Chapter 25

Kasus Karin part 2

"Naruto, kamu tidak sarapan," Naruto mencium kening Hinata. Dia lari, dan membuka pintu mobil. Di dalam dia memakai jaket, sarung tangan, dan jam, kemudian ia menyopir dengan laju karena kasus Karin belum terselesaikan. Dia mengendarai mobil dengan cepat. Yah, dia mengendarai mobil yang lama karena itu gaya dia sebagai detektif. Sesampai di ruangan, ia menaruh tas. Cahaya masuk di ruang kantor ketua polisi. Staf kantor lalu-lalang di depan kantor, bertugas menyelidiki kasus terkecil dan terbesar.

Naruto sedang duduk dan menghitung jumlah pengeluaran Karin, lalu menghitung utang yang lunas dan belum lunas. Sasuke membuka pintu, dan masuk ke tempat kerja Naruto.

"Ini, berkas dari wawancara ku ke penduduk desa hujan."

"Makasih, oh ya ini pesanan dari sakura dia minta Hinata memberikan obat cepat hamil," Naruto meletakkan obat cepat hamil di meja dan ia kembali bekerja.

"Bagaimana kasus Utakata dan Karin ada kecurigaan," Sasuke mengambil air mineral di ruang kerja Naruto.

"Kalau Karin hanya kasus sepele utangnya belum lunas, sekarang aku lagi sibuk menghitung pengeluaran, pemasukan, dan hutang Karin."

Sikamaru masuk, dan mengantarkan sidik jari musuh yang menyerang Utakata.

"Dobbe, percuma kamu membawa obat penyubur kandungan. Kalau aku sering keluar kota."

"Selesai, semua kasus sudah ku masukka ke Excel dan Word. Kalian tinggal meneliti jumlah digitnya benar atau tidak," Naruto menyerahkan berkas print kasus Karin ke Sikamaru dan Sasuke.

Naruto melihat berkas-berkas dan megecek foto-foto sidik jari. Dia teringat masa lalu

"Sobat, kamu tahukan kalau jadi guru itu harus baik."

Naruto menghapus air matanya. "Tidak terasa, ya. Sudah musim semi hari ini adalah hari cuti bersama karena perayaan panen, Sakura juga pasti sudah berkemas." Naruto pulang ke rumah, ia menuruni anak tangga. Dia membawa tas dan masuk ke mobil. Di kota, tak luput dia membeli pakaian bayi perempuan. Membayar dan pergi menuju ke mobil. Menyetir dengan pelan.

"Aku pulang. Hinata ini ada kupon ke pohon sakura dan ini baju bayi untuk Himawari nanti lahir." Naruto memberikan Hinata hadiah musim semi dan menciumnya.

"Makasih, Sayang. Oh iya kamu sudah selesai, takutnya gagal seperti taun lalu."

Naruto mencium dan memberikan file keuangan Karin.

"Kalau aku pulang awal, kasus Karin sudah selesai. Berkas Kasus Utakata, selesai liburan musim semi. Aku dapat izin dari Nenek Tsunade dan Guru untuk merawatmu."

Cintaku tidak akan pernah berakhir untukmu, sayang. Pikir.