Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS
"Aku berterima kasih untuk pengertian kalian. Tapi aku harus menjelaskan kejadian ini. Kejadian sesungguhnya yang membuat ku terpaksa menyeret kalian untuk membantu ku. Kejadian yang sangat ku sesali, dan ku harap bisa memutar waktu untuk itu semua, namun aku tak berdaya dalam kuasa waktu. ~ Hangeng"
#Chapter 25#
"Aku tak mengerti mengapa kita harus mengikuti kata kata Han?" tanya Siwon pada Kyuhyun. Kyuhyun meringis mendengar pertanyaan polos Siwon.
"Karena dia kakak kita yang paling tua."
"Lalu kenapa kita harus melawan dua Iblis itu?"
"Karena Han menyuruh kita."
"Kenapa Han menyuruh kita melawan mereka?"
"Karena mereka juga ingin menyerang kita."
"Oh ya? Bukan nya Han yang menantang mereka?"
Kyuhyun menggeleng. "Aku juga tidak ingin melibatkan diri dari pertarungan tidak jelas begini. Tapi aku tidak ingin kakak ku terluka."
Siwon menggeleng. Lalu menoleh ke depan. "Aku tidak ingin bertarung!"
Ucapannya membuat semua orang menoleh ke arahnya. Zhoumi yang tadi nya sudah berdiri di samping Hangeng dan siap bertarung jika Heechul dan Yesung menyerang mereka, langsung mundur dan berdiri di samping Siwon. Tersenyum sembari menepuk bahu nya.
"Pemikiran bagus, Wonnie. Aku juga."
Kyuhyun ikut tersenyum. "Aku juga."
"Tapi aku tidak akan mengijinkan kakak ku terluka," tambah Siwon, menarik tangan Hangeng untuk ikut di sampingnya, dan menatap lurus ke arah Heechul dan Yesung.
Heechul balas menatap nya. "Kau pikir aku mau? Aku bahkan tidak menyerang nya meskipun sedari tadi dia mempersulitku dan memojokkan keberadaan ku."
"Kalau begitu, pertarungan selesai!" seru Zhou mi. Dan kemudian menarik Hangeng untuk pergi.
"Heii!"
"Ayo pergi! Banyak yang harus kau jelaskan pada kami. Terutama mengenai Soo!"
"Menyerah?"
"Mimpi saja."
Eunhyuk lagi lagi menyerang Leeteuk. Leeteuk menghindar. Eunhyuk tahu, jika beradu kemampuan, dia pasti kalah jauh dari Leeteuk, jadi dia mengajukan pertarungan yang menurutnya cukup adil. Yaitu bertarung fisik. Dan Leeteuk setuju. Jadilah mereka terlibat tarung yang, menurut Eunhyuk, seimbang.
Tapi sebenarnya tidak. Meski ingatannya sudah sempurna, beserta kemampuannya, ternyata fisik Leeteuk tidak sekuat dulu. Bagaimanapun, Leeteuk adalah manusia, sekarang. Meski memiliki kemampuan luar biasa, tenaga nya tidak. Fisik dan tenaga nya terbatas, seperti manusia pada umumnya. Terlebih, selama hidup nya, dia memiliki Yesung dan Heechul yang melindunginya. Jadi, dia pikir tidak perlu memiliki tenaga dan fisik yang kuat. Dan pikiran itu membuatnya menyesal.
Sekarang, demi melawan Eunhyuk, Leeteuk terpaksa melanggar kesepakatan. Dia menggunakan kemampuannya untuk menyeimbangkan kekuatannya dengan Eunhyuk. Jika dia menggunakan tenaga dan kekuatan nya yang sebenarnya, dia tidak akan bisa bertahan dalam dua menit.
Tidak berlebihan, meskipun Eunhyuk bertubuh ramping, dia adalah Vampire. Kekuatan fisiknya nyaris tiga kali lipat di banding kekuatan fisik manusia bahkan yang paling kuat sekalipun. Dan untungnya, salah satu kemampuan Leeteuk terutama dulu sebagai malaikat, dia bisa mengetahui kekuatan lawan yang ada di hadapannya, menyamakannya, bahkan melebihinya. Hampir serupa dengan kemampuan Eunhyuk dalam hal meniru, namun Leeteuk juga bisa meniru kekuatan lawannya. Intinya, jika Eunhyuk hanya bisa meniru rupa luar seseorang, maka Leeteuk bisa meniru orang itu sama persis. Baik rupa, sifat, kemampuan, bahkan pengetahuan. Dan Leeteuk bisa melebihi nya. Kemampuan yang jarang di gunakannya berhubung hampir tidak ada lawannya yang bisa menyainginya.
Tapi tetap saja, tubuh Leeteuk yang sekarang tidak bisa menyesuaikan dengan kemampuan asli nya sebagai malaikat.
Dalam dua kali gerakan, Leeteuk kembali jatuh. Eunhyuk menyunggingkan senyum tipis.
"Sudah ku bilang, lebih baik menyerah."
Leeteuk ikut tersenyum, meskipun jadi terlihat seperti meringis, "Kau akan kalah dan musnah dengan cepat jika aku menyerah, hai Vampire bodoh."
"Yah, aku tidak akan bodoh bodoh amat, Malaikat tak berguna. Saat kau menyerah, aku kabur."
"Hal yang wajar, mengingat diri mu memang begitu pengecut."
"Yang penting adalah menyelamatkan diri, bukan?"
Leeteuk menatap Eunhyuk dengan tatapan tajam. "Aku ingin meminta suatu hal padamu."
Kening Eunhyuk bertaut. "Malaikat meminta pada ku?"
Leeteuk mendengus pelan. "Karena sejak awal, kamu lah penyebab ini semua."
Eunhyuk tertawa kecil. "Baiklah. Apa itu?"
"Bisakah kau memutar waktu?"
Mata Eunhyuk melebar sedikit. "Tentu saja tidak. Kau gila?"
"Kalau begitu, bisakah kau mengubah takdir kami semua?"
Eunhyuk terdiam sejenak mendengar permintaan Leeteuk. "Harus ada yang berkorban untuk itu."
"Aku tidak keberatan," sergah Leeteuk langsung. "Apa yang harus ku lakukan?"
"Kau harus... mati."
"Baik. Tidak masalah."
Eunhyuk balas menatap Leeteuk yang sedang menatapnya dengan penuh harap. "Sebenarnya, siapa yang ingin kau selamatkan?"
"Aku berharap aku tahu jawaban nya, Eunhyuk. Akan lebih mudah jika membunuhmu, karena itu aku bisa mengembalikan diri ku dan Ryeowook ke Langit Atas. Tapi, aku tidak bisa."
"Kenapa?"
"Aku tahu kau begitu mencintai Ryeowook. Aku tak bermaksud merebutnya dari mu, atau melarangmu mendekati nya. Asal kau tahu, aku tak ingin kau dekat dengannya, karena saat itu, ia bisa membunuh mu jika dia tahu Heechul yang mendekatinya adalah Heechul yang merupakan tiruan mu."
"Jangan berpura pura baik!" sentak Eunhyuk, menatap Leeteuk dengan pandangan marah. "Dia tidak akan tega mencelakai ku!"
"Seandainya... itu yang terjadi..
" Leeteuk menghela napas. Bangkit dari jatuhnya, dan kemudian berdiri tegak di hadapan Eunhyuk. "Nyatanya, dia bukanlah malaikat yang sebenarnya."
"Maksudmu?"
"Dia... sejenis dengan Heechul dan Yesung, namun dalam versi lebih membahayakan dan mengerikan. Pertama kali menemukannya, aku memusnahkan seluruh kemampuan mengerikannya, menghapus seluruh ingatannya, dan membersihkan tubuhnya dari Lumpur Darah."
"Lumpur Darah?!"
Leeteuk menahan senyum melihat wajah kaget Eunhyuk. "Kau tidak berpikir bahwa Lumpur Darah hanya sekedar dongeng belaka, bukan?"
Eunhyuk menatap Leeteuk masih dengan wajah kagetnya. "Aku... itu yang ku pikirkan."
"Biar ku jelaskan sedikit. Jadi, aku menemukan Ryeowook terapung di tengah Lumpur Darah saat aku sedang berjaga. Kau tahu, Lumpur Darah hanya muncul jika ada pembunuhan besar besaran dalam Dunia Manusia. Dan itulah yang muncul. Beserta Ryeowook. Aku yang mengambilnya dari Lumpur Darah tersebut. Dan kemudian memusnahkan segalanya dari dirinya yang berkaitan dengan Lumpur tersebut. Tapi, ada satu yang aku lupa. Yaitu, mengubah hati nya menjadi malaikat, bukan hanya fisiknya."
Eunhyuk menatap Leeteuk dengan sangsi. "Kau sedang mengarang cerita, bukan?"
"Seandainya aku sedang di dalam kelas, dan membuat tugas untuk mengarang fantasi," Leeteuk tertawa kecil menanggapi pertanyaan Eunhyuk, "Itu tentu jauh lebih menyenangkan. Tapi tentu saja, yang terjadi justru jauh lebih mengerikan. Ryeowook menjadi malaikat yang tak terkendali, dan satu satu nya pengendali dia, adalah Heechul. Kau tahu kenapa?"
Eunhyuk menggeleng. "Karena dia lebih baik?"
"Karena Heechul adalah elemen penyegel nya. Bersama Heechul, Ryeowook akan menjadi malaikat yang manis dan baik. Namun, sadarkah kau, jika Ryeowook tidak tersegel saat kau yang meniru wujud Heechul?"
Eunhyuk masih menatap Leeteuk dengan wajah ragu. "Ti- dak."
Leeteuk membalas tatapannya. "Ryeowook tidak tersegel saat bersama mu. Itu sebabnya dia merelakan dirinya... eum... untuk... di sentuh dirimu. Memang pengaruh dari mu cukup kuat, namun Heechul yang sebenarnya justru akan membuatnya musnah jika mereka.. eum... bersentuhan.. seperti itulah. Dan, hanya Heechul yang bisa membunuh nya, bukan yang lain. Tapi, berhubung aku telah mengosongkan seluruh ingatannya, dia tidak bisa membedakan ikatan antara penyegel nya atau kah ikatan cinta. Dan selama ini, itulah yang di rasakannya."
"Dan Heechul tidak tahu itu?" Eunhyuk menyunggingkan senyum tipis, yang terlihat menghina, tapi Leeteuk justru menatapnya dengan sedih.
"Dia tahu, tapi dia tidak mau tahu. Dia tahu banyak, bahkan keterlibatan banyak orang dalam semua ini. Satu satu nya yang tidak dia tahu, adalah kamu. Kau seperti transparan dalam matanya."
"Berarti keuntungan besar untukku, benar kan?"
Leeteuk mengangguk. "Aku tak peduli bila kau mencoba membunuhku. Asal kau mengubah takdir kami, aku tak keberatan. Tapi tolong, jangan siksa Ryeowook ku lagi dalam jebakan yang sama."
"Jadi... Soo itu adalah Leeteuk? Kau juga adalah malaikat? Oh, semacam shinigami, maksudku. Dan, kau membohongi kami semua? Kenapa kau mengganti nama mu?" Zhoumi berdiri di hadapan Hangeng sembari melipat tangannya di dada.
Hangeng menghela napas. Menunduk menghindari tatapan menghakimi dari semua adik adiknya. Bukan takut, tapi dia merasa bersalah karena telah menyeret mereka semua.
"Lalu? Apa yang di terangkan Heechul saat itu benar? Bahwa jika Leeteuk mati, maka takdir tidak akan berubah, dan kami semua akan lenyap?" tambah Kyuhyun.
Hangeng mengangguk sekali. "Hanya jika takdir kembali terulang, maka kita semua akan musnah. Dan, yah, kau benar, Mimi. Dia adalah Soo milikku, dan sebenarnya, hanya Soo lah yang boleh memanggil nama ku yang asli. Boleh, dan bisa, lebih tepatnya. Karena, jika orang lain yang memanggilku dengan nama asli ku, dia akan mengalami sial hingga 10 tahun dalam kehidupannya. Tapi aku tidak tahu mengapa nama nya adalah Leeteuk dan bukan Jung Soo seperti yang di berikan kedua orangtuanya."
"Menyeramkan sekali nama asli mu, Han. Untung aku tidak bisa mengingat nama mu selain 'Han'," komentar Siwon dengan wajah polos, membuat Zhoumi melirik ke arahnya sembari meringis, dan Kyuhyun mendengus mendengar komentar Siwon.
Hangeng tersenyum menahan tawa mendengar ucapan Siwon. Di antara semuanya, dia tahu Siwon lah yang terkuat dan terpandai. Sayangnya, justru orang yang bersangkutan tidak tahu hal itu. Dia seperti anak umur lima tahun yang terjebak dalam tubuh pria dewasa yang terkesan angkuh. Pemikirannya selalu polos, dengan kelemahan daya ingat nya akan nama. Namun sebenarnya bukan itu yang terjadi. Siwon hanya bersikap cuek luar biasa, dan hanya memikirkan sesuatu yang benar benar penting saja. Kemampuan Siwon justru adalah telepati dalam jarak jauh, ber mil mil lebih tepat nya. Kemampuan yang menggunakan daya ingatnya dan ketajaman otaknya. Sangat hebat, namun Siwon tidak pernah bersikap angkuh untuk kemampuan kemampuan spesialnya ini. Dan salah satu sifat yang membuat Hangeng sangat menyayanginya dan yang lainnya juga, adalah sifatnya yang selalu mengambil keputusan terbaik dengan cara spontan dan mementingkan semua orang.
Seperti saat ini. Dengan polos, dia mencairkan suasana yang tegang antara mereka semua. Sekilas dia seperti sedang bercanda di saat serius, tapi sebenarnya Siwon sedang menyelamatkan Hangeng dalam situasi di mana dia terdesak. Dan dia selalu begitu pada semua saudaranya.
"Baiklah, aku tidak akan mendesak Han lagi," ucap Zhoumi, yang mengetahui bahwa Siwon memang berniat membebaskan Hangeng dari situasi seperti tadi. Yang membuat Hangeng kembali menahan senyum nya.
Zhoumi, adalah yang paling pengertian di antara semuanya. Dia juga paling tenang, dan bersifat seperti ibu di antara semuanya. Paling melindungi, terutama untuk saudaranya. Dengan kemampuan lari yang seperti kecepatan kilat, dan kekuatannya, dia termasuk salah satu wolfhound yang sangat berbahaya. Salah satu Wolfhound yang selalu di andalkan, terutama dalam pertarungan.
"Yah, aku juga tak mendesak Han. Hanya penasaran," ujar Kyuhyun, namun ujung matanya berkilat. Menandakan dia tahu apa yang sedang di sembunyikan oleh Hangeng.
Kyuhyun, adalah wolfhound paling cerdik dalam bersiasat. Juga sangat pandai mencari informasi hanya dengan satu pertanyaan dari nya. Terlihat sembrono, namun dia adalah wolfhound yang sangat berhati hati dan waspada. Pengintai ulung, bahkan dia bisa memutar kedua bola matanya ke dua arah yang sebaliknya. Sangat perhitungan, bahkan dengan saudara sendiri. Dia juga memiliki insting perasa yang begitu peka.
Sejauh ini, Kyuhyun tidak pernah terlalu dekat dengan Hangeng dan Zhoumi. Dari semua saudaranya, Kyuhyun memilih Siwon sebagai partner dan juga orang terdekatnya. Mereka sangat cocok bersama. Kyuhyun yang perasa dan penuh perhitungan, di tambah dengan Siwon yang pandai membuat keputusan dan selalu memikirkan yang terpenting. Kyuhyun yang hobi mencela, dan Siwon yang cuek dan polos. Kyuhyun yang suka berbuat jahil, dan Siwon yang menertawakan kejahilan nya dan merasa itu lucu, dan mereka berdua benar benar saling melengkapi satu dan lainnya.
Hangeng kembali memandangi Zhoumi, partner nya sekaligus seseorang yang sudah di anggapnya saudara lantaran mereka sudah 15 tahun bersama. "Aku berterima kasih untuk pengertian kalian. Tapi aku harus menjelaskan kejadian ini. Kejadian sesungguhnya yang membuat ku terpaksa menyeret kalian untuk membantu ku. Kejadian yang sangat ku sesali, dan ku harap bisa memutar waktu untuk itu semua, namun aku tak berdaya dalam kuasa waktu. Kejadian yang menjadikan ku bukan lagi shinigami, melainkan wolfhound dengan mengikuti perintah Heechul. Aku ingin menceritakannya. Keberatan kah, jika kalian mendengarnya?"
"Tentu saja tidak," Siwon yang pertama kali menyahut. Tersenyum sembari menepuk pelan pundak Hangeng. "Akan senang sekali jika kami tahu siapa yang sebenarnya harus kami hadapi. Dan juga, legenda seperti apa yang mengikat kami pada Malaikat mu itu. Seperti yang kau katakan di awal, ada legenda tentang kita, yang berhubungan dengan si Malaikat. Benar bukan, Han?"
TBC-
Halo~ empat chapter dan saia baru menyapa anda, jongmal mianhaee :(( saia sedang sibuk bingit dan nyolong(?) waktu kerja buat post update terbaru, tapi sedih makin dikit yg review yah... apa ff ku sudah ngga bagus lagi? :( tapi thanks for all my darling, masih setia dan kasi komen di setiap ff terbaru ku, saia terharu sekallii ^^ karena kalian, saia berusaha meneruskan ff ini, so, don't leave me alonee :(
and for all my darling^^, neomu gamsahaeyo to:
Neko chan: hai neko chan my darling^^ makasih review nya^^ uhm, pertanyaan mu di jawab satu2 ya^^ yg pertama, knapa teuki kaget pas ada yg manggil "soo", krn panggilan itu bikin dia inget masa lalu nya dan sekaligus mengingatkan luka lama *halah* oh ya, yg manggil "soo" itu hangeng loh^^ dan leeteuk inget hankyung koq, tapi dia ga mau ngaku karena yah, dia masih sakit hati(?) :P Kedua, zhoumi tau jung soo karena di ceritain sama hangeng, tapi hangeng ngga ngasi tau semuanya ke mereka, jadi mereka ngga 'ngeh' kalo jungsoo dan leeteuk itu orang yg sama~ ketiga, yesung masih suka sama leeteuk? jawabannya, iyaa~~ *tepok tangan(?)* dan heechul pura pura ga tau :D keempat, iblis sama silumannya ga jadi berantem di chap ini koq^^ nah, utk pertanyaan masternya Eunhyuk dan kenapa donghae memuja Leeteuk, bkl ada di chapter chapter selanjutnya^^ gomawoo~~
Yunitaelf: hai yunitaelf my darling^^ makasih review nya^^ nah nah, mbah dukun nya salah tuh, jwbn yg benar adalah Eunhyukk ^^ dan yap, kamu bener^^ di chap 21 adl sambungan dari chap 1 atau lebih tepatnya penjelasan dari chap 1 ^^ yah, masternya eunhyuk emang abu-abu(?) kkk~ maksudnya, masternya eunhyuk bakal nongol, entah di chapter berapa sih hehe :D hadiah? wah, mau hadiah apa nih? boleh aja^^ hehe btw, thanks a lot review nya ya^^
Tyateukie13: hai Tyateukie13 my darling^^ makasih review nya^^ haha, leeteuk juga primadona saia koq *loh?* :P adaow *berubah jadi kodok* jangan di sihir donk ekke~(?) hehehe jangan kejang dun, tapi kalo kepo mah boleee ^^ hihihi makasih yah, review nyaa^^
Terus, as usual~~ minta review nya yaahhh^^ gomawo~~
