Tittle :

HOKO

Cast :

Cho Kyuhyun, Kim Kibum and other.

Rated :

T-M

Genre :

romance, adventure, fantasy, genderswitch

Warning :

bahasa tidak baku, Typos bertebaran dimana-mana. Death chara dan blood area.

.

.

.

Happy reading

.

.

[~Lizz_L_L~]

Langit bergemuruh cicitan mengigil hewan-hewan semakin menambah riak kegelisahan. Getaran hebat terasa meluluhlantakan tanah. Manusia-manusia tersesat, le Brien mamandang pucat langit gelap dengan gumpalan awan hitam yang menggulung menguasai angkasa.

Raungan Hollo mengema horor, terdengar bagaikan sangkakala kematian penanda berakhirnya jaman. Bumi terbelah dengan retakan-retakan besar di tanah. Hiruk pikuk penuh kegelisaan dan rasa takut yang mencekam terasa menguar di udara bagaikan virus Flaka yang menyebar dengan cepat hingga menyerang dan mematikan sistem syaraf hingga lumpuh.

"Apa yang terjadi?" Dennis berujar tegang bertanya pada Yesung yang menatap kejauhan belahan sisi Hoko dari atas atap istana mereka di dalam Amethys.

Yesung terdiam dengan mata terbelalak lebar saat melihat ratusan Hollo berjalan lambat menuju ke arah mereka. Berjalan dari zona hampa dan berusaha membobol gebang segitiga merah muda hingga hancur berkeping-keping.

"Tidak mungkin, Hollo hanya ada tiga yang masih tersisa. Dua di antaranya sudah kita kalahkan dalam pertempuran beberapa tahun yang lalu! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?" kembali Dennis mengeluarkan rasa ketidak percayaannya.

"A-aku tidak tau, Dennis!" Yesung berujar gugup dengan mata terbelalak menyaksikan ratusan Hollo dengan bentuk, rupa dan wujud topeng berbeda, penanda tingkat kekuatan yang jauh lebih mengerikan seratus kali lipat dari yang selama ini mereka hadapi. tangannya bergetar saat mengambil rokok dalam bungkusnya. Rasa kalut mulai menjamah hati Yesung. Siapa pula yang tak gentar jika di hadapkan dengan sekumpulan Hollo. Siapa yang tak takut dengan mereka. melawan satu Hollo saja kemungkinan persentase keberhasilannya sedikit, meski jika kita melawannya secara bersamaan. Lalu bagaimana jika ada Hollo sebanyak itu?

"Kita harus mempertahankan segel agar Hollo-Hollo itu tak menerobos masuk ke dalam Amethys, Yesung lakukan evakuasi Le Brien dan beberapa penghuni asli Hoko ke dalam kastil dan buka gerbang menuju duia nyata. Kita tak bisa mengambil keputusan penuh pertimbangan, segera pindahkan mereka semua ke hutan Amazon bagian terdalam atau di manapun yang tak ada manusianya!" titah Dennis tergesah.

Yesung terdiam mematung, bahkan untuk berkedip saja terasa sangat sulit untuknya.

"Yesung—" bentak Dennis tak sabar.

"M-maaf, a—aku hanya—sial aku gemetar, akan ku lakukan apapun yang kau perintahkan Dennis."

Dennis menatap Yesung sekilas setelahnya dia melompat turun dari atas atap bagunan tinggi menara selatan di Amethys.

Seung Young terkesiap. Gemetar telah menghilang dari tubuhnya. Tatapan matanya yang menyiratkan ketakutan perlahan menghilang di gantikan oleh binar tenang dan pancaran sinar aneh.

"Jifan—" gumamnya dan terkekeh rendah.

"Youngie, kau kenapa? Ada apa katakan padaku? Jifan? Siapa Jifan? Youngi kumohon jangan menakutiku!" Kris menguncang tubuh Seung young resah, berusaha membangunkan wanita itu dari delusi nyata yang menyerap seluruh kewarasannya.

Netranya beralih dari lantai melihat kekasihnya yang masih menatapnya meminta jawaban. Seung Young menggigit bibirnya keluh. Rasanya dia ingin mengumpat keras. Bagaimana mungkin takdir busuk ini kembali terulang!.

Kenapa Jifan harus kembali?

Kenapa Kibum harus menjadi Jifan?

Kenapa Kibum harus kalah dari Jifan? Kenapa?

Seung Young mendongak menatap Kris dengan tatapan paling sendu yang pernah di perlihatkannya. Tatapam putus asa seolah harapan hidupnya telah menipis.

"Kris, apa kau mencintaiku?" Kris menatap kekasihnya tak mengerti, tak memperdulikan getaran-getaran mengkhawatirkan yang menguncang bumi di mana kakinya menapak tanah mantap. Fokusnya masih dia prioritaskan pada Seung Young.

"Tentu saja aku mencintaimu, apa yang kau bicarakan, ayo kita pergi! Shit—apa yang sebenarnya terjadi di sini?" pria tinggi itu mengumpat kesal saat mendengar jeritan Le Brien memasuki gendang telinganya dan getaran makin hebat mengucang Amethys.

Kris tau jika ada sebuah bagunan yang entah di mana ambruk rata dengan tanah saat guncangan besar terjadi hingga getarannya sampai terasa. Obsidiannya meliar menatap sekitar, tak sabar. Kris menarik tangan Seung Young agar wanita itu bergerak dan mengikutinya. Namun Seung Young menolak, menahan tangan Kris yang menatapnya tak mengerti.

Seung Young bangkit berdiri, menatap tangan Kris yang mengengam pergelangan tangannya nanar. Kemudian gadis itu melepaskan cengkraman tangan Kris di pergelangan tangannya. Meraih wajah lelaki yang paling di cintainya lebih dari nyawanya sendiri dan menangkup dengan kedua tangannya kemudian berjijit kecil lalu melesakan bibir keringnya ke bibir Kris dan melumatnya dengan perlahan. Mencoba menikmati bibir kekasihnya, seolah tak ingin melupakan sensasi manis adiktif yang di keluarkan oleh bibir penuh candu milik Kris.

"Berjanjilah jika kau akan terus hidup, Kris. Aku sangat mancintaimu, maafkan aku! Pergilah aku akan ke tempat Kyuhyun, ada sesuatu yang harus aku katakan padanya."

"Kris—bantu kami cepat, Hollo datang menyerang Amethys, kita butuh bantuanmu untuk menyegel gerbang timur." Sehun berteriak nyaring dari luar, mencari keberadaan Kris di susul oleh derap langkah penuh kekhawatiran yang menyusul setelahnya.

"Pergilah, setelah ini aku akan menyusulmu!" Kris menatap Seung Young dalam, mengumpat keras dan berlari meninggalkan gadis itu yang masih berdiri mematung menatap punggungnya yang semakin lama semakin mengecil dan lenyap di balik tikungan. Seketika hati Seung Young mencelos dan segenap rasa sesak mulai menyusup dalam rongga dadanya. Seung Young ingin menangis menjerit dan menyalahkan takdir, tapi bukan hal itu yang harus dia lakukan saat ini, hanya Seung Young seorang yang bisa mengakhiri segala kutukan takdir yang menimpa dirinya dan Kibum. Kuncinya hanya ada pada Kibum atau dirinya. Salah satu dari mereka harus musnah, jika tidak Hoko akan lenyap dengan seluruh isi dan penghuninya.

Gegap gempita suara kerusuhan memasuki gendang telinga Seung Young menyadarkannya dari lamunan sesaatnya. Kakinya bergerak dengan ritme pelan dan melaju cepat mencari keberadaan Kyuhyun.

Seung Young tau di mana Kyuhyun berada dan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Kai. Tempat memungkinkan yang terpikir di otaknya. Dengan langkah tergesah Seung Young menaiki tangga menuju lantai dua. Sungguh sangat di sayangkan, padahal Seung Young begitu menyukai hubungan Kai dan Kyuhyun yang terlihat harmonis tapi sepertinya takdir memang tidak terlalu menyukai pasangan baru itu.

Mungkin—takdir yang sama akan terulang kembali.

Takdir yang akan selalu Kyuhyun benci melebihi apapun. takdir mengerikan yang menghancurkan hidupnya, saat dia kehilangan Haneul dan Kibum pada saat yang bersamaan beberapa ratus tahun lalu, meninggalkan bekas luka yang masih mengangah lebar hingga kini, meski sedikit terobati karena keberadaan Kai, tapi tak bisa sepenuhnya hilang begitu saja.

Tapi kali ini akan sangat berbeda.

Mungkin sang pencipta akan merenggut segalanya dari gadis itu, dengan efek yang lebih dasyat dan lebih mengerikan dari sebelumnya. Bayangan kematian bahkan sudah terlalu dekat padanya dan bersiap mengambil segalanya dari tangan gadis itu, Kibum, Kai, bayinya dan Kai dan juga nyawanya sendiri. Seung Young bahkan tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika bayangan akan masa depan Kyuhyun yang mengerikan menjadi kenyataan.

Maka sebab itu Seung Young melakukan sebuah pertaruhan besar untuk mencegah hal buruk yang akan terjadi pada Kyuhyun, Kai dan masa depan Hoko.

Yaitu dengan sebuah pengorbanan. Ya—sebuah pengorbanan dirinya.

Mungkin kali ini Seung Young harus benar-benar merelakan nyawanya dan meninggalkan satu-satunya yang dia cintai agar banyak nyawa bisa terselamatkan. Mungkin keegoisan Seung Young di masa lampau membuat sang pencipta marah padanya dan membangunkan Jifan terlalu cepat sebelum Seung Young benar-benar yakin jika Kibum bisa menenangkan monster haus darah yang mendekam dalam sisi paling buruk di dalam dirinya. Hanya saja Seung Young tak mengira jika kepasrahan Kibum akan semakin menambah masalah dan membuat Jifan semakin kuat menguadai tubuhnya, maka dari itu meski Seung Young tak bida melakukan apa-apa setidaknya dia bisa menemukan jalan penyelesaian dengan kematiannya.

Karena jika dia mati maka Kibum ataupun Jifan akan mati begitupun sebaliknya. Terdengar aneh memang, tapi patut di ketahui jika fakta sebenarnya adalah Jifan dan Seung Young adalah satu tubuh dengan dua jiwa yang terpisah seorang Sin yang berdosa pada masa hidupnya hingga mendapat hukuman dengan terkurung di dalam Hoko yang menjadi penjara abadinya, penguasa dan penghuni abadi Hoko. Raja dan Ratu para monster yang sesungguhnya.

Brak

Tersenggal, Seung Young merasakan aliran darah bergerak cepat menuju kepalanya. hingga rasa pening menyebar cepat di wajah pucatnya. Netra bening itu bergerak menjelajah mencari sosok sang gadis yang tengah duduk bersimpuh di tengah ruangan menatap langit mendung di luar sana dari jendela yang terbuka lebar dengan tatapan kosong. Mengacuhkan segala guncangan dan teriakan histeris yang menjadi latar belakang keadaan mencekam yang sedang terjadi. Sepertinya gadis itu telah kehilangan rohnya dan berubah menjadi mayat hidup.

Tatapan Seung Young meredup, batinnya berteriak menjerit sakit saat melihat kerapuhan yang terpancar dari kedua iris kosongnya.

Seung young menghambur masuk, berjongkok di depan tubuh Kyuhyun yang membeku, seperti terjebak dalam Efek magis Time Pause. Irisnya terlihat gelap, menatap tak bergeming, Kyuhyun seolah membutakan mata dan menulikan telinganya karena keputusasaan dan rasa tidak percaya diri saat di hadapkan pada kenyataan jika Kibumnya masih hidup. Dia merasa dirinya kotor, sangat kotor sampai-sampai dia menyadari jika dirinya telah berlaku terlalu jauh dengan Kai dan sempat melupakan Kibum untuk beberapa saat dan terlena dengan cinta yang di berikan oleh Kai yang tak seharusnya dia terima dari lelaki tan itu, Kyuhyun menyesal namun saat Kyuhyun memikirkan hal itu hatinya berdenyut sakit karena secara tak langsung dia telah menodai cinta dan kepercayaan yang telah di berikan oleh Kai dengan begitu tulus. Kyuhyun bingung dan merasa sangat berdosa dan merasa menjadi pecundang sejati. Kyuhyun kesal dengan sikapnya yang terlalu lemah dan plin-plan. Dia telah berdosa karena telah mengkhianati Kibum dan menolak Kai. Tapi semua sudah terlanjur, waktu tak bisa di balik dan di putar ulang. Di sinilah kenyataan saat ini menuntutnya harus memutuskan dan memilih antara Kibum atau Kai. Namun apalah daya jika Kyuhyun tak bisa memilih satu di antara yang lainnya. Kyuhyun terlalu takut melihat dua orang lelaki yang di cintainya akan terluka dan kecewa. Lalu apa yang harus dia lakukan.

Setitik air mata jatuh membasahi pipi Kyuhyun.

Seung Young memeluk Kyuhyun erat menyalurkan setiap kehangatan yang mampu di berikannya pada gadis itu. "Tak ada yang bisa kau sesali Kyu, semua telah di atur seperti kehendak sang pencipta. Ini bukan salahmu, Kibum ataupun Kai. Jangan berpikir jika kau adalah wanita yang buruk. Semua makhluk yang di ciptakan, di bumi maupun di Hoko punya peran dan takdir masing-masing. Jangan salahkan dirimu jika kau berpaling darinya yang tak bisa memberi kepastian padamu." Seung Young menjeda, seolah tau apa yang ada di pikiran Kyuhyun, "dia mengerti lebih dari yang kau pikirkan. Kibum sangat mengerti dan tak akan pernah menuntut atau menyalahkanmu karena pilihan yang kau ambil. karena itu, jangan menutup dirimu dan bangunlah, karena kau tau dia mencintai dirimu lebih dari apapun. selamatkan Kibum dan dunia ini, aku berharap padamu, jangan biarkan hal yang sama terjadi lagi."

"Jangan biarkan Kibum mendapatkan hukuman yang lebih berat dari ini dan membuat sang pencipta menghukumnya lebih lama dan membuatnya membusuk bersama dosa-dosanya karena cinta butanya padamu, Hanya kaulah satu-satunya yang bisa menyelamatkan Kibum dan juga menyelamatkanku. Membebaskan kami dari belenggu yang mengikat kami ribuan tahun karena dosa kecil yang tak termaafkan. Dosa seorang Kim Kibum yang melawan takdir tuhan atas sebuah kematian. membangkitkan seorang gadis yang sangat di cintainya, seorang gadis belia berusia tiga belas tahun yang mati karena percobaan bunuh diri, hingga membuat Kibum nekad melakukan sebuah ritual untuk menghidupkan orang mati dengan taruhan nyawanya dan nyawa kakaknya pada iblis, Jin Jifan. Membuatnya harus mati tersiksa dan terbakar dalam api panas serta kehilangan wujud manusianya hingga terpaksa di kurung di dalam Hoko." Seung young membatin lirih.

"Kuatlah Kyu, karena hanya kau yang bisa menyelamatkan Kibum dan membebaskan kami." aku mohon, ingatlah siapa dirimu, karena kaulah Kibum menjadi seperti ini, ingatlah jika karena Kibum kau bisa hidup kembali dan hanya kaulah yang bisa menolong dan mengakhiri takdir bodoh yang di lakukan Kibum karena rasa cintanya padamu. Karena hanya kau harapn kami satu-satunya, jadi kuatlah dan bebaskan kami" Seung Young membatin sedih saat mengingat masa lalu Kibum.

Air mata menetes dari pipi Kyuhyun. isakan kecil terdengar dari bibirnya dengan getaran yang terasa dari tubuhnya. "Maafkan aku jika membebankan padamu lagi kali ini~ maafkan aku Kyu" Seung young melirihkan suaranya membisikkan sesuatu ke telinga Kyuhyun pelan. Memberitahukan tentang rahasia terdalam tentang asal muasal Hoko dan hubungan rumit yang terjadi antara Kibum, Jifan dan Seung Young serta memberikan jalan penyelesaian untuk mengakhiri semua kekacauan yang telah terjadi.

Saat Seung Young menjauhkan dirinya terpahat sebuah senyuman hangat sarat makna di sana. "Kau bisa melakukannya, aku percaya padamu Kyu dan aku harap kau bisa memaafkan Kibum atas semua kesalahan yang pernah dia lakukan padamu, dia melakukannya karena dia terlalu mencintaimu,Kyu."

Mata Kyuhyun berkaca-kaca, "bagaimana mungkin hal mengerikan itu bisa terjadi pada Kibum? Kenapa dia melakukannya?" tanyanya dengan tatapan sakit balas menatap Seung Young tak percaya.

"Semua hal bisa terjadi jika ada kehendak. Kibum telah terjerumus hingga sedemikian rupa, karena cintanya padamu, tak ada yang bisa menghentikannya saat ini, meski aku ada, aku tak bisa melakukan apapun, aku hanya sebagian besar dosa yang tersisa dan berhasil menyucihkan diri. Aku hanya segel, karena itu apapun yang akan terjadi, jika kau ataupun semuanya tak ada yang bisa menghentikan Kibum, maka kau harus melakukan apa yang aku suruh." Seung Young mengengam jemari Kyuhyun erat. "Selamatkan dia Kyu!"

Seung young menunduk dan memejamkan matanya erat,menangis pilu dan berusaha menahan isak tangis, "sejujurnya jika aku boleh memilih, aku ingin hidup. Aku ingin hidup bersama dengan YiFanku. sesekali aku ingin iegois dan membiarkan dunia nyata hancur karena amarah Jifan. Aku tidak perduli asal aku bisa bersama dengannya, aku sangat mencintai Yifan, Kyu hiks...tapi—aku tidak ingin mengulang semuanya, takdir buruk yang membelenggu dan menyiksaku ataupun Kibum, aku sudah muak. Dunia yang di ciptakannya untuk mengurung Jifan harus berakhir. Aku tak ingin Hoko terus ada dan mengacaukan keseimbangan. Aku harap kau bisa melakukannya karena semua hal yang terjadi di Hoko berawal dari dirimu dan hanya kaulah yang bisa mengakhiri semua ini." Seung Young menangis terisak di susul oleh isakan Kyuhyun yang penuh rasa iba, tekad dan kepasrahan. Giliran Kyuhyun yang memeluk Seung Young erat-erat. Kim Kibum kenapa kau berbuat terlalu jauh. Kenapa aku begitu bodoh. Kenapa kau harus memcintaiku? Kim Kibum bodoh.

Kyuhyun menangis terisak sambil memeluk Seung Young yang juga menangis kalut.

Kim Kibum, dunia macam apa yang sebenarnya telah di ciptakan sang pencipta untukmu.

Dosa apakah yang telah kau Perbuat hingga sang pencipta menghukummu sedemikian rupa?

Ah—harusnya aku sadar, karena terlalu mencintaiku adalah dosa terbesarmu.

Menyeret dan membahayakan ratusan roh manusia dan memakan kehidupan mereka untuk dirimu sendiri agar kau bisa bertahan hidup dan bisa kembali bersamaku.

Aku terkejut, sungguh.

Saat membayangkan kau mempertaruhkan semuanya hanya untuk membuatku hidup kembali. Membuatmu menjadi orang lain, menjadi seorang iblis yang terkutuk.

Sementara diriku yang bodoh ini malah menyia-nyiakan kehidupan yang kau berikan dan berniat mengakhiri hidupku lagi, hidup yang telah kau berikan dengan susah payah hanya karena masalah sepeleh.

Dan bodohnya aku, bahkan setelah semua yang kau lakukan padaku aku malah melupakan sosokmu, melupakan sosok laki-laki yang bahkan rela menjerumuskan dirinya sendiri kedalam lubang dosa hanya untuk gadis yang tak bisa mengingatnya.

Kenapa kau melakukan hal itu untukku? Kenapa kau menyiksa dirimu sendiri hanya karena aku?

Maafkan aku Kibum...

Aku tak menyangkah jika HoKo yang menyenangkan hanyalah sebuah wadah yang di ciptakan sang pencipta untuk memgurung dirimu. Aku tak pernah sadar jika HoKo yang menyenangkan adalah penjara abadimu.

Penjara yang mengurung jiwa iblismu, Jin Jifan.

Kenapa?

Kenapa, harus ada Jifan? kenapa kau menjual jiwamu hanya untuk kau tukarkan dengan myawa gadis bodoh yang bahkan tak bisa mengingat wajahmu dengan benar? Sungguh kau manusia idiot yang pernah ku kenal, kenapa mempertaruhkan nyawamu sendiri demi orang bodoh yang bahkan tak bisa mengingat ataupun mengenalmu sejak pertama kali kita bertemu di zona hampa.

Aku membencimu karena kau telah membuatku terjebak dan jatuh dalam neraka keegoisan yang bernama cinta, aku membencimu karena aku telah membencimu yang tak seharusnya ku benci saat tau jika kau telah menderita sekian ribu tahun dan terkurung Di dalam Hoko karena aku.

Meski kau berusaha menolak jutaan roh yang mati sia-sia. tanpa sanggup kau tolak roh roh itu akan datang padamu sendiri dengan sendirinya dan mengisi bahan bakar kehidupanmu.

Karena kau adalah jantung HoKo. Pusat kehidupan.

Aku menyesal...

Maafkan aku Kibum...

Aku ingin berteriak dan meninjumu karena cintamu padaku yang bagaikan racun mematikan. Namun—aku tau, seperti halnya Seung Young yang menderita, kaupun pasti merasakan hal yang sama. Kaupun tidak menginginkan hal buruk terus terjadi karena dirimu.

Ya tuhan—keegoisan macam apa yang telah aku lakukan pada Kibumku, maafkan aku, aku menyesal. Aku akan melakukan apapun untukmu meski itu jika aku harus mati untukmu...

Aku sadar karena mencintaimu...

Adalah sebuah bentuk terindah dari penghancuran diri.

Tapi percayalah, aku tak pernah sekalipun menyesal ataupun meragukan apa yang kurasakan.

Karena cinta tidak pernah salah.

Kyuhyun menghapus air matanya. Tatapanya mantap. "Seung Young, aku akan melakukan apapun yang harus aku lakukan, kali ini aku sendiri yang akan bertangung jawab. Maafkan aku karena dirikulah hingga membuatmu dan Kibum menderita. Aku menyesal, aku akan mempertanggung jawabkan semuanya."Kyuhyun meremas jemari dingin Seung Young dan tersenyum cantik.

"Kyu jangan katakan jika kau..." Seung Young menatap Kyuhyun tak percaya akan ilustrasi adegan masa depan yang telah berubah dalam kepalanya.

Kyuhyun tersenyum, "aku pergi, Kibum sudah menungguku." Kyuhyun bangkit berdiri, melangkah mantap menuju arena pertarungan.

Seung Young menundukkan kepalanya, "sekuat apapun aku mencegah takdir buruk akan masa depan kenyataannya tak akan ada yang berubah. Semua akan tereset dan segalanya akan kembali dari awal." Seung Young menatap sendu lantai. Namun tak berapa lama netranya melebar saat kilasan adengan baru tentang masa depan tergambar jelas dalam otaknya.

"Tidak mungkin, Kyuhyun..." gumamnya dengan rasa terkejut membuatnya seketika bangkit berdiri dan berlari mengejar bayangan gadis itu yang telah menghilang.

"Sehun..." jeritan mencekam Mikhaela menyobek gendang telinga siapa saja yang berdiri dalam jarak radius lima meter darinya. Gadis kalem yang selalu terlihat anggun di setiap langkah kakinya itu menatap nanar dengan buncahan amarah serta tangis yang hampir membludak keluar saat melihat Sehun, lelaki yang di cintainya terhunus dua pedang Hitam yang tercipta dari tangan kanan dan tangan kiri Jifan yang secara ajaib dapat berubah menjadi besi meruncing dan berubah bentuk sesuai dengan keinginan Jifan sendiri.

Darah segar menyembur dari bibir lelaki pucat itu, aroma anyir darah tercium dan mendominasi udara. Sementara seringai kejam tersembul jelas di wajah Kibum yang telah ternodai oleh darah segar milik Sehun.

Sehun melirik Mikhaela sedih, seolah ingin menyampaikan pesan terakhir dan permintaan maafnya pada gadis itu karena tak bisa melindunginya dan harus pergi terlebih dahulu, sementara Mikhaela menyaksikan kejadian tumbangnya Sehun dan balas menatap pesan tersirat Sehun dengan tatapan penuh berjuta rasa sakit.

Perbincangan antara Sehun dan Mikaela lewat isyarat mata terputus saat darah segar kembali menyembur dari bibir Sehun saat sayatan besar dari tangan yang berubah menjadi pedang milik Kibum semakin dalam menghujam tubuh Sehun.

Kibum terlihat sangat menikmatinya, bahkan kekehan tawa penuh kenikmatan terdengar saat tangannya membentuk gestur menarik ke arah yang berlawanan, merobek perut sehun berusaha memisahkan antara bagian atas dan bawah, membuat sayatan besar di perut lelaki pucat itu dengan bunyi cacahan daging yang terdengar mengerikan di telinga. Hingga tak berapa lama tubuh Sehun telah terbelah menjadi dua dengan gaya dramastis Kibum berpose layaknya seorang samurai profesional di jaman edo.

"Selamat tidur." bisik Kibum dengan senyum iblisnya melihat tubuh Sehun yang telah terbelah menjadi dua dan jatuh berdebum keatas tanah.

Sehun diam tak bergeming dengan tubuh bagian atas dan bawah yang terpisah dengan isi perut yang terburai di antara genangan darah yang memerah.

Warna favorit Jifan.

"Tidaaaaakkkkkkkk..."Mikhaela menjerit histeris. Kibum tertawa keras dan raungan Hollo membelah angkasa menyambut suka cita akan kesenangan sang penguasa yang terlihat puas atas mahakarya pada tubuh Sehun.

"Kita mundur, tidak—Ren..." kali ini Dennis berteriak, terkejut saat melihat pemuda cantik itu menjerit penuh ketakutan dan merontah di dalam cengkraman tangan seekor Hollo yang siap melahap dan membenamkan tubuh Ren kedalam mulut besarnya, berniat memakan Ren hidup-hidup.

"Huwaaa...tolong akuuuu." tangis sudah menguar dalam bibir bergetar milik Ren.

Dennis berlari ingin menyelamatkan Ren namun sat dia berniat melompat tubuhnya terhempas dan jatuh menabrak tembok kastil hingga rubuh dengan suara runtuhan yang mengerikan saat kibasan tangan besar sang Hollo melayang berniat untuk mengenyahkannya.

Beruntungnya Yesung berlari tangkas, melompat tinggi di antara reruntuhan dan dengan sekali pijakan mantap melompat kearah lengan sang Hollo mengacungkan pedangnya dan melakukan gerakan menebas untuk memotong lengan sang Hollo.

Yesung berhasil menyelamatkan lelaki cantik it dan membuat Ren jatuh, meluncur mulus dan beruntungnya Dennia berhasil menangkap tubuh Ren sebelum jatuh menghantam tanah.

Namun malang bagi Yesung. Sang Hollo yang tangan kanannya telah di tebas oleh Yesung telah menangkap lelaki bersurai emo itu dengan tangan kirinya yang bebas. Meremas tubuh Yesung hingga derakan tulang bergeser terdengar mengerikan dan darah menyembur dari bibir Yesung yang meringis penuh kesakitan dalam cengkraman tangan besar berkuku panjang milik sang Hollo.

Eunhyuk yang melihat hal itu berlari menyongsong, berusaha menyelamatkan Yesung namun sebelum dia melakukan tebasan penyelamatan, sang Hollo lebih cepat mengarahkan Yesung ke dalam mulut besarnya yang di penuhi oleh gigi runcing yang tampak seperti pedang yang telah di asah dan menancapkan kedalam perut Yesung, membuat tubuhnya terpisah dengan darah yang menyebur. Hingga tubuh Yesung yang lemas karena telah kehilangan nyawa diringi teriakan pilu yang menghilang seiring nyawa yang perlahan meninggalkan tubuhnya.

Eunhyuk menjerit bengis penuh dendam dengan mata berkaca sedih, "bajingan, matilah kau..." teriaknya penuh dendam menancapkan pedangnya di ubun-ubun sang Hollo dan menariknya ke arah bawah, membuat sayatan besar hingga membuat tubuh sang Hollo terbelah menjadi dua diringi oleh raungan keras yang membelah angkasa. Sang Hollo ambruk di tanah di sertai debuman keras yang menguncang.

Eunhyuk mendarat di atas kakinya dengan napas tersengal, menatap separuh tubuh Yesung dalam cengkraman tangan sang Hollo nanar kemudian mengedarkan matanya ke arah sekeliling.

Banyak darah, rasa ketakutan yang tercium, mayat-mayat yang tersebar di atas tanah merah yang tergenang oleh darah hingga aroma kematian yang menguar di udara bagaikan wabah mematikan.

Kenapa semua jadi seperti ini. Hoko yang menyenangkan sekarang telah berubah menjadi medan pertarungan penuh kengerian dan tanah keras dengan banyak mayat rekan-rekannya yang mengelepar menunggu kematian.

Eunhyuk merasa sangat sedih dan sangat marah. Matanya tertancap pada satu orang yang sedang bertarung sengit beradu pedang dengan Kai di kejauhan dengan gema tawa mengerikan. Gigi Eunhyuk mengertat. Netranya menyalang dengan bias air mata penuh kekecewaan serta kesedihan mendalam pada kawannya yang kini telah berubah menjadi monster. Eunyuk berjalan menuju ke arah Kibum, kemudian berlari dan menodongkan pedangnya bertekad untuk menghabisi atau setidaknya menghentikan Kibum dengan segala kegilaan yang telah di bawahnya. Membunuh Kibum dan setelahnya dia akan membunuh dirinya sendiri untuk menebus dosanya pada Kyuhyun, sahabatnya yang mungkin akan menangis sedih karena telah kehilangan kekasih hatinya untuk yang kedua kalinya, namun tekad Eunhyuk sudah bulat. Dia harus segera mengakhiri ini semua.

"KIM KIBUMMMMMM..." Eunyuk menjerit keras, pedangnya terhunus ke arah punggung Kibum, Kibum berniat menghindar namun serangan Kai menyulitkan dan menyudutkannya hingga membuatnya kesulitan untuk menghindari serangan Eunhyuk, namun hal tak terduga terjadi.

Kyuhyun datang, berdiri di antara Kibum dan Eunhyuk dengan tatapan sedingin es, menghalau serangan Eunhyuk yang di arahkan Eunhyuk pada Kibum dengan pedang esnya. Kyuhyun melindungi Kibum, Meindungi monster yang telah mengakibatkan tragedi kematian masal karena kegilaannya.

Helaian surai putih melambai di permainkan oleh angin dingin yang di bawa oleh Kyuhyun yang menatap tatapan bertanya milik Eunhyuk yang terkejut dengan aksi Kyuhyun karena telah melindungi Kibum yang mengakibatkan beberapa rekan dan le brien merengang nyawa dengan cara yang paling mengenaskan yang tak pernah Eunhyuk bayangkan.

"Mengapa? Mengapa kau melindunginya Kyu? "

Mata Eunhyuk bertabrakan dengan iris dingin Kyuhyun Dengan sorot tidak percaya, mencoba menjelajah dan mencari sebuah jawaban paling logis dan paling bisa di terima oleh Eunhyuk.

"Maafkan aku Hyuk, aku mencintainya."

Tbc

Huwaaa tinggal eksekusi akhir, maaf ya lama aku kira kalian tak pernah menantikan kelanjutan cerita abal ini, lagipula entah sejak kapan jiwa KiHyunku perlahan menyusut.

Tapi saat aku melihat dan membaca reviewan kalian aku merasa terharu karena kalian telah menantikan kelanjutan cerita ini dan curhatan kalian soal ff KiHyun yang kian sedikit stoknya, jujur saja ku merasa miris juga. Sebenarnya di folder ku banyak ff Kihyun yang oneshoot ataupun multichap hanya saja aku merasa jika ffku kali ini gg layak publish karena banyak adengan dewasa dan pembunuhan keji. Dan aku juga gg yakin mau publish karena idenya yang receh punya hehe

Tapi jika kalian sungguhan tak keberatan dengan adengan rated dewasa penuh darah sepertinya aku juga tak keberatan untuk mempublishnya.