King of Shinobi

By…Ksatria

Rate : M

Genre : Adventure, Family, Romance, Mysteri

Disclaimaer : Bukan punya saya

Pair :Naruto x ?

Warning : Masih pemula dan cerita abal, gaje dan banyak lagi….

Chapter 25 :

Summary : Naruto adalah anak yang di abaikan oleh kedua orang tuanya dan di anggap aib bagi seluruh desa Konoha sejak dia berumur kurang dari 4 tahun, setelah insiden terjadinya penyerangan pria bertopeng dengan mensumonkan kyubi ekor Sembilan pada Konoha dan disegel oleh Namikaze Minato kedalam tubuh Menma kakak dari Naruto dan mereka yang dipuji oleh warga desa dianggap sebagai keluarga pahlawan desa. Naruto yang berusaha mendapat perhatian mereka, kini merekalah yang menyesal atas perbuatan mereka dan ingin memulai kembali bersama Naruto untuk membuat keluarga yang bahagia.

^ Akademi Ninja ^

Tempat berkumpulnya para ninja dari berbagai Desa dan Negara.

BUUKKK….

AKKKHH…

Seorang anak laki-laki berambut tebal warna hitam dan begitu juga dengan alis tebalnya dengan pakaian ketatanya yang berwarna hijau terjatuh akibat di pukuli.

"hmmmmppp…apa kau yakin akan mengikuti…Ujian Chunin hanya dengan kemampuan seperti itu…?" ucap seorang anak berambut jabrik warna hitam dengan senjatanya yang berada di punggungnya dengan ikat kepala yang berlambangkan dari ninja Konoha sambil mengejek anak itu.

"bukankah lebih baik kalau menyerah saja…" ucap anak yang memakai penutup kepala berwana biru yang memiliki lambang dari ninja Konoha di sebelah kanan anak berambut jabrik hitam dengan sejata berada di punggunya, ikut mengejek.

"itu benar…dasar bakarayo…" ucap anak itu lagi dengan nada mengejek dan meremehkan.

"kumohon pergilah dari situ…" ucap anak perempuan yang membantu anak laki-laki itu lalu berdiri dan menghampiri kedua anak yang mengejek mereka.

TAPP…

Sebuah tangan menangkap tangan dari anak yang memiliki senjata di punggunya, yang ingin memukul anak perempuan itu. "apa kau tidak punya rasa malu…?memukul perempuan tidak lebih dari seorang pecundang…" ucap seorang anak berambut jabrik berwarna kuning dengan mata birunya.

"apa…katamu…?" ucap anak laki-laki itu kesal lalu melepaskan tangannya yang di tangkap oleh tangan anak laki-laki itu yang berambut kuning jabrik.

"dengar…ini adalah kebaikan dari kami….Ujian Chunin itu sangat sulit…sudah banyak orang yang berhenti menjadi Shinobi dan juga banyak yang tidak mungkin mengikuti ujian ini lagi…hanya karena mereka mengikuti ujian ini….selain itu, Chunin ada pada level yang sama dengan ketua kelompok…kegagalan misi, gugurnya bawahan…itu semua adalah tanggung jawab dari ketua kelompok….." ucap anak lelaki itu dengan nada mengejek.

"apa kau mau berada di posisi itu..?atau apa jeleknya kalau kami mau mengurangi peserta yang hanya akan mengalami kegagalan…?" ucap anak yang di sebelah kanannya ikut mengejek dan meremehkan.

"aku setuju…tapi, biarkan aku lewat terlebih dahulu…." Ucap seorang anak berambut merah yang mirip dengan anak berambut kuning jabrik yang tidak lain adalah Menma yang datang bersama dengan Sasuke, Karin, Sakura, dan Sai.

"Naruto…kemana saja kau….kami mencarimu tadi…?" tanya Sai yang sok cool.

"sudah lah yang penting aku sudah sampai di sini tepat waktu…" jawab anak yang berambut jabrik kuning itu yang tidak lain adalah Naruto.

"ya…ya..ya…kau datang terlalu cepat dari kami…" ucap Sai.

"lalu, kenapa kau tidak hilangkan saja pelindung yang kau ciptakan dengan Genjutsu ini…?aku ada urusan dilantai 3…" ucap Sasuke.

"apa yang dia bicarakan….?"

"aku tidak tahu…" ucap beberapa para ninja yang berkumpul disana.

"jadi kau sudah sadar…?" ucap anak laki-laki itu yang di sebelah kanan memakai penutup kepala berwarna biru.

"bagaimana…Karin…?kau pasti sudah menyadarinya…apa lagi kau Sakura, karena keahlian analisis dan pengetahuan Genjutsumu adalah yang paling berkembang…" ucap Sasuke dengan tenang sambil tersenyum tipis.

"Sasuke-kun…arigatou…tentu saja. Aku sudah menyadarinya dari tadi ini adalah lantai 2…" gumam Sakura yang merasa senang karena di puji Sasuke, sedangkan Karin menganggapnya biasa saja.

"yaaa…ya…ya…ya…" ucap Sai mengangguk-angguk.

Papan nomor dari 301 berubah menjadi 201. "hmmm…boleh juga…kalian masih belum bisa mengalahkan ku…benar kan…" ucap anak laki-laki itu yang memakai senjata di punggunya lalu menendang Sasuke dengan kaki kanannya, dengan sigap Sasuke pun membalasnya dengan tendangan.

Seorang anak laki-laki tadi yang di ejek dengan pakaian ketat berwarna hijau dan gaya rambut tebal warna hitam begitu juga dengan alis tebalnya, tiba-tiba tepat berada di tengah kedua oerang yang ingin mengadu kekuatannya, yaitu tendangan Sasuke dengan tendangan anak laki-laki itu.

"cepat sekali…" pikir Sakura dalam kagetnya.

"orang ini…dia berbeda dari yang tadi…" pikir Karin yang juga merasa kaget.

"dia menghentikan tendangan ku…apa chakranya ada di tangannya…?" pikir Sasuke yang juga merasa kaget.

"oi…ini berbeda dari rencanamu…kau sendiri yang bilang…jangan bertindak sembarangan agar tidak menarik perhatian…" ucap salah seorang anak berambut panjang warna hitam menghampiri anak laki-laki itu bersama dengan anak perempuan yang membantu anak laki-laki itu.

"tapi…" gumam pelan anak laki-laki itu.

"ini lagi…" pikir anak perempuan itu mengeluh.

Sedangkan anak laki-laki yang berpakaian hijau itu terus menatap Sakura dengan wajah memerahnya.

"orang ini….lukanya sudah menghilang….apa dia berpura-pura…?" pikir Menma yang menatap ke arah anak laki-laki yang berpakaian berwarna hijau.

"nama ku Rock Lee…nama mu Sakura, kan…?" ucap anak laki-laki beralis tebal itu mengenalkan dirinya, lalu berbalik bertanya.

"hah…" Sakura kebingungan dengan sikap Lee.

"jadi lah pacar ku…aku akan melindungi mu seumur hidup…" ucap Lee dengan mengacungkan jempolnya yang berwajah semu merah sambil tersenyum hingga menunjukkan giginya yang cemerlang.

"aku tidak mau…" tolak Sakura yang sweetdrop.

Lee yang mendengar itu jadi galau hati. "kau norak…" ucap Sakura yang membuat Lee bertambah galau hati.

Sedangakan Sai hanya senyum tawa cekikikan, begitu juga dengan Menma hanya melongo mendengar pernyataan itu, sama seperti Karin yang juga ikut sweetdrop, sangat berbeda dengan Naruto yang tidak perduli dengan itu semua.

"oi..kau…perkenalkan diri mu…" ucap seorang anak laki-laki berambut panjang itu menghampiri Sasuke.

Sai yang melihat itu jadi merasa iri. "sial begini lagi…selalu saja tentang Sasuke…" pikir Sai dengna mata berapinya.

"sebelum kau menanyakan nama seseorang, sebutkan dulu namamu…" ucap Sasuke membalas perkataan anak laki-laki itu.

"kau ninja pemula kan..?berapa umur mu…?" tanya anak laki-laki itu.

"aku tidak punya kewajiban untuk menjawabmu…" ucap Sasuke tanpa menjawab pertanyaan anak laki-laki itu.

"apa…?" ucap anak laki-laki itu kesal.

"manisnya…" ucap anak perempuan itu.

Setelah mengucapkan kata-katanya, Sasuke pun beranjak pergi dari tempat. "nahhh…sekarang…Naruto, Sai, ayo kita pergi…." Ucap Sakura mengajak.

"Sasuke, Menma…ayo…" ajak Karin pula.

Di balik pintu, tampak kedua anak tadi yang membuat keributan sedang mengintip mereka. "hehhe…jadi mereka adalah murid Kakashi, Hayate dan Yamato, dan Guy…nah, saat ini mereka telah lulus ujian masuk…." Ucap anak laki-laki yang memakai penutup kepala warna biru.

"ya…" ucap anak laki-laki yang memanggul senjatanya di punggung, lalu keduanya membentuk segel berubah menjadi kedua orang dewasa.

"sepertinya peserta ujian tahun ini akan menarik…untuk kita para pengawas juga…" ucap kedua nya secara bergantian.

"astaga…ujian Chunin ini…penuh dengan monster…" pikir Sasuke yang membayangkan dari Gaara, Rock Lee, dan anak laki-laki berambut panjang.

"Sasuke…Uchiha Sasuke…Namikaze Menma…" pikir anak laki-laki itu.

"apa dia menarik perhatian mu…?" tanya anak perempuan itu tersenyum pada anak laki-laki itu yang beranjak dari tempat, begitu juga dengan anak perempuan itu

"Lee, ayo..apa yang kau lakukan..?" ajak anak perempuan itu lalu bertanya.

"kalian pergilah duluan, ada yang ingin ku pastikan dulu…" ucap Lee lalu pergi berlawanan dari rombongannya.

"kenapa dia..?" tanya anak perempuan itu.

"ahhkkk…aku lupa berterima kasih dengan anak itu…" ucap anak perempuan itu kaget yang teringat ingin berterima kasih.

"ahh….sudahlah….kalau ketemu, nanti tinggal ucapkan saja…" ucapnya dengan tampang biasanya.

"aku tidak tahu…" jawab anak laki-laki itu lalu pergi.

Di tempat rombongan Naruto, Sasuke, Sakura, Menma, Karin, Sai. Mereka berjalan bersama menuju tempat ujian. "kau yang bermata tajam…tunggu dulu…" ucap suara yang entah dari mananya.

Mereka berhenti dari jalan dan berbalik badan melihat ke arah sumber suara.

Terlihat lah Lee yag sedang berdiri menatap mereka dari atas. "ada apa..?" tanya Sasuke.

"maukah kau bertarung dengan ku di sini sekarang…?" tanya Lee dengan tatapan menangtangnya.

"bertarung sekarang..?" ucap Sasuke.

"ya…" ucap Lee lalu turun dan berdiri di hadapan mereka.

"nama ku Rock Lee…sebelum menanyakan nama seseorang…aku harus memperkenalkan diriku duluan kan…..?Uchiha Sasuke….." ucap Lee sambil menunjuk.

"hmmm…kau sudah tahu…?" ucap Sasuke.

"aku ingn bertarung dengan mu…aku ingin tahu berapa lama teknik ku bisa bertahan…kalau melawan keturunan Clan terkenal yang sangat jenius….selain itu…Sakura-san love me…" ucap Lee lalu melirik ke arah Sakura dengan muka memerah.

"tidakkkkkk….aku benci bulu mata bagian bawahnya itu…gaya rambutnya juga…alis tebalnya juga, sangat norak…semuanya…" gumam Sakura yang menggigil.

"kau malaikat ku…." Ucap Lee dengan muka merah, lalu mengarahkan tanda love pada Sakura.

"tidakkkkkkk…." Teriak Sakura menolak lalu menghindar, tanda love itu lalu menempel di tiang.

"kau hebat. Lalu, bagaimana dengan ini…?" ucap Lee, lalu muncul tanda love yang sangat banyak mengarah pada Sakura.

"tidaakkkkk…." Teriak Sakura lalu menghindar setiap love yang mengarah padanya, hingga membuat kepalanya kejedot lantai dasar. Banyak sekali tanda love menempel di tiang.

"hampir saja…" pikir Sakura.

"hei….kau…jangan sembarangan melemparkan benda-benda yang aneh…aku mempertaruhkan nyawa untuk mengindar…" teriak Sakura dengan rasa kesalnya.

"kau tidak perlu menghindari sampai segitunya…" ucap Lee dengan perasaan galau.

"Sasuke lagi…sialan…sialan…sialan…" pikir Sai dengan rasa kesal nya juga.

"jujur saja, kau sangat berani, padahal kau sudah tahu aku dari Clan Uchiha, dan kau berani menantang ku…apa kau mau tahu arti nama ini, alis tebal…?" ucap Sasuke dengan tatapan tajamnya.

"silahkan…" ucap Lee dengan tenang.

"aku beruntung…bisa langsung bertarung melawan rookie nomor satu…lalu aku akan membuktikannya, Guy sensei…" pikir Lee tersenyum tipis.

"tunggu…" ucap Sai.

"aku yang akan melawan alis tebal…" ucap Sai dengan tatapan menantangnya, lalu berjalan lebih mendekat.

"hei….kau…" ucap Sakura yang ingin menghentikan Sai.

"sudah ku putuskan…aku akan membereskannya dalam waktu 5 menit…" ucap Sai.

"yang ingin ku lawan bukan kau…tapi Uchiha…" ucap Lee.

"semua orang…selalu bilang Sasuke, Sasuke, itu sangat menyebalkan…" ucap Sai yang terus melaju dengan kecepatan.

Dengan santainya Lee hanya memukul kepalan tangan Sai, melihat hal itu Sai terkaget, dan langsung mengubahnya dengan tendangan kaki kiri mengarah ke wajah Lee, sayang nya dapat terhindarkan.

Konohareppu

Ucap Lee yang menendang kaki Sai tempat berpijaknya hingga terpeleset sampai menghantam dinding.

Melihat hal itu membuat mereka terkaget, kecuali Naruto. "ternyata benar, dia kuat…." Pikir Sakura menatap Lee dalam kagetnya.

"Sai…" teriak Karin lalu menghampiri Sai.

Lee sudah berdiri dengan kuda-kudanya berisap untuk menyerang kembali. "kukatakan saja, kau tidak akan bisa menang melawanku…karena di antara Genin Desa Konoha, aku adalah yang terkuat…" ucap Lee dengan percaya diri.

"menarik sekali, aku akan melawan mu…" ucap Sasuke.

"ah…" gumam Sakura melihat ke arah jam dinding.

"hentikan Sasuke-kun…kita hanya punya waktu 30 menit sebelum pendaftarannya di tutup…" ucap Sakura.

"jangan khawatir…aku akan membereskannya dalam 5 menit…" ucap Sasuke yang langsung menyerang Lee.

"dia datang…maafkan aku Guy sensei…aku mungkin akan melanggar laranganmu…aku mungkin akan menggunakan teknik itu…" pikir Lee, lalu dengan kecepatannya ia menghilang di hadapan Sasuke.

Sasuke terkaget, saat ingin meninju ke arah Lee, namun tiba-tiba menghilang.

Konohasenpu

Ucap Lee lalu menendang ke wajah Sasuke, dengan cepat Sasuke menghindarinya. "aku tidak sempat menghindar…bertahan…apa…" pikir Sasuke, yang melihat Lee merubah arah tendangannya melalui bawah, dan berusha ingin bertahan, namun tetap saja mendapat tendangan di wajahnya.

"Sasuke-kun…" teriak Sakura panic.

Sasuke terlempar beberapa jarak. Menma yang dari tadi menahan kepalan tinjunya langsung mengarahkan tinjunya pada Lee,namun sayangnya dia di perlakukan sama seperti Sai, dan mendapatkan tendangan pada perutnya.

"dia menembus pertahanan ku..apa itu..?Ninjutsu kah…?atau Genjutsu kah…?" pikir Sasuke yang mencoba berdiri sambil mengelap bekas luka tendangan Lee.

"sudah kuduga, dia masih bisa bertahan…"pikir Lee.

"hmm…tidak apa-apa…kalau begini..ini adalah kesempatan untuk berlatih menggunakan jutsu itu…aku akan melakukannya…" ucap Sasuke sambil tersenyum tipis dengan rencana yang sudah dia miliki.

"mungkinkah…sharingan…" pikir Sakura.

"itu kah…Sharingan…?" pikir Lee.

"Genjutsu atau Ninjutsu…atau sihir apa pun juga…aku akan membongkarnya…" pikir Sasuke dengan mata sharingannya.

Dengan percaya diri, Sasuke menyerangnya, namun tetap saja mendapat tendangan di dagu, yang membuat Sakura terkaget padahal dia merasa kalau Sasuke sudah bertambah kuat dan yakin akan menang.

"tidak bisa dilihat dengan sharingan…mungkinkah teknik itu…" pikir Sasuke yang terlempar cukup jauh.

"benar…teknik milik ku bukanlah Ninjutsu atau pun Genjutsu…" ucap Lee lalu menyerang Sasuke yang mendarat dengan baik, namun harus mendapatkan serangan lanjutan.

Sasuke terus di hajar oleh Lee. "teknik ku hanya Taijutsu…Sasuke…" ucapnya lalu menyerang kembali ke arah Sasuke.

"kau mungkin tidak mempercayainya, tapi…" ucap Lee yang berada di belakang Sasuke.

"kau…" bentak Sasuke lalu menyerang Lee, namun dapat terhindar.

"sharingan mempunyai kemampuan untuk membaca…semua Genjutsu, Taijutsu, dan Ninjutsu…jangan salah sharingan bisa membaca Ninjutus dan Genjutsu yang memerluka chakra dan segel tertentu dalam penggunaannya dan dapat menghindari jutsu itu…namun, hanya Taijutsu yang sedikit berbeda…" ucap Lee memperjelas.

"apa maksud mu..?" tanya Sasuke.

"bahkan kalau kau bisa melihat gerakanku dengan sharingan, badan mu tidak mempunyai reaksi seperti Taijutsu yang ku miliki…dengan kata lain, walaupun kau bisa melihat dengan matamu…kau masih belum bisa mengikuti gerakanku…apa kau tahu..?ada 2 tipe orang yang kuat…tipe jenius dan tipe pekerja keras….kalau sharingan yang kau miliki berasal dari kejeniusan Clan Uchiha…aku hanyalah tipe pekerja keras yang telah menguasai Taijutsu saja…bisa di katakan…bagi sharingan melawan Taijutsu milikku ini adalah lawan yang terburuk…" ucap Lee yang terus di serang oleh Sasuke namun dapat di hindari dengan mudah, dan langsung mendaratkan tendangannya pada dagu Sasuke.

Menma dan Sai yang telah pulih, mulai bangkit dan kaget melihat Sasuke di hantam oleh tendangan Lee. Setelah menendang, Lee siap meluncur dengan kecepatan luar biasanya. Dan tiba di belakang Sasuke.

"Kage Buyou…" gumam Sasuke yang berada di udara begitu kaget melihat Lee sudah berada di belakangnya.

"dan akan ku buktikan dengan teknik ini….bahwa pekerja keras melebihi kejeniusan…" ucap Lee, lalu perban yang ada di tangan melonggar dan melepas.

"apa yang akan dia lakukan…?" pikir Sasuke.

"ini kemenangan ku…." Ucap Lee dengan santainya.

Sebelum Lee melakukan sesuatu, tiba-tiba sebuah tendangan menghantam Lee hingga jatuh sampai merusak lantai dan membuat retakan kawah kecil.

"sialan kau…" ucap Lee lalu bangkit sambil mengelap darah di bibirnya.

"jika ada yang terluka hanya akan membuat aku kerepotan…kau tahu itu…" ucap Naruto santai dengan wajah datarnya.

"ternyata kau kuat juga…." Ucap Lee, sedangakan Naruto yang di puji seperti itu menganggap biasa saja bahkan tidak di perdulikannya.

Saat Lee meluncur dengan kecepatannya, sebuah baling-baling menancap ke dinding mengenai perban milik Lee. "itu…" ucap Lee yang terhenti. Begitu juga dengan Sakura, Menma, Sai, dan Karin terkaget.

"sudah cukup Lee…." Ucap seekor Kura-kura yang berwarna merah dengan corak warna kuning.

"apa itu…?apa yang terjadi…?" gumam Sasuke yang masih berada di udara begitu kaget melihat hal itu yang begitu cepat tanpa disadari.

Sasuke yang akan terjatuh berhasil di tangkap oleh Sakura.

Lee menunduk di hadapan Kura-kura itu. "Sasuke di kalahkan….." pikir Sai dalam kagetnya yang merasa tidak percaya.

"yang benar saja…." Pikir Menma dalam kegetnya yang juga merasa tidak percaya.

"kau tidak apa-apa kan Sai…?" tanya Karin begitu panic.

"aku baik-baik saja…" jawab Sai sambil menundukkan kepalanya.

"kau tidak apa-apa kan Sasuke…?" tanya Sakura yang begitu panic. Namun tidak di jawab oleh Sasuke.

"dia gelisah…sampai Sasuke tidak bisa melindungi dirinya saat terjatuh…" pikir Sakura.

"kau melihatnya….?" Ucap Lee.

"Lee…teknik yang tadi itu terlarang…" ucap Kura-kura itu memberi tahu.

"maaf kan aku…aku tidak bermaksud…" ucap Lee meminta maaf.

"kenapa dengan Kura-kura itu…?sepertinya dia sedang dimarahi…." Pikir Sai yang melihat tingkah Lee.

"mungkinkah…Sensei si Alis Tebal…" pikir Sai yang mengerti.

Lee yang ingin menatap Kura-kura itu jadi terkaget melihat mata tajam yang di lontarkan oleh Kura-kura itu. "tapi, tentu saja…aku tidak ada maksud untuk menggunakan teknik terlarang itu…" ucap Lee yang menjelaskan.

"tidak salah lagi…" pikir Sai.

Sedangkan Sasuke, Karin, Sakura merasa bengong dengan tingkah Lee seperti itu. Sangat berbeda dengan Menma yang kesal karena merasa begitu lemah.

"Menma-kun…apa kau baik-baik saja….?" Tanya Karin yang menghampiri Menma bersama Sai.

"tidak aku baik-baik saja…." Ucap Menma berbohong, walaupun dalam fisiknya dia sangat baik-baik saja, namun mentalnya tidak.

"baiklah ayo…" ucap Karin mengajak.

"hmm.." balas Menma mengangguk sambil tersenyum.

"apa kau pikir bisa lolos dengan alasan seperti itu..?kau sudah tahu kan apa artinya kalau seorang shinobi memperlihatkan jutsunya sendiri…" ucap Kura-kura itu memarahi Lee.

"aku tahu…" ucap Lee.

"aku kalah dari orang yang seperti itu…." Pikir Sasuke dengan perasaan kesalnya.

"sialan…." Pikir Menma yang kesal dalam hatinya.

"apa kau sudah siap..?" tanya Kura-kura itu.

"ya…" jawab Lee.

"baikla, Guy sensei, keluarlah…" ucap Kura-kura itu memanggil.

"dasar baka…kau terlalu bersemangat…ya…." Ucap seorang pria dengan rambut dan alis tebal, baju ketat warna hijau dengan rompi Jouninnya.

"hah…." Kaget Sakura, Karin, Menma, Sasuke, dan Sai.

"whoaaaa…ada lagi orang yang lebih norak…" pikir mereka dalam kaget bercampur swetdrop.

"yo…Lee…" ucap pria yang bernama Guy dengan gaya sok collnya.

"sangat norak…rambut kaya mangkuk…" ucap Sakura dalam kagetnya.

"alis super tebal…aku baru pertama kali melihat yang seperti ini…." Ucap Sai dalam kagetnya.

"benar-benar norak…" ucap Karin dalam kagetnya.

"hei kalian…jangan mengejek Guy sensei…." Teriak Lee yang kesal mendengar perkataan mereka.

"berisik….kami bingung mau bereaksi bagaimana…karena hal yang aneh muncul satu persatu…" teriak Sai yang juga kesal.

"apa kata mu…" teriak Lee dengan kekesalannya.

"he…Lee…hentikan…" ucap Guy sensei.

"baik…" ucap Lee yang meredam amarahnya.

"bakarayo…." Ucap Guy sensei yang meninju Lee hingga terpental di lantai.

Mereka jadi bertambah kaget dengan tingkah mereka. Guy sensei lalu menghampiri Lee dan berjongkok dengan satu kaki di hadapan Lee yang terjatuh tengkurap.

Lee bangkit lalu duduk di hadapan Senseinya. "Lee…kau…kau…" ucap Guy sensei di hadapan muridnya Lee.

"Sensei…" ucap Lee yang juga di hadapan Senseinya.

"Lee…" ucap Guy sensei dengan air mata berlinangnya.

"Sensei…aku…" ucap Lee yang juga menangis dengan air matanya yang deras.

"sudah, Lee….jangan katakana apa pun lagi…" ucap Guy sensei di hadapan muridnya Lee.

"Sensei…" ucap Lee yang langsung memeluk Senseinya.

"Lee…" ucap Guy sensei yang menyambut Lee dengan pelukannya.

Sakura, Sasuke, Menma, Sai, dan Karin kaget melihat tingkah mereka yang sangat lebay itu. "aku kalah dari orang yang seperti itu…" pikir Sasuke yang tidak percaya.

"sialan….bagaimana aku bisa kalah dengan orang lebay itu…" pikir Menma yang merasa tidak percaya.

"ya…itu adalah semangat remaja…" ucap Guy sensei dengan air matanya yang berlinang.

Kura-kura yang ada di belakang mereka juga ikut menangis.

"Sensei…" ucap Lee dengan air matanya yang berlinang.

"sepertinya hukuman seperti itu bagus juga…" ucap Sai.

"ba…baka…itu bahaya…sangat bahaya…." Ucap Sakura.

"tak apa-apa Lee…kesalahan seperti itu biasa dalam masa remaja…jangan khawatirkan itu…" ucap Guy sensei dengan air matanya yang deras.

"kau terlalu baik….Sensei…." ucap Lee yang juga dengan air matanya yang berlinang.

"sekarang, lari keliling tempat latihan seratus putaran…." Ucap Guy sensei memberi tahu.

"ha'i Sensei…." Ucap Lee dengan semangat lalu mengelap air matanya.

Sedangkan Guy sensei tersenyum dengan giginya yang bersinar bagitu juga dengan Lee setelah mengelap air matanya, dengan senyumannya giginya pun ikut bersinar.

"ayo…" ucap Guy sensei.

"ya…" ucap Lee dengan semangat.

"hei…tuggu sebentar…kita masih belum selesai bicara…" ucap Sai.

"pendaftaran Ujian Chunin sudah hampir tutup kan…sudah tidak ada waktu lagi…" ucap Sakura.

"hah…itu benar…" ucap Guy sensei.

"Lee, kau di hukum karena memulai perkelahian dan hampir memakai jutsu terlarang dan hukumannya akan kuberikan setelah ujian ini…." Ucap Guy yang merubah pikirnya untuk menghukum Lee.

"ha'i…" ucap Lee dengan lantang.

"500 semangat muda…" teriak Guy sensei dengan gaya collnya.

"ha'i…" ucap Lee dengna semangat.

Mereka yang melihat tindakan itu jadi swetdrop. "lebih baik kita cepat pergi…." Ucap Naruto beranjak pergi yang sudah bosan melihat tingkah laku lebay mereka.

"kalau tidak salah anak-anak itu…murid Kakashi dan Hayate dan Yamato…" pikir Guy yang melihat ke arah rombongan Naruto, Sasuke, Menma, Sakura, Karin, dan Sai.

"oh tidak, dia melihat ke arah sini…" ucap Sakura cemas.

"kalian…bagaimana keadaan Kakahi sensei, Hayate Sensei dan Yamato sensei..?" tanya Guy.

"kau tahu Kakashi sensei, Hayate sensei dan Yamato sensei…?" tanya Sasuke.

"aku tahu kehebatan mereka…termasuk Kakashi sensei…orang-orang menyebut kami…Rival abadi…" ucap Guy sambil menyombongkan dirinya.

"bohong…" teriak Sai, Sakura dan Menma.

"apa kau bilang…?Guy sensei memang hebat…" ucap Lee kesal.

"tidak apa-apa Lee…beraksi lebih penting dari pada kata-kata saja…" ucap Guy dengan santainya sambil tersenyum dengan giginya yang bersinar.

Sasuke dan Menma yang terus memperhatikan menjadi terkaget melihat Guy sensei tidak ada di tempat lagi. "aku beritahu, rekor ku adalah 50 kali menang dan 49 kali kalah…." Ucap Guy sensei yang berada di belakang mereka.

"hah…" kaget mereka lalu berbalik badan.

"orang ini…" pikir Sasuke dalam kagetnya.

"sejak kapan…" pikir Menma dalam kagetnya.

"bagaimana bisa…" gumam Sai dalam kagetnya.

"aku lebih kuat dari Kakashi…" ucap Guy santai sambil tersenyum dengan giginya yang bersinar.

"tidak mungkin…" pikir Sasuke dalam kagetnya.

"cepat sekali…lebih cepat dari Kakashi…apa dia manusia….?" Pikir Menma dalam kagetnya.

"kali ini Lee yang mencari masalah…tolong maafkan dia dengan jaminan wajah ku ini…" ucap Guy sensei dengan santai.

"dia lebih kuat dari Kakashi…?" pikir Sasuke dalam kagetnya.

"sialan dia…berkata yang sebenarnya…" pikir Menma dalam kagetnya menahan kekesalan pada dirinya.

"kalau sudah selesai aku ingin segera pergi…" ucap Naruto yang berbalik badan dan beranjak akan pergi.

"anak ini…dia yang mampu memukul Lee…ini akan semakin menarik….." pikir Guy yang melihat ke arah Naruto.

"benar juga…kalian dan Lee lebih baik segera kekelas…" ucap Guy lalu melemparkan kunai ke arah baling-baling yang menancap perban milik Lee.

"dia…" pikir Sai yang melihat lengan Lee.

"lalu, lakukan yang terbaik, Lee…selamat tinggal…" ucap Guy sensei lalu berubah menjadi kepulan asap.

"ha'i…" ucap Lee sambil menggulung lengannya dengan perbannya lagi.

Begitu juga dengan Kura-kura itu menjadai kepulan asap. "Sasuke-kun…ada satu hal lagi yang mau ku katakan padamu…sebenarnya aku datang kesini hanya untuk menguji kemampuanku…sebelumnya aku telah berbohong….Genin terkuat di konoha mungkin di kelompok ku…" ucap Lee yang memberi tahu.

"aku ikut ujian hanya untuk mengalahkan orang itu dan kau juga salah satu target ku….termasuk dengan Menma-kun….aku tahu itu belum semua kemampuanmu….dan Naruto-kun aku masih belum tahu banyak tentang mu…walaupun kabar mengatakan kau tidak memiliki chakra dan kembali mendapatkannya…..akan ku pastikan kau kalah sebelum mereka….bersiaplah diujian nanti…" ucap Lee lalu pergi.

Sasuke yang mendengarnya hanya menahan kekesalannya, Menma yang hanya dapat mendecih kesal, dan Naruto menganggap hal itu biasa dan tanpa ada rasa keganjalan dalam dirinya.

"Sasuke-kun…" ucap Sakura cemas.

"heh…Clan Uchiha dan Namikaze ternyata tidak terlalu hebat, ya…" ucap Sai dengan santai.

"Sai…" ucap Sakura dan Karin.

"urusai…berikutnya akan kukalahkan dia…." Ucap Sasuke yang begitu kesal.

"aku pasti akan mengalahkan nya…" ucap Menma yang merasa sangat kesal.

"hah…padahal baru saja dikalahkan sampai babak belur begitu…." Ucap Sai dengan santai.

"hei…apa masalah mu..?Sai….kau ini…" ucap Sakura.

"kau lihat juga kan…tangannya…" ucap Sai yang memberi tahu.

Mendengar perkataan Sai, Sasuke dan Menma kaget karena mengingat pergelangan tangan Lee yang memar akibat latihan.

"si alis tebal itu pasti selalu berlatih keras…hari demi hari….lebih keras dari mu juga…kau pasti melihatnya juga kan Naruto…" ucap Sai.

"aku tidak perduli dengan itu…jika kita tidak segera pergi kita tidak akan dapat mengikuti ujian…" ucap Naruto datar.

"heh…menarik sekali…" ucap Sasuke yang tersenyum senang.

"hmmm….Ujian Chunin ini menjadi menarik…siapa selanjutnya…?" ucap Menma yang juga tersenyum senang.

"ayo pergi….Menma….Karin…." ucap Sasuke dengan senyum senangnya.

"yaaa…." Teriak Menma dengan semangat.

"kalau begitu…ayo….Sai…Sakura…." ucap Naruto pula.

"okeeee…." Teriak Sai dengan semangat.

"Naruto…aku pasti akan mengalahkan mu juga…." Ucap Sasuke dengan menunjuk lalu pergi bersama dengan Menma dan Karin.

Naruto yang tidak begitu perduli dengan tingkah Sasuke ikut melaju bersama Sai dan Sakura.

^ Di Depan Ruangan Ujian Chunin ^

Di depan ruangan ujian Chunin rombongan Naruto, Sakura, Sai, Sasuke, Menma, dan Karin berdiri di hadapan ruangan tersebut. dan di hadapan mereka sekarang berdiri Kakashi yang tengah menatap mereka dengan serius.

"oh begitu…Naruto, ternyata kau datang juga…ujian Chunin, dengan ini partisipasi kalian sudah sah…..aku mewakili Hayate dan Yamato untuk memastikannya…." Ucap Kakashi.

"apa maksud mu…?" tanya Sakura yang kebingunan.

"sebenarnya…ujian ini hanya bisa di ikuti jika satu kelompok ada tiga orang….." jawab Kakashi.

"tapi Sensei, kau bilang keputusan untuk mengikuti ujian ini…terserah pada kami…." Ucap Karin yang juga merasa kebingungan.

"ya….aku mengatakan itu…" ucap Kakashi.

"jadi…kau berbohong…." Ucap Karin.

"ya….aku….kalau aku mengatakan yang sebenarnya…..pasti ada yang akan saling memaksa untuk mengikuti ujian ini…..walaupun kau, Sakura dan Naruto tidak punya niat ikut, salah satunya pasti ada yang akan meminta kalian dan itu terpaksa dalam mengiuti ujian ini….demi Sasuke, atau Menma, dan Sai juga….." ucap Kakashi.

"bagaimana jika hanya mereka yang ikut…?" tanya Sakura.

"aku akan menghentikan mereka sampai di sini…aku tidak akan membiarkan mereka melangkah lebih cepat dari ini…..tapi….kalian datang ke sini dengan kemauan sendiri…Sakura, Naruto, Sai, Sasuke, Menma, dan juga Karin…..aku senang kalian datang….kalian adalah kelompok yang sangat aku banggakan….." ucap Kakashi tersenyum tipis.

Mereka yang mendengar perkataan Kakashi merasa sangat senang. "maaf Kakashi sensei….bukannya aku ingin mengatakan hal buruk seperti itu….tapi, jangan salah paham untuk ini…..aku ikut ujian Chunin bukan karena terpaksa, atau pun memiliki tujuan yang sama seperti mereka yang mencari kesenangan…..atau mungkin lebih tepatnya untuk naik ketingkat Chunin….." ucap Naruto yang membuat kaget mereka.

" tapi…..ada satu hal yang ingin aku cari…..seberapa kuat diri ku yang sekarang…." Ucap Naruto lagi dengan tatapan seriusnya yang mengangkat lengannya dan menggenggamnya dengan sangat kuat.

"cih….dasar baka….." gumam Sasuke mendecih lalu tersenyum senang, seolah perkataan Naruto menambah semangat dirinya termasuk dengan Menma, Sai, Sakura, dan Karin.

Sedangkan Kakashi hanya tersenyum lepas mendengar perkataan Naruto. "ya….aku senang mendengarnya….sekarang, masuklah…." Ucap Kakashi mempersilahkan.

"baiklah….ayo masuk…." Teriak Sai dengan semangat.

"hhmmmmm…." Ucap Menma mengangguk sambil tersenyum lalu mereka membuka pintu menuju ujian Chunin berada.

Di dalam ruangan ujian Chunin. Rombongan Naruto jadi terkesima melihat semua orang yang ada di dalam ruangan ujian Chunin. "hebat….." ucap Sai yang terkesima.

Sasuke hanya dapat memandang dengan ekspresi serius, begitu juga dengan Menma yang memandang dengan wajah terkesimanya.

"apa ini…?" gumam Sakura yang merasa tak percaya dengan penglihatannya.

"ini semua…" gumam Karin yang seolah tidak percaya.

Sedangkan Naruto hanya memandang dengan wajah datarnya namun serius.

Melihat para ninja dari desa dan Negara yang berbeda membuat rombongan Naruto merasa canggung. "banyak sekali…." Gumam Karin.

"mungkinkah mereka semua peserta ujian…" gumam Sakura.

"mereka semua…..terlihat…sangat kuat…." Gumam Sai.

"Sasuke-kun….kau terlambat…." Ucap seseorang yang memeluk Sasuke dari belakang.

"ku pikir aku bisa melihat Sasuke saat pertama kali datang…jadi aku terus menunggumu…." Ucap seorang perempuan yang memeluk Sasuke dari belakang.

"menjauh dari Sasuke….Ino gendut…." Bentak Sakura yang kesal karena perempuan yang bernama Ino itu memeluk Sasuke dari belakang.

"gendut…" pikir Naruto yang mengingat sesuatu.

"oh…Saskura….kau masih berdahi besar tidak berubah, jelek…" ucap perempuan itu yang bernama Ino mengejek Sakura.

"apa katamu…?" ucap Sakura kesal.

"weeee…." Ucap Ino mengejek Sakura.

"ada apa ini…" ucap seseorang yang datang menghampiri rombongan Naruto.

"hah…" ucap Sai yang menoleh.

"apa kalian juga ikut ujian merepotkan ini…?" ucap seorang anak laki-laki berambut nanas.

"oh…si Trio baka…" ucap Sai.

"berhenti menyebut kita seperti itu….dasar menyebalkan…." Ucap seorang anak laki-laki berambut nanas.

NARA SHIKAMARU (anak laki-laki yang berbicara tadi dengan gaya rambut nanasnya).

Selalu Mengeluh, Tidak Mempunyai Motivasi. Dia Orang Bodoh Yang Selalu Mengeluh.

AKIMICHI CHOUJI

Dia Selalu Makan Sesuatu. Dia Sangat Gendut, Itu Saja.

"Sasuke, milikku….weeeee….." ucap Ino mengejek Sakura.

YAMANAKA INO

Dia Selalu Berkelahi Dengan Sakura. Mereka Adalah Rival Dalam Memperebutkan Sasuke.

"kuharap kau tidak cemburu….Naruto…" ucap Ino tersenyum pada Naruto.

"ahhh…..Ino gendut itu…." ucap Naruto yang teringat tentang misinya bersama Ino.

"Narutoooo…." Ucap Ino dengan wajah evilnya.

"go…gomenasai…" ucap Naruto babak belur.

"sialan aku tidak akan kalah…..aku pasti akan membuat Naruto memperhatikanku….." pikir Karin yang kesal karena Ino mulai menggoda Naruto.

"yahoooo, ketemu…." Ucap anak laki-laki yang diatas kepalanya ada seekor anak anjing.

"wah….semuanya sudah berkumpul…." Ucap anak laki-laki itu.

"ko…konnichiwa…." Ucap anak perempuan yang bermata putih berambut indigo malu-malu.

"ohhh…." Ucap Naruto melihat ke arah anak perempuan itu. Sedangkan anak perempuan itu hanya malu-malu di tatap seperti itu.

HYUGA HINATA (anak perempuan yang barusan menyapa)

Dia Aneh, Setiap Aku Melihatnya, Matanya Langsung Melihat Yang Lain. Aku Rasa, Dia Gadis Yang Agak Pemalu.

INUZUKA KIBA DAN AKAMARU (anak laki-laki yang di atas kepalanya ada seekor anjing)

Mereka Cukup Kuat, Yang Selalu Membawa Anjingnya Dan Dia Sangat Berisik. Dia Itu Sangat Menyebalkan.

ABURAME SHINO

Kalau Dia, Aku Belum Terlalu Mengenalnya. Dia Tidak Terlalu Dekat Denganku Dan Aku Pun Tidak Ingin Dekat Dengannya.

"apa…?kalian juga…?dasar…" ucap Shikamaru dengan tampang membosankannya.

"ha…begitulah…ini berarti dua belas Genin pemula akan mengikuti ujian…sekarang…sampai mana kekuatan kita…ya….eh Sasuke-kun….Menma-kun…..?" ucap Kiba dengan senyum santai nan meremehkan.

"heh….percaya diri sekali kau…Kiba…." Ucap Sasuke dengan santai pula sambil mengejek.

"heh….dasar baka…." Ucap Menma dengan ekspresi sombongnya.

"kami telah berlatih sangat keras, jadi…kami tidak akan kalah darimu…." Ucap Kiba.

"urusai…kalau Sasuke dan Menma mungkin saja, tapi aku tidak akan kalah dari kalian…." Ucap Sai sambil menunjuk.

"go…gomenasai…..Naruto-kun Kiba tidak bermaksud seperti itu…." Ucap Hinata malu-malu sambil memainkan jari tangannya.

"hah…kenapa kau harus meminta maaf pada ku….seharusnya pada Sai…." Ucap Naruto.

"go…gomenasai….." ucap Hinata malu-malu dengan kedua pipinya merona memerah.

"Akamaru, kelihatannya enak…" pikir Chouji lalu datang menghampiri Kiba namun terhenti oleh Shino yang menghadangnya.

"ada apa…?" tanya Chouji. Sedangkan Shino hanya diam tanpa kata.

Chouji melihat ke bawah, ke arah Shino melihat seekor serangga sedang berjalan di lantai. "jangan melangkah…" ucap Shino.

"hah..?" ucap Chouji kebingungan.

"ku bilang jangan melangkah…." Ucap Shino dengan nada penekanan.

"kau mau makan itu…?" tanya Chouji yang kebingungan.

Mendengar perkataan Chouji mereka jadi tambah bingung.

"hei kalian…pelankan suara kalian…..kalian dua belas rookie yang baru lulus ujian itu kan…?berwajah polos begitu dan berisik saja….dasar…ini bukanlah piknik…." Ucap seseorang yang datang menghampiri mereka.

"siapa kau…?sombong sekali…" ucap Ino kesal.

"aku Yakushi Kabuto…sekarang, lihat sekelilingmu…" ucap seseorang itu yang memperkenalkan dirinya.

Mereka yang mendengar perkataan Kabuto, melihat sekeliling. Tampak terlihat para ninja melihat ke arah mereka dengan tatapan tajam. "di belakangmu….mereka dari Amegakure….mereka itu pemarah…semuanya tegang memikirkan ujian….aku peringatkan kalian, sebaiknya kalian berhati-hati…." Ucap Kabuto memperingati.

"agar tidak menimbulkan masalah…kalian adalah pemula yang tidak tahu apa pun….kalian mengingatkan ku pada diriku yang dulu…." Ucap Kabuto lagi.

"kau Kabuto…benarkan…?" tanya Sakura.

"ya.." jawab Kabuto.

"lalu, apakah ini ujian keduamu…?" tanya Sakura lagi.

"bukan…ini sudah ketujuh kalinya…." Jawab Kabuto.

"hah…" kaget Shikamaru.

"ujian ini di adakan dua kali setahun, jadi saat ini adalah tahun keempatku…." Ucap Kabuto.

"jadi kau banyak tahu tentang ujian Chunin ini…begitu lah…." Ucap Karin.

"haaa…Kabuto, hebat juga…" ucap Sai.

"tapi kau belum pernah lulus…" ucap Shikamaru.

"yeah, kalau itu aku juga tidak tahu…" ucap Kabuto tertawa lepas dengan rasa malunya.

"apa ujian Chunin sesulit itu…?cih…dasar menyebalkan sekali…." Ucap Shikamaru mendecih.

"baiklah aku akan membagikan sedikit informasi untuk kalian….dengan kartu informasi ninja…." Ucap Kabuto lalu menunjukkan lembaran kartu yang sangat banyak.

"kartu informasi ninja…?" ucap Sakura kebingungan.

"singkatnya…ini adalah kartu yang sudah di isi dengan simbol-simbol informasi yang tertulis menggunakan chakra…." Ucap Kabuto yang duduk dan menunjukkan salah satu kartu nya.

"sudah empat tahun aku mengumpulkan informasi ini…jumlah kartunya hampir 200 lembar…kelihatannya hanya kertas kosong…untuk melihat informasi pada kartu ini…." Ucap Kabuto lalu dengan jarinya memutarkan lembar kartu yang ingin dia tunjukkan.

"apa yang kau lakukan…?" tanya Sakura.

"tidak ada yang bisa melihat isinya tanpa menggunakan chakraku…misalnya seperti ini…" ucap Kabuto lalu setelah memutarkan lembar kartu tersebut muncul sesuatu dari kartu itu.

"wah…hebat…informasi apa ini…?" tanya Karin.

"ini adalah jumlah peserta tes dan Negara yang berpartisipasi, dan jumlah peserta dari setiap desa yang ditampilkan secara perorangann…apa kau tahu…kenapa ujian Chunin di adakan di satu tempat yang sama…?" ucap Kabuto yang memberitahu lalu berbalik bertanya.

Mereka semua hanya diam tidak bisa menjawab. "ini kemungkin di lakukan untuk memperdalam hubungan antar bangsa, sekaligus meningkatkan kekuatn Shinobi…." Ucap Naruto yang membuat mereka melihat ke arah Naruto.

"bukan lagi kemungkinan, tapi memang hal ini dilakukan untuk memperdalam jalinan persahabatan antar bangsa dan untuk meningkatkan kekuatan para Shinobi…" ucap Kabut membenarkan.

"itu artinya…" ucap Sasuke.

"benar, tujuan yang sebenarnya adalah untuk memeriksa tingkat kekuatan shinobi dari Negara tentangga dan menjaga keseimbangan yang sama…." Ucap Kabuto.

"kekuatan yang sama…?" gumam Sai yang kebingungan.

"mengapa hal seperti itu sangat mengganggu…?" ucap Shikamaru yang menyipitkan matanya.

"kalau tidak di lakukan dalam waktu singkat negara yang lemah akan mudah di serang…." Ucap Naruto.

"hmmm….negara yang lemah akan di serang oleh Negara yang kuat dan mungkin Negara itu akan dikendalikan…ada maksud untuk mengawasi secara bersama…itu mungkin saja…." Ucap Kabuto yang tersenyum salut dengan kecerdasan Naruto.

"hmmm….apa kartu itu bisa mengeluarkan informasi perorangan yang rinci…?" tanya Menma.

"ya…ada…apa ada yang menarik perhatianmu…?" jawab Kabuto lalu berbalik bertanya.

"ya…ada…" jawab Menma.

"lalu bagaiman dengan mu….." tanya Kabuto yang melirik ke arah Naruto.

"tidak ada…." Jawab Naruto.

"polos sekali…" ucap Kabuto sambil tersenyum lepas.

"baiklah…informasi untuk ujian, peserta ujian kali ini belum sempurna….tapi aku sudah memilikinya…tentang kalian juga ada…coba katakan orang yang telah menarik perhatianmu itu dan aku akan mencarikan informasi mereka…." Ucap Kabuto lalu berbalik bertanya.

"Gaara dari Sunagakure, dan Rock Lee dari Konoha…." Ucap Sasuke yang langsung memberitahu begitu saja.

Sedangakan Menma yang ingin mencari informasi yang di inginkan, tidak mempermasalahkan karena informasi itu sudah dikatakan oleh Sasuke.

"oh…kau sudah tahu namanya….kalau begitu akan semakin mudah…." Ucap Kabuto lalu mengambil dua lembar kartu.

"perlihatkan padaku…" ucap Menma.

"baiklah….ini dia…" ucap Kabuto lalu meletakkan satu kartu di lantai dan terlihat informasi tentang Lee.

"dia satu tahun lebih tua dari kalian…pengalaman misinya, 20 misi tingkat D dan 10 misi tingkat C…pemimpin kelompoknya adalah Guy….setahun ini, kemampuan Taijutsunya sangat berkembang, tapi…kemampuan yang lain tidak begitu baik…tahun lalu dia di akui sebagai Genin baru yang berbakat…tapi dia tidak mengikuti ujian Chunin…ini adalah ujian Chunin pertamanya, sama seperti kalian…Tenten dan Hyuga Neji ada dalam kelompoknya…." Ucap Kabuto.

"hah…Hyuga…." Gumam Sai.

"selanjutnya adalah Gaara dari Sunagakure…." Ucap Kabuto lalu memutarkan kartunya dan muncul informasi tentang Gaara.

"pengalaman misinya, 8 misi tingkat C dan 1 misi tingkat B….masih Genin sudah dapat misi tingkat B….karena dia adalah Shinobi dari Negara lain dan juga baru…jadi tidak ada lagi informasi rinciannya….tapi…sepertinya dia menyelesaikan semua misinya tanpa terluka sedikitpun…." Ucap Kabuto memberitahu.

"msih Genin sudah tingkat B…tapi tidak pernah terluka…." Gumam Shikamaru kaget.

"siapa sebenarnya dia…?" gumam Sai dalam kagetnya.

Kabuto meletakkan satu kartu lagi dan menunjukkan informasi tentang Negara. "Suna, Ame, Kusa, Taki, Konoha, Oto….ada banyak Genin berbakat dari berbagai desa yang mengikuti ujian tahun ini….misalnya mengenai Desa Otogakure…Desa ini berasal dari Negara kecil yang baru-baru ini berdiri, jadi tidak banyak informasi yang kudapatkan…tapi selain itu, masih banyak peserta yang sanagat berbakat…" ucap Kabuto membaritahu.

"itu membuatmu kehilangan kepercayaan diri…." Ucap Hinata.

"apa yang kau katakan….?" Ucap Ino.

"dengan kata lain…semua peserta yang berkumpul disini….." ucap Sakura.

"benar…bukan hanya Lee dan Gaara…tapi mereka semua adalah para Genin terbaik dari masing-masing Negara…." Ucap Kabuto.

"ini tidak akan mudah…" ucap Karin.

"Sai sampai setegang ini…meskipun semuanya masih Genin, kita adalah pemula yang belum berpengalaman….aku sangat tegang….tapi tidak seperti Sai yang biasanya….biar kuhibur sedikit…." Pikir Sakura yang khawatir dengan Sai yang bergetar.

"bahkan Menma dan Sasuke yang biasanya selalu poercaya diri jadi setegang ini…" pikir Karin yang khawatir.

"hei…Sai…tidak perlu takut…." Ucap Sakura yang menghampiri Sai.

"uuuuuuaaaaahhhhhh…" teriak Sai sambil menunjuk ke arah peserta.

"aku tidak akan kalah dari kalian semua…mengertti…." Teriak Sai dengan semangatnya.

"hei…kenapa dia…." Ucap Ino kesal.

"si bodoh itu tidak mungkin tertekan….baka…" pikir Sakura yang kesal dengan tingkah laku Sai.

"dasar baka…" pikir Karin kesal.

"tidak ada gunanya membuat semua orang takut…" bentak Ino kesal pada Sakura.

"jangan bilang pada ku…" bentak Sakura kesal.

"kalau aku tidak mengatakannya padamu, mau bilang kemana lagi…" benatak Ino kesal.

"apa katamu…?" bentak Sakura kesal.

"oh leganya…" ucap Sai tersenyum lebar.

"dasar baka….bukan seperti itu…." Ucap Naruto menjitak Sai.

"oi semuanya…Uzumaki Naruto…pasti akan mengalahkan kalian semua….." teriak Naruto dengan semangatnya walaupun dengan wajah datarnya. Membuat mereka tambah kaget mendengarnya.

"BAKA….Naruto pun ikut-ikutan…" pikir Sakura.

Sedangkan Kakashi yang mendengarnya dari luar hanya tersenyum tipis, merasa senang karena murid-muridnya tidak merasa ketakutan sama sekali.

"Naruto-kun keren…." Pikir Hinata dengan semburat wajah memerahnya.

"hmmmppp…." Ucap Sasuke dan Menma tersenyum tipis merasa senang karena ini akan semakin menarik.

Sedangkan Kabuto pun ikut tersenyum tipis dengan tingkah seperti itu. Namun berbeda dengan tatapan para peserta terlihat sangat tajam. "bukankah dia yang waktu itu….?" Ucap anak laki-laki itu yang tidak lain adalah Kankuro.

"percaya diri sekali dia…." Ucap anak perempuan yang disebelah Kankuro.

"apa dia baka…?" ucap anak perempuan yang bersama Lee yang tidak lain adalah Tenten.

"dia sangat percaya diri sekali…." Ucap anak laki-laki yang juga bersama Lee yang tidak alain adalah Hyuga Neji.

"dia keras kepala sekali…." Ucap Lee.

"Lee…mungkin kau tidak memberinya pelajaran yang cukup…" ucap Neji.

"kalian dengar…Otogakure adalah Desa dari Negara yang kecil…kalian salah…" ucap anak laki-laki yang kepalanya di tututpi oleh perban dan menyisahkan sebelah mata kirirnya.

"mungkin kita akan bermain sebentar dengan mereka…." Ucap anak perempuan yang di sebelah anak laki-laki yang memakai perban di kepalanya.

"ya….dari kata-kata mereka, kita terdengar seperti ninja biasa…ayo kita tambahkan catatan dalam datanya…bahwa ninja Otogakure itu lebih mengerikan dari sekedar ninja biasa…" ucap anak laki-laki itu dengan tatapan tajamnya.

"Tidak akan kalah dari kalian, ya…?boleh juga kata-katanya…." Ucap Kiba tersenyum mengejek.

"si baka itu…dalam waktu singkat, dia membuat orang di sekitarnya menjadi musuh…." Ucap Shikamaru.

"apa yang kau lakukan…?" ucap Sakura yang mencekik Sai dari belakang dan menjitak kepala Naruto.

"tapi aku mengatakan yang sebenarnya…." Ucap Sai dan di ikuti oleh anggukan Naruto.

Melihat tatapan tajam para peserta membuat Sakura ketakutan. "Se..semuanya, itu hanya candaan….soalnya mereka ini agak bodoh…mereka selalu seperti ini….kalau dia terbawa suasana…jadi hiraukan saja kata-katanya tadi…." Ucap Sakura.

"gara-gara kau…..aku jadi dilihat semua orang…aku akan menghajarmu nanti…." Ucap Sakura memarahi Naruto dan Sai.

"apa kita akan melakukannya….?" Ucap anak laki-laki yang di sebelah anak laki-laki yang memakai perban di kepalanya.

"lakukan saja…" ucap anak laki-laki yang memakai perban di kepalanya lalu menghilang dalam kecepatan suara.

"tampaknya aku akan segera menghabisinya sekarang…" ucap Kankuro lalu menyiapkan senjata yang di punggungnya, namun di hentikan oleh Gaara.

Dengan kecepatan yang luar biasa mereka bertiga dari desa Otogakure menyerang Kabuto dari melemparkan kunai lalu menyerang secara fisik.

Anak laki-laki yang memakai perban dikepalanya kini berada di hadapan Kabuto dan menyerangnya dengan tinjunya.

TAAPPP…..

Anak laki-laki itu terkejut, karena serangannya dapat di hentikan dengan satu hentakan tangan. "Naruto…." Ucap Sai.

"bagaimana bisa dia di sana…." Ucap Shikamaru.

"aku juga bisa melihat gerakan itu….jadi tentu saja dia bisa…." Pikir Sasuke tersenyum tipis.

"tenang saja…." Pikir Menma.

Kabuto yang merasa lega, dengan senyuman terberseit di wajahnya. Namun retakan di kacamata Kabuto dan hancur hingga jatuh ke lantai. "begitu ya…serangan seperti ini…ya…?" ucap Kabuto lalu melepaskan kacamatanya yang pecah.

"apa yang terjadi …?dia sudah di hentikan oleh Naruto….tapi kenapa kacamatanya itu bisa pecah" tanya Sasuke.

"mungkin dia terkena anginnya…cih itu karena dia sombong….." ucap Shikamaru mendecih.

"hah…." Gumam Kabuto yang merasakan kesakitan, lalu terduduk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.

"dia muntah….." ucap Sai dalam kagetnya.

"Kabuto…" ucap Sakura cemas.

"hah…" gumam mereka dalam kagetnya.

Berikut semua peserta yang juga dalam kagetnya. Sedangkan Naruto tampak terdiam dalam renungannya.

"hei…kabuto…kau tidak apa-apa….?" ucap Sai dan Sakura menghampiri Kabuto.

"ya…aku baik saja…" ucap Kabuto yang berdiri di bantu oleh Sakura dan Sai.

Anak laki-laki itu mundur ke belakang, begitu juga dengan Naruto yang kini tepat berada di hapadan Kabuto, Sai dan Sakura.

'Ohh….jadi kau tidak begitu hebat…hanya omongan saja kau ini….termasuk dia walaupun veteran yang sudah mengikuti ujian selama empat tahun…." Ucap anak laki-laki yang memakai perban di kepalanya.

"tulis dalam kartumu….tiga ninja dari Otogakure…akan naik tingkat menjadi Chunin…." Ucap anak laki-laki yang di sebelah kanan anak laki-laki yang memakai perban di kepalanya.

"Naruto sudah menangkisnya…tapi kenapa Kabuto muntah darah….?" Pikir Sasuke.

"oi Lee…bagaimana dengan teknik yang barusan..?" tanya Neji.

"aku tidak punya masalah untuk menangkisnya…pasti ada trik tertentu…." Jawab Lee.

"Naruto hentikan…." Teriak Sakura yang menghentikan Naruto menyerang ninja Otogakure.

Naruto tidak memperdulikan perkataan Sakura dan langsung melaju dengan kecepatan yang luar biasa tanpa di sadari oleh ketiga ninja Otogakure, Naruto sudah di hadapan mereka dan menghantamkan tinjunya. Ketiga ninja Otogakure terkejut melihat Naruto berada di hadapan mereka termasuk semua peserta.

TAAAPPP

Sebuah tangan menghentikan laju tinju Naruto. "diam…dasar orang tidak berguna…." Ucap seseorang yang muncul dengan kepulan asap yang tebal.

Semua peserta kaget mendengar perkataan itu dan kepulan asap yang mucul di dalam ruangan perlahan memudar. Terlihat para ninja yang berdiri dihadapan peserta dan salah seorang ninja itu juga yang telah mengentikan laju tinju Naruto.

"maaf membuat kalian menunggu…aku penguji tes pertama seleksi Chunin, Morino Ibiki…." Ucap salah seorang ninja yang memiliki dua luka wajah pipi kanan dan kirinya serta pakaiannya berbeda dari ninja yang di belakangnya sambil memperkenalkan dirinya.

To Be Continue…..

Terima kasih atas reviewnya…

Maaf lama update lagi, karena ada banyak kesibukan dan saya usahakan untuk update yang selanjutnya bisa cepat…..

Untuk sifat Naruto itu ada sebabnya kenapa sifat Naruto berubah-ubah dan sudah pasti untuk sekarang sifat Naruto itu abu-abu.

Naruto tidak lah lemah namun masih belum menunjukkan seluruh kemampuannya bahkan setengahnya. Sama seperti Sasuke atau pun Menma mereka sama belum menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnnya. Untuk kepopuleran Naruto itu butuh proses, tidak mungkin seseorang seperti Naruto yang belum menunjukkan penampilan sesungguhnya langsung popular di kalangan cewek tapi di beberapa sudah ada.

Untuk rambut Naruto itu sudah pasti kuning jabrik, mungkin beberapa Reader's kebingungan di chapter ke 24 yang ketiga ninja dari luar mengatakan "bagaimana menurut mu…?aku pikir mereka semua tidak ada yang special….tapi si rambut hitam dari Desa Konoha dan Penggendong Guci dari Desa Suna…mereka perlu di perhatikan….apa lagi anak bermabut merah jabrik itu…pasti dia hebat….". itu karena yang di katakannya itu Menma bukan Naruto, karena Naruto dan Menma itu mirip yang membedakannya hanyalah warna rambut dan Menma memiliki garis kumis kucing di kedua pipinya, sedangkan Naruto tidak.

Baik lah, untuk penjelasan berikutnya para Reader's ikuti saja ceritanya. dan tetap Reviews baik komentar, saran dan kritikan.

GOOD LUCK

ARIGATOU GOZAIMASU

LOG OUT