terduduki oleh pantatku
"Oh maaf...hehehe" Tawaku garing melihat sorot mata malas IM yang melirikku
Sempat hening, aku sempat tenggelam dengan fikiranku dan kembali melirik IM. Dia tampak manis tersenyum menyaksikan tayangan yang seharusnya dinikmati oleh anak Taman kanak kanak.
"Em, Honey."Aku melanjutkan aksiku bergaya sok romantis merangkulnya dari samping
"Ne ? " Dan IM membalas manis dengan menyandarkan kepalanya di pundakkku
"Ayo ke dorm Ikon." Aku berujar to the point
"..." Tak ada jawaban, namun aku bisa merasakan ketakutan dari IM lewat cengkeraman tanganya di pahaku.
Ku genggamtanganya, merubah posisi kami menjadi saling berhadapan.
"Jangan katakan belum siap, ini sudah hampir dua bulan dan kau bahkan tak ingin berkunjung ke dorm yang sudah ku anggap sebagai rumah ku sendiri?!" Pertanyaan sekaligus penjelaskan aku tekankan pada IM
"Tapi hanbin-ah...a...a...aku..." Dia menggantung kalimatnya
"Aku ?" Aku bertanya halus membelai surai hitamnya
"A...a...aku.., aku takut..." cicit IM lirih
"Tak ada yang perlu kau takutkan, Kau akan selalu aman bila bersamaku." Aku memberi sebuah janji
"Tapi ..." Dia memandangku ragu
"Jika Jinan hyung yang kau takutkan, itu bukan sebuah alasan. Karna aku sudah memberinya pelajaran. Jadi besok, kita akan bersiap kesana..." Tandas ku final
.
.
.
.
.
Normal-POV
"Huuuuwwaaaaaa Umma...Appa...appoooooo..." Nampak Jooheon meronta ronta dalam pitingan Hanbin yang badanya lebih kurus dari body gembul Jooheon
"Jangan berisik Joo." Nampak Shownu masih fokus membaca majalah tanpa menghiraukan keributan itu
"Huwwweeeee Ummaaaa..." Jooheon masih meronta menjejak-jejak udara di atas karpet ruang tengah dalam pitingan BI
"Dasar payah, apa gunanya badan gembrot mu itu ?dasar gembul !" Cibir Hyungwoon melahap cemilan Joohen sambil menonton TV diatas sofa
"Haaahhaaahhaaahaaa, rasakan ini..., rasakan ini...," Itu bukan BI, tapi Wonhoo yang dengan teganya malah menendang pantat setengah menungging Jooheon
"Yaaakkk, Hyuuuuuuunnng pantatku...Ummaaaaa..." Jooheon masih berontak dalam apitan tangan kekar BI sambil meneriaki Wonhoo agar berhenti mendang pantatnya
"Apa gunanya badan besar kalau kau tak bisa melawan !" Hyungwoon masih mencibir sambil melirik malas Jooheon
"Badanya ini kan penuh lemak." Wonhoo masih setia menendang pantat bantet itu
Dan jangan lupakan BI yang kini malah menguyek kepala Jooheon seperti mengucek cucian.
"Uuuuummmmaaaaaaa, huweeeeee..." Jooheon makin keras merengek mengharap datangnya sang umma walau nyatanya tak mungkin datang.
Kenapa ku bilang begitu ?
Karena,
"Hyuk-ah..., aku seperti mendengar suara Jooheon ?" Tanya kihyun menoleh pada Minhyuk yang menempelinya selama proses memasak
"Biarkan saja, Joo memang berisik..." Minhyuk memasangkan kembali Aerophon ke telinga Kihyun yang tadi sempat hampir terlepas. Tentu dengan mempererat pelukannya dari belakang tubuh Kihyun .
Baiklah bisa disimpulkan mereka sedang bermesraan di area dapur.
.
.
.
IM-POV
"Astaga, Hanbin-ah berhenti." Aku menarik BI yang hampir menindih Jooheon hyung dengan Wonhoo hyung memegangi kedua kaki Jooheon Hyung.
"Huwweeee, Kyuniiii..., dia mencekikku dan menjitakki kepalaku." Jooheon hyung mencebik menunjuk nunjuk BI
"Hanbin-ah." Aku menegur
"Dia menghabiskan susuku..." BI balik menunjuk Jooheon
"Itu susuku !" Jooheon hyung tak terima
"Susuku !" BI berteriak
"Susuku !" Jooheontak mau kalah
"Susuku !"
"Susuku !"
"Susuku !"
"Susuku !"
"Sssstttt, Itu bukan susu mu Joo." Wonhoo hyung ikut menimpal
"Itu susu ku !" Jooheon hyung bersikeras
"Bukan Joo .Punyamu tadi sudah di habiskan Appa ups-" Wonhoo hyung nampak keceplosan
"Appa..." Jooheon hyung menunjuk Shownu hyung yang kini berniat pergi ke balkon
"Aku tak sengaja." Shownu hyung berkata tanpa dosa meninggalkan perkara yang masih terabaikan
"Jadi, ini salah siapa ?" Hyungwoon hyung bertanya dengan malas ke arah Jooheon hyung.
Srrraaakkk...
Ngeeek...
"Huwwaaaaaa, appo...appo..." Baiklah dengan tidak sopannya Jooheon hyung memiting leher Wonhoo hyung dan menguyel kepalanya brutal
"Hanbin..., Hanbin...Hanbin tolong aku...," Wonhoo hyung melambai lambaikan tangannya pada BI disebelahku
"Ayo berangkat..." Dan aku menarik lengan BI sebelum dia melakukan aksinya menolong Wonhoo hyung.
.
.
.
Normal-POV
Nampak di luar pintu , dua pasang tangan saling bergandeng erat
"Tunggu, Hah...aku ambil nafas dulu" Lelaki berwajah kalem (IM) mengatur detak jantungnya
"Sudah ?" BI bertanya dan IM mengangguk mantap
Ding...Dong...
Ding...Dong...
Cklek...
Pintu terbuka menampakkan namja dengan piama ungu dan segelas susu srowberi di tanganya.
"Hanbin hyung ? ini hari apa ? " Tanya namja itu yang ternyata dalah Donghyuk dengan wajah polos.
"Jum'at." BI menjawab singkat
"Oh...," Respon Donghyuk babo
Brrraaaak...
BI menoleh ke belakang saling pandang cengo dengan IM setelah Donghyuk menutup kembali pintu dorm Ikon
"YAK ! Dasar sialan, Kenapa ditutup lagi ! Buka pintunya.!" Bi berteriak kencang, tak ia pedulikan bila mungkin ada penghuni lain yang terganggu oleh aksinya
Bruuuak...
Bruuuuuaakkkkk...
Bruuuuaaaakkkkkkkkk...
Dengan brutal BI menendang-nendang pintu dorm Ikon . sekarang bukan hanya kaki, tapi BI mendorong pintu itu dnegan bahu bahkan punggungnya.
"Yak buka pintunya bocah sialan,at-...Huwooooo" Makian hanbin terpotong
Bruuugh...,
Bukan suara pukulan, tapi itu suara tubuh hanbin yang terjatuh mencium lantai karena pintu yang ia dorong terbuka mendadak.
"Hanbin-ah !"IM nampak terkejut melihat BI terjungkal dengan tidak elitnya
"Sialan !"BI mendesisi mencoba berdiri lewat bantuan IM dengan mengusap bokongnya
"Buwahahahahhaaaaa,Lucu sekali ya, Hahhhahahahaaa...," Nanmpak dua namja dengan rambut cepak dan gondrong menertawai BI yang baru saja terjengkak.
"Yak berhenti tertawa sialan !" BI menggeram
"Hahahaaa..., kalau tahu pasword nya, mengapa harus mengetuk pintu, dasar bodoh." Maki namja berambut agak panjang yang ternya member winner Nam Taehyun.
"Cinta terkadang menjadikan orang bodoh bertambah bodoh, seperti itulah ..." Mino orang yang memencetkan pasword disamping pintu tanpa sepengetahuan BI hingga membuatnya terjungkal kini tertawa terpingkal-pingkal
"Aiiiiisssshhh!" BI mengepalkan tanganya dengan mata terpejam mengumpulkan tenaga untuk meninju dua curut tak tahu diri itu, namun...
"Huwwaaaaaaaaa...!" Taehyun dengan cepat menarik Mino untuk berlari dari amukan sang kingka
"YAK ! Jangan kabur kalian !" BI hendak mengejar Mino dan Taehyun ke dorm Winner
"Hanbin-ah, bukankah kita punya urusan yang lebih penting." IM mengingatkan BI
"Ah, ne. Ayo masuk Honey." BI merangkul IM masuk dorm setelah menunutup kembali pintu itu tentunya
.
.
.
Setelah memasauki dorm Ikon tanpa suara, nampak suasana yang dulu dirasa IM saat pertama kali memasuki tempat ini kini terulang lagi.
Dengan senyum mengembang, IM melihat sekitar...,
Chanu mengepel lantai dengan jongkok memunggunginya...,
June mengelap kaca jendela balkon dengan berjinjit...,
Bobby yang mengelap meja dengan aeropon di telinganya...,
Dan Donghyuk yang...
"Huwwwaaaaa...ampuuuuuuun !" dan Donghyuk yang berteriak teriak dalam siksaan BI
"Yak berhenti membuat keributan babo ! " Suara teguran Yunhyeong terdegar dari arah dapur
"Ada apa ini kenapa ribut sek-" perkataan Jinhwan yang baru keluar dari ruang cuci terpotong
Bukan, bukan terpotong karena melihat posisi mengenaskan Donghyuk dalam pitingan BI, namun...
"Ha...han...hanbin-ah." suara tergagap IM menyadarkan keterkejutan Jinhwan yang masih menatap IM melongo
"Oh...Ha...ha...haiii." Jinhwan mencoba menyapa IM dari kejauhan
Sadar akan keheningan yang tengah tercipta, BI melepas Donghyuk dan menghampiri sang kekasih yang nampak gemetar tak merespon sapaan Jinhwan
"Kyuuuniiii..."
"Changkyuniiii..."
"My Changkyuuun..."
Dan pekikan lain terdenagr oleh telinga tajam BI membuat matanya melotot seperti ingin menguliti para membernya
"LANJUTKAN TUGAS KALIAN MASING MASING...!" Teriakan hanbin mengahiri suara suara gaib yang tak jelas terlontar tentu untuk memuji IM
.
.
.
Usai melalui makan pagi yang ribut dan menyenangkan, kini tiba saatnya bagi IM dan Jihwan menyelesaikan permasalahan diantara mereka berdua. Masih dalam pengawasan BI tentunya.
Namun tak begitu dekat, karna BI hanya mengawasi mereka dari balik pintu kaca balkon.
"Maaf kan aku untuk kesalahan tempo hari." Jinhwan nampak menyesal dalam permintaan maafnya
"Ne hyuuung." IM masih menunduk takut
"Changkyuni." Jinhwan berujar lirih
Namuna masih terdegar oleh IM dan membuatnya mendonga menatap Jinhwan
"Apa kau takut dengan ku?" Pandanga cemas terpancar dari mata Jinhwan
"N...n...ne." Jawab IM ragu menatap was was Jinhwan
"Mianhae." Hanya satu kata yang dapat Jinhwan ucapkan
"Aku,aku sudah memaaaf kan mu hyuuuung." IM mencoba mengikis kesedihan Jinhwan
"Tapi kau masih takut padaku." Jinhwan balik menunduk
"I...i...itu, tentu aku akan mencoba memulihkan semuanya hyung, agar aku tak takut padamu sehingga kita bisa dekat kembali." IM mencoba membuat kesepakatan
"Sungguh ?!" Jinhwan nampak girang dan memegang kedua tangan IM
"Ne hyung." IM menjawan mantap dan mengeratkan genggaman tangan mereka
"Eheeem ! Hyuuuung lukamu masih belum kering." Bobby melirik BI yang kini di tahan oleh June, Donghyuk dan Chanu untuk tidak memukul wajah lebab Jinhwan yang masih setia menggengam tangan IM
"Yak Jinan hyung lepaskan tangan mu! kau mau di pukul lagi ?!" Chanu berteriak gemas melihat wajah babo hyung nya
Teriakan chanu lantas membuat Jinhwan menyingkirkan tanganya manjau dari IM. Cukup sudah dia di hajar BI setelah percobaan pemerkosaan sebulan yang lalu.
"Wah wah wah, ada member baru kenapa kami tak diajak menyambut ?" Suara kalem Jinwoo membuat perhatian member ikon teralih
Terutama BI
"Aiiiisshhh, kalian !" Bukan menyapa tamunya atau menanggapi sindiran Jinwoo, BI malah berlari mengejar Taehyun
"Huwaaaaa ...!" Dan taehyun mencak mencak dari ruang tengah sampai ruang tamu tanpa ada yang menghiraukan
Kenapa hanya Taehyun? Lalu bagaiman dengan Mino?
Tentu mino tak sebodoh itu langsung menemui BI, dia menyelundup di dapur Yunhyeong bersama Seunghoon.
"Kami bawakan cemilan untuk meyambut keluarga baru."Seungyoon memberikan bungkusan kresek pada June
"Oh terimakasih, akan ku habiskan." June berkata khilaf
Pllaaak...
"Waaattaaaooooo...!"
"Untuk member baru, bukan untuk mu babo." Bobby berkata tajam setelah menggeplak kepala June
.
.
.
IM-POV
"Oh terimakasih,akan ku habiskan." June berujar
Pllaaak...
"Waaattaaaooooo..."
"Untuk member baru, bukan untuk mu babo." Bobby hyung menggeplak June
"Ayo masuk, kita habiskan cemilan mereka." Jinhwan hyung memberiku komando dan kami menuju ruang tengah
Disana nampak BI yang masih menyiksa Taehyun dengan dibantu Seunghoon dan seungyoon.
"Apa tak apa-apa membiarkan mereka begitu?" Tanya ku pada Jinhwan hyung yang nampak acuh
"Biarkan saja." Dan Jinhwan hyung berlalu dari samping ku dengan menggandeng orang yang kutahu benama Jinwoo.
"Hai. kita berjumpa lagi, apa kabar?" Tanya seseorang yang selalu muncul disaat aku terdesak
Siapa lagi kalau bukan
Song Min Ho
Sekilas terlintas saat aku benar benar terbantu dengan kedatanganya.
Saat dia mengantarku...
Saat dia memberi tahu paswort dorm Ikon padaku...
Dan disaat dia menolongku dari Bigbang sunbaenim...,
Itu cukup membuat rasa penasaran ku mencuat
"Em, Haii...maaf . Bisa kita bicara sebentar?" Tanyaku padanya
"Tentu." Jawabnya mantap
.
.
.
Normal-POV
Belum sepeuluh menit IM memasuki ruang tengah, dan kini dia harus kembali lagi ke balkon namun dengan orang yang berbeda
"Bagaimana kabarmu ?" Mino memecah kehaningan
"A...aku denagn mu?" IM bertanya
"Kurasa cukup baik juga." Mino menjawab acuh
"Terimakasih." IM berujar kilat
"Untuk?" Mino nampak bingung
"Semuanya." Jawab IM menggantung
"Semua? Seperti apa misalnya?" Tanya Mino memancing dan tersenyum miring
"Kurasa kau sudah tahu dan aku tak perlu menjelaskan." IM menatap lekat wajah nakal Mino
"Oh..." dan hanya itu yang mino ucapkan
.
Diam, mereka saling diam setelah peryataan 'Oh' keluar dari bibir mino diiringi angin semilir
"Sejujurnya, aku sakit hati." Mino memejamkan mata menerawang ke langit
"Maaf ? Aku tak mengerti..," IM seakan meminta penjelasan
"Song Gun Hee, dia sepupuku. Kami sangat dekat dan aku sangat menyayanginya." Mino menghela nafas.
Alis IM berkerut, seakan menuding Mino dengan suatu tuduhan. Tuduhan tentang perasaan yang janggal antara dua saudara itu.
"Bukan, bukan menyayangi seperti yang kau fikirkan. Kami hanya saudara dan aku tak punya perasaan seperti yang mungkin kau pertanyakan." Mino seakan bisa membaca pikiran IM dari tatap mata bocah itu
"Lalu ?" IM bertanya pada Mino
"Saat dia mengundurkan diri dari Monsta X. Aku sangat kecewa." Mino menatap tajam IM , tanganya memegang pundak maknae Monsta X itu dan menceritakan kejadian di masa lalu
...-Flashback On-Debut Monsta X-...
"Mereka mirip kan?" Nampak Gun bertanya pada seseorang yang duduk disebelahnya
"Tidak !" Mino menjawab kasar
"Hah, jangan mendendam." Gun mengeraskan volume TV
"Aku tak tahu apa yang ada di fikiranmu. Hanya karna dia mirip Hanbin, kau merelakan debutmu ? Apa kau sudah gila!" Mino menggeram kesal
"Jangan jadi orang pemarah ." Gun meminum soda di genggamanya
"Pemarah? Apa salah jika aku marah. Kau, Kau harusnya berfikir. Bagai mana orang tua mu, suadara mu, saudaraku, dan semua keluarga besar kita. Kita jauh-jauh kemari untuk meraih mimpi. Berpisah denagn keluarga. Jauh dari sanak saudara. Dan dengan begitu mudah kau menyerah untuk seseorang yang-..., Arrrgggh...!..(PRRRAAANNNK)..." Mino membanting semua cemilan yang ia makan bersama sepupunya itu dari meja depan TV
...-Flashback Off-Debut Monsta X-...
.
IM menunduk, merasa bersalah dengan semua kisah yang Mino ceritakan.
"Saat pertama kali aku melihatmu tersesat di dorm Ikon, tentu aku tahu siapa kau. Aku sempat ingin menghancurkanmu sama seperti kau menghancurkan mimpi sepupuku, namun urung niatku karna suatu hal. Hal yang tak pernah aku fikirkan dan kulihat sebelumnya." Mino menjeda
"Senyuman itu, senyuman polos di wajah mu serta tatapan memohon itu, seakan meminta tolong benci mngakunya tapi, hatiku selalu terpanggil untuk mengawasi dan menjagamu. Tapi jangan besar kepala dulu karna aku tidak sedang jatuh cinta padamu." Mino mendelik melihat IM tersenyum
"Tenang saja, aku sadar bahwa aku tak sehebat itu." IM nampak merendah masih dalam senyum tulusnya
"Aku tak tahu apa yang ada difikiran sepupuku itu. Yang aku tahu, dia sangat mencintai hanbin" Mino berujar
Deggg...
Perkataan itu berhasil membuat IM mencelos. Dia tak habis fikir bagaimana bias Gun berkorban untuknya yang hanya mirip BI. Sebegitu besarkah perasaan Gun pada BI. Hingga rela berkorban sejauh itu.
Lalu, bagaimana denga nya. Dia bahkan hanya bisa menyusahkan BI.
"Kurasa aku tak pantas." IM bergumam
"Ne ?" Mino bertanya
"Gun hyung, aku tak seperti dia yang melakukan apupun untuk Hanbin. Kurasa kau-..." Perkataan IM terpotong
"Hei, apa itu cinta?" Mino bertanya dengan nada sing a song
"Cinta ?" IM balik bertanya
"Ya, menurutmu, apa itu cinta.?" Mino mengulang
"Cinta..., perasaan tertarik yang tumbuh dalam hati manusia dengan tulus dan suci ." Im menjawab
"Tentunya dengan rasa ingin memiliki..., Annia?" Mino menambahkan
"Ne..." IM mengganguk dalam
"Namun nyatanya, cinta tak harus memiliki kan? Dan itu yang sedang terjadi sekarang. Jadi pantas dan tidaknya, kau tak bisa menilai itu dari sudut pandang manapun" Mino memberi pencerahan
"Tapi aku." IM masih merenung
"sekuat apa pun , segigh apappun, jika ini (Mino menyentuh dada IM) tak bisa menerima. Maka kalian tak akan saling memiliki. Bukankah cinta tercipta oleh hati yang tulus? Maka hati yang menentukan, bukan akal, bukan pikiran, ataupun logika." Mino menyelesaikan ceramahnya
Merak saling pandnag, masih dengan possisi Mino memegang dada IM, bermaksut menunjuk letak hati(perasaan) IM. Namun hal serupa nampaknya tak diterima demikian oleh Seseorang yang kini ditahan beberapa orang, siapa lagi kalau bukan Kim Hanbin
Nampak BI kini di pegangi Bobby , Seunghoon dan Seungyoon
"Yak beraninya kau menggoda kekasih ku !" BI berteriak-teriak berontak
"Yaaak ! Babo...c epat lari !" Jinwoo menyadarkan ke bodohan Mino
Whuuuzzzz
Denga gerak cepat Mino menerobos masuk mengabaikan BI yang mencoba menendang nya. Tentu memberi efek oleng pada ketiga orang yang menahan tubuh BI
"Yak jangan lari kau !" BI mengejar
"Aku bantu mengejar ! Mino hyung jangan kabuuurr...!" Taehyun tak teriam karna tadi dia disiksa BI sendiri. Kini ia balik membalas Mino agar senasib dengan nya.
"Huwaaaaaa...siapapun tolong akuuuuuuu...!" Mino berlari kalang kabut menhindari amukan BI dan keisengan Taehyun.
Tentu semua tak luput dari gelak tawa semua member Ikon , Winner serta IM
.
.
.
Cinta...,
Satu kata yang sangggup membuat dunia menjadi rumit
Tak hanya sebuah perasaan tulus yang terlahir dari hati
Tak hanya sebuah perjuangan untuk saling memiliki
Tak hanya sebuah pengorbanan untuk meraih kebahagian
Tapi juga kesetiaan yang harus dipertahankan...,
Sejauh ini, IM merasa proses cintanya berada di level awal. Dia sadar masih banyak perjuangan, pengorbanan dan kesetiaan untuk mempertahankan hubunganya dengan BI.
Bisakah dia?
Semoga saja
-End-
.
...-Tbc/End-...
-Save Me In Your Love (Ikonsta) BI x IM season 1
( s/12601558/1/Save-Me-In-Your-Love-Ikonsta-BI-x-IM )
.
- Save My Life ( Save Me In Your Love (Ikonsta) BI x IM Season 2 )
( s/12729131/1/Save-My-Life-Save-Me-In-Your-Love-Ikonsta-BI-x-IM-Season-2 )
.
.
Ok fix ini couple
Hanbin x changkyun / BI x IM / BIM
Minhyuk x Kihyun / Minhyun
Dan...(?)
.
Hiiii Reader...,
Bagi yang penasaran dengan kisah BI x IM selanjutnya...,
Silahkan bergabung di s/12729131/1/Save-My-Life-Save-Me-In-Your-Love-Ikonsta-BI-x-IM-Season-2
Dengan judul Save My Life ( Save Me In Your Love (Ikonsta) BI x IM Season 2 )
.
Disana bukan hanya bercerita tentang Badai Asmara Hanbin dan Canghyun,
Namun juga perjuangan tokoh tambahan diantaranya (Coupel yang luar biasa / Lain dari yang lain) :
Kesabaran Suga mendapatkan Woozi , Suga x Woozi (BTS x Seventeen)
Jooheon mengejar Xiumin , Jooheon x Xiumin (Monsta X x Exo)
V dalam mengapai Jungkoo , Taehyung x Jungkook (BTS x BTS)
Vernon dalam meraih Seungkwan , Vernon x Seungkwan (Seventeen x Seventeen)
Shownu yang merasakan sindrome Pedhopilia terhadap Jisung , Shownu x Jisung (Monsta X x NCT)
Serta kenakalan Kim Yugyeom yang membawa petaka
Dan yang paling penting adalah, bagaimana Hanbin meyakinkan Changkyun untuk memperjuangkan cinta mereka karna suatu Fakta yang mengerikan...,
Simak ya lanjutan ceritanya...,
Gomawooooooo...,
